Articles
PENGARUH MEDIA MATCH ME (GANTUNG AKU) TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL POLA PADA KELOMPOK A TK KEMALA BHAYANGKARI PONOROGO
AYU WULANDARI, NATALINA;
FITRI, RUQOYYAH
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa guru mengajarkan matematika hanya dengan mengenalkan lambang bilangan. Sedangkan ketika belajar lambang bilangan anak harus mampu mengenal bentuk angka. Untuk mengenal bentuk angka harus mengenal konsep pola terlebih dahulu. Kemampuan mengenal konsep pola merupakan tahapan awal pembelajaran matematika yang sangat penting bagi kemampuan kognitif anak dimasa yang akan datang. Maka dari itu, perlu adanya media yang menarik, salah satunya dengan menggunakan media Match Me (Gantung Aku). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media Match Me (Gantung Aku) terhadap kemampuan kognitif mengenal pola pada kelompok A TK Kemala Bhayangkari Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design dengan rancangan Non Equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah masing-masing 17 anak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Penelitian ini menggunakan interrater reliability dengan uji konsistensi Cohen?s Kappa. Teknik analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Jika nilai signifikansi atau Sig (2-tailed) < dari 0,05 maka hipotesis atau Ha diterima dan Ho ditolak. Sebaliknya jika nilai signifikansi signifikansi atau Sig (2-tailed) > dari 0,05 maka hipotesis atau Ha ditolak dan Ho diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak belajar melalui trial and error agar mampu mencapai tingkat perkembangan yang lebih baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 < 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji Paired Sample T Test dapat disimpulkan bahwa media Match Me (Gantung Aku) berpengaruh terhadap kemampuan kognitif mengenal pola pada kelompok A TK Kemala Bhayangkari Ponorogo.
PENGARUH PERMAINAN "LOLA KENA" TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 25 WAGE SIDOARJO
SETIA PUJI ASTUTIK, FERA;
FITRI, RUQOYYAH
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh permainan ?lola kena? terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Wage Sidoarjo yang dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan motorik kasar anak dalam aspek keseimbangan, kelenturan dan kelincahan. Subyek penelitian berjumlah 47 anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan rancangan non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji data statistik non-parametik yaitu Mann-Whitney U-Test. Hasil analisis data uji Mann-Whitney U-Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2 tailed) yaitu sebesar 0,000, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji Mann-Whitney U-Test dengan taraf signifikansi atau Asymp. Sig (2 tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan terdapat perbedaan signifikansi antara rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Dengan demikian, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh ?lola kena? terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Wage Sidoarjo. Kata Kunci : motorik kasar, permainan ?lola kena? dan usia 5-6 tahun
PENGARUH TEKNIK MODIFIKASI FADING TERHADAP KEMAMPUAN KEAKSARAAN PADA KELOMPOK A TK DHARMA WANITA PERSATUAN JABON SIDOARJO
DWI NANING AGUSTINAH, SITI;
FITRI, RUQOYYAH
PAUD Teratai Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PAUD Teratai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Kemampuan keaksaraan termasuk dalam aspek perkembangan bahasa. Kemampuan keaksaraan harus dimiliki anak agar kemampuan membaca dan menulis dapat dikuasai anak di kemudian hari.Pada kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan Kedungpandan dan TK Dharma Wanita Persatuan Semambung ditemukan bahwa kemampuan keaksaraan anak masih kurang dalam hal menulis huruf. Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam hal ini adalah teknik modifikasi fading. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik modifikasi fading terhadap kemampuan keaksaraan pada kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan Jabon Sidoarjo.Jenis penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan rancangan Quasi Eksperimental jenis Nonequivalent Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 30 anak anak kelompok A yang terdiri dari 15 anak di TK Dharma Wanita persatuan Kedungpandan dan 15 anak di TK Dharma Wanita persatuan Semambung Jabon Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan uji Mann Whitney yang dilakukan dengan bantuan SPSS 16 maka didapatkan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) menunjukkan nilai 0,011 kurang dari 0,05 atau 0,011<0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan keaksaraan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memiliki selisih nilai pre-test dan post-test lebih tinggi daripada kelas eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik modifikasi fading memberi pengaruh pada perubahan signifikan pada hasil nilai kelas eksperimen. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh teknik modifikasi fading terhadap kemampuan keaksaraan kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan Jabon Sidoarjo. Kata kunci: teknik modifikasi fading, kemampuan keaksaraan. Abstract Literacy skills are included in aspects of language development. Literacy skills must be possessed by children so that the ability to read and write can be mastered by children in the future. In A group TK Dharma Wanita Persatuan Kedungpandan Association and TK Dharma Wanita Persatuan Semambung it was found that childrens literacy skills were still lacking in writing letters. One technique that can be used in this case is the fading modification technique. The purpose of this study was to determine the effect of fading modification techniques on literacy skills in the A group TK Dharma Wanita Persatuan Jabon Sidoarjo. This type of research uses the type of experiment with the design of the Quasi Experimental type of Nonequivalent Control Group Design. The number of samples in this study were 30 children of group A consisting of 15 children at the TK Dharma Wanita Persatuan Kedungpandan and 15 children at the TK Dharma Wanita Persatuan Semambung Jabon Sidoarjo. Data collection techniques used in this study are testing techniques, observation, and documentation. Data analysis techniques in this study are hypothesis testing using the Mann-Whitney test. Based on the Mann Whitney test carried out with the help of SPSS 16, the Asymp. Sig results were obtained. (2-tailed) shows a value of 0.011 less than 0.05 or 0.011 <0.05. Then it can be concluded that there are differences in ability in the experimental class and control class. The experimental class has a higher pre-test and post-test difference than the experimental class. This shows that the fading modification technique has a significant effect on the results of the experimental class values.So that it can be concluded that there is the effect of fading modification techniques on literacy skills of the A group TK Dharma Wanita Persatuan Jabon Sidoarjo. Keywords: fading modification techniques, literacy ability.
PENGARUH PERMAINAN “IKUTI JEJAKKU†TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA PUNGGUL SIDOARJO
MAULIA APRILIANTI, RISKA;
FITRI, RUQOYYAH
PAUD Teratai Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PAUD Teratai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan ?ikuti jejakku? terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Punggul Sidoarjo. Subyek dari penelitian ini berjumlah 30 anak kelompok eksperimen dan 30 anak kelompok kontrol. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimental Design dengan jenis Nonequivalent Control Group Design dengan menggunakan 2 kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan menggunakan teknik analisis data yakni Mann-Whitney U-Test. Hasil analisis data yang diperoleh dari perhitungan uji Mann-Whitney U-Test menggunakan IBM SPSS versi 16, mendapatkan hasil yang diketahui nilai Asymp.Sig. (2 tailed) yaitu sebesar 0,000. Dengan dasar pengambilan keputusan apabila Asymp.Sig. < ? (0,05) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimana nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa permainan ?ikuti jejakku? berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Punggul, Sidoarjo. Kata Kunci: permainan?Ikuti Jejakku?, kemampuan mengenal lambang bilangan, anak usia dini
Metakognitif pada Proses Belajar Anak dalam Kajian Neurosains
Ruqoyyah Fitri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jp.v2n1.p56-64
AbstrakKajian ini bertujuan menguraikan perkembangan metakognitif pada anak usia dini yang dikembangkan melalui bermain dan dikaitkan dengan teori neurosains agar dapat dipahami bagaimana anak belajar sesuai dengan cara kerja otak. Pada hakikatnya bermain anak adalah proses belajarnya. Belajar yang dimaksud di sini adalah aktifitas bermain yang diarahkan untuk menuntaskan tugas perkembangan anak usia dini.dalam hal ini adalah perkembangan kognitif. Pada umumnya kemampuan kognitif individu berkembang secara bertahap. Perkembangan kognitif sangat erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. Keterampilan berpikir tersebut perlu dilatih dan terus ditingkatkan agar anak bisa menggunakan