Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Berbagai Populasi Gulma Chloris barbata (Poaceae) Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.856 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39708

Abstract

Rumput cakar ayam (Chloris barbata Sw.) merupakan gulma dominan pada pertanaman jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh populasi C. barbata pada tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada Oktober 2019 sampai Januari 2020 di Kebun IPB Cikabayan, Bogor, Indonesia menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan. Benih jagung ditanam pada lima populasi C. barbata yaitu 0 (tanpa gulma), 15, 30, 45, dan 60 individu per polibag berukuran 30 cm x 30 cm yang diisi media 5 kg. Biji gulma diperoleh dari lahan petani di Kabupaten Kupang, NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kehadiran gulma menekan tinggi dan bobot kering (BK) tanaman jagung mulai 4 minggu setelah tanam (MST). Pada 4 MST, populasi 15 individu menekan tinggi tanaman dan 30 individu menekan BK total tanaman jagung. Populasi 15 individu menekan diameter batang, luas dan lebar daun, kehijauan daun, dan BK total tanaman jagung, sedangkan jumlah dan panjang daun menurun oleh perlakuan 30 individu pada 8 MST. Bobot tongkol dengan dan tanpa klobot, serta panjang tongkol berkurang oleh perlakuan 45 individu per polibag yakni menjadi sebesar 48.3%, 49.0%, dan 77.7% relatif terhadap kontrol. Perlu penelitian lebih lanjut mekanisme penghambatan C. barbata pada tanaman jagung. Kata kunci: alelopati, jagung, kompetisi, Nusa Tenggara Timur, rumput cakar ayam
Variability Response of Growth of 17 Taro Genotype Under Drought and Flooding Cahyanti, Lutfy Ditya; Sopandie, Didy; Santosa, Edi; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.977 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41814

Abstract

Salah satu alternatif sumber bahan pangan ditengah terjadinya perubahan iklim adalah tanaman talas. Selain sebagai sumber karbohidrat, tanaman talas dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat sehingga mudah ditemukan di seluruh Indonesia Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi genotipe tanaman talas yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan dan genangan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama perlakuan cekaman air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tadah hujan dan genangan, sedangkan anak petak adalah 17 genotipe tanaman talas. Pada parameter pertumbuhan tanaman talas umur pengamatan 20 minggu setelah tanam, genotipe tanaman talas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan lebar tajuk tanaman; adapun perlakuan air memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan, serta memberikan pengaruh yang nyata pada diameter batang dan lebar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan semua genotipe talas lebih vigor pada perlakuan air tadah hujan, dimana genotipe tanaman talas memiliki tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, jumlah anakan dan diameter umbi yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan genangan. Kata kunci: adaptasi, genangan, kekeringan, perubahan iklim, stres
Morpho-physiological Characterization and Genetic Diversity of Cocoyam Accessions (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) Maghfirah; Santosa, Edi; Suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.607 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41872

Abstract

Talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) anggota Araceae merupakan salah satu sumber karbohidrat di daerah kering untuk ketahanan pangan. Hingga saat ini, kajian keragaman genetik kimpul untuk mendukung produktivitas dan kegiatan pemuliaan masih relatif terbatas. Penelitian bertujuan melakukan karakterisasi morfo-fisiologi dan mempelajari keragaman aksesi talas kimpul. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2018 sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Bogor menggunakan tujuh aksesi talas kimpul koleksi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni S8, S22, S27, S29, S31, S32, dan S37. Aksesi dipelihara di bawah naungan paranet 50% dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Analisis klaster menggunakan metode unweighted pair group method using arithmetic average (UPGMA). Penelitian menunjukkan adanya keragaman pada 31 dari 51 karakter morfologi dan fisiologi. Dari 31 peubah yang beragam, hanya 14 peubah yang memiliki nilai PIC ≥ 0.5. Warna tangkai daun bagian dalam dan kerapatan stomata merupakan karakter penting dalam karakterisasi kimpul karena memiliki keragaman yang paling tinggi. Pada taraf Aksesi mengelompok menjadi dua grup, Grup I beranggota aksesi S29, dan sisanya mengelompok pada Grup II. Grup II memiliki tiga subgrup yakni A (S8 dan S32), B (S22, S27, dan S31), dan C (S37). Aksesi S27 dan S31 memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Kata kunci: Araceae, belitung, ketahanan pangan, lahan kering, perubahan iklim
Agro-ecology Characteristic and Diversity of Fruit Tree Species as Street Greenery in Bandung City Saputro, Imron Gempur; Widodo, Winarso Drajad; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.764 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.42013

