Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Tri Saum Ramdani Ahmad; Hamzah Upu; Nurdin Arsyad
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.249 KB) | DOI: 10.35580/imed15285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan tes kemampuan awal kepada siswa yang kemudian dari hasil tersebut dipilih 4 subjek penelitian berdasarkan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah, tes tertulis kemampuan komunikasi matematis pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi tertulis subjek penelitian baik pada indikator kemampuan dalam menuliskan informasi yang terdapat dalam soal dan menentukan tujuan utama yang akan dicapai. Akan tetapi subjek penelitian lemah dalam kemampuan meuliskan operasi matematika sesuai dengan maksud soal, menggunakan gambar ataupun notasi ilmiah dalam menyelesaikan masalah, menyajikan representasi menyeluruh terhadap konsep yang digunakan serta menuliskan kesimpulan jawaban kedalam bahasa sehari-hari. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang kemampuan komunikasi matematis siswa SMA baik secara lisan ataupun tulisan pada materi khususnya dalam mengerjakan soal kontekstual sehingga dalam proses pembelajaran siswa mampu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa matematika. Kata Kunci: Komunikasi matematis, masalah kontekstual This study aims to determine the description of the mathematical communication ability of students in solving a contextual problem . This type of research is descriptive research using a qualitative approach. The subject of this research are students of class XII. Retrieval of the subject is performed by providing a test of the initial ability on to students then from the results of the test selected 4 subjects based on existing categories. The instrument used are written mathematical communication ability test and interview guidelines. The results showed the ability of written communication of research subject are writing information contained in the questions and define the main objectives to be achieved. But the subject are weak in the ability meuliskan mathematical operations in accordance with the purpose of questions, use of pictures or scientific notation in solving a problem, presenting a representation of the entire to the concept that is used and write a conclusion answer into daily language. The results of this study are expected to add insight about the mathematical communication ability, especially in working on contextual so that in the process of learning students are able to improve the ability to communicate in the language of mathematics. Keywords: Mathematical communication, contextual problems
Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Penerapan Metode Field Trip pada Kelas VII Hamzah Upu; D. Darwis; A. Athira
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.692 KB) | DOI: 10.35580/imed19915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan metode Field Trip pada kelas VII ditinjau dari hasil belajar, aktivitas, dan respon siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen dengan teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan  lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar (pretest dan posttest), lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respons siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan: (1) rata-rata hasil pretest siswa yaitu 20,5(kategori sangat rendah), rata-rata hasil posttest siswa yaitu 77,7(kategori tinggi) (2) rata-rata hasil posttest menunjukkan ketuntasan klasikal tercapai yakni sebesar 90% (18 siswa), (3) rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0,7(kategori tinggi), (4) rata-rata aktivitas siswa sebesar 92% (kategori sangat aktif), (5) rata-rata presentase siswa yang memberi respon positif sebanyak 94%. Hasil analisis inferensial menunjukkan: (1) nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan metode Field Trip lebih besar dari 70 (KKM), (2) nilai rata-rata gain ternormalisasi lebih besar dari 0,3, (3) persentase respon siswa lebih besar dari 70%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan metode Field Trip efektif diterapkan pada siswa kelas VII SMP.Kata Kunci: Efektivitas, Hasil Belajar, Aktivitas, Respons, Metode Field Trip.This research aims to determine the effectiveness of learning mathematics through the application of the Field Trip method in class VII based on student learning outcomes, activity, and student responses. This research is quantitative approachwithpre-experimental study and sampling technique used is cluster random sampling.  Data analysis technique used is descriptive and inferential analysis techniques. The results of descriptive analysis showed: (1) average results of students' pretest was 20,5(very lo category), average student posttest result was 77,7(high category) (2) the posttest results showed that classical completeness was reached student activity at 90% (18 students), (3) average normalized gain was 0.7(high category), (4) average student activity was 92% (very good category),     (5) average percentage of students who gave positive response of 94%. Inferential analysis results show: (1) the average value of students after being taught with the fieldtrip learning method is greater than 70, (2) the normalized average gain value is greater than 0.3 (medium category), (3) the percentage of positive student responses greater than 70%. From the results of this study it can be concluded that learning by applying the  Field Trip methods is effectively applied to students of grade VII.Keywords: Effectiveness, Learning Achievement, Student Activity, Field Trip Methods, Mathematics Learning
