p-Index From 2021 - 2026
8.988
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan Vegetasi dan Simpanan Biji Gulma pada Pertanaman Jagung Berbeda Sejarah Pola Tanam di Lahan Kering Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.525 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.28383

Abstract

Weed management is an important aspect in the dry land; however, weed resides in dry land like East Nusa Tenggara is rarely reported. The study aimed to evaluate weed species and its seed bank on maize fields from the different history of cropping patterns in order to develop effective weed control. The research was conducted in April-June 2019 at farmer fields at Kupang District, East Nusa Tenggara, Indonesia. Weeds were evaluated from four maize fields experienced a different history of cropping pattern (L1, L2, L3, and L4), and its seed bank from the depth of 0-10, 11-20, 21-30, and 31-40 cm were evaluated using seedling emergence method. The evaluation revealed 13 species at which 4 species exclusively were found in vegetation analysis, 2 species in the seed bank and 7 species in both vegetation and seed bank analysis. Dominant weed at podzolic L2 and L3 that experienced fallow for two months was Chloris barbata, while without fallow of podzolic L1 and grumusol L4 were Digitaria adscendens and Mazus japonicus, respectively. Cropping history and soil depths affected weed density, but depths of 0-20 cm had the highest density irrespective preceding the cropping pattern. Research implies both vegetation and seed bank analysis should be addressed and integrated in weed management. Keywords: dry land, fallow, weed management, East Nusa Tenggara, vegetation analysis
Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi dan Efektivitas Panen pada Kakao Mulia Thifany, Ariny Jihan; Khumaida, Nurul; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.54 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30565

Abstract

Low productivity of cocoa (Theobroma cacao L.) in Indonesia is caused by various factors such as improper harvesting practice. The research studied growth, development, and distribution of pod on two edel cocoa clones (DR 2 and DRC 16) and to evaluate factors affecting production and harvesting effectivity. The study was carried out at cocoa farm located at Renteng Plantation, Jember, East Java, Indonesia in January-May 2019. Pod growth, distribution, and disease incidents were evaluated on the stem 0-200 cm from soil level. The results showed that harvested pod met 73.51% of the standard quality. DR 2 and DRC 16 matured about 21-24 and 19-22 weeks after anthesis, respectively. Pods distributed predominantly at 151-200 cm above soil surface, and number of pod increased from lower to higher stem. Cocoa production was affected by clone, fruit position on the stem height, pest and disease infections, and harvester’s age and their height. In order to increase cocoa production, it is important to increase harvesting effectivity by managing fruit position such as maintaining tree height to fit with harvester’s age and height.
Jejak Lahan Sistem Pertanian Terpadu Tanaman-Ternak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Zaman, Sofyan; Santosa, Edi; Karti, Panca Dewi Manuhara; Agusta, Herdhata; Muladno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.883 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i2.30581

Abstract

Jejak lahan merupakan salah satu indikator untuk mengukur daya dukung lingkungan suatu sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian bertujuan mengevaluasi daya dukung lingkungan sistem pertanian terpadu dan ternak melalui pendekatan jejak lahan dalam rangka membangun usaha pertanian berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada Mei-Agustus 2019 di Desa Sekaran, Bojonegoro, Jawa Timur. Data indeks ketersediaan pangan (IKP) dan indeks daya dukung pakan (IDD) diformulasikan dari laporan dan wawancara. Hasil menunjukkan IKP dan IDD tahunan dalam katagori cukup dengan nilai 3.4 dan 7.2. Jejak lahan pangan adalah 143.2 ha dan jejak lahan pakan adalah 759.1 ha yang mencakup jejak lahan pakan asal limbah pertanian tanaman pangan dan hijauan. Nilai jejak lahan total pangan-pakan yakni 759.1 ha lebih rendah daripada luas lahan tersedia untuk kegiatan agronomi yakni 1,574 ha, yang mengindikasikan kecukupan daya dukung lingkungan untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan. Namun demikian, pada April-Mei nilai IDD < 1 yang berarti ada keterbatasan pakan untuk mendukung populasi ternak yang ada. Berdasarkan nilai IDD bulanan, populasi sapi pembibitan yang dapat ditopang adalah 713 ekor dan sapi penggemukan sebanyak 24 ekor. Populasi sapi penggemukan dapat ditingkatkan hingga 1,590-2,515 ekor dengan menambah ketersediaan pakan melalui pembuatan silase, penanaman rumput gajah dan tanaman hijauan lain yang tahan kering.
Agroecology and Uses of Galinsoga parviflora as Indigenous Vegetable in Highland of Kuningan, Banjarnegara and Wonosobo, Indonesia Santosa, Edi; Zaman, Sofyan; Guntoro, Dwi; Susila, Anas Dinurrohman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.078 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i3.32800

