p-Index From 2021 - 2026
14.793
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Penelitian Saintek INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Agrointek Jurnal Daya Matematis Gema Pendidikan JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Jurnal Litbang Industri Warta IHP (Warta Industri Hasil Pertanian) JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) AKSIOMA Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PRISMA Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Home Economics Journal JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Teorema: Teori dan Riset Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Amerta Nutrition Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan FONDATIA Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Jurnal Dedikasi Pendidikan Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME) JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Jurnal Teknologi Hasil Pertanian de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Mandalika Mathematics and Educations Journal Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Pasundan Journal of Mathematics Education : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Siliwangi: Seri Pendidikan Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Jurnal Jendela Pendidikan Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) PTK: Jurnal Tindakan Kelas Edumatika Jurnal Pendidikan Indonesia Gemilang Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal MathEducation Nusantara KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Inovasi Matematika (Inomatika) International Journal of Ethno-Sciences and Education Research AFORE: Jurnal Pendidikan Matematika Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika IJAR : Indonesian Journal of Action Research Jurnal Pengabdian Siliwangi Hipotenusa: Journal of Mathematical Society Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat (JHIM) Jurnal Ilmiah Matematika (JIMAT) SJME (Supremum Journal of Mathematics Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPELEMENTASI PBL BERBANTUAN E-LKPD (ELEKTRONIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK) KONTEKSTUAL UNTUK MENGEKSPLOR KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY Warsito, Budi; Suwardi, Dede; Ratnaningsih, Nani
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.22065

Abstract

Tantangan pada pembelajaran matematika yaitu berupa rendahnya kemampuan pemahaman konsep serta self-efficacy siswa terutama pada topik teorema phytagoras yang membutuhkan representasi dan penalaran matematika. Meskipun PBL berbantuan E-LKPD (Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik) kontektual diyakini dapat memberikan pengalaman belajar yang autentik studi empiris yang memasukan varibel self-efficacy dalam menelaah capaian pemahaman konsep masih jarang dilakukan. penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengeksplor kemampuan pemahaman matematika ditinjau dari tingkat self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika melalui PBL berbantuan E-LKPD (Elektronik Lembar Kerja Pesrta Didik) Kontektual, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data angket, tes pemahaman konsep, dan wawancara untuk memperdalam temuan penelitian, hasilnya menunjukan adanya perbedaan yang jelas dalam capaian pemahaman konsep antar kategori self-efficacy, Dimana kelompok dengan self-efficacy tinggi memperlihatkan penguasaan konsep yang lebih baik dan konsisten dibandingkan dengan kelompok self-efficacy sedang maupun rendah, data wawancara menunjukan siswa dengan self-efficacy tinggi mampu menjelaskan serta menerapkan konsep, siswa dengan self-efficacy sedang memerlukan contoh sebagai panduan kemudian  siswa dengan self-efficacy rendah tergantung pada petunjuk E-LKPD. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi PBL berbantuan E-LKPD kontekstual dapat dimanfaatkan oleh guru untuk memperkuat kemandirian belajar sekaligus mendorong peningkatan self-efficacy siswa pada pembelajaran matematika
INTEGRASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING BERBANTUAN KOMIK MATEMATIKA UNTUK MEMBANGUAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS Putri, Rizqy Amelia; Ratnaningsih, Nani; Santiaji, Nelis Alfany
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.22185

Abstract

Kemampuan representasi matematis dengan motivasi belajar merupakan dua fondasi esensial dalam mendalami konsep matematika secara menyeluruh, dan keduanya dapat diperkuat melalui integrasi Culturally Responsive Teaching (CRT) yang menjembatani pengetahuan akademik dengan pengalaman budaya siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis proses dan dampak integrasi CRT berbantuan komik matematika dalam membangun motivasi belajar serta kemampuan siswa dalam representasi matematis pada materi garis dan sudut. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek 17 siswa kelas VIII MTs N 8 Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, tes kemampuan representasi, dan angket respon siswa. Aanalisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian meliputi soal tes dan angket. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa integrasi CRT berbantuan komik matematika mampu menciptakan proses dan suasana pembelajaran yang interaktif dan kontekstual lebih tinggi, sehingga motivasi belajar siswa serta kemampuan representasi matematis mereka pada materi garis dan sudut berhasil terbangun secara nyata. Selain itu, hasil angket menunjukkan hasil bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi (rerata 4,24), dengan aspek semangat belajar memperoleh skor tertinggi (4,47). Berdasarkan temuan tersebut, dapat diketahui bahwa penggunaan komik berbasis kultur tidak hanya membangun motivasi, tetapi juga memfasilitasi perkembangan kemampuan representasi matematis siswa secara signifikan. 
Physicochemical and sensory characteristics of iron rich macarons based on red rice and moringa leaf flour Wahyu Utami, Nurul; Ratnaningsih, Nani
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 14 ISSUE 1, 2026
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(1).68-80