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa antara Penerapan Pendekatan Realistic Mathemtics Education dan Contextual Teaching And Learning Hamzah Upu; Usman Mulbar; Indra Purwanto
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.323 KB) | DOI: 10.35580/imed9481

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peningkatan hasil belajar matematika siswa antara penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education dan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning  pada siswa kelas VII. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMP di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi selatan dan dipilih dua kelas eksperimen secara random sebagai sampel penelitian. Data dianalisis dengan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan pendekatan RME dan  siswa yang diajar menggunakan pendekatan CTL.Kata Kunci: Hasil Belajar, RME, CTL.Abstract. The research type was an Quasi-experimental which involved two groups with different treatment. Objectives of this research were to know the differences in the improvement of students mathematics learning outcomes between the application of Realistic Mathematics Education approach and the application of Contextual Teaching and Learning approach. The population in this research was grade VII one of the Junior High School in Polewali Mandar, West Sulawesi and two experiment classes are selected by random technique as research sample. Data analysis by using descriptive and inferential statistics.  The result was obtained  there are not the different in the improvement of students mathematics learning outcomes between the application of RME approach and the application of CTL approach.Keyword: Learning Outcomes, RME, CTL.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Reflektif dalam Menyelesaikan Soal High Order Thinking Skill (HOTS) ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Siswa Hamzah Upu; R. Rusli; Yulia Pratiwi
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.046 KB) | DOI: 10.35580/imed23845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif dalam menyelesaikan soal High order thinking skill (HOTS) ditinjau dari kecerdasan logis matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas IX SMP yang masing-masing mewakili satu kategori kemampuan logis matematis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kecerdasan logis matematis, tes soal HOTS, dan pedoman wawancara. Kemampuan berpikir reflektif siswa mempunyai tiga fase, yaitu: reacting, comparing, dan contemplating. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pada fase reacting; subjek yang kecerdasan logis matematisnya tinggi, sedang, dan rendah memenuhi semua indikator yang harus dilalui dengan bereaksi dengan pemahaman pribadinya. 2) Pada fase comparing; subjek yang kecerdasan logis matematisnya tinggi dan sedang memenuhi semua indikator yang harus dilalui dengan melakukan analisis dan evaluasi terhadap pengetahuannya yang sudah ada; subjek yang kecerdasan logis matematisnya rendah tidak memenuhi indikator apapun. 3) Pada fase contemplating; siswa yang kecerdasan logis matematisnya tinggi memenuhi syarat indikator yang harus dilalui dengan menyelesaikan soal mengacu pada pengetahuan yang diingatnya; subjek yang kecerdasan logis matematisnya sedang dan rendah tidak memenuhi indikator apapun.Kata Kunci:Kemampuan, Berpikir Reflektif, High Order Thinking Skill, Kecerdasan Logis Matematis, SPLDV.This research was intended to describe student’s reflection thinking ability on solving HOTS questions based on students logical mathematical intelligence. This study was descriptive research with qualitative approach. Subjects of this study were ninth grader students of middle school, consisting of one student with high logical mathematical intelligence, one student with moderate logical mathematical intelligence, one student with low logical mathematical intelligence. Instruments in this study were logical mathematical intelligence test, high order thinking skill  questions, and interview guideline. For reflective thinking ability, there are three phases that must be through by students. They are reacting, comparing, and contemplating phases. Research result showed that: 1) For reacting phase; students with high, moderate, and low logical mathematical intelligence fulfilled each indicator to react with their personal understanding. 2) For comparing phase; students with high and moderate logical mathematical intelligence fulfilled each indicator by analysing and evaluating their existing knowledge; student with low logical mathematical intelligence doesn’t meet any indicators. 3) For Contemplating phase; student with high logical mathematical intelligence fulfilled each indicator by solving the questions referring to the knowledge that she remembered; students with moderate and low logical mathematical intelligence don’t meet any indicators.Keywords:Ability, Reflective Thinking, High Order Thinking Skill, Logical Mathematical Intelligence, SPLDV.