Abstract

Di Indonesia, tren penggunaan pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan terus meningkat. Di sisi lain, karakterisasi agro-ekologi pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan masih belum teridentifikasi dengan baik, termasuk faktor pembatas yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik agro-ekologi dan keragaman pohon buah sebagai tanaman penghijauan di pinggir jalan. Pemilihan objek pengamatan dalam penelitian ini adalah keragaman tanaman penghijauan yang ada di pinggir jalan Kota Bandung dengan metode transek mengikuti jalur jalan kendaraan. Secara umum, ditemukan 23 spesies tanaman penghijauan di pinggir jalan dengan 14 tanaman adalah pohon buah. Indeks keragaman Shannon-Wiener’s (H’) tanaman penghijauan pinggir jalan yakni 1.29-1.94 termasuk keragaman sedang. Indeks dominansi Simpson (C) berkisar antara 0.18-0.48, menunjukkan tidak ada jenis tanaman yang mendominasi pada setiap segmen jalan. Pohon kersen dapat ditemukan pada seluruh tipe jalan yang diamati, mengindikasikan pohon buah ini secara sengaja ditanam sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan. Kajian lanjut pada 14 pohon buah di 11 ruas jalan menunjukkan faktor pembatas utama yang dihadapi adalah bawah pohon sebagai tempat usaha, kabel melintang di atas pohon, dan lokasi akar sempit. Asesmen risiko pohon buah secara keseluruhan tidak ditemukan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pohon buah yang teridentifikasi laik dipertimbangkan sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan dengan kajian lanjut berkaitan dengan karakteristik morfologi dan kesesuaian fungsi tanaman. Kata kunci: ketahanan pangan, kota cerdas, kota hutan, tanaman multi fungsi
Evaluasi Kualitas Beras dan Kandungan Amilosa dari Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Perlakuan Paclobutrazol Rahman, Rahayu Safitri; Santosa, Edi; Sugiyanta; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.013 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43008

Abstract

Aplikasi paclobutrazol pada tanaman padi untuk mengurangi tinggi batang merupakan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yakni agar tanaman lebih tahan rebah. Namun demikian, pengaruh aplikasi paclobutrazol terhadap kualitas beras masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas mutu beras dari empat varietas tanaman padi yang diberi perlakuan paclobutrazol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Bogor. Empat varietas yakni IPB 3S, Inpari 42, Hipa 18, dan Tarabas diperlakukan dengan paclobutrazol (K1 = 0 ppm, K2= 150 ppm, K3 = 300 ppm, K4 = 450 ppm, K5 = 600 ppm), yang diaplikasikan melalui daun saat tanaman bunting sebelum malai muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan paclobutrazol memengaruhi mutu beras khususnya persentase beras pecah kulit, beras giling dan beras kepala, bentuk beras, serta kandungan amilosa. Varietas padi memberikan respon berbeda terhadap perlakuan paclobutrazol. Konsentrasi 150 ppm mulai memengaruhi mutu beras yakni meningkatkan beras pecah kulit pada semua varietas, beras giling pada IPB 3S dan Inpari 42, dan beras kepala serta kandungan amilosa pada IPB 3S dan Hipa 18; tetapi menurunkan beras kepala pada varietas Tarabas dan kandungan amilosa pada Inpari 42. Perlu penelitian lebih lanjut residu paclobutrazol pada beras untuk memastikan keamanan pangan. Kata kunci: beras giling, beras kepala, cuaca ekstrim, perubahan iklim, varietas padi
Asesmen Kejadian Self-Pruning pada Beberapa Jenis Tanaman Buah Tropis Paisey, Elda Kristiani; Santosa, Edi; Matra, Deden Drajat; Kurniawati, Ani; Supijatno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.25 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43211

