p-Index From 2021 - 2026
10.311
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Buletin Agrohorti Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Jurnal Ilmu Pertanian Journal of Tropical Soils Journal of Politic and Government Studies Jurnal Sumberdaya Lahan Buletin Palawija Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Buletin Kebun Raya Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Karet JOIN (Jurnal Online Informatika) JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Journal of Tropical Crop Science Journal of Tropical Horticulture JURNAL AGRONIDA Jurnal Kelautan Nasional Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia Jurnal Jamu Indonesia Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Agroekoteknologi Tropika Lembab Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Planta Simbiosa : Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura Buletin Palawija Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Buletin Agroteknologi Jurnal Sains Terapan : Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Journal of Agrosociology and Sustainability Indonesian Journal of Jamu Biodiversitas Journal of Biological Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Cuaca Ekstrim terhadap Kehampaan Genotipe Padi: Pengantar Manajemen Produksi Berbasis Iklim Purwono; Dulbari; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.216 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i2.35933

Abstract

Kajian kehampaan gabah pada berbagai varietas padi dikaitkan dengan deraan angin dan curah hujan tinggi masih jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian bertujuan mengevaluasi tingkat kehampaan beberapa genotipe padi pada perlakuan angin dan hujan selama masa generatif. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Bogor, Indonesia pada Oktober 2017-Januari 2018 menggunakan pot ember ukuran 13.9 L. Genotipe Ciapus, Fatmawati, HIPA 6, Inpari 10, dan Way Apo Buru (WAB) pada fase generatif didera angin kecepatan 10-40 km jam-1 pukul 07.00-17.00 WIB, hujan pukul 07.00-12.00 WIB, dan hujan pukul 07.00-17.00 WIB selama dua minggu. Perlakuan angin dan hujan meningkatkan jumlah gabah hampa, dengan tingkat kehampaan malai tergantung genotipe. Tanaman memperoleh perlakuan hujan pukul 07.00-17.00 memiliki persen gabah hampa lebih besar dari hujan pukul 07.00-12.00 khususnya pada genotipe WAB. Kehampaan malai pada genotipe WAB sensitif terhadap curah hujan, dan Ciapus, HIPA 6 dan Inpari 10 sensitif terhadap angin. Fatmawati relatif lebih tahan deraan angin dan hujan dibandingkan genotipe lain. Penelitian menunjukkan perlunya memilih genotipe untuk mengurangi dampak deraan angin dan curah hujan selama masa generatif. Kata kunci: adaptasi perubahan iklim, angin kencang, hujan, Oryza sativa, smart climate
Preferensi Tanaman Buah untuk Penghijauan Kota Berdasarkan Persepsi Publik: Studi Kasus di Kota Tangerang Agusta, Herdhata; Ulfha Junita; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.85 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.38691

Abstract

Penghijauan kota menggunakan tanaman multipurpose merupakan trend global untuk meningkatkan ketahanan pangan, disamping tetap mempertahankan fungsi penghijauan. Untuk itu, persepsi dan preferensi masyarakat menjadi sangat penting. Namun keterlibatan masyarakat dalam menentukan tanaman penghijauan di perkotaan masih jarang diteliti di Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat pada tanaman buah sebagai penghijauan kota, dan mengetahui alasan yang mendasari persepsi dan preferensi masyarakat. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tangerang dan Batuceper, Kota Tangerang. Data dikumpulkan melalui survey dan wawancara dengan 50 responden pada September 2020 sampai Mei 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% responden setuju penghijauan kota menggunakan tanaman buah. Selain diambil buahnya, tanaman diharapkan memiliki fungsi ekologis, perlindungan pengguna jalan dari kecelakaan lalu lintas, dan keindahan. Responden merekomendasikan 48 jenis tanaman buah, dan jenis yang diminati lebih dari 50% responden adalah mangga (Mangifera indica), jambu biji (Psidium guajava), jeruk manis (Citrus sinensis), rambutan (Nephelium lappaceum), dan belimbing (Averrhoa carambola). Kata kunci: ketahanan pangan, kota cerdas, pinggir jalan, taman kota, tanaman multiguna
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Berbagai Populasi Gulma Chloris barbata (Poaceae) Kefi, Andreas; Guntoro, Dwi; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.856 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39708

