Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi IPAL Industri Tahu Dan Tempe Di Kelurahan Tanjung Indah Yang Berwawasan Lingkungan Trisko Defriyansa; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.356 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.227

Abstract

Khusus bidang jasa perdagangan sebagian besar masyarakat tanjung indah melakukan aktivitas industri kecil dengan membuat makanan tahu tempe, oleh karenanya dari industry tersebut berdampak pada limbah Oleh karena itu, diperlukan suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang nantinya diharapkan dapat mengurangi tingginya kandungan kadar BOD,COD, dan TSS di lingkungan pada pabrik tahu dan tempe. pengolahan air limbah rumah tangga dengan system reaktoran aerobic dalam pengolahan limbah industri tahu ini digunakan biofilter an aerob dan aerob gabungan dikarenakan kandungan bahan-bahan organik yang cukup tinggi di limbah cair tahu dengan demikian kombinasi proses anaerob-aerob dapat menghilangkan BOD maupun phosphor dengan baik. Proses ini dapat digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban organik yang cukup besar keunggulan proses pengolahan air limbah dengan biofilter anaerb-aerob antara lain yakni pengelolaannya sangat mudah, biaya operasinya rendah, dibandingkan dengan proses lumpuraktif, Lumpur yang dihasilkan relative sedikit, dapat menghilangkan nitrogen dan phospor yang dapat menyebabkan euthropikasi, suplai udara untuk aerasi relatif kecil, dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar, dan dapat menghilangan padatan tarsus pensi (SS) dengan baik
Analisis kontur daerah rawan banjir pada hujan dengan intensitas dan durasi rendah (Studi kasus banjir rutin pada ruas jalan pembangunan kota Bandarlampung) Toni Prasetiawan; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.79 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.228

Abstract

Kota Bandarlampung memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Pada saat musim penghujan beberapa wilayah di kota Bandarlampung sering mengalami genangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan perbaikan saluran drainase secara berkala dengan melakukan analisa yang tepat dalam menangani genangan yang ada.. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari dokumen perencanaan drainase yang telah dimiliki oleh kota Bandarlampung serta melakukan survey langsung ke lapangan, analisis model penanganan genangan mengacu pada parameter yang telah di tetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 titik genangan di Kota Bandarlampung, Salah satunya jalan pembangunan mendapat perhatian khusus dikarenakan sudah pernah dilakukan penanganan namun dirasa belum efektif sehingga masih terjadi dikala hujan meskipun dengan intensitas dan durasi rendah. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai metode penanganan genangan khususnya pada jalan pembangunan kecamatan sukarame.
Metode Pembuatan Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali Kadek Edi Artana; Herry Wardono; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.975 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.254

Abstract

Dalam proses pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali, pemilihan kayu untuk pembuatan cetakan/moulding karena kualitas kayu yang digunakan akan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Pada cetakan/moulding berbahan kayu, mortar (adukan semen dan pasir) harus ditekan untuk memadatkan adukan sehingga sangat diperlukan jenis kayu yang baik. Mortar yang digunakan dalam pembuatan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi perbandingan campuran 1 semen : 3 pasir kemudian ditambahkan air lalu dituangkan kedalam cetakan/moulding. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali tersusun dari beberapa bagian yaitu: pondasi, tias dasar, batako pagar, batako pilar, ring-ring, papan, pilar, tias dasar genteng, genteng (raof), dore, dan lamak. Motif ukiran biasa berupa tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan bunga. Pagar Pracetak/Precast Motif Ukiran Bali memiliki kelebihan diantaranya: campuran material yang solid dan homogen, kemudahan pemasangan, memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, memilik nilai estetika seni yang tinggi, dapat diproduksi secara masal, dan ramah lingkungan. Selain memiliki kelebihan pagar pracetak/precast motif ukiran Bali juga memiliki kekurangan, yaitu: memiliki bobot yang berat, membutuhkan keahlian khusus dalam pengerjannya, tidak dijual pada toko bangunan umum, memilik harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan pagar konvesional, desain terbatas dan membutuhkan tempat luas untuk penyimpanan.
Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Pemadatan Perkerasan Aspal Pada Proyek Peningkatan Jalan Ruas Pasar Banjit – Jukuh Batu Kabupaten Way Kanan Poppy Nitiranda Faizah; Aleksander Purba; Herri Wardono
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.231 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.266

