p-Index From 2021 - 2026
5.015
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Teknik Sipil Majalah Kedokteran Bandung Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Althea Medical Journal Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA) KURVA S JURNAL MAHASISWA Prosiding Teknologi Pendidikan Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Jurnal Transformatika Global Medical and Health Communication LITERARY CRITICISM Majalah Obstetri dan Ginekologi Sari Pediatri Journal of Biology Education Paediatrica Indonesiana JET (Journal of Electrical Technology) Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Jurnal Psikologi Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care) Sketsa Bisnis Majalah Anestesia dan Critical Care Journal of Innovative Science Education JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) JURNAL PEMBANGUNAN HUKUM INDONESIA Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Asia Jurnal Digit : Digital of Information Technology Ekobis: Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Djtechno: Jurnal Teknologi Informasi BiosciED: Journal of Biological Science and Education Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Bengawan :Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Inovatif Wira Wacana Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Journal of Transportation and Society Empowerment Indonesian Journal of Marine Engineering Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Journal of Blockchain, Nfts and Metaverse Technology Senarai: Journal of Islamic Heritage and Civilization SEMINAR TEKNOLOGI MAJALENGKA (STIMA) ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Myocardial Performance Index Ventrikel Kiri pada Remaja Obes dengan dan tanpa Sindrom Metabolik Riri Adriana; Dwi Prasetyo; Sri Endah Rahayuningsih
Sari Pediatri Vol 17, No 4 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.065 KB) | DOI: 10.14238/sp17.4.2015.307-11

Abstract

Latar belakang. Myocardial performance index (MPI) merupakan pemeriksaan ekokardiografi yang lebih sensitif dalam mendeteksi disfungsi diastolik ventrikel kiri.Tujuan. Menentukan perbedaan MPI ventrikel kiri pada remaja obes dengan SM, obes tanpa SM, dan non-obes.Metode. Penelitian analitik potong silang pada 30 remaja obes (dengan dan tanpa sindrom metabolik) dan 30 non-obes usia 10-19 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan di Instalasi Pelayanan Jantung RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama November 2014–Januari 2015. Pemeriksaan MPI dilakukan dengan alat ekokardiografi GE tipe Vivid 7. Dilakukan pemeriksaan kolesterol total, trigliserida, LDL, HDL, dan gula darah menggunakan alat Architect. Kriteria SM ditegakkan apabila terpenuhi dua dari parameter trigliserida >150 mg/dL, HDL <40 mg/dL, GDP >100 mg/dL, hipertensi, dan kegemukan sentral. Perbedaan nilai MPI antara remaja obes dengan SM, obes tanpa SM, dan remaja non-obes ditentukan dengan uji ANOVA satu arah.Hasil. Nilai MPI pada remaja obes dengan SM, obes tanpa SM, dan remaja non-obes adalah 0,35, 0,36, dan 0,36 (p=0,778).Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan nilai MPI pada remaja obes dengan SM, obes tanpa SM, dan remaja non-obes.
Death Receptor Fas as Molecular Target of Soursop Leaves Novel Isolate in Liver Cancer Targeted Therapy Maya Tejasari; Dwi Prasetyo; Siti Aminah Abdurachman; Herri S. Sastramihardja
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.843 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i2.6169