Abstract

Rumput cakar ayam (Chloris barbata Sw.) merupakan gulma dominan pada pertanaman jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh populasi C. barbata pada tanaman jagung manis. Penelitian dilakukan pada Oktober 2019 sampai Januari 2020 di Kebun IPB Cikabayan, Bogor, Indonesia menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan. Benih jagung ditanam pada lima populasi C. barbata yaitu 0 (tanpa gulma), 15, 30, 45, dan 60 individu per polibag berukuran 30 cm x 30 cm yang diisi media 5 kg. Biji gulma diperoleh dari lahan petani di Kabupaten Kupang, NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Kehadiran gulma menekan tinggi dan bobot kering (BK) tanaman jagung mulai 4 minggu setelah tanam (MST). Pada 4 MST, populasi 15 individu menekan tinggi tanaman dan 30 individu menekan BK total tanaman jagung. Populasi 15 individu menekan diameter batang, luas dan lebar daun, kehijauan daun, dan BK total tanaman jagung, sedangkan jumlah dan panjang daun menurun oleh perlakuan 30 individu pada 8 MST. Bobot tongkol dengan dan tanpa klobot, serta panjang tongkol berkurang oleh perlakuan 45 individu per polibag yakni menjadi sebesar 48.3%, 49.0%, dan 77.7% relatif terhadap kontrol. Perlu penelitian lebih lanjut mekanisme penghambatan C. barbata pada tanaman jagung. Kata kunci: alelopati, jagung, kompetisi, Nusa Tenggara Timur, rumput cakar ayam
Variability Response of Growth of 17 Taro Genotype Under Drought and Flooding Cahyanti, Lutfy Ditya; Sopandie, Didy; Santosa, Edi; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.977 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41814

Abstract

Salah satu alternatif sumber bahan pangan ditengah terjadinya perubahan iklim adalah tanaman talas. Selain sebagai sumber karbohidrat, tanaman talas dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat sehingga mudah ditemukan di seluruh Indonesia Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi genotipe tanaman talas yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan dan genangan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama perlakuan cekaman air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tadah hujan dan genangan, sedangkan anak petak adalah 17 genotipe tanaman talas. Pada parameter pertumbuhan tanaman talas umur pengamatan 20 minggu setelah tanam, genotipe tanaman talas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan lebar tajuk tanaman; adapun perlakuan air memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan, serta memberikan pengaruh yang nyata pada diameter batang dan lebar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan semua genotipe talas lebih vigor pada perlakuan air tadah hujan, dimana genotipe tanaman talas memiliki tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, jumlah anakan dan diameter umbi yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan genangan. Kata kunci: adaptasi, genangan, kekeringan, perubahan iklim, stres
Morpho-physiological Characterization and Genetic Diversity of Cocoyam Accessions (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) Maghfirah; Santosa, Edi; Suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.607 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41872

Abstract

Talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) anggota Araceae merupakan salah satu sumber karbohidrat di daerah kering untuk ketahanan pangan. Hingga saat ini, kajian keragaman genetik kimpul untuk mendukung produktivitas dan kegiatan pemuliaan masih relatif terbatas. Penelitian bertujuan melakukan karakterisasi morfo-fisiologi dan mempelajari keragaman aksesi talas kimpul. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2018 sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Bogor menggunakan tujuh aksesi talas kimpul koleksi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni S8, S22, S27, S29, S31, S32, dan S37. Aksesi dipelihara di bawah naungan paranet 50% dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Analisis klaster menggunakan metode unweighted pair group method using arithmetic average (UPGMA). Penelitian menunjukkan adanya keragaman pada 31 dari 51 karakter morfologi dan fisiologi. Dari 31 peubah yang beragam, hanya 14 peubah yang memiliki nilai PIC ≥ 0.5. Warna tangkai daun bagian dalam dan kerapatan stomata merupakan karakter penting dalam karakterisasi kimpul karena memiliki keragaman yang paling tinggi. Pada taraf Aksesi mengelompok menjadi dua grup, Grup I beranggota aksesi S29, dan sisanya mengelompok pada Grup II. Grup II memiliki tiga subgrup yakni A (S8 dan S32), B (S22, S27, dan S31), dan C (S37). Aksesi S27 dan S31 memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Kata kunci: Araceae, belitung, ketahanan pangan, lahan kering, perubahan iklim
Agro-ecology Characteristic and Diversity of Fruit Tree Species as Street Greenery in Bandung City Saputro, Imron Gempur; Widodo, Winarso Drajad; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.764 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.42013