Abstract

Dalam proses pembangunan jalan, pemakaian alat berat sangatlah diperlukan dalam mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan suatu proyek konstruksi agar selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan. Produktivitas alat tergantung pada jenis atau tipe alat, metode kerja, kondisi lapangan, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Nilai efektivitas penggunaan alat berat dapat dilihat dari besarnya kapasitas produksi dari alat tersebut. Pemadatan merupakan salah satu bagian penting dalam berbagai pekerjaan konstruksi dan pekerjaan sipil lainnya. Pada saat ini pekerjaan pemadatan mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan selalu dibuat dengan memperhatikan usaha pencapaian kualitas yang baik, sehingga diperoleh hasil dengan ketahanan yang lebih menguntungkan. Salah satu usahanya, yaitu dengan memperhatikan produktivitas alat berat yang digunakan. Pada artikel ini dilakukan analisis produktivitas alat berat pada pekerjaan pemadatan perkerasan aspal pada Proyek Peningkatan Jalan Ruas Pasar Banjit – Jukuh Batu Kabupaten Way Kanan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas alat berat pemadatan perkerasan aspal yang digunakan di lapangan, jumlah alat berat yang dibutuhkan, dan juga untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan alat berat untuk menyelesaikan pekerjaan pemadatan perkerasan aspal tersebut. Sehingga, diperoleh kesimpulan produktivitas alat pemadatan Tandem Roller sebesar 78,39 ton/jam, jumlat alat yang dibutuhkan 1 unit dan jumlah hari kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah 1 hari kerja. Sedangkan, produktivitas alat pemadatan Pneumatic-tired roller sebesar 118,93 ton/jam, jumlah alat yang dibutuhkan 1 unit dan jumlah hari kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah 1 hari kerja
Kajian Strategi Optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bumi Ayu Kabupaten Pringsewu ARAINA DWI RUSTIANI; SUSI YANTI; ELZA NOVILYANSA; DIKPRIDE DESPA; ALEKSANDER PURBA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.72 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.289

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) merupakan sarana pengolahan air limbah domestik yang berfungsi mengolah lumpur tinja yang bersumber dari tangki septik agar tidak mencemari lingkungan. Kabupaten Pringsewu mempunyai IPLT yang berlokasi di Pekon Bumi Ayu yang dibangun tahun 2014 dengan kapasitas 15 m3/hari atau sekitar 40.000 jiwa, kurang dari 10% dari total jumlah penduduk. IPLT Bumi Ayu melayani 3 (Tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Pagelaran Utara dan Kecamatan Banyumas. Hingga saat ini IPLT Bumi Ayu belum dapat beroperasi secara maksimal sehingga perlu dilakukan kajian optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bumi Ayu Kabupaten Pringsewu untuk mengetahui strategi optimalisasi di IPLT Bumi Ayu. Kajian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pringsewu dan data primer yang didapatkan secara langsung dengan pengamatan di lapangan untuk menggambarkan kondisi eksisting. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk di Kecamatan Pringsewu, Pagelaran Utara dan Banyumas hingga tahun 2040 adalah 188.942 jiwa dengan timbulan lumpur tinja sebesar 94.471 liter/hari atau sekitar 94 m3/hari sehingga membutuhkan kapasitas IPLT untuk layanan penyedotan lumpur tinja 3 tahun sekali adalah sebesar 31 m3/hari. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan layanan IPLT Bumi Ayu yaitu penambahan unit SSC (solid separation chamber) untuk meningkatkan kapasitas layanan dari 15 m3/hari menjadi 31 m3/hari, Perbaikan dan pemeliharaan komponen bangunan eksisting, Uji kebocoran pada bangunan-bangunan kolam eksisting, Penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP), dan Perekrutan pegawai untuk pengelolaan IPLT Bumi Ayu.
Sistem Bagi Hasil Pada Usaha Perikanan Tangkap Bagan Padang Di Kabupaten Tanggamus M Saba Yunizar; Aleksander Purba; Agus Setiawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.727 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.313

Abstract

Bagan padang adalah alat penangkapan ikan yang termasuk kategori jaring angkat dan bisa dipindah-pindah dengan menggunakan kapal motor. Pengoperasiaan bagan padang membutuhkan tenaga kerja enam sampai tujuh orang, yang terdiri dari satu juragan laut dan lima sampai enam pandega. Dalam pengorganisasian produksi bagan padang menerapkan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil dalam organisasi bagan padang adalah sistem bagi 3, dimana pemilik modal (juragan darat) mendapat 2 bagian sedangkan pekerja (juragan laut dan pandega) mendapat 1 bagian yang nanti bagian pandega tersebut dibagi dengan jumlah pandega. Mekanisme sistem bagi hasil pada komunitas nelayan bagan padang merupakan aturan yang disepakati oleh juragan darat, juragan laut, dan pandega. Meski posisi tawar juragan laut dan pandega sangat lemah dalam menentukan sistem bagi hasil. Tapi para juragan darat, juragan laut dan pandega menerima dan menjalani sistem bagi hasil yang sudah disepakati.
PENYEHATAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM SANITASI LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT Riri Arinda Adama; Muh Sarkowi; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.23 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.319