Abstract

Upaya mengurangi biaya produksi tanaman buah-buahan sangat penting dalam meningkatkan daya saing. Salah satu biaya produksi pada budidaya adalah pemangkasan. Self-pruning atau cladoptosis sangat potensial untuk mengurangi biaya pemangkasan pada tanaman buah. Namun demikian, penelitian fenomena self-pruning masih sangat terbatas pada tanaman hortikultura. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kejadian self-pruning pada tanaman buah dalam rangka menggali potensinya untuk menekan pelaksanaan pemangkasan. Observasi menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor tunggal yakni tujuh jenis tanaman buah (alpukat, jeruk siam, jambu biji, kapulasan, lengkeng, asam jawa dan jeruk nipis). Tanaman buah berumur 2.5 tahun dipelihara dalam pot drum. Pengamatan meliputi ukuran kanopi, ukuran cabang dan kejadian self-pruning pada cabang. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian self-pruning pada cabang sekunder, cabang tersier, serta cabang quarter pada semua jenis tanaman. Namun demikian, atas jenis tanaman memiliki kecenderungan self-pruning pada cabang berbeda. Pada tanaman alpukat kejadian self-pruning terjadi pada jenis cabang sekunder dan tersier. Self-pruning pada cabang tersier terjadi pada tanaman lengkeng. Self-pruning pada jenis tanaman yang lain terjadi pada semua jenis cabang. Penelitian ini pertama kali mengamati kejadian self-pruning pada tanaman buah. Perlu penelitian lanjutan mengenai faktor peubah self-pruning pada tanaman buah. Kata kunci: absisi, arsitektur kanopi, cladoptosis, hortikultura, senesens
Growth and production of beneng taro genotypes (Xanthosoma undipes K. Koch) on different soil organic carbon Alghifari, Ahmad Fadli; Santosa, Edi; Susila, Anas Dinurrohman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.203 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.44975

Abstract

Beneng taro is a perennial of Araceae and becomes a new commodity in Indonesia. The research aimed to evaluate the growth and yield of beneng taro on various statuses of soil organic carbon (SOC). Three genotypes of taro, i.e., beneng Banten, beneng Bondowoso, and East Nusa Tenggara (NTT) fodder taro were planted in three SOC levels, i.e., 1.79, 2.94, and 4.09% in a randomized split block design in the Leuwikopo Experimental Station, IPB from April to December 2021. SOC was designed by adding cow manure. The results showed that there was no interaction between genotypes and SOC. The increase in SOC from 1.79 to 4.09% did not significantly affect growth but significantly affected the diameter and yield of beneng and NTT fodder taro. An increase in SOC above 1.79% markedly decreased tuber diameter, but conversely increased fresh tuber weight. Tuber weight increased by 5.6% and 12.1% with an increase in SOC from control to 2.94% and 4.09%, respectively. The increase in tuber weight was supported by the trend of increasing biomass weight and the number of roots. SOC source in the present study was cow manure which may also contribute some nutrients, therefore, further research is needed using neutral organic carbon sources to determine the effect solely. Keywords: Araceae; SOC; growth; manure; NTT taro; talas beneng Banten
Leaves production and its flavonoids content of moringa (Moringa oleifera Lam.) from fulvic acid treatment Kailola, Joan Joulanda Grace; Santosa, Edi; Aziz, Sandra Arifin; Dinarty, Diny; Widodo, Winarso Drajad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.264 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.45864

Abstract

Moringa is drought tolerant and its leaf is traditionally used as a vegetable. Recently, the leaf is used commercially in traditional medicine and functional foods. Fulvic acid is a kind of plant growth regulator derived from humic acid and is considered a fertilizer in sustainable agriculture. The objective of the research was to determine the effect of fulvic acid concentration on the growth, biomass, phosphorus and flavonoids contents of moringa seedlings. The experiment was conducted from July 2020 to January 2021 at Leuwikopo Experimental Station, Bogor. The treatment was arranged in a randomized block design consisting of two factors, i.e., fulvic acid level (0, 1, 2, 3, and 4 mL L-1) and moringa accessions (East Nusa Tenggara-ENT and Leuwikopo-LWK). Observation focused on growth and biomass, total flavonoids, and phosphorus contents of leaves. The results showed that fulvic acid enhanced leaf growth, and plant height. On the other hand, the fulvic acid application had no significant effect on biomass production, total flavonoids, and phosphorus contents of moringa leaves. Accessions expressed different responses to fulvic acid levels, i.e.e, the fulvic acid of 1 mL L-1 seemed favorable for ENT accession while 2 mL L-1 was favorable for LWK accession as indicated by the level of flavonoid content. Therefore, fulvic acid is beneficial in moringa cultivation, particularly for ENT accession. It is interesting to evaluate the fulvic acid application on moringa trees grown in ENT where soil moisture is considered low. Keywords: accession; phosphorus; seedling; humic acid; East Nusa Tenggara; vegetable
Changing rainfall and its adaptation strategies on tea plantation in West Java, Indonesia Fatawa, Muhammad Ihsan; Santosa, Edi; Hapsari, Dhika Prita; Krisantini
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/ija.v51i2.47081

