Claim Missing Document
Check
Articles

Formula Enteral Blenderized untuk Diet Diabetes Melitus dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Kacang Merah dan Labu Kuning (LAMERA) Lili Hernasari; Septilia Anggi Rahmawati; Ferinda Rahma Mawadda; Alya Aulia Rahma; Faizah Zahrani; Dyah Intan Puspitasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada pasien diabetes melitus (DM) terjadi resistensi insulin. Pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat mencegah lonjakan gula darah pada penderita DM. Salah satu bahan makanan rendah IG yaitu kacang merah. Selain rendah IG juga mengandung serat yang dapat menurunkan respon insulin. Labu kuning mempunyai efek hipoglikemik dengan meningkatkan level serum insulin. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan gizi, food cost, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan dan daya terima formula enteral blenderized LAMERA. Metode: Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan 2 formula dengan perbedaan komposisi pada bahan utama yang digunakan. Hasil: Hasil uji osmolalitas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 452 mOsmol/l dan 455 mOsmol/l. Viskositas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 85,6 cP dan 54,5 cP. Uji daya alir pada LAMERA 1 ukuran selang 12 french (fr) 0,24 cc/detik dan ukuran 14fr 0,84 cc/detik. pada LAMERA 2 selang 12fr 0,57 cc/detik dan ukuran 14fr 1,14 cc/detik. Hasil uji endapan pada LAMERA 1 selama 6 jam dihasilkan sebanyak 0,4 cm dan LAMERA 2 0,3 cm. Hasil organoleptik parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara formula LAMERA 1 dan LAMERA 2. Kesimpulan: Hasil penelitian nilai gizi, uji viskositas, uji endapan dan daya alir LAMERA 2 lebih baik dari LAMERA 1. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik LAMERA 1 dan LAMERA 2 tidak terdapat perbedaan. LAMERA 1 dan 2 sudah memenuhi syarat untuk formula enteral.
Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik berbasis Daun Kelor, Labu Kuning, dan Buah Naga Frida Nur Fitriani Hasanah; Endang Nur Widiyaningsih; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang komplikasi. Makanan berindeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah setelah makan. Formula enteral untuk DM sering kali mahal, sehingga bahan pangan lokal bisa menjadi alternatif pengganti makanan enteral komersil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan sifat organoleptik dari formula enteral rendah indeks glikemik berbasis buah naga, daun kelor, dan ubi ungu. Penelitian ini juga membandingkan biaya formula ini dengan formula komersial untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat. Metode: Desain eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan F1 (100 gram labu kuning, 80 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga), dan F2 (100 gram labu kuning, 105 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga). Hasil: Densitas energi formula enteral F1 dan F2 didapatkan densitas energi sebesar 1 kkal/cc dan beban indeks glikemik F1:F2 yaitu 6.8 gram : 7 gram. Hasil viskositas formula enteral pada F1 di suhu 24.3°C berkisar 383.1 cP dan pada F2 berkisar 307.05 cP. Uji osmolalitas formula enteral F1:F2 didapatkan hasil osmolalitas 402 mOsm/kg : 378 mOsm/Kg. Hasil uji endapan F1 dan F2 selama 6 jam didapatkan tidak ada endapan. Hasil keseluruhan uji daya terima pada enteral rendah indeks glikemik pada F1 dan F2 panelis menyatakan netral sedangkan pada FEK panelis menyatakan suka. Simpulan: Formula enteral terbaik yang direkomendasikan yaitu formula enteral F1 karena memiliki daya terima yang lebih tinggi.
Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak dengan Malignant Neoplasm of Testis Stadium IV Obs Penurunan Kesadaran dd Metastasis Otak, Anemia terkait Keganasan, Obstruksi Saluran Cerna, Trombositopenia, dan Hiponatremia Isna Rizqi Nurhikmah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker testis pada anak merupakan kasus langka, dengan insiden 0,5-2 kasus per 100.000 anak per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh testis tidak turun, disgenesis gonad, dan kelaurga yang menderita kanker memiliki risiko terkena kanker 10x lipat. Stadium IV menandakan penyebaran luas ke organ jauh, termasuk otak, yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti obstruksi saluran cerna, anemia, trombositopenia, dan hiponatremia. Pemberian asuhan gizi diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan ongkologi. Penelitian ini dilakukan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif dengan nomor Ethical Clearance : 1.189 / VI / HREC / 2025. Asuhan gizi dilakukan selama empat hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantuan terjadi peningkatan bertahap asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Asuhan gizi terstruktur berkontribusi secara positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Post Op Ca Ovarium, Ascites, Anemia, Hipoalbuminemia, dan Gizi Kurang di RS X Surakarta Devina Navabil Ikhmawati; Dwi Sarbini; Irma Ristiani
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kanker ovarium merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kanker pada perempuan di Indonesia, dengan beban komplikasi yang mencakup ascites, anemia, hipoalbuminemia, serta status gizi yang buruk. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet Tinggi Energi Tinggi Protein yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan jaringan, serta mencegah terjadinya malnutrisi pada pasien pascaoperasi kanker.Metode: Studi kasus dilaksanakan saat bulan Februari 2025 pada pasien rawat inap di RS X Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama dua hari yang meliputi domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia, dan antropometri.Hasil: Intervensi gizi dilakukan melalui pemberian diet tinggi energi dan tinggi protein dengan pembatasan garam, yang disesuaikan secara bertahap sesuai kondisi klinis pasien. Setelah dilakukan intervensi selama beberapa hari, asupan makan pasien meningkat hingga lebih dari 80% dari kebutuhan energi. Monitoring lanjutan menunjukkan perbaikan gejala klinis berupa penurunan nyeri, mual, dan sesak napas.Simpulan: Penerapan asuhan gizi terstandar pada pasien ini menunjukkan efektivitas dalam memperbaiki asupan makan, mengurangi keluhan klinis, dan mempertahankan status gizi pasien selama perawatan. Intervensi diet tinggi energi dan protein rendah garam yang disesuaikan dengan kondisi klinis terbukti mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Karsinoma Serviks Residif post Debulking Melya Ummunnisa; Agus Prastowo; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan prevalensi 17,2%. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang memicu perubahan abnormal pada epitel serviks. Pasien stadium lanjut sering mengalami komplikasi serius seperti metastasis, obstruksi usus, dan adhesi organ pelvis. Terapi kemoterapi dan radioterapi menimbulkan efek samping yang memperburuk status gizi. Pada kasus karsinoma residif dengan komplikasi berat, operasi debulking meningkatkan stres metabolik dan risiko komplikasi pascaoperasi serta malnutrisi, yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas lebih tinggi. Pemberian asuhan gizi ini diharapkan mampu meningkatkan status gizi, mempercepat proses penyembuhan, serta menunjang keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien baik selama maupun setelah menjalani perawatan onkologi. Penelitian ini dilaksanakan di RS M Purwokerto pada April 2025 dengan desain deskriptif kualitatif. Asuhan gizi dilakukan selama lima hari, mencakup pemantauan asupan, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis pasien. Hasil menunjukkan perbaikan kondisi pasien secara bertahap, ditunjukkan oleh hasil pemeriksaan darah lengkap, tanda vital, fungsi sistem pencernaan, dan penurunan keluhan. Pasien menerima diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), dengan evaluasi sisa makanan menggunakan metode visual Comstock. Selama pemantauan pascaoperasi, terjadi peningkatan bertahap pada asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral utama, meskipun belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Dalam konteks ini, asuhan gizi terstruktur pascaoperasi berkontribusi positif terhadap pemulihan klinis pasien, menekankan pentingnya intervensi gizi individual dalam mendukung penyembuhan dan keberhasilan terapi.