Abstract

Sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah yang buruk masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Tulang Bawang Barat. Buruknya sanitasi dan pengelolaan sampah di kabupaten Tulang Bawang Barat seringkali menyebabkab masalah di tingkat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan ini pemerintah membuat program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) sebagai konsentrasi terhadap masalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Dalam pembangunan fasilitas SLBM, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan fisik, pengawasan serta operasi dan pemeliharaan fasilitas sehingga tumbuh rasa memiliki oleh masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun oleh pemerintah dan semua kegiatan. Tujuan program SLBM adalah untuk meningkatkan cakupan dan keandalan pelayanan sanitasi, terutama dalam pengelolaan air limbah dan persampahan secara komunal/terdesentralisasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memenuhi Standar Pelayanan Minimum penyediaan sanitasi di kawasan rawan sanitasi, termasuk daerah tertinggal.. Pola penyelenggaraan SLBM dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang difasilitasi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) baik yang memiliki kemampuan Teknik, social kemasyarakatan dan pemberdayaan.
ANALISIS DAMPAK RISIKO PEKERJA PADA PROYEK RENOVASI KANTOR DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN METODE OWAS HERMAWITA; ALEKSANDER PURBA; SUHARNO; DIKPRIDE DESPA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.434 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.329

Abstract

Konstruksi bangunan dapat dikatakan baik, ketika pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini mempunyai perencanaan yang sangat matang, desain yang sudah sesuai dengan keinginan, perhitungan anggaran yang akan diserap tepat, kondisi finansial mencukupi serta pekerja yang professional. Selain beberapa hal diatas dalam pelaksanaan pekerjaan suatu konstruksi hal yang terpenting sering terabaikan adalah kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja karena dalam suatu pekerjaan konstruksi bangunan sering memberikan dampak risiko yang besar pada para pekerja itu sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak risiko yang bisa atau akan di alami oleh pekerja secara langsung yaitu kecelakaan pada saat pelaksanaan pekerjaan, sedangkan dampak risiko yang bisa atau akan di alami oleh pekerja secara tidak langsung yaitu penyakit yang ditimbul setelah melaksankan pekerjaan seperti gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan bahkan cidera otot yang mengakibatkan kecacatan pada posture tubuh para pekerja itu sendiri. Risiko yang sering terjadi adalah Gangguan Muskuloskeletal yang sering dikenal dengan gangguan persendian atau otot pada tubuh manusia yang disebabkan oleh posisi tubuh yang tidak tepat dalam melaksanakan pekerjaan dan memikul beban yang berlebihan. Gangguan ini banyak kita temui pada para pekerja konstruksi. Para pekerja kadang kala menganggap gangguan persendian atau otot pada tubuh ini hanya sakit biasa, sehingga mereka sering mengabaikannya. Mereka beranggapan mungkin hanya pegal-pegal biasa atau hanya masuk angin, padahal hal sepele inilah yang lama kelamaan akan berdampak cukup patal bagi mereka. Gangguan ini terjadi disebabkan beban yang terlalu besar yang diterima oleh punggung, pinggang, tangan (pergelangan tangan), dan kaki selain itu juga posisi punggung, pinggang, tangan (pergelangan tangan), dan kaki pada saat melakukan suatu pekerjaan kurang tepat atau tidak seimbang. Penelitih melakukan penelitihan atau menganalisa ergonomic posture tubuh pada pekerja dengan menggunakan Metode OWAS (Ovaco Work Posture Analysis System). Metode OWAS ini dapat mengetahui Gangguan Muskuloskeletal yang terjadi pada pekerja dapat diketahui dari hasil pengukuran beban yang dipikul oleh punggung, pinggang, tangan (pergelangan tangan), dan kaki. Posisi tubuh terutama punggung, pinggang, tangan (pergelangan tangan), dan kaki merupakan perhatian utama karena pada bagian-bagian tubuh ini yang sangat aktif bergerak dan memikul beban yang besar secara berualang-ulang. Pengukuran ini dilakukan dengan 20 orang pekerja yang bekerja pada pekerjaan pondasi, pekerjaan dinding, dan pekerjaan pembesian pada konstruksi bangunan khususnya pada renovasi kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan.
Delineasi Batas Daerah Aliran Sungai Irigasi Rawa Lebak Semendawai Sumatera Selatan Agus Karsa Yudha; Aleksander Purba
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.363 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.50

