p-Index From 2021 - 2026
8.818
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KISAH TIGA PANGERAN Piani, Ririn Tria; Sumarti, Sumarti; Samhati, Siti; Rusminto, Nurlaksana Eko; Widodo, Mulyanto
Widyaparwa Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i2.1525

Abstract

Kisah Tiga Pangeran merupakan cerita rakyat dari Sumatera Selatan yang banyak menyajikan hal menarik untuk dikaji secara mendalam. Salah satu dari hal menarik tersebut adalah berkaitan dengan penggunaan bahasa, khususnya pada strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh ceritanya. Penelitian ini bertujuan menguraikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran. Kajian ini menekankan pada teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Brown & Levinson, yakni seputar penyelamatan muka. Semua orang yang rasional mempunyai muka yang harus dijaga dan dipelihara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kutipan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif yakni teknik analisis data dengan menyajikan data dalam bentuk visualisasi berupa tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran menggunakan beragam strategi untuk dapat berbahasa secara santun. Strategi yang digunakan para tokoh cerita terbagi ke dalam dua jenis, yakni strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif. Strategi kesantunan negatif direalisasikan dengan cara memberikan pertanyaan, meminimalkan paksaan, memberikan penghormatan, meminta maaf, dan menggunakan tuturan berpagar. Adapun strategi kesantunan positif direalisasikan dengan cara melibatkan penutur dan lawan tutur dalam aktivitas, memperhatikan keinginan lawan tutur, membesar-besarkan perhatian dan simpati kepada lawan tutur, serta menyatakan hubungan secara timbal balik. Selain itu, strategi kesantunan positif juga dilakukan tokoh cerita dengan cara menggunakan penanda identitas kelompok, mengintensifkan perhatian penutur dengan mendramatisasi peristiwa atau fakta, memberikan hadiah (barang, simpati, perhatian, kerja sama) kepada lawan tutur, memberikan tawaran atau janji, dan menunjukkan hal-hal yang dianggap memiliki kesamaan. Kisah Tiga Pangeran merupakan cerita rakyat dari Sumatera Selatan yang banyak menyajikan hal menarik untuk dikaji secara mendalam. Salah satu dari hal menarik tersebut adalah berkaitan dengan penggunaan bahasa, khususnya pada strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh ceritanya. Penelitian ini bertujuan menguraikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran. Kajian ini menekankan pada teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Brown & Levinson, yakni seputar penyelamatan muka. Semua orang yang rasional mempunyai muka yang harus dijaga dan dipelihara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kutipan kalimat yang dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan teknik interaktif yakni teknik analisis data dengan menyajikan data dalam bentuk visualisasi berupa tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh cerita dalam Kisah Tiga Pangeran menggunakan beragam strategi untuk dapat berbahasa secara santun. Strategi yang digunakan para tokoh cerita terbagi ke dalam dua jenis, yakni strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif. Strategi kesantunan negatif direalisasikan dengan cara memberikan pertanyaan, meminimalkan paksaan, memberikan penghormatan, meminta maaf, dan menggunakan tuturan berpagar. Adapun strategi kesantunan positif direalisasikan dengan cara melibatkan penutur dan lawan tutur dalam aktivitas, memperhatikan keinginan lawan tutur, membesar-besarkan perhatian dan simpati kepada lawan tutur, serta menyatakan hubungan secara timbal balik. Selain itu, strategi kesantunan positif juga dilakukan tokoh cerita dengan cara menggunakan penanda identitas kelompok, mengintensifkan perhatian penutur dengan mendramatisasi peristiwa atau fakta, memberikan hadiah (barang, simpati, perhatian, kerja sama) kepada lawan tutur, memberikan tawaran atau janji, dan menunjukkan hal-hal yang dianggap memiliki kesamaan.STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KISAH TIGA PANGERAN