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Remaja putri di Indonesia beresiko tinggi mengalami anemia akibat kekurangan zat besi dengan prevalensi 32,0%. Konsumsi pangan sumber zat besi dapat mencegah anemia, misalnya beras merah dan daun kelor. Namun pengembangan kukis dari beras merah dan daun kelor masih terbatas, termasuk pada produk macaron yang terbuat dari tepung almond dan putih telur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula, menguji kadar proksimat dan zat besi, serta tingkat kesukaan remaja terhadap macaron substitusi tepung beras merah dan tepung kelor. Metode: Penelitian RnD untuk menguji kadar proksimat dan kadar besi. Macaron yang diuji adalah F0 (0% tepung beras merah, 0% tepung kelor), F1 (60% tepung beras merah, 0% tepung kelor), dan F2 (60% tepung beras merah, 3% tepung kelor). Analisis statistik menggunakan uji One-Way Anova dan uji lanjutan Tukey HSD. Hasil: Macaron dengan substitusi 60% tepung beras merah dan 3% tepung kelor memiliki kandungan gizi per 100 g berupa 3.28±0.11 g air, 1.58±0.28 g abu, 19.56±0.00 g lemak, 18.21±0.54 g protein, 70.61±0.71 g karbohidrat, dan 11.49±0.05 mg zat besi. Kadar zat besi macaron per porsi (45 gram) memenuhi 34.47% kebutuhan zat besi remaja sehingga dikategorikan sebagai pangan tinggi zat besi. Hasil uji hedonik menunjukkan macaron substitusi 60% tepung beras merah dan 3% tepung kelor disukai oleh remaja dan berbeda nyata dengan produk acuan. Kesimpulan: Macaron substitusi 60% tepung beras merah dan 3% tepung kelor dikategorikan sebagai kukis tinggi zat besi karena dapat memenuhi 34.47% angka kecukupan zat besi remaja sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional untuk mencegah anemia pada remaja. ABSTRACT Background: Adolescent girls are at high risk of anemia caused by iron deficiency. Anemia is a condition characterized by a deficiency of hemoglobin or red blood cells that falls below normal levels. Consumption of iron-rich foods can prevent anemia. Moringa leaves are a superfood with an iron content of 28.2 milligrams. Macarons are cookies made from almond flour and egg whites. Substituting moringa flour in macarons is expected to increase their iron content. Objectives: This study aims to analyze the proximate composition, iron content, and acceptability of macarons substituted with brown rice flour and moringa flour. Methods: R&D research was conducted to test the proximate composition and iron content. The macarons tested were F0 (0% red rice flour, 0% moringa flour), F1 (60% red rice flour, 0% moringa flour), and F2 (60% red rice flour, 3% moringa flour). Statistical analysis was performed using One-Way ANOVA and Tukey HSD post-hoc tests. Results: The nutritional composition of macarons with 60% red rice flour and 3% moringa flour substituted per 100 g consists of 3,28±0.11 g water, 1,58±0.28 g ash, 19,56±0.00 g fat, 18,21±0.54 g protein, 70,61±0.71 g carbohydrates, and 11.49±0.05 mg iron. The iron content of macarons per serving (45 grams) can meet 34,47% of the iron requirement for adolescents, thereby classifying these macarons as iron-rich food. The hedonic test results showed that macarons with a substitution of 60% red rice flour and 3% moringa flour were preferred by adolescents and significantly different from the reference product. Conclusions: Macarons with a substitution of 60% red rice flour and 3% moringa flour are categorized as iron-rich cookies because they can meet 34,47% of the iron requirement for adolescents, making them a potential functional food for preventing anemia in adolescents.   KEYWORD: macaron; red rice flour; moringa flour; iron; adolescents  
Ethnomathematics and Spatial Geometry in Traditional Architecture and Artifacts of Kampung Kuta: An Ethnographic Study Wijayanti, Anti; Aripin; Ratnaningsih, Nani
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 6 No. 1 (2026): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v6i1.1181

Abstract

This study examines how three-dimensional geometric concepts are applied in the daily lives of the residents of Kampung Kuta, a traditional settlement in Karangpaningal Village, Tambaksari District, Ciamis Regency. The research employs an ethnographic approach to ethnomathematics to explore the relationship between local culture and mathematical knowledge. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with residents, and the documentation of various related records. The findings reveal that various community activities, including the process of designing and constructing traditional houses and crafting tools, are rich in the application of spatial geometry principles. For instance, the distinctive roof shapes of stilt houses and the use of natural materials demonstrate a profound understanding of three-dimensional geometric concepts. This study reinforces the view that integrating local cultural elements into mathematics education can serve as an effective alternative for learning geometry in a more meaningful and contextualized manner.
Students’ Thinking Processes in Solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) Problems Based on Metacognitive Levels Pahmi, Miptahul; Ratnaningsih, Nani; Prabawati, Mega Nur
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v7i1.2830