Abstract

Di Indonesia, tren penggunaan pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan terus meningkat. Di sisi lain, karakterisasi agro-ekologi pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan masih belum teridentifikasi dengan baik, termasuk faktor pembatas yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik agro-ekologi dan keragaman pohon buah sebagai tanaman penghijauan di pinggir jalan. Pemilihan objek pengamatan dalam penelitian ini adalah keragaman tanaman penghijauan yang ada di pinggir jalan Kota Bandung dengan metode transek mengikuti jalur jalan kendaraan. Secara umum, ditemukan 23 spesies tanaman penghijauan di pinggir jalan dengan 14 tanaman adalah pohon buah. Indeks keragaman Shannon-Wiener’s (H’) tanaman penghijauan pinggir jalan yakni 1.29-1.94 termasuk keragaman sedang. Indeks dominansi Simpson (C) berkisar antara 0.18-0.48, menunjukkan tidak ada jenis tanaman yang mendominasi pada setiap segmen jalan. Pohon kersen dapat ditemukan pada seluruh tipe jalan yang diamati, mengindikasikan pohon buah ini secara sengaja ditanam sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan. Kajian lanjut pada 14 pohon buah di 11 ruas jalan menunjukkan faktor pembatas utama yang dihadapi adalah bawah pohon sebagai tempat usaha, kabel melintang di atas pohon, dan lokasi akar sempit. Asesmen risiko pohon buah secara keseluruhan tidak ditemukan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pohon buah yang teridentifikasi laik dipertimbangkan sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan dengan kajian lanjut berkaitan dengan karakteristik morfologi dan kesesuaian fungsi tanaman. Kata kunci: ketahanan pangan, kota cerdas, kota hutan, tanaman multi fungsi
Evaluasi Kualitas Beras dan Kandungan Amilosa dari Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Perlakuan Paclobutrazol Rahman, Rahayu Safitri; Santosa, Edi; Sugiyanta; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.013 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43008

Abstract

Aplikasi paclobutrazol pada tanaman padi untuk mengurangi tinggi batang merupakan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yakni agar tanaman lebih tahan rebah. Namun demikian, pengaruh aplikasi paclobutrazol terhadap kualitas beras masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas mutu beras dari empat varietas tanaman padi yang diberi perlakuan paclobutrazol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Bogor. Empat varietas yakni IPB 3S, Inpari 42, Hipa 18, dan Tarabas diperlakukan dengan paclobutrazol (K1 = 0 ppm, K2= 150 ppm, K3 = 300 ppm, K4 = 450 ppm, K5 = 600 ppm), yang diaplikasikan melalui daun saat tanaman bunting sebelum malai muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan paclobutrazol memengaruhi mutu beras khususnya persentase beras pecah kulit, beras giling dan beras kepala, bentuk beras, serta kandungan amilosa. Varietas padi memberikan respon berbeda terhadap perlakuan paclobutrazol. Konsentrasi 150 ppm mulai memengaruhi mutu beras yakni meningkatkan beras pecah kulit pada semua varietas, beras giling pada IPB 3S dan Inpari 42, dan beras kepala serta kandungan amilosa pada IPB 3S dan Hipa 18; tetapi menurunkan beras kepala pada varietas Tarabas dan kandungan amilosa pada Inpari 42. Perlu penelitian lebih lanjut residu paclobutrazol pada beras untuk memastikan keamanan pangan. Kata kunci: beras giling, beras kepala, cuaca ekstrim, perubahan iklim, varietas padi
Asesmen Kejadian Self-Pruning pada Beberapa Jenis Tanaman Buah Tropis Paisey, Elda Kristiani; Santosa, Edi; Matra, Deden Drajat; Kurniawati, Ani; Supijatno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.25 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43211

