Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI PENGEMBANGAN BUDAYA DAN SENI ISLAMI DALAM PENDIDIKAN ERA DIGITAL Puput Anjarwati; Putri Ayu Lestari; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6832

Abstract

Inovasi pengembangan budaya dan seni Islami dalam pendidikan era digital menjadi krusial untuk menjaga relevansi nilai-nilai Islam di tengah kemajuan teknologi. Artikel ini membahas transformasi pendidikan Islam melalui integrasi media digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok untuk mengembangkan seni kaligrafi digital, musik nasyid interaktif, serta konten budaya Islami berbasis VR/AR. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pembelajaran tetapi juga menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam menyampaikan ajaran Islam secara menarik dan kontekstual. Melalui tinjauan literatur dan analisis kasus, ditemukan bahwa tantangan utama meliputi kesenjangan digital dan konten tidak autentik, sementara peluangnya terletak pada inovasi pembelajaran hybrid yang memadukan tradisi dengan teknologi. Hasilnya, pendidikan seni Islami dapat memperkaya identitas budaya sambil mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Rekomendasi mencakup pelatihan guru dan pengembangan platform khusus untuk seni Islami digital.
Konsep Guru PAI Ideal (Analisis dalam Konteks Islam, Budaya dan Seni) Muhammad Fadli Al Farizi; Muhammad Irham Zamzami; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6856

Abstract

Permasalahan empiris dalam pendidikan agama Islam saat ini menunjukkan bahwa konsep Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ideal belum sepenuhnya dipahami dan diimplementasikan secara komprehensif, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dimensi budaya dan seni. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Guru PAI ideal dalam perspektif Islam serta relevansinya dengan budaya dan seni sebagai sarana pendidikan yang kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema Guru PAI, Islam, budaya, dan seni. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru PAI ideal memiliki kompetensi keilmuan, keteladanan akhlak, kemampuan pedagogik, serta kepekaan kultural yang memungkinkan nilai-nilai Islam disampaikan secara adaptif dan bermakna melalui pendekatan budaya dan seni. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Islam, budaya, dan seni merupakan konsep strategis dalam membentuk peran Guru PAI yang ideal dan responsif terhadap tantangan pendidikan modern. Implikasi penelitian ini mendorong penguatan paradigma pendidikan PAI yang lebih inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian nilai keislaman dalam kehidupan sosial-budaya.
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH DALAMMEMBANGUN KARAKTER SISWA Nahdi Abdussani; Ahlul Nazza Kaffi; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6862

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi budaya religius di sekolah dalam membangun karakter siswa. Bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi penerapan budaya religius di lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter peserta didik, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terkait praktik pendidikan religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya religius diwujudkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, serta pengintegrasian nilai-nilai religius dalam proses pembelajaran. Implementasi ini berdampak positif pada terbentuknya perilaku siswa yang lebih disiplin, jujur, santun, dan bertanggung jawab. Disimpulkan bahwa budaya religius tidak hanya memperkuat aspek spiritual siswa, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun karakter yang berakhlak mulia dan berintegritas di lingkungan pendidikan.
TINJAUAN LITERATUR : EVALUASI HASIL BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI Latifatur Rahmah; Lailatul Soimah; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6883