Abstract

Mondreng (Galinsoga parviflora Cav.) adalah gulma kosmopolitan dan secara tradisional digunakan sebagai sayuran di dataran tinggi Jawa. Penelitian bertujuan mengevaluasi agroekologi dan pemanfaatan G. parviflora sebagai sayuran indigenous di Jawa. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan, Banjarnegara, dan Wonosobo dari Juni 2015 hingga Juli 2017. Peta distribusi diambil dari penelusuran lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan ada dua spesies Galinsoga berdasarkan daun dan batang, yaitu G. parviflora dan G. quadriradiata. G. parviflora merupakan sayuran di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, tetapi tidak di Kabupaten Kuningan. Galinsoga termasuk satu dari 13 jenis sayuran tradisional; pucuk muda dengan bunga dikonsumsi setelah dimasak atau direbus, dan kadang-kadang digunakan sebagai diuretik. Sayuran Galinsoga berkontribusi rendah terhadap rumah tangga, namun peranannya dalam hubungan sosial antar tetangga relatif penting. Perlu dilakukan studi kandungan nutrisi untuk meningkatkan pemanfaatannya. Kata kunci: Asteraceae, Dieng, gulma, jukut saminggu, mondreng
Pertumbuhan dan Hasil Ratun Tiga Ekotipe Padi berdasarkan Tinggi Pemotongan Berbeda Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Sulistyono, Eko; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.3 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.33686

Abstract

Padi ratun adalah tanaman padi yang tumbuh dari tunas yang terdapat di buku tunggul atau batang padi tersisa setelah panen. Proses budidaya padi ratun hemat biaya dan waktu dengan memberikan tambahan hasil terhadap tanaman utama. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil ratun dari tiga ekotipe padi (sawah, gogo, dan rawa) dari tinggi pemotongan batang berbeda. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor pada September-Desember 2019 menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Tiga ekotipe padi yaitu padi sawah (IPB 3S, Inpari 30), padi gogo (Inpago 9, Inpago 10) dan padi rawa (Inpara 8, Inpara 9) ditanam dengan budidaya padi sawah kemudian diratun pada empat ketinggian (10, 20, 30, dan 40 cm) dari permukaan tanah untuk menstimulir ratun. Hasil menunjukkan bahwa anakan ratun terbanyak dari IPB 3S dan Inpago 9 dihasilkan dengan tinggi potongan 20 cm. Anakan produktif berkorelasi secara signifikan terhadap hasil ratun dalam GKG. Hasil tertinggi ratun dapat diperoleh dari padi sawah (IPB 3S) dengan ketinggian 30 cm dan padi rawa (Inpara 8) dengan ketinggian 20 cm. Sidik lintas menunjukkan jumlah gabah per malai adalah karakter yang berpengaruh langsung terhadap hasil ratun. Kata kunci: buku tunas, sidik lintas, tinggi tunggul padi
Dampak Cuaca Ekstrim terhadap Kehampaan Genotipe Padi: Pengantar Manajemen Produksi Berbasis Iklim Purwono; Dulbari; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.216 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35933