proses berpikirnya untuk menyelesaikan masalah belajarnya. Meningkatkan proses berpikir pada dasarnya adalah mengembangkan metakognitif. Proses metakognitif anak dilatihkan melalui kegiatan bermain mulai dari yang sederhana sampai ke yang lebih rumit. Keterampilan metakognitif berkaitan erat denganneurosains yang membahas tentang kinerja otak. Terjadinya proses berpikir tingkat tinggi yang merupakan keterampilan metakognitif seseorang adalah tugas dari bagian depan otak yang disebut dengan lobus prefrontal. Belahan otak bagian depan ini dikenal sebagai pusat kontrol eksekutif atau pusat terjadinya berpikir tingkat tinggi. Juga tempat upaya pemecahan masalah, regulasi demensi emosi, penentu watak dan karakter serta kepribadian seseorang. Dalam hal ini guru dan orang tua harus memperhatikan beberapa masa peka anak yang mendukung proses metakognitif sebagai pedoman pengelolaan pembelajaran di kelas diantaranya; (1) kontrol emosi, dengan menciptkan suasana emosi senang, (2) kontrol kognitif, dengan memilih metode yang mendukung kinerja otak, dan (3) kontrol motorik, dengan melibatkan gerak fisik dalam proses pembelajaran. AbstractThe aim of this study outlines the metacognitive development in early childhood developed through play and is associated with the theory of neuroscience in order to understand how children learn according to how the brain works. In essence, a child's play is learning. Learn what is meant here is the play activities that are directed to complete the task of early childhood development. in this case is of cognitive development. In general, the individual's cognitive abilities develop gradually. Cognitive development is closely associated with the ability to think. The thinking skills need to be trained and continue to be improved so that children can use their thinking process to solve the problem of learning. Improving the thinking is essentially developing metacognitive. Metacognitive processes trained children through play activities ranging from simple to more complex. Metacognitive skills closely related to neuroscience that discusses the performance of the brain. The occurrence of high-level thought processes which constitute metacognitive skills a person is the job of the front part of the brain called the prefrontal lobe. These parts of the forebrain known as the executive control center or the center of the high-level thinking. Also the problem-solving effort, emotion regulation demensi, decisive character and the character and personality of a person. In this case the teachers and parents should pay attention to some sensitive period of child support metacognitive process as classroom management guidelines including; (1) control of emotions, happy emotions by creating an atmosphere, (2) cognitive control, by choosing a method that supports brain performance, and (3) motor control, involving the physical movement in the learning process.
MEDIA NUMBER SENSE UNTUK MENGENALKAN BILANGAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN MULTISENSORI
Ruqoyyah fitri Anwar
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jp.v5n2.p55-64
Rendahnya pengenalan konsep bilangan pada anak usia dini disebabkan pengajaran number sense bersifat abstrak dan banyak menggunakan lembar kerja, sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran yang dilengkapi panduan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan media pembelajaran Number Sense yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu Al Ibrah Gresik. Metode pengembangan yang dipakai mengikuti model pengembangan Borg and Gall yang mengadaptasi 10 langkah pengembangan model Dick and Carey. Teknik analisis data dengan desain Quasi Eksperimen menggunakan One Group Pretest Posttes Design dengan seluruh sampel yang berjumlah 36 anak. Berdasarkan hasil validasi tiga orang ahli terhadap produk yang dikembangkan, dinyatakan bahwa produk media pembelajaran number sense sudah sesuai dan baik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan anak sesudah diberi pembelajaran menggunakan media number sense. Peningkatan ini disebabkan anak tertarik untuk bermain dan senang menggunakan media berupa kartu dan kepingan hitung karena media tersebut bersifat multisensori, yaitu melibatkan modalitas belajar anak baik visual, auditory, kinesthetic, maupun tactile sehingga anak bisa dengan mudah mengenal konsep bilangan dan operasinya secara konkret sambil bermain. Penelitian ini memberi ide efisien tentang cara mengenalkan number sense di taman kanak-kanak secara multisensori dan diperlukan penelitian lanjutan tentang implikasi media ini pada kemampuan matematika anak di sekolah dasar.
