Articles
Creative Industry: Two Cases of Performing Arts Market in Indonesia and South Korea
Juju Masunah
Humaniora Vol 29, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.274 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.22572
This article explores the concepts and practices of performing arts market, one of the fifteen sub-sectors of creative industry in Indonesia. This study discusses two performances namely Indonesia Performing Arts Market (IPAM) 2013 in Indonesia and Performing Arts Market in Seoul (PAMS) 2015, South Korea. The data were collected through participatory observation, interview, literature review, and personal reflections. The data were analyzed by using triangulation, member check, compare and contrast, and interpretation. The findings of this research show that the similarity of the two performing arts markets lies in their concept of globalization in regards to world society. The performing arts markets share two similar targets, festival in the country and tour abroad. The main differences between IPAM and PAMS are the scope of the event and the institution holding the event. IPAM showcased the works of Indonesian performing arts, while PAMS showcased the works of Korean performing arts and the arts from other countries. IPAM 2013 was organized by the central government, while PAMS 2015 was organized by Korean Arts Management Services (KAMS) that was financially supported by the central government of South Korea.
CONCEPT OF CHILDREN’S DANCE COMPOSITION BASED TRADITIONAL GAMES IN ELEMENTARY SCHOOL
Ayo Sunaryo;
Tati Narawati;
Juju Masunah;
Trianti Nugraheni
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 6, No 1 (2020): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/jpsd.v6i1.7198
The composition is interpreted simply, namely regulating traditional dances, especially on floor patterns, directions, and level settings in the form of group dances. This dance composition is applied to prospective dance teachers to enhance their understanding and skills in dance composition, applied in creating children's dance compositions. The purpose of this paper is to discuss the techniques of dance composition of children in prospective dance teachers to make children's dance works. This article is the result of research using an experimental method. The qualitative paradigm is a method of discourse analysis to synthesize theories and concepts of dance composition from seven figures, namely: Brenda McCutchen, Anne Gilbert, Alma Hawkins, Jacqueline Smith, Larry Lavender, and Eko Suprianto. The concept of creating traditional children's game-based compositions can be used as teaching material for creating children's dance for prospective dance teachers in elementary schools.Keywords: traditional game, children's dance, composition
Pemuliaan Angklung melalui Model Desa Binaan Berbasis Wisata Seni dan Budaya
Juju Masunah
PANGGUNG Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (589.223 KB)
|
DOI: 10.26742/panggung.v22i1.31
Angklung has been awarded by UNESCO as one of the intangible world heritages from Indone- sia. One of the angklung preservation methods is through community based education. This article describes the result of research and community service activities to explore a model of community empowerment based on art and culture that uses Sundanese angklung instruments and local tradi- tional performing arts to attract tourism in Ciater Village, Subang. This research used a participato- ry action research method where researchers participate actively along with the community to create a touristic event involving art and culture. The findings of this research present that to empower a community using art and culture as an event for a tourist destination occurs by a collaborative work between local community, intelectuals, and bussiness. The community of Ciater village presented their innovation and creativity with Sundanese angklung music and local traditional performing arts in order to serve seventy tourists (artists) from Southeast Asia and Europe on October 7, 2011 for the first time. Keywords: Sundanese angklung, tourism of culture, Ciater Village.
Gerak Relationship Pada Permainan Anak Sunda Sebagai Sumber Penciptaan Komposisi Tari Anak
Ayo Sunaryo;
Juju Masunah;
Tati Narawati;
Trianti Nugraheni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v4i2.499
Gerak relationship terdapat dalam koreografi permainan tradisional anak Sunda, yaitu koreografi yang saling berhubungan atau bersentuhan antara satu pemain dengan pemain lainnya atau pemain dengan kelompok, gerakan ini hampir ada pada semua permainan radisional anak Sunda yang dikenal dengan nama kakawihan dan kaulinan. Tujuan penelitian ini menganalisis koreografi relationship pada permainan anak Sunda dan dijadikan sebagai sumber penciptaan komposisi tari anak. Artikel ini adalah hasil penelitian dengan menggunakan paradigma kualitatif deskriptif analisis dengan pendekatan analisis dasar elemen tari BSTER (Body, Space, Time, Energy, Relationship) melalui teknik pengumpulan data, observasi, pengamatan, dan wawancara yang telah di triangulasi dan diintepretasi. Hasil penelitian ini adalah adanya gerak relationship pada sebagian besar koreografi permaianan tradisional anak di Indonesia dan bisa dijadikan sumber dalam penciptaan komposisi tari anak. Gerak relationship pada permainan tradisional anak mengandung nilai silih asih, silih asah dan silih asuh yang merupakan ciri sosial pada masyarakat di Indonesia.