Abstract

Kajian kehampaan gabah pada berbagai varietas padi dikaitkan dengan deraan angin dan curah hujan tinggi masih jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian bertujuan mengevaluasi tingkat kehampaan beberapa genotipe padi pada perlakuan angin dan hujan selama masa generatif. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Bogor, Indonesia pada Oktober 2017-Januari 2018 menggunakan pot ember ukuran 13.9 L. Genotipe Ciapus, Fatmawati, HIPA 6, Inpari 10, dan Way Apo Buru (WAB) pada fase generatif didera angin kecepatan 10-40 km jam-1 pukul 07.00-17.00 WIB, hujan pukul 07.00-12.00 WIB, dan hujan pukul 07.00-17.00 WIB selama dua minggu. Perlakuan angin dan hujan meningkatkan jumlah gabah hampa, dengan tingkat kehampaan malai tergantung genotipe. Tanaman memperoleh perlakuan hujan pukul 07.00-17.00 memiliki persen gabah hampa lebih besar dari hujan pukul 07.00-12.00 khususnya pada genotipe WAB. Kehampaan malai pada genotipe WAB sensitif terhadap curah hujan, dan Ciapus, HIPA 6 dan Inpari 10 sensitif terhadap angin. Fatmawati relatif lebih tahan deraan angin dan hujan dibandingkan genotipe lain. Penelitian menunjukkan perlunya memilih genotipe untuk mengurangi dampak deraan angin dan curah hujan selama masa generatif. Kata kunci: adaptasi perubahan iklim, angin kencang, hujan, Oryza sativa, smart climate
Preferensi Tanaman Buah untuk Penghijauan Kota Berdasarkan Persepsi Publik: Studi Kasus di Kota Tangerang Agusta, Herdhata; Ulfha Junita; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.85 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.38691

Abstract

Penghijauan kota menggunakan tanaman multipurpose merupakan trend global untuk meningkatkan ketahanan pangan, disamping tetap mempertahankan fungsi penghijauan. Untuk itu, persepsi dan preferensi masyarakat menjadi sangat penting. Namun keterlibatan masyarakat dalam menentukan tanaman penghijauan di perkotaan masih jarang diteliti di Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat pada tanaman buah sebagai penghijauan kota, dan mengetahui alasan yang mendasari persepsi dan preferensi masyarakat. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tangerang dan Batuceper, Kota Tangerang. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara dengan 50 responden pada September 2020 sampai Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% responden setuju penghijauan kota menggunakan tanaman buah. Selain diambil buahnya, tanaman diharapkan memiliki fungsi ekologis, perlindungan pengguna jalan dari kecelakaan lalu lintas, dan keindahan. Responden merekomendasikan 48 jenis tanaman buah, dan jenis yang diminati lebih dari 50% responden adalah mangga (Mangifera indica), jambu biji (Psidium guajava), jeruk manis (Citrus sinensis), rambutan (Nephelium lappaceum), dan belimbing (Averrhoa carambola). Kata kunci: ketahanan pangan, kota cerdas, pinggir jalan, taman kota, tanaman multiguna
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Berbagai Populasi Gulma Chloris barbata (Poaceae) Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.856 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39708

Abstract

Rumput cakar ayam (Chloris barbata Sw.) merupakan gulma dominan pada pertanaman jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh populasi C. barbata pada tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada Oktober 2019 sampai Januari 2020 di Kebun IPB Cikabayan, Bogor, Indonesia menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan. Benih jagung ditanam pada lima populasi C. barbata yaitu 0 (tanpa gulma), 15, 30, 45, dan 60 individu per polibag berukuran 30 cm x 30 cm yang diisi media 5 kg. Biji gulma diperoleh dari lahan petani di Kabupaten Kupang, NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kehadiran gulma menekan tinggi dan bobot kering (BK) tanaman jagung mulai 4 minggu setelah tanam (MST). Pada 4 MST, populasi 15 individu menekan tinggi tanaman dan 30 individu menekan BK total tanaman jagung. Populasi 15 individu menekan diameter batang, luas dan lebar daun, kehijauan daun, dan BK total tanaman jagung, sedangkan jumlah dan panjang daun menurun oleh perlakuan 30 individu pada 8 MST. Bobot tongkol dengan dan tanpa klobot, serta panjang tongkol berkurang oleh perlakuan 45 individu per polibag yakni menjadi sebesar 48.3%, 49.0%, dan 77.7% relatif terhadap kontrol. Perlu penelitian lebih lanjut mekanisme penghambatan C. barbata pada tanaman jagung. Kata kunci: alelopati, jagung, kompetisi, Nusa Tenggara Timur, rumput cakar ayam
Variability Response of Growth of 17 Taro Genotype Under Drought and Flooding Cahyanti, Lutfy Ditya; Sopandie, Didy; Santosa, Edi; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.977 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41814

