Claim Missing Document
Check
Articles

PENGENALAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF BERBASIS TEKHNOLOGI INTERAKTIF ANAK USIA DINI Estiningsih; Khoeriyah; Ikka Rusmawardani Afsah; Khusnul Fatimah; Siti Sakdiyah; Umi Fatmawati; Fatimah; Vava Imam Agus Faisal; Hidayatu Munawaroh
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i3.7287

Abstract

Di era sekarang, anak usi dini merupakan generasi alfa yang sangat dekat dengan tekhnologi. Hal ini menjadi tantangan bagi guru anak usia dini untuk dapat membimbing anak menggunakan tekhnologi ke arah yang positif. Tujuanya adalah untuk mengenalkan kepada anak mengenai alat permainan edukatif (APE) berbasis tekhnologi berupa tabungan pintar. Hasil dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan akan literasi digital dan variasi media guru terkait penggunaan tekhnologi sebagai media. Selain itu guru juga mampu menerapkan media yang diberikan pada anak usia dini. Harapan dari guru selanjutnya adalah agar kegiatan menciptakan dan mengenalkan alat peraga edukatif (APE) terus di lakukan terkait penerapan perkembangan tekhnologi yang sangat dibutuhkan.
Penerapan Metode Ta'zir dalam menumbuhkan Disiplin Shalat Jama'ah Bagi santri Pondok Pesantren Nawwir Qulubana Wonosobo Tahun 2023 Salsa Fatma Putri; Ngarifin Shiddiq; Vava Imam Agus Faisal
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.7220

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek yang penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Pondok pesantren menerapkan kedisiplinan dengan metode ta’zir yang mana memberikan hukuman akibat kesalahan yang dibuat. Tujuan ta’zir adalah memberikan efek jera terhadap santri agar tidak melakukan kesalahan yang sama agar nilai-nilai pondok pesantren tercermin dalam kehidupan para santri, terutama dalam menjalankan shalat berjama’ah dan kegiatan rutin pondok pesantren lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penerapan metode ta’zir dapat meningkatkan kedisiplinan santri dalam shalat berjamaah serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan metode ta’zir ini. Penerapan metode ta’zir yang bagus dan efektif diharapkan berimplikasi pada meningkatkan kualitas ibadah dan kedisiplinan para santri.
Upaya Guru PAI Dalam Mencegah Kenakalan Siswa Di SMP Negeri 1 Kejajar Kabupaten Wonosobo Miftahul Huda; Robingun Suyud El Syam; Vava Imam Agus Faisal
Alphateach (Jurnal Profesi Kependidikan dan Keguruan) Vol. 5 No. 1 (2025): ALPHATEACH (JURNAL PROFESI KEPENDIDIKAN DAN KEGURUAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/alphateach.v5i1.9646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Kejajar Kabupaten Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI, kepala sekolah, dan siswa di SMP Negeri 1 Kejajar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil pembahasan & analisis disimpulkan bahwa bentuk-bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 1 Kejajar mencakup perilaku seperti membolos, datang terlambat, berkata tidak sopan, menggunakan HP saat pembelajaran, serta pelanggaran tata tertib lainnya. Meskipun tidak tergolong berat, perilaku tersebut menunjukkan indikasi lemahnya kontrol diri dan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab sebagai pelajar. Upaya yang dilakukan guru PAI dalam mencegah kenakalan siswa dilakukan melalui pendekatan edukatif dan spiritual. Upaya tersebut meliputi pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus, salat Dhuha, dan bimbingan rohani yang disampaikan secara rutin. Selain itu, guru menggunakan pendekatan personal dengan mengajak siswa berdialog secara individu, memberi teladan dalam sikap, serta membangun hubungan yang hangat dan terbuka. Faktor penghambat meliputi lemahnya kontrol diri siswa, tekanan dari keluarga, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh media sosial, serta tuntutan peran ganda guru. Faktor pendukung antara lain adanya dukungan dari kepala sekolah dan guru lain, keterlibatan sebagian orang tua, kesadaran dari dalam diri siswa, serta lingkungan sekolah yang religius dan kondusif. Temuan ini menyarankan guru PAI agar terus meningkatkan pendekatan pembinaan spiritual dan moral kepada siswa melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan. Selain itu, pendekatan personal tetap perlu dikedepankan agar siswa merasa lebih dekat dan terbuka dalam menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi.
PENGELOLAAN EMOSI ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF TEORI PSIKOSOSIAL ERIK ERIKSON Riska Meilana; Novita Rimandhani; Vava Imam Agus Faisal
JURNAL EKSPERIMENTAL : Media Ilmiah Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to examine in depth the role of parents in managing emotions in early childhood based on Erik Erikson's theory of psychosocial development. The article was written using a literature study method by reviewing developmental psychology books, scientific journals, and relevant research results. The results of the study indicate that a child's success in resolving psychosocial crises in early life particularly the stages of trust, autonomy, and initiative is greatly influenced by the quality of parental care. Warm, responsive, and consistent parenting plays a vital role in helping children recognize, express, and manage emotions in a healthy manner. Thus, the role of parents is not limited to meeting a child's physical needs but also includes ongoing emotional support as a foundation for a child's psychosocial development.
DAMPAK PENGGUNAAN APLIKASI GAME TERHADAP PERILAKU MORAL DALAM BERMASYARAKAT PADA ANAK USIA DINI: LITERATURE REVIEW Salis Wahyu Hidayati; Sibawaihi; Vava Imam Agus Faisal; Umi Latifah; Pamungkas Stiya Mulyani; Anita, Sri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50044

