Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN SPASIAL FAKTOR RISIKO TERJADINYA KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK DENGAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM Apris L. Isu; Pius Weraman; Intje Pucauly
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 4: DESEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.581 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i4.1545

Abstract

Cakupan imunisasi yang tinggi bukan jaminan tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya KLB campak di wilayah kerja Puskesmas KualinKabupaten TTS. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer dari hasil investigasi KLB campak dan wawancara dengan responden. Jumlah sampel sebanyak 204 responden yang terdiri dari 102 kasus yang diambil dengan metode total sampling dan 102 kontrol yang diambil dengan metode purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data analisis secaraspacial menggunakan GIS. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 94,1% berumur <15 tahun, dengan persentase laki-laki sebesar 54,9%, tidak diimunisasi 93,1%, dan sebesar 67,5% penderita tidak memperoleh vitamin A. Hasil uji chi-square diperoleh umur, vitamin A, status imunisasi, status gizi, pendapatan keluarga, kepadatan hunian, penyakit infeksi dan riwayat kontak sebagai faktor risiko terjadinya KLB Campak. Faktor risiko yang bersifat sebagai protektor adalah status imunisasi, pemberian vitamin A, status gizi, tingkat kepadatan hunian dan penyakit infeksi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN POLA KONSUMSI IBU HAMIL DI DAERAH LOKUS STUNTING KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Maria Magdalena Kurnia Deksiana Ratu; Intje Picauly; Soleman Landi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v9i2.76

Abstract

Riskesdas, 2018 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten TTU cukup tinggi (40,8%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, riwayat penyakit infeksi dan personal hygiene dengan pola konsumsi ibu hamil di Daerah Lokus Stunting Kabupaten Timor Tengah Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan studi Cross Sectional di 10 desa wilayah lokus stunting dengan sampel sebanyak 45 ibu hamil yang ditentukan menggunakan metode Total Sampling. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan uji statistik regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pola konsumsi ibu hamil adalah pengetahuan ibu tentang gizi (ρ= 0,002), dan personal hygiene (ρ= 0,014), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah riwayat penyakit infeksi (ρ= 0,464). Faktor pengetahuan ibu tentang gizi (ρ= 0,002) merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pola konsumsi ibu hamil dengan nilai OR sebesar 49,333. Untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu, maka diperlukan informasi yang lengkap terkait pola konsumsi yang baik dan gizi seimbang bagi ibu hamil.
HUBUNGAN FAKTOR POLA KONSUMSI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH LOKUS STUNTING KABUPATEN TIMUR TENG`AH UTARA Esther Gaspersz; Intje Picauly; Masrida Sinaga
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v9i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pola konsumsi, riwayat penyakit infeksi dan personal hygiene dengan status gizi ibu hamil di wilayah lokus stunting Kabupaten Timor Tengah Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan studi Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah lokus stunting Kabupaten TTU dengan sampel sebanyak 45 ibu hamil yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis unuvariat, bivariat, dan multivariat dengan uji statistik regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah pola konsumsi ibu hamil (ρ= 0,015) dan personal hygiene (ρ= 0,023), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah riwayat penyakit infeksi (ρ= 0,078). Faktor pola konsumsi ibu hamil (ρ= 0,015) merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi status gizi ibu hamil. Pola konsumsi pangan mengarahkan agar pemanfaatan pangan dalam tubuh (utility food) dapat optimal, dengan peningkatan atas kesadaran pentingnya pola konsumsi yang beragam, dengan gizi seimbang mencakup energi, protein, vitamin dan mineral serta aman. Pola konsumsi yang baik dan jenis hidangan yang beranekaragam dapat menjamin terpenuhinya kecukupan sumber tenaga, zat pembangun dan zat pengatur bagi kebutuhan gizi seseorang.
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN ASUPAN GIZI MP-ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA Intje Picauly; Hege H. Djita
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v10i1.132