Abstract

Salah satu alternatif sumber bahan pangan ditengah terjadinya perubahan iklim adalah tanaman talas. Selain sebagai sumber karbohidrat, tanaman talas dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat sehingga mudah ditemukan di seluruh Indonesia Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi genotipe tanaman talas yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan dan genangan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama perlakuan cekaman air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tadah hujan dan genangan, sedangkan anak petak adalah 17 genotipe tanaman talas. Pada parameter pertumbuhan tanaman talas umur pengamatan 20 minggu setelah tanam, genotipe tanaman talas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan lebar tajuk tanaman; adapun perlakuan air memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan, serta memberikan pengaruh yang nyata pada diameter batang dan lebar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan semua genotipe talas lebih vigor pada perlakuan air tadah hujan, dimana genotipe tanaman talas memiliki tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, jumlah anakan dan diameter umbi yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan genangan. Kata kunci: adaptasi, genangan, kekeringan, perubahan iklim, stres
Morpho-physiological Characterization and Genetic Diversity of Cocoyam Accessions (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) Maghfirah; Santosa, Edi; Suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.607 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41872

Abstract

Talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) anggota Araceae merupakan salah satu sumber karbohidrat di daerah kering untuk ketahanan pangan. Hingga saat ini, kajian keragaman genetik kimpul untuk mendukung produktivitas dan kegiatan pemuliaan masih relatif terbatas. Penelitian bertujuan melakukan karakterisasi morfo-fisiologi dan mempelajari keragaman aksesi talas kimpul. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2018 sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Bogor menggunakan tujuh aksesi talas kimpul koleksi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni S8, S22, S27, S29, S31, S32, dan S37. Aksesi dipelihara di bawah naungan paranet 50% dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Analisis klaster menggunakan metode unweighted pair group method using arithmetic average (UPGMA). Penelitian menunjukkan adanya keragaman pada 31 dari 51 karakter morfologi dan fisiologi. Dari 31 peubah yang beragam, hanya 14 peubah yang memiliki nilai PIC ≥ 0.5. Warna tangkai daun bagian dalam dan kerapatan stomata merupakan karakter penting dalam karakterisasi kimpul karena memiliki keragaman yang paling tinggi. Pada taraf Aksesi mengelompok menjadi dua grup, Grup I beranggota aksesi S29, dan sisanya mengelompok pada Grup II. Grup II memiliki tiga subgrup yakni A (S8 dan S32), B (S22, S27, dan S31), dan C (S37). Aksesi S27 dan S31 memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Kata kunci: Araceae, belitung, ketahanan pangan, lahan kering, perubahan iklim
Co-Authors , Hariyadi , Kholidi , Krisantini , Susilawati . SUBOWO Abdoellah, Soetanto Abdul Harris Burhan Abdul Roni Angkat Achmad Taufiq Ade Wachjar Ade Wahjar Aditama, Ravi Aditya Wira Tantra Adolf P. Lonto Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Agik Suprayogi Agus Buono Agus Sufyan Ahmad Fadli Alghifari AHMAD JUNAEDI Ahmad Zamzami Akmal, Ajmir Alghifari, Ahmad Fadli Almas Lathuf Assyura Amirah, Nurul Anas Dinnurrohman Susila Anas Dinurrohman Susila Anas Miftah Fauzi Anas Miftah Fauzi Andi Gunawan Andi Gunawan Andreas Kefi ANDRIA AGUSTA Ani Kurniawati Anjeli Sulistianti Paisey Anung Wahyudi Arisa Noguchi, Arisa