Asuhan Gizi pada Pasien Gagal Napas disertai Ketoasidosis Diabetik, Asidosis Metabolik, dan Pneumonia Sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten M Muslikhatunnisa; Dwi Sarbini; Mawar Lestari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Ketoasidosis Diabetik (KAD) merupakan komplikasi serius dari Diabetes Mellitus (DM). KAD merupakan keadaan darurat yang mengancam jiwa dan dapat terjadi pada pasien DM tipe 1 dan tipe 2. Proses Asuhan Gizi dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mengurangi beban pernafasan. Pasien dengan gagal napas membutuhkan asuhan gizi khusus untuk mempercepat penyembuhan. Proses asuhan gizi terstandar dilakukan dengan pemberian diet rendah karbohidrat untuk mendukung pemenuhan asupan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.Tujuan: Untuk menggambarkan tata laksana asuhan gizi terstandar pada pasien gagal napas, ketoasidosis diabetik, asidosis metabolik, pneumonia dengan sepsis di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten.Metode: Studi kasus dilaksanakan pada pasien rawat inap di RS Soeradji Tirtonegoro. Pengambilan data dilakukan dengan observasi selama 8 hari pada domain asupan makan, fisik/klinis, biokimia dan antropometri.Hasil: Intervensi gizi yang diberikan berupa diet rendah karbohidrat dengan bentuk makanan cair penuh diberikan melalui Nasogastric Tube (NGT) dengan frekuensi 5x200cc. Hasil intervensi menunjukkan fisik klinis mulai membaik, hasil laboratorium biokimia kadar gula darah mulai menurun, asupan pasien meningkat dari hari ke hari namun terdapat beberapa pemenuhan zat gizi makro yang belum mencapai target (<80%). Gejala sesak napas yang dirasakan pasien telah teratasi dan tidak terjadi perubahan status gizi pada pasien.Kesimpulan: Pemulihan pasien pada kasus ini tergolong cukup cepat, hasil pemantauan fisik klinis mulai membaik, tidak terjadi perubahan status gizi, dan asupan makanan meningkat menuju target yang ditetapkan sehingga secara keseluruhan intervensi yang diberikan tercapai.
Pemberian Bubur Tempe Tinggi BCAA pada Pasien Sirosis Hepatis: Laporan Kasus Rewinta Putri Denaru Kelimari; Dwi Sarbini; Agus Prastowo
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang menyebabkan gangguan fungsi hati dan penurunan kadar asam amino rantai cabang (BCAA), yang berkontribusi pada malnutrisi. Asupan tinggi BCAA dikaitkan dengan perbaikan status gizi, pencegahan ensefalopati hepatikum, dan peningkatan kualitas hidup. Tempe, sebagai sumber BCAA nabati, berpotensi digunakan dalam intervensi nutrisi pasien sirosis. Laporan kasus ini membahas seorang wanita berusia 68 tahun dengan sirosis hepatis, ascites permagna, varises esofagus, dan riwayat ensefalopati hepatikum. Penilaian gizi menunjukkan status gizi kurang, penurunan nafsu makan, serta asupan protein sangat rendah (47,11%). Intervensi diet gizi seimbang diberikan dengan tambahan bubur tempe sebanyak 150 ml pada setiap makan utama selama empat hari rawat inap. Bubur tempe dibuat dari campuran tempe pasar 20 gram dan bubur nasi 30 gram, diblender halus, dan disesuaikan teksturnya agar mudah diterima pasien. Monitoring harian menunjukkan adanya perbaikan keluhan mual dan peningkatan asupan energi sebesar 41,89%, protein 67,77%, serta BCAA 50,25%. Hasil ini menunjukkan bahwa tempe sebagai sumber BCAA nabati dapat diterima dengan baik dan berpotensi meningkatkan asupan nutrisi pasien sirosis hepatis.
Pengembangan Makanan Enteral berbasis Spirulina, Kedelai, dan Beras Merah (NUTRIVITA-SKB) untuk Tuberculosis pada Anak Cakra Maharani; Amalia Jati Mahanani; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada anak-anak, di mana penyakit ini dapat memengaruhi status gizi dan sistem imun. Untuk itu, dukungan nutrisi menyeluruh yang meliputi protein dan mikronutrien sangat penting dalam pemulihan anak dengan TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk enteral berbahan dasar spirulina, tepung kacang kedelai, dan tepung beras merah. Bahan-bahan ini dipilih karena kandungan protein, vitamin, mineral, dan senyawa bioaktifnya yang tinggi, yang mendukung kesehatan paru-paru dan sistem imun. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formula: F1, F2, dan F3. Parameter analisis meliputi uji organoleptik (uji hedonik dan mutu hedonik) dan analisis kandungan gizi. Data yang tidak terdistribusi normal dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney jika diperlukan. Hasil: Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara ketiga formula dalam hal mutu warna, aroma, rasa, dan tekstur. Namun, secara keseluruhan, semua formula memperoleh kategori rata-rata "Agak Suka". Berdasarkan uji hedonik dan MPE, formula yang paling disukai adalah F2, yang mengandung 1 gram spirulina dan 144,5 gram tepung kacang kedelai. Hasil analisis mutu menunjukkan bahwa viskositas formula termasuk kategori "Nectar-Like," dan kadar airnya sesuai dengan standar yang direkomendasikan. Simpulan: Produk enteral ini menjadi salah satu solusi untuk menunjang asupan nutrisi pada anak dengan TBC.
Pengembangan Olahan Cookies berbasis Tepung Kacang Merah dan Whey Protein Isolate untuk Penderita Kanker Payudara Jihan Salsabila Adha; Luthfiya Ninda Ideliasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan cookies berbahan dasar tepung kacang merah dan whey protein isolate (WPI) menawarkan alternatif makanan selingan tinggi protein yang dirancang bagi penderita kanker. Kanker sering menyebabkan penurunan status gizi dan massa otot sehingga diperlukan produk pangan dengan kandungan protein berkualitas tinggi dan antioksidan. Tepung kacang merah merupakan sumber protein, serat pangan, dan antioksidan antosianin, sedangkan WPI menyediakan kandungan protein tinggi, khususnya BCAA, yang berperan penting dalam sintesis protein otot dan pemulihan jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi perbandingan tepung kacang merah dan WPI, yaitu F1 (15:25), F2 (20:20), dan F3 (25:15). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, warna, komposisi gizi, biaya produksi, serta uji organoleptik oleh 15 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi tepung kacang merah, kadar karbohidrat dan kadar air meningkat, sementara kandungan protein menurun. Formula dengan proporsi WPI tertinggi (F1) menghasilkan kadar protein paling tinggi (6,9 g/50 g). Uji organoleptik tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada warna, aroma, rasa, tekstur, maupun penerimaan keseluruhan antar formula. Formula F1 terpilih sebagai formula terbaik karena memiliki kandungan protein lebih tinggi, nilai energi sesuai kebutuhan pasien kanker, serta biaya produksi relatif ekonomis. Produk cookies ini berpotensi menjadi alternatif makanan selingan fungsional berbasis pangan lokal bagi penderita kanker.
Karakeristik Fisik dan Sensoris Kue Talam Substitusi Tepung Kacang Hijau untuk Anak dengan Gizi Kurang Filsa Afitri Cholidha; Anindya Suryawati; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting, gizi buruk, dan kurang gizi. Penggunaan bahan pangan lokal dalam PMT dapat meningkatkan status gizi balita. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang telah ada sejak lama. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang berpotensi dikembangkan melalui substitusi tepung kacang hijau untuk meningkatkan nilai gizi produk. Metode: Metode eksperimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan F1 (substitusi tepung kacang hijau 15%), F2 (30%), F3 (45%). Instrumen penelitian menggunakan formulir uji organoleptik dengan 15 responden. Hasil: Hasil uji statistik Friedman menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter warna (p = 0,010), aroma (p = 0,004), rasa (p = 0,015), dan keseluruhan (p = 0,027). Formula F2 memiliki rerata kesukaan tertinggi pada sebagian uji organoleptik. Hasil uji warna mempengaruhi karakteristik warna produk, sedangkan uji kadar air semua formula memenuhi persyaratan mutu kue basah berdasarkan SNI 01-4309-1996. Simpulan: Substitusi tepung kacang hijau pada kue talam memengaruhi karakteristik sensoris dan fisik. Formula F2 (30%) merupakan formula terbaik berdasarkan uji organoleptik yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Aisyah Sekar Widya Nansha Alfi Miftahul Nikmah Alifa, Elfrida Akmalia Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Alya Aulia Rahma Amalia Jati Mahanani Andi Suhendi Anggraeni Oktavia Rohmadhani Anifatussaa'dah, A Anindya Rahmaningtyas Anindya Suryawati Ardalia Rinanda Oktaviani Arini Dewi Safitri Arman, Salsa Avia Atwal Arifin Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Masruro, Andita Azizatullatifah, Safira Basusena, Rahardian Surya Burhanudin Ichsan Cahyani, Teti Dwi Cakra Maharani Chiky Loaren Cintia, Fadhilla Fatwa Citra, Tia Mella Darmayanti, Putri Devina Navabil Ikhmawati Devira Novi Aprillia Dewi Vinata Dinda Agustin Sandra Djalal Fuadi Djanggan Sargowo Djanggan Sargowo Dyah Intan Puspitasari Dzafira, Laila Emy Huriyati Endah Kusuma Rastini Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahriza Mei Trihatmoko Faizah Zahrani Farida Nur Isnaeni Faridita khoirun Nisa' Febrian Rida Saputra Febrian, Novi Gita Noer Ferinda Rahma Mawadda Fidhia Nur Rifaini Filsa Afitri Cholidha Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Fitriani, Rizki Ainun Frida Nur Fitriani Hasanah Haliza Arzeti Nurseptiria Hamim Sadewa Hanif, Adhwa Aulia Haryoto Haya Nabilah Utama HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidayah Karuniawati Hilmi, Fatia Husna Ayu Amalia Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ida Rohmawati, Ida Ilham Nur Ahmadyani Intan Nur Hidayati, Intan Nur Irma Ristiani Isna Aprilia Isna Rizqi Nurhikmah IZZATUL FAJRIYAH Jihan Salsabila Adha Khusnul Khotimah khusnul khotimah Koesoemo Ratih Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lestari, Septiana Indah Lili Hernasari Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Luthfiya Ninda Ideliasari M Muslikhatunnisa M Saifur Rohman M. Sholahuddin Mae Sri Hartati Wahyuningsih Maharani Mala Azzahra Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Martianny, Dewi Nabila Mashithoh Qurrata A’yun Maulanisa, Hasna Fitri Mawar Lestari Maya Cristinawati Mazaya, Saqya ‘Ainil Melya Ummunnisa Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari Mochammad Imron Awalludin Mohammad Saifur Rohman Muhammad Saifur Rohman Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Muwakhidah Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nisa', Faridita khoirun Novi Gita Noer Febrian Nur Achmad Nur Khofipah Nur Lathifah Mardiyati Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana, N Nurseptiria, Haliza Arzeti Oktaviani, Ardalia Rinanda Permatasari, Qisthoni Pinkan Puspita Kinanty Pramudya Kurnia Pratiwi, Winda Wahyu Puryaningtias, Rini Dwi Puspitasari, Dyah Intan Putranto, Lintang Putri, Annisa Mulyarani Qoriah Titin Masyitoh Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Ratnasari Diah Utami Regita Shalsabillah Dhita Alam Rewinta Putri Denaru Kelimari Rifaini, Fidhia Nur Rini Dwi Puryaningtias Rizki Ainun Fitriani Rusdin Rauf Rustiono, Dedy Safitri, Arini Dewi Salaf, Azizah Almisykatu Sayyidah Nurul Muslihah Selfahyasa Raharjo Septilia Anggi Rahmawati Septiyana, Nur Azizah Dewi Shofia Nur Latifa Studiviani, Raafika Sudrajah Warajati Kisnawaty Suharjo Suharjo Sukmawati, Maya Tafara Fikrama Depriasa Tanti Azizah Sujono Tata Indira Tia Mella Citra Tiara Fatmariska Tista Ayu Fortuna Titi A W Trihatmoko, Fahriza Mei Tsania Izza Alfadila Umi Kurniawati Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Widodo Widodo Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wuryaningsih Dwi Lestari, Wuryaningsih Dwi Yusuf Sulistyo Nugroho