Abstract

In the past few decades, no effective systemic therapeutic modalities established in the unresectable liver cancer stage, so the prognosis remains poor. Apoptotic dysregulation of cancer cells through Fas gene expression linked to tumor development, progression, and resistance to treatment. Soursop plants believed to have potent anticancer activity. It hypothesized that active compounds in the soursop leaves would induce apoptosis by interfering with Fas gene expression in liver cancer cells. The study objective was to explore the role of an isolated from soursop leaves against Fas gene expression in liver cancer cells. This study used the HepG2 cell line culture, and treatment groups were given novel isolate (SF-1603) from soursop leaves with three different doses which conducted in Bandung in 2017. Observations assessed in hours 0, 24, 48, and 72. Measurement of gene expression was done with real-time PCR and apoptosis detection by the TUNEL method. The results showed that the novel isolate (SF-1603) from soursop leaves stimulate Fas optimum expressions to initiate apoptosis with 0.5×inhibitory concentration 50 (IC50) dosage at observation hour 48. There was a strong correlation between Fas gene expression with the apoptosis level. It concluded that the novel isolate (SF-1603) from soursop leaves is a potent anticancer that affects Fas gene expression in apoptosis induction on the liver cancer cell. It can be used as a candidate for a new therapeutic agent for liver cancer treatment. RESEPTOR FAS SEBAGAI SASARAN MOLEKULER NOVEL ISOLAT DAUN SIRSAK PADA TERAPI BERTARGET KANKER HATIDalam beberapa dekade terakhir, tidak ada modalitas terapi sistemik yang efektif untuk pengobatan kanker hati tahap lanjut sehingga prognosisnya buruk. Disregulasi apoptosis sel kanker melalui ekspresi gen Fas terkait dengan perkembangan, perkembangan tumor, dan resistensi terhadap pengobatan. Tanaman sirsak dipercaya memiliki aktivitas antikanker yang kuat. Senyawa aktif dalam daun sirsak secara hipotesis dapat menginduksi apoptosis dengan memengaruhi ekspresi gen Fas pada sel kanker hati. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi peran isolat daun sirsak terhadap ekspresi gen Fas pada sel kanker hati. Penelitian ini menggunakan kultur sel kanker HepG2 dan kelompok perlakuan diberi isolat baru (SF-1603) daun sirsak dengan 3 dosis berbeda. Pengamatan dinilai pada jam ke-0, 24, 48, dan 72. Pengukuran ekspresi gen dilakukan dengan PCR real-time dan deteksi apoptosis dengan metode TUNEL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel isolat (SF-1603) daun sirsak menstimulasi ekspresi optimal Fas untuk inisiasi apoptosis dengan dosis 0,5×inhibitory concentration 50 (IC50) pada pengamatan 48 jam. Terdapat korelasi yang kuat antara ekspresi gen Fas dan tingkat apoptosis. Disimpulkan bahwa isolat baru (SF-1603) daun sirsak adalah antikanker kuat yang memengaruhi ekspresi gen Fas dalam induksi apoptosis pada sel kanker hati sehingga dapat digunakan sebagai kandidat agen terapi baru untuk pengobatan kanker hati.
Fecal Calprotectin in Preterm Infants Sepsis with and without Necrotizing Enterocolitis Symptoms Yani Dewi Suryani; Dwi Prasetyo; Dany Hilmanto
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.363 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.3337