Abstract

Upaya mengurangi biaya produksi tanaman buah-buahan sangat penting dalam meningkatkan daya saing. Salah satu biaya produksi pada budidaya adalah pemangkasan. Self-pruning atau cladoptosis sangat potensial untuk mengurangi biaya pemangkasan pada tanaman buah. Namun demikian, penelitian fenomena self-pruning masih sangat terbatas pada tanaman hortikultura. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kejadian self-pruning pada tanaman buah dalam rangka menggali potensinya untuk menekan pelaksanaan pemangkasan. Observasi menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor tunggal yakni tujuh jenis tanaman buah (alpukat, jeruk siam, jambu biji, kapulasan, lengkeng, asam jawa dan jeruk nipis). Tanaman buah berumur 2.5 tahun dipelihara dalam pot drum. Pengamatan meliputi ukuran kanopi, ukuran cabang dan kejadian self-pruning pada cabang. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian self-pruning pada cabang sekunder, cabang tersier, serta cabang quarter pada semua jenis tanaman. Namun demikian, atas jenis tanaman memiliki kecenderungan self-pruning pada cabang berbeda. Pada tanaman alpukat kejadian self-pruning terjadi pada jenis cabang sekunder dan tersier. Self-pruning pada cabang tersier terjadi pada tanaman lengkeng. Self-pruning pada jenis tanaman yang lain terjadi pada semua jenis cabang. Penelitian ini pertama kali mengamati kejadian self-pruning pada tanaman buah. Perlu penelitian lanjutan mengenai faktor peubah self-pruning pada tanaman buah. Kata kunci: absisi, arsitektur kanopi, cladoptosis, hortikultura, senesens
Growth and production of beneng taro genotypes (Xanthosoma undipes K. Koch) on different soil organic carbon Alghifari, Ahmad Fadli; Santosa, Edi; Susila, Anas Dinurrohman
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.203 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.44975

Abstract

Beneng taro is a perennial of Araceae and becomes a new commodity in Indonesia. The research aimed to evaluate the growth and yield of beneng taro on various statuses of soil organic carbon (SOC). Three genotypes of taro, i.e., beneng Banten, beneng Bondowoso, and East Nusa Tenggara (NTT) fodder taro were planted in three SOC levels, i.e., 1.79, 2.94, and 4.09% in a randomized split block design in the Leuwikopo Experimental Station, IPB from April to December 2021. SOC was designed by adding cow manure. The results showed that there was no interaction between genotypes and SOC. The increase in SOC from 1.79 to 4.09% did not significantly affect growth but significantly affected the diameter and yield of beneng and NTT fodder taro. An increase in SOC above 1.79% markedly decreased tuber diameter, but conversely increased fresh tuber weight. Tuber weight increased by 5.6% and 12.1% with an increase in SOC from control to 2.94% and 4.09%, respectively. The increase in tuber weight was supported by the trend of increasing biomass weight and the number of roots. SOC source in the present study was cow manure which may also contribute some nutrients, therefore, further research is needed using neutral organic carbon sources to determine the effect solely. Keywords: Araceae; SOC; growth; manure; NTT taro; talas beneng Banten
Leaves production and its flavonoids content of moringa (Moringa oleifera Lam.) from fulvic acid treatment Kailola, Joan Joulanda Grace; Santosa, Edi; Aziz, Sandra Arifin; Dinarty, Diny; Widodo, Winarso Drajad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.264 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.45864

