p-Index From 2021 - 2026
13.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia LEX PRIVATUM JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUTRIRE DIAITA Journal of Nutrition College Jurnal Ekologi Kesehatan Media Gizi Mikro Indonesia Journal The Winners Jurnal Teknologi Pertanian Indonesian Journal of Human Nutrition Semesta Teknika Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Riset Gizi Gadjah Mada Journal of Psychology Darussalam Nutrition Journal Journal of Health Education Journal of Language and Literature Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Karkasa GIZI INDONESIA Ilmu Gizi Indonesia Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) Argipa (Arsip gizi dan Pangan) Rancang Bangun JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Linguistics and Elt Journal Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan JCES (Journal of Character Education Society) CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Window of Health : Jurnal Kesehatan Media Ilmu Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Education Action Research Mimbar Ilmu Amerta Nutrition IJID (International Journal on Informatics for Development) Jurnal Kreativitas PKM International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Aptisi Transactions on Management Jurnal Kesehatan Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Jurnal Inovasi Teknik Kimia JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Physical Activity Journal (PAJU) Food ScienTech Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Business, Humanities, Education and Social Sciences (IJBHES) Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Sport and Nutrition Journal Jurnal Dunia Gizi Jurnal Sains Kesehatan Indonesia Berdaya Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)) IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) Jurnal Kesehatan Tambusai Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Jurnal Ar-Ribh Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Nutrisia Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN) Journal of Current Health Sciences Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Pengabdian Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi (JAKAGI) Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia International Journal of Integrative Sciences TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat TELL - US JOURNAL Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Gizi Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Riset Gizi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

LENGTH OF PATERNAL EDUCATION IS ASSOCIATED WITH HEIGHT-FOR-AGE OF SCHOOL CHILDREN IN RURAL AREA OF SEPATAN TIMUR-TANGERANG Angkasa, Dudung; Sitoayu, Laras; Jus'at, Idrus
GIZI INDONESIA Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.055 KB)

Abstract

Paternal educational status plays an important role in long-term nutritional status of children. The objective of this study was to investigate the association between paternal factors and school children nutritional status in rural setting, Indonesia. A cross-sectional study carried out in September  up to November 2015 involving 368 primary public school children in Sepatan Timur, Tangerang. Structured questionnaires were administered to parents, containing household characteristics such as length of school year, working status, number of siblings. Children weight and height were measured using a weighing scale and microtoise, respectively. Anthropometric indices, height-for-age (HAZ) and body mass index for-age (BAZ), were produced by using WHO-Antroplus. Children’s food intake and snacking habits were assessed using single 24 hours food recall and food frequency questionnaire, respectively. Others variables were physical activity and infectious disease history. Multiple regression analyses were employed to enquire research questions. Results indicated that children with father’s educational status less than 9 years had a significant 0.607 lower HAZ if compared to those educational status more or equal to 9 years after adjustment for mother’s schooling year, working status, number of household member, children’s history of diarrhea and physical activity status, sex, age and snacking frequency. Conclusion, father’s educational status was associated with height for age among school children in rural area of Sepatan Timur. ABSTRAK Pendidikan orang tua berperan penting dalam menentukan status gizi anak dalam jangka panjang. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor orang tua dengan status gizi anak sekolah di wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan desain potong lintang dilaksanakan selama September-November 2015 dengan melibatkan 368 anak sekolah dasar negeri di Sepatan Timur, Tangerang. Kuesioner terstruktur diberikan pada orang tua untuk mengetahui lama sekolah, status pekerjaan, dan jumlah anak. Berat dan tinggi badan akan diukur dengan timbangan badan dan microtoise kemudian dihitung indeks antropometri tinggi badan menurut umur (TB/U) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Konsumsi sampel dinilai dengan food recall 24 jam satu hari dan kuesioner frekuensi makanan. Variabel lain yang diamati ialah aktivitas fisik dan riwayat infeksi. Analisis Regresi berganda digunakan untuk menjawab tujuan. Hasil menunjukkan bahwa sampel dari ayah yang berpendidikan <9 tahun lebih rendah skor TB/U sebesar 0,607 poin dibandingkan sampel dari ayah yang berpendidikan >9 tahun setelah dikontrol lama pendidikan ibu, status pekerjaan, jumlah anak, riwayat diare, aktivitas fisik, jenis kelamin, umur dan frekuensi jajan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan ayah yang rendah berhubungan dengan tinggi badan anak pada anak sekolah di wilayah pedesaan, Sepatan Timur. Kata kunci: pendidikan ayah, status gizi, anak sekolah, pedesaan
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN DAN KUALITAS PELAYANAN MAKANAN TERHADAP BIAYA SISA MAKANAN DAN ZAT GIZI YANG HILANG PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA JAKARTA Putri Ronitawati; Michael Fujima; Laras Sitoayu; Mertien Sa&#039;pang; Lintang Purwara Dewanti
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.527

Abstract

One indicator of the success of a food delivery system is food waste, which is a simple indicator for evaluating the success of hospital nutrition services. Good quality of food service can reduce the patient's leftovers. The study aimed to analyze the food reservation system, relationships of satisfaction level, and foodservice quality towards fee, leftover, and lost nutrition in patients of Koja Hospital North Jakarta. The study used a descriptive observational method and cross-sectional type with sample calculation using absolute determination. The number of samples is 132 respondents. The results of the bivariate analysis used the Spearman correlation test. The result of the study showed that related to lost costs are food taste, menu variations, animal side variations, vegetable dish variations, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, state of eating utensils, and satisfaction levels. Variables related to missing nutrients are gender, food taste, menu variations, animal side dishes, vegetable side dishes, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, and satisfaction levels. The conclusion of the study there is a relationship between the characteristics of the respondent (sex) with nutrients lost, there is a relationship between the quality of food service and the level of satisfaction with the costs and nutrients lost.ABSTRAKSalah satu indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan makanan adalah sisa makanan, yang menjadi indikator sederhana untuk mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit. Kualitas pelayanan makanan yang baik dapat mengurangi sisa makanan pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis sistem penyelenggaraan makanan, tingkat kepuasan dan kualitas pelayanan makanan terhadap biaya sisa makanan dan zat gizi yang hilang pada pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat observasional dan berjenis cross sectional dengan perhitungan sampel menggunakan ketetapan absolut. Jumlah sampel sebanyak 132 responden. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik korelasi spearman. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukan variabel yang berhubungan dengan biaya yang hilang adalah rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, keadaan peralatan makan, dan tingkat kepuasan. Variabel yang berhubungan dengan zat gizi yang hilang adalah jenis kelamin, rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, dan tingkat kepuasan. Kesimpulan menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin) dengan zat gizi yang hilang, ada hubungan kualitas pelayanan makanan dan tingkat kepuasan dengan biaya dan zat gizi yang hilang.Kata kunci: tingkat kepuasan, sisa makanan, biaya yang hilang, zat gizi yang hilang 
REMAJA PUTRI PEDESAAN DI INDONESIA BERISIKO ANEMIA DUA KALI LEBIH TINGGI Nadiyah Nadiyah; Laras Sitoayu; Lintang Puwara Dewanti
GIZI INDONESIA Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v45i1.614

Abstract

Currently, anemia is developing into a serious nutritional problem in Indonesia. Anemia among adolescent girls reached 32 percent. This study aims to analyze the risk factors for anemia among adolescent girls in Indonesia using the 2018 Basic Health Research data. The data were obtained from the National Institute of Health Research and Development, from 26 provinces in Indonesia. This cross-sectional study was conducted from May to October 2021. Inclusion criteria included adolescent girls aged 12-18 years in Indonesia, having a z-score of body mass index for ages between -5 SD to +5 SD, and having complete data analyzed. The data included socio-economic status (region, parents' education, father's occupation, family size), health services (distance and affordability of transportation costs to health facilities), hand washing habits, sanitation, infectious diseases (ARI and diarrhea), adolescent characteristics (menstruation, number of iron tablets consumed, education, nutritional status, and anemia), improper food habits, fruits, and vegetables consumption and physical activity. The results showed that the percentage of anemic adolescent girls was 23.4 percent. The logistic regression test showed that rural area was a significant risk factor for anemia (p=0.032). Adolescent girls who lived in rural areas had a risk of anemia two times higher than adolescent girls in urban areas (OR= 2,06; 95%CI:1,06-3,98). It is necessary to strengthen an integrated program involving various sectors to reduce anemia among adolescent girls in rural areas. ABSTRAK  Saat ini anemia berkembang menjadi masalah gizi serius di Indonesia. Anemia pada remaja putri mencapai angka 32 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko anemia pada remaja putri di Indonesia menggunakan data Riset Kesehatan Dasar 2018. Data diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI dari 26 Provinsi di Indonesia. Analisis data menggunakan desain studi cross sectional pada bulan Mei hingga Oktober 2021. Kriteria inklusi meliputi remaja berumur  12-18 tahun  di Indonesia, memiliki  z-skor Indeks Massa Tubuh menurut Umur antara -4 SD hingga +5 SD dan memiliki kelengkapan data yang menjadi variabel penelitian. Data yang analisis meliputi sosial ekonomi (wilayah, pendidikan orang tua, pekerjaan ayah, besar keluarga), pelayanan kesehatan (jarak tempuh dan keterjangkauan biaya transportasi ke fasilitas kesehatan), kebiasaan cuci tangan, sanitasi, penyakit infeksi (ISPA dan diare), karakteristik remaja (menstruasi, jumlah TTD yang diminum, pendidikan remaja, status gizi dan anemia),  kebiasaan konsumsi makanan berisiko, konsumsi buah dan sayur serta aktivitas fisik. Hasil studi menunjukkan persentase remaja putri anemia sebesar 23,4 persen. Hasil uji regresi logistik menunjukkan wilayah pedesaan menjadi faktor risiko anemia yang signifikan (p=0,032). Remaja putri yang tinggal di pedesaan memiliki risiko anemia 2 kali lebih tinggi dibandingkan remaja putri di perkotaan (OR= 2,06; 95%CI:1,06-3,98). Perlunya penguatan program penurunan masalah anemia yang terintegrasi dari berbagai sektor di pedesaan. Kata kunci: remaja putri Indonesia, anemia, pedesaan
LENGTH OF PATERNAL EDUCATION IS ASSOCIATED WITH HEIGHT-FOR-AGE OF SCHOOL CHILDREN IN RURAL AREA OF SEPATAN TIMUR-TANGERANG Dudung Angkasa; Laras Sitoayu; Idrus Jus&#039;at
GIZI INDONESIA Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v41i1.251

Abstract

Paternal educational status plays an important role in long-term nutritional status of children. The objective of this study was to investigate the association between paternal factors and school children nutritional status in rural setting, Indonesia. A cross-sectional study carried out in September  up to November 2015 involving 368 primary public school children in Sepatan Timur, Tangerang. Structured questionnaires were administered to parents, containing household characteristics such as length of school year, working status, number of siblings. Children weight and height were measured using a weighing scale and microtoise, respectively. Anthropometric indices, height-for-age (HAZ) and body mass index for-age (BAZ), were produced by using WHO-Antroplus. Children’s food intake and snacking habits were assessed using single 24 hours food recall and food frequency questionnaire, respectively. Others variables were physical activity and infectious disease history. Multiple regression analyses were employed to enquire research questions. Results indicated that children with father’s educational status less than 9 years had a significant 0.607 lower HAZ if compared to those educational status more or equal to 9 years after adjustment for mother’s schooling year, working status, number of household member, children’s history of diarrhea and physical activity status, sex, age and snacking frequency. Conclusion, father’s educational status was associated with height for age among school children in rural area of Sepatan Timur. ABSTRAK Pendidikan orang tua berperan penting dalam menentukan status gizi anak dalam jangka panjang. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor orang tua dengan status gizi anak sekolah di wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan desain potong lintang dilaksanakan selama September-November 2015 dengan melibatkan 368 anak sekolah dasar negeri di Sepatan Timur, Tangerang. Kuesioner terstruktur diberikan pada orang tua untuk mengetahui lama sekolah, status pekerjaan, dan jumlah anak. Berat dan tinggi badan akan diukur dengan timbangan badan dan microtoise kemudian dihitung indeks antropometri tinggi badan menurut umur (TB/U) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Konsumsi sampel dinilai dengan food recall 24 jam satu hari dan kuesioner frekuensi makanan. Variabel lain yang diamati ialah aktivitas fisik dan riwayat infeksi. Analisis Regresi berganda digunakan untuk menjawab tujuan. Hasil menunjukkan bahwa sampel dari ayah yang berpendidikan 9 tahun lebih rendah skor TB/U sebesar 0,607 poin dibandingkan sampel dari ayah yang berpendidikan 9 tahun setelah dikontrol lama pendidikan ibu, status pekerjaan, jumlah anak, riwayat diare, aktivitas fisik, jenis kelamin, umur dan frekuensi jajan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan ayah yang rendah berhubungan dengan tinggi badan anak pada anak sekolah di wilayah pedesaan, Sepatan Timur. Kata kunci: pendidikan ayah, status gizi, anak sekolah, pedesaan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRAKTIK KEAMANAN PANGAN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI SEKOLAH Putri Nurhasanah Yahya; Putri Ronitawati; Laras Sitoayu; Mertien Sa’pang; Rachmanida Nuzrina
GIZI INDONESIA Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v45i1.543

Abstract

Extraordinary Events in Indonesia in 2019 recorded the second-highest food poisoning case, namely 97 cases of food poisoning processed by catering services. School food service is a mass food service that needs special attention because it’s handled by many people and can increase food contamination. Food safety practices can be influenced by predisposing factors were characteristics of food handlers, knowledge and attitudes of food handlers and the reinforcing factor is food safety training participation. The purpose of this study was to determine factors that effecting food safety practices in school food service. This study was descriptive with cross-sectional. The study was conducted in August 2020 with a sample of 33 food handlers with a total sampling technique. The data analysis used the Chi-Square test. The inclusion criteria were being in the kitchen area of the Asy-Syukriyyah Foundation and the Al-Muslim Foundation, willing to be interviewed, and healthy. Exclusion criteria were outside the kitchen area of the Asy-Syukriyyah Foundation and the Al-Muslim Foundation, unwilling to be interviewed, and sick. There was no relationship between age (p 1,000), education level (p 0,550), length of work (p 1,000), knowledge (p 0,121), attitudes (p 0,330), food safety training (p 1,000) with food safety practices and there was a relationship between gender and food safety practices (p-value≤0,05). Kitchen managers need to standardize in recruiting food handlers and give food safety training for food handlers. ABSTRAK Kejadian Luar Biasa di Indonesia tahun 2019 mencatat kasus keracunan makanan tertinggi kedua yaitu 97 kasus keracunan makanan olahan jasaboga. Penyelenggaraan makanan sekolah merupakan penyelenggaraan makanan massal yang perlu mendapat perhatian khusus karena ditangani oleh banyak orang dan bisa meningkatkan kontaminasi makanan. Praktik keamanan pangan bisa dipengaruhi oleh faktor presdiposisi karakteristik penjamah makanan, pengetahuan dan sikap penjamah makanan dan faktor pendorong yaitu keikutsertaan pelatihan keamanan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi praktik keamanan pangan pada penyelenggaraan makan di Sekolah. Penelitian ini deskriptif dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan selama bulan Agustus 2020. Sampel penelitian ini berjumlah 33 penjamah makanan dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu berada di dalam wilayah dapur Yayasan Asy-Syukriyyah dan Yayasan Al-Muslim, bersedia diwawancarai dan sehat. Kriteria eksklusi yaitu berada di luar wilayah dapur Yayasan Asy-Syukriyyah dan Yayasan Al-Muslim, tidak bersedia diwawancarai dan sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia (p 1.000), tingkat pendidikan (p 0.550), lama bekerja (p 1,000), pengetahuan (p 0,121), sikap (p 0,330), keikutsertaan pelatihan keamanan pangan (p 1,000) dengan praktik keamanan pangan dan ada hubungan antara jenis kelamin dengan praktik keamanan pangan (p-value≤0,05). Pengelola dapur perlu mengadakan standarisasi dalam melakukan perekrutan penjamah makanan dan memberikan pelatihan keamanan pangan pada penjamah makanan.Kata kunci: penjamah makanan, praktik keamanan pangan, penyelenggaraan makanan sekolah
Co-Authors Adela Eka Putri Aditya Sagara Putra Afrida Sukmawati Agustina, Noni Akhmad H. Mus Alda Luna Maedah Amalia, Dea Sofa Amelia, Sry Rizki Anugrah Novianti Aoliyah Firasati Ardiyanti, Aanisah Areta Idarto Aryanti Utami, Dessy Ashifa Meyta Kristya Bambang Sugiyanto, Bambang Barqin, Gesa Aldin Bennet, Daniel Budiarti, Tia Bunga F Ayupradinda Choirunnisa, Siti Christine Novi Arista Cinantya, Ixora Gupita Daniel Hartanto Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi Ayu Pertiwi Dewi, Susanti Dhea Mardani Nur Mardani Dhita Noverina Dian Permata Dian Puspita Sari Dian Puspita Sari Dian Puspita Sari Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dwi Kurniati Dwijayanti, Isniati Edi Hamdi Eka Faisal Hidayatullah Elisabet Elisabet, Elisabet Engkus Kusdinar Achmad Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Estofany, Fredy Faridah, Syiva Nurul Fauzi, Maulana Fauzi, Maulana Fenny Anngraeny Nasution Ferlica Pustisari Ferlica Pustisari Firmasyah, Ezik Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitria Ayuti Fransiska Gaffara, Ghefra Rizkan Gifari, Nazhif Gunawan, Caroline Ferisca Habiburrahman Habiburrahman Hafika Yunisari Pradina Halimatussa'diah, Della Martha Hardianti Hardianti, Hardianti Hariyadi, Risky Harna Harna Harna, Harna Harna, Harna Harries Madiistriyatno, Harries Harvianto, Audrey Zalika Helmi Imelda Herman Herman Herwanti Bahar Hidayati Hidayati Humaira . Idrus Jus&#039;at Idrus Jus&#039;at Idrus Jus’at Indawati, Laela Indriani, Dwi Rizky Ismawati, Yuni Ismi Aminatyas Jariyah Jariyah Jayakusuma, Muhamad Zaidan Juliana Juliana Juliana Jus'at, Idrus Jus'at, Idrus Karna Mustaqim Khaerani, Annisa Krisma Ayu Putri Sejati Lestari, Nurindah Leyrina Rizky Utami Lintang Purwara Lintang Puwara Dewanti Lubis, Stefany Lukman Lukman Lutfi Fanani Lutfi Fanani Lutfiani, Wenny Maratis, Jerry Mardiyah Hayati Mardiyah, Sarah Maria Tambunan Mariana Sari Maya Fernandya Siahaan Meiliana, Yutta Lilin Sabad Melani, Vitira Melani, Vitria Michael Fujima Misbach Fuady, Misbach Mizan, Syaiful Muarif Leo Muhammad Abdul Salim Hani Muhammad Fauzi Bafadal Muhammad Resky Arwana Muhammad Rizzqi Ramadhan Mulyadi Mulyadi Mulyadi, Mulyadi Mury Kuswari Mutiara Rulina Nabila Nabila Nabilah, Anisa Nadiah Nadiah Nadiah Nadiah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Nadya Fauziyah Efendi Nanda Aula Rumana Nelly Budiyarti Ninda Aini Syaher Novelita Hanauli Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah NUR AFRA, GHINA Nur Wening, Nur Nur Yuslaili Nurhayati, Arin Fransisca Nurul Khairani Oktafrianto . Pakpahan, Tiurma Heryawanti Palahuddin Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Parlin Dwiyana Patongai, Andi Mayasari Pelita Juliana Gultom Pelita Juliana Gultom Permatasari, Indah Dwi Pertiwi, Dewi Ayu Prabowo, Mas Dwi Yoga Priccillia Fazha Prita Dhyani Swamilaksita Puili, Darwati Purwanti, Siti Puspita Sari, Dian Putra, Trisno Wardy Putri Azahra Sumitra Putri Azahra Sumitra Putri Nurhasanah Putri Nurhasanah Yahya Putri Rahayu Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Putri, Vira Herliana Qori Nabela Rachmadini, Poetry Asri Rachmanida Nuzrina Rahmauldianti Safitri Rahmi Kartini Pertiwi Rahmi Kartini Pertiwi Ramadhan, Muhammad Rizzqi RAMADHANI, SALSABILA Ratri Nurina Widyanti Relmasira, Stefanus C. Renita Febriana Renita Febriana Reza Fadhilla Rhanum Darmayanti Rian Adi Pamungkas Rifki, Muhammad Ainur Rika Mutiara, Rika Rina Anindita Risda, Rahmatia Rizkita Windhiyaningrum Rizkita Windhiyaningrum Rizky Hariyadi Rosdyaningrum, Septia Rudi Arrahman Sa'pang, Mertien Safira Rizki Amalia Saiful Akhyar Lubis Salsabila Ramadhani Sandi Ayu Wijaya Sandiana, Patricia Saputro, Imam Trianggoro Sarah Ameilia Subagyo Sarah Mardiyah Sarah Mardiyah Sari, Ria Patika Sekar Akrom Faradiza Septia Rosdyaningrum Silfianti, Silfianti Siti Badriyah Siti Zubaidah Situmorang, Elsa Maulina Br Slameto Slameto Soliah, Alvia Sri Iwaningsih Sri Winarti Stefania Martinus Tahu Suciana, Aulya Marthadina Suciana Sugeng Wahyudi, Sugeng Sukma Wati Sumitra, Putri Azahra Supratman Supratman Susanti, Tazkiyyah Khanifah Suzana, Anna Tahu, Stefania Martinus Tiurma Heryawanti Pakpahan Tommy G Tommy G Tommy G Trini Sudiarti Trisia, Novia Trisno Wardy Putra Tundo, Tundo Ulfah Sulistiowati Sudarto Umam, Syafi’ul Ummanah Ummanah, Ummanah Vira Herliana Putri Vira Herliana Putri Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Wicaksono, Dipo Widjaya, Lily Wido Gamani Widya Musliha Winda Ayu Virginia Yayi Suryo Prabandari Yolanda Krisna Dewi Yolanda Krisna Dewi Yulia Wahyuni Yulia Wahyuni Yulia Wahyuni Yulinda Yulinda Yuni Ismawati Yuni Pradilla Fitri Yutta Lilin Sabad Meiliana Zulhawati