Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Aset Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Baturaja Bungin Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Menggunakan Aplikasi E-Paksi Firmansyah Novandaya; Aleksander Purba; Ratna Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.05 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.62

Abstract

Peningkatan kinerja air melalui operasi dan pemeliharaan irigasi yang benar merupakan salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Diperlukan upaya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi baik secara teknis maupun dalam hal kelembagaannya sehingga terbangun pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang baik. Peningkatan kinerja air melalui operasi dan pemeliharaan irigasi yang benar merupakan salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Diperlukan upaya pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi baik secara teknis maupun dalam hal kelembagaannya sehingga terbangun pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan Aset Jaringan Irigasi merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam pengelolaan irigasi modern yang baik, yang mana pelaksanaannya di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur salah satunya dilaksanakan oleh Kegiatan Operasional dan Pemeliharaan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Ogan Komering Ulu Timur. Pembinaan monitoring aset jaringan irigasi ini sangat terkait dengan pemeliharaan jaringan irigasi berkala yang bertujuan untuk meningkatkan layanan jaringan irigasi akibat laju pertumbuhan kebutuhan pangan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada umum dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada khususnya.. Pada umumnya Pengelolaan Aset Jaringan irigasi yang dilaksanakan berupa pelaksanaan pengelolaan aset irigasi dan penilaian indeks kinerja sistem irigasi. Penelitian ini mengambil studi kasus Pengelolaan Aset pada Jaringan Irigasi Baturaja Bungin. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk Menginventarisasikan asset asset irigasi pada aplikasi E-Paksi.
Analisis Penentuan Desain Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten OKU Timur Firmansyah; Aleksander Purba; Ratna Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.211 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.64

Abstract

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) merupakan sistem pengolahan air limbah domestik di lokasi sumber menggunakan unit pengolahan setempat yang selanjutnya lumpur hasil olahan diangkut dengan sarana pengangkut ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengelolaan air limbah domestik melalui SPALD-S merupakan system yang umumnya diterapkan di Kabupaten/Kota di Indonesia. Berdasarkan data Riskerdas 2014 cakupan pelayanan air limbah domestik mencapai 61,04% dimana 59,04% telah dilayani melalui SPALD-S. Sesuai Kebijakan dan Strategi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015-2019, untuk mencapai 100% pelayanan air limbah domestic ditargetkan pembangunan IPLT sebanyak 222 unit di Indonesia. Pembangunan IPLT tersebut membutuhkan perencanaan yang baik dan terstruktur untuk menjamin keandalan dan keberlanjutan infrastruktur terbangun. Dalam rangka mendukung program pemerintah akan pentingnya pembangunan IPLT di kabupaten OKU timur yang didasari Perencanaan Teknik Terinci IPLT, sebagai pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
SID Jaringan Irigasi D.I. Lempuing (8,500 Ha) di Kabupaten OKI dan OKU Timur Toni Hidayat; Herry Wardono; Aleksander Purba
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.728 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.65

Abstract

Daerah irigasi Air Lempuing merupakan bagian (sub sistem) dari Daerah Irigasi Komering dengan total areal potensial seluas 13.500 Ha. Daerah irigasi ini terletak di Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan. Areal seluas 13.500 Ha saat ini sudah merupakan sawah tadah hujan yang digarap oleh masyarakat sekali dalam setahun. Sebagai salah satu sentra penghasil beras utama di Provinsi Sumatera Selatan, dengan peningkatan areal di Lempuing, maka akan menambah manfaat Daerah lrigasi Komering di Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI, sehingga menjadi daerah irigasi terluas di Sumatera Selatan dan turut serta dalam menunjang ketersediaan pangan khususnya beras. Dari total seluas 13.500 Ha tersebut, areal seluas 5.000 Ha telah tersedia DED-nya dan tahap konstruksinya akan segera dilaksanakan melalui Pembangunan Irigasi Komering Stage II Phase-2, dana Loan IP-523. Sebagai upaya meningkatkan kembali produksi beras di Provinsi Sumatera Selatan dan sejalan dengan kebijakan nasional pemerintah dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan nasional khususnya beras, maka pada Tahun Anggaran 2012, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII sebelum menindaklanjuti dengan kegiatan pembangunan jaringan lrigasi, perlu untuk melakukan penyiapan DED untuk areal sisa seluas 8,500 Ha melalui kegiatan Survei-Investigasi dan Desain jaringan irigasl D.l. Komering (areal Lempuing) seluas 8.500 Ha yang ada di Kabupaten Ogan Komering llir.
Survey Jaringan Irigasi Air Tanah di Kecamatan Madang Suku II Mulawarman; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.123 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.67