Abstract

Necrotizing enterocolitis (NEC) is one of the severe gastrointestinal disorder that predominantly affects preterm infants with high morbidity and mortality. The initial clinical manifestations of NEC are non-specific and indistinguishable from sepsis which making delay in diagnosis. Delayed diagnosis might require surgery and even cause death. Calprotectin is a calcium-binding protein, abundantly present in cytosol fraction of neutrophils, also found in feces, and has been found to increase significantly in gastrointestinal inflammation. This study purpose to compare fecal calprotectin in sepsis preterm infants with symptoms of NEC to sepsis preterm infants without symptoms of NEC. The study was a comparative cross-sectional analytic study performed at the Neonatology ward of Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, from October 2013 to January 2014 on 40 sepsis preterm infants aged <28 days. Fecal calprotectin was analyzed using enzyme-linked immunoassay (ELISA) kit. Mann-Whitney U test was used to compare the difference of fecal calprotectin concentration in both groups. There were 20 sepsis preterm infants with symptoms of NEC compared to 20 sepsis infants without abdominal symptoms. The concentration of fecal calprotectin was significantly higher in preterm sepsis infants with symptoms of NEC (790.67 μg/g) than preterm sepsis infants without symptoms of NEC (247.93 μg/g, p=0.019). The increasing of fecal calprotectin might provide relevant clinical information to pediatricians for early warning signs of NEC in preterm sepsis infants. In conclusion, fecal calprotectin in preterm sepsis infants with symptoms of NEC is higher compared to those without abdominal symptoms. CALPROTECTIN FESES PADA BAYI KURANG BULAN SEPSIS DENGAN DAN TANPA GEJALA ENTEROKOLITIS NEKROTIKANSEnterokolitis nekrotikans (EKN) merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang serius terutama pada bayi kurang bulan dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Gejala klinis awal EKN yang tidak spesifik dan sulit dibedakan dengan sepsis menyebabkan keterlambatan diagnosis. Keterlambatan diagnosis dapat menyebabkan diperlukan tindakan pembedahan bahkan kematian. Calprotectin merupakan protein yang berikatan dengan kalsium banyak terdapat dalam sitosol neutrofil, dapat ditemukan dalam feses, dan diketahui meningkat signifikan pada keadaan inflamasi gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar calprotectin feses pada bayi kurang bulan (BKB) sepsis dengan BKB sepsis tanpa gejala EKN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol yang dilakukan di ruang rawat Neonatologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dari Oktober 2013 sampai Januari 2014 terhadap 40 BKB sepsis berusia <28 hari. Kadar calprotectin feses dianalisis menggunakan kit enzim-linked immunoassay (ELISA). Analisis data menggunakan Mann-Whitney U test untuk membandingkan kadar calprotectin feses antara kedua kelompok. Terdapat 20 BKB sepsis dengan gejala EKN yang dibanding dengan 20 BKB sepsis tanpa gejala EKN. Konsentrasi calprotectin feses pada kelompok BKB sepsis dengan gejala EKN lebih tinggi (790,67 μg/g) secara bermakna dibanding dengan kelompok BKB sepsis tanpa EKN (247,93 μg/g, p=0,019). Peningkatan kadar calprotectin pada feses dapat memberikan informasi klinis bagi dokter sebagai tanda awal EKN pada BKB sepsis. Simpulan, kadar calprotectin feses pada BKB sepsis dengan gejala EKN lebih tinggi dibanding dengan BKB sepsis tanpa gejala EKN.
Hubungan antara Kategori Kardiotokografi dan Jenis Persalinan dan Asfiksia Neonatus Nurul Husna; Vita Murniati Tarawan; Dwi Prasetyo
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 3 Nomor 2 September 2020
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v3n2.233