Co-Authors A. Effendi Sanusi Agung Agung Ahmad Husnan Alamsyah Alamsyah Ali Mustofa Ali Mustofa Ali Mustofa Amarasuli, Shalsa Anggi Tia Suryani AR, Ridha Adilla Ardian, Dina Arya Dwi Putri Asmaul Husna, Siti Ayu Setiyo Putri Ayu Setiyo Putri Aziz Firdaus Bayu Antrakusuma, Bayu Bela Fransiska Betnawati Betnawati Chairunnisa Pratami Chintiya Dewi, Fadilla Deacy Permata Sari Deasy Triyani Saputri Dede Putri Dekas Miyanti Denti Okta Puspita Desi Iryanti Deta Aulia Devitalisa M, Wulan Dewan Syafutra Dhini, Maudy Sukma Dianita Rizka Oktari Dimas Ade Chandra Dina Dwi Mayang Sari Dwi Yulianti Edi Suyanto Edi Suyanto Egatri, Dewi Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Eko Hari Anggoro Eko Rusminto, Nurlaksana Elisabeth, Mery eneng lintar fandesta Erika Pratiwi Errin Andriyanti Esi Pitriani Eva Sartika Sari Fajar Aprian, Figo farida ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Faturrohman, Aji Fauziah, SM. Wardatul Febriyanto, Dedi Fitriani, Ummi Fittriandhari Fittriandhari Haipa Novia Putri Hana Yakfi Aningsih Hanifah, Kun Hardiyanti Hardiyanti Harnani Harnani Helmawati Helmawati Heriza Nevisi Yanda Putri Herlambang, Agung Putra Heru Arip Rahman Hakim Heru Prasetyo Heslina Heslina Husna, Siti Asmaul I Ketut Kantia I Wayan Ardi Sumarta Ibrahim Besar Ika Agustina Pratiwi Iqbal Hilal Iqbal Hilal Isnawati Isnawati Isnawati Isnawati Jamhari Jamhari Jihan Dili Annisa Kahfie Nazaruddin Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Kasiyah Kasiyah Kesuma Ariyanti Khairunnisa Khairunnisa Khoerotun Nisa Liswati Khoirunnisa Khoirunnisa Kun Hanifah Kurnia Wahyuni Kurniawati, Eka Kurniawati, Eka Kusumaningrum, Dyah Hajarwati Bemy Lela Tri Indriani Lismayana Lismayana Lulud Agista Luluk Ulasma M Yanuardi Zain M.Muhfid Choirudin Mardiah Hayati Merry Oktarina Mery Elisabeth Meta Yulena Sari Mira Salviani Moli Ridodo Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Fuad Muhammad Suhendra Mujiono Mujiono Mulyanto Widodo Mulyanto Widodo Munaris Munaris Munaris . Murniati Murniati Nadia Oktasari Nadya Amalia Nasution Nalan Meilia Sisi Nasoetion, Panisean Naufalia, Jauza Najla Nenden Lilis Aisyah Neneng Sulasmi Ni Nyoman Wetty Ni Nyoman Wetty Suliani Ningsih, Iraliya Nur, Kiki Zakiah Nuraini Nuraini Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurwahidin, Muhammad Nurwanti Nurwanti Patuan Raja Pertiwi, Nidia Harum Piani, Ririn Tria Pony Tikny Swisty Poppy Ayu Marisca Pratami, Chairunnisa Prilly Shabrina AP Pudan Doli Situmorang Pulsha Apriliande, Dwi Puspita Trie Utami Putri Al Farizka Putri Elida Sari PUTRI WULANDARI Putri, Ayu Setio Raden Imas Aguslina Rahmadani, Azzahra Rahmat Prayogi, Rahmat Ramadhani, Aura Puspita Ranni Rahmayanthi Reffky Reza Darmawan Reni Apriyanti Repki Repki Reza Putri Ristanti Riadi, Bambang Rian Andri Prasetya Riana, Hana Rika Ridiawati Riswandi, Riswandi Romanda Pratama Putra Rona Romadhianti Rosdiasari Pane RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Isbowo Rumiyati Rumiyati Rusmito, Nurlaksana Eko Salsabila, Aisyah Athiyah Salwa Pramesti Maharani Sari Agung Tamba Sari Yunis Sari, Renielda Septi Kumala Septi Ria Ariani Setiyo Putri, Ayu Shelvina Elvira Shinta Larasati Siti Murdiyati Siti Zubaidah Sri Rahayu Sri Wahyuni Ekowati Sudirman Husin Sugianti, Ketut Ratna Sukistiono Sukistiono Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Sunarti, Iing Sunarti Sunyono Susilawati Susilawati Taqwa, Zayin Zakiya Umma Valentia Pratiwi Vito Frasetya Wahyuni Utami Ningtias Widodo, Mulyanto Widodo Wini Tarmini Wulan Sari Yeni Widi Astuti yenni indriani Yerli Agilia Putri Yesi Wariesta Yessina Tarulitha Munthe Yoga Fernando Rizqi Yundari, Yundari Yunida Fitratun Nisa