Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Plat Penahan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) untuk Meningkatkan Siklus Produksi Tanpa Steam Farli Aldian Hasanuddin; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.854 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i1.75

Abstract

Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) merupakan salah satu produk standar yang dimiliki olehWIKA Beton. Produk CCSP berfungsi sebagai dinding penahan tanah yang digunakan pada strukturpondasi ataupun tepi sungai/lereng tebing. Saat ini, permintaan pasar terkait produk CCSP sangat tinggi,namun jalur produksi belum dapat memenuhi permintaan pasar karena utilitas jalur yang rendah.Permintaan produk CCSP yang tinggi menjadi peluang bagi WIKA Beton untuk mengelola metode produksibaru yang lebih efektif dan efisien. Implementasi plat penahan pada CCSP bertujuan untuk meningkatkansiklus produksi tanpa steam. Penggunaan plat penahan adalah sebuah solusi karena endplate penahanmampu menahan gaya prestress yang terjadi saat proses release sehingga produk tidak langsungmendapatkan beban kerja tetapi ditahan oleh endplate penahan. Konsep ini membuat persyaratan untukrelease produk berdasarkan mutu beton tidak diperlukan lagi dan dapat mereduksi waktu curing produk.Dengan penggunaan endplate penahan, siklus produksi meningkat dari 10 siklus/minggu menjadi 14siklus/minggu. Selain itu, sisi produktifitas SDM juga mengalami peningkatan dari 6.1 m3/org/minggumenjadi 7.3 m3/org/minggu atau sebesar 20%.
Penggunaan CPHMA dalam Perbaikan Kondisi Jalan dengan Skema Padat Karya Mardalenna IF; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.314 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.88

Abstract

Covid19 memberikan dampak yang sangat luas bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam sektor Ekonomi. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah melakukan berbagai upaya antara lain dengan Program Pemulihan Ekonomi, dengan menggalakkan UMKM sebagai roda utama penggerak ekonomi nasional. Pemerintah melalui Kementerian dan Lembaganya membuat program-program PEN, termasuk di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya Ditjen. Bina Marga. Salah satu program PEN di Ditjen. Bina Marga adalah penggunaan CPHMA untuk pekerjaan perbaikan kondisi jalan, dengan menggunakan tenaga padat karya. program ini, selain dapat memanfaatkan tenaga-tenaga kerja lokal yang terdampak pandemi covid 19, juga dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri berupa aspal buton. Diharapkan program PEN di ditjen, Bina Marga ini dapat sedikit membantu meningkatkan perekonomian indonesia dan juga membantu meningkatkan kinerja jalan.
Soil Improvement Dengan Metode Grouting Berdasarkan Nilai Lugeon di Bendungan Way Sekampung Lidya Theonthein Marcelina Sinaga; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.866 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.105

Abstract

Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu Lampung merupakan salah satu bendungan tipe urugan di Indonesia. Setelah dilakukan investigasi geologi pada area pondasi bendungan, diketahui bahwa adanya bidang ketidakselarasan non-confirmmy dari satuan batuan nsekis dan satuan konglomerat pada bagian abutmen kanan dan kiri dari pondasi. Hal ini menyebabkan besarnya nilai permeabilitas pada batuan yang apabila tidak dilakukan perbaikan tanah, akan dapat menyebabkan rembesan pada tubuh bendungan dan berpotensi mengakibatkan keruntuhan bendungan. Untuk mengatasi hal tersebut, umumnya pada bendungan dilakukan perbaikan dengan metode grouting. Metode grouting adalah metode perbaikan tanah dengan cara membuat lubang-lubang pada pondasi bendungan dengan kedalaman tertentu dan menyuntikkan cairan semen pada lubang yang menghasilkan zona kedap air dan membentuk seperti tirai. Grouting akan membuat lintasan aliran air pada dasar tubuh bendungan, tidak merembes dan mengalir melalui permukaan ujung bawah dari lubang grouting. Keberhasilan dari grouting dapat diketahui dari nilai Lugeon lubang grouting. Nilai lugeon yang disyaratkan untuk bendungan tipe urugan adalah < 3 Lugeon. Setelah dilakukan metode grouting di sepanjang tubuh bendungan, kemudian dilakukan uji check hole sebanyak 29 titik dengan hasil nilai Lugeon < 3. Hal ini menunjukan bahwa metode grouting yang dilakukan sudah efisien dan sesuai dengan rencana.
Studi Penggunaan Beton Pracetak untuk Pembangunan Saluran Irigasi pada Musim Hujan Andrew Suryadi; Fauzan Murdapa; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.535 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.110

