Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Hijau Kepada Petani Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Agung Kecamatan Kemiling Provinsi Lampung Trio Santoso; Melya Riniarti; Indriyanto Indriyanto; Afif Bintoro; Surnayanti Surnayanti; Machya Kartika Tsani
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2022): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.833 KB) | DOI: 10.23960/rdj.v1i1.5905

Abstract

Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Agung merupakan salah satu kelompok tani yang anggotanya memiliki lahan garapan yang berbatasan langsung maupun berada dalam kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) dan memiliki nilai yang sangat strategis dalam menjaga kelestarian Tahura WAR serta Kota Bandar Lampung. Namun pendapatan petani dari hasil lahan dirasa belum memadai akibat kurang intensif melakukan pemupukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan  metode ceramah, praktik langsung diikuti tahap evaluasi dari bulan Juni sampai September 2020.  PkM hanya diikuti oleh 15 orang petani karena kondisi pandemi covid-19 dengan materi berupa: Pupuk dan pemupukan; Pembuatan dan pemanfaatan pupuk hijau; Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman serta Pemeliharaan tanaman.PkM mendapatkan sambutan baik dari petani dan hasil evaluasi  menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terhadap materi-materi yang diberikan secara sebesar 32,6% dari skor total  47,5 menjadi 70,5.
Pengaruh Ekstrak Daun Bintaro dan Mangga Terhadap Perumbuhan Rumput Teki (Cyperus rotundus) Hafidzah Nurul Aulia; . Indriyanto; Melya Riniarti
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i2.28519

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaanya tidak diinginkan oleh manusia. Perlu alternatif upaya pengendalian gulma yang ramah lingkungan.  Salah satu alternatif pengendalian gulma adalah menggunakan bioherbisida. Bioherbisida dapat diperoleh dari ekstrak daun tanaman.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam) dan mangga (Mangifera indica) dalam menghambat pertumbuhan rumput teki (Cyperus rotundus) serta untuk mengetahui ekstrak daun yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan rumput teki.  Penelitian ini dilakukan dengan cara maserasi ekstrak daun menggunakan pelarut polar etanol 96%.  Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu kontrol, ekstrak daun bintaro dan ekstrak daun mangga dengan konsentrasi 50%.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kedua ekstrak yang digunakan memiliki efektivitas yang sama sebagai bioherbisida, karena perlakuan dapat menghambat pertambahan jumlah daun,pertumbuhan panjang akar serta perubahan warna daun rumput teki.  Pada variabel tinggi tumbuhan dan biomassa, perlakukan tidak menunjukan perbedaan yang nyata dengan perlakuan tanpa bioherbisida.  Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai potensi kedua ekstrak daun tersebut terhadap gulma lain serta pemanfaatan ekstrak daun tanaman lain sebagai bioherbisida.
JENIS POHON PENYUSUN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI SEKITAR PABRIK PT SEMEN BATURAJA, BANDAR LAMPUNG Winda Ambarwati; Ceng Asmarahman; Melya Riniarti; . Indriyanto
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i2.29418

Abstract

Semen merupakan bahan baku kontruksi dengan komposisi batu kapur, pasir silika, pasir besi dan tanah liat. Industri semen mengakibatkan dampak buruk lingkungan berupa gas polutan, debu, maupun zat berbahaya lainnya. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut dengan membangun ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pohon penyusun di sekitar areal pabrik semen PT Semen Baturaja, Bandar Lampung. Pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung dengan sensus di lapangan. Penelitian dilakukan dari bulan September-Desember 2022. Data yang diambil meliputi data nama jenis, diameter batang, tinggi pohon dan luas tajuk. Data komunias dikumpulkan menggunakan metode sensus pada zona 0-500 meter dari batas areal pabrik dengan jarak 100 meter setiap gradien. Data dianalisis menggunakan metode deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat 57 jenis pohon dengan total 745 individu dengan jenis dominan pada setiap gradien yaitu, gradien 1 Polyalthia longifolia (58,56%), gradien 2 Mangifera indica (61,00%), gradien 3  Mangifera indica (59,54%), gradien 4 Mangifera indica (52,44%) dan Swietenia mahagoni (44,59%) dan gradien 5 Polyalthia longifolia (45,60%) dan Mangifera indica (44,68%).
PELATIHAN PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DI KELOMPOK TANI HUTAN SUMBER AGUNG Machya Kartika Tsani; Melya Riniarti; Indriyanto, Indriyanto,; Ceng Asmarahman
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.73349

