Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWA DI SDIT AL-MA’RUF TEGALREJO MAGELANG Salis Amhailun Naja; Isqi Faidla Rahmatika; Dinda Aisyah Nurul Aulia; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya religius dalam penanaman nilai-nilai karakter pada siswa di SDIT Al-Ma’ruf Tegalrejo Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius yang diterapkan melalui program 3S (Senyum, Salam, Sapa), sarapan pagi, serta shalat berjamaah (Dhuha dan Dhuhur) mampu menumbuhkan nilai religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kemandirian pada siswa. Guru berperan aktif sebagai teladan utama melalui pembiasaan adab, kedisiplinan ibadah, dan penguatan akhlak dalam interaksi sehari-hari. Selain itu, kegiatan religius yang terstruktur juga berdampak positif pada interaksi sosial siswa, meningkatkan ukhuwah, empati, ketertiban, serta kecerdasan emosional mereka. Dengan demikian, budaya religius berperan sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter Islami siswa secara menyeluruh.
Integrasi Nilai Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Tumpengan di PPTQ Nawwir Quluubanaa Wonosobo Talita Nadia Kamila; Nur Laili Khusnina; Rafi’ Ghatfhan Syafi’I; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6654

Abstract

Tradisi tumpengan merupakan warisan budaya Jawa yang mengandung nilai filosofis dan religius, serta berfungsi sebagai media integrasi antara nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi nilai Islam dan budaya Jawa dalam tradisi tumpengan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Nawwir Quluubanaa Wonosobo serta relevansinya terhadap pembentukan karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tumpengan memuat nilai-nilai Islam, seperti syukur dan ketauhidan, ukhuwah Islamiyah, dan keikhlasan, yang tercermin dalam praktik kebersamaan, doa, dan berbagi makanan. Selain itu, tradisi ini merefleksikan nilai budaya Jawa berupa guyub, rukun, tepa selira, serta konsep selametan sebagai upaya menjaga harmoni sosial dan spiritual. Pelaksanaan tumpengan di PPTQ Nawwir Quluubanaa tidak bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan menjadi bentuk akulturasi yang memperkuat nilai religius dan sosial santri. Oleh karena itu, tradisi tumpengan tetap relevan sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya Islam-Jawa di era modern.
Belajar Islam dari Wayang: Perspektif Generasi Muda Pecinta Wayang Tutur lanang Sutrisno; Riza Maysharoh; Nur Maulidina Zahrotul Afiyah; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6697

Abstract

Wayang sebagai warisan budaya nusantara tidak hanya hadir sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sarana penyampaian nilai moral, spiritual, dan sosial. Dalam dinamika Islam di Indonesia, wayang digunakan sebagai dakwah kultural yang lentur dan dialogis, meski di era modern dengan arus globalisasi dan dominasi media digital posisinya kerap dianggap menjauh dari generasi muda. Artikel ini menelaah pemaknaan generasi muda pecinta wayang terhadap nilai-nilai Islam dalam cerita pewayangan serta relevansinya bagi kehidupan mereka, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penguatan studi pustaka ilmiah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) wayang dipahami sebagai narasi kehidupan yang menyediakan ruang refleksi keislaman secara kontekstual, 2) nilai akhlak, amanah, pengendalian diri, kebijaksanaan sosial, dan sikap moderat dipelajari melalui tokoh serta konflik cerita yang dekat dengan realitas manusia, 3) cara penyampaian nilai dalam wayang dinilai selaras dengan Islam Nusantara karena berwatak inklusif dan tidak konfrontatif. Walau menghadapi perubahan selera hiburan dan pola konsumsi budaya, wayang tetap potensial sebagai media pembelajaran nilai Islam jika dikembangkan secara kritis dan adaptif, terutama untuk memperkuat kesadaran keislaman generasi muda yang berakar pada konteks sosial-budaya lokal.
Ekstrakurikuler Hadroh Sebagai Sarana Pembinaan Karakter Keislaman Anggota Rohis di SMAN 1 Mojotengah Isma Maulana; Riska Aprilia; Nelly Agustina; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6737

Abstract

Pendidikan karakter keislaman merupakan bagian penting dalam pembentukan kepribadian peserta didik yang tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan yang berperan dalam pembinaan karakter tersebut adalah ekstrakurikuler hadroh yang berada di bawah naungan Rohani Islam (Rohis). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ekstrakurikuler hadroh sebagai sarana pembinaan karakter keislaman anggota Rohis di SMAN 1 Mojotengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan hadroh mampu menumbuhkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama melalui pembiasaan dan keteladanan dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, kegiatan ini juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan penguatan spiritual siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler hadroh terbukti efektif sebagai sarana pembinaan karakter keislaman di lingkungan sekolah.
Adat Pernikahan sebagai Identitas Budaya Lokal Masyarakat Dusun Sarimulyo, Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo Ati’il Khusna; Amalia Rosyadah; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6877