Abstract

Tujuan: Melihat hubungan antara pola kardiotokografi dan hasil luaran (cara persalinan dan status asfiksia neonatus).Metode: Penelitian ini observasional analitik retrospektif dengan desain case-control. Penelitian melibatkan pasien-pasien yang melahirkan di RS Hasan Sadikin Bandung antara 2019-2020. Kriteria inklusi adalah pasien dengan kehamilan normal dan/atau dengan kehamilan patologis, pasien dengan usia gestasi 37-40 minggu, kehamilan dengan janin tunggal dan pasien dengan induksi persalinan. Kriteria eksklusi mencakup data pemeriksaan tidak lengkap  anamnesa, pemeriksaan fisik terkait kehamilan dan persalinan, rekaman kardiotokografi, dan skor APGAR menit ke-5; hambatan pertumbuhan janin intrauterine (IUGR); kelainan kongenital (cacat bawaan) dan infeksi/demam pada ibu. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis. Metode perekrutan sampel menggunakan consecutive admission sampling. Analisis data secara deskriptif dan analitik dilakukan. Hasil: Rerata usia pasien adalah 26,83±7 tahun. Pasien paling banyak memiliki latar belakang pendidikan tamat SMA (51,7%). 48,3% pasien belum pernah bersalin. 53,3% pasien sedang hamil 39-40 minggu saat bergabung dengan penelitian ini. Rata-rata berat bayi lahir sebesar 2923,33±385,229 gr. Untuk APGAR Score 5’ memiliki rata-rata sebesar 7,68±2,347. Ditemukan bahwa kategori kardiotokografi patologis secara signifikan meningkatkan terjadinya asfiksia (p=0,024). Kemudian, temuan kardiotokografi patologis juga secara signifikan meningkatkan pemilihan seksio sesarea sebagai metode persalinan (p<0,001).  Kesimpulan: Pola kardiotokografi patologis secara signifikan meningkatkan risiko munculnya asfiksia pada neonatus. Association between Cardiotocographic traces, and mode of delivery and asphyxiaAbstractObjective: the aim of this study is to evaluate the association between cardiotocographic traces and maternal and neonatal outcomes (mode of delivery and neonatal asphyxia status).   Method: This is a retrospective observational analytical case-control study involving patients delivering at Hasan Sadikin General Hospital between 2019-2020. The inclusion criteria were patients with normal pregnancies and/or pathologic pregnancies at 37-40 weeks of gestation, singleton pregnancies and patients with induced labor. The exclusion criteria were the following: incomplete case notes (patient history, physical examination, CTG record and 5-minute APGAR score), intrauterine growth restriction (IUGR); fetal with congenital anomalies dan maternal infection and/or fever. This study utilized secondary data from patient case notes. This study employed consecutive admission sampling. Descriptive and analytical statistics were performed. Results: Mean patient age was 26,83 ±7 years. 51,7% patients were high-school graduates. 48,3% were nulliparous. 53,3% were at 39-40 weeks of gestation. Mean neonatal birth weight was 2923,33±385 gr. Mean 5-minute APGAR score was 7,68±2. Pathologic CTG traces significantly increased perinatal asphyxia (p=0,024). Pathologic CTG traces also significantly increased the use of caesarean section as method of delivery (p<0,001). Conclusion: Pathologic CTG traces significantly increased the likelihood of neonatal asphyxia. Key words: Cardiotocography, Asphyxia, Delivery, APGAR
Relationship between aspartate aminotransferase to platelet ratio index and liver injury in pediatric sepsis Robby Godlief; Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim; Dwi Prasetyo
Paediatrica Indonesiana Vol 61 No 3 (2021): May 2021
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi61.3.2021.149-54

Abstract

Background Sepsis-associated liver injury (SALI) is one of the main clinical manifestations of sepsis, as well as an independent risk factor for multiple organ dysfunction syndrome and mortality in pediatric sepsis. The early warning biomarkers for identifying SALI remain poorly defined. Objective To analyze the relationship between aspartate aminotransferase to platelet ratio index (APRi) and liver injury occurrence in pediatric sepsis, as well as determine the APRi cutoff value for early identification of SALI. Methods This retrospective study used secondary data derived from January 2019 to August 2020. The study population comprised admitted children aged 1 month to <18 years who met the criteria for sepsis, and had aspartate aminotransferase (AST) and platelet laboratory parameters checked in the first 24 hours of sepsis and before administration of antibiotics. Pearson’s Chi-square test was used to analyze for correlations. Estimation of the APRi cutoff value in the early occurrence of SALI was performed with logistic regression analysis and receiver operating characteristic (ROC) curve. Results Of the 112 subjects, 94.6% were categorized as having septic shock and 48.2% had SALI. Logistic regression revealed that APRi was a significant predictor of SALI, as indicated by cut-off 4.726 [OR 1.098; 95%CI 1.002 to1.203; P=0.045]. The area under the curve (AUC) was 0.831 or 83.1%, which was classified as strong (80-90%). Conclusion The APRi is a reliable early predictor of SALI in pediatric sepsis, as indicated by an increase in APRi (> 4.726) within the first 24 hours of sepsis.
Perbedaan Kompetensi Asuhan Persalinan Normal Mahasiswa Praktik Klinik Kebidanan di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri Pada Program Studi D III Kebidanan Iceu Mulyati; Endang Sutedja; Farid Husin; Ponpon Idjradinata; Nurhalim Shahib; Dwi Prasetyo; Bambang Noegroho
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.78