Pengembangan Learning Management System (LMS) di Era Pandemi Covid-19 pada Pendidikan Anak Usia Dini
Nur Ika Sari Rakhmawati;
Sjafiatul Mardliyah;
Ruqoyyah Fitri;
Darni Darni;
Kisyani Laksono
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v6i1.991
Kondisi pandemi yang melanda hampir seluruh negara-negara yang ada di dunia, menyebabkan permasalahan pada dunia pendidikan khususnya pada proses pembelajaran. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah media yang dapat mensinkronkan seluruh aktivitas pembelajaran. Tujuan inti dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menguji kehandalan desain LMS bagi PAUD pada website SIKUMBANG. Menggunakan model pengembangan ADDIE. Subyek yang digunakan dalam ujicoba ini yaitu 3 orang guru dan 26 siswa Taman Kanak-Kanak Lab School Unesa. Hasil LMS yang telah dikembangkan dapat diakses pada laman https://sikumbang.unesa.ac.id. Selain itu dilakukan validasi perangkat yang digunakan dalam LMS dengan menggunakan metode survey yang dilakukan secara daring dengan dinilai sangat layak untuk digunakan. Pada tahap implement (implementasi) dilakukan sebanyak tiga kali pada tema keluarga. Berdasarkan hasil uji terdapat peningkatan jumlah pengguna. Pengguna dapat menggunakan secara mandiri, adanya komunikasi yang baik antara guru dan orang tua dalam pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan LMS, guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahap pembelajaran daring
Permainan Karpet Engkle: Aktivitas Motorik untuk Meningkatkan Keseimbangan Tubuh Anak Usia Dini
Ruqoyyah Fitri;
Meidita Lissofi Imansari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.754
Tujuan penelitian ini adalah melakukan preliminary research dengan cara menguji validitas dan reliabilitas instrument motorik kasar dan perangkat permainan karpet engkle agar layak digunakan dalam mengukur keseimbangan statis dan keseimbangan dinamis. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan subjek uji coba terdiri dari satu orang anak usia 4-5 tahun yang diamati kinerja motoriknya oleh dua orang rater, serta dua orang ahli meliputi ahli materi dan ahli desain. Analisis data pendahuluan diperoleh dari hasil uji validitas menggunakan teknik peer review oleh ahli dan uji reliabilitas menggunakan inter-rater reliability dengan rumus cohen kappa. Hasil uji validitas terhadap instrumen kemampuan keseimbangan diperoleh nilai 91,45%, lembar RPPH dengan nilai 86%, alat permainan karpet engkle sebesar 91,42%, dan buku panduan permainan 85,45%. Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai sebesar 0,75 menunjukkan kesepakatan kuat. Berdasarkan hasil analisis data uji validitas dan reliabilitas dapat disimpulkan bahwa permainan karpet engkle layak digunakan untuk anak usia 4-5 tahun dan reliabel untuk mengukur kemampuan keseimbangan statis dan dinamis sehingga dapat diterapkan dalam penelitian lanjutan berupa penelitian eksperimen.
Metakognitif pada Proses Belajar Anak dalam Kajian Neurosains
Ruqoyyah Fitri
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 2 No 1 (2017): Volume 2, Nomor 1, April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (502.551 KB)
|
DOI: 10.26740/jp.v2n1.p56-64
AbstrakKajian ini bertujuan menguraikan perkembangan metakognitif pada anak usia dini yang dikembangkan melalui bermain dan dikaitkan dengan teori neurosains agar dapat dipahami bagaimana anak belajar sesuai dengan cara kerja otak. Pada hakikatnya bermain anak adalah proses belajarnya. Belajar yang dimaksud di sini adalah aktifitas bermain yang diarahkan untuk menuntaskan tugas perkembangan anak usia dini.dalam hal ini adalah perkembangan kognitif. Pada umumnya kemampuan kognitif individu berkembang secara bertahap. Perkembangan kognitif sangat erat kaitannya dengan kemampuan berpikir. Keterampilan berpikir tersebut perlu dilatih dan terus ditingkatkan agar anak bisa menggunakan proses berpikirnya untuk menyelesaikan masalah belajarnya. Meningkatkan proses berpikir pada dasarnya adalah mengembangkan metakognitif. Proses metakognitif anak dilatihkan melalui kegiatan bermain mulai dari yang sederhana sampai ke yang lebih rumit. Keterampilan metakognitif berkaitan erat denganneurosains yang membahas tentang kinerja otak. Terjadinya proses berpikir tingkat tinggi yang merupakan keterampilan metakognitif