p-Index From 2021 - 2026
9.844
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Biospecies Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Jurnal Kesehatan JURNAL MEDIA KESEHATAN Jurnal Ilmu Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal EnviScience (Environment Science) Jurnal Vokasi Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Environmental Science and Sustainable Development Jurnal Berdaya Mandiri Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Primer Mitra Raflesia (Journal of Health Science) JOURNAL LA MEDIHEALTICO Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Tropical Health and Medical Research Journal BIOVALENTIA: Biological Research Journal Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) International Journal of Health Science & Medical Research Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Keperawatan Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa Jurnal Profesi Keperawatan Jurnal Kesehatan Primer
Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN MANAJEMEN DALAM MENERAPKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI LINGKUNGAN KERJA: SYSTEMATIC REVIEW Mufarikha, Muhimatul; Misnaniarti, Misnaniarti; Hasyim, Hamzah; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Fajar, Nur Alam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20549

Abstract

Kebijakan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja / penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja. Dalam menciptakan hal tersebut tentu di butuhkan kerjasama yang baik antara top manajemen dalam membuat kebijakan dan dari pekerja nya sendiri yang harus menaati peraturan K3 di perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam menerapkan K3 di perusahaan dan bagaimana efektivitasnya kepada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Review dan PRISMA. Data-data diperoleh dari jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan Kebijakan tentang pedoman K3 berpengaruh pada Keselamatan karyawan, untuk melaksanakan pedoman dengan baik di butuhkan komitmen top manajemen yang tegas. Karyawan yang bisa menjaga kesehatan kerja dan merasa terlindungi akan lebih produktif dalam berkerja. Maka dari itu perusahaan memantau dan memberikan pelatihan kepada setiap karyawan agar semua karyawan mengerti tentang pedoman K3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kebijakan mengenai pedoman K3 kepada pekerja sudah ada dan terlaksana di perusahaan, komitmen top manajemen yang baik juga berpengaruh pada terlaksananya pedoman tersebut tentang bagaimana membuat semua karyawan menaati peraturan dan sadar akan bahaya yang ada di lingkungan kerja. Untuk itu pelatihan K3 bagi semua pekerja di perusahaan penting di lakukan agar pekerja lebih paham dan peduli dengan keselamatan dan kesehatannya.
DETEKSI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PERAIRAN SUNGAI MUSI WILAYAH SEKAYU, MUSI BANYUASIN Wahyuni, Inda; Windusari, Yuanita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37399

Abstract

Potongan plastik berukuran mikro (<5 mm) dapat ditemukan di sedimen suatu perairan yang disebut mikroplastik. Sungai Musi sebagai salah satu sungai besar di Sumatera Selatan yang diketahui memiliki tingkat cemaran mikroplastik cukup tinggi. Wilayah perairan Sekayu merupakan salah satu bagian yang dilalui arus sungai Musi dengan daerah pinggiran sungai yang padat penduduknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan mikroplastik pada sedimen perairan sungai Musi wilayah Sekayu, Musi Banyuasin. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pengambilan sampel sedimen sungai diambil pada bulan Juni hingga November 2023 dengan metode purpossive sampling pada dasar sungai serta dilakukan pengulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan mikroplastik berbentuk foam, fiber dan fragmen. Warna dari mikroplastik ditemukan warna hitam dan coklat dengan warna coklat yang dominan (6 partikel/50gram sedimen kering). Ukuran mikroplastik terbesar ditemukan yaitu fiber berukuran 1175,29µm dan ukuran terkecil yaitu foam berukuran 276,72µm. Deteksi keberadaan mikroplastik pada sedimen di Perairan Sungai Musi (Tengah) wilayah Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan variasi mikroplastik didominasi oleh bentuk fiber dan film, warna coklat (6 partikel/50gram sedimen kering) serta rata-rata ukuran dari 8 partikel/50gram sedimen kering mikroplastik yaitu 575,21 ?m
Community-Based Waste Management in The Township PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Indonesia Fitriani, Amelia; Windusari, Yuanita; Putri, Wike Ayu Eka
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 8 No. 2 (2024): June
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2024.8.2.71-81