Abstract

Praktik klinik kebidanan merupakan kegiatan penting dalam proses pembelajaran Diploma III Kebidanan. Melalui praktik klinik mahasiswa dapat mengembangkan dan memadukan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang akan diperlukan dalam kehidupan professionalnya. Jumlah pendidikan bidan yang makin bertambah memberikan permasalahan dalam pencapaian kompetensi, rumah sakit tidak mampu lagi menampung mahasiswa untuk melaksanakan praktik klinik, sehingga sebagian institusi pendidikan memilih bidan praktik mandiri sebagai lahan praktik alternatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kompetensi asuhan persalinan normal mahasiswa yang praktik klinik kebidanan di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri di Program Studi Diploma III Kebidanan. Metode penelitian adalah cross sectional terhadap 108 mahasiswa Stikes Bhakti Kencana yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu masing-masing 54 mahasiswa praktik klinik di Rumah Sakit dan Bidan Praktik Mandiri. Kedua kelompok di uji kompetensinya yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang asuhan persalinan normal.Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat untuk melihat perbedaan dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa hanya pengetahuan dan sikap yang memiliki perbedaan pada kedua kelompok penelitian (p<0,05), sedangkan keterampilan tidak berbeda bermakna. PKK di rumah sakit hanya menghasilkan 44,4% dan bidan praktik mandiri 20,4% yang kompeten.(RP=1.433;95%IK=1.090-1.885), pendidikan dan pelatihan pembimbing klinik faktor yang paling berpengaruh terhadap kompetensi mahasiswa selama praktik klinik kebidanan di RS dan BPM. Simpulan pada penelitian ini adalah kompetensi mahasiswa yang PKK di rumah sakit lebih baik di bandingkan dengan di bidan praktik mandiri.Di lihat dari variabel kompetensi pengetahuan dan sikap memiliki perbedaan yang bermakna.
Pengaruh Penerapan Prosedur Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Bidan Desa dalam Pelayanan Kebidanan di Kabupaten Sukabumi (Suatu Studi Intervensi Prosedur Kerja Bidan Desa) lilis Sumiati; Endang Sutedja; Farid Husin; Ponpon Idjradinata; Nurhalim Shahib; Dwi Prasetyo; Benny Purwara
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.674 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.80

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan tolok ukur untuk menilai kualitas pelayanan obstetri di suatu negara. Bila Angka Kematian Ibu tinggi berarti masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan.Salah satu strategi dan kebijakkan yang tepat untuk mengatasinya yaitu dengan peningkatan Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) kebidanan..1,2Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penerapan prosedur kerja terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan di Kabupaten Sukabumi. Jenis penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan jumlah sampel penelitian 50 orang bidan desa sebagai kelompok perlakuan dan 50 orang bidan desa sebagai kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat  (uji regresi logistic).Terdapat perbedaan penilaian kinerja bidan desa (berdasarkan kualitas  dan kuantitas kerja ) sebelum dan setelpenerapan prosedur kerja pada bidan desa kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, yaitu kinerja  bidan desa setelah perlakuan lebih baik daripada sebelumnya nilai (p<0.05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan  adalahK1 (pemeriksaan ibu hamil) dengan nilai p=0.004, OR=5.148, kedisiplinan dengan p=0.014, OR=4.569, KNL(Kunjungan Neonatal Lengkap) p=0.045, OR=4.171, dan kerjasama dengan nilai p=0.030, OR=3.520. Terdapat pengaruh penerapan prosedur kerja terhadap peningkatan kinerja bidan desa dalam pelayanan kebidanan dengan nilai p<0.05.Perlunya diterapkan prosedur kerja pada bidan desa dalam menjalankan tugas dan fungsi pokoknya, sehingga kinerja dan pencapaian target cakupan pelayanan kebidanan dapat tercapai. 
Pengaruh Pelatihan Safe Injection Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Bidan Desa Dalam Pelaksanaan Imunisasi Di Kabupaten Magetan Nana Usnawati; Dwi Prasetyo; Elsa Setiawati; Farid Husin; Kusnandi Rusmil; Meita Dhamayanti
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 1, No 1 (2014): Desember
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.777 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v1i1.85