seseorang adalah tugas dari bagian depan otak yang disebut dengan lobus prefrontal. Belahan otak bagian depan ini dikenal sebagai pusat kontrol eksekutif atau pusat terjadinya berpikir tingkat tinggi. Juga tempat upaya pemecahan masalah, regulasi demensi emosi, penentu watak dan karakter serta kepribadian seseorang. Dalam hal ini guru dan orang tua harus memperhatikan beberapa masa peka anak yang mendukung proses metakognitif sebagai pedoman pengelolaan pembelajaran di kelas diantaranya; (1) kontrol emosi, dengan menciptkan suasana emosi senang, (2) kontrol kognitif, dengan memilih metode yang mendukung kinerja otak, dan (3) kontrol motorik, dengan melibatkan gerak fisik dalam proses pembelajaran. AbstractThe aim of this study outlines the metacognitive development in early childhood developed through play and is associated with the theory of neuroscience in order to understand how children learn according to how the brain works. In essence, a child's play is learning. Learn what is meant here is the play activities that are directed to complete the task of early childhood development. in this case is of cognitive development. In general, the individual's cognitive abilities develop gradually. Cognitive development is closely associated with the ability to think. The thinking skills need to be trained and continue to be improved so that children can use their thinking process to solve the problem of learning. Improving the thinking is essentially developing metacognitive. Metacognitive processes trained children through play activities ranging from simple to more complex. Metacognitive skills closely related to neuroscience that discusses the performance of the brain. The occurrence of high-level thought processes which constitute metacognitive skills a person is the job of the front part of the brain called the prefrontal lobe. These parts of the forebrain known as the executive control center or the center of the high-level thinking. Also the problem-solving effort, emotion regulation demensi, decisive character and the character and personality of a person. In this case the teachers and parents should pay attention to some sensitive period of child support metacognitive process as classroom management guidelines including; (1) control of emotions, happy emotions by creating an atmosphere, (2) cognitive control, by choosing a method that supports brain performance, and (3) motor control, involving the physical movement in the learning process.
MEDIA NUMBER SENSE UNTUK MENGENALKAN BILANGAN PADA ANAK USIA DINI DENGAN MULTISENSORI
Ruqoyyah fitri Anwar
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 5 No 2 (2020): VOLUME 5, NOMOR 2, September 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.814 KB)
|
DOI: 10.26740/jp.v5n2.p55-64
Rendahnya pengenalan konsep bilangan pada anak usia dini disebabkan pengajaran number sense bersifat abstrak dan banyak menggunakan lembar kerja, sehingga dibutuhkan pengembangan media pembelajaran yang dilengkapi panduan bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan media pembelajaran Number Sense yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu Al Ibrah Gresik. Metode pengembangan yang dipakai mengikuti model pengembangan Borg and Gall yang mengadaptasi 10 langkah pengembangan model Dick and Carey. Teknik analisis data dengan desain Quasi Eksperimen menggunakan One Group Pretest Posttes Design dengan seluruh sampel yang berjumlah 36 anak. Berdasarkan hasil validasi tiga orang ahli terhadap produk yang dikembangkan, dinyatakan bahwa produk media pembelajaran number sense sudah sesuai dan baik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan anak sesudah diberi pembelajaran menggunakan media number sense. Peningkatan ini disebabkan anak tertarik untuk bermain dan senang menggunakan media berupa kartu dan kepingan hitung karena media tersebut bersifat multisensori, yaitu melibatkan modalitas belajar anak baik visual, auditory, kinesthetic, maupun tactile sehingga anak bisa dengan mudah mengenal konsep bilangan dan operasinya secara konkret sambil bermain. Penelitian ini memberi ide efisien tentang cara mengenalkan number sense di taman kanak-kanak secara multisensori dan diperlukan penelitian lanjutan tentang implikasi media ini pada kemampuan matematika anak di sekolah dasar.