Abstract

This study aims to describe students’ thinking processes in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) problems in terms of metacognitive levels among students of class XII MIPA 4 at SMA Negeri 2 Banjarsari. This research employed a qualitative descriptive approach. The subjects were 27 students classified into three metacognitive levels (high, moderate, and low) based on a metacognitive questionnaire. Five students were selected as research subjects: one with high metacognition, two with moderate, and two with low. Data were collected through HOTS written tests, a metacognitive questionnaire, and unstructured interviews, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that students with high metacognitive levels performed systematic higher-order thinking through planning, monitoring, and evaluation stages. Students with moderate levels were able to solve problems procedurally but showed limited monitoring and evaluation. Students with low levels experienced difficulties in planning, monitoring, and evaluating their problem-solving processes. In conclusion, metacognitive level influences the quality of students’ thinking processes in solving HOTS problems and highlights the importance of developing metacognitive skills in mathematics learning
A study of cultural heritage and lunar new year cuisine: Preserving the sustainability of the Chinese community Fauziah, Miftahul; Ratnaningsih, Nani; Marwanti, Marwanti
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43593

Abstract

Indonesians of Chinese descent, scattered across various regions, continue to contribute to the development of the Chinese community while enriching Indonesia’s cultural diversity. In a multicultural society, one of the main challenges faced is the process of acculturation, particularly amid the influence of modernity. This article discusses efforts to preserve the continuity of Chinese community traditions in Indonesia by highlighting the role of Lunar New Year cuisine as a form of cultural expression. Modernity and the acculturation of local cultures have led to variations in Lunar New Year culinary practices across different Chinese communities. This study aims to examine Chinese cuisine as an indicator of the continuity of traditions and community identity. The research method employed is qualitative, utilizing secondary data analysis through a literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) approach. The findings indicate that Chinese community traditions have not declined but have instead transformed and blended with local culture. This is reflected in Lunar New Year celebrations in Indonesia, such as the Grebeg Sudiro festival, as well as ritual practices and traditional food offerings. Foods such as kue mangkok, kue keranjang (nian gao), and agar-agar hold symbolic meanings related to hopes for prosperity, happiness, and good fortune. Thus, the Lunar New Year celebration serves not only as a religious tradition but also as a means of cultural preservation and the strengthening of the multicultural identity of Indonesian society.   Warga Indonesia keturunan Tionghoa yang tersebar di berbagai daerah terus berkontribusi terhadap perkembangan komunitas Tionghoa sekaligus memperkaya keragaman budaya Indonesia. Dalam masyarakat multikultural, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah proses akulturasi, terutama di tengah pengaruh modernitas. Artikel ini membahas upaya menjaga keberlanjutan tradisi komunitas Tionghoa di Indonesia dengan menyoroti peran kuliner Imlek sebagai bentuk ekspresi budaya. Modernitas dan akulturasi budaya lokal menyebabkan variasi dalam praktik kuliner Imlek di berbagai komunitas Tionghoa. Penelitian ini bertujuan mengkaji kuliner Tionghoa sebagai penanda keberlanjutan tradisi dan identitas komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis data sekunder melalui studi literatur menggunakan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi komunitas Tionghoa tidak mengalami kemunduran, melainkan bertransformasi dan melebur dengan budaya lokal. Hal ini tercermin dalam perayaan Imlek di Indonesia, seperti festival Grebeg Sudiro serta praktik ritual dan sajian makanan khas. Makanan seperti kue mangkok, kue keranjang (nian gao), dan agar-agar memiliki makna simbolis terkait harapan akan rezeki, kebahagiaan, dan keberuntungan. Dengan demikian, perayaan Imlek tidak hanya berfungsi sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya dan penguatan identitas multikultural masyarakat Indonesia.