Abstract

Evaluasi hasil belajar merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi untuk menilai pencapaian peserta didik sekaligus sebagai dasar perbaikan mutu pembelajaran. Dalam perspektif psikologi, evaluasi tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mempertimbangkan faktor psikologis seperti motivasi, minat, kesiapan belajar, serta tahap perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis hasil-hasil penelitian terkait evaluasi hasil belajar berdasarkan pendekatan psikologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif naratif terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan dengan evaluasi hasil belajar dan psikologi pendidikan. Artikel yang terpilih dianalisis berdasarkan fokus kajian, metode penelitian, serta temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi hasil belajar yang berbasis psikologi mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan peserta didik, karena mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses belajar. Integrasi prinsip psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan dalam evaluasi terbukti mendukung pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal. Oleh karena itu, evaluasi hasil belajar perlu dirancang secara holistik dan adaptif agar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan psikologis peserta didik.
Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Gotong Royong: Studi Observasi dalam Pembelajaran PAI Azka Maola Rizky Natanazaly; Ulil Absor; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter berbasis budaya gotong royong dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan pembina asrama di PPTQ Al As’ariyyah. Fokus penelitian diarahkan pada penerapan nilai gotong royong dalam kegiatan kebersihan kamar santri dan roan lingkungan kamar sebagai bentuk pembiasaan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kebersihan kamar yang dilaksanakan secara rutin melalui sistem piket kelompok serta roan lingkungan kamar mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial pada santri. Peran pembina asrama sangat penting dalam mengarahkan, membimbing, dan memberikan keteladanan sehingga nilai gotong royong dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari santri. Dengan demikian, kegiatan kebersihan kamar dan roan lingkungan kamar terbukti menjadi media efektif dalam implementasi pendidikan karakter berbasis budaya gotong royong yang selaras dengan tujuan pembelajaran PAI.
Strategi Mengintegrasikan Seni dan Budaya dalam Pembelajaran PAI di SMP N 1 Garung Wonosobo Anggit Amelina; Sinta Amalia; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi mengintegrasikan seni dan budaya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP N 1 Garung, Kabupaten Wonosobo. Pendekatan ini digunakan untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai keislaman secara kontekstual melalui seni dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, peserta didik, dan pihak sekolah, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi seni dan budaya dilakukan melalui pemanfaatan seni tari, qiro’ah, hadroh, tilawah Al-Qur’an, dan seni khot, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Seni budaya lokal seperti lengger dan karawitan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan penyesuaian terhadap nilai-nilai Islam. Strategi ini didukung oleh kerja sama antar guru dan terbukti meningkatkan motivasi belajar, partisipasi siswa, serta penghayatan nilai-nilai religius dan sikap toleransi peserta didik. Meskipun demikian, integrasi seni dan budaya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana dan kemampuan guru dalam bidang seni. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sekolah dan pelatihan guru agar pembelajaran PAI berbasis seni dan budaya dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
INTERNALISASI NILAI BUDAYA, SENI, DAN AGAMA SEBAGAI LANDASAN KEHARMONISAN MASYARAKAT LIPURSARI Nur Kuningaisatun Silmi; Hoerus Sifa; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6907

Abstract

Proses penanaman nilai budaya, seni, dan agama memiliki peranan yang signifikan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan beragam. Budaya menjadi acuan norma dan tata kehidupan sosial, seni berfungsi sebagai sarana ekspresi estetis yang menumbuhkan empati, sementara agama memberikan tuntunan etika dan spiritual bagi manusia. Artikel ini membahas pentingnya internalisasi nilai budaya, seni, dan agama sebagai fondasi keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai secara konsisten melalui pendidikan, keteladanan, dan interaksi sosial sehari-hari dapat memperkuat sikap toleran, rasa saling menghormati, serta kesadaran hidup bersama. Oleh karena itu, internalisasi nilai budaya, seni, dan agama menjadi elemen penting dalam membangun masyarakat yang damai, bermartabat, dan mampu menghadapi dinamika perubahan sosial.
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR :  STUDI LITERATUR REVIEW Riski Meilani; Suprihatin; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6946

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran siswa sekolah dasar. Salah satu faktor eksternal yang berperan besar dalam meningkatkan motivasi belajar adalah lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah mencakup aspek fisik, seperti kondisi ruang kelas, fasilitas, dan sarana prasarana, serta aspek sosial berupa hubungan antara guru dan siswa, interaksi antarsiswa, dan iklim belajar yang tercipta di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal nasional, dan publikasi akademik yang relevan dengan topik lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang kondusif, aman, bersih, dan didukung oleh interaksi sosial yang positif mampu meningkatkan minat, semangat, serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selain itu, metode pembelajaran yang kreatif, ketersediaan fasilitas yang memadai, serta dukungan emosional dari guru berkontribusi signifikan dalam membangun motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peningkatan motivasi belajar siswa tidak hanya bergantung pada faktor internal, tetapi juga memerlukan pengelolaan lingkungan sekolah yang optimal dan berkelanjutan  
TRADISI NGAPATI DALAM BUDAYA MASYARAKAT JAWA PERSPEKTIF ISLAM Nurul Firma Aprilliani; Mufida Salsabila; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6880

