This Author published in this journals
All Journal JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi LISANIA Jurnal Ilmu dan Pendidikan Bahasa Arab Indonesian Journal of Urology Lisanuna: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya Englisia Journal EL-IDARE: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Sulesana Jurnal Politik Profetik Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Teras Jurnal Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Arabi : Journal of Arabic Studies Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Syntax Idea Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam JURNAL EKONOMI SYARIAH Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam JURNAL TEKNIK SIPIL UNAYA Lahjah Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika EL-MAQALAH: Journal of Arabic Language Teaching and Linguistics Jurnal Acitya Ardana: Jurnal Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Journal Of Human And Education (JAHE) International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Jurnal Politik Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Borneo Journal of Islamic Education Khulasah : Islamic Studies Journal Journal of Planning and Research in Civil Engineering Komsospol USRATY : Journal of Islamic Family Law Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara Paradigma Journal of Administration Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ragam Pengabdian Jurnal Pendidikan Progresif Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Jurnal Komunikasi dan Kewirausahaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Sanksi Catcalling Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam Ridha, Muhammad; Permata, Dhea; Aryati, Rika; Andriyaldi, Andriyaldi
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 9 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2023.9.2.147-163

Abstract

Adapun maksud dari artikel ini adalah untuk mengetahui Pandangan Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam terkait dengan tindakan catcalling serta sanksi dari perbuatan tindak pidana catcalling menurut hukum positif dan hukum islam. Motivasi penulis untuk membahas permasalahan ini ialah dilatarbelakangi dengan banyaknya masyarakat yang menjadi korban catcalling tetapi mereka tidak melaporkan ke pihak yang berwajib di karenakan mereka tidak mengetahui sanksi yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Mereka juga menganggap hal itu biasa saja bahkan ada beberapa yang merasa bangga dengan godaan catcaller. Metode penlitian dalam artikel ini menggunakan penelitian empiris dan teknik analisa data menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari dokumen kemudian ditinjau dengan referensi dari buku, jurnal, artikel hukum positif dan hukum islam.  Setelah dilakukan penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwasannya catcalling dalam hukum positif merupakan suatu tindak pidana pelecehan seksuak secara verbal dengan hukuman yang telah diatur dalam UU Nomor 12 Tahin 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang terdapat pada pasal 5. Sedangkan didalam hukum Islam catcalling disebut juga sebagai penghinaan karena di dalam penghinaan terdapat unsur-unsur catcalling yang dihukum dengan hukuman takzir yaitu hukuman ditentukan oleh penguasa/ hakim
Analisis Pengaruh Penggunaan Automatic Question Generation (AQG) Berbasis OpenAI terhadap Penginkatan Hasil Belajar Dokumentasi Laravel Routing Melalui Ekstensi Chrome Ridha, Muhammad; Pradana, Fajar; Pinandito, Aryo
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 13 (2025): Publikasi Khusus Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah ini akan diterbitkan di SIET 2025
PENGARUH SUBSTITUSI CANGKANG TIRAM SEBAGAI PENGGANTI SEBAHAGIAN SEMEN DAN PASIR HALUS TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Bunyamin, Bunyamin; Hendrifa, Nesri; Ridha, Muhammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.486