Pengaruh Tipe Kepribadian, Berpikir Divergen, Iklim Keluarga, dan Motivasi Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas XI MIPA SMA Hamzah Upu; N. Nasrullah; Alim Alqadri Amir
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.5 KB) | DOI: 10.35580/imed15328

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara tipe kepribadian, berpikir divergen, iklim keluarga, dan motivasi terhadap prestasi belajar matematika siswa SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Dengan teknik cluster random sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 60 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Sinjai. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket dan tes, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh langsung dan tidak langsung tipe kepribadian terhadap prestasi belajar matematika siswa. Selain itu, terdapat pengaruh langsung masing-masing antara motivasi, iklim keluarga dan berpikir divergen terhadap prestasi belajar matematika siswa. Sehingga iklim keluarga dan berpikir divergen masing-masing memiliki pengaruh tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui variabel motivasi. Kata Kunci: Tipe Kepribadian, Berpikir Divergen, Iklim Keluarga, Motivasi, Prestasi Belajar Matematika This study was ex-post facto research which purposed to know the influence of personality type, divergent thinking, family climate, and motivation toward student’s mathematics learning achievement on grade XI of Senior High School in Sinjai. The population of this study is student grade 11th MIA Senior High School in Sinjai. The sampling technique in this study was cluster random sampling, so the sample is 60 student grade 11th MIA in Senior High School in Sinjai. The data was collected using a questionnaire and test, then analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there was no direct and indirect influence of personality types on students' mathematics learning achievement. In addition, there is a direct influence of each of the motivation, family climate and divergent thinking on the mathematics learning achievement of students. So that the family climate and divergent thinking each have an indirect effect on mathematics learning achievement through motivational variables. Keywords: Personality Type, Divergent Thinking, Family Climate, Motivation, Mathematics Learning Achievement
Pengembangan E-Modul Matematika Berbasis Aplikasi Android Hamzah Upu; Rahmat Syam; Marwan Marwan; Agusalim Juhari
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.998 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan E-Modul matematika berbasis Android, menemukan hasil pengembangan E-Modul matematika berbasis Android yang valid, praktis, dan efektif, serta menunjukkan spesifikasinya. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TIPH SMK Kehutanan Negeri Makassar yang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Data validasi ahli diperoleh dari pengisian angket oleh ahli, data kepraktisan diperoleh dari observasi pelaksanaan pembelajaran dan angket respon guru, dan data keefektifan diperoleh dari angket respon siswa dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Validator ahli digunakan untuk menguji layak atau tidaknya E-Modul matematika berbasis Android. Angket kepraktisan digunakan untuk mengetahui pendapat guru tentang kemudahan siswa dalam menggunakan E-Module. Angket keefektifan digunakan untuk mengetahui pendapat siswa setelah menggunakan E-Modul dan tes hasil belajar untuk mengetahui kemampuan siswa setelah belajar menggunakan E-Modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembangunan E-Module matematika dimulai dari tahap analisis awal hingga akhir hingga dihasilkan prototipe E-Module dalam bentuk format file apk. Hasil pengembangan menunjukkan rata-rata Expert Validation Value (NVA) E-Modul dan RPP valid, hasil pelaksanaan pembelajaran dan respon guru masuk kategori sangat baik sehingga E-Modul dinyatakan secara praktis, hasil respon siswa berada pada kategori positif dan nilai rata-rata hasil belajar diatas KKM sehingga E-Modul dinyatakan efektif dan spesifikasi E-Modul memuat materi Matematika Tiga Dimensi.  Kata Kunci: E-Modul, Matematika, Android
Model Pembelajaran Learning Cycle 5E (Engage, Explore, Explain, Elaboration, Evaluate) Berbasis Daring Dalam Pembelajaran Matematika Djadir Djadir; Hamzah Upu; Hasmullah Hasmullah; Alif Rezky
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.131 KB)

Abstract