Abstract

Moringa is drought tolerant and its leaf is traditionally used as a vegetable. Recently, the leaf is used commercially in traditional medicine and functional foods. Fulvic acid is a kind of plant growth regulator derived from humic acid and is considered a fertilizer in sustainable agriculture. The objective of the research was to determine the effect of fulvic acid concentration on the growth, biomass, phosphorus and flavonoids contents of moringa seedlings. The experiment was conducted from July 2020 to January 2021 at Leuwikopo Experimental Station, Bogor. The treatment was arranged in a randomized block design consisting of two factors, i.e., fulvic acid level (0, 1, 2, 3, and 4 mL L-1) and moringa accessions (East Nusa Tenggara-ENT and Leuwikopo-LWK). Observation focused on growth and biomass, total flavonoids, and phosphorus contents of leaves. The results showed that fulvic acid enhanced leaf growth, and plant height. On the other hand, the fulvic acid application had no significant effect on biomass production, total flavonoids, and phosphorus contents of moringa leaves. Accessions expressed different responses to fulvic acid levels, i.e.e, the fulvic acid of 1 mL L-1 seemed favorable for ENT accession while 2 mL L-1 was favorable for LWK accession as indicated by the level of flavonoid content. Therefore, fulvic acid is beneficial in moringa cultivation, particularly for ENT accession. It is interesting to evaluate the fulvic acid application on moringa trees grown in ENT where soil moisture is considered low. Keywords: accession; phosphorus; seedling; humic acid; East Nusa Tenggara; vegetable
Co-Authors , Kholidi , Susilawati . SUBOWO Abdoellah, Soetanto Abdul Harris Burhan Abdul Roni Angkat Achmad Taufiq ADE WACHJAR Ade Wachjar Ade Wahjar Aditama, Ravi Aditya Wira Tantra Adolf P. Lonto ADOLF PIETER LONTOH Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter Agik Suprayogi Agus Buono Agus Sufyan Ahmad Fadli Alghifari Ahmad Fadli Alghifari AHMAD JUNAEDI Ahmad Zamzami Akmal, Ajmir Alghifari, Ahmad Fadli Almas Lathuf Assyura Amirah, Nurul Anas Dinnurrohman Susila Anas Dinurrohman Susila Anas Miftah Fauzi Andi Gunawan Andi Gunawan Andreas Kefi ANDRIA AGUSTA Ani Kurniawati Anjeli Sulistianti Paisey Anung Wahyudi Arief Hartono Arisa Noguchi, Arisa Arjuna, Rizka Tri Arya Widura Aryani, Nabila Syarfina Atang Sutandi Azwar, Rani Azkiyah Bambang Sapta Purwoko Besse Amriati Besse Amriati Cahyaningrum, Laeli Dyah Tantri Candra Budiman Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullah Chairunnisak, Chairunnisak Chusyairi, Ahmad Danang Aria Nugroho Daniel Happy Putra Darda Efendi Darius Dare Darmawansyah Darmawansyah Darmawansyah Dase Hunaefi Deden Derajat Matra Deden Drajat Matra Delvi Maretta Delvi Maretta Desta Wirnas Desvita Resti Faniqotuni'mah Dhika Prita Hapsari Diaguna, Ridwan Didy Sopandie Didy Sopandie DIDY SOPANDIE DINY DINARTY, DINY Dulbari Dulbari, Dulbari Dwi Guntoro Dwi Sutari Laksono Eka Maulidiya, Sherly Eko Sulistyono Elda Kristiani Paisey Elda Kristiani Paisey Elly Kristiati Agustin, Elly Kristiati Elsanti, . Endah Retno Palupi Endang Gunawan Eny Widajati Fajar Delli