p-Index From 2021 - 2026
19.115
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Ulul Albab: Jurnal Studi Islam LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Journal of Educational, Health and Community Psychology Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam AL-Fikr Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Ta´dib Kalimah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Jurnal Studi Islam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Medina-Te : Jurnal Studi Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Syifa al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Jurnal Penelitian Ilmiah INTAJ AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Journal of Islamic Architecture qolamuna : Jurnal studi islam Tasfiyah Substantive Justice International Journal of Law Jurnal Ilmiah AL-Jauhari Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Jurnal Ibn Abbas Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman Aqlania TSAQAFAH Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Living Islam: Journal of Islamic Discourses RELIGIA Madinah: Jurnal Studi Islam Asy-Syariah Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Jurnal Penelitian Keislaman El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Studia Philosophica et Theologica Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Filsafat Indonesia Jurnal Penelitian FiTUA : Jurnal Studi Islam Ulumuna Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education An-natiq: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Tebuireng: Journal of Islamic Studies and Society Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (JASIKA) Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Journal of Social Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Cakrawala: Jurnal Studi Islam Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al Hikmah : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Jurnal Pendidikan Islam Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Jurnal Indonesia Sosial Sains Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam Kartika: Jurnal Studi Keislaman Spiritualita : Journal of Ethics and Spirituality Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Muslim Heritage Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Konseling Pendidikan Islam JURNAL ILMIAH GEMA PERENCANA Al'Adalah JOUSIP Dinika: Academic Journal of Islamic Studies. Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman FATHIR: Jurnal Studi Islam Mu'asyarah Quranic Edu El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Afeksi: Jurnal Psikologi Journal of Education and Teacher Training Innovation (JETTI) Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah Jurnal Riset Pendidikan dan Karakter Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia Midaduna: Journal of Islamic Studies Journal of Psychological Insight Al Fuadiy: Jurnal Hukum Keluarga Islam Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies At Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep teologi al-qadi abd al-jabbar dalam perspektif epistemologi bayani Abdul Hafid; Achmad Khudori Soleh
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35888/el-wasathiya.v11i2.5538

Abstract

Abstrak : Kemunculan aliran rasionalis Islam yang memisahkan diri dari aliran Ahl al-Hadits dengan Hasan al-Basri sebagai tokoh utama, sehingga terkenal dengan sebutan Mu’tazilah. Dalam perkembangannya, Mu’tazilah tidak terlepas dari seorang tokoh mu’tazili ternama Abd al-Jabbar. Tujuan penulisan ini untuk mengkaji konsep teologi al-Qadi Abd al-Jabbar dalam perspektif epistemologi bayani. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan metode analisis komprehensif. Penelitian ini menggunakan kitab yang berhubungan dengan pembahasan, buku serta artikel jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1.) proses pemikiran Abd al-Jabbar menggunakan dalil rasio mengakibatkan kepada pengetahuan tentang adanya Tuhan berlandaskan argumentasi yang spekulatif, 2.) epistemologi bayani adalah sebuah cara pemikiran khas arab yang ditekankan pada keotoritasan nash (teks), langsung atau tidak langsung, didukung pada penalaran linguistik berbasis inferensi. 3.) Epistemologi ini berpengaruh dalam melahirkan disiplin ilmu kalam khususnya dalam pandangan al-Qadi Abd al-Jabbar (seorang tokoh teologi muktazilah) mengungkapkan persoalan-persoalan non fisik (ghaib) dengan cara analogi sebagai menghubungkan pengetahuan khusus/cabang (far’) dengan pengetahuan pokok/umum (ashl). Kata Kunci: konsep teologi, al-Qadi Abd al-Jabbar, epistemologi bayani
IMPLEMENTASI KLASIFIKASI ILMU AL-FARABI DALAM MATERI BIMBINGAN PERKAWINAN Asrori, Moh. Andi; Soleh, Achmad Khudori
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5459

Abstract

Klasifikasi ilmu al-Farabi dalam materi bimbingan perkawinan penting untuk memastikan seluruh materi memiliki objek, tujuan, dan metode. Tujuan penelitian ini ialah untuk untuk mewujudkan efektifitas bimbingan perkawinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi pustaka dengan menganalisis enam belas materi bimbingan perkawinan kemudian dikatagorikan dengan klasifikasi ilmu al-Farabi. Hasil dari penelitian ini ialah: Pertama, enam belas materi dalam bimbingan perkawinan ketika diklasifikasi menggunakan klasifikasi ilmu al-Farabi akan menjadi: (1) Ilmu lisan: Komunikasi Efektif dalam Pengelolaan Hubungan Keluarga. (2) Ilmu mantik: Nilai-nilai dalam Keluarga untuk Mewujudkan Muasyarah Bilma’ruf, Formulasi Sukses dalam Mengelola Kehidupan Perkawinan dan Keluarga, Faktor Penyebab Konflik, dan Solusi atau cara mengatasi konflik. (3) Ilmu matematika: Fungsi Ekonomi. (4) Ilmu fisik dan metafisik: Fungsi Kasih Sayang dan Afeksi. (5) Ilmu budaya atau peradaban, fiqih, teologi: Undang-undang Perkawinan dan KHI, Undang-undang KDRT, Undang-undang Perlindungan Anak, Fungsi Agama, Fungsi Perlindungan, Fungsi Pendidikan dan Sosialisasi Nilai, Fungsi Sosial Budaya, Uapaya Mencapai Keluarga sakinah, dan Membina Hubungan dalam Keluarga. Kedua, sumber yang digunakan al-Farabi untuk mengklasifikasi ilmu ialah ilmu agama dan filsafat, adapun metode yang dipakai ialah dengan mempertimbangkan keagungan materi, kedalaman bukti, dan besarnya manfaatnya yang kemudian ilmu-ilmu yang ada diklasifikasikan menjadi lima kategori
Konsep Jiwa, Kesehatan Mental dan Psikoterapi Ibn Zakaria Al-Razi Rahmawati, Rizkia Amalia; Khudori Soleh, Achmad
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2024.vol21(1).14330

Abstract

Ibn Zakaria al-Razi specialized in psychotherapy. His book "Al-Thibb al-Ruhani" serves as a crucial reference for this research. The main objective of this research is to comprehend al-Razi's perspective on the concepts of the soul, mental well-being, and psychotherapy. The research methodology utilized is qualitative, employing a literature review approach. The findings indicate that, according to al-Razi, the human soul comprises three dimensions: the divine soul (al-Nafs an-Nathiqah al-Ilahiyah), the animalistic soul (al-Nafs al-Ghadabiyah), and the vegetative soul (al-Nafs al-Nabatiyah). The divine soul is seen as eternal, akin to God. Al-Razi emphasizes that mental health significantly affects an individual's physical well-being. Moreover, psychological stability is influenced by the surrounding environment. Thus, the healing process for the soul involves both physical and psychological therapy. These therapies are founded on two fundamental principles: (1) the control of intellect over desires (darurah tahakkum al-aql fi al-hawa) and (2) the restraint of desires and passions (qam'u al-hawa wa al-syahwat). Additionally, al-Razi implements two counseling techniques: accepting reality and returning to Allah Swt.
Lineage Relations in The Axiology of Islamic Law (Hubungan Nasab dalam Aksiologi Hukum Islam) Rahmat Nugroho; Achmad Khudori Soleh; Luthfi, Muhammad Ilzam
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 13 No 2 (2023): September
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol13.Iss2.498

Abstract

In Islamic law, knowing one's lineage and preserving it plays a crucial role, as lineage occupies the fourth position among the five necessities (al-ḍaruriyyat al-khamsa). Without knowing the lineage relationship, it would be difficult for us to identify an individual and prevent someone from falsely claiming a lineage. This research aims to explore the virtuous values inherent in Islamic law concerning kinship relations. Furthermore, what is its relevance to axiology within the realm of philosophical inquiry? These questions are intriguing for investigation. To achieve this objective, the researcher adopts a qualitative descriptive methodology, where the data collection involves a literature review method focusing on relevant sources related to the problem being discussed. The findings of this study indicate that: (1) Lineage refers to kinship relationships, which come in various forms. (2) Axiology in philosophy studies value-related matters, encompassing ethics, aesthetics, and religion. (3) Similar to axiology, lineage holds both positive and negative values. Positive values of lineage include personal identity, honor, motivation, and exemplary behavior. On the other hand, negative values of lineage encompass sectarianism/ethnic fanaticism, arrogance, belittling other lineages, refusing to recognize other lineages, and lack of pride in one's lineage.
Islamic Rationalism: Between Tradition and Controversy Hamzah, Hakma; Achmad Khudori Soleh; Azmi Putri Ayu Wardani
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol. 20 No. 1 (2024): Contemporary Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jpk.v20i1.10347

Abstract

Long before Greek philosophy influenced Islamic thought, Islam already had a tradition of rational thinking. This study traces the role of language in the development of Islamic rationalism and addresses 19th-century Orientalists' claims that Islamic philosophy is merely an imitation of Greek philosophy. Using a qualitative library research approach, the study finds:(1) The rationalism in Islam is a genuine product of Islamic intellectual effort, rooted in the Qur'an and Hadith. The interpretation of these sources gave rise to the Islamic rational system, particularly through the study of language (nahw-sarf), proving that Islamic rationalism is an intrinsic part of its tradition.(2) The claim that Islamic rationalism is adopted from Greek thought is countered by evidence that rational thinking was practiced in Islam long before Greek philosophy's influence. Muslim philosophers further developed Greek ideas, creating a unique form of rationality known as hikmah, demonstrating that Islamic philosophy is an original intellectual tradition.
Kiai Leadership Strategy in Building Organizational Commitment in Pesantren Yadi Fajri; Munirul Abidin; Achmad Khudori Soleh
Ta'dib Vol 28 No 2 (2023): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v28i2.20009

Abstract

This research aims to analyze the strategy of kiai in building organizational commitment in Pesantren Al Islam Kemuja Bangka and Pesantren Daarul Abror Kace Bangka. These strategic steps included how kiai laid the foundation of its organization, established closeness with subordinates, built togetherness, and appreciated subordinates' performance. This research used a qualitative approach with a case study type. To obtain research data, researchers used in-depth interviews, observation and documentation methods. Data analysis began with data condensation, presentation and ended with drawing conclusions or verification. The results of this study showed that kiais' strategies n building organizational commitment in two pesantren were different and closely related to their leadership type. In detail, the Pesantren Al Islam Bangka was led by a spiritual kiai, so that in building the commitment of the caregiver organization began with orienting the mission of the pesantren to da'wah, approaching subordinates through inspiring examples, building togetherness through close and warm communication, and appreciating subordinates with an emotionally and spiritually supportive attitude. While at Pesantren Daarul Abror Bangka, it was led by visionary kiai who build the commitment of caregiver organizations by formulating the mission of the pesantren according to the wishes of subordinates, establishing relationships by creating commensurate organizational value, building togetherness through solid teamwork, and appreciating subordinates with full delegation of authority.  
Epistemologi Bayani Tentang Childfree Di Indonesia Abdulloh, Mochammad Sayyid; Soleh, Achmad Khudori; Wahyu, Wahyu; Sayyidin Panatagama, Ahmad Dzulfikar Sayyidin Panatagama Sayyidin
MU'ASYARAH: Jurnal Kajian Hukum Keluarga Islam Vol 2, No 2 (2023): Oktober
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mua.v2i2.5076

Abstract

Artikel ini membahas tentang epistemologi bayani tentang childfree di Indonesia, epistemologi bayani merupakan pemikiran khas orang arab yang menekankan teks (nash) secara langsung atau tidak langsung. Tujuan artikel ini untuk memberikan pemahaman terkait konsep childfree di Indonesia dari epistemologi bayani. Obyek penelitian ini adalah epistemologi bayani tentang childfree di Indonesia, yang secara spesifik meneliti childfree di Indonesia. Metode penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian Pustaka (library research), karena sumber datanya hanya bersal dari bahan-bahan tulisan yang di publikasikan dalam bentuk buku, majalah, jurnal dan sumber lainnya yang dianggap representative dan relevan. Hasil penelitian ini memberikan pandangan diantaranya : (1) Epistemologi bayani adalah pemikiran yang menekankan terhadap teks, sumber bayani adalah al-Qur’an dan hadist. (2) fenomena childfree di indonesia di sebabkan ada bebreapa faktor, faktor lingkungan hidup, filosofis, pribadi, ekonomi, medis. (3) di dalam al-Qur’an, Hadist ataupun UU di Indonesia memang tidak dijelaskan hukum childfree, dan juga tidak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-qur’an manapun, hanya menjelaskan anjuran untuk memiliki anak bagi seseorang yang telah menikah, karena itu merupakan fitrah manusia.
IBN HAZM'S CONCEPT OF HUMAN BEHAVIOR (994-1063) PSYCHOLOGICAL PERSPECTIVE Lathifa Budiaty Mawaddah; Achmad Khudori Soleh
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku manusia banyak dikaji dalam berbagai bidang keilmuan, salah satunya yaitu dengan mengintegrasikan filsafat, agama, dan psikologi sebagaimana yang dilakukan oleh Ibn Hazm. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelajahi dan menganalisis konsep perilaku manusia menurut Ibn Hazm, dengan berfokus pada aspek-aspek psikologis yang terkandung dalam pemikirannya. Metode yang digunakan adalah Library Research dengan objek penelitian konteks perilaku manusia perspektif Ibn Hazm dengan menggunakan 2 karya Ibn Hazm sebagai sumber data utama dan beberapa literatur pendukung. Penelitian ini memberikan hasil 1) Manusia memiliki dua watak yang mempengaruhi perilaku, yaitu akal yang diarahkan oleh keadilan cenderung mengarahkan kepada ketaatan dan kebajikan, dan nafsu yang diarahkan oleh syahwat yang cenderung kepada kemungkaran dan keburukan. 2) tujuan manusia sejak lahir adalah untuk menghindari kecemasan dan solusinya yaitu dengan beramal saleh melalui berperilaku bajik dan mengarahkan pola pikir yang positif. 3) terdapat enam kebajikan utama yang memiliki ruang relasi masing-masing, yaitu intelegensi dan keberanian yang termasuk dalam relasi individu, rasa cinta dan persahabatan yang termasuk dalam relasi antar individu, dan keadilan dan kedermawanan yang termasuk dalam relasi individu dengan Masyarakat.
Epistimologi Burhani Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd: Studi Komparasi Niki Sutoyib; Achmad Khudori Soleh
Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Vol. 23 No. 2 (2023): Vol. 23. No. 2 (2023): Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.v23i2.5118

Abstract

Dalam penelitian ini nantinya akan menganalisis pemikiran Al-Ghazali berasal dari golongan Timur  dan Ibnu Rusyd berasal dari golongan Barat tentang logika (Burhani), yang mana memiliki perbedaan antara kedua tokoh tersebut menyangkutkan tentang epistimologi burhaninya, menurut pandangan Al-Ghazali wahyu itu memiliki kredibilitas yang pasti dibandingkan dengan akal, karena wahyu bersumber dari tuhan, nah disini Ibnu Rusyd berpandanganbahwa wahyu dan rasional itu saling melengkapi satu sama lain, karena tanpa rasional akal wahyu tidak akan dapat di pahami. Tujuan penelitian ini memberikan jawaban secara ilmiah tentang pemikiran kedua tokoh tersebut dalam hal filsafat Islam, serta memberikan bacaan refleksi untuk khalayak masyarakat secara umum. Metode yang digunaka dalam penelitian ini adalah (Library Research). Hasil dari penelitian ini menghasilkan empat model paradigma, 1) mengenai penjabaran epistimologi burhani baik mengenai sumber, metode dan verifikasinya, 2) pemikiran burhani menurut pendangan al-ghazali baik mengenai sumber, metode, verifikasi dan kedudukan wahyu, 3) pemikiran burhani menurut Ibnu Rusyd baik mengenai sumber, metode, verifikasi dan kedudukan wahyu, lalu akan di sajikan mengenai epistimologi kedua tokoh tersebut baik persaman dan perbedaan yang menyangkut dalam ranah epistimologi burhani, serta kedudukan akal tersediri dalam perspektif kedua tokoh tersebut.
Implementation of ibn Miskawaih's Ethical Thought on Self-Meaning in the Social Environment Mujtahid, Mujtahid; Assidiqi, Ali Hasan; Sadiyah, Dini; Soleh, Achmad Khudori; Maulana, Hafidz Fajar
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v5i1.1067

Abstract

Belakangan ini, moralitas terhadap Tuhan dan manusia mulai menurun. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berita terkait keseharian masyarakat yang menyimpang dari ajaran agama dan norma sosial, sehingga karena perbedaan menjadi pemicu kekerasan dan pembulian. Tujuan penelitian ini sebagai sebuah solusi bagi seseorang yang belum bisa mengendalikan dan menempatkan diri dengan memahami konsep etika Ibnu Miskawaih dan implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan pendekatan historis-kritis. Temuan penelitian menunjukkan pemikiran etika Ibnu Miskawaih didasarkan pada pandangan tentang jiwa manusia. Tempat dimana seseorang pertama kali mengenal jiwanya dengan menyucikannya dari penyakit hati, dusta, dengki dan cinta berlebihan terhadap dunia. Penyakit hati dan penyucian jiwa bisa dicapai dengan belajar untuk selalu  banyak beramal, menjauhi teman-teman yang serakah, hidup sederhana, belajar tentang agama dan mawas diri. Seseorang juga tidak boleh mempunyai ekstrim kelebihan dan ekstrim kekurangan, sehingga wajib memposisikan di tengah. Implementasi pemaknaan diri di lingkungan sosial dapat dilakukan dengan membersihkan hati, kemudian membiasakan diri berbuat baik sehingga nantinya menjadi kebiasaan yang mengarah pada kesehatan ilahi. Puncaknya adalah mampu berbuat baik secara langsung tanpa berpikir karena sudah menjadi kebiasaan untuk berbuat baik kepada siapapun walau berbeda keyakinan atau suku hinga negara. Penelitian  ini  memberikan  wawasan  tentang  kontribusi  pemikiran Ibnu Miskawaih  dalam pemaknaan diri di lingkungan sosial.   Recently, morality towards God and man has begun to decline. This is evidenced by the many news related to people's daily lives that deviate from religious teachings and social norms, so that differences trigger violence and bullying. The purpose of this research is as a solution for someone who has not been able to control and position themselves by understanding the concept of Ibn Miskawaih's ethics and its implementation. The research method used is literature study, with a historical-critical approach. The findings of the study show that Ibn Miskawaih's ethical thinking is based on a view of the human soul. A place where a person first knows his soul by purifying it from liver disease, lies, envy and excessive love of the world. Liver disease and purification of the soul can be achieved by learning to always do a lot of charity, stay away from greedy friends, live simply, learn about religion and introspection. One should also not have extreme advantages and extreme disadvantages, so it is mandatory to position in the middle. The implementation of self-meaning in the social environment can be done by cleansing the heart, then getting used to doing good so that later it becomes a habit that leads to divine health. The peak is being able to do good directly without thinking because it has become a habit to do good to anyone regardless of beliefs or tribes to countries. This research provides insight into the contribution of Ibn Miskawaih's thought in self-meaning in the social environment.
Co-Authors Abd. Basid Abdillah, Muhammad Hanif Abdul Hafid Abdul Hakim Abdulloh, Mochammad Sayyid Achmad Beadie Busyroel Basyar Ahmad Barizi Ahmad Hidayat Buang Ahmad Hidayat Buang Ahmad Nadif Muhlisin Ahmad Nadif Muhlisin Ahmad Naweed Rahimi Khamoush Ahmad Nur Fauzi Ahsani, Muhammad Riyan Akbar, Yogi Muhammad Akhmad Sirojudin Munir Alfadhli Alfain, Shinta Nuriya Idatul Alfiesyahrianta Habibie Alfikri, Ahmad Faiz Shobir Ali Farhan, Zinedine Ali Murfi Alif Nur Fitriyani Amalia, Novi Husnatul Amaliya, Risma Nailul Amelia, Asti Anahdiah, Shofia Anindhya Faza Arzaqi Anisa Anisa Annisa Mukti Ningrum Aryani Pamukti Arzaqi, Anindhya Faza Asrori, Moh. Andi Assidiqi, Ali Hasan Asti Amelia Asti Amelia Asy'arie, Bima Fandi Asy-Syarifah, Chodijah Avita Aniqotul 'Athiyyah Azizah, Hana Malihatul Azmi Putri Ayu Wardani Bastomi, Riza Binti Ros Azman, Aina Sofea Bunayar, Bunayar Cahaya Zakia A’yunin Juwita Hanum Cahyati, Lia Camila, Humaida Ghevira Syavia Chabibi, Chamim Cholili, Abd Hamid Dhairobi, Ahmad Diah Qurrotul’ain El Yasmin, Yusroh Erik Sabti Rahmawati Ermawan, Mohamad Zakky Ubaid Erny Fitroh Nabila Muwafiqi Fadil Mas’ud FAHRUL KHARIS NURZEHA Faiqotul Faiqotul Himmah Faizah, Eka Zahrotul Fathurrahman. Mh, A. Fatmawati, Lailil Faza ‘Ainun Najah Fazary, M Fakhry Asa Fuadah, Makkis Ghina Nadia Hakim, Aunul Hakim, M Aunul Hakim, M Aunul Hamzah, Hakma Hanifah, Nor Hannani, Rohmatul Hasan Assidiqi, Ali Hasan, Nor Hasan Hasanah Harahap, Nurizka Hasna Ulfa Nur Laini Hidayatulloh, Muhammad Mahbub Humaida Ghevira Syavia Camila Humaida Ghevira Syavia Camila Imam Syarifudin Imroatus Sholikha Azzuhriyyah Indrawayanti, Rika Dwi Irwan Ahmad Akbar Islamy, Mohammad Fadil Akbar Isnaini, M. Agus jafar, zulkifli Joko Kristanto Karimah Darojat Kholidiyah Salma Lailil Fatmawati Lathifa Budiaty Mawaddah Lukman Hakim Rohim Luthfi, Muhammad Ilzam M Aunul Hakim M Aunul Hakim M Zainuddin M. Agus Isnaini M. Aunul Hakim M. Najich Syamsuddini M. Rifqi Aminul M M. Zainuddin M. Zainuddin, M. Zainuddin Magfiroh, Norma Hasanatul Maharani, Farah Diba Manggala, Kayan Marsuki Marsuki Marsuki Marsuki, Marsuki Maulana, Hafidz Fajar Mawaddah, Lathifa Budiaty Miftahul Huda Moch Yusuf Syakir Pratama Moh. Anang Khumaidi Moh. Andi Asrori Mohamad Zakky Ubaid Ermawan MOHAMMAD ALAUDIN ALEXUMEIN Mohammad Fadil Akbar Islamy Mohammad Nasih Al Hashas Morinawa, Salsabilla Muhammad Abdur Rozaq Muhammad Fahim Tharaba Muhammad Hanif Abdillah Muhammad Nurullah Erfany Muhammad Rafi Yamani Muhammad Riduwan Masykur Muhammad Ubaidilah Mujtahid Mujtahid Mulyadi Mulyadi Munirul Abidin Munirul Abidin Murman, Nawal Aulia Mursyid, Achmad Yafik Musyarrofah, Musyarrofah Mutammimah, Bidayatul Muthohar, Muhammad Amin Muwafiqi, Erny Fitroh Nabila Nada Shobah Nada, Alfaini Zulfa Nafia, Moh Fahmi Ilman Naila Shofia Naila Shofia Nailis Sa'adah Nanda Azzah Salsabila Nauval, Ach. Nauval Afandi Enhas Niki Sutoyib Noor, Rifqi Nazahah Nor Hanifah Nur Fatimah Nuriyyah, Habibatun Nurkhoiriyah, Siti Nurul Hidayah Andarini Pamukti, Aryani Poppy Rachman Rahmat Rahmat Nugroho Rahmat Rahmat Rahmawati, Rizkia Amalia Ramadhani Islami Putri Raya, Moch Khafidz Fuad Rihlatuz Zakiyah Rika Dwi Indrawayanti Riza Bastomi Rizamul Malik Akbar Rizka Lubaba Rodiallah, Alkaf Rohmatin, Ilma Nur Rosyida Nurul Anwar Sa'adah, Nayla Afna Sadiyah, Dini Salam, Nor Saleh Abdul Rahman Al-Senussi Youssef Al-Sanhaji Salim Al Idrus Samanta, Silva Sarah Nur Rahmawati Sayyidin Panatagama, Ahmad Dzulfikar Sayyidin Panatagama Sayyidin Shinta Nuriya Idatul Alfain Shofia Anahdiah Sidqu Halilintar Al Azkaa Siti Mahmudah Sofia, Naila Sugeng Santoso Syamsuddini, M. Najich Syihabuddin, Muhammad Tajuddin, M. Reivanut Tanjung, Wahyuditira Taufiqurrahman, Muh. Ula, Atik Halimatul Umam, Reza Wasilul Umam, Yaul Urgenadila, Aulia Vick Ainun Haq Wafi, Hasan Abdul Wahda, Maziya Rahma Wahyu Wahyu Wahyu Wajdi, Muhammad Fasih Wardah Wardah Nailul Qudsiyah Wardani, Azmi Putri Ayu Waty, Dwi Septiana Khofida Wulan Nur Diana Yadi Fajri Yamani, Muhammad Rafi Zainuddin Zainuddin Zainuddin, M Zakiyah, Rihlatuz Zaman, Jamrud Qomaruz ‘Afifah Nailur Rohmah ‘Aliyah Usman, Nurul