Abstract

Technology influences the social lives of both young children and adults. According to research, games and video games can provide engaging life experiences and keep children occupied without burdening parents with childcare. Games and video games are now widely available in schools and homes around the world. In this literature review, the research focuses on determining whether games and video games have a social-moral impact on the development of young children during their “golden age.” Research sources were synthesized from articles published in high-quality international databases such as IEEE Xplore, Springer, ScienceDirect, Scopus, and ResearchGate, as well as the nationally indexed SINTA database. The objectives of this study are to identify the purposes of interactive games and videos in the physical and social-moral development of young children; to identify the features of games and videos that impact the physical and social-moral development of young children; and to identify the technologies commonly used to engage young children in their daily lives. It was found that games or video games influence young children’s interest in learning within the school environment because, when aligned with the school curriculum, they have a very positive impact on moral development, fostering empathy and collaboration with other children. However, on the other hand, the lack of restrictions on the use of games and video games outside the school environment has a negative impact on children’s emotional and mental development. Furthermore, children who become addicted to games without time limits, supervision, or defined goals may develop antisocial behavior.
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK KELAS 8 PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP RIFA’IYAH 01 SAPURAN Arifin, Yusup; Khoiri, Ahmad; Vava Imam Agus Faisal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51799

Abstract

This study aims to: (1) determine the level of students’ learning readiness, (2) determine the level of students’ discipline, and (3) examine the effect of learning readiness on students’ discipline in Islamic Religious Education at SMP Rifa’iyah 01 Sapuran. This study used a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected through questionnaires and documentation. The data were analyzed using validity test, reliability test, normality test, Product Moment correlation, simple linear regression, and t-test with the help of SPSS. The results show that students’ learning readiness is in the good category with an average score of 29, while students’ discipline is also in the good category with an average score of 25.5. The correlation analysis indicates a very strong relationship between learning readiness and discipline, with a correlation coefficient of 0.980 and a significance value of 0.000. In addition, learning readiness contributes 96.1% to students’ discipline. It can be concluded that learning readiness has a significant effect on students’ discipline. The better the students’ learning readiness, the higher their level of discipline in the learning process.
Co-Authors Ade Pranata Adi, Nugroho Prasetya Adityas Firmansah Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Khoiri Aina Sifa Mustika Putri Alvian Ramadhan Amelia Khodijah Anggit Amelina Angkin Dayu Safitri Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta ARIF HIDAYATULLAH Arif Puji Haryadi Arina Fikarotal Ulya Ashief El Qorny Asyifa Nur Khofifah Azka Maola Rizky Natanazaly Botok Rahayu Dina Lutfa Azizi Dina Widianingrum Diyah Tri Estuti El Syam, Robingun Suyud Ellisia Azizah Estiningsih Fatimah Febrian Karuna Gita Sista Indarsih Hasna Abiyyu Hidayatu Munawaroh Hoerus Sifa Ikka Rusmawardani Afsah Ilsa Atkol Atkia Izza Alfiani Karima Faizatunni’mah Khasanah, Ulfatul Khifti Maulaya Falakhi Khoeriyah KHUSNUL FATIMAH Lailatul Soimah Latifatur Rahmah Marfu`ah Melati Ayu Febriana Miftahul Huda Moh Sakir Moh. Sakir Mohamad Syafiq Mujtaba Muchotob Hamzah Mufida Salsabila Muhamad Nur Yasin Muhamad Subagio Muhammad Fadli Al Farizi Muhammad Irham Zamzami Nadia Dwi Safitri Nahdi Abdussani Nala Fury Ashlah Nasikhatul Karimah Ngarifin Shidiq Ngarifin Sihddiq Ngarifn Shidiq Nova Nur Ramandhani Novita Rimandhani Nur Fais Nur Kuningaisatun Silmi Nurul Afifah Nurul Firma Aprilliani Pamungkas Stiya Mulyani Pawit Rohmat Cahyono Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Rani Soraya Riska Meilana Riski Meilani Riva Azahra, Yuan Rohmatul Ifadah Salamah Churiyatul Jannah Salis Wahyu Hidayati Salsa Fatma Putri Shelsabella Qoulan Sadida Shiddiq, Ngarifin Shinta Nuraini Sibawaihi Sibawaihi Sinta Amalia Siti Sakdiyah Sri Anita Sri Haryanto Suprihatin Takhta Alfina Tia Hanny Hapsari Tri Selo Cahyono Ulil Absor Umi Fatmawati Umi Latifah Yayu Konita Istiqomah Yeningsih Yeningsih Yusup Arifin, Yusup zhul fahmi hasani `Arifah Nurul Azizah