Abstract

Pengelolaan tanaman budidaya menggunakan bahan kimia atau anorganik secara berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat pada kerusakan tanah, tanaman dan lingkungan. Perlu upaya yang tepat untuk merubah kebiasaan penggunaan bahan kimia tersebut. Salah satu upaya yang diberikan yaitu melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan MOL yang digunakan sebagai pupuk organik penambah nutrisi tanaman agar lingkungan dapat terjaga dengan baik. Oleh karena itu tujuan pada kegiatan PKM ini yaitu memberikan pelatihan pembuatan MOL serta mengetahui cara pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair. Khalayak sasaran kegiatan ini yaitu anggota KTH Sumber Agung. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat telah berjalan dengan baik. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan MOL bonggol pisang dan mengetahui cara pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair. Peserta memberikan antusiasme yang tinggi untuk merubah penggunaan pupuk kimia/anorganik menjadi pupuk organik yang dibuat menggunakan bahan-bahan di sekitar mereka yang mudah ditemukan. Pembuatan MOL yang cenderung tidak memerlukan banyak biaya dapat menghemat lebih banyak biaya pengolahan lahan.
INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU PADA TANAMAN MPTS DI HUTAN DESA SUKARAJA KPH RAJABASA Ani Fitriyani; Melya Riniarti; Duryat Duryat
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 3 NOMOR 1 TAHUN 2020 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.077 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v3i1.818

Abstract

ABSTRAK Hutan Desa Sukaraja merupakan hutan lindung yang dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pengelolaan dengan sistem agroforestri dan pemungutan hasil hutan bukan kayu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai jenis dan jumlah HHBK dari tanaman MPTs serta menduga potensi HHBK dari tanaman MPTs pada masa yang akan datang berdasarkan ketersediaannya di masa kini. Data dikumpulkan melalui analisis vegetasi pada 29 plot contoh yang diambil berdasarkan metode SRS (Simple Random Sampling). Untuk memprediksi penambahan jumlah MPTs 1 sampai 4 tahun yang akan datang dilakukan pengamatan pohon pada fase tiang dan pancang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis tanaman MPTs yang dimanfaatkan hasil hutan bukan kayunya oleh masyarakat Desa Sukaraja yaitu durian, cengkeh, pala, petai, alpukat, kemiri, mangga, nangka, jengkol, melinjo dan duku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga beberapa tahun yang akan datang pohon cengkeh dan durian masih menjadi MPTs yang paling banyak dimanfaatkan dan ditanam oleh masyarakat. Sedangkan mangga dan kemiri merupakan HHBK yang produksinya akan stagnan atau bahkan mengalami penurunan dalam kurun waktu 1-4 tahun yang akan datang. Kata Kunci : HHBK, MPTs, Hutan Desa, KHP Rajabasa  ABSTRACT Sukaraja Village Forest is a protected forest that is utilized by the community through agroforestry system and collection of non-timber forest products to improved community welfare. This study aimed to obtain data on the types and numbers of NTFPs from MPTs and to estimate the potential of NTFPs from MPTs in the future based on their availability in the present. Data was collected through vegetation analysis with 29 sample plots taken based on the SRS (Simple Random Sampling) method. To predict the increase of amount of MPTs in 1-4 years, observed of trees in the pole and sapling phases. The results showed that there were 11 types of MPTs that were utilized by non-timber forest products by the people of Sukaraja Village, that were Durio Zibethinus, Eugenis aromaticum, Phitecellobium lobatum, Parkia spesiosa, myristica fragnans, Artocarpus heterophyllus, Lansium domesticum, Persea americana, Alueuritas moluccanus, Gnetum gnemon and Mangifera indica. The results showed that for the next few years Eugenia aromaticum and Durio zibethinus trees were still the most widely used and planted by the community. While production of Mangifera indica and Alleurites moluccanus were the NTFPs that will be stagnate or even decline in the next 1-4 years. Keywords : NTFPs, MPTs, Village Forest, KPH Rajabasa
PENGARUH PENAMBAHAN ENKAPSUL BIOCHAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERKEMBANGAN AKAR SENGON (Falcataria moluccana) Eva Yunita; Melya Riniarti; Wahyu Hidayat; Ainin Niswati; Hendra Prasetia; Udin Hasanudin; Irwan Sukri Banuwa
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2022 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v5i1.1787