Abstract

Anak merupakan potensi utama bagi masa depan bangsa. Konvensi hak anak menyatakan bahwa anak berhak memperoleh kesehatan dan kesejahteraan dasar, salah satunya adalah imunisasi. Cakupan imunisasi di kabupaten Magetan sudah baik, tetapi seiring dengan meningkatnya cakupan, terjadi peningkatan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Bidan mempunyai peran penting dan strategis dalam pelaksanaan imunisasi. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan safe injection bidan dalam pelaksanaan imunisasi masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan adalah memberikan pelatihan. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pelatihan safe injection terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan bidan desa dalam pelaksanaan imunisasi.Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiments pre post test with control design yang dilakukan pada 60 bidan (kelompok perlakuan 30 bidan dan kelompok kontrol 30 bidan), yang diambil secara proporsional. Pelatihan safe injection pelaksanaan imunisasi dilakukan pada kelompok perlakuan. Pengetahuan dan sikap diukur mengunakan kuesioner. Keterampilan diukur menggunakan daftar tilik. Analisis data menggunakan uji t, uji Mann Whitney, uji Wilcoxon dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pelatihan safe injection terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan bidan desa dalam pelaksanaan imunisasi (p<0,05). Peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan terjadi peningkatan pengetahuan (22,23%), sikap (10,7%), dan keterampilan imunisasi BCG, DPT-HB, campak (50,73%; 46,10%; 53,87%). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan pengetahuan (0,6%), sikap (1,87%), dan keterampilan imunisasi BCG, DPT-HB, campak (9,67%; 9,60%; 12,37%).
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN JASA OJEK ONLINE GO-JEK Prasetyo, Dwi; Mariyanti, Sulis; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 15, No 1 (2017): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v15i1.15

Abstract

AbstractNowadays, Jakartans have several options of online motorcycle transportation services with interesting offers to choose to supports their activity. The clash of online motorcycle transportation services is increasing drastically. The effect of this competition is, a good quality service has become the factor of customers’ loyalty. Go-Jek’s customers who rate Go-Jek’s service as a good quality service are the one who likely to be the most loyal customers, and unsurprisingly customers who rate it as a bad quality service are not the loyal customers. This research is made to shows the effect of service quality to the loyalty of the Go-Jek’s customers. This research use the non-experimental quantitative method with incidental sampling type of non-probability sampling. The sample of this research are 385 Go-Jek’s customers who settled in South Jakarta. Service Quality measuring instrument with 70 valid items and reliability point of 0,962. Customer loyalty measuring instrument with 43 valid items and realibility point of 0,946. The research obtains result of sig. 0,000 (p < 0,05) and R square equal to 0,374, which means there is a positive effect of service quality to the loyalty of Go-Jek’s customers, the amount achieve 37,4%. Categorization result shows there are more customers in the low loyalty category (54,5%). Crosstab result also shows the relation of customer’s loyalty with gender, age, membership time and service guarantee. Keywords: service quality, customer loyalty, Users Go-Jek. AbstrakMasyarakat Jakarta kini dihadapkan pada beberapa pilihan ojek online dengan penawaran yang menarik dalam mendukung aktivitasnya.Persaingan ojek online yang semakin marak menyebabkan kualitas pelayanan terbaik menjadi salah satu faktor pembentuk loyalitas pelanggan.Pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan Go-Jek memuaskan memiliki loyalitas lebih tinggi sedangkan pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan tidak memuaskan memiliki loyalitas yang rendah.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental, dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling berjenis insidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 385 pengguna Go-Jek yang beraktifitas di Jakarta Selatan.Alat ukur kualitas pelayanan dengan 70 item valid dan nilai reliabilitas 0,962, sedangkan alat ukur loyalitas pelanggan dengan 43 item valid dan nilai reliabilitas 0,946.  Hasil penelitian memperoleh nilai sig. 0,000 (p < 0,05) dengan nilai R Square 0,374 artinya terdapat pengaruh positif secara signifikan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek, dengan pengaruh sebesar 37,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan lebih banyak pelanggan Go-Jek yang berada pada kategori loyalitas rendah (54,5%). Hasil crosstab juga menunjukkan adanya hubungan loyalitas pelanggan dengan jenis kelamin, usia, lama menggunakan layanan dan jaminan dari layanan. Kata kunci: kualitas pelayanan, loyalitas pelanggan, pengguna go-jek.
ANALISIS BEBAN KERJA FISIK PEKERJA UMKM KERIPIK MENGGUNAKAN METODE CMDQ DAN CVL Prasetyo, Dwi; Puspita Sari, Maria
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i2.4717

