Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Olahan Cookies berbasis Tepung Kacang Merah dan Whey Protein Isolate untuk Penderita Kanker Payudara Jihan Salsabila Adha; Luthfiya Ninda Ideliasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan cookies berbahan dasar tepung kacang merah dan whey protein isolate (WPI) menawarkan alternatif makanan selingan tinggi protein yang dirancang bagi penderita kanker. Kanker sering menyebabkan penurunan status gizi dan massa otot sehingga diperlukan produk pangan dengan kandungan protein berkualitas tinggi dan antioksidan. Tepung kacang merah merupakan sumber protein, serat pangan, dan antioksidan antosianin, sedangkan WPI menyediakan kandungan protein tinggi, khususnya BCAA, yang berperan penting dalam sintesis protein otot dan pemulihan jaringan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi perbandingan tepung kacang merah dan WPI, yaitu F1 (15:25), F2 (20:20), dan F3 (25:15). Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, warna, komposisi gizi, biaya produksi, serta uji organoleptik oleh 15 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi tepung kacang merah, kadar karbohidrat dan kadar air meningkat, sementara kandungan protein menurun. Formula dengan proporsi WPI tertinggi (F1) menghasilkan kadar protein paling tinggi (6,9 g/50 g). Uji organoleptik tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada warna, aroma, rasa, tekstur, maupun penerimaan keseluruhan antar formula. Formula F1 terpilih sebagai formula terbaik karena memiliki kandungan protein lebih tinggi, nilai energi sesuai kebutuhan pasien kanker, serta biaya produksi relatif ekonomis. Produk cookies ini berpotensi menjadi alternatif makanan selingan fungsional berbasis pangan lokal bagi penderita kanker.
Karakeristik Fisik dan Sensoris Kue Talam Substitusi Tepung Kacang Hijau untuk Anak dengan Gizi Kurang Filsa Afitri Cholidha; Anindya Suryawati; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bertujuan untuk mencegah masalah gizi seperti stunting, gizi buruk, dan kurang gizi. Penggunaan bahan pangan lokal dalam PMT dapat meningkatkan status gizi balita. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang telah ada sejak lama. Kue talam merupakan jajanan tradisional yang berpotensi dikembangkan melalui substitusi tepung kacang hijau untuk meningkatkan nilai gizi produk. Metode: Metode eksperimen yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan F1 (substitusi tepung kacang hijau 15%), F2 (30%), F3 (45%). Instrumen penelitian menggunakan formulir uji organoleptik dengan 15 responden. Hasil: Hasil uji statistik Friedman menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada parameter warna (p = 0,010), aroma (p = 0,004), rasa (p = 0,015), dan keseluruhan (p = 0,027). Formula F2 memiliki rerata kesukaan tertinggi pada sebagian uji organoleptik. Hasil uji warna mempengaruhi karakteristik warna produk, sedangkan uji kadar air semua formula memenuhi persyaratan mutu kue basah berdasarkan SNI 01-4309-1996. Simpulan: Substitusi tepung kacang hijau pada kue talam memengaruhi karakteristik sensoris dan fisik. Formula F2 (30%) merupakan formula terbaik berdasarkan uji organoleptik yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Pre-Post Laparatomi Adhesiolisis dan Reseksi Anastomosis Ileum End to End dengan Riwayat Appendisitis Akut Nur Khofipah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo; Farida Nur Isnaeni
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Appendisitis perforasi disertai peritonitis generalisata merupakan kondisi kegawatdaruratan pada sistem pencernaan yang dapat menimbulkan peradangan berat intraabdomen, perlengketan usus, serta gangguan fungsi saluran cerna sehingga membutuhkan tindakan operasi berupa laparotomi adhesiolisis reseksi dan anastomosis ileum end to end. Pasien pasca bedah digestif memiliki risiko mengalami gangguan asupan makan, peningkatan kebutuhan energi dan protein, infeksi, ileus, serta malnutrisi akibat proses inflamasi dan stres metabolik pascaoperasi. Dukungan terapi gizi yang adekuat diperlukan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, mempertahankan status gizi, dan mendukung pemulihan fungsi gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan gizi pada pasien pasca tindakan laparotomi dengan riwayat appendisitis perforasi peritonitis generalisata. Metode: laporan kasus (case report) dengan pendekatan deskriptif observasional pada satu pasien anak menjalani perawatan di rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan klinis, data laboratorium, serta pemantauan asupan makan, kemudian dianalisis berdasarkan langkah proses asuhan gizi terstandar. Hasil: Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI-2.1, NC-1.4, NI-5.1. Intervensi gizi diberikan melalui terapi diet TETP dengan tekstur bertahap dari cair jerning hingga tekstur biasa. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan meliputi asupan zat gizi, kondisi klinis, fungsi gastrointestinal, dan kemampuan pasien mentoleransi makanan. Setelah dilakukan intervensi gizi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan persentase pemenuhan kebutuhan energi dari 47% menjadi 52%, protein dari 53% mejadi 58%, dan karbohidrar dari 54% menjadi 64%, sedangkan asupan lemak menurun dari 58% menjadi 44%. Secara klinis pasien menujukkan perbaikan berupa berkuranngnya nyeri pasca operasi, membaiknya fungsi gastrointestinal, serta pasien mampu mentoleransi peningkatan tekstur makanan dari cair hingga makanan biasa. Kesimpulan: Pada kasus ini, kondisi pasien menunjukkan perbaikan secara bertahap setelah diberikan intervensi. Intervensi gizi yang diberikan telah tercapai dengan baik, meskipun target asupan pasien belum sepenuhnya terpenuhi.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Aisyah Sekar Widya Nansha Alfi Miftahul Nikmah Alifa, Elfrida Akmalia Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Alya Aulia Rahma Amalia Jati Mahanani Andi Suhendi Anggraeni Oktavia Rohmadhani Anifatussaa'dah, A Anindya Rahmaningtyas Anindya Suryawati Aprilia, Isna Ardalia Rinanda Oktaviani Arini Dewi Safitri Arman, Salsa Avia Atwal Arifin Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Masruro, Andita Azizatullatifah, Safira Basusena, Rahardian Surya Burhanudin Ichsan Cahyani, Teti Dwi Cakra Maharani Cintia, Fadhilla Fatwa Citra, Tia Mella Darmayanti, Putri Devina Navabil Ikhmawati Devira Novi Aprillia Dewi Vinata Dinda Agustin Sandra Djalal Fuadi Djanggan Sargowo Djanggan Sargowo Dyah Intan Puspitasari Dzafira, Laila Emy Huriyati Endah Kusuma Rastini Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahriza Mei Trihatmoko Faizah Zahrani Farida Nur Isnaeni Faridita khoirun Nisa' Febrian Rida Saputra Febrian, Novi Gita Noer Ferinda Rahma Mawadda Fidhia Nur Rifaini Filsa Afitri Cholidha Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Fitriani, Rizki Ainun Frida Nur Fitriani Hasanah Haliza Arzeti Nurseptiria Hanif, Adhwa Aulia Haryoto Haryoto Haryoto, H Haya Nabilah Utama HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidayah Karuniawati Hilmi, Fatia Husna Ayu Amalia Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ida Rohmawati, Ida Ilham Nur Ahmadyani Intan Nur Hidayati, Intan Nur Irma Ristiani Isna Rizqi Nurhikmah IZZATUL FAJRIYAH Jihan Salsabila Adha Khusnul Khotimah khusnul khotimah Koesoemo Ratih Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lestari, Septiana Indah Lili Hernasari Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Luthfiya Ninda Ideliasari M Muslikhatunnisa M Saifur Rohman M. Sholahuddin Mae Sri Hartati Wahyuningsih Maharani Mala Azzahra Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Martianny, Dewi Nabila Maulanisa, Hasna Fitri Mawar Lestari Maya Cristinawati Mazaya, Saqya ‘Ainil Melya Ummunnisa Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari Mochammad Imron Awalludin Mohammad Saifur Rohman Muhammad Saifur Rohman Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Muwakhidah Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nisa', Faridita khoirun Novi Gita Noer Febrian Nur Achmad Nur Khofipah Nur Lathifah Mardiyati Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana, N Nurseptiria, Haliza Arzeti Oktaviani, Ardalia Rinanda Permatasari, Qisthoni Pinkan Puspita Kinanty Pramudya Kurnia Pratiwi, Winda Wahyu Puryaningtias, Rini Dwi Puspitasari, Dyah Intan Putranto, Lintang Putri, Annisa Mulyarani Qoriah Titin Masyitoh Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Ratnasari Diah Utami Regita Shalsabillah Dhita Alam Rewinta Putri Denaru Kelimari Rifaini, Fidhia Nur Rini Dwi Puryaningtias Rizki Ainun Fitriani Rusdin Rauf Rustiono, Dedy Sadewa, Hamim Safitri, Arini Dewi Salaf, Azizah Almisykatu Sayyidah Nurul Muslihah Selfahyasa Raharjo Septilia Anggi Rahmawati Septiyana, Nur Azizah Dewi Shofia Nur Latifa Studiviani, Raafika Sudrajah Warajati Kisnawaty Suharjo Suharjo Sukmawati, Maya Tafara Fikrama Depriasa Tanti Azizah Sujono Tata Indira Tia Mella Citra Tiara Fatmariska Tista Ayu Fortuna Titi A W Trihatmoko, Fahriza Mei Tsania Izza Alfadila Umi Kurniawati Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Widodo Widodo Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wuryaningsih Dwi Lestari, Wuryaningsih Dwi Yusuf Sulistyo Nugroho