Abstract

Limbah tandan kosong kelapa sawit dengan jumlah yang banyak dapat dimanfaatkan menjadi biochar yang diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia serta menjadi pembenah tanah (soil amendment). Penanganan limbah yang tidak tepat akan mencemari lingkungan, upaya untuk meminimalisirnya yaitu dengan pemanfaatan menjadi biochar. Berat jenis biochar yang sangat rendah menyebabkan sulit tercampur merata dengan media tanam, cara mengatasinya dengan metode enkapsul. Pemberian aplikasi enkapsul biochar untuk perkembangan tanaman sengon merupakan alternatif yang baik. Serta dapat melindungi bahan aktif yang ada di biochar menggunakan bahan pembungkus, sehingga dapat memperbaiki kualitas dan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian enkapsul biochar tandan kososng kelapa sawit terhadap perkembangan akar sengon. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu tanpa penggunaan enkapsul biochar, menggunakan enkapsul biochar dengan persentase 5%, menggunakan enkapsul biochar dengan persentase 10%, dan menggunakan enkapsul biochar dengan persentase 25%. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam (Anara) dan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enkapsul biochar dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik dibandingkan dengan tanpa penggunaan enkapsul biochar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian enkapsul biochar tandan kosong kelapa sawit dengan persentase 25% menunjukkan hasil yang paling baik pada pertumbuhan akar sengon dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
KARAKTERISTIK ARANG KAYU KARET (HEVEA BRASILIENSIS) YANG DIPRODUKSI MENGGUNAKAN DUA TIPE TUNGKU PIROLISIS Siti Mutiara Ridjayanti; Rahmi Adi Bazenet; Irwan Sukri Banuwa; Melya Riniarti; Wahyu Hidayat
Jurnal Belantara Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v6i1.815

Abstract

As the largest natural rubber producing country after Thailand, Indonesia has an immense potential of rubberwood sources. Rubberwood waste is suitable for raw materials to produce charcoal through pyrolysis method, providing more value-added. Kilns used in the pyrolysis process are diverse. The different kiln used will affect the characteristics of the charcoal produced. This study aimed to determine the characteristics of rubberwood charcoal produced using box-type kiln and dome-type kiln. The characteristics analyzed were charcoal yield, moisture content, ash content, volatile matter, and fixed carbon. The results showed dome and box-type kilns produced charcoals with different characteristics. Char yield of charcoal produced using box and dome-type kilns was 15.82% and 14.21%. Charcoal produced using box-type kiln has a moisture content of 4.51%, ash content of 3.06%, volatile matter of 18.10%, and fixed carbon of 74.33%, while charcoal produced using dome-type kiln has a moisture content of 6.16%, ash content 2.52%, volatile matter of 6.26%, and fixed carbon of 85.06%. The charcoal characteristics met the SNI 01-1683-1989 standard, except for the moisture content of charcoal produced using dome-type kiln.
Sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik Sudarsono Efendi Sofyan; Melya Riniarti; Ceng Asmarahman; Hendra Prasetiya; Slamet Budi Yuwono; Yulia Rahma Fitriana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i1.10162

Abstract

Pada dasarnya persemaian memiliki permasalahan berupa ongkos pengangkutan yang mahal, jumlah pekerja yang kurang dan persentase kerusakan bibit semakin tinggi.  Perlu dilakukan teknologi pengembangan media tumbuh semai yang mudah untuk dibawa dan murah,  sehingga ongkos pengangkutan akan rendah serta dapat disediakan dalam jumlah banyak dengan jumlah pekerja yang terbatas. BPDAS WSWS Lampung mengembangkan Media Semai Cetak (MSC). MSC merupakan media yang dibuat untuk pengganti polybag didalam pembibitan, berukuran kecil (2cm x 2cm) dan didesain digunakan sebagai media semai sekaligus media tumbuh, sehingga tidak ada kegiatan penyapihan.  Hal ini membuat penggunaan MSC akan sangat efisien, selain akan mengurangi ongkos angkut dalam transportasi bibit ke lapangan. Namun, kajian secara ilmiah efetivitas MSC belum dilakukan, demikian pula kajian tentang komposisi MSC yang tepat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia media semai cetak dengan berbagai komposisi bahan organik sebagai media tumbuh tanaman kehutanan. Sifat fisik yang diteliti meliputi kekerasan media MSC, berat volume MSC dan sifat kimia meliputi kandungan hara pada media semai cetak. Hasil penelitian menunjukan bahwa MSC memiliki nilai kekerasan bernilai berkisar 2 - 4 dan berat MSC bernilai 1,50g/cm2 – 1,84g/cm2 juga memiliki unsur kimia tanah pH (5,55-7,73) N total (0,06-0,15), P(2,17-39,28) ,K (0,76-1,62) serta C organik (1,38-4,01). 
Teknologi Single Drum Kiln untuk Produksi Biochar Limbah Tongkol Jagung di Desa Bangun Sari, Pesawaran Wahyu Hidayat; Melya Riniarti; Rara Diantari; Mareli Talaumbanua; Intan Fajar Suri; Mia Putri Utami; Bagus Saputra; Muhammad Alfaridzi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11731