Abstract

Indonesia sering disebut sebagai negara agraris, dimana negara agraris adalah negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi menjadi petani dan bercocok tanam. Dengan banyaknya petani dan lahan tanam yang tersebar di seluruh Indonesia, infrastruktur pertanian menjadi salah satu hal utama dalam proses pembangunan negeri. Setiap tahunnya, Kementrian PUPR melakukan pengadaan proyek yang berhubungan dengan infrastruktur pertanian, baik itu proyek pembangunan saluran baru maupun rehabilitasi saluran yang tidak layak. Saluran irigasi secara umum dibangun menggunakan material beton dengan metode in-situ. Pada pembangunan irigasi, tidak seperti pada pembangunan gedung/rumah, yang jika terjadi hujan saat proses pengecoran berlangsung dapat dilanjutkan jika mengunakan penutup/terpal, pekerjaan pengecoran beton pada saluran irigasi sama sekali tidak dapat dilakukan ketika terjadi hujan. Air hujan dapat masuk kedalam adukan beton dan mengakibatkan beton mengalami penurunan kekuatan akibat kadar air yang berlebihan. Salah satu cara alternatif untk menanggulangi hal ini adalah pengunaan beton pracetak. Studi ini akan membandingkan keefektifan penggunaan metode beton pracetak dibandingkan dengan metode in-situ untuk pekerjaan beton pada saluran irigasi di musim hujan. Studi ini akan dilakukan dengan metode analisis dengan menggunakan 3 sampel kasus yang berada di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan metode in-situ pada pengecoran beton saluran irigasi sangat tidak efektif di musim hujan, dimana keberhasilan proyek menurun drastis jika dibandingkan dengan musim kemarau. Sementara, penggunaan metode beton pracetak pada pengecoran beton saluran irigasi di musim hujan memiliki keefektifan yang sama jika dibandingkan dengan di musim kemarau.
Evaluasi Penanganan dan Kerusakan Jalan dengan Metode Bina Marga wisnu andika jaya; Aleksander Purba; ika kustiani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 1 No. 1 (2021): Prosiding SNIP Vol.1 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.99 KB) | DOI: 10.23960/snip.v1i1.112

Abstract

Jalan merupakan prasarana penunjang laju perekonomian, serta berperan besar dalam kemajuan dan perkembangan suatu daerah. Kemajuan suatu pembangunan ekonomi di suatu daerah tidak terlepas dari fungsi utama prasarana jalan. Kondisi tersebut akan membuat perubahan angkutan barang dan jasa yang semakin meningkat dari segi volume dan berat beban yang membebani jalan tersebut, karena dengan perubahan tersebut di atas jalan sering mengalami kerusakan yang sangat membahayakan pengguna jalan. Kerusakan jalan merupakan salah satu masalah krusial bagi hubungan antarkabupaten atau wilayah, sehingga perlu adanya analisis untuk membahas tentang kerusakan jalan tersebut dengan menggunakan Metode Bina Marga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan dan penanganannya di titik-titik ruas Jalan Sukamara-Simpang Kuripan di Kabupaten Tanggamus Sta 04+500 – 05+500
Analisis Kebutuhan Pengembangan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tanggamus Tahun 2022 - 2041 Dody Fasola; Aleksander Purba; Ika Kustiani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.389 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.189

Abstract

Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia yang mempunyai fungsi strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi yang akan datang, serta merupakan pengejawantahan jati diri. Salah satu perwujudan tercapainya kesejahteraan rakyat ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat melalui pemenuhan kebutuhan papan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Backlog rumah dihitung berdasarkan angka home ownership rate /persentase rumah tangga (ruta) yang menempati rumah milik sendiri. Rumus yang digunakan untuk menghitung backlog rumah adalah: Backlog = ∑Keluarga – ∑Rumah. Pengembangan perumahan dan permukiman di Kabupaten Tanggamus disebabkan dari beberapa faktor yang akhirnya membutuhkan ruang yang tidak sedikit dalam melakukan aktivitasnya. Dalam penentuan pengalokasian ruang bagi pemenuhan kebutuhan rumah, terlebih dahulu ditentukan jumlah kebutuhan rumah di Kabupaten Tanggamus. Penentuan kebutuhan jumlah rumah sampai dengan tahun 2041 diperhitungkan dari jumlah penduduk tahun prediksi.
Analisis Kebutuhan Air Minum Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2025 Risuli Utama; Aleksander Purba; Herry Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.428 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.221