Abstract

Artikel ini membahas tradisi Ngapati dalam budaya masyarakat Jawa dari perspektif Islam. Tradisi Ngapati merupakan ritual yang dilaksanakan pada usia kehamilan empat bulan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan doa atas keselamatan ibu serta janin yang dikandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan tujuan pelaksanaan tradisi Ngapati, prosesi serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya, serta bentuk penyesuaian tradisi tersebut agar selaras dengan nilai-nilai dan syariat Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa, serta didukung oleh literatur keislaman dan budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngapati mengandung nilai-nilai sosial dan spiritual, seperti rasa syukur kepada Allah SWT, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui doa dan sedekah. Namun, beberapa unsur tradisi mengalami penyesuaian untuk menghindari praktik yang bertentangan dengan prinsip tauhid. Penyesuaian dilakukan dengan mengganti unsur-unsur mistik dengan kegiatan ibadah, seperti pembacaan Al-Qur’an, doa, dan sedekah, tanpa menghilangkan identitas budaya lokal. Dengan demikian, tradisi Ngapati dapat tetap dilestarikan sebagai warisan budaya yang selaras dengan ajaran Islam.
URGENSI TES PSIKOLOGI MINAT DAN BAKAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Khasanah, Ulfatul; Amelia Khodijah; Febrian Karuna; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7097

Abstract

Tes psikologi minat dan bakat memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi potensi, kecenderungan, serta kemampuan dasar anak sejak usia sekolah dasar. Pada tahap perkembangan ini, anak berada pada fase pembentukan karakter, minat belajar, dan arah pengembangan diri sehingga diperlukan upaya sistematis untuk mengenali potensi yang dimilikinya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelaksanaan tes psikologi minat dan bakat pada anak usia sekolah dasar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik tes psikologi, minat, dan bakat anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes psikologi minat dan bakat dapat membantu guru dan orang tua dalam memahami karakteristik individu anak, merancang strategi pembelajaran yang sesuai, serta mengarahkan anak pada kegiatan yang mendukung potensi optimalnya. Selain itu, tes ini berperan dalam mencegah kesalahan penempatan belajar dan mengurangi tekanan akademik yang tidak sesuai dengan kemampuan anak. Dengan demikian, tes psikologi minat dan bakat memiliki urgensi yang tinggi untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar sebagai upaya mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak secara optimal.
Co-Authors Ade Pranata Adi, Nugroho Prasetya Adityas Firmansah Ahlul Nazza Kaffi Aina Sifa Mustika Putri Alvian Ramadhan Amalia Rosyadah Amelia Khodijah Anggit Amelina Angkin Dayu Safitri Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta ARIF HIDAYATULLAH Arif Puji Haryadi Arina Fikarotal Ulya Ashief El Qorny Asyifa Nur Khofifah Ati’il Khusna Azka Maola Rizky Natanazaly Botok Rahayu Chikma Fauziyah Arrizqi Dina Lutfa Azizi Dina Widianingrum Dinda Aisyah Nurul Aulia Diyah Tri Estuti El Syam, Robingun Suyud Ellisia Azizah Febrian Karuna Gita Sista Indarsih Hasna Abiyyu Hoerus Sifa Ilsa Atkol Atkia Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Izza Alfiani Karima Faizatunni’mah Khasanah, Ulfatul Khifti Maulaya Falakhi Lailatul Soimah Latifatur Rahmah M. Hafizh Abdulloh M. Robiuzzainis Shofa Mailatussakinah Marfu`ah Melati Ayu Febriana Moh Sakir Moh. Sakir Mohamad Syafiq Mujtaba Muchotob Hamzah Mufida Salsabila Muhamad Nur Yasin Muhamad Subagio Muhammad Fadli Al Farizi Muhammad Irham Zamzami Muhammad Rafi Firnanda Nadia Dwi Safitri Nahdi Abdussani Nala Fury Ashlah Nasikhatul Karimah Nelly Agustina Ngarifin Shidiq Ngarifin Sihddiq Ngarifn Shidiq Nova Nur Ramandhani Nur Fais Nur Kuningaisatun Silmi Nur Laili Khusnina Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurul Afifah Nurul Firma Aprilliani Pawit Rohmat Cahyono Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rani Soraya Riska Aprilia Riski Meilani Riva Azahra, Yuan Riza Maysharoh Rohmatul Ifadah Salamah Churiyatul Jannah Salis Amhailun Naja Shelsabella Qoulan Sadida Shinta Nuraini Sinta Amalia SITI SHOLIHAH Slamet Wahyu Asih Sri Haryanto Suprihatin Takhta Alfina Talita Nadia Kamila Tia Hanny Hapsari Tri Selo Cahyono Tutur lanang Sutrisno Ulil Absor Wissda Azzahro Chairunisa Yayu Konita Istiqomah Yeningsih Yeningsih zhul fahmi hasani `Arifah Nurul Azizah