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai salah satu daerah otonom hasil pemekaran mempunyai fungsi strategis sebagai daerah transit, karena letaknya yang merupakan simpul arus transportasi yang menghubungkan beberapa daerah seperti berbatasan dengan provinsi lampung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir serta dilewati oleh jalur lintas tengah Sumatera. Berdasarkan fungsi dan letak tersebut, maka laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur cukup cepat. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mempunyai jaringan irigasi, baik yang di kelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa.. Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) adalah jaringan irigasi yang airnya berasal dari tanah, dengan infrastruktur yang terdiri dari sumur, instalasi pompa, dan saluran irigasi air tanah termasuk bangunan di dalamnya. Teknologi ini didesain dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian di lahan kering yang tidak terjangkau dilahan irigasi teknis. Keadaan jaringan irigasi tanah sangat berpengaruh sekali terhadap hasil pertanian masyarakat Kabupaten OKU Timur pada umumnya dan petani di Kecamatan Madang Suku II pada khususnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dan fungsi dari jaringan irigasi air tanah yang ada di kecamatan madang suku II kabupaten OKU Timur
Optimalisasi Pengendalian Laporan Pola Tanam Bidang Irigasi Dalam Bentuk Aplikasi Exel Secara Online Di Lingkup Seksi Pengembangan Sumber Daya Air Di Dinas PU Dan Tata Ruang Kab. OKU Timur Oman Jaya; Dikpride Despa; Aleksander Purba
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.505 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.69

Abstract

Daerah Irigasi Kabupaten OKU Timur dengan luas area irigasi dibagi menjadi 5 wilayah, yaitu Daerah Irigasi Macak 1300 Ha, Daerah Irigasi Belitang I 6052,2, Daerah Irigasi Komering 10.135 Ha, Daerah Irigasi Belitang II 773, Daerah Irigasi Belitang III 8000,9 Ha, maka di butuhkan Optimalisasi Pengendalian Laporan Pola tanam Bidang Irigasi dalam bentuk Aplikasi, Dikarenakan Pelaporan masih banyak kendala dan mengakinatkan Pemberian air irigasi dirasa masih kurang efektif, hal ini terlihat tidak efektif terjadi kekurangan pada saat pelaporan pola tanam dan pembagian air pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi Pelaporan Pola Tanam dan pembagian pemberian air irigasi kemudian menyusun rencana pola tanam baru dengan meningkatkan intensitas tanam Dari hasil evaluasi kondisi yang ada supaya lebih maksimal, pencapaian realisasi intensitas tanam padi. Pada Jaringan Irigasi di Kabupaten OKU Timur Sehingga Pelaporan yg dilakukan oleh pengamat lebih maksimal dan lebih muda buat penyusunan yg di lakukan SDM Sumber Daya Air dibandingkan dengan Metode Manual. Dan ini sudah dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada pengamat pengamat pintu ait, yg ada di Kabupaten OKU Timur yg terbagi lima Zoza yaitu Daerah Irigasi Macak, Daerah Irigasi Belitang I, Daerah Irigasi Belitang II, Daerah Irigasi Belitang III, Daerah Irigasi Komering.
Tantangan Mengembangkan Stasiun Berbasis Transit Oriented Development (TOD) Aleksander Purba; Suharno; Ratna Widyawati; Siti N
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.087 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.86

Abstract

Ibu kota negara, Jakarta, yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa sedang berupaya mengatasi sejumlah eksternalitas yang disebabkan oleh penggunaan mobil pribadi yang berlebihan. Beberapa di antara solusi yang dilakukan adalah adanya pembangunan dan pengembangan jalur bus khusus, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit, penggunaan nomor ganjil dan genap di beberapa ruas jalan pada jam sibuk pada pagi dan sore hari, dan berbagai langkah lainnya. Salah satu inisiatif yang dilakukan Pemerintahan provinsi DKI Jakarta adalah Transit Oriented Development (TOD). Temuan dari eksplorasi dan observasi di dekat stasiun transit Harmoni menunjukkan nilai capaian 55 poin, termasuk dalam kategori TOD standar bronze. Penyelidikan lebih lanjut, menggunakan proses hierarki analitis yang melibatkan hingga enam pemangku kepentingan utama, mengungkapkan bahwa variabel transit, berjalan kaki, dan campuran adalah tiga variabel yang memerlukan perhatian paling mendesak.
Optimalisasi Pengendalian Laporan Pola Tanam Bidang Irigasi Dalam Bentuk Aplikasi Exel Secara Online Di Lingkup Seksi Pengembangan Sumber Daya Air Di Dinas PU Dan Tata Ruang Kab. OKU Timur Oman Jaya; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.505 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.70