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Manusia menggunakan air untuk keperluan rumah tangga dan juga untuk produksi bahan makanan dan minuman. Kebutuhan air minum terus bertambah dari tahun ketahun akibat dari pertambahan penduduk. Kabupaten Tulang Bawang memiliki 15 Kecamatan dengan jumlah penduduk sebanyak 430.630 jiwa pada tahun 2021, dengan analisis secara metode gemoterik laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,00142%. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan jumlah penduduk kabupaten Tulang Bawang sampai dengan tahun 2025 adalah sebanyak 433.075 jiwa. Dan total kebutuhan air minum sampai dengan tahun 2025 adalah 644 liter/detik.
Implementasi IPAL Industri Tahu Dan Tempe Di Kelurahan Tanjung Indah Yang Berwawasan Lingkungan Trisko Defriyansa; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.356 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.227

Abstract

Khusus bidang jasa perdagangan sebagian besar masyarakat tanjung indah melakukan aktivitas industri kecil dengan membuat makanan tahu tempe, oleh karenanya dari industry tersebut berdampak pada limbah Oleh karena itu, diperlukan suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang nantinya diharapkan dapat mengurangi tingginya kandungan kadar BOD,COD, dan TSS di lingkungan pada pabrik tahu dan tempe. pengolahan air limbah rumah tangga dengan system reaktoran aerobic dalam pengolahan limbah industri tahu ini digunakan biofilter an aerob dan aerob gabungan dikarenakan kandungan bahan-bahan organik yang cukup tinggi di limbah cair tahu dengan demikian kombinasi proses anaerob-aerob dapat menghilangkan BOD maupun phosphor dengan baik. Proses ini dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban organik yang cukup besar keunggulan proses pengolahan air limbah dengan biofilter anaerb-aerob antara lain yakni pengelolaannya sangat mudah, biaya operasinya rendah, dibandingkan dengan proses lumpuraktif, Lumpur yang dihasilkan relative sedikit, dapat menghilangkan nitrogen dan phospor yang dapat menyebabkan euthropikasi, suplai udara untuk aerasi relatif kecil, dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar, dan dapat menghilangan padatan tarsus pensi (SS) dengan baik
Analisis kontur daerah rawan banjir pada hujan dengan intensitas dan durasi rendah (Studi kasus banjir rutin pada ruas jalan pembangunan kota Bandarlampung) Toni Prasetiawan; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.79 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.228

Abstract

Kota Bandarlampung memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Pada saat musim penghujan beberapa wilayah di kota Bandarlampung sering mengalami genangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan perbaikan saluran drainase secara berkala dengan melakukan analisa yang tepat dalam menangani genangan yang ada.. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari dokumen perencanaan drainase yang telah dimiliki oleh kota Bandarlampung serta melakukan survey langsung ke lapangan, analisis model penanganan genangan mengacu pada parameter yang telah di tetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 titik genangan di Kota Bandarlampung, Salah satunya jalan pembangunan mendapat perhatian khusus dikarenakan sudah pernah dilakukan penanganan namun dirasa belum efektif sehingga masih terjadi dikala hujan meskipun dengan intensitas dan durasi rendah. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai metode penanganan genangan khususnya pada jalan pembangunan kecamatan sukarame.
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali Kadek Edi Artana; Herry Wardono; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.975 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.254