Abstract

Climate change, i.e., changing rainfall refers to drought and excess rainfall, is known to affect the growth and yield of tea production in many regions. However, research on the impact of climate change on tea plantations in Indonesia is still limited. The study aimed to evaluate the impact of changing rainfall on the productivity of tea plantation at Cianjur, West Java. The data was collected from interviews, field data, and company records from April to July 2022. The results showed that changing rainfall of both limited rainfalls during El Nino and excess rainfall during La Nina affected the tea production. Annual tea productivity declined during both climatic events. Shortage of water during El Nino primarily reduced crop growth, while excess rainfall during La Nina reduced the capacity of tea pickers and increased labor for crop maintenance. Failure to adapt to the direct and indirect impacts of climate change could contribute to declining tea production in Indonesia. Thus, comprehensive action is needed including capacity building in human resources, water management, and microclimate adaptation such as shading plants and tolerant clones to sustain tea production under climate change events.
Cassava growth and yield on ultisol of different soil organic carbon content and NPK fertilizer levels Anwar, Syaiful; Santosa, Edi; Purwono
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v51i3.47806

Abstract

The demand for cassava tuber in Indonesia is high, however, domestic production is still limited therefore increasing production is important. Ultisol soils have the potential for cassava production, but low soil fertility in such soils needs to be improved. The research aimed to evaluate the effect of soil organic carbon (SOC) and NPK fertilizer on the growth and yield of cassava tuber in an ultisol. The experiment was conducted at the Jonggol Experimental Farm, IPB Bogor, West Java from September 2022 to January 2023. The experiment used a split-plot design with three replications. The main plot was SOC level of 1.93 (control), 2, 3, and 4%, and the subplot was NPK 15-15-15 level of 150, 300, 450, and 600 kg ha-1. SOC level was increased through the application of cow manure 0, 3.59, 54.93, and 106.27 tons ha-1 corresponding to SOC levels of 1.93 (control), 2, 3, and 4%, respectively. Results showed that enhancing SOC up to 3% and NPK 300 kg ha-1 were enough to support cassava growth as shown by plant height, stem diameter, and leaf number. The leaf number was the highest in the 3% SOC+150 kg NPK, 2% SOC+300 kg NPK or+450 kg NPK, and control+600 kg ha-1 NPK treatment. Leaf greenness was only affected by adding NPK fertilizer; a high greenness value was obtained at NPK level of > 150 kg ha-1 and 300 to 600 kg ha-1 resulting in non-significantly leaf greenness. The status of N and K in the leaves increased by SOC and NPK treatments, while the P status was unaffected. SOC at a level of 3% and NPK at a level of 150 kg ha-1 stimulated cassava to produce the highest fresh tuber weight (1.85 kg per plant) at 4 months after planting. Cassava productivity in ultisol soil can be increased by applying cow manure of 54.93 tons ha-1 to enhance SOC up to 3% combined with NPK of 150 kg ha-1. Keywords: Extensification; food security; intensification; tuber production; nutrient uptake