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif diberikan tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol bulan sampai 6 bulan dan meneruskan pemberiannya sampai berumur 2 tahun. Proses pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut akan berimplikasi pada jumlah kebutuhan air susu ibu. Oleh karena itu anak membutuhkan tambahan makanan pendamping air susu ibu untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi anak mulai dari umur tujuh bulan sampai 24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian ASI ekslusif dan asupan gizi MP-ASI dengan status gizi anak BADUTA (Studi Epidemiologi gizi anak BADUTA di wilayah kerja Puskesmas Bolou, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study di wilayah kerja Puskesmas Bolou Kecamatan SabuTimur Kabupaten Sabu Raijua pada bulan April – Mei 2019. Besar sampel penelitian ini adalah 78 yang ditentukan dengan rumus Slovin (Notoatmodjo, 2010). Pengujian hipotesis menggunakan analisis Regresi Logistic Sederhana dengan tingkat kepercayaan95% (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian ASI Ekslusif (pValue = 0,041< 0,005) dan asupan gizi MP-ASI (pValue = 0,030 < 0,005) berpengaruh terhadap status gizi anak baduta.
HUBUNGAN FAKTOR ASUPAN GIZI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN RIWAYAT ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN KUPANG Stevie B. G. J. Hina; Intje Picauly
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v10i2.155

Abstract

Povinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di tahun 2018 memiliki prevalensi stunting sebesar 42.6% dan Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten lokus yang dikenal sebagai wilayah dengan kejadian stunting yang cukup tinggi yaitu 41.4%.Variabel independent dalam penelitian ini adalah asupan gizi, riwayat penyakit infeksi dan riwayat ASI eksklusif sedangkan variabel dependent adalah kejadian stunting. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan sampel penelitian adalah keluarga yang memiliki balita sebanyak 292 anak balita (146 kasus dan 146 kontrol). Penelitian ini menggunakan metode case control dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar anak balita (66.1%) memperoleh ASI Eksklusif dengan baik pada usia kurang dari enam (6) bulan atau mempunyai riwayat ASI Eksklusif namun 58.1% dari mereka mempunyai riwayat pernah menderita penyakit infeksi dan memiliki asupan gizi yang rendah sebanyak 63.9%. Berdasarkan hasil analisis penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang nyata antara riwayat ASI Eksklusif (p = 0,036), riwayat penyakit infeksi (p = 0,000) dan asupan gizi (p = 0,000) dengan kejadian stunting. Nilai odds ratio juga menunjukkan bahwa ketiga (3) variabel bebas (riwayat ASI Eksklusif : 1.69; riwayat penyakit infeksi : 3.74%; dan asupan gizi : 2.56%) menjadi faktor risiko terjadinya kejadian stunting.
PENGARUH PELAKSANAAN AKSI KONVERGENSI STUNTING TERHADAP CAKUPAN PROGRAM INTERVENSI GIZI SENSITIF DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Intje Picauly
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v10i2.156