Abstract

Daerah Irigasi Kabupaten OKU Timur dengan luas area irigasi dibagi menjadi 5 wilayah, yaitu Daerah Irigasi Macak 1300 Ha, Daerah Irigasi Belitang I 6052,2, Daerah Irigasi Komering 10.135 Ha, Daerah Irigasi Belitang II 773, Daerah Irigasi Belitang III 8000,9 Ha, maka di butuhkan Optimalisasi Pengendalian Laporan Pola tanam Bidang Irigasi dalam bentuk Aplikasi, Dikarenakan Pelaporan masih banyak kendala dan mengakinatkan Pemberian air irigasi dirasa masih kurang efektif, hal ini terlihat tidak efektif terjadi kekurangan pada saat pelaporan pola tanam dan pembagian air pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi Pelaporan Pola Tanam dan pembagian pemberian air irigasi kemudian menyusun rencana pola tanam baru dengan meningkatkan intensitas tanam Dari hasil evaluasi kondisi yang ada supaya lebih maksimal, pencapaian realisasi intensitas tanam padi. Pada Jaringan Irigasi di Kabupaten OKU Timur Sehingga Pelaporan yg dilakukan oleh pengamat lebih maksimal dan lebih muda buat penyusunan yg di lakukan SDM Sumber Daya Air dibandingkan dengan Metode Manual. Dan ini sudah dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada pengamat pengamat pintu ait, yg ada di Kabupaten OKU Timur yg terbagi lima Zoza yaitu Daerah Irigasi Macak, Daerah Irigasi Belitang I, Daerah Irigasi Belitang II, Daerah Irigasi Belitang III, Daerah Irigasi Komering.
Analisis Biaya dan Waktu Pekerjaan Pemancangan Pada Lokasi Pile Slab di Area Rawa dan Area Darat Mohammad Leksi Budianto; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.370

Abstract

Salah satu pembangunan jalan Tol di Pulau Sumatera ini adalah proyek pembangunan Jalan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung (KAPB). Secara geografis sebagian besar wilayah kota Palembang memiliki kondisi tanah dominan rawa berair yang memiliki daya dukung rendah dan kedalaman tanah lunak yang sangat dalam. Terdapat beberapa lokasi yang selain karena faktor tingginya muka air, faktor kondisi tanah di area tersebut juga mempengaruhi pemilihan metoda yang tepat. Salah satu metoda yang digunakan untuk menanggulanginya adalah menggunakan konstruksi Pile Slab pada lokasi STA 6+020 s.d STA 6+695. Struktur pada pile slab terdiri dari full slab, pile head dan tiang pancang. Secara umum pemakaian pondasi tiang pancang dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Pemilihan metode pekerjaan pemancangan dapat dilakukan dengan berbagai metoda alternatif pilihan yang sudah biasa digunakan pada proyek – proyek sebelumnya. Termasuk pemilihan metode yang tepat untuk pekerjaan pemancangan darat hanya menggunakan crane service atau pemancangan rawa dengan menggunakan ponton yang menyesuaikan kondisi lapangan.Dikarenakan kondisi lapangan saat pekerjaan pemancangan air rawa mengalami penyurutan sehingga metode pemncangan darat + penimbunan lokasi rawa lebih efektif dari pada menggunakan pemancangan rawa dengan menggunakan ponton dan secara biaya juga lebih bagus dengan catatan (timbunan untuk pembuatan platform pemncangan darat diakui untuk pembayaran.
Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Iwan Julisman; Aleksander Purba; Lusmeilia Afriani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.376