Abstract

Home industry keripik milik bapak Selam merupakan Home industry yang bergerak di bidang kuliner/makanan dan berlokasi di daerah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Sebagian besar proses produksi dilakukan dengan alat manual (pisau sesret dan pisau pasah). Target kerja pekerja setiap harinya yaitu 8 hingga 9 kwintal bahan baku, mengakibatkan denyut nadi tidak stabil dan menimbulkan beban kerja fisik pekerja keripik. Posisi pekerja duduk terlalu lama dan sedikit membungkuk dengan tangan selalu bergerak berulang saat proses pengupasan dan perajangan. Selain itu posisi pekerja yang berdiri terlalu lama dengan tangan selalu aktif menggoreng, mengakibatkan pekerja mengalami keluhan musculoskeletal pada bagian bahu, lengan, pergelangan tangan, pinggul/bokong, dan juga punggung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat beban kerja fisik pada pekerja keripik dan tingkat keluhan pada musculoskeletal disorders yang dialami oleh para pekerja di home industry keripik bapak Selam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cardiovascular load (% CVL) dan Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnairres (CMDQ). Berdasarkan hasil dari kuisioner Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnairres (CMDQ) pada pekerja mengalami gangguan musculoskeletal bagian bahu kanan yaitu sebesar 19,5%, bagian lengan bawah kanan sebesar 15,1%, lengan atas kanan 14,2%, pergelangan tangan kanan sebesar 13,3%, pinggul/bokong sebesar 5,4% dan punggung yaitu sebesar 5,2%. Hasil perhitungan beban kerja fisik dengan metode %CVL yaitu rata-rata denyut nadi kerja pada hari ke-1 dan hari ke-2 sebesar 101,04 dan 101,47 termasuk beban kerja ringan. Klasifikasi beban cardiovascular load (% CVL) di peroleh nilai rata-rata pada hari ke-1 dan ke-2 sebesar 41,11% dan 40,87% dengan kategori diperlukan perbaikan karena nilai klasifikasi %CVL adalah 30-60%.
Co-Authors A Halim Aditya Marianti Adzilla, Wilma Nurrul Agus Arnold Nalle Agus Firmansyah Ahmad Muhtadi Akbar, Aswin Al-Fayez, Youssef Alhakim, Fakhri Taufik Ali Sungkar Amalia, Firdausha AngDjadi, Jessica Stephanie Antarest Erland Prasetyo Ari Prayitno, Ari Ariati, Nining Arif, Lukman Asep Aziz Asopari Ati Retna Sari Aulia Afniar Rahmawati AULIA, RIZKA AWANG DHARMAWAN, AWANG Aziz, Muhammad Alamsyah Aziz, Muhammad Hilmy Bambang Noegroho Baskoro, Lorenzo Heyting Baskoro Baswara Yua Kristama Benny Purwara Budi Setiabudiawan Cissy B. Kartasasmita DANANG TANDYONOMANU Danny Hilmanto, Danny Dany Hilmanto Dewanto, Naomi