Abstrak. Model Pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) (Engage, Explore, Explain, Elaboration, Evaluate) yang diterapkan berbasis daring untuk dapat mengetahui dengan signifikan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran tersebut. Model pembelajaran ini memiliki tahapan yang terstruktur dan jelas sehingga siswa dan guru akan mengikuti setiap proses tahapan sesuai yang telah dirancangkan. Model Pembelajaran ini diharapkan memberikan penggambaran terhadap hasil belajar, aktifitas, keterlaksanaan, dan respon Siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring. Jenis penelitian ini ialah eksperimental semu. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring. Penelitian akan dilakukan di Kelas VIII SMP Kartika XX-1 Makassar tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini mengambil 2 kelas sebagai sampel penelitian di Kelas VIII SMP Kartika XX-1 Makassar. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik Random Cluster Sampling. Kriteria yang digunakan sebagai efektivitas Model Pembelajaran tentang Model Pembelajaran Learning Cycle 5E (LC 5E)  berbasis daring dalam pembelajaran matematika ini meliputi hasil Belajar, Aktivitas, Respons, dan keterlaksanaan pembelajaran. Adapun hasil penelitian menunjukkan: 1) Aktivitas siswa kelas VIII SMP Kartika XX-1 Makassar selama mengikuti pembelajaran matematika mengggunakan model Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring berada pada kategori sangat aktif. 2) Respons siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika menggunakan model Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring  berada pada kategori positif, dan 3) Hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring, dari 28 siswa terdapat 1 siswa berada pada kategori sedang, 10 siswa berada pada kategori tinggi, 7 siswa berada pada kategori sangat tinggi dan mencapai ketuntasan klasikal serta menunjukkan terdapat peningkatan signifikan. Hasil penelitian disimpulkan  bahwa model Learning Cycle 5E (LC 5E) berbasis daring  efektif untuk keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, respons siswa, ketercapaian KKM, peningkatan hasil belajar (N-Gain), dan ketuntasan klasikal siswa. Kata Kunci: Efektivitas, Model Pembelajaran, Learning Cycle 5E
Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Bilingual: Mendukung Program Guru MIPA Unggulan (PGMIPA-U) Hamzah Upu; Salam Salam
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.426 KB)

Abstract

Penelitian ini diharapkan mampu mendukung program pemerintah, terutama Pendidikan Guru MIPA Unggulan (PGMIPA U) dan program Bilingual (ICP) FMIPA Universitas Negeri Makasssar. Target khusus adalah menghasilkan: (1) Student Book Model, Student Worksheet Model, dan Lesson Plan Model – Dwi Bahasa, (2) Model Pembelajaran Matematika Bilingual untuk calon guru MIPA unggulan. Desain pengembangan penelitian yang digunakan adalah modifikasi dan adaptasi Research and Development (R&D) model Four-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), Thiagarajan, dkk (1974). Acuan Model Pembelajaran Matematika Bilingual yang diterapkan meliputi: (1) Pembelajaran kreatif, aktif, dan menyenangkan dengan pengantar 2 bahasa (Indonesia dan Inggris), (2) validator model adalah native speakers, dan (3) sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dampak instruksional, dan dampak pengiring mampu menggiring pola pikir, wawasan keilmuan, dan content knowledge mahasiswa calon guru MIPA unggulan berwawasan internasional. Keywords: Pengembangan Model, Pembelajaran Matematika, Bilingual
Efektivitas Perangkat dan Model Pembelajaran Kooperatif djadir djadir; Hamzah Upu; Sri Hermawati
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan perangkat Model Pembelajaran Kooperatif berupa Student Book Model, Lesson Plan Model, dan Student Worksheet Model, dan (2) mengembangkan Model Pemebelajaran Model Kooperatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi, dan hasil belajar matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah modifikasi dan adaptasi Research and Development (R&D) model Four-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), Triagarajan, dkk (1974). Kriteria yang digunakan sebagai acuan implementasi Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif adalah: (1) interaksi sosial peserta didik, (2) bekerja secara kooperatif dan bersama-sama berprestasi, dan (3) pemanfaatan tutor sebaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi dan hasil belajar matematika. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa perangkat dan Model Pembelajaran Kooperatif efektif untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi matematika dan hasil belajar sesuai kriteria yang ditetapkan.Hal ini didukung oleh kriteria: (a) rata-rata hasil belajar siswa pada posttest lebih besar dari 69,9 (KKM), siswa yang memperoleh nilai >70 sebanyak 89,47% . (b) rata-rata skor gain ternormalisasi lebih besar dari 0,3 (kategori sedang), (b) Hasil analisis ketuntasan kelas > 0,799.