Abstract

Stunting merupakan prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi sangat penting. Upaya percepatan pencegahan stunting lebih efektif apabila semua program intervensinya dilakukan secara konvergen. Dengan mekanisme konvergensi akan tercipta keterpaduan proses mulai dari proses perencanaan, penganggaran, dan pemantauan program/kegiatan pemerintah dari berbagai lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan aksi konvergensi stunting terhadap peningkatan cakupan program intervensi gizi sensitif di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pelaksanaan aksi konvergensi stunting mulai dari aksi 1 (pvalue = 0,000<0.05); aksi 2 (pvalue = 0,036<0.05); aksi 3 (pvalue = 0,000<0.05); aksi 4 (pvalue = 0,000<0.05); aksi 5 (pvalue = 0,024<0.05); aksi 6 (pvalue = 0,042<0.05); aksi 7 (pvalue = 0,033<0.05); dan aksi 8 (pvalue = 0,047<0.05) semuanya berpengaruh nyata terhadap tingkat cakupan program intervensi sensitif. Sedangkan variabel aksi konvergensi 1 (analisis situasi) berberan menjadi vaktor prediktor sedangkan aksi 2-8 menjadi vaktor risiko terhadap tingkat cakupan program aksi intervensi gizi sensitif dari lima (5) dinas pemerintahan daerah di wilayah 21 kabupaten Propinsi Nusa Tenggara Timur.
PENTINGNYA SARAPAN SEHAT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA PELAJAR SMP NEGERI 16, KELAS IX KOTA KUPANG Intje Picauly; Noorce Ch. Berek; Diana Apipideli
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian (15—30%) kebutuhan gizi harian untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan cerdas. Berbagai kajian membuktikan bahwa gizi yang cukup dari sarapan dapat membekali tubuh untuk berpikir, beraktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar dan stamina anak. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memampukan siswa dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang pentingnya sarapan pagi dan memampukan mereka dalam mengukur dan menentukan status gizi dan mengambil tindakan preventive yang baik dalam hal menyiapkan sarapan pagi. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode “Pendidikan dan Pelatihan kepada Masyarakat”. Dimana, para peserta didik (siswa/siswi) akan diberikan pengajaran dan praktek dengan tujuan agar mereka mampu memilih atau menentukan sendiri jenis sarapan sehat dan mampu untuk melakukan penilaian atau pengukuran status gizi mereka. Metode ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan kombinasi “Simulasi”. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi pre dan post test untuk mengukur perubahan sikap siswa tentang materi penyuluhan. Adapun jumlah sampel adalah 36 orang siswa kelas IX. Kegiatan penyuluhan ini menemukan hasil bahwa dari 35 anak yang tidak sarapan pagi sebanyak 31 orang siswa. Hal ini berarti bahwa sebagian besar siswa 94% tidak melakukan sarapak pagi sewaktu berangkat kesekolah. Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa 94% siswa tersebut tidak terbiasa melakukan sarapan pagi. Setelah melakukan penyuluhan ditemukan bahwa semua siswa mempunyai ketertarikan dan peningkatan ketrampilan dalam menentukan status gizi serta memilih jenis pangan atau makanan serta jajanan yang sehat bagi tubuh mereka.
KETERPAPARAN ORANG TUA MURID DALAM PROSES TRANSFORMASI INFORMASI TENTANG PENTINGNYA SARAPAN SEHAT BAGI ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG Intje Picauly; Grouse Oematan; Amelya B Sir