Abstract

Perubahan sosial dan modernisasi berpotensi menggeser praktik adat pernikahan sebagai identitas budaya lokal masyarakat pedesaan, sebagaimana terjadi di Dusun Sarimulyo, Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adat pernikahan sebagai identitas budaya lokal, memahami makna simbolik yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis relevansinya bagi keberlanjutan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pelaku pernikahan, serta didukung oleh observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat pernikahan di Dusun Sarimulyo memiliki tahapan khas yang sarat nilai religius, sosial, dan kearifan lokal yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial dan identitas kolektif masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan globalisasi, adat pernikahan ini masih dipertahankan melalui proses adaptasi tanpa menghilangkan nilai inti tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adat pernikahan tidak hanya berperan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media transmisi nilai antar generasi, dengan implikasi penting bagi upaya pelestarian budaya lokal berbasis komunitas.
Integrasi Nilai Agama dan Budaya Seni di Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo Muhammad Rafi Firnanda; M. Robiuzzainis Shofa; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6902

Abstract

Integrasi nilai agama dan budaya seni di masyarakat pedesaan kerap menghadapi tantangan berupa anggapan bahwa praktik seni tradisional bertentangan dengan ajaran agama, sebagaimana ditemukan secara empiris di Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi nilai agama dan budaya seni, peran tokoh masyarakat dalam proses integrasi tersebut, serta implikasinya terhadap kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi tokoh agama, pelaku seni, dan masyarakat desa yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai agama dan budaya seni di Desa Kemejing terwujud melalui internalisasi nilai-nilai religius dalam praktik seni tradisional, seperti pesan moral, etika Islami, dan fungsi dakwah kultural. Integrasi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap seni sebagai media pendidikan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan kultural-religius mampu menjadi solusi kontekstual dalam menjaga harmonisasi agama dan budaya, serta berimplikasi pada penguatan kohesi sosial dan keberlanjutan seni tradisional di masyarakat pedesaan.
FILOSOFI GAMELAN DALAM KEHIDUPAN SERTA RELEVANSINYA DENGAN AJARAN ISLAM Vava Imam Agus Faisal; Chikma Fauziyah Arrizqi; Siti Sholihah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi gamelan Jawa serta relevansinya dengan ajaran Islam, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kasus pada Sanggar Ngudi Budoyo Sri Wahyu Kencono di Desa Ndawuhan Kayugiyang, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamelan Jawa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan seni budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang selaras dengan ajaran Islam, seperti nilai kebersamaan, keharmonisan, kesabaran, dan pengendalian diri. Selain itu, gamelan berperan sebagai media dakwah dan pelestarian tradisi Islam melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Faktor pendukung pelestarian gamelan meliputi peran aktif sanggar, dukungan masyarakat, dan integrasi dengan kegiatan sosial-keagamaan, sedangkan faktor penghambatnya antara lain keterbatasan pendanaan, pengaruh budaya modern, dan minimnya peran generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gamelan Jawa masih relevan dan memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga harmoni sosial serta identitas budaya dan religius masyarakat.
PENGEMBANGAN SENI GAMELAN OLEH KRT. (KANJENG RADEN TUMENGGUNG) DWIDJO HARSONO : STRATEGI, TANTANGAN, DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT DESA PRIGI BANJARNEGARA Wissda Azzahro Chairunisa; Mailatussakinah; Vava Imam Agus Faisal
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, tantangan, dan dampak pengembangan seni gamelan yang dilakukan oleh KRT. Dwidjo Harsono di Desa Prigi, Banjarnegara. Seni gamelan sebagai warisan budaya tak benda memiliki nilai historis, filosofis, sosial, dan edukatif yang penting bagi masyarakat Jawa, namun menghadapi tantangan serius akibat modernisasi dan perubahan pola kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan gamelan dilakukan melalui pewarisan ilmu secara turun-temurun, pembinaan generasi muda sejak dini, latihan rutin berkelanjutan, keterlibatan gamelan dalam kegiatan sosial dan adat, serta promosi melalui pentas budaya. Tantangan utama meliputi lemahnya regenerasi, keterbatasan sarana dan pendanaan, perubahan selera generasi muda, serta minimnya manajemen seni yang profesional. Adapun dampak pengembangan gamelan dirasakan secara bertahap, berupa tumbuhnya rasa bangga dan identitas budaya masyarakat, penguatan solidaritas sosial, serta internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada generasi muda. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan seni gamelan berbasis nilai lokal dan partisipasi masyarakat mampu menciptakan keberlanjutan budaya yang kontekstual dan berakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat desa.
MITONI DI DAERAH WONOSOBO Slamet Wahyu Asih; Vava Imam Agus Faisal
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6989