Analisis Pola Guru Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS di UPT SPF SDN Mattoanging 1 Kota Makassar Supri Supri; Hamzah Upu; Muhammad Fahreza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4095

Abstract

Seorang guru dengan memiliki berbagai pengetahuan tentang bagaimana menjalankan tugasnya untuk mendidik siswa adalah sebuah faktor yang memastikan keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pola guru sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi pelajaran IPS, serta kendala apa saja yang diperoleh guru serta solusi yang diberikan dalam meningkatkan motivasi belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Tektik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan menggunakan instrument wawancara serta dokumentasi. Subjek pada penelitian ini dua guru mata pelajaran IPS dan siswa yang mengikuti mata pelajaran IPS di UPT SPF SDN Mattoanging 1. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah data observasi pertama pada informan  ke-1 guru hanya menerapkan 6 dari 16 indikator atau setara dengan 37,5%. Untuk observasi kedua guru telah menerapkan 13 indikator untuk membantu upaya memotivasi proses belajar siswa yang setara dengan 81,25%. Selanjutnya pada informan ke-2 untuk observasi pertama guru hanya menerapkan 4 indikator dalam usaha meningkatkan motivasi belajar siswa atau jika dipersentasekan hanya 25% saja. Pada observasi kedua guru telah menerapkan 15 indikator dalam upaya peningkatan motivasi siswa dalam belajar atau setara dengan 93,75%. Untuk hasil wawancara Guru IPS di SDN Mattoangin 1 sudah melaksanakan tugasnya dalam memberi motivasi belajar siswa, mengarahkan serta mendidik siswa agar tetap aktif di kelas kemudian fokus disetiap pelajaran yaitu menciptakan suasana belajar seperti persaingan yang positif untuk merangsang kemauan untuk belajar dalam diri siswa, menggunakan sistem hadiah dan punishment, menggunakan metode pembelajaran yang  bervariasi agar siswa tidak jenuh. Guru dalam meningkatan motivasi belajar menunjukkan bahwa siswa merasa senang ketika mengikuti pelajaran yang materinya mudah dipahami, tidak membosankan seperti pernyataan dari siswa yang menyebutkan bahwa “pada proses belajar IPS kita belajar secara serius namun tetap santai, materi IPS menjadi asik dan keterangan yang disampaikan guru IPS mudah dipahami”.
Co-Authors A. Athira Abdul Rahman Agusalim Juhari Ahmad Talib Ahmad Thalib Ahmar, Ansari Saleh Akhmad, Hartina Alif Rezky Alim Alqadri Amir Alim Alqadri Amir Andi Ika Prasasti Akbar Andi Nur Fatimah Ahmad Andi Syukriani Arismunandar Arismunandar Asdar Asdar . Asdar Asdar Asmawati , As’ari, Khaera Sabrina Athira Awi Dassa Awi Dassa Baso Intang Sappaile Baso Intang Sappaile, Baso Intang Basri, Muhammad Yusran Bernard Bernard Bernard Bernard Bernard, Bernard Bustang Bustang D. Darwis Darwis Desi Rukmana Fatma Dewi Ratnasari djadir djadir Djadir Djadir Djadir Djadir Djaman, Nurwati Djam’an, Nurwati Erwin Nurdiansyah H Hasdar Hadaming , Hamdana Hadi Nasbey Hairunnisa Mahyuddin Hamda, Hamda Hamid, Amrin Hartina Akhmad Hasdar H Hasmullah Hasmullah Hastuty Musa Hisyam Ihsan Ikram, Muhammad Ilham Minggi Ilham Minggi Ilham Minggi Indra Purwanto Intang, Baso Irayanti Irayanti Isnaeni Sari Ivan Adrian Ivan Adrian Jafaruddin Jafaruddin, Jafaruddin Juhaevah, Fahruh Jusmawati Jusmawati, Jusmawati Labbase, Muthia Azfirah Marwan Marwan Mayong Maman Muh. Basri Jafar Muh. Darwis Muhammad Arif Tiro Muhammad Assaibin MUHAMMAD DINAR Muhammad Dinar Muhammad Fahreza Muhammad Syarifuddin Rahman Muhammad Yunus Muhammad Yusran Basri N. Nasrullah Nasir, A. Muhajir Nasrullah Nasrullah Nasrullah Nur Aida, Nur Nur Furqan Ahmad Hasan Nur Isnaeni Sari Nurdin Arsyad Nurdin Arsyad Nurhalizah R Nurhalizah R. Nurhiqmah Takbir Purwanto, Indra R. Rusli R. Rusli Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Abdul Rahmat Syam Ramadanti, Andi Vitrah Ramadhany, Nuramaliyah Rosidah Rosidah Rusli Salam Salam Sitti Habibah Sitti Zuhaerah Thalhah Sri Hermawati St. Hartina Tahir St. Hartina Tahir Supardi, Herman Supri Supri Suradi Suradi Suradi Syahrullah Syahrullah Syam, Sriwahyuni T. Tahir Tabien, Hamza Tahir Tahmir, Suradi Talib, Dr. Ahmad Tampa, Alimuddin Tasni, Nurfaida Thamrin Tahir Tiro, M. Arif Tri Saum Ramdani Ahmad Tri Saum Ramdani Ahmad Usman Mulbar Usman Mulbar Yuilia Pratiwi Yulia Pratiwi