Articles
Analisis Biaya dan Waktu Pekerjaan Pemancangan Pada Lokasi Pile Slab di Area Rawa dan Area Darat
Mohammad Leksi Budianto;
Aleksander Purba;
Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.370
Salah satu pembangunan jalan Tol di Pulau Sumatera ini adalah proyek pembangunan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (KAPB). Secara geografis sebagian besar wilayah kota Palembang memiliki kondisi tanah dominan rawa berair yang memiliki daya dukung rendah dan kedalaman tanah lunak yang sangat dalam. Terdapat beberapa lokasi yang selain karena faktor tingginya muka air, faktor kondisi tanah di area tersebut juga mempengaruhi pemilihan metoda yang tepat. Salah satu metoda yang digunakan untuk menanggulanginya adalah menggunakan konstruksi Pile Slab pada lokasi STA 6+020 s.d STA 6+695. Struktur pada pile slab terdiri dari full slab, pile head dan tiang pancang. Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Pemilihan metode pekerjaan pemancangan dapat dilakukan dengan berbagai metoda alternatif pilihan yang sudah biasa digunakan pada proyek – proyek sebelumnya. Termasuk pemilihan metode yang tepat untuk pekerjaan pemancangan darat hanya menggunakan crane service atau pemancangan rawa dengan menggunakan ponton yang menyesuaikan kondisi lapangan.Dikarenakan kondisi lapangan saat pekerjaan pemancangan air rawa mengalami penyurutan sehingga metode pemncangan darat + penimbunan lokasi rawa lebih efektif dari pada menggunakan pemancangan rawa dengan menggunakan ponton dan secara biaya juga lebih bagus dengan catatan (timbunan untuk pembuatan platform pemncangan darat diakui untuk pembayaran.
Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Iwan Julisman;
Aleksander Purba;
Lusmeilia Afriani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.376
Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat serta mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, penyediaan air minum menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kabupaten Mesuji memiliki potensi sumber daya air yang tinggi yang terdiri dari Sungai (Way) Mesuji dengan panjang 220 Km (di wilayah Kabupaten Mesuji-Tulang Bawang) dan daerah alir 2.053 Km2 . Sungai Mesuji bermuara di Laut Jawa dan membentang dari Timur ke Barat Provinsi Lampung yang sekaligus menjadi batas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Daerah aliran sungai ini memegang peranan penting dalam sistem hidrologi wilayah Kabupaten Mesuji dan sekitarnya yaitu sebagai daerah tangkapan air (catchment area) dari sungai-sungai besar dan hal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum untuk pengembangan SPAM. Proses penyusunan rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum (RI-PSPAM) dalam upaya pengembangan SPAM adalah merupakan tahapan paling awal dari penyelenggaraan SPAM yang harus dilaksanakan dan disusun dengan benar sesuai dengan panduan, tata cara ataupun pedoman pada Lampiran 2I dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Rencana Induk Pengembangan SPAM Kabupaten Mesuji yang siap ditindaklanjuti oleh penyelenggara SPAM untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kabupaten Mesuji mengenai Rencana Induk Pengembangan SPAM.