Abstract

Proses delineasi batas Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan identifikasi awal untuk mengetahui area yang berkontribusi mengalirkan curah hujan (input) menjadi aliran permukaan pada satu titik luaran (outlet). Daerah Irigasi Rawa (D.I.R) Lebak Semendawai terletak di Kabupaten OKU Timur yang secara spasial batas daerah aliran sungai yang mempengaruhinya perlu dikaji untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan. Data dasar yang dimiliki yaitu peta topografi dengan format dwg berskala 1 : 50.000 dan skala 1 : 10.000 yang dikonversi kedalam format shp (shapefile). Digital Elevation Model (DEM) diperoleh mengunakan software GIS (Geographic Information System). Tahapan selanjutnya yaitu memperoleh arah aliran air (flow direction), akumulasi aliran air (flow accumulation) hingga catchment area dan batas DAS. Dari hasil analisa D.I.R. Lebak Semendawai memiliki batas DAS 10.167,71 Ha dengan panjang aliran sungai terpanjang 53,234 km dan terpendek 35,4 m. Luas Catcment Area maksimum wilayah komering bagian hilir seluas 10.770 Ha dengan area aliran terpanjang yaitu 30.150 m².
Perencanaan DED Normalisasi Sungai Macak di Kecamatan Belitang Madang Raya Aleksander Purba; Isharyanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.619 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.54