Abstract

Air Minum merupakan kebutuhan dasar dan hak bagi semua warga negara yang menjadi kewajiban oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memenuhinya. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan air minum akan terus meningkat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu tolok ukur kesejahteraan masyarakat serta mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, penyediaan air minum menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi wilayah. Kabupaten Mesuji memiliki potensi sumber daya air yang tinggi yang terdiri dari Sungai (Way) Mesuji dengan panjang 220 Km (di wilayah Kabupaten Mesuji-Tulang Bawang) dan daerah alir 2.053 Km2 . Sungai Mesuji bermuara di Laut Jawa dan membentang dari Timur ke Barat Provinsi Lampung yang sekaligus menjadi batas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Daerah aliran sungai ini memegang peranan penting dalam sistem hidrologi wilayah Kabupaten Mesuji dan sekitarnya yaitu sebagai daerah tangkapan air (catchment area) dari sungai-sungai besar dan hal ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum untuk pengembangan SPAM. Proses penyusunan rencana induk pengembangan sistem penyediaan air minum (RI-PSPAM) dalam upaya pengembangan SPAM adalah merupakan tahapan paling awal dari penyelenggaraan SPAM yang harus dilaksanakan dan disusun dengan benar sesuai dengan panduan, tata cara ataupun pedoman pada Lampiran 2I dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Rencana Induk Pengembangan SPAM Kabupaten Mesuji yang siap ditindaklanjuti oleh penyelenggara SPAM untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kabupaten Mesuji mengenai Rencana Induk Pengembangan SPAM.
Penilaian Kondisi Jalan Dengan Metode Surface Distress Index (SDI) Pada Ruas Jalan Kabupaten di Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan Adi Pratomo; Aleksander Purba; Suharno Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.380