Penilaian Kondisi Jalan Dengan Metode Surface Distress Index (SDI) Pada Ruas Jalan Kabupaten di Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan
Adi Pratomo;
Aleksander Purba;
Suharno Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.380
Ketersediaan jalan sebagai prasarana transportasi dapat menumbuhkan konektivitas antar lokasi dan daerah yang membentuk suatu jaringan transportasi. Konektivitas antara daerah yang satu dengan daerah lain dapat terbentuk dengan adanya berbagai jaringan transportasi antar daerah yang dapat memungkinkan pemindahan barang dan jasa atau orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Kondisi jalan yang baik dan berdaya guna merupakan tujuan dari setiap perencanaan dan pembangunan prasarana transportasi. Kemampuan jalan yang menurun dalam pemenuhan pelayanan pengguna jalan dapat menyebabkan konektivitas jaringan jalan menjadi terganggu. Hal ini dapat membuat dampak yang tidak diinginkan baik dari segi keselamatan maupun dari segi kenyamanan. Sementara itu kebutuhan masyarakat akan value pelayanan dan kenyamanan menjadikan acuan berbagai pihak dalam perwujudan jalan yang berkelanjutan. Kerusakan pada perkerasan pada ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Gunung Labuhan merupakan permasalahan yang kompleks terutama bagi pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam menentukan jenis dan tingkat kerusakan pada penelitian ini menggunakan metode perhitungan Surface Distress Index (SDI). SDI adalah skala kinerja jalan yang diperoleh dari hasil pengamatan Survei Kondisi Jalan (SKJ) secara visual terhadap kerusakan jalan yang terjadi di lapangan. Pemeriksaan dilakukan dengan metode sederhana, yaitu mencatat kondisi perkerasan yang ada setiap 200 meter yang dicatat dan memasukkannya dalam formulir. Ada 2 jenis formulir yang dipakai yaitu Formulir Survei Kondisi Jalan Aspal (termasuk Rigid dan Macadam) dan Formulir Survei Kondisi Jalan Tanah/Kerikil (termasuk Telford). Survei dilakukan pada bulan September – November 2020. Berdasarkan hasil survei dan analisa yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa kondisi permukaan jalan kabupaten di kecamatan Gunung Labuhan terdiri dari Aspal (termasuk Lapis Penetrasi Macadam), Beton dan Kerikil (Telford) dengan total panjang 91,850 Km. Hasil penilaian kondisi jalan dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) menghasilkan jalan dengan kondisi Baik 38,37 %, Sedang 26,87 % dan Rusak Ringan 34,76 %. Sementara kondisi jalan Rusak Berat tidak ditemukan.
Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Adu Manis
Agus Salim;
Aleksander Purba;
Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.391
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai salah satu daerah otonom hasil pemekaran mempunyai fungsi strategis sebagai daerah transit, karena letaknya yang merupakan simpul arus transportasi yang menghubungkan beberapa daerah seperti berbatasan dengan provinsi lampung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir serta dilewati oleh jalur lintas tengah Sumatera. Berdasarkan fungsi dan letak tersebut, maka laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur cukup cepat. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mempunyai jaringan irigasi, baik yang di kelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa.. Sebagian besar kondisi Jaringan Irigasi tersebut belum memadai dan merupakan bangunan lama, sarana dan prasarana yang belum bisa menampung seluruh debit air yang harus dialirkan ke area persawahan milik warga. Oleh sebab itu, diadakanlah secara berkala program operasi dan pemeliharaan pada sistem jaringan irigasi.
Investigasi Permasalahan High Pressure Pada Pekerjaan Jacking Pipe 450 ( Studi Kasus Proyek Ipal Palembang Paket B2 A)
Even Ahmad Fauzi;
Aleksander Purba;
Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.395
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pemasangan pipa jaringan tersebut menjadi dua yaitu metode trenchless (galian tertutup) dan metode open trench (galian terbuka). Untuk metode trenchless yang digunakan adalah slurry jacking untuk pemasangan pipa RCP 450mm. Permasalahan saat terjadi saat pekerjaan pemasangan pipa RCP 450mm dengan metode auger drilling jacking. Dari total 9 trase yang akan dikerjakan terdapat 1 trase yang berada di lapisan tanah keras yaitu trase MH 1000 ke MH 1002 dengan panjang 75.6 meter. Mesin yang digunakan adalah mesin dari Jerman merek Bohrtec BM 400s ternyata terjadi high pressure. Ini terlihat dari tekanan tinggi pada mesin Auger Drilling Jacking pada saat pelaksanaan pekerjaan awal atau piloting works. Di dapatkan nilai pressure push mencapai 200 bar sehingga tahapan dalam pekerjaan jacking dengan mesin Auger Drilling BM. 400 tidak dapat dilanjutkan. Dampak yang terjadi akibat kondisi tersebut tentunya pembengkakan biaya proyek dan keterlambatan penyelesaian proyek. Studi kasus ini bertujuan untuk menemukan solusi dari penyebab permasalahan high pressure push pada pekerjaan jacking pipe. Analisa dilakukan pada kasus high pressure yang terjadi dengan mempelajari literasi atau penelitian sejenis kemudian dilakukan identifikasi penyebab terjadinya high pressure. Kemudian, beberapa metode yang telah dicoba dianalisis mendalam. Hasilnya menunjukkan jika penyebab high pressure dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik tanah dan panjang trase/span . Langkah metode yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dan penanganan high pressure yaitu dengan melakukan temporary pit, dengan memperpendek trase/span. Pada kondisi tanah yang dominan clay keras, direkomendasikan penggunaan temporary pit dengan steel sheet pile sebagai temporary pit di tengah trase sebagai langkah preventif. Sedangkan penggunaan metode steel sheet pile bersifat temporary.