Co-Authors Adlina Dhiyaul Haq Agustin, Rezna Rahayu Ai Zulfiha Remsis Aisyahra, Elfina Agung Alamudin, Rizki Ali Kuswoyo Ali, Nabila Nurhaliza Annisa Nurul Fadilla Apriliani, Leni Aripin Asep Idin, Asep Ayu Suci Relawati Badra Lastariwati Badraningsih Lastariwati Bandraningsih Lastariwati Budi Warsito Darmawan, Ari Wawan Dede Vika Tsania Safira Dedi Muhtadi Dedi Muhtadi Dedi Muhtadi, Dedi Diar Veni Rahayu Dida Durotun Nasihah Dinda Sintia Marliani Dita Riska Nurputri Ebih Ar Arhasy Ebih Ar Arhasy Edi Hidayat Edi Hidayat Edi Hidayat Elis Nurhayati Elya Elya Hartini, Elya Eva Mulyani Evajune Widiyawati Evajune Widiyawati Evi Latifatus Sirri Evi Latifatus Sirri Evi Latifatus Sirri Fadilah, Sofia Rahma Nur Fadlilah, Arina Nur Fanny Ahmad Fauzi Farhan Maulana Dharsono Farida Hendriani Fauziah, Yesi Ulfah Firdaus, Naufal Fitria Ulpa Fitriani Muldiana Gandi, Agus Gustaman, Randy Fadillah Gyenin, Mary Hajriyanto, Muhammad Haris Hakim, Putri Rahmah Nur Handayani, Tri Bekti Hasan Hamid Herayani, Evi Hermawati, Elis Herni Indriastuti Hetty Patmawati Hetty Patmawati Hidayat, Raesa Novandika Icha Sofi Nurazizah Ichda Chayati Ike Natalliasari Ikke Siti Muflihah Inayah, Hikmi Inda Nur Pratiwi Irna Nuraeni Isna Nur Fitriana Ivan Sovian Jajat Fajril Mubarok Karsim, Karsim Kemas, Kemas Khomstun Ni'mah Khomstun Ni'mah Komara Komara Krise Mulyadi Laela Nur Rokhmawati Lastarawati, Badraningsih Latifah, Anisa Tri Lia Nur Indah Putriyannah lina marlina, lina Lisbadiyah, Ulpah Listiyani Permatahati Mawadah Luh Putu Prema Wadhani Luh Putu Prema Wadhani Maheltra, Alma Nesya Maize Lina Minarni Margaretha Heny Widayati Marjan, Marjan Marwanti Mega Nur Prabawati Mega Nur Prabawati Mega Nur Prabawati, Mega Nur Meti Nuradriani Michellia Gemma Kartika Miftahul Fauziah, Miftahul Milah, Saepul Mira Rahmawati Muflihah, Yeyen Muhammad Fawez Pangestu Muhammad Haris Hajriyanto Muhammad Harun Muhammad Harun Muhammad Taufiq Syarifudin Muhammad Zaki Mujiyono Mujiyono Mujiyono Mujiyono Mulyani, Agis Mutiara Nugraheni Nashrulloh, Fahreza Nazarrahmah, Nazarrahmah Neng Ani Karleni Neny Yunaeti Ni'mah, Khomsatun Ni'mah, Khomsatun Nina Herlina Ningsih, Mega Prani Ni’mah, Khomsatun Noor, Eneng Siti Juariah Nopiana, Rida Novi Dwi Utami Novi Mandasari Novita Nurmaulidiyah Nugraha, Depi Ardian Nur Saidah Nurfadilah Siregar Nurfadillah, Zahra Awalia Nurhayati, Yanti Nurherliyani, Yuni Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat NURLAELA NURLAELA Nurul Hasanah Nyangnyang Supriatna Pahmi, Miptahul Pahmie, Miptahul PUJI LESTARI PUJI LESTARI Puji Lestari Putri, Ismaluthfi Nafi’ah Putri, Rizqy Amelia Putriyannah, Lia Nur Indah Rahayu, Diar Veni Rahmah, Nadifa Aulia Rahmayanti, Dety Rahmi Nur Fitria Utami Rahmi Nur Fitria Utami Ratna Rustina Rina Anggraeni Rio Regi Pratama Cipta Risma Nurmalasari Ristiana Ristiana Rudi Priyadi Ruhma, Salwa Zakiyah Saadah, Anisa Nur Saepuloh Saepuloh Salma Marifah Salsabila, Dinda Nur Santiaji, Nelis Alfany Shaffarina Annindia Maharani Shofa Laelatul Simaremare, Perawati Siska Ryane Muslim Sofia Nida Khoerunnisa Sri Tirto Madawistama Suhaya Suhaya, Suhaya Sukirwan Sukirwan Sukirwan Sukirwan Supratman Supratman Supratman Supratman Supratman Supratman, Supratman Susilawati, Ai Elis Suwardi, Dede Syabina, Raisya Hizkiya Taqwani, Ratna Amalia Thohari, Fina Lutpiani Tia Insan Nurfadillah Titin Hera Widi Handayani Tresnasih, Ima Tutiek Rahayu Tutiek Rahayu Ucu Rosmiati Veni Rahayu, Diar Vepi Apiati Wahyu Utami, Nurul Wendayani Wendayani Wijayanti, Anti Windayani, Kiki WindiAstuti Witri Nur Anisa Wulan, Wulan Yena Nursyifa Yestina, Ratna Yudi Hamdan Dardiri Yuriani Yuriani