Abstract

Tradisi mitoni merupakan ritual tujuh bulanan kehamilan pertama yang hidup dalam budaya Jawa sebagai bentuk doa, syukur, dan permohonan keselamatan bagi ibu dan janin. Di Kabupaten Wonosobo, praktik mitoni memperlihatkan perpaduan antara nilai adat Jawa, ajaran Islam, serta konteks sosial pedesaan pegunungan yang masih kuat memegang tradisi kolektif dan gotong royong.Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelaksanaan mitoni di Wonosobo, menelaah makna simbolik sesaji dan rangkaian prosesi, serta menganalisis transformasi nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual yang menyertainya pada periode 2020– 2025. Penulisan menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah jurnal-jurnal mutakhir mengenai mitoni dan slametan Jawa, kemudian dikontekstualisasikan dengan kondisi masyarakat Wonosobo.Hasil kajian menunjukkan bahwa mitoni berfungsi sebagai media penguatan kohesi sosial, sarana transmisi nilai religius dan moral keluarga, serta wujud akulturasi Islam–Jawa yang tampak pada bacaan doa, jenis sesaji, dan struktur kepemimpinan ritual. Di tengah modernisasi, sejumlah unsur simbolik mengalami penyederhanaan, tetapi inti fungsi sosial–spiritual mitoni tetap terpelihara, terutama di kalangan masyarakat yang masih menempatkan slametan sebagai inti kehidupan religius Jawa. Temuan ini menegaskan bahwa mitoni di Wonosobo bukan sekadar upacara daur hidup, tetapi juga ruang negosiasi identitas budaya dan religius masyarakat Jawa pegunungan.
Pengaruh Ajaran Islam Terhadap Perkembangan Seni Budaya Tradisional di Nusantara (Studi Lapangan di SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo) Dina Lutfa Azizi; Gita Sista Indarsih; Pawit Rohmat Cahyono; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6646

Abstract

Masuknya Islam ke Nusantara membawa pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan seni budaya tradisional melalui proses akulturasi yang berlangsung secara damai dan adaptif. Seni budaya tidak diposisikan sebagai praktik estetika semata, melainkan sebagai medium penyampaian nilai-nilai tauhid, akhlak, dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ajaran Islam terhadap pengembangan seni budaya tradisional dalam lingkungan pendidikan, dengan mengambil studi lapangan di SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan melalui observasi dan wawancara dengan guru seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ajaran Islam dalam pembelajaran seni budaya mampu membentuk orientasi berkesenian yang religius, terarah, dan beretika. Implementasi nilai-nilai Islam diwujudkan melalui pemanfaatan motif kaligrafi dan geometris dalam seni rupa, pengembangan seni musik Islami seperti rebana, serta pementasan teater bernuansa moral dan religius. Integrasi tersebut tidak hanya memperkaya makna estetika karya seni, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter religius peserta didik dan penguatan identitas seni budaya Nusantara. Penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Islam tidak membatasi kreativitas seni, melainkan memberikan landasan nilai yang memperdalam makna dan fungsi seni sebagai media pendidikan karakter di tengah dinamika perkembangan zaman.
Co-Authors Ade Pranata Adi, Nugroho Prasetya Adityas Firmansah Ahlul Nazza Kaffi Aina Sifa Mustika Putri Alvian Ramadhan Amalia Rosyadah Anggit Amelina Angkin Dayu Safitri Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta ARIF HIDAYATULLAH Arif Puji Haryadi Arina Fikarotal Ulya Ashief El Qorny Asyifa Nur Khofifah Ati’il Khusna Azka Maola Rizky Natanazaly Botok Rahayu Chikma Fauziyah Arrizqi Dina Lutfa Azizi Dina Widianingrum Dinda Aisyah Nurul Aulia Diyah Tri Estuti El Syam, Robingun Suyud Ellisia Azizah Gita Sista Indarsih Hasna Abiyyu Hoerus Sifa Ilsa Atkol Atkia Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Izza Alfiani Karima Faizatunni’mah Khifti Maulaya Falakhi Lailatul Soimah Latifatur Rahmah M. Hafizh Abdulloh M. Robiuzzainis Shofa Mailatussakinah Marfu`ah Melati Ayu Febriana Moh Sakir Moh. Sakir Mohamad Syafiq Mujtaba Muchotob Hamzah Muhamad Nur Yasin Muhamad Subagio Muhammad Fadli Al Farizi Muhammad Irham Zamzami Muhammad Rafi Firnanda Nadia Dwi Safitri Nahdi Abdussani Nala Fury Ashlah Nasikhatul Karimah Nelly Agustina Ngarifin Shidiq Ngarifin Sihddiq Ngarifn Shidiq Nova Nur Ramandhani Nur Fais Nur Kuningaisatun Silmi Nur Laili Khusnina Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurul Afifah Pawit Rohmat Cahyono Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rani Soraya Riska Aprilia Riski Meilani Riva Azahra, Yuan Riza Maysharoh Rohmatul Ifadah Salamah Churiyatul Jannah Salis Amhailun Naja Shelsabella Qoulan Sadida Shinta Nuraini Sinta Amalia SITI SHOLIHAH Slamet Wahyu Asih Sri Haryanto Suprihatin Takhta Alfina Talita Nadia Kamila Tia Hanny Hapsari Tri Selo Cahyono Tutur lanang Sutrisno Ulil Absor Wissda Azzahro Chairunisa Yayu Konita Istiqomah Yeningsih Yeningsih zhul fahmi hasani `Arifah Nurul Azizah