E.F. Dewi Marhaeni Diah Herawati Dewi Nurlaela Sari, Dewi Nurlaela Dima, Alfred O M Dominicus Husada Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim Eli Halimah, Eli Elly Yana, Elly Elsa Setiawati Elza Noviani Endang Mulyani Endang Sutedja Farid Husin FM Suhartati FM Suhartati Gatera, Vesara A. Gatot Irawan Sarosa, Gatot Irawan Gerritsen H. J Gusti, Putri Pinaring Habibilah, Burhanuddin Hanifah Oswari Hartono Gunardi Herri S. Sastramihardja Herry Garna Ibrahim Ibrahim Iceu Mulyati Iesje Martiza Ike Dwi Wahyuni Ike MP Siregar, Ike MP Ilham Asrori Azka Imam Cahyadi, Imam Ira Furnia Ismoedijanto jannah, lailatul Jannati , Eidelweis Dewi Joice Jusmiaty Bana Jokhanan Kristiyono Kaho, Uly Jonathan Riwu Kittie Uda, Saritha Krispinus Kedati Pukan Kuijper E. J Kusnandi Rusmil Kuswinarti Kuswinarti Labrune V. Laukamang, Vicky Olfianto N. Lawa, Yosep Leclipteux T Lelani Reniarti lilis Sumiati Lubis, Harmoko M. Rizkar Arev Sukarsa Maddepunggeng, Martira Maya Tejasari Mei Neni Sitaresmi Meita Dhamayanti Mertens P. Mola, Sebastianus A. S. Nahas, Agustina Ethin Nana Usnawati Nani Dharmasetiawani Nastiti Kaswandani Nelly Amalia Risan Nenotek, Petronella Syahyanti Ningrum, Mega Ratna Novda, Septa Nurfadilla, Destiani Irma Nurfauzi, Ivant Aditya Nurhalim Shahib Nurhidayat, Muhammad Zaky Nurul Husna Nurwahid, Aditya Fahmi Nurwiana, Ida PONPON IDJRADINATA Prasetyo, Antarest Erland Puspita Sari, Maria Putranto, Teguh Dwi Rahayu, Listyowati Puji Raihan Raihan, Raihan Ratna Herawati Refli, Refli Rhomadhani, Noviana Ardi Riri Adriana Robby Godlief Romadhon, Mohammad Syaifullah Anam Rulina Suradi, Rulina Rustamaji, R.M. Sabrina Aulia Rahmah Safitri Safitri Safitri, Unna Ria Salleh, Muhammad Amiruddin Saptawati Bardosono Sasotya, R.M. Sonny Setyo Handryastuti, Setyo Siahaan, Goklas Sina, Derwin R. Siti Alimah Siti Aminah Abdurachman Siti B. Kresno Soedjatmiko Soedjatmiko Sri Endah Rahayuningsih Sri Ngabekti Sri Rezeki S. Hadinegoro, Sri Rezeki S. Suarna, Nana Sudigdo Sastroasmoro Sulis Mariyanti Sulistiyasni . Sulistyani, Atikah Sunaryono Sunaryono, Sunaryono Susiarno, Hadi Sutha, Diah Wijayanti Syafa’at, Imam Tati Suprapti Tina Ramayanthi Tsuroyya, Tsuroyya Tungga Dewi, Imelda Zahra Uda, Saritha Kittie Uda, Subrata Aditama Kittie Aidon Utari, Riyadini van Leeuwen, Thomas Vita Murniati Tarawan Vivi Bachtiar Wahyuni, Besse Wardhana Suryapratama Wijaya, Arya Tri Wijaya, Hananda Surya Yani Dewi Suryani Yati Soenarto Yudith Setiati Ermaya Yuli Priyana Yuliarman Saragih Zakiudin Munasir Zulvayanti Zulvayanti