Abstract

Abstrak Pembangunan di bidang struktur saat ini mengalami kemajuan yang demikian pesat. Oleh karena itu perlunya alternatif untuk mengatasi keterbatasan material penyusun yang diambil dari alam yaitu salah satunya menggunakan limbah cangkang tiram sebagai bahan pengganti sebagian semen dan agregat halus. Hal ini cukup beralasan karena bahan penyusun semen portland adalah 60% sampai 70% terdiri atas kapur atau CaO, dan 17% sampai 25% terdiri dari SiO2 (SNI-15-2049-2004), penggunaan cangkang tiram yang mengandung unsur CaO sebesar 53,03% dan SiO2 sebesar 0,82% sebagai bahan perekat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui œPengaruh perbandingan komposisi campuran abu dan serbuk cangkang tiram terhadap kuat tarik belah beton dengan substitusi semen dan pasir halus sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% untuk umur beton 28 hari dengan faktor air semen 0,40, 0,50 dan 0,60, dengan jumlah benda uji 60 buah. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan berdasarkan pada ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) dan SNI (Standar Nasional Indonesia). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tarik belah beton tertinggi pada FAS 0,50 dengan pencampuran cangkang tiram 5% yaitu sebesar 4,02 MPa. Sedangkan beton normal, kuat tarik beton tertinggi diperoleh pada FAS 0,40 yaitu sebesar 3,72 MPa. Kata kunci: cangkang tiram, abu, FAS, kuat tarik belah beton.  Abstract The construction has increased very rapidly. So that it requires an alternative to find a substitute for other materials that can be used in forming a concrete, one of which is using oyster shell waste as a partial substitute for cement and fine aggregate. In general, the compotition of Portland Cement are 60% to 70% consisting of lime or CaO, and 17% to 25% consisting of SiO2 (SNI-15-2049-2004), the use of oyster shells containing CaO elements is 53.03% and SiO2 of 0.82% as an adhesive. The research objective was to determine the effect of oyster shell as a substitute of cement and fine sand due to the tensile strength of concrete. The substitution of cement and fine sand was 0%, 5%, 10% and 15% for 28 days of concrete with a water cement ratio of 0,40, 0,50 and 0,60 The sylindrical concrete used in this research was 60 specimens. The research was carried out in the laboratory based on ACI (American Concrete Institute), ASTM (American Society for Testing & Materials) and SNI (Indonesian National Standard). Based on the results, it was found that the highest tensile strength of concrete was obtained at water cemen ratio of 0,50 by mixing 5% oyster shells, namely 4.02 MPa. While for normal concrete, the highest tensile strength of concrete is obtained at water cement ratio of 0,40 which is 3.72 MPa. Keywords: oyster shell, ash, water cement ratio, tensile strength of concrete.
AL-'ALAQAH BAINA TAQSIM AL-SHAF AL-DIRASIY WA INJAZ AL-TALAMIDZ FI TA'LIM AL-LUGHAH AL-'ARABIYAH Ridha, Muhammad; Albantani, Azkia Muharom
Arabi : Journal of Arabic Studies Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : IMLA (Arabic Teacher and Lecturer Association of Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24865/ajas.v1i2.14

Abstract

This research was aimed to identify the relation between classroom classification based on the cognitive level and students' achievement in learning Arabic language. The method used in this research was quantitative using the samples all the 8th grade of MTsN 2 Jagakarsa, 50 students academic year 2012/2013. The research found that there was no relationship between classifying students based on their cognitive level and their achievement in Arabic language with the value (-0,130). This value is between (0,00 – 0,20) meaning that there is no correlation between those two variables. It means that the alternative hypothesis (Ha) was rejected and the null hypothesis (Ho) was accepted or there was no relationship between the variables.DOI: 10.24865/ajas.v1i2.14
The Application of Islamic Da'wah Functions in Cartoon Visual Media in Nussa Animation Ridha, Muhammad; Rubino
Dakwah Vol 9 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v9i1.2162

Abstract

Da'wah Islam is a communication effort aimed at influencing individuals or societies by making them aware of and convinced of the truth of Islam, as well as by making them willing to adhere to it and deepening its teachings. With the mass media (mass communication), it is hoped that they are willing to believe that Islam will guide them to the straight and true path of Allah. Dakwah can be done face-to-face or indirectly. In order to achieve the goal of da'wah, it is necessary to adapt the language and culture or customs adopted by the community. Islamic communication is a way of communicating that is Islamic in nature and that aims to convey a message or information based on the Qur'an and hadith and has the functions of information, convincing, reminding, motivating, entertainment, socializing, and being spiritual. Cartoon media is a form of graphic communication, namely an interpretive image that uses symbols to convey a message quickly and concisely. This research is carried out descriptively and qualitatively using a pragmatic approach. Research data was collected through library research. Nussa, an animated da'wah film packaged with the goal of teaching Islamic values without boring children, is one of the domestic animated films. Nussa is an animated web series that aims to help parents and children develop morality and character. Through fun stories with Muslim themes in the foundation of Islamic animation, Nussa applies Islamic communication functions so that the Islamic messages broadcast reach the audience. Stories in Nussa animation can provide information that is easily captured by children. This information becomes motivation for the audience, and besides that, it can spark discussion among the audience. Nussa's animation entertains children because the story's contents are felt to be not too heavy, but it still provides good spiritual education due to its amusing visual appearance rather than focusing solely on the message's content Keywords: Cartoon Media, Da'wah, Nussa Animation
Rehabilitation Sanctions Against Addicts and Drug Abuse Victims: Overview of Islamic Criminal Law Sari, Dini Ratna; Ridha, Muhammad
Alhurriyah Vol 7 No 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v7i1.4887

Abstract

This article was written because rehabilitation sanctions for victims of drug abusers and addicts are not specified in Islamic criminal law in Indonesia. Because drugs are similarly intoxicating and mind-altering under Islamic criminal law, they are referred to (qiyased)asalcohol (khamr) and are punishable by flogging and ta’zir. Neither of the two sanctions addresses treatment or rehabilitation; instead, they emphasise physical penalties and the deterrent effect they have on alcohol-related offenses. The data for this library research was gathered from reference books, encyclopedias, papers, notes, and a variety of publications.This study can be concluded as follows: first, if the defendant is caught red-handed, evidence is found with the use of one day, a positive laboratory certificate for the use of drugs according to the investigator's request, a certificate from a government psychiatrist or psychiatrist appointed by the judge, there is no evidence that the person concerned is involved in the distribution of drugs for addicts. Second, in Islamic law, drugs are qiyased to khamr because the illat(reason)is both intoxicating and depriving the mind. If khamr is the punishment for drinking in Islamic criminal law, ta’zir is the punishment for drug addicts in positive Indonesian law (rehabilitation).Artikel ini ditulis karena sanksi rehabilitasi yang dijatuhkan terhadap korban penyalahguna narkotika dan pecandu narkotika di Indonesia tidak ada dalam hukum pidana Islam. Dalam hukum pidana Islam narkotika diqiyaskan kepada khamar karena illatnya sama-sama memabukkan dan menghilangkan akal seseorang, sehingga sanksi yang diberikan ialah berupa sanksi had seperti dera dan sanksi ta’zir. Dari kedua sanksi tersebut lebih kepada sanksi fisik dan efek jera yang diberikan kepada pelaku khamar tidak ada yang menyinggung mengenai  pengobatan atau rehabilitasi. Penelitian kepustakaan merujukdata dari buku referensi, artikel, catatan, serta berbagai jurnal.Penelitianinidisimpulkan sebagai berikut: pertama, jika terdakwa dalam..keadaan tertangkap tangan, pada waktu...tertangkap tangan ditemukan barang bukti dengan pemakaian satu hari, surat laboratorium positif penggunaan..narkoba sesuai permintaan penyidik, surat keterangan psikiater atau dokter jiwa pemerintah yang ditunjuk hakim, tidak ada bukti bahwa yang.bersangkutan terlibat peredaran.narkotika bagi pecandu. Kedua, dalam hukum Islam narkotika diqiyaskan kepada khamr dikarenakan illatnya sama-sama memabukkan atau menghilangkan akal. Jika dalam hukum pidana Islam hukuman bagi peminum khamr adalah had maka dalam hukum positif Indonesia hukuman pecandu narkotika adalah hukuman ta’zir (rehabilitasi).
Peran Strategi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Wilayah Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Persatuan dan Keutuhan Bangsa Natsir, Muh.; Ridha, Muhammad
Sulesana Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v17i2.48781

Abstract

The Religious Harmony Forum (FKUB) is a forum formed on community ideas facilitated by the Government with the aim of maintaining, building and empowering religious communities for the sake of harmony and prosperity. South Sulawesi as a province that is multicultural and multi-religious makes each region in it prone to conflicts between groups. This study aims to see the extent of the role of FKUB in South Sulawesi in realizing the unity and integrity of the nation. This type of research is field research which aims to obtain data, both primary and by direct tracing each area in South Sulawesi, especially those experiencing inter-religious conflicts by conducting in-depth interviews with FKUB administrators. South Sulawesi, district/city FKUB, Local Government in this case the National and Political Unity Agency (kesbangpol), Ministry of Religion, and of course indigenous peoples. while secondary data as supporting data was obtained through the central management group of FKUB South Sulawesi. The results show that the status of religious harmony in South Sulawesi is still high. This is supported by the index value of religious harmony studied by the Ministry of Religion with a score of 75.7 (high category). FKUB's strategy in mediating inter-religious conflicts in South Sulawesi is to prioritize dialogue, deliberation and opinion polls. The high awareness of the majority of South Sulawesi residents in terms of tolerance, equality and cooperation between fellow religious adherents supports the South Sulawesi FKUB in an ef ort to realize the unity and integrity of the nation.
Analisis Hubungan Volume, Kecepatan Dan Kepadatan Jalan Dengan Model Greenshields, Greenberg Dan Underwood Ridha, Muhammad; Silviana, Mery; Amalia, Amalia; Zardi, Muhammad; Sriana, Tety; Khalis, Muhammad
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 3 (2024): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i3.877

Abstract

Salah satu jalan yang memliki volume lalulintas yang besar di Banda Aceh adalah jalan T.Nyak Makam yang berada pada posisi 5°33'52.80"N dan  95°20'36.19"E, setiap harinya digunakan oleh masyarakat untuk menunjang berbagai aktifitas kegiatan untuk menuju ketempat bekerja, Usaha maupun kesekolah bagi pelajar. Untuk kebutuhan data pada penelitian ini maka dilakukan survey pengamatan lalu lintas dilapangan selama 12 jam yaitu jam 07.00-18.00 WIB yang dilaksanakan pada hari, senin tanggal 7 Oktober 2024. Selain data volume lalulintas di jalan T. nyak makam, diambil juga data kecepatan lalulintas kendaraan, data ini diambil pada jarak 50 meter. Untuk menganalisa volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas ini digunakan model liner Greenshields, Greenberg dan Underwood. Untuk model Greenshields kecepatan-kepadatan (S-D) S = 30,74 – 0,15D, volume-kecepatan V = 205,15S – 6,67S2, volume-kepadatan V = 30,74D – 0,15D2. Model Greenberg, kecepatan-kepadatan (S-D) S = 4,92Ln(5972,09/D), volume-kecepatan V = 5972,091Se-s/4,92, volume-kepadatan V = 4,92DLn5972,09/D. Model Underwood kecepatan-kepadatan (S-D) S = 31,30e-D/166,6, volume-kecepatan V = 166,6SLn31,3/S, volume-kepadatan V = 31,3De-D/166,6. Untuk jalan T. Nyak Makam model yang dapat dikatakan paling sesuai adalah Greenshield dengan nilai volume lalu lintas paling rendah yaitu Vm = 1.576,86 Smp/Jam.
Penundaan Hidup Bersama Sebelum Resepsi Pernikahan Pada Masyarakat Banjar (Studi Kasus Di Desa Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan) Ridha, Muhammad; Raudah; Mahfuzah, Siti; Ulfiyah, Ainun Ridha; Rahman, Taufik; Efendy, Noor
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i3.707

Abstract

Abstract This research aims to find out people's opinions about postponing living together before the wedding reception in the Banjar community. The method we used in collecting this data was through field research, namely in Tumbukan Banyu Village, Daha Selatan District, Hulu Sungai Selatan Regency and we also used library research to find out how the Munakahat Fiqh views it. The analytical method we use is descriptive qualitative. Based on the results of the analysis of the data we collected, it can be concluded that every person who carries out a marriage is obliged to fulfill the requirements and pillars of marriage, if they have fulfilled the requirements and pillars then this marriage is valid in the Islamic religion. However, the community, especially Banjar, still adheres to traditional rules, according to which bridal couples who have already completed their marriage contract are not allowed to live together and relate like husband and wife. They still live in separate places, namely at their respective parents' homes before the wedding reception is held, even though it is legal from the Islamic religious point of view. However, as long as the bride and groom have agreed and are both willing to postpone it, it won't be a problem if they both decide to postpone living together. Keywords: postponement of living together, customary rules, Islamic views. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang Penundaan Hidup Bersama Sebelum Resepsi Pernikahan Pada Masyarakat Banjar. Metode yang kami gunakan dalam pengumpulan data ini yakni melalui penelitian lapangan (field research) yaitu di Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan kami juga menggunakan penelitian kepustakaan(library research) guna untuk mengetahui bagaimana Fikih Munakahat memandangnya. Metode analisis yang kami gunakan yakni dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang kami kumpulkan dapat disimpulkan bahwa setiap orang yang melaksanakan pernikahan berkewajiban memenuhi syarat-syarat dan rukun nikah, apabila telah memunuhi syarat dan rukunnya maka pernikahan ini sudah sah dalam pandangan Islam. Akan tetapi, pada masyarakat khususnya Banjar masih memegang teguh aturan adat, yang mana pasangan pengantin yang sudah menjalani akad nikah mereka belum boleh untuk hidup bersama dan berhubungan layaknya suami istri. Mereka masih hidup terpisah tempat yaitu masih dirumah orang tua masing-masing sebelum diadakannya resepsi pernikahan, meskipun sudah sah dalam pandangan agama Islam. Namun, selagi pengantin ini telah sepakat dan sama-sama ikhlas untuk menunda maka tidak menjadi masalah jika mereka berdua memutuskan untuk menunda hidup bersama. Kata kunci: penundaan hidup bersama, aturan adat, pandangan Islam.
Strategi Penguatan Pengelolaan dan Pelaporan Aset Tetap Pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Takalar Hafid, Andi Muh. Ahsan A.; Maldun, Syamsuddin; Ridha, Muhammad
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 2 (2025): Paradigma Journal of Administration, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i2.7389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan pengelolaan aset tetap pada Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Takalar. Studi ini dilatarbelakangi oleh hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan sejumlah permasalahan krusial, termasuk ketidaksesuaian data aset, kelemahan dalam sistem pencatatan, rendahnya validitas laporan aset, serta temuan indikasi kerugian negara yang berpotensi mengganggu akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengevaluasi kesesuaian praktik pengelolaan aset dengan regulasi yang berlaku, efektivitas upaya perbaikan yang dilakukan, serta integrasi antara proses pengelolaan dan pelaporan aset tetap di Bappelitbangda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan aset masih tergolong lemah, ditandai dengan rendahnya akurasi data, kurangnya pembaruan informasi, serta masih dominannya penggunaan sistem manual yang rentan terhadap kesalahan administratif. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan aset, penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi, antara lain digitalisasi sistem administrasi aset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis, penyusunan kebijakan internal, serta pengembangan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan aset tetap. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi tata kelola aset pemerintah daerah. This research aims to analyze strategies for strengthening fixed asset management at the Regional Planning, Development, Research, and Innovation Agency (Bappelitbangda) of Takalar Regency. The study is motivated by findings from the Supreme Audit Agency (BPK), which identified critical issues such as inconsistencies in asset data, weaknesses in record-keeping, low validity of asset reports, and indications of state financial losses that may undermine accountability in regional financial management. Using a qualitative approach and a case study design, this research evaluates the alignment of current asset management practices with regulatory standards, the effectiveness of improvement efforts, and the integration between asset management and reporting processes. The findings reveal that asset management implementation remains weak, characterized by low data accuracy, insufficient systematic updates, and the continued use of manual administrative systems vulnerable to human error. To enhance asset governance quality, this study proposes several strategic recommendations, including digitalizing systems, building human resource capacity through technical training, formulating internal policies, and developing standard operating procedures (SOPs) for fixed asset management. The implementation of these strategies is expected to improve accountability, transparency, and efficiency in regional government asset management.
Co-Authors A. Samad, Baihaqi Abdullah Abdullah Abdullah, Muhammad Farhan Adi Saputra, Ricki Fahma Aditya, Maulana Agustian, Shera Putri Ahmad Juhaidi Alfiansyah, Oki Almaura Azkia Amalia Amalia Amalia Amelia Ramadhani Amrullah Amrullah Ananda, Dea Andefta, Nasywa Maulia Andriyaldi, Andriyaldi Aprillia, Refi Arien, Wilasari Aryo Pinandito Ashila, Muna Askar Patahuddin Astiani, Desril Azkia Muharom Albantani Azkia, Almaura Azwa Nirmala Azzahra, Fattimah Azzahra, Najmah Azzahra, Nur Aulia Bamba, Mishel Berkatillah, Akhmad Berliana Irianti, Berliana Buhori Muslim Bunyamin Bunyamin Dahril Deliana, Deliana Delly Mustafa Desril Astiani Doddy M. Soebadi Efendy, Noor Effendy, Amalia Ema Pratiwi, Ema Fahmi Mohmmad Zain Fajar Pradana Fitri, Anisa Furqan Hidayatullah Hafid, Andi Muh. Ahsan A. Harianja, Melani Deborah Magdalena Harizi, Hasvi Hasibuan, Pendi Hendrifa, Nesri Humaira, Siti Ikhwan, Haznur Ilahi, Redho Indra Saputra Ishara, Zahrani Athaya Islamy, M Irfan Ismy, Jufriady Israyati, Nur Iswandi Iswandi Johan Renaldo Juliati Jumadi Jumadi Jumaida, Siti Aisyah Khairunnisa Khairunnisa Khalilullah, Said Alfin Kustiawan, Winda Liva Maita, Liva Mahfuzah, Siti Mardhatillah, Liza Safira Marzuki, Raudhah Maulana, Fikri Fadhil Mauny, Muhammad Puteh Mega, T. Fadlon Mensa , Dolfi Firdaus Muammar, Rajib Muh. Natsir, Muh. Muhammad Ikhlas Muhammad Khalis, Muhammad Muhammad Kusasi, Muhammad Muhammad Ridha Muhammad Taufan Djafri Mulia, Rahmat Syawba Muthia Umi Setyoningrum Ni’mah, Faniatun Nofri Andy.N Permata, Dhea Pramanda, Heru Putri, Naila Amalia Rakha, Maulana Nayif Raudah Raudrina, Yessy Reza Maulana Ridha Fadillah Riwanda, Agus Rohman, Hilma Fanniar Rubino rubino, rubino Saepudin Saepudin Salami Mahmud Salmawati Salmawati, Salmawati Saputra, Romi Sari, Dini Ratna Sari, Ria Harnita Sari, Vivi Kristina Setia Budi Setiawati, Sandy Shafira Shafira, Shafira Silviana, Mery Slamet Riyadi Suhaimi Suhaimi SUKIRNO Sulaimon, Jamiu Temitope Sunaryo Hardjowijoto Syabuddin Gade Syahminan Syahminan Syahputra, Ichsan Syamsuddin Maldun Syarifuddin Hasyim Tarmizi Ninoersy Tety Sriana Triyaka, Rendy Tyas, Larasati Hayuning Ulfiyah, Ainun Ridha Ulqatari, Delvi Waduha, Siti Warniati, Linda WASI'AN, WASI'AN Wibowo, Rifky Wibowo, Yoga Herlambang WR Zardi, Muhammad