Penggunaan Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada Area Gerbang Tol IC Musi Landas Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung, Sumatera Selatan
Agung Notonegoro;
Aleksander Purba;
Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.398
Pembangunan Jalan Tol Ruas Kayu Agung - Palembang - Betung Paket IV seksi 2A memiliki panjang 15,2 km + 3,4 km untuk Interchange (IC) Musi Landas. Kondisi tanah pada area proyek tol Kayu Agung – Palembang– Betung yang merupakan mayoritas adalah tanah lunak menyebabkan sulitnya melakukan pekerjaan tanah. Differential settlement yang terjadi pada ruas tol sebelumnya yaitu di Gerbang tol Kramasan dan dampak dari kendaraan Over Dimension and Over loading (ODOL) inilah yang mendasari penggunaan sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) pada area gerbang tol IC Musi Landas, untuk memitigasi risiko yang terjadi di ruas sebelumnya. Sistem CAM masih mampu menjaga kerataannya karena adanya pipa-pipa CAM yang ditancapkan ke dalam tanah (tanah timbunan) memiliki kemampuan untuk mendukung gaya vertikal ke bawah, gaya vertikal ke atas (sebagai angkur yang mampu menyatukan pelat dengan permukaan tanah agar pelat tidak terangkat – tidak terjadi gap / celah antara tanah dengan permukaan bawah pelat), mendukung momen yang besar ke semua arah, mendukung gaya horizontal (rotasi pipa) ke semua arah. Kekakuan Sistem CAM ini menjaga terjadinya perbedaan penurunan dalam jangka panjang (Jaminan Desain CAM 10 Tahun) dibandingkan dengan konstruksi lain yang diterapkan di atas timbunan yang sama.
Assessment Struktur Gedung Hotel di Jakarta Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) Terdadap Gempa Banten 14 Januari 2022 6,6 Magnitudo.
Eddy Ristanto;
Aleksander Purba;
Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.400
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam tak terkecuali bencana gempa bumi.Salah satu gedung hotel 4 lantai yang berada di Jakarta Barat tidak mengikuti kaidah yang dipersyaratkan. Oleh karena sistem struktur dan tidak mengikuti kaidah-kaidah perencanaan yang berlaku, yakni SNI 1726:2019 untuk daerah DKI Jakarta harus dapat mampu menerima gempa bermangnitudo 9,2. Gedung ini mengalami kerusakan-kerusakan struktural akibat gempa Banten 14 Januari 2022 yang bermagnitudo 6,6. Uji Mutu beton yang dibawah standar dan juga mutu baja tulangan yang belum standar memperparah temuan ini. Setelah dilakukan analisis tanpa beban gempa struktur bawah kurang dari yang diisyaratkan yakni 0,983 <1 sedangkan dengan beban gempa banten menjadi 0,793 <1. tinjauan struktur atas tanpa beban gempa terdapat elemen struktur 5% yang belum mampu. Dengan bebang gempa banten terdapat elemen struktur 15% yang belum mamp. Sedangkan beban rencan SNI 1726:2019 terdapat 40% elemen yang belum mampu
Matriks Pemilihan Jenis Metode Erection Pada Konstruksi Jalan Tol (Studi Kasus :Pemilihan Metode Erection Girder Menggunakan Metode Lauching Gantry Atau Metode Clawer Crane)
Rizal Ardiana;
Ratna Widyawati;
Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.407
Pembangunan infrastruktur seperti konstruksi jalan tol merupakan salah satu tujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dimana tujuan dan manfaat dalam penyelenggaraan pembangunan jalan tol merupakan salah satu wujud untuk menciptakan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan sosial. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan Jalan Tol sepanjang 2.818 Km yang merupakan terpanjang di Indonesia untuk saat ini. Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan kota-kota mulai dari Lampung hingga Aceh. Kehadiran Pembangunan Ruas Jalan Tol Kuala Tanjung – Inderapura sepanjang 18,05 Km yang terletak di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara, merupakan koneksi menghubungkan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan Industrial Estate, sehingga akses pendistribusian logistik dari Kota Medan ke kawasan industri sekitarnya hingga ke pelabuhan menjadi semakin lebih mudah dan cepat. Dalam konstruksi pembangunan Jalan Tol di Kuala Tanjung – Inderapura memiliki tipikal desain yang hampir sama dengan konstruksi Jalan Tol lainnya, seperti perkerasan jalan menggunakan Rigid Pavement, Bangunan Struktur Jembatan, Struktur Overpass dan Bangunan Crossing Air (Box Culvert). Setelah perijinan konstruksi didapatkan dari BBWS Sumatera Utara, tim pelaksanaan konstruksi melakukan pengecekkan bersama oleh 3 (tiga) pihak yaitu Owner, Konsultan Supervisi dan Kontraktor Pelaksana, terdapat Aliran Sungai Sei Sipare-pare beserta Tanggul Buatan dan Tanggul Alami yang melintasi Trase Jalan Tol yang akan dibangun. Pada saat pengecekan bersama ini, terdapat debit air atau muka air banjir yang cukup tinggi dan datang secara tiba-tiba. Dari hasil tinjauan tersebut ada 2 alternatif metode konstruksi yang dapat dikerjakan yaitu pertama menggunakan metode erection launching gantry tetapi harus menyelesaikan pekerjaan pile slab dahulu baru dapat dilakukan erection yang cukup memakan waktu sekitar 160 hari dan metode kedua menggunakan erection girder dengan crawler crane (3 Crane) erection girder dapat berjalan beriringan dengan pekerjaan pile slab tetapi dengan resiko erection yang cukup tinggi dengan waktu 50 hari sehingga perlu dilakukan review ulang secara waktu dan biaya konstruksi dengan metode matriks pemilihan metode yang cepat dan tetap aman proses konstruksi.
Work Method Statement Spesific Pekerjaan Soil Improvement PVD + PHD + Vacuum Preloading pada Sta. 48+450 – 48+850 Proyek Kayu Agung – Palembang – Betung Paket II Seksi 2
Iqbal Attaqi Abel;
Aleksander Purba;
Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/snip.v3i1.413
Pembangunan infrastruktur seperti konstruksi jalan tol merupakan salah satu tujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dimana tujuan dan manfaat dalam penyelengaraan pembangunan jalan tol merupakan salah satu wujud untuk menciptakan perkembangan pertumbuhan ekonomi dan sosial. Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan Jalan Tol sepanjang 2.818 Km yang merupakan terpanjang di Indonesia untuk saat ini. Pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan kota-kota mulai dari Lampung hingga Aceh. Jalan tol Kayu Agung – Palembang – Betung merupakan investasi dari PT. Waskita Sriwijaya Tol sepanjang 111 Km sebagai konektivitas Tol Trans Sumatera dari Lampung hingga Aceh. Konstruksi Jalan Tol Kayu Agung - Palembang – Betung melintasi sungai Ogan, Kramasan, dan Musi dimana konstruksi dilaksanakan di atas tanah rawa yang berdasarkan hasil soil investigation didapatkan hasil kedalaman tanah lunak bervariatif dari 20 – 40 m. Dengan kondisi tersebut dan berbagai macam pertimbangan dari segi biaya, mutu, dan waktu dipilihlah metode pelaksanaan soil improvement dengan menggunakan PVD + PHD + Vacuum Preloading. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 4 flow antara lain : persiapan teknis, install PVD + PHD, vacuum system, dan final report. Setiap tahapan pelaksanaan harus mengacu pada code standard yang berlaku di Indonesia dan juga harus memperhatikan unsur HSE atau K3 guna tercapainya fungsi investasi yang berorientasi pada biaya, mutu, dan waktu.
TINGKAT AKSESIBILITAS KAWASAN TRANSIT STASIUN MANGGARAI, JAKARTA SELATAN
Galih Kusuma Adi;
Aleksander Purba;
Shahnaz Nabila Fuady
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (LP3) ITERA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35472/jppk.v3i1.934
Manggarai Station is one of DKI Jakarta Province's busiest stations. Manggarai Station's existence as a transit node promotes mobility from residential areas to the station. Many activities are impacted by land use around the station. In order to accommodate this matter, good accessibility is required. The development of the Manggarai Station area appears to follow the Transit Oriented Development concept (TOD). The implementation of the TOD concept is expected to improve the accessibility of the Manggarai Station transit area. As a result, the purpose of this research is to determine the level of accessibility of the Manggarai Station transit area.