Co-Authors , Hariyadi , Kholidi , Krisantini , Susilawati . SUBOWO Abdoellah, Soetanto Abdul Harris Burhan Achmad Taufiq Ade Wachjar Ade Wahjar Aditama, Ravi Aditya Wira Tantra Adolf P. Lonto Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Agik Suprayogi Agus Buono Agus Sufyan AHMAD JUNAEDI Ahmad Zamzami Akmal, Ajmir Alghifari, Ahmad Fadli Almas Lathuf Assyura Amirah, Nurul Anas Dinnurrohman Susila Anas Dinurrohman Susila Anas Miftah Fauzi Andi Gunawan Andreas Kefi ANDRIA AGUSTA Ani Kurniawati Anung Wahyudi Arisa Noguchi, Arisa Arjuna, Rizka Tri Aryani, Nabila Syarfina Atang Sutandi Azwar, Rani Azkiyah Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Cahyaningrum, Laeli Dyah Tantri Candra Budiman Chairunnisak, Chairunnisak Chusyairi, Ahmad Daniel Happy Putra Darmawansyah Darmawansyah Deden Derajat Matra Delvi Maretta Desta Wirnas Dhika Prita Hapsari Diaguna, Ridwan Didy Sopandie DINY DINARTY, DINY Dulbari Dulbari, Dulbari Dwi Guntoro Dwi Sutari Laksono Efendi, Darda Eka Maulidiya, Sherly Eko Sulistyono Elly Kristiati Agustin, Elly Kristiati Elsanti, . Endah Retno Palupi Endang Gunawan Eny Widajati Fajar Delli Wihartiko Faqih Udin Fatah, Muhammad Fatawa, Muhammad Ihsan Fatkhunnisa, Ratu Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat Fifin Nashirotun Nisya Gani Tarigan, Abdul Gani Gatot Pramuhadi Gerson Hans Maure Ginanjar Pramudya Sakti Gunar Widiyanto, Gunar HAJRIAL ASWIDINNOOR Haniefan, Nafarain Agung Haq, Awfil Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Herdhata Agusta Herman Wafom Tubur I Wayan Astika Imam Fauzi Fauzi Tanjung Imdad Julian Purwanto Ince Raden Intan Dewi Puspitasari Irfan Rabani Irfanda, Munandar Is Helianti Iswandi Anas Iswandi Anas Jaenudin Kartahadimaja Juang Gema Kartika Kailola, Joan Joulanda Grace Kanny, Putri Irene Karmanah, Karmanah Kazi Liaquat Hossain Ken Takahata, Ken Khamdanah, . Krisantini kuswanto, Lianah Lian, Chun Lan Luh Putu Ratna Sundari Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya M A Chozin Machfud Machfud MAGHFIRAH Marchella Putriantari Martina, Ajeng Aulia Martini Aji Maryarti Sari Maryati Sari Matra, Deden Drajat Md. Abdul Wadud Md. Abul Kashem Md. Shajahan Ali Memen Surahman Mochamad Hasjim Bintoro Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Abdul Wadud Mohammad Iqbal Irfany Muhamad Zainul Fattah Muhammad Hasjim Bintoro Djoefrie Hasjim Bintoro Djoefrie Muhammad Raihan Ferdiansyah Muhammad Thamrin Munandar Irfanda Munif Ghulamahdi Nadia Dwi Kartika Nakano, Hajime Nani Yulianti Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Ni Made Armini Wiendi Nina Ariesta Nindita, Anggi Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nurlela, Nurlela Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Khumaida Oktaviona, Winda Okti Syah Isyani Permatasari Paisey, Elda Kristiani Panca Dewi Manu Hara Karti Prathama, Mathias Pratiwi, Shafira Purwanto, Imdad Julian Purwono Purwono Purwono PUTRI, AYU DIAH PUTU LAKSMI Putriantari, Marcella Rafi Fauzan Rahman, Rahayu Safitri Rahmat Budiarto Rahmawati, Nur Fajri Rahmayanti, Fetty Dwi Ramadhani, Detri Ardi Ramadhani, Rezky Puryan Rd. Selvy Handayani Rianto, Dwi Fajar Rinaldi Sjahril, Rinaldi Riska sukmawati Ritonga, Arya Widura Rizka Tri Arjuna Roedhy Poerwanto Rofiq, Muhamad Abdul Rohman, Fadil Rosdiana, Siska Rosyad, Astyani Samudra, Ferdianto Budi Sandra Arifin Aziz Santun RP Sitorus Saputro, Imron Gempur Sari, and Maryati Sembiring, Wildan Kahfi Shafira Pratiwi Sigit Pramono Sinaga, Falencia Siska Rosdiana Siti Halimah Slamet Susanto Sobir Sobir SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofyan Zaman Sri Nurdiati Sri Suryo Sukoraharjo Sri Wahjuni Stefano, Indra Mario SUBOWO GITOSUWONDO Sudoyo, Bobot Sufiatul Maryana Sugiyanta Sugiyanta Sulassih, . Sulistyono, dan Eko Supijatno Surono, . Suwandi, Syifa Damaianti Suwarto Suwarto Syaiful Anwar Tantra, Aditya Wira Thifany, Ariny Jihan Tjahja Muhandri Ulfha Junita Ulinnuha, Zulfa Utami Prawati Wijaya, Aldi Kamal Winarso D. Widodo Yaqin, Roelly Ainul Yoko Mine Yoko Mine Yoko Mine Yonny Koesmaryono Yunus, Ismadi