Wihartiko Faqih Udin Fatah, Muhammad Fatawa, Muhammad Ihsan Fatkhunnisa, Ratu Febrianto, Miftakhur Rizki Hidayat Feni Shintarika Fetty Dwi Rahmayanti Fifin Nashirotun Nisya Gani Tarigan, Abdul Gani Gatot Pramuhadi Gerson Hans Maure Ginanjar Pramudya Sakti Gunar Widiyanto, Gunar HAJRIAL ASWIDINNOOR Handian Purwawangsa Haniefan, Nafarain Agung Haq, Awfil Hariyadi Hayu Siwi Hayu Siwi Pribadi Herdhata Agusta Herman Wafom Tubur I Wayan Astika Imam Fauzi Fauzi Tanjung Imdad Julian Purwanto Irfan Rabani Irfanda, Munandar Is Helianti Is Helianti ISMI PUJI RUWAIDA Iswandi Anas Iswandi Anas Jaenudin Kartahadimaja Juang Gema Kartika Kailola, Joan Joulanda Grace Kanny, Putri Irene Karmanah, Karmanah Ken Takahata, Ken Khamdanah, . Krisantini Krisantini Kurniati Kurniati kuswanto, Lianah Laeli Dyah Tantri Cahyaningrum Limin, Atfritedy Luh Putu Ratna Sundari Lutfy Ditya Cahyanti, Lutfy Ditya M. RAHMAT SUHARTANTO Machfud Machfud MAGHFIRAH Marchella Putriantari Marlin Sefrila Martina, Ajeng Aulia Martini Aji Maryarti Sari Maryati Sari Matra, Deden Drajat Mega Fatimah Rosana Memen Surahman Mochamad Hasjim Bintoro Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Iqbal Irfany MOHAMMAD TAJUDDIN Muh Agust Nur Fathoni Muhamad Achmad Chozin Muhamad Achmad Chozin Muhamad Zainul Fattah Muhammad Afif Fathin Ridho Muhammad Raihan Ferdiansyah Munandar Irfanda Nadia Dwi Kartika Nakano, Hajime Nani Yulianti Nareswari, Aptika Hana Prastiwi Ni Made Armini Wiendi Nina Ariesta Nindita, Anggi NIZAR NASRULLAH Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nobuo Sugiyama Nurlailah Nurlailah Nurlela, Nurlela Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Khumaida Oktaviona, Winda Paisey, Elda Kristiani Panca Dewi Manu Hara Karti Pandi Ariansah Permatasari, Okti Syah Isyani Prathama, Mathias Purwanto, Imdad Julian Purwono Purwono Purwono Purwono Purwono PUTRI, AYU DIAH PUTU LAKSMI Putriantari, Marcella Rafi Fauzan Rahman, Rahayu Safitri Rahmat Budiarto Rahmawati, Nur Fajri Rahmayanti, Fetty Dwi Ramadhani, Detri Ardi Ramadhani, Rezky Puryan Ranti Wiliasih Ratu Fatkhunnisa Rd. Selvy Handayani Rianto, Dwi Fajar Rinaldi Sjahril, Rinaldi Riska sukmawati Ritonga, Arya Widura Rizka Tri Arjuna Roedhy Poerwanto Roedhy Poerwanto Roelly Ainul Yaqin Rofiq, Muhamad Abdul Rohman, Fadil Rosdiana, Siska Rosyad, Astyani Samudra, Ferdianto Budi Sandra Arifin Aziz Santun R.P. Sitorus Saputro, Imron Gempur Sari, and Maryati Sembiring, Wildan Kahfi SERI KAMILA Shafira Pratiwi Sherly Eka Maulidiya Sinaga, Falencia Siska Rosdiana Siti Halimah Siti Halimatus Sadiyah Slamet Susanto Sobir Sobir Sobir Sobir Soekisman Tjitrosemito Sri Nurdiati Sri Suryo Sukoraharjo Sri Wahjuni Stefano, Indra Mario SUBOWO GITOSUWONDO Sudoyo, Bobot Sufiatul Maryana Sugiyanta Sugiyanta Sulassih, . Sulistyono, dan Eko Supijatno Surono, . Suwandi, Syifa Damaianti Suwarto Suwarto Syaiful Anwar Tantra, Aditya Wira Thifany, Ariny Jihan Tjahja Muhandri Ulfha Junita Ulinnuha, Zulfa Utami Prawati Vallerina Armetha Wijaya, Aldi Kamal Winarso D. Widodo WINARSO DERAJAD WIDODO Winarso Drajad Widodo Yoko Mine Yoko Mine Yoko Mine Yonny Koesmaryono Yunus, Ismadi Zaman, Sofyan Zarima Wibawati