Internalisasi Nilai Tri-Silas melalui Pembelajaran Tari Anak Berbasis Budaya Lokal
Dedi Rosala;
Juju Masunah;
Tati Narawati;
Tri Karyono;
Ayo Sunaryo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.1087
Pembelajaran tari anak yang berbasis pada kearifan lokal di sekolah sangat penting untuk meningkatkan pendidikan karakter dengan mengiinternalisasi nilai- nilai Tri-Silas (silih asah, silih asih, silih asuh) pada diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pembelajaran dan nilai-nilai Tri-Silas yang terdapat pada Tari Anak yang dijadikan sebagai bahan ajar di sekolah. Data kualitatif diperoleh dengan cara mengobservasi dari 52 siswa serta melakukan wawancara yang mendalam pada 1 orang guru mengenai pembelajaran tari anak yang berbasis pada budaya lokal sebagai data kualitatif. Data kuantitatif untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dan dianalisis dengan menggunakan Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik non parametrik atas dasar Uji efektivitas menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah terinternalisasinya nilai-nilai Tri-Silas pada anak melalui pembelajaran tari anak dengan cara belajar secara kelompok, bergotong royong, bersemangat, jujur, ikhlas, saling membantu dan berempati. Mengenalkan tari anak pada siswa merupakan cara yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai Tri-Silas.
Pembelajaran Tari Topeng Mochi Melalui Metode Mind Mapping Untuk Meningkatkan Pemahaman Budaya
Riana Rosa Prastika;
Juju Masunah;
Tati Narawati
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.135 KB)
|
DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19414
This study aims to improve the ability to understand culture through the Mochi Mask dance. The research method used experimental. The research sample of students of the Sagara dance studio, Sukabumi city. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis techniques using nonparametric statistics. Mochi mask is a type of dance that develops in the city of Sukabumi. This dance is inspired by the culinary culture of the city of Sukabumi, namely Mochi. Sanggar Sagara is one that provides material for Mochi Mask dance using the Mind Mapping method. This method is a treatment to improve the ability to understand culture. The results showed an increase in the ability to understand culture. This is indicated by the average pretest results of 66.00. and the post test results of 87.50. Based on the research results, it can be concluded that the mind mapping method can improve the ability to understand culture. It is suggested that other studios can use the mind mapping method to improve their ability to understand culture.
Peningkatan Apresiasi Tari Nusantara Melalui Model Blended Learning di Sekolah Menengah Pertama
Rusnia Yanti;
Juju Masunah
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.144 KB)
|
DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19323
This research is aimed to improve knowledge, attitude, skill and appreciation of Nusantara Dances. It is conducted by Action Research method which is developed by Kemmis & McTaggart. The data were collected by questionnaire and analysed by Mix method which is developed by Creswell. The sample of this research is the 8th grade students of Public Junior High School 2 Kotabaru. Knowledge, attitude and skill of appreciation of Nusantara dances is important to be delivered to junior high school student as one of provision effort to nusantara culture, especially dances. The Learning of Nusantara Dances Appreciation is implemented through two cycles. Each cycle has four meetings. Before the intervention action of first cycle, there is a Pre-test. And then the final post test result of first Cycle shows that there is improvement result compared to the pre-test result. More over the post test result of second cycle is imporoved too compared to the post test result of the first cycle, even it has reached the set out target. In conclusion according to the result of the research, Blended learning model is effective to be used on improving the appreciation of Nusantara Dances. Thus, Art & Culture Teacher at school is suggested to use this blended learning model.