Abstract

Community-based waste management in the PT. Bukit Asam Township, Tanjung Enim, is essential. This study involved 67 respondents residing in the Township. A mixed-method approach was used, including interviews, observations, and SWOT analysis. The results indicate that residents are actively engaged in waste containment, with most households (85%) disposing of all waste without sorting. Only a small percentage reuse items (5%) and compost (2%). The average waste generated per socioeconomic group exceeds the standards set by SNI 3242-2008. Community-based waste management at PT. Bukit Asam has the potential for success due to active participation and company support. The SWOT analysis reveals strengths in participation, company support, education, and a structured system but weaknesses in dependence on participation and funding, and limitations in human resources and infrastructure. Opportunities include government support, new technologies, and collaboration with NGOs, while threats arise from policy changes, social issues, regulations, environmental impacts, and disasters. Improvement strategies include initial assessments, stakeholder mapping, awareness enhancement, facility provision, supervision, monitoring, incentives, periodic evaluations, and continuous innovation. With these strategies, the program is expected to be effective and sustainable, address waste issues, create new economic opportunities, and serve as a model for other communities.
Identifikasi Kandungan Mikroplastik pada Perairan Sungai Adila, Najwa; Windusari, Yuanita
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 2 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i2.1691

Abstract

The purpose of this study is to identify the content and form of microplastics in the waters of the Musi River, Musi Banyuasin, South Sumatra. This study is descriptive analytical with the determination of the location point of water sampling carried out by purposive sampling of 200 ml with 3 repetitions. The identification results are displayed in the form of an image. In 100 ml of water samples, microplastics were found in the form of fibers (5 particles), films (4 particles), fragments (2 particles), and pellets (1 particle). The most commonly found form of microplastics is fibers with 5 particles. The identification of microplastic content in water in the waters of the Musi River,Musi Banyuasin showed variations in microplastics in the form of fibers, films, fragments and pellets. The colors of microplastics found are brown, red, and green with the most dominant color being brown with a total of 10 particles. The average size of the 12 microplastic particles that have been found is 896.13 μm. The existence of microplastics can harm ecosystems and cause various negative impacts on human health.
Edukasi Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan Di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir Razak, Rahmatillah; Septiawati , Dwi; Budiastuti, Anggun; Windusari, Yuanita; Ramadhan, Arizky
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 2 (2024): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i2.34880

Abstract

Salah satu target dalam SDG (Sustainable Development Goals) adalah tentang pemenuhan akses air bersih, hygiene dan sanitasi yang baik. Hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia, dengan adanya akses yang baik terhadap layanan tersebut maka dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini terlaksana di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemul utan yang terdiri dari beberapa tahap diantaranya penilaian tentang kondisi sanitasi dan personal hygiene keluarga, pemberian edukasi serta evaluasi, sasaran pengabdian adalah ibu rumah tangga. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 4 bulan (Agustus sampai November Tahun 2023). Hasil pengabdian memperlihatkan mayoritas responden pernah sakit dengan jenis penyakit menular dan mayoritas balita pernah sakit diare. Beberapa indikator sanitasi lingkungan yang sudah baik diantaranya adalah pengelolaan sampah, pemberantasan jentik dan PHBS, namun indikator yang masih harus ditingkatkan adalah kepemilikan jamban pribadi serta perilaku masyarakat diantaranya kebiasaan merokok dan pembuangan popok balita. Penting untuk meningkatkan upaya dalam menciptakan lingkungan yang memenuhi syarat hygiene dan sanitasi yang baik.
Literatur Review: Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Leptospirosis di Indonesia Maulana, Harry Cahya; Windusari, Yuanita; Hasyim, Hamzah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i2.3638

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Penyakit ini ditularkan pada manusia melalui kontak langsung ataupun tidak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira. Pada tahun 2023 di Indonesia dilaporkan 2554 kasus leptospirosis dengan CFR 8% yang tersebar di 12 Provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia. Metode penelitian ini adalah literatur review yang bersumber dari ScienceDirect, ProQuest, Garba Rujukan Digital (GARUDA) Kemdikbud, dan Google Scholar. Terdapat 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil literatur review dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan yang mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia meliputi keberadaan tikus, kondisi saluran pembuangan air limbah / selokan, keberadaan sampah, adanya genangan air, riwayat banjir, lokasi tempat tinggal dekat sungai dan sawah, kondisi fisik rumah, keberadaan hewan ternak dan hewan peliharaaan, serta kondisi lingkungan abiotik meliputi suhu, kelembaban, dan pH. Pada kajian literatur review ini keberadaan tikus dan kondisi saluran pembuangan air limbah yang buruk merupakan faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi kejadian leptospirosis di Indonesia
Characteristics and Abundance of Microplastics in the Feces of Communities on the Banks of the Musi River, Palembang Anwar, Khairil; Damiri, Nurhayati; Windusari, Yuanita; Zulkarnain, Mohammad
Tropical Health and Medical Research Vol. 7 No. 1 (2025): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35916/thmr.v7i1.127

Abstract

Microplastic pollution has become an increasingly worrying global environmental issue. Microplastics are plastic particles measuring less than 5 mm from the degradation of large plastics or using products containing microplastics. Microplastics can enter the human body through contaminated food, water, and air, with feces being one of the indicators of exposure. This study aims to analyze the characteristics and abundance of microplastics in feces in communities on the banks of the Musi River in Palembang City. This study used a descriptive design with laboratory analysis. Fecal samples were collected from 50 respondents selected by purposive sampling based on fish consumption patterns and water sourced from the Musi River. The study was carried out using the microplastic separation method using a solution and particle identification using a stereo microscope and FTIR spectroscopy. The results showed that microplastics were found in all respondents' feces samples, with concentrations ranging from 9-27 particles per gram and an average of 18 particles per gram. The dominant types of microplastic polymers found were Polystyrene (PS), Nylon, Polyvinyl chloride (PVC), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), and Polyethylene (PE). It was concluded that the presence of microplastics in feces indicates significant exposure. Microplastics, such as fragments, fibers, and other particles, were found in people's feces with various shapes, sizes, and colors. The abundance of microplastics in feces indicates contamination, which most likely comes from consuming food and drinks exposed to microplastics. It is recommended that a campaign be carried out to reduce single-use plastic or increase waste processing in riverbank areas.
Pengaruh Lahan Basah Terhadap Kejadian Schistosomiasis: Literature Review Syarifah, Nahdha; Windusari, Yuanita; Hasyim, Hamzah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1153

Abstract

Schistosomiasis tetap menjadi salah satu penyakit yang ditularkan melalui air yang paling umum di daerah tropis dan lahan basah. Schistosomiasis mempengaruhi 240 juta orang di seluruh dunia dan sekitar 700 juta orang tinggal di daerah endemik di 78 negara dan berisiko terkena schistosomiasis. Artikel ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh lahan basah terhadap schistosomiasis dan cara menanggulanginya. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan total artikel sebanyak 20 artikel menggunakan beberapa kata kunci yaitu “schistosomiasis”, “lahan basah”, “demam keong”, dan lainnya. Pada hasil telaah artikel, didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian schistosomiasis di lahan basah yaitu aspek sosial budaya (seperti mandi di permukaan air sebagai kepercayaan spiritual di antara beberapa kelompok), tingkat pengetahuan dan pendidikan, status sosial ekonomi, dan aktivitas domestik termasuk pilihan sumber air minum dan fasilitas sanitasi. Faktor risiko lainnya berupa perilaku personal hygiene anak juga ditemukan masih kurang baik seperti, berenang di air sungai, tidak menggunakan alas kaki, BAB dan BAK sembarangan, dan meminum air sungai atau sumur. Usia rentan untuk terkena infeksi schistosomiasis ada di rentang usia 7-14 tahun. Beberapa faktor yang mempengaruhi hidupnya keong di wilayah lahan basah yaitu suhu, curah hujan, pencahayaan, kekeruhan, kadar DO dan logam berat, kalsium, serta estivasi. Pengendalian keong, pemberantasan cacing secara massal, promosi kesehatan terkait infeksi schistosomiasis merupakan saran bagi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah kecacingan ini. Dosis praziquantel yang sesuai (40 mg/kg) juga dapat diberikan. Penulis menyarankan agar pemerintah daerah dapat meningkatkan penyuluhan dan informasi tentang schistosomiasis serta memfasilitasi obat seperti praziquantel bagi masyarakat yang membutuhkan.
Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah yang Mendukung Kejadian Tuberkulosis Paru di Indonesia Sari, Defa; Windusari, Yuanita; Hasyim, Hamzah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1154

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menimbulkan gangguan saluran nafas atau MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis). Gejala yang dirasakan oleh pasien tuberkulosis paru, seperti batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, kejadian TB di dunia menjukkan sebanyak 10 juta kasus yang meliputi 5,6 juta terjadi pada pria, 3,3 juta terjadi pada wanita, dan pada anak-anak sebanyak 1,1 juta kasus. Terjadi peningkatan 600.000 kejadian TB pada tahun 2021 (6 juta kasus pada pria, 3,4 juta kasus pada wanita, dan pada anak-anak sebanyak 1, 2 juta kasus). Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang jumlah kasusnya cukup tinggi di dunia. Indonesia sendiri merupakan negara urutan ketiga untuk penderita Tuberkulosis tertinggi di dunia. Data Kemenkes tahun 2020 ditemukan kasus TB sebesar 393.323 kasus di Indonesia. Meningkat sebesar 443.236 kasus ditahun 2021. Semakin meningkat hingga mencapai 824.000 kasus pada tahun 2022. Faktor kondisi fisik rumah seperti tingkat pencahayaan, kepadatan hunian, luas ventilasi, dan jenis tanah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis paru. Resistensi bakteri penyebab tuberkulosis paru di dalam rumah tergantung pada keberadaan sinar matahari, jenis tanah dan kepadatan apartemen. Selain itu, tinggal atau bekerja di lingkungan yang padat penduduk, tingkat insiden tinggi, dan ventilasi buruk dapat meningkatkan risiko paparan Mycobacterium tuberculosis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, Penelitian ini menggunakan data dari hasil penelitian yang sudah diedarkan pada jurnal online dari tahun 2017 – 2023. Peneliti melakukan pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan diinternet menggunakan Google Scholar dan Research Gate. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 10 jurnal (sepuluh) jurnal yang dianalisis ditemukan bahwa 9 (Sembilan) jurnal menyatakan terdapat hubungan antara pencahayaan, kelembaban, kepadatan hunian rumah, suhu, ventilasi, jenis dinding, jenis lantai, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian TB Paru. dari 10 jurnal (sepuluh) jurnal yang dianalisis ditemukan bahwa 7 (Tujuh) jurnal menyatakan tidak ada hubungan antara ventilasi, pencahayaan, jenis lantai, kepadatan hunian, jenis dinding, dan suhu dengan kejadian TB Paru. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dengan metode literature review Faktor Risiko Kondisi Fisik Rumah seperti kepadatan hunian rumah, pencahayaan yang kurang, kelembaban rumah yang tinggi, ventilasi yang tdak memadai, jenis dinding rumah, jenis lantai rumah, dan suhu ruangan sangat mendukung kejadian Tuberkulosis Paru.
DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI DAERAH PERTAMBANGAN : LITERATURE REVIEW Sari, Siti Nabila; Sunarsih, Elvi; Windusari, Yuanita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42690

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan global utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di negara berkembang. Berdasarkan laporan WHO tahun 2019, tercatat 232 juta kasus malaria dan 409.000 kematian. Aktivitas manusia, seperti penambangan ilegal, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk Anopheles, yang meningkatkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di daerah pertambangan. Desain penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan diagram alir PRISMA. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas pertambangan, yang diambil dari basis data seperti PubMed, ScienceDirect, Malaria Journal, dan Google Scholar. Sampel terdiri dari 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi setelah penyaringan judul dan abstrak. Variabel penelitian mencakup faktor pengetahuan, usia, migrasi, aktivitas keluar ruangan, kondisi lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan artikel yang diperoleh dari sumber-sumber yang disebutkan di atas, dan analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penularan malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang mempengaruhi penularan malaria adalah tingkat pengetahuan, usia, migrasi, aktivitas keluar ruangan, kondisi lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan. Penularan malaria di wilayah pertambangan dipengaruhi oleh faktor perilaku, dan demografis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multisektoral yang melibatkan edukasi kesehatan, kebijakan yang mendukung mobilitas penduduk, serta perbaikan layanan kesehatan untuk mengurangi kejadian malaria di daerah-daerah tersebut.
Co-Authors ., Veniranda Abda Abda Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Adila, Najwa Adriansyah, Fikri Aetin, Entin Nur Affandi, Ashar Kholik Affandi, Azhar Kholiq Agustianto, Nicko Aini, Intan Nurul Aisyah Umayah, Siti Al Abid, Giang Alam Fajar, Nur Aldyirwansyah, Muhammad Ali Djamhuri Amayu, Rizka Amelia Fitriani, Amelia Andries Lionardo, Andries Anggara, Arie Anggun Budiastuti Anita Camelia Anita Rahmiwati Ardhan, Jery Ardila, Yustini Arista, Dini Arum Setiawan Asmiani Astari, Dea Widya Ayu Safitri Ayu Shintya, Ratri Azwinfadhlan, Ahmad Bin Yusof, Muhammad Safwan Cahyaningrum, Putri Casmita, Khansa Shafa Cynthia Cynthia Dahlan, HM. Hatta Daniel, Risyad Aldian Desheila Andarini, Desheila Desri Maulina Sari Dessi Irmala Sari, Dessi Irmala Dinta, Nadya Ariba Doni Setiawan Dwi Fitriani Dwi Septiawati, Dwi Dwi Setyawan Elvi Sunarsih Fajar , Nur Alam Fauzia, Rasyiqa Fitriani, Hidiyati Fitriani, Novi Fitriani, Ranty Fuadi, Asrul Garmini, Rahmi Haerawati Idris, Haerawati Haidir, Hala Hakim, Dwi Ratnawaty Hamzah Hasyim Harry Cahya Maulana, Harry Cahya Haryanti, Neny Hasanah, Putrie Uswatun Hermansyah . Hilda Zulkifli Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Idris, Haerawari Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Purnama Sari Indra Yustian Inoy Trisnaini Intan Permatasari Irmeilyana Juliska, Shelly Juniarti Juniarti Khairil Anwar Khairiyah, Muthiah Komalasari, Febrianti Kumalasari, Intan Laila Hanum Lestari, Amelia Sefti Lestari, Peggy Ayu M. Hatta Dahlan, M. Hatta Maretasari, Giri Margareta Sri Lestari, Margareta Sri Martha, Elsusi Martinus, Ali Maryanto, Hendri Mawarni, Fahruniza Meiga misnaniari, Misnaniarti Misnaniarti Misnaniarti Moriskha, Moriskha Mufarikha, Muhimatul Muhammad Alamsyah Muharni Muharni Muntiah, Afifah Nabila, Sri Aisyah Nandini, Rizka Faliria Netta Permata Sari, Netta Permata Ngudiantoro . Novia, Ade Noviadi, Pitri Novitrie, Ayu Novrikasari Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Novrikasari, N Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Amalia, Risa Nur AP Sari Nur Hayati Nurhayati Damiri Nuri Aslami Nuriessa Aputri, Farah Oktari, Vivi Oktarizal, Hengky Pirnanda, Dafid Pitaloka, Rolla Poppy Fujianti, Poppy Pragustiandi, Guntur Priyadi Priyadi Pujiati, Puput Putri, Dian Meiza Rahmat Pratama, Rahmat Rahmatillah Razak, Rahmatillah Ramadhan, Arizky Ramadhani, Indah Rico Januar Sitorus Rizma Adlia Syakurah Romadhoni Romadhoni, Romadhoni Rostika Flora Sari, Defa Sari, Novela Sari, Novrika Sari, Siti Nabila Sarno Sarno Septiawati , Dwi Shabira, Rayya Sherti Agusti, Mona Sitanggang, Jhon Wesly Sopianti, Maya Sri, Dwi Irma Mayang Sucirahayu, Citra Afny Sukamto, Ika Sumiyarsi Syafaruddin Syafaruddin Syafhira, Adinda Syafrina Lamin, Syafrina Syakurah, Rizma Adila Syarifah, Nahdha Verianti, Tety Wahyuni, Inda Wati, Desi Mustika Welnita, Welnita Wike Ayu Eka Putri Yenni, Ririn Afrima Yuliastuti, Mariaeka Yustini Ardillah, Yustini Zulhanda, Dicky Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, M Zulkarnain, Mohamad Zulkarnain, Mohammad Zulkifli Dahlan