Abstract

Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Pada cetakan/moulding berbahan kayu, mortar (adukan semen dan pasir) harus ditekan untuk memadatkan adukan sehingga sangat diperlukan jenis kayu yang baik. Mortar yang digunakan dalam pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir kemudian ditambahkan air lalu dituangkan kedalam cetakan/moulding. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali tersusun dari beberapa bagian yaitu: pondasi, tias dasar, batako pagar, batako pilar, ring-ring, papan, pilar, tias dasar genteng, genteng (raof), dore, dan lamak. Motif ukiran biasa berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan bunga. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali memiliki kelebihan diantaranya: campuran material yang solid dan homogen, kemudahan pemasangan, memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, memilik nilai estetika seni yang tinggi, dapat diproduksi secara masal, dan ramah lingkungan. Selain memiliki kelebihan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali juga memiliki kekurangan, yaitu: memiliki bobot yang berat, membutuhkan keahlian khusus dalam pengerjannya, tidak dijual pada toko bangunan umum, memilik harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan pagar konvesional, desain terbatas dan membutuhkan tempat luas untuk penyimpanan.
Co-Authors - - Alfiansyah Abdilah, Muhammad Mashardi Abdul Kadir Fajarudin Achmad Nasuhi Adhi, Santoso Waskito Adi Pratomo Adi Pratomo Agung Notonegoro Agung, Damar Agus Karsa Yudha Agus Salim Agus Setiawan Ahmad Samti Anom Alfiansyah, - - Amril Ma&#039;ruf Siregar amril maruf siregar Andera, Frengky Andi Hermawan Andika Wiwaha Andre Jonathan Siagian Andrew Suryadi Andrian Setiawan Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Annisa, Mufidah Aulia Anton, Sari ARAINA DWI RUSTIANI Ardinal Saputra Arief, Eldowan Armijon . Armijon Armijon ARMY JOHN Atreyu Alfarido August Riko Suryahana Adipati Azis Juandi Bambang Utoyo banu palaka Batara, M Bima Depati Pratama Canggah Abiyyu Ali'in Saputri Caroline Fadhillah Agnestina Hartono Choiriyyah, Nova Chuing, Andrew Suryadi Desrio Aref Yuga Saputra Desy Mei Dina Dharma , Arie Satria Dian Novita Sari, Dian Novita Diana Nur Afni Didik Santoso Dikpride Despa DIKPRIDE DESPA Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride, Dikpride Divia Indira Arifin DODDY MEIDIANSYAH Dody Fasola Dwi Herianto Dwi Herianto DWSBU, Chatarina Niken Ecca Urbita Kanedi Saihu Eddy Ristanto ELZA NOVILYANSA Even Ahmad Fauzi Farid, Sulton Farli Aldian Hasanuddin Fauzan Murdapa fazlina amalia sunes Ferdy Zulian Arsy Fernando, Alfred Ferry Desromi Fica Pinggungan Firmansyah Firmansyah Novandaya Fita Efriana Fitra, Rifandy Galih Kusuma Adi Galih Rio Prayogi Gigih Forda Nama Habibi , Budi Muhammad Hadyan Arifin Bustam Hamonangan, Indra Hariadi Tri Pambudi Havis, Muhammad Al Herlambang, Firman HERMAWITA Herri Wardono Herry Wardono I Wayan Diana Ihwan Ika Kustiani Iqbal Attaqi Abel Irawan, Ali Irfian, M Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isharyanto Iskandar Pani Ismail Ismail Ismail Iwan Julisman Jaya, Eka Putra Jesicha Nainggolan Julisman, Iwan Kadek Edi Artana karami, muhammad Karmolo, Irwan Kasri Patakom Kholbuniah, Megalensi Kumar, Hetzy Mericuri Kurniawan, M. Tito Kusnadi Kusnadi Kustiani , Ika Lidya Theonthein Marcelina Sinaga LIKA ANDRIATI Liza Rosalita LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani Lutfi , Ahmad Rizal M Saba Yunizar Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Mebro, Helson Megalensi Kholbuniah Meutia Nadia Karunia Michael Mohammad Leksi Budianto Muh Sarkowi Muhammad Al Havis Muhammad Irvan Muhammad Irvan Muhammad Karami muhammad karami Muhammad Ridho Utomo Mulawarman Murdapa, Fauzan Murni Mustaqima, Tazkia Mustika Rahmadini Mutia Septriandini Naibaho, Theresia Monika naufal habibi Niken, Chatarina Notonegoro, Agung NOVA CHOIRIYYAH Novalia, Astri Noviansah, Try Oki Endrata Wijaya Oldebes Temy Giantara Oman Jaya Patakom, Kasri Poppy Nitiranda Faizah Praja, Rozak Pratama, Bima Depati Prigato, Teja Primo, Sulthan Aditia Purba, Daniel Bungaran Putra, M Darmawan Radiansyah, Rizki Rahayu Sulistiyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu, Nadya Priartanti Rahmad Syah Putra Rahmadini, Mustika Ratna Widyawati Ratna Widyawati Rinanda Putri Widyasti Rio Trianto Rio, Roma Riri Arinda Adama Risuli Utama Rizal Ardiana Rozak Indra Praja Saihu, Ecca Urbita Kanedi Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra, Sasana Sentanu, Wayan Yogie Septriandini, Mutia Setiawan, Andrian Shahnaz Nabila Fuady Shahnaz Nabila Fuady Silvia Ruhma Dewi, Niky Siregar, Amril Ma'ruf Siti mutmainnah Siti N Sopilawati, Rahma Sri Waluyo Sri Waluyo Subhan Haris Affandy Sudirmansyah Sudirmansyah Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sukamto Sultan , Masri Nur Susanto, Darmawan Adi SUSI YANTI Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Tasan Junaedi Tazkia Mustaqima Tedy Murtedjo theresia monika naibaho Toni Hidayat Toni Prasetiawan Trisko Defriyansa Trisya Septiana Tungkup, Doharman Lumban Utami, Chatarina Niken Dwi Wahyuni Setyo Budi Utomo, Muhammad Ridho Utoyo , Bambang Wahyudi, Ahmat Wayan Yogie Sentanu Widyawati , Ratna wisnu andika jaya Yogi Alexander YULIA RAHMAWATI Yuliantini Eka Putri Yunita , Diana