Abstract

Ketersediaan jalan sebagai prasarana transportasi dapat menumbuhkan konektivitas antar lokasi dan daerah yang membentuk suatu jaringan transportasi. Konektivitas antara daerah yang satu dengan daerah lain dapat terbentuk dengan adanya berbagai jaringan transportasi antar daerah yang dapat memungkinkan pemindahan barang dan jasa atau orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Kondisi jalan yang baik dan berdaya guna merupakan tujuan dari setiap perencanaan dan pembangunan prasarana transportasi. Kemampuan jalan yang menurun dalam pemenuhan pelayanan pengguna jalan dapat menyebabkan konektivitas jaringan jalan menjadi terganggu. Hal ini dapat membuat dampak yang tidak diinginkan baik dari segi keselamatan maupun dari segi kenyamanan. Sementara itu kebutuhan masyarakat akan value pelayanan dan kenyamanan menjadikan acuan berbagai pihak dalam perwujudan jalan yang berkelanjutan. Kerusakan pada perkerasan pada ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Gunung Labuhan merupakan permasalahan yang kompleks terutama bagi pengguna jalan. Metode yang digunakan dalam menentukan jenis dan tingkat kerusakan pada penelitian ini menggunakan metode perhitungan Surface Distress Index (SDI). SDI adalah skala kinerja jalan yang diperoleh dari hasil pengamatan Survei Kondisi Jalan (SKJ) secara visual terhadap kerusakan jalan yang terjadi di lapangan. Pemeriksaan dilakukan dengan metode sederhana, yaitu mencatat kondisi perkerasan yang ada setiap 200 meter yang dicatat dan memasukkannya dalam formulir. Ada 2 jenis formulir yang dipakai yaitu Formulir Survei Kondisi Jalan Aspal (termasuk Rigid dan Macadam) dan Formulir Survei Kondisi Jalan Tanah/Kerikil (termasuk Telford). Survei dilakukan pada bulan September – November 2020. Berdasarkan hasil survei dan analisa yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa kondisi permukaan jalan kabupaten di kecamatan Gunung Labuhan terdiri dari Aspal (termasuk Lapis Penetrasi Macadam), Beton dan Kerikil (Telford) dengan total panjang 91,850 Km. Hasil penilaian kondisi jalan dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) menghasilkan jalan dengan kondisi Baik 38,37 %, Sedang 26,87 % dan Rusak Ringan 34,76 %. Sementara kondisi jalan Rusak Berat tidak ditemukan.
Co-Authors - - Alfiansyah Abdilah, Muhammad Mashardi Abdul Kadir Fajarudin Achmad Nasuhi Adhi, Santoso Waskito Adi Pratomo Adi Pratomo Agung Notonegoro Agung, Damar Agus Karsa Yudha Agus Salim Agus Setiawan Ahmad Samti Anom Alfiansyah, - - Amril Ma'ruf Siregar amril maruf siregar Andera, Frengky Andi Hermawan Andika Wiwaha Andre Jonathan Siagian Andrew Suryadi Andrian Setiawan Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Annisa, Mufidah Aulia Anton, Sari ARAINA DWI RUSTIANI Ardinal Saputra Arief, Eldowan Armijon . Armijon Armijon ARMY JOHN Atreyu Alfarido August Riko Suryahana Adipati Azis Juandi Bambang Utoyo banu palaka Batara, M Bima Depati Pratama Canggah Abiyyu Ali'in Saputri Caroline Fadhillah Agnestina Hartono Choiriyyah, Nova Chuing, Andrew Suryadi Desrio Aref Yuga Saputra Desy Mei Dina Dharma , Arie Satria Dian Novita Sari, Dian Novita Diana Nur Afni Didik Santoso Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa DIKPRIDE DESPA Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride, Dikpride Divia Indira Arifin DODDY MEIDIANSYAH Dody Fasola Dwi Herianto Dwi Herianto DWSBU, Chatarina Niken Ecca Urbita Kanedi Saihu Eddy Ristanto ELZA NOVILYANSA Even Ahmad Fauzi Farid, Sulton Farli Aldian Hasanuddin Fauzan Murdapa fazlina amalia sunes Ferdy Zulian Arsy Fernando, Alfred Ferry Desromi Fica Pinggungan Firmansyah Firmansyah Novandaya Fita Efriana Fitra, Rifandy Galih Kusuma Adi Galih Rio Prayogi Gigih Forda Nama Habibi , Budi Muhammad Hadyan Arifin Bustam Hamonangan, Indra Hariadi Tri Pambudi Havis, Muhammad Al Herlambang, Firman HERMAWITA Herri Wardono Herry Wardono I Wayan Diana Ihwan Ika Kustiani Iqbal Attaqi Abel Irawan, Ali Irfian, M Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isharyanto Iskandar Pani Ismail Ismail Ismail Iwan Julisman Jaya, Eka Putra Jesicha Nainggolan Julisman, Iwan Kadek Edi Artana karami, muhammad Karmolo, Irwan Kasri Patakom Kholbuniah, Megalensi Kumar, Hetzy Mericuri Kurniawan, M. Tito Kusnadi Kusnadi Kustiani , Ika Lidya Theonthein Marcelina Sinaga LIKA ANDRIATI Liza Rosalita LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani Lutfi , Ahmad Rizal M Saba Yunizar Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Mebro, Helson Megalensi Kholbuniah Meutia Nadia Karunia Michael Mohammad Leksi Budianto Muh Sarkowi Muhammad Al Havis Muhammad Irvan Muhammad Irvan Muhammad Karami muhammad karami Muhammad Ridho Utomo Mulawarman Murdapa, Fauzan Murni Mustaqima, Tazkia Mustika Rahmadini Mutia Septriandini Naibaho, Theresia Monika naufal habibi Niken, Chatarina Notonegoro, Agung NOVA CHOIRIYYAH Novalia, Astri Noviansah, Try Oki Endrata Wijaya Oldebes Temy Giantara Oman Jaya Patakom, Kasri Poppy Nitiranda Faizah Praja, Rozak Pratama, Bima Depati Prigato, Teja Primo, Sulthan Aditia Purba, Daniel Bungaran Putra, M Darmawan Radiansyah, Rizki Rahayu Sulistiyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu, Nadya Priartanti Rahmad Syah Putra Rahmadini, Mustika Ratna Widyawati Ratna Widyawati Rinanda Putri Widyasti Rio Trianto Rio, Roma Riri Arinda Adama Risuli Utama Rizal Ardiana Rozak Indra Praja Saihu, Ecca Urbita Kanedi Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra, Sasana Sentanu, Wayan Yogie Septriandini, Mutia Setiawan, Andrian Shahnaz Nabila Fuady Shahnaz Nabila Fuady Silvia Ruhma Dewi, Niky Siregar, Amril Ma'ruf Siti mutmainnah Siti N Sopilawati, Rahma Sri Waluyo Sri Waluyo Subhan Haris Affandy Sudirmansyah Sudirmansyah Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sukamto Sultan , Masri Nur Susanto, Darmawan Adi SUSI YANTI Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Tasan Junaedi Tazkia Mustaqima Tedy Murtedjo theresia monika naibaho Toni Hidayat Toni Prasetiawan Trisko Defriyansa Trisya Septiana Tungkup, Doharman Lumban Utami, Chatarina Niken Dwi Wahyuni Setyo Budi Utomo, Muhammad Ridho Utoyo , Bambang Wahyudi, Ahmat Wayan Yogie Sentanu Widyawati , Ratna wisnu andika jaya Yogi Alexander YULIA RAHMAWATI Yuliantini Eka Putri Yunita , Diana