Desain Multimedia Pembelajaran Tari Rakyat Berbasis Android Sebagai Self Directed Learning Mahasiswa Dalam Perkuliahan
Heni Komalasari;
Agus Budiman;
Juju Masunah;
Ayo Sunaryo
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v36i1.1260
Pendekatan sumber belajar konvensional saat ini lambat laun mulai beralih atau bertransformasi menuju pendekatan sumber belajar digitalisasi. Tujuan penelitian ini ingin mengembangkan protipe pembelajaran tari rakyat berbasis android yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai pendekatan pembelajaran self directed learning pada perkuliahan tari rakyat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Data penelitian diperoleh dari hasil studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data disajikan secara kualitatif untuk mendeskripsikan secara detail mengenai langkah-langkah proses penyusunan prototipe multimedia pembelajaran tari rakyat berbasis android. Temuan menunjukan bahwa protipe sumber belajar multimedia tari rakyat berbasis android yang dikembangkan memiliki karakteristik dalam mendorong mahasiswa untuk dapat melakukan belajar secara mandiri tanpa harus dibimbing dan dilatih langsung oleh dosen di dalam jam perkuliahan. Model media yang dikembangkan menyajikan beberapa menu pilihan belajar yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui berbagai perangkat teknologi seperti komputer, laptop, seluler, dan lain sejenisnya.
BELAJAR TARI DAN WISATA DI LEUWEUNG SENI PURWAKARTA
Feny Yuliani;
Juju Masunah;
Ria Sabaria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.49874
Leuweung Seni merupakan destinasi wisata budaya sekaligus sebagai tempat pertunjukan seni, pusat pelestarian budaya dan wisata kuliner. Bentuk atraksi pariwisata di Leuweung Seni terdiri dari pertunjukan seni, workshop dan pelatihan. Kegiatan pariwisata pada umumnya hanya sebatas mengunjungi suatu tempat untuk makan bersama, menonton pertunjukan dan menikmati keadaan di tempat wisata tersebut. Namun kegiatan pariwisata yang diselenggarakan di Leuweung Seni terdapat adanya keterlibatan partisipan dari pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kegiatan wisata di Leuweung Seni melalui analisis latar belakang sejarah, proses pelaksanaan, hingga manfaat yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data reduction, data display dan cunclosion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang didirikannya Leuweung Seni adalah sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional dan pelestarian hutan. Lalu kegiatan wisata edukasi di Leuweung Seni terdiri dari pertunjukan dan mini workshop wayang golek, pertunjukan dan pelatihan tari, workshop pembuatan gerabah dan ngaruwat leuweung. Kegiatan wisata merupakan bentuk pendidikan seni di masyarakat secara informal. Adapun manfaat yang didapatkan wisatawan dari kegiatan wisata adalah pengalaman apresiatif berupa pengetahuan serta keterampilan seni.
HASIL BELAJAR MELALUI LEARNING TOGETHER BAGI SISWA KELAS XI DI MA MA’ARIF AL-MA’MUN BOJONGGAMBIR
yaris agustiani;
juju masunah
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.49974
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang masih rendah pada mata pelajaran Seni Tari kelas XI IPS MA Ma’arif Al-Ma’mun Bojonggambir. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya masih di dominasi oleh ceramah dan penugasan sehingga peneliti menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran seni tari melalui penerapan metode pembelajaran learning together. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design dengan pola One Group Pretest-Posttest Design. Populasi berjumlah 175 orang, Sample penelitian adalah siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berjumah 36 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pengerjaan pretest dan postest untuk mengathui peningkatan hasil belajar siswa dalam penerapan model kooperatif tipe Learning Together. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa nilai rata-rata pretest adalah 60.3, sedangkan nilai rata-rata posttest 86.0, hal tersebut diketahui dari nilai uji t yang lebih besar dibandingkan dengan tabel derajat kebebasan yaitu 43,13 1,690, maka Ha diterima dan Ho ditolak yang mana membuktikan bahwa telah terjadi peningkatan positif pada indicator hasil belajar siswa oleh ketercapaiannya pembelajaran seni tari melalui penerapan model kooperatif tipe Learning Together. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Learning Together dalam pembelajaran seni tari berhasil, karena dilihat dari adanya peningkatan nilai siswa yang sangat signifikan antara hasil pretest dengan posttest siswa kelas XI IPS di MA Ma’arif Al-Ma’mun Bojonggambir.