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebagai salah satu daerah otonom hasil pemekaran mempunyai fungsi strategis sebagai daerah transit, karena letaknya yang merupakan simpul arus transportasi yang menghubungkan beberapa daerah seperti berbatasan dengan provinsi lampung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ilir serta dilewati oleh jalur lintas tengah Sumatera. Berdasarkan fungsi dan letak tersebut, maka laju perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur cukup cepat. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mempunyai jaringan irigasi, baik yang di kelola oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa. Untuk mencapai hasil yang maksimal maka diperlukan perencanaan DED. Permasalahan sungai yang sering banjir menggenangi permukiman, lahan pertanian dan perkebunan masyarakat terjadi karena perlambatan aliran sungai yang disebabkan oleh endapan, tanam tumbuh sekitar aliran sungai, dan lain-lain sehingga diperlukan kegiatan normalisasi. Perencanaan DED meliputi pengambilan data debit air, pengukuran awal sungai, seperti panjang sungai, dimensi sungai, kelandaian aliran sungai, kemudian data tanam tumbuh pada tepi aliran sungai yang perlu dibersihkan, kemudian setelah didapatkan data-data di atas dibuatlah perencanaan dimensi saluran rencana menyesuaikan dengan debit air banjir dan faktor kecepatan aliran sungai menuju ke muara sungai/pembuangan. Kemudian direncanakan untuk pembersihan tanam tumbuh sekitar tepi sungai yang memperkecil dan menghambat aliran sungai.
Co-Authors - - Alfiansyah Abdilah, Muhammad Mashardi Abdul Kadir Fajarudin Achmad Junaedi Achmad Nasuhi Adhi, Santoso Waskito Adi Pratomo Adi Pratomo Agung Notonegoro Agung, Damar Agus Karsa Yudha Agus Salim Agus Setiawan Ahmad Samti Anom Alexander, Yogi Alfarido, Atreyu Alfiansyah, - - Amril Ma'ruf Siregar amril maruf siregar Andera, Frengky Andi Hermawan Andika Wiwaha Andre Jonathan Siagian Andrew Suryadi Andrian Setiawan Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Annisa, Mufidah Aulia Anton, Sari ARAINA DWI RUSTIANI Ardinal Saputra Arief, Eldowan Armijon . Armijon Armijon ARMY JOHN Atreyu Alfarido August Riko Suryahana Adipati Azis Juandi Bambang Utoyo banu palaka Batara, M Bima Depati Pratama Canggah Abiyyu Ali'in Saputri Caroline Fadhillah Agnestina Hartono Choiriyyah, Nova Chuing, Andrew Suryadi Desrio Aref Yuga Saputra Desy Mei Dina Dharma , Arie Satria Dian Novita Sari, Dian Novita Diana Nur Afni Didik Santoso Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa DIKPRIDE DESPA Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride, Dikpride Divia Indira Arifin DODDY MEIDIANSYAH Dody Fasola Doharman Lumban Tungkup Dwi Herianto Dwi Herianto DWSBU, Chatarina Niken Ecca Urbita Kanedi Saihu Eddy Ristanto Efriana, Fita ELZA NOVILYANSA Even Ahmad Fauzi Farid, Sulton Farli Aldian Hasanuddin Fauzan Murdapa fazlina amalia sunes Ferdy Zulian Arsy Fernando, Alfred Ferry Desromi Fica Pinggungan Firmansyah Firmansyah Novandaya Fita Efriana Fitra, Rifandy G. Gunawan Galih Kusuma Adi Galih Rio Prayogi Giantara, Oldebes Temy Gigih Forda Nama Habibi , Budi Muhammad Habibi, Naufal Hadyan Arifin Bustam Hamonangan, Indra Hariadi Tri Pambudi Havis, Muhammad Al Herlambang, Firman HERMAWITA Herri Wardono Herry Wardono I Wayan Diana Ihwan Ika Kustiani Iqbal Attaqi Abel Irawan, Ali Irfian, M Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isharyanto Iskandar Pani Ismail Ismail Ismail Iwan Julisman Jaya, Eka Putra Jesicha Nainggolan Julisman, Iwan Junaedi, Tasan Kadek Edi Artana karami, muhammad Karmolo, Irwan Kasri Patakom Kholbuniah, Megalensi Kumar, Hetzy Mericuri Kurniawan, M. Tito Kusnadi Kusnadi Kusnadi Kustiani , Ika Lidya Theonthein Marcelina Sinaga LIKA ANDRIATI Liza Rosalita LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani Lutfi , Ahmad Rizal M Saba Yunizar Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Mebro, Helson Megalensi Kholbuniah Meutia Nadia Karunia Michael Mohammad Leksi Budianto Mohd Isneini Muh Sarkowi Muhamad Choirudin K Muhammad Al Havis Muhammad Irvan Muhammad Irvan Muhammad Karami muhammad karami muhammad karami Muhammad Ridho Utomo Murdapa, Fauzan Murni Mustaqima, Tazkia Mustika Rahmadini Mutia Septriandini Naibaho, Theresia Monika Nainggolan, Jesicha naufal habibi Niken, Chatarina Notonegoro, Agung NOVA CHOIRIYYAH Novalia, Astri Noviansah, Try Oki Endrata Wijaya Oldebes Temy Giantara Oman Jaya Patakom, Kasri Pinggungan, Fica Poppy Nitiranda Faizah Praja, Rozak Pratama, Bima Depati Prigato, Teja Primo, Sulthan Aditia Purba, Daniel Bungaran Putra, M Darmawan Radiansyah, Rizki Rahayu Sulistiyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu, Nadya Priartanti Rahmad Syah Putra Rahmadini, Mustika Ratna Widyawati Ratna Widyawati Rinanda Putri Widyasti Rio Trianto Rio, Roma Riri Arinda Adama Risuli Utama Rizal Ardiana Rosalita, Liza Rozak Indra Praja Saihu, Ecca Urbita Kanedi Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra, Sasana Sentanu, Wayan Yogie Septriandini, Mutia Setiawan, Andrian Shahnaz Nabila Fuady Shahnaz Nabila Fuady Siagian, Andre Jonathan Silvia Ruhma Dewi, Niky Siregar, Amril Ma'ruf siregar, amril maruf Siti Mutmainnah Siti mutmainnah Siti Nurul Khotimah Sopilawati, Rahma Sri Waluyo Sri Waluyo Subhan Haris Affandy Sudirmansyah Sudirmansyah Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sukamto Sulistiyorini, Rahayu Sultan , Masri Nur sunes, fazlina amalia Susanto, Darmawan Adi SUSI YANTI Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Tazkia Mustaqima Tedy Murtedjo theresia monika naibaho Toni Hidayat Toni Prasetiawan Tri Pambudi, Hariadi Trisko Defriyansa Trisya Septiana Utami, Chatarina Niken Dwi Wahyuni Setyo Budi Utomo, Muhammad Ridho Utoyo , Bambang Wahyudi, Ahmat Wayan Yogie Sentanu Widyasti, Rinanda Putri Widyawati , Ratna wisnu andika jaya Yogi Alexander YULIA RAHMAWATI Yuliantini Eka Putri Yunita , Diana