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan merupakan salah satu cara untuk memberikan energi yang dibutuhkan oleh anak sekolah agar bisa beraktivitas seharian. Namun, kenyataannya masih banyak anak sekolah yang belum berperilaku sarapan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan 30% energi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan dan praktik ibu dalam menyiapkan sarapan sehat bagi anak. Salah satu isi pesan dari 13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) dan Keluarga Sadar Gizi Kadarzi) adalah biasakan sarapan pagi. Namun, masih banyak penduduk Indonesia yang tidak sarapan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyatakan bahwa 26,1% anak sekolah dasar (SD) hanya sarapan dengan air minum dan 44,6% anak SD yang sarapan hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15% kebutuhannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang tua murid tentang pentingnya pemberian sarapan pagi yang sehat (beragam, bergizi, seimbang, dan aman dari cemaran mikroba). Diharapkan agar dari kegiatan ini, orang tua mengetahui manfaat sarapan pagi dan dapat menyiapkan sarapan yang sehat dan bergizi. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Pendidikan Masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan dan hidup sehat. Tempat pelaksanaannya adalah Sekolah Dasar kelas 1-3 SD Inpres Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Hasil yang diperoleh adalah persentase perubahan pengetahuan dari orang tua murid tentang pentingnya pemberian sarapan sehat dan bergizi. Sebagai langkah nyata keberlangsungan ke tahap perubahan tindakan orang tua maka pihak sekolah bersama komite sekolah berkomitmen untuk terus mengawal anak sekolah agar setiap kali kesekolah sudah mendapatkan sarapan yang sehat, bergizi dan cukup.
PENTINGNYA SARAPAN SEHAT DALAM PENINGKATAN PRESTASI ANAK SEKOLAH DASAR DI WILAYAH DESA KOLBANO, KECAMATAN AMANUBAN TENGAH. KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Intje Picauly; Deviarbi Sakke Tira; Anna H Talahatu; Rinawati Sirait
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 1 (2020): Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan penyakit termasuk pemberian sarapan yang sehat dan bergizi, juga merupakan tempat pertama kali kehidupan sosial dan pendidikan didapatkan oleh anak. Mengingat betapa pentingnya peran sarapan sehat dan bergizi dalam mewujudkan generasi baru yang sehat dan berprestasi, maka anak perlu dibekali dengan pengetahuan tentang sarapan sehat dan bergizi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada anak murid tentang pentingnya pemberian sarapan pagi yang sehat (beragam, bergizi, seimbang, dan aman dari cemaran mikroba). Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Pendidikan Masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa-siswi dalam bidang kesehatan. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 4-6 Agustus 2018 di SD INPRES NEOSOPU Desa Kolbano, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Populasinya seluruh siswa sedangkan yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah siswa kelas satu (1) sampai kelas tiga (3) sebanyak 65 orang anak murid. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melakukan survei lokasi dan analsisi masalah. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pengumpulan data rancangan Observasi dan Crosscectional Study. Selanjutnya dilakukan penyuluhan yang disertai dengan bentuk evaluasi pre dan post test untuk mengukur perubahan sikap masyarakat tentang materi penyuluhan yaitu pentingnya sarapan sehat, dan bergizi seimbang demi meningkatkan prestasi anak sekolah. Hasil yang diperoleh adalah persentase perubahan pengetahuan dari anak murid tentang pentingnya pemberian sarapan sehat dan bergizi. Sebagai langkah nyata keberlangsungan ke tahap perubahan tindakan mereka maka pihak sekolah bersama komite sekolah berkomitmen untuk terus mengawal anak-anak sekolah agar setiap kali kesekolah sudah mendapatkan sarapan yang sehat, bergizi dan cukup.
PENDAMPINGAN AKSI KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Intje Picauly; Sarah Lery Mboeik; Theresia Sri Lendes; Sherly Hayer
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Edisi Oktober 2020
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

L aporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dan 2018 mencatat bahwa kasus stunting pada anak mengalami penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8% di tahun 2018 (atau menurun sebesar 6,4%). Walaupun mengalami penurunan, angka ini masih sangat mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan cut of point prevalensi stunting di Indonesia dan badan kesehatan dunia (WHO). Tidak mengherankan jika Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting terbanyak. Kabupaten Manggarai Barat merupakan salah satu wilayah yang mempunyai prevalensi Stunting yang cukup tinggi (19,1%) dengan jumlah anak stunting (pendek dan sangat pendek) sebanyak 4.040 jiwa. Berdasarkan riview kinerja oleh Tim Pokja Stunting Propinsi NTT diketahui bahwa kinerja Kabupaten Manggarai Barat masih sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan konvergensi dilevel pemerintah daerah bersama semua stakeholder (pihak non pemerintah/swasta) masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pendampingan ini dirasakan perlu dilakukan untuk memantau secara dekat kendala-kendala dilapangan. Adapun metode pendampingan yang dilakukan adalah kombinasi antara metode penyuluhan dan simulasi. Hasil yang diperoleh adalah rendahnya pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang stunting dan fungsi konvergensi serta pelaksanaan lintas stakeholder yang masih buruk. Rekomendasi yang di berikan adalah meningkatkan pemahaman ASN tentang stunting dan konvergensi, mensimulasikan mekanisme konvergensi serta menyempurnakan data analisis situasi untuk kelengkapan data konvergensi di aksi selanjutnya.
Co-Authors Adar, Damianus Agung Ayu Mirah Adi, Anak Ahmad Thohir Hidayat Akoit, Aquilina Alawiyah, Tutik Ali Khomsan Amelya Betsalonia Sir Anak Agung Ayu Mirah Adi Angela Salome Anna Henny Talahatu Anoit, Prima Dominika Apris L. Isu Ardila M Langata Aspatria, Utma Barelinda, Maria G. Bernadina Tena Boeky, Daniela Boeky, Daniela L Adeline Boeky, Daniela L. A. Boeky, Daniela L. Adeline Bonavantura Taco Bosko Dapa Toda Cahyono, Firmanu CH Liufeto, Franchy Christin Rony Nayoan Christina Olly Lada Christina Rony Nayoan Dalung, Godeliva Daniela Boeky Deviarbi Sakke Tira Diana Aipipidely Diana Apipideli Dorce Bulu Duwiri, Anjela Agustin Eflita Meiyetriani Emanuel SB. Lewar Esther Gaspersz Evalina Joana Doutel Exposto , Levi Anatolia S.M. Hakim Miftakhul Huda, Hakim Miftakhul Hardinsyah Hege H. Djita Helga Jilvera Nathalia Ndun Hidayatina, Achsanah Hore, Oriser I Nyoman W. Mahayasa, I Nyoman W. Imelda Getriany Thobias INA DEBORA RATU LUDJI Ivon Patrisia Paah Jefri, Johanes Jegili, Yohanes Dwi Putra johanes, jefri Johny A. R. Salmun Kalla, Puspita Amelia Kareri, Indawati Rambu Karomah Yaumidin, Umi Karomah Karundeng, Syela Elviani Stefani Katarina Maria Tjung Katarina Melania lelaona Lafu, Maria Pricilla Monika Latunussa, Nindya M Lena, Megawati Saputri A. R. Lay Lewi Jutomo Littik, Serlie K.A Liufeto, Mega Lobo, Varry Majematang Mading Maria Clarita Faustina Dhiu Maria M. Dwi Wahyuni Maria Magdalena Dwi Maria Magdalena Kurnia Deksiana Ratu Marni Marni Marni Marni, Marni Marselus Sapeama Herin Marthen Robinson Pellokila Masrida Sinaga Mega Liufeto Mewa, Mewa Mindo Sinaga, Mindo Mira Mangngi, Mariana Muhammad Saleh Muhammad Saleh Nabuasa, Christin Nadraeni P. Yakub Nana, Yusta Un Nashriyah, Siti Fadhilatun Natalia, Kaho Devi Nawa, Lusianus Ndoen, Honey Ivon Nenabu, Michelle Revival Noorce Christiani Berek Nopala, Eleonora Edeltrudis Nur, Marselinus Laga Oematan, Grouse Pacheco , Cipriano do Rosario Pacheco, Cipriano do Rosario Paula Tibuludji Pello, Feno Adrianus Peni, Jane A Peni, Jane A. Purimahua, Sintha Lisa Putri, Hertria Maharani Pzalmine C. A. Benusu R. Nayoan, Christina Radityo Pramoda Rafael Paun Ramadhan, Andrian Renty Alfany Zena Senduk Ridwan, Nadia Rimbawan , Rinawati Sirait Robertha Kartini Rolan Sudirman Pakpahan Rolan Sudirman Pakpahan, Rolan Sudirman Rut Rosina Riwu Rut Rosina Riwu Sabina Gero Saleh, Asmulyati S Saleh, Asmulyati S. Salwa Shalimar Santhy Chamdra, Santhy Sarah Lery Mboeik Sarci Magdalena Toy Setyobudi, Agus Sherly Hayer Soleman Landi Soni Doke Sonny Koeshendrajana Stefanus P Manongga Stevie B. G. J. Hina SYAMRUTH, YENDRIS K Tadeus A.L Regaletha Tahun, R.A. Karolina Talahatu, Anna Talahatu, Anna H Talahatu, Anna Henny Taloim, Aristarkhus Tamelan, Mervin Theresia M. Sri Sarinah Lendes Theresia Noviayanti Bur Theresia Sri Lendes Tira, Deviarbi Sakke Toy, Sarci M. WAHYUNI Wahyuni, Maria M. D. Welresna Rupiasa Weraman, Pius Widianti, Anggra Winda Sinthya Naomi Yohakim Dawi Yunita, Fitriah Zai, Frengki Ananda Zita Apriliani Jeche