Arjuna, Rizka Tri Aryani, Nabila Syarfina Atang Sutandi Azwar, Rani Azkiyah Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Besse Amriati Cahyaningrum, Laeli Dyah Tantri Cahyono, Monica Adelia Kintan Candra Budiman Chairunnisak, Chairunnisak Chusyairi, Ahmad Danang Aria Nugroho Daniel Happy Putra Darius Dare Darmawansyah Darmawansyah Deden Derajat Matra Delvi Maretta Desta Wirnas Desvita Resti Faniqotuni&#039;mah Dhika Prita Hapsari Diaguna, Ridwan Didy Sopandie DINY DINARTY, DINY Dulbari Dulbari, Dulbari Dwi Guntoro Dwi Sutari Laksono Efendi, Darda Eka Maulidiya, Sherly Eko Sulistyono Elda Kristiani Paisey Elly Kristiati Agustin, Elly Kristiati Elsanti, . Endah Retno Palupi Endang Gunawan Eny Widajati Fajar Delli Wihartiko Faqih Udin Fatah, Muhammad Fatawa, Muhammad Ihsan Fatkhunnisa, Ratu Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat Feni Shintarika Fetty Dwi Rahmayanti Fifin Nashirotun Nisya Gani Tarigan, Abdul Gani Gatot Pramuhadi Gerson Hans Maure Ginanjar Pramudya Sakti Gunar Widiyanto, Gunar HAJRIAL ASWIDINNOOR Handian Purwawangsa Haniefan, Nafarain Agung Haq, Awfil Hariyadi Hayu Siwi Pribadi Herdhata Agusta Herman Wafom Tubur I Wayan Astika Imam Fauzi Fauzi Tanjung Imdad Julian Purwanto Ince Raden Intan Dewi Puspitasari Irfan Rabani Irfanda, Munandar Is Helianti Iswandi Anas Iswandi Anas Jaenudin Kartahadimaja Juang Gema Kartika Kailola, Joan Joulanda Grace Kanny, Putri Irene Karmanah, Karmanah Kazi Liaquat Hossain Ken Takahata, Ken Khamdanah, . Krisantini Kurniati Kurniati kuswanto, Lianah Lian, Chun Lan Limin, Atfritedy Luh Putu Ratna Sundari Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya M A Chozin Machfud Machfud MAGHFIRAH Marchella Putriantari Marlin Sefrila Martina, Ajeng Aulia Martini Aji Maryarti Sari Maryati Sari Matra, Deden Drajat Md. Abdul Wadud Md. Abul Kashem Md. Shajahan Ali Mega Fatimah Rosana Memen Surahman Mochamad Hasjim Bintoro Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Abdul Wadud Mohammad Iqbal Irfany Muhamad Zainul Fattah Muhammad Afif Fathin Ridho Muhammad Raihan Ferdiansyah Muhammad Thamrin Munandar Irfanda Munif Ghulamahdi Nadia Dwi Kartika Nakano, Hajime Nani Yulianti Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Ni Made Armini Wiendi Nina Ariesta Nindita, Anggi Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nurlailah Nurlailah Nurlela, Nurlela Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Khumaida Oktaviona, Winda Okti Syah Isyani Permatasari Paisey, Elda Kristiani Panca Dewi Manu Hara Karti Prathama, Mathias Purwanto, Imdad Julian Purwono Purwono Purwono PUTRI, AYU DIAH PUTU LAKSMI Putriantari, Marcella Rafi Fauzan Rahman, Rahayu Safitri Rahmat Budiarto Rahmawati, Nur Fajri Rahmayanti, Fetty Dwi Ramadhani, Detri Ardi Ramadhani, Rezky Puryan Ranti Wiliasih Rd. Selvy Handayani Rianto, Dwi Fajar Rinaldi Sjahril, Rinaldi Riska sukmawati Ritonga, Arya Widura Rizka Tri Arjuna Roedhy Poerwanto Roelly Ainul Yaqin Rofiq, Muhamad Abdul Rohman, Fadil Rosdiana, Siska Rosyad, Astyani Samudra, Ferdianto Budi Sandra Arifin Aziz Santun R.P. Sitorus Saputro, Imron Gempur Sari, and Maryati Sembiring, Wildan Kahfi Shafira Pratiwi Sherly Eka Maulidiya Sigit Pramono Sinaga, Falencia Siska Rosdiana Siti Halimah Slamet Susanto Sobir Sobir SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sri Nurdiati Sri Suryo Sukoraharjo Sri Wahjuni Stefano, Indra Mario SUBOWO GITOSUWONDO Sudoyo, Bobot Sufiatul Maryana Sugiyanta Sugiyanta Sulassih, . Sulistyono, dan Eko Supijatno Supijatno Supijatno Surono, . Suwandi, Syifa Damaianti Suwarto Suwarto Syaiful Anwar Tantra, Aditya Wira Thifany, Ariny Jihan Tjahja Muhandri Ulfha Junita Ulinnuha, Zulfa Utami Prawati Wijaya, Aldi Kamal Winarso D. Widodo Yoko Mine Yoko Mine Yoko Mine Yonny Koesmaryono Yunus, Ismadi Zarima Wibawati