Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANGKUTAN KOTA SURABAYA DENGAN SISTEM INTERAKTIF Hariyanto, Teguh; Sarmuji, Sarmuji
GEOID Vol. 4 No. 2 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i2.1260

Abstract

Penggunaan angkutan umum, terutama Angkutan Kota dan Bus Kota di Surabaya dinilai sangat penting karena dapat menjangkau berbagai fasilitas publik secara langsung. Angkutan Kota merupakan salah satu bentuk alat transportasi publik yang menggunakan kendaraan kecil. Pengguna jasa Angkutan Kota sebagian besar adalah golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang tidak mempunyai kendaraan pribadi dan yang masih awam terhadap kondisi lalu lintas Kota Surabaya. Padahal dalam aktivitas sehari-harinya berhubungan dengan kondisi lalu lintas tersebut. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem (berbasiskan komputer) yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis objek-objek atau fenomena-fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting untuk dianalisis SIG diperlukan untuk memudahkan dalam penyampaian informasi tentang jalur angkutan umum, jangkauan trayek, maupun fasilitas umum yang dilalui oleh angkutan umum Kota Surabaya. Pengembangan SIG ini ditujukan kepada masyarakat umum yang dalam kesehariannya menggunakan jasa angkutan umum untuk kegiatan transportasi intra kota, khususnya masyarakat yang baru pertama kali datang ke Kota Surabaya. Pengembangan SIG ini didesain secara interaktif, sederhana, dan  mudah digunakan (easy usefully) dengan maksud supaya program ini nantinya dapat bermanfaat bagi sistem transportasi angkutan umum di Kota Surabaya.
APLIKASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI KELAYAKAN DI AREA LUMPUR LAPINDO Hariyanto, Teguh; Utami, Sri
GEOID Vol. 4 No. 2 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i2.1267

Abstract

Hampir 2 tahun lumpur Lapindo yang terjadi di daerah Porong belum juga bisa diatasi, bahkan sampai detik ini masih banyak semburan-semburan baru yang keluar terutama di daerah permukiman rumah penduduk sehingga menyebabkan banyak kerusakan terutama bangunan dan adanya pencemaran air, tanah dan udara. Hal ini yang menyebabkan kekhawatiran para penduduk sekitar khususnya di desa-desa yang berada didekat tanggul lumpur Lapindo yaitu Siring Barat, Jatirejo Barat, Mindi, Gedang, Ketapang, Gempolsari, Pamotan, dan Glagaharum. Dengan menggunakan sistem informasi geografis melalui metode scoring kita dapat mengetahui dan memantau perkembangan daerah permukiman karena hasil yang didapat nantinya merupakan pengklasifikasian kondisi daerah permukiman sehingga dapat diketahui daerah mana yang masih layak dihuni. Hasil yang diperoleh adalah peta tutupan lahan dan perubahannya untuk tahun 2006 dan 2008 yang menunjukkan perubahan yang signifikan terutama untuk kelas lumpur yaitu sebesar 470,698 Ha, permukiman sebesar 210,738 Ha dan sawah sebesar 388,642 Ha. Selain itu menghasilkan suatu informasi mengenai kerusakan bangunan, pencemaran air, tanah dan udara yang terjadi di daerah Siring Barat, Jatirejo Barat, Mindi, Gedang, Ketapang, Gempolsari, Pamotan, dan Glagaharum sehingga dapat diketahui tingkat kelayakan pada masing-masing desa.
EVALUASI KONDISI TUTUPAN LAHAN DI WADUK GAJAH MUNGKUR DAN SEPANJANG SUB DAS BENGAWAN SOLO HULU DENGAN MENGGUNAKAN METODE KLASIFIKASI TERBIMBING Hariyanto, Teguh; Hendayani , Hendayani; Zumita, Maila
GEOID Vol. 4 No. 2 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v4i2.1270

Abstract

Fenomena bencana banjir yang terjadi disepanjang sungai Bengawan Solo akhir tahun 2007 sampai dengan awal 2008 telah menimbulkan dampak dan kerugian yang sangat besar. Hal ini dikarenakan Waduk Gajah Mungkur dan daerah hulu tidak dapat memerankan fungsinya sebagai kawasan lindung dan tangkapan air bagi keseluruhan wilayah DAS. Sehingga dibutuhkah suatu evaluasi untuk mengaji ulang penyebab terjadinya banjir yang nantinya didapatkan data dan suatu kebijaksanaan untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang akan datang. Teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan waduk Gajah Mungkur dan sepanjang Sub DAS Bengawan Solo Hulu di daerah Wonogiri dan Sukoharjo. Peta perubahan tutupan lahan ini bersumber dari data cita Landsat 7 Ortho untuk kondisi tahun 2000/2001 dan citra ALOS untuk kondisi tahun 2006 dimana pengolahan citra dilakukan menggunakan metode klasifikasi terbimbing dalam software Er Mapper 7.0 dan software Arc View 3.3. Dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata RMS error Citra ALOS sebesar 0,269 dan ketelitian klasifikasi sebesar 75,8%. Hasil perubahan luasan waduk Gajah Mungkur tahun 2000 – 2006 sebesar 3.646,14 Ha (50,30 %), sedangkan perubahan tutupan lahan di sepanjang sub DAS Bengawan Solo Hulu untuk wilayah Wonogiri dan Sukoharjo tahun 2000/2001-2006 mengalami pengurangan pada kelas badan air dan perkebunan, untuk kelas lainnya mengalami peningkatan.
Penggunaan Citra Satelit Landsat ETM 7+ untuk Evaluasi Perubahan Garis Pantai di Wilayah Pantai Utara Jawa Timur ( Kab.Tuban, Kab.Lamongan dan Kab.Gresik) Hariyanto, Teguh; Wahyudi, Wahyudi; Artama , Putu; Suntoyo, Suntoyo
GEOID Vol. 5 No. 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v5i2.1299

Abstract

Citra satelit Penginderaan Jauh (Inderaja) Landsat ETM 7+ merupakan hasil dari perekaman data digital dengan menggunakan alat perekam (sensor) yang dapat membedakan obyek lahan, vegetasi dan air. Penggunaan data citra ini dapat memisahkan obyek lahan dan air di sekitar pantai atau garis pantai dengan baik dan jelas melalui klasifikasi dengan citra komposit dari 3 band/saluran. Teknik ini telah digunakan sebagai salah satu metoda untuk mengevaluasi perubahan garis pantai yang terjadi di Wilayah Pantai Utara Jawa Timur pada bagian Kabupaten Tuban, Lamongan dan sebagian Gresik. Wilayah ini merupakan bagian dari selat Madura yang berhadapan langsung dengan laut bebas, sehingga dinamika laut yang terjadi di wilayah ini dapat dirasakan langsung pada bagian daratannya yang merupakan bagian wilayah pesisir dan laut. Dinamika laut yang melalui perubahan garis pantai dapat dihasilkan dengan melakukan proses overlay antara garis pantai hasil citra Landsat ETM+7 tahun 2003 dengan Peta Topographi skala 1 : 25 000 tahun 1993. Didapat beberapa perubahan garis pantai di wilayah Kabupaten Tuban yang tersebar pada area desa Tanjung Awar Awar, Kabupaten Lamongan tersebar pada area desa Teluk Paciran sedangkan di Kabupaten Gresik tersebar di desa Campur Rejo. Di Area Desa Tanjung Awar Awar Kabupaten Tuban memiliki perubahan garis pantai yang terbesar dengan panjang maksimum 89,7 meter.
ANALISA PENINGKATAN RESOLUSI SPASIAL CITRA MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN PROSES PENGGABUNGAN DENGAN CITRA PANKROMATIK(Studi Kasus : Kecamatan Gresik –Kabupaten Gresik) Nisak, Nur Septylia Choirotun; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 6 No. 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i1.1307

Abstract

Penggunaan satu jenis data citra satelit saja terkadang belum cukup untuk mendapatkan output yang diinginkan karena adanya keterbatasan resolusi spektral maupun resolusi spasial. Terutama dalam pengamatan pada interpretasi citra digital secara visual, biasanya diperlukan gambar citra beresolusi tinggi dengan tampilan menarik (berwarna) untuk lebih dapat membedakan antar obyek pada gambar citra tersebut. Untuk meningkatkan resolusi spasial sebuah citra dapat dilakukan kombinasi antara citra beresolusi spasial rendah dengan citra beresolusi spasial tinggi. Hal tersebut disebut dengan image fusion, yaitu suatu kombinasi dua atau lebih gambar yang berbeda untuk membentuk suatu gambar baru dengan menggunakan algoritma tertentu. Konsep image fusion yaitu memadukan antara dua citra yang memiliki resolusi spasial, spektral, atau temporal yang berbeda. Salah satu dari sekian banyak bentuk dari aktifitas image fusion adalah pan-sharpen, yaitu produk hasil fusi dari citra multispektral beresolusi rendah dan pankromatik beresolusi tinggi. Keunggulan produk ini adalah citra yang dihasilkan akan memiliki sifat warna seperti multispektral dan resolusi maupun tekstur dari pankromatik.Dalam penelitian ini, data yang digunakan yaitu data citra satelit Quickbird multispektral tahun 2006 dan pankromatik tahun 2008. Kedua data citra tersebutdiambil di sekitar Kecamatan Gesik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwagambar hasil pan-sharpen dengan menggunakan metode IHS setelah dilakukan tiga kali zoom in, yaitu skala 1:3100, gambar citra terlihat jelas adanya perbedaan detil obyek. Pada citra awal (multispektral), detil obyek yang diamati tidak terlalu jelas, sedangkan pada citra hasil penggabungan dapat dilihat jauh lebih detil obyek yang telihat. Sedangkan untukhasil pengukuran planimetrik menunjukan rata-rata selisih ukuran obyek dilapangan dengan ukuran pada citra Quickbird pan-sharpen sebesar 1.037 meter dan pada Citra Quickbird multispektral sebesar 2.351 meter.
EVALUASI HASIL PEMANTAUAN LAND SUBSIDENCE DI AREA SEKITAR TANGGUL LUMPUR SIDOARJO DENGAN TEKNOLOGI SIG Cahyono, Amru Estu; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1309

Abstract

Semburan lumpur yang terjadi sejak 29 Mei 2006 di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sudah termasuk dalam tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Semburan lumpur panas selama beberapa tahun ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Dengan mengacu pada volume lumpur yang terus bertambah, hal ini pasti menyebabkan terjadinya pengosongan massa yang diakibatkan oleh keluarnya lumpur secara terus-menerus, dan dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya land subsidence atau penurunan tanah di Kecamatan Porong dan sekitarnya. Dengan melihat fenomena tersebut maka pemantauan secara berkala sangat diperlukan yang diharapkan dapat mengetahui arah dan besarnya penurunan permukaan tanah. Pemantauan Land subsidence dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satunya adalah dengan Global Positioning System (GPS). Data yang didapat dengan survei GPS selanjutnya akan diolah menjadi informasi pergeseran horisontal, pergeseran vertikal, kecepatan dan percepatan penurunan tanah. Dari informasi tersebut akan diproses dan dianalisa dengan teknologi Sistem Informasi Geografis untuk mengkaji dan menganalisa perubahan titik secara vertikal dan horisontal yang diintegrasikan dengan batas administrasi dari desa-desa setempat. Hal ini sangat bermanfaat sebagai Early warning System dalam penanganan bencana yang ditimbulkan oleh pergerakan tanah, terutama di desa sekitar tanggul lumpur Sidoarjo. Hasil dari survei GPS menunjukkan bahwa pergeseran subsidence terbesar dialami titik VK-08 (-0.632 m pada kala 6-7) dan DG-04 (-0.503 m pada kala 8-9). Sedangkan Titik yang mengalami kenaikan (uplift) antara lain Titik TTG-1304,TTG-1305, P01, VK09 dan TTG-1322 yang berkisar antara 0 cm s/d 61 cm.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMBENTUKAN PROTOTIPE PETA DASAR PENGAIRAN (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO) Setiawati , Danar Linsa; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 6 No. 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v6i2.1315

Abstract

Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Potensi Kabupaten Sidoarjo untuk pertanian dan perikananannya cukup tinggi, oleh karena itu untuk mempertahankan potensinya tersebut maka diperlukan suatu pengelolaan sumber daya air permukaan, yang berfungsi sebagai evaluasi, monitoring serta operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi tersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis Web (SIG Web) dalam pembentukan peta dasar pengairan dengan menggunakan peta topografi Kabupaten Sidoarjo dengan skala 1:25.000 sebagai peta dasar, peta pengairan dan data inventarisasi saluran irigasi dan saluran pembuang dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Sidoarjo. Pengolahan data menggunakan software AutoCAD Land Desktop 2004 dan ArcGIS 9.3 untuk pengolahan peta, MySQL untuk pembuatan database, Apache untuk pembuatan program web server dan MapServer untuk menampilkan peta di web. Hasil yang diperoleh dari pembuatan SIG Web peta dasar pengairan ini adalah terdapat 2 saluran primer, 38 saluran sekunder (yang memiliki ID), dan 40 saluran pembuang yang tersebar di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Dari jaringan irigasi Delta Brantas ini dapat digunakan untuk irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Sidoarjo seluas 22.947 Ha tanah pertanian. SIG Web Prototipe Peta Dasar Pengairan dapat dikunjungi di website dengan alamat http://www.sigpengairan-sidoarjo.web.id/.
EVALUASI JUMLAH AREA DAN SEBARAN SEMBURAN LUMPUR DI WILAYAH BENCANA LUMPUR PORONG SIDOARJO DENGAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL Hariyanto, Teguh; Handayani , Hepi Hapsari
GEOID Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i1.1322

Abstract

Pada tanggal 29 Mei 2006, di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, muncul semburan lumpur yang lokasinya berada sekitar 150 m dari lokasi eksplorasi sumur Banjarpanji #1. Semburan lumpur panas di lokasi sudah berlangsung 65 bulan, tetapi proses penutupan lubang semburan lumpur panas belum juga berhasil. Semburan lumpur ini tiap harinya semakin besar. Perhitungan volume lumpur yang keluar setiap harinya merupakan parameter penting dalam menentukan skenario jika lumpur tidak dapat dihentikan seterusnya. Dari data yang diambil pada tanggal yang berbeda dengan citra resolusi tinggi maka diharapkan dapat memonitoring sebaran lumpur serta prediksi yang tepat jumlah lumpur yang keluar setiap harinya dengan tepat dan pedugaan untuk waktu selanjutnya. Tahap pengolahan citra meliput proses koreksi geometrik, interpretasi citra, dan klasifikasi citra. Citra yang digunakan adalah citra multispektral Ikonos dan GeoEye dengan resolusi sekitar 2,4 m. Citra tersebut diambil multitemporal yaitu pada bulan Juni, Agustus, dan Oktober 2011. Proses koreksi geometrik menggunakan titik kontrol tanah hasil pengukuran GPS geodetik. Hasil dari koreksi geometrik yaitu RMSe rata-rata sebesar 0,078 piksel. Klasifikasi yang digunakan adalah supervised menggunakan metode mahalanobis dan maximum likelihood. Dari kedua metode tersebut tidak terdapat perbedaan signifikan pada luas area tiap-tiap kelas. Dari hasil klasifikasi ketiga citra tersebut, dapat disimpulkan bahwa luas area lumpur tidak mengalami penurunan yang berarti dan sebaran lumpur mengarah ke Barat dan Utara.
PERHITUNGAN VOLUME SEMBURAN DAN SEBARAN LUMPUR SIDOARJO DENGAN CITRA IKONOS BULAN JUNI, AGUSTUS, OKTOBER 2011 Akbari , Aulia Mustika; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 7 No. 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v7i2.1343

Abstract

Banjir lumpur panas Sidoarjo adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renoenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak 29 Mei 2006. Sudah lima tahun sejak terjadinya kerusakan alam lumpur Lapindo di kabupaten Sidoarjo, tetapi luapan lumpur belum juga dapat dihentikan. Genangan Lumpur terus bertambah terutama di sekitar pusat semburan Lumpur. Sehingga tanggul penahan lumpur sudah beberapa kali jebol akibat luapan lumpur yang tidak dapat lagi dibendung. Pengamatan volume dan arah semburan lumpur diharapkan dapat membantu memprediksi penanggulangan lumpur Sidoarjo. Dalam penelitian ini citra satelit Ikonos yang memiliki resolusi tinggi dan ditunjang dengan data pengukuran tinggi volume semburan dengan metode trigonometris maka akan dihasilkan perhitungan langsung volume semburan lumpur Sidoarjo. Dengan citra satelit Ikonos bulan Juni, Agustus, dan Oktober 2011 selanjutnya dilakukan analisa perubahan dan sebaran lumpur Sidoarjo untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi tutupan dan sebaran lumpur Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi volume lumpur hasil dari pengamatan langsung sebesar 63.813,053 meter kubik per hari dan hasil volume lumpur pengamatan tak langsung sebesar 51.143,585 meter kubik per hari dengan arah sebaran lumpur dominan mengarah kearah barat dan selatan tanggul. Kondisi tutupan lumpur sampai dengan bulan oktober 2011 di dominasi oleh lumpur mengering.
INVENTARISASI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SIDOARJO MENGGUNAKAN CITRA SATELIT MULTITEMPORAL Pribadi , Wisnu; Hariyanto, Teguh
GEOID Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v8i1.1360

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Propinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri pertanian dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah. Kabupaten Sidoarjo memiliki luas daerah 71,424.3 km2 dengan luas sawah 23,566 dimana sektor pertanian selalu menjadi komoditas yang diunggulkan. Penelitian dilakukan secara multitemporal dengan menggunakan kemampuan sensor pada citra untuk melakukan pengambilan data pada daerah yang sama pada tempo yang telah ditetapkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi penginderaan jauh dengan pengolahan citra untuk memperoleh luas lahan pertanian di Kabupaten Sidoarjo. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat ETM 7 dan ALOS AVNIR-2. Proses pengolahan citra menggunakan metode klasifikasi terbimbing dengan alghoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas tutupan lahan pertanian tahun 2000 sebesar 15.858 ha dan tahun 2005 sebesar 15850,44 ha. Sehingga terjadi penyusutan luas tutupan lahan pertanian sebesar 7,56 ha. Sedangkan luas tutupan lahan pertanian tahun 2010 sebesar 11.337,55 ha. Dibandingkan dengan luas tutupan lahan tahun 2005, telah terjadi penyusutan luas sebesar 4512.89 ha pada tahun 2010.
Co-Authors Achmad Frandik Achmad Frandik, Achmad Adang Hambali, Adang Adelia Grafitasari ADITYA NUGRAHA Aditya Nugraha Agung Budi Cahyono ahmad yani Akbar Kurniawan Akbar Kurniawan Akbari , Aulia Mustika Al Amin, Rizkulloh Nurfauzi Alhadir Lingga Amriana, Yessherly Amriana, Yessherly Anak Agung Sagung Ratih Prameswari Andie Setiyoko Anindito, Raka Anindito, Raka Anindityo Budi Suryo Anindityo Budi Suryo, Anindityo Budi Anita Dwijayanti Anita Dwijayanti, Anita Anwar, Nadjadji Arief Darmawan Arief Yusuf Effendi Arifin, Bambang Samsul Artama , Putu Asep Karsidi, Asep Assalam, Sunan Hanif Ihsan Atik Indra Puspita Atsilah, Inas Safitri Aulia Mustika Akbari Badriya Hisniati, Sally Badrudin Bagas Tri Widodo Bagas Tri Widodo Bambang Ismanto Bangun Muljosukojo Bayu Angkusprana Saktia Bayu Angkusprana Saktia, Bayu Angkusprana Beta Rohana Budisusanto, Yanto Cahyono, Amru Estu Chadjijah, Sitti Cheri Bhekti Pribadi Cherie Bekti Pribadi Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Chomia Nilam Safitri Darminto , Mohammad Rohmaneo Dena Prapanca Wardhani Dewi Nur Indah Sari Dewi Nur Indah Sari, Dewi Nur Indah Dewi, Maura Sahara Dimas Ricky Pratama Dimas Ricky Pratama, Dimas Ricky Dwi Ramadhani DWI RAMADHANI Edvin Aldrian Ekaprathama, Sri Aditya Elon Fadilah Setiawan Elon Fadilah Setiawan, Elon Fadilah Elya, Herfina Evri, M Fahmi, Dede Ropi Farrel Narendra Robawa Fasya, Nizar Muhammad Fauzano Nikomaru Fendra Dwi Ramadhan Filsa Bioresita Filsa Bioresita, Filsa Fitria Rahma Frida Sidik Frida Sidik, Frida Gaina , Pretty Angelia Haidar Rizqi Krisananda Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handayani , Hepi Hapsari Handayani, Hapsari Hariyanto, Irena Hana Harmasdiyono, Rino Hartatiati, Sri Suprapti Hasan Basri Helmy Mukti Wijaya Hendayani , Hendayani Hendayani Hendayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Herfina Elya Hery Setiawan Purnawali Hidayat, Husnul Hidayat, Vlado Yusyanda Hidayatul Ummah, Nida Ihsan Pakaya Ihsan Pakaya Ihsanda, Nu'man Inas Safitri Atsilah Ipah Latipah Jaelani, Deny Ahmad Jardini, Agdya Rifananda Jerry, Dennis Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin, Khomsin Komarudin Komarudin Kosim, Rijal Muhamad Krisananda, Haidar Rizqi Kukuh Prakoso Sudarsono Kukuh Prakoso Sudarsono Kurniawan , Akbar Kurniawan, Akbar Kusumah, Rifqi Rabbani Laksono Trisnantoro Latri Wartika Latri Wartika, Latri Luki Indeswari Maila Zumita Maulida, Putra Maulyna Sri Agustia Maura Sahara Dewi Miftahurrahman, Miftahurrahman Mohamad Erihadiana, Mohamad Mohammad Rohmaneo Darminto Mohammad Rohmaneo Darminto Muammar Muzayyin Ramadlon Muammar Muzayyin Ramadlon, Muammar Muzayyin muhamad sadly Muhammad, Rio Mukhtar, Mutia Kamalia Mulya, Zhia Ajrin mulyono, Sidik Mutia Kamalia Mukhtar Nadirah, Nadirah Nadjadji Anwar Nadya Rizky Dahlia Nadya Rizky Dahlia, Nadya Rizky Napisah, Nina Nisak, Nur Septylia Choirotun Noorlaila Hayati, Noorlaila Nur Septylia Choirotun Nisak Nurin Hidayati Nurjaman, Irman Nurwatik , Nurwatik Nurwatik Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Permata Prasindya Prameswari , Anak Agung Sagung Ratih Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Pretty Angelia Gaina Pribadi , Wisnu Pribadi, Cheri Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Puissant, Anne Puspita, Atik Indra Putri, Indriani Kristanti Kurnia Putu Artama Ramadhan, Alfi Syahril Ramadhan, Fendra Dwi Ramadhani, Alita Tri Utami Ridiawati, Ridiawati Rina Fitryana Rina Fitryana, Rina Rino Harmasdiyono Rio Muhammad Robawa, Farrel Narendra Rochman, Asep Saepul Ropi Fahmi, Dede Rozaqi, Muhammad Abduh Sadly, M Safitri, Chomia Nilam Sarmuji Sarmuji Sarmuji, Sarmuji Setiaji, Wahyu Soleh Setiawati , Danar Linsa Solihin, Dadin Sri Aditya Ekaprathama Sri Utami Sri Utami Srimulyarini, Yenny Sudarsono, Kukuh Prakoso Sukojo, Bangun Muijo Sunu Tikno, Sunu Syaiful Budianto Syaiful Budianto Syariz, Muhammad Aldila Tamlekha, Tamlekha Trismono C. Krisna Ummah, Muftiyyatul Vera Ramandany Wahyu Soleh Setiaji Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wardhani, Dena Prapanca Widodo, Bagas Tri Wijaya, Helmy Mukti Wisnu Pribadi Yanto Budisusanto, Yanto Yuwono Zahra Rahma Larasati Zakiyah, Qiqi Yuliati Zumita, Maila