Abstract

ABSTRAK Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas pertanian utama yang ditanam oleh para petani di Desa Bangun Sari, Pesawaran. Hasil dari budidaya tanaman jagung menghasilkan limbah biomassa berupa tongkol jagung yang jumlahnya cukup besar. Namun, sebagian besar dari limbah biomassa tongkol jagung ini belum dikelola dengan optimal di Desa Bangun Sari. Seiring waktu, limbah biomassa tongkol jagung ini hanya diabaikan dan dibakar, menyebabkan timbulnya isu lingkungan. Limbah biomassa tongkol jagung berpotensi untuk dikonversi menjadi biochar yang memiliki banyak manfaat termasuk sebagai bahan pembenah tanah (ameliorant). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan teknologi produksi biochar menggunakan single drum kiln karena mudah diaplikasikan dan biaya produksi relatif murah. Selain itu, petani juga didampingi dalam desain dan pengemasan produk biochar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman peserta terkait produksi dan manfaat biochar. Produk biochar dikemas dalam dua bentuk yaitu yang sudah dihaluskan dan masih utuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam memanfaatkan limbah biomassa jagung menjadi produk bernilai ekonomi dan lingkungan yang bermanfaat. Kata Kunci: Biochar, Limbah Tongkol Jagung, Single Drum Kiln  ABSTRACT Corn (Zea mays) is one of the main agricultural commodities grown by farmers in Bangun Sari Village, Pesawaran. The corn plantation results in a significant amount of biomass waste in the form of corncobs. However, most of the corncob biomass waste has not been managed optimally in Bangun Sari Village. The corncob biomass waste is neglected and burned over time, causing environmental problems. Corncob biomass waste has the potential to be converted into biochar which has many benefits including as a soil amendment (ameliorant). This community service activity applies biochar production technology using a single drum kiln because it is easy to apply and production costs are relatively cheap. In addition, farmers are also assisted in the design and packaging of biochar products. The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge and understanding regarding the production and benefits of biochar. Biochar products are packaged in two forms, namely solid and powder forms. This community service activity contributes to utilizing corn biomass waste into useful economic and environmentally valuable products. Keywords : Biochar, Corncobs Waste, Single Drum Kiln
Mapping Potential Locations of Reservoir Development Planning Based on Biogeophysical Conditions in Bulok Watershed of Lampung Province Rosidah Amini; Slamet Budi Yuwono; Dyah Indriana Kusumastuti; Melya Riniarti; Irwan Sukri Banuwa; Endro Prasetyo Wahono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 11, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.671-687

Abstract

Floods and droughts are problems that threaten the success of agricultural crops. The reservoir can be used as a water management system that can anticipate these problems. This study aims to examine the potential location of the reservoir development planning based on biogeophysical conditions in the Bulok Watershed of Lampung Province, which uses the overlay method and weighting and scoring techniques developed by Geographic Information System (GIS). The population covers the entire biogeophysical area of the Bulok watershed, with samples of 4 biogeophysical parameters, namely land cover, slope, soil conditions and geological conditions. The results showed that the distribution of land cover types that dominate in the Bulok watershed is mixed dry land agriculture. The most common slopes are flat to wavy slopes. The soil types that dominates are soils with andesite lithology, basalt, diorite, fine-grained tefra, and coarse-grained tefra. The geological formation that dominates is the Hulu Simpang Formation.  Based on the 4 biogeophysical parameters selected in the study, there are 69 locations with great potential for planning the construction of reservoirs in the Bulok watershed. 20 points are spread over the administrative area of Tanggamus Regency, 23 points in Pringsewu Regency, and 26 points in Pesawaran Regency. Of the 87.670 ha of Bulok watershed area, 14.192 ha is very potential location area.   Keywords:   Biogeophysical Conditions, Potential Locations, Reservoir
Co-Authors . Indriyanto A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Agung Dwi Prasetyo Agung Putra Wijaya, Agung Putra Agus Haryanto Agus Sayfulloh Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Wahyudi Agus Wahyudi Ainin Niswati Ainin Niswati Ainin Niswati Alawiyah Alawiyah Alawiyah Alawiyah Alawiyah, Alawiyah Amini, Rosidah ANDREAS KUSUMA Anggiat Tamba Togatorop Anggraini Eka Wahyuni Ani Fitriyani Anita Dewi Agustin Anita Dewi Agustin Arief Darmawan Arief Darmawan Arum Sekar Wulandari Aulia Asmara Loka Br Tarigan Azhary Taufiq Bagus Saputra Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bangun Adi Wijaya Beny Kurniawan Buhani Buhani Ceng Asmarahman Ceng Asmarahman Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Damai, Abdulah Aman Damayanti, Inggar Dani, Hafiz Ansori Debi Pratiwi Putri Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati Dermiyati, Dermiyati Devi Aprillia Dingin Prayoga Duryat Duryat Duryat - Duryat . Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Duyat Duryat Dwi Hapsoro Dyah Indriana Kusumastuti Elfri Mentari Situmorang Elfri Mentari Situmorang Endah SUSILOWATI Endro Prasetyo Wahono Eny Faridah Esra Maradong Simangunsong Eva Yunita Eva Yunita Eva Yunita Falah Rizkasumarta Fauzi, Daffa Naufalian Ferdiansyah Putra Ferdiansyah Putra Firdaus, Iqbal Fitri Lestari Manurung Fitriana, Yulia Rahma Frendika Mahendra Hafidzah Nurul Aulia Handojo Hadi Nurjanto Harianto, Sugeng P. Harsya, Erisa Pratiwi Hartati, Puspa Hendika Jaya Putra Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hendra Prasetia Hendra Prasetiya Husen Hariadi Hutabarat, Prima Wahyu Kusuma I Ketut Suada Ida Lestari Imawan Abdul Qohar Imron Imron, Imron Inafa Handayani Indra Gumay Febryano Indriyanto . Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto, Indriyanto Indriyanto, Indriyanto, Inggar Damayanti Inggar Damayanti Intan Fajar Suri Intan Safitri, Intan Irawan, Sandy Erggi Irdika Mansur Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa JAYANI, FARADILA MEI Kaskoyo, Hari Khairunnisa Khairunnisa Kukuh Setiawan Kurniawan, Max Kuswanta Futas Hidayat Lukas Rudy Hadi Saputra Luthfiana, Ulfa Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Mareli Talaumbanua Maria Viva Rini MARTIANSYAH, Irfan Maulani, Qori Melviani Merisa Merisa Mia Putri Utami Mina Marlina Moses Hasibuan Moses Hasibuan Muhammad Alfaridzi Murtinah Murtinah Mustika Wati, Devi Neneng Laila Romdyah Nindya Tria Puspita Oben . Oben Oben Park, Byung Bae Patrice Kevin Marcus Permatasari, Nindy Prasetyo, Pangestu Pratama, Kurnia Indy Prayoga, Seldi Priyambodo Priyambodo Priyambodo Priyambodo Putri Ayu Febrina Rahmat Safe'i Rahmat Syafe'i Rahmi Adi Bazenet Rahmi Adi Bazenet Rahmi Adi Bazenet Ramadhan, Dimas Rara Diantari Rega Renvillia Rekha Prananda Rekha Prananda Rikha Aryanie Surya Riki Prayoga Rini, Dwi Nur Puspita Rini, Mita Puspita Rodiani Rodiani, Rodiani Rosidah Amini Rudi Hilmanto Salsabila, Sahda Samsul Bakri Sanena, Tia Silvia Santori Santoso, Trio Sapariyanto Sapariyanto Saputra, Bagus Senatama, Andhika Sesilia Maharani Putri Simanjuntak, Syari Mela Siti Mutiara Ridjayanti Siti Mutiara Ridjayanti Siti Mutiara Ridjayanti Siti Suprehatin Siti Tisas Sitra Sanana Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sondri Kurniawan Sondri Kurniawan Sudarsono Efendi Sofyan Sudarsono Efendi Sofyan SUMADI SUMADI Supriadi - Suri, Intan Fajar Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayati Surnayati Tri Maryono Tri Santoso Trio Santoso Trio Santoso Tristiyanto Tristiyanto Tsani, Machya Kartika Udin Hasanudin Udin Hasanudin Udin Hasanudin Violita, Cindy Yoeland Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wan Abbas Zakaria Wenty Irvantia Wenty Irvantia Wijaya, Bangun Adi Winarno, Gunardi Djoko Winda Ambarwati Winda Rahmawati Wiwi Febriani Wulandari, Christin Yanyan Ruchyansyah Yanyan Ruchyansyah Yoo, Jiho Yuli Ardani Lubis Yuli Ardani Lubis Yulia Rahma Fitriana Yunita, Repha Sera Yusnita Yusnita