Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Sebaran Total Suspended Solid (TSS) Menggunakan Citra Landsat Multitemporal dan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo) Luki Indeswari; Teguh Hariyanto; Cherie Bekti Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.785 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28698

Abstract

Sungai Porong merupakan kawasan pembuangan lumpur Lapindo yang telah terjadi sejak tahun 2006 hingga sekarang. Aliran sungai yang deras menyebabkan terbawanya lumpur Lapindo menuju muara sungai Porong dan pengaliran lumpur telah menimbulkan sedimentasi di muara sungai Porong dan pesisir Timur Sidoarjo. Maka dari itu, pengamatan terhadap sebaran TSS (Total Suspended Solid) dibutuhkan untuk mengetahui kualitas air di suatu perairan. Dalam penelitian ini, pengamatan terhadap sebaran TSS dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan Citra Satelit Landsat 7 tahun 2000, dan Landsat 8 tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017, serta data in situ berupa sampel air sejumlah 20 titik. Data citra satelit Landsat-8 L1T tahun 2017 diolah menggunakan 5 algoritma TSS yaitu Algoritma Syarif Budiman(2004), Algoritma Parwati(2006), Algoritma Guzman & Santaella(2009),  Algoritma Nurahida Laili (2015), dan Algoritma Jaelani (2016).  Dari hasil pengolahan data Citra Satelit Landsat-8 L1T  tahun 2017 didapatkan hasil algoritma yang memiliki nilai absolut error terkecil adalah Algoritma Budhiman (2004), dengan hasil Normalized Mean Error (NMAE) sebesar 19,53%, nilai tersebut membuktikan bahwa nilai TSS Algoritma Budhiman (2004) adalah algoritma yang paling sesuai untuk menjelaskan keadaan konsesntrasi TSS di perairan Muara Sungai Porong, sehingga algoritma tersebut dipilih untuk kemudian diterapkan pada citra Landsat-7 L1T tahun 2000, dan Landsat-8 L1T tahun 2013, 2014, 2015, 2016. Dari penerapan citra Landsat multitemporal didapatkan hasil konsentrasi TSS di Perairan Muara Sungai Porong yang terendah pada tahun 2015 yaitu 10,22 mg/L hingga 60,08 mg/L, dan tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai TSS berkisar antara 11,52 mg/L hingga 92,16 mg/L, dan tahun 2014 yaitu berkisar antara 10,28 mg/L hingga 81,17 mg/L.  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, standar kualitas air laut untuk parameter TSS adalah 80 mg / L yang berarti pada tahun 2013, dan pada tahun 2014 perairan di muara Sungai Porong dapat dikatakan tidak baik karena melebihi standar kualitas baku yang telah ditentukan.
Visualisasi Perubahan Volume Dan Elevasi Permukaan Lumpur Dengan Citra Satelit Resolusi Tinggi Temporal Untuk Monitoring Lumpur Sidoarjo Bagas Tri Widodo; Teguh Hariyanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1922.377 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17385

Abstract

Sejak awal terjadinya bencana lumpur Sidoarjo pada 29 Mei 2006 silam, telah terjadi lebih dari 10 kali jebolan tanggul penahan lumpur. Yang terakhir terjadi pada akhir tahun 2014 lalu, mengakibatkan rumah warga yang berada di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, terendam lumpur. Untuk mencegah hal yang sama terulang kembali, maka perlu dilakukan monitoring untuk mengetahui pola persebaran lumpur dan elevasinya yang berada di dalam tanggul penahan. Dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi WorldView-2 bulan Agustus 2014 dan Juli 2015, maka tutupan lumpur dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelas berbeda, yaotu Air Berlumpur, Lumpur Basah, Lumpur Mulai Mengering, dan Lumpur Kering. Menurut hasil pengolahan data observasi lapangan menggunakan GPS geodetik metode kinematik, diketahui bahwa volume total lumpur di dalam tanggul utama pada bulan Maret 2014 adalah 44.039.123,365 m3, dan bulan Juli 2015 sebesar 47.646.879,058 m3. Berdasarkan hasil pemodelan 3 dimensi permukaan lumpur, aliran lumpur pada bulan Maret 2014 cenderung mengarah ke utara. Sedangkan pada bulan Juli 2015 aliran lumpur lebih terkonsentrasi di dekat pusat semburan, membuat tanah bagian bawah mengalami sledding dan penurunan. Dengan demikian, permukaan lumpur menjadi terlihat seperti kaldera atau fitur kawah gunung lumpur. Dan sampai dengan bulan Juli 2015, tutupan lumpur didominasi oleh klasifikasi Lumpur Kering.
Developing of Total Suspended Sediment Model Using Landsat-8 Satellite Image and In-Situ Data at The Surabaya Coast, East Java, Indonesia Teguh Hariyanto; Trismono C. Krisna; Khomsin Khomsin; Cherie Bhekti Pribadi; Nadjadji Anwar
Indonesian Journal of Geography Vol 49, No 1 (2017): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.493 KB) | DOI: 10.22146/ijg.12010

Abstract

The decrease of coastal-water quality in the Surabaya coastal region can be recognized from the conceentration of Total Suspended Sediment(TSS ) . As a result we need a system for monitoring sediment concentration in the coastal region of Surabaya which regularly measures TSS. The principle to model and monitor TSSconcentration using remote sensing methods is by the integration of Landsat-8OLI satellites image processing using some ofTSS-models then those are analyzed for looking its suitability with TSS value direcly measured in the field ( in-situ measurement). The TSS value modeled from all algorithms validated usingcorrelation analysis and linear regression . The result shows that TSS model with the highest correlation value is TSS algorithm by Budiman (2004)with r value 0.991. Hence this algorithm can be used to investigate TSS-distribution which represent the coastal water quality of Surabaya with TSS value between 75 mg/L to 125 mg/L.
Flood Vulnerability Analysis Using Remote Sensing and GIS: A Case Study of Sidoarjo Regency Hery Setiawan Purnawali; Teguh Hariyanto; Danar Guruh Pratomo; Nurin Hidayati
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.287 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3305

Abstract

Sidoarjo Regency is one of the regencieslocatedin East Java Province Indonesia.Topography of some area in Sidoarjocan be categorized asin low altitude topography, so it makes this regency haspotential risk for flood disaster. Flood incident in Sidoarjo occurs almost every year. The cause of flooding in this district is an accumulation of several factors, such as heavy rainfall in the rainy season for every year, the low altitude areas in several sub-districts, land cover dominated roads and buildings in the some sub-districts, and the existence of several rivers flowing through the district. Application of Geographic Information System (GIS) and remote sensing is generated in this study to present information on the mapping of flood vulnerability zones in Sidoarjo. Integration of satellite and GIS datasets are carried out to prepare the flood zonation mapping of Sidoarjo Regency. Rainfall data fromTropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), topographic map, land coverand the distance to main channel data are the datasetsused to identify the flood vulnerability. Flood vulnerability information includes the spatial distribution of flood hazard vulnerability in all sub-districs of Sidoarjo Regency. Spatial information is represented in the form of a map image. By knowing the spatial distribution, it can be known the level of vulnerability of areas to flooding. Most of Sidoarjo regency is flood vulnerable area, which is 76.24% or 658,702,719.91 sqm. It consist of 33.14% very high vulnerable area and 43.10% high vulnerable area. Very high vulnerable flood-prone areas in Sidoarjo Regency  include most area of Jabon, Porong, Tanggulangin, Balongbendo, Krembung, Taman, and Waru sub-districts, while others are some parts of Candi, Sidoarjo, Buduran, and Gedangan sub-districts. High vulnerable flood-prone area include Tarik, Prambon, Tulangan, Wonoayu, and Sukodono sub-districts. The most dominant factors causing flooding in Sidoarjo Regency is the change of land cover, heavy rainfall, and high drainage density, while other factor also contributing to future flood vulnerability are land subsidence.
Automatic Extraction Of Interior Orientation Data In Aerial Photography Using Image Matching Method Helmy Mukti Wijaya; Teguh Hariyanto; Hepi Hapsari Handayani
Journal of Applied Geospatial Information Vol 5 No 2 (2021): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v5i2.2115

Abstract

The Interior Orientation is a set of parameters that have been determined to transform the coordinates of the camera photo, that is the coordinates of the pixel leading to the coordinates of the image. This parameter is used to calibrate the camera before use so as to produce a precise measurement from an aerial photograph. This orientation parameter consists of a calibrated and equivalent camera focal length, lens distortion, principal point, fiducial mark location, camera resolution, and flatness of the focal plane. All of these parameters are attached to or contained on the camera sensor and the values of these parameters can usually be known from the camera's report page. In this work, the author wants to obtain pixel coordinates from the Fiducial Mark in the base image (Window Search) automatically, therefore a Fiducial Mark template was created which is formed from a piece of a photo image frame to determine the Fiducial Mark coordinate values from the base image ( Window Search), the basis of this programming is to use the concept of photogrammetry, which uses Image Matching techniques. The Image Matching process was developed from the C ++ Language programming algorithm platform, this was done in order to speed up computational results. There are a number of techniques for doing Image Matching, in this study the authors conducted using the Normalized Cross-Correlation Image Matching. In statistics Normalized Cross-Correlation is between two random variables by determining the size of how closely the two variables are different simultaneously. Similarly, Normalized Cross-Correlation in Image Matching is a measurement by calculating the degree of similarity between two images. This level of similarity is determined by Normalized Cross-Correlation (NCC). The Least Square Image Matching method is used to increase the accuracy of the coordinates of the conjugation points.
Penentuan Lokasi Potensial Pengembangan Lahan Kawasan Permukiman Menggunakan Metode Pembobotan dan Scoring Parameter (Studi Kasus: Kabupaten Bogor, Jawa Barat) Fauzano Nikomaru; Teguh Hariyanto; Cherie Bhekti Pribadi
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i3.100935

Abstract

Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Pembangunan permukiman yang tidak didasari pada pemahaman penataan ruang akan menjadikan pembangunan tidak sesuai dengan peruntukan lahan. Hal tersebut bila dibiarkan dapat berdampak negatif, misalnya transformasi spasial terkait lahan pertanian yang dijadikan permukiman secara berlebihan berdampak penurunan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis akan dilakukan penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman yang dapat dilakukan melalui analisis peta-peta tematik. Dengan analisis ini, dapat diketahui peruntukan lahan yang sesuai untuk dijadikan permukiman. Adapun lokasi yang dipilih pada penelitian tugas akhir ini adalah Kabupaten Bogor. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bogor yang meningkat akan berdampak pada kebutuhan lahan permukiman yang tinggi sehingga penelitian terkait lahan yang potensial dijadikan permukiman perlu dilakukan. Penentuan lokasi potensial pengembangan kawasan permukiman dilakukan dengan melakukan penilaian dari beberapa parameter yang telah ditentukan. Kemudian, pemberian skor terhadap tiap kelas pada masing-masing parameter tersebut atau yang dikenal dengan metode scoring. Hasil akhir menunjukan kecamatan yang memiliki kawasan sangat berpotensi untuk dijadikan daerah pengembangan kawasan permukiman paling luas berada di Kecamatan Cibinong dengan luas 1402,087 ha atau 0,5 %, kemudian Kecamatan Cileungsi dengan luas 1318,740 ha atau 0,5 %, dan Kecamatan Jonggol dengan luas 821,850 ha atau 0,3 %.
Pembuatan Basis Data Pertanahan HasilPembebasan Lahan Di Luar Wilayah Peta Area Terdampak Lumpur Sidoarjo Teguh Hariyanto; Danar Guruh Pratomo; Khomsin; Cherie Bhekti Pribadi; Mohammad Rohmaneo Darminto
Sewagati Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.256 KB)

Abstract

Bencana lumpur Lapindo telah melanda wilayah Porong, Sidoarjo selama lebih dari 11 tahun. Dariperistiwa ini, ribuan kepala keluarga harus kehilangantempat tinggal, aset dan kerugian material yang tidaksedikit. Sehingga muncul konflik finansial antara korbandengan PT. Lapindo Brantas mengenai penuntutan gantirugi akibat peristiwa tersebut. Berkaitan dengan hal ini,pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden yang berisi tentang area terdampak, ketentuan ganti rugi dan halteknis lainnya yang telah dikeluarkan sejak tahun 2007 dantelah diperbarui sebanyak lima kali hingga yang terbaru berupa Perpres No. 33 Tahun 2013 yang berisi Peta AreaTerdampak (PAT). Dari wilayah PAT tersebut didapatkan data yang cukup besar sehingga perlu dilakukan pengelolaan untuk menyelesaikan permasalahan ganti rugiyang belum selesai menggunakan metode Sistem InformasiGeografis (SIG). Hasil akhir dari pengelolaan inimerupakan SIG yang dapat melakukan proses updating, editing, dan penyimpanan data yang berfungsi sebagai inventarisasi. Dari hasil processing data,didapatkan Peta Inventarisasi Aset Pemerintah yang tersebar di 12 desa dengan luas 495.854 Ha. Dari total luas ini, sebesar 70.279 Ha wilayah tidak masuk dalam batas area terdampak sesuai PAT yang terlampir dalam Perpres No. 33 tahun 2013. Untuk inventarisasi asetnya, sebesar24.88% dari total jumlah aset telah tersertifikasi dan sudah terbayar, 21.08% dari total jumlah aset belum tersertifikasi dan sudah terbayar, dan sebesar 54.04% dari total jumlah aset belum terbayar.
Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Skoring dan Pembobotan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo) Vera Ramandany; Teguh Hariyanto; Nurwatik Nurwatik
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.105728

Abstract

disebabkan oleh beberapa faktor alam. Faktor alam yang dimaksud adalah curah hujan yang tinggi, kelerengan tanah yang lebih rendah dari permukaan air laut maupun dikarenakan tanggul ataupun aliran sungai yang tidak dapat menahan debit air hujan yang terlalu tinggi. Rendahnya akan kesadaran manusia dalam menjaga lingkungan juga dapat dijadikan salah satu pemicu terjadinya banjir. Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo tepatnya pada Minggu, 17 Januari 2021 membuat dua kecamatan terendam yakni Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Porong. Dengan adanya bencana banjir tersebut maka diperlukan analisis lebih lanjut terkait penyebab terjadinya banjir. Pada penelitian ini dilakukan analisis terkait daerah rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode skoring dan pembobotan berbasis sistem informasi geografis. Pembuatan peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan enam parameter yaitu, ketinggian lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, kerapatan aliran sungai dan tutupan lahan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi menjadi tiga kelas kerawanan, yaitu kelas kerawanan dengan potensi rendah, sedang dan tinggi. Untuk wilayah kerawanan yang berpotensi rendah terhadap banjir memiliki luas 1100,84 Ha (1,71%), kerawanan banjir dengan potensi sedang dengan luas 58143,33 Ha (90,52%), dan kearawanan banjir dengan potensi tinggi memiliki luas 4987,06 Ha (7,76%) dari total luas wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dari 18 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Jabon memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi dengan luas area sebesar 4000,168 Ha. Sedangkan untuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan rendah berada pada Kecamatan Tanggulangin dengan luas area sebesar 2,147 Ha.
Aplikasi Teknologi Multibeam Echosounder dalam Penentuan Kedalaman dan Jenis Sedimen Waduk Selorejo guna Menunjang Aktivitas Perikanan Masyarakat Pribadi, Cherie Bhekti; Hariyanto, Teguh; Yuwono; Pratomo, Danar Guruh; Khomsin; Cahyono, Agung Budi; Hayati, Noorlaila; Bioresita, Filsa; Hariyanto, Irena Hana; Syariz, Muhammad Aldila
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.1215

Abstract

Waduk Selorejo merupakan salah satu waduk yang berfungsi sebagai sumber air baku, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, dan wisata. Keberadaaan waduk tersebut menjadi sumber mata pencaharian bagi beberapa penduduk disekitarnya. Proses identifikasi kondisi dasar perairan waduk dilakukan guna memperoleh informasi berupa kondisi kedalaman perairan dan jenis sedimentasi pada Waduk Selorejo, hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dalam melakukan proses penangkapan ikan di waduk tersebut. Data backscatter digunakan untuk klasifikasi sedimen dan deteksi objek di dasar perairan. Nilai backscatter dapat menggambarkan kondisi sedimen di dasar perairan, termasuk ukuran butir dari sedimen dasar perairan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data backscatter adalah Angular Response Analysis (ARA). Metode ini memanfaatkan variasi nilai backscatter terhadap sudut insiden gelombang akustik. Hasil pengolahan data mosaic backscatter menunjukkan intensitas yang bervariasi di berbagai area waduk, dengan intensitas tinggi di sisi barat dan intensitas rendah di sisi timur dengan rerata nilai intesitas total adalah sekitar -60 dB. Hasil intensitas pemukaan dasar perairan tersebut menunjukkan bahwa dominasi jenis sedimen di Waduk Selorejo adalah clay atau tanah liat.
EFEKTIVITAS PEMBINAAN MUTU SUMBER DAYA MANUSIA (Studi Kasus di MTs. Hidayatul Falah Nagrak Sukabumi) Badriya Hisniati, Sally; Hariyanto, Teguh; Hidayatul Ummah, Nida; Solihin, Dadin
Jurnal Pelita Nusa Vol 1 No 2 (2021): Desember-Jurnal Pelita Nusa
Publisher : Pelita Nusa Jurnal, published by the Institute for Research and Community Service (LP2M) of the Pelita Nusa Islamic Religious College West Bandung (STAI PENUS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpn.v1i2.22

Abstract

This approach uses a qualitative research approach based on the philosophy of post-positivism, used to examine the natural condition of objects, researchers as key instruments, data source sampling is done purposively and snowball. Collection techniques with triangulation (combined), data analysis is inductive/qualitative, and qualitative research results emphasize meaning rather than generalization. This research in the form of field research is researchers conduct direct research on objects studied and conducted data collection found in the field. Empiric data related to the effectiveness of human resource quality development (HR) in MTs. Hidayatul Falah refers to descriptive qualitative attachment. The results showed that the effectiveness of HR quality development in MTs. Hidayatul Falah is a planned program in the development of HR quality is done well. The planned program in hr quality development includes planning, employee acceptance, training in the form of In House training, workshops, academic level improvement, work motivation, providing incentive and performance compensation, improving discipline, development through promos, rotation, and mutation. Organizing the quality of Human Resources development is done well such as doing placement, division of tasks, and assignment of each employee coupled with supervision. The implementation of HR quality development is carried out according to planning and is carried out by all units with adjusted budgets. Evaluation of HR quality development is carried out through school self-evaluation activities, supervision, and teacher assessment activities. Supporting factors in the development of HR quality are the leadership of the principal and the cooperation of each unit. While the inhibiting factor is that there is still a lack of comments and employee awareness. The effectiveness of the development program on the quality of human resources is increasing the performance of the academic, increasing the responsibility of employees in completing tasks well, learners learning well, activities have been programmed, and increasing the discipline of teachers and learners.   Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian secara kualitatif yakni penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball. Teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif serta hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian ini berupa field research yaitu peneliti mengadakan penelitian langsung terhadap objek yang diteliti dan dilakukan pengumpulan data yang ditemukan di lapangan. Data empiric yang berhubungan dengan efektivitas pembinaan mutu sumber daya manusia (SDM) di MTs. Hidayatul Falah hal ini merujuk pada pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembinaan mutu SDM di MTs. Hidayatul Falah yaitu penyusunan program yang direncanakan dalam pembinaan mutu SDM dilakukan dengan baik. Program yang direncanakan dalam pembinaan mutu SDM tersebut meliputi perencanaan, penerimaan pegawai, pelatihan berupa In House Traning, workshop, peningkatan jenjang akademik, motivasi kerja, memberikan insentif dan kompensasi kinerja, peningkatan kedisiplinan, pengembangan melalui promosi, rotasi, dan mutasi. Pengorganisasian pembinaan mutu SDM dilakukan dengan baik seperti melakukan penempatan, pembagian tugas, dan tupoksi masing-masing pegawai dibarengi dengan pengawasan. Pelaksanaan pembinaan mutu SDM dilakukan sesuai perencanaan, dan dilaksanakan oleh semua unit dengan anggaran disesuaikan. Evaluasi pembinaan mutu SDM dilakukan melalui kegiatan evaluasi diri sekolah, supervise, dan kegiatan penilaian kinerja guru. Faktor penunjang dalam pembinaan mutu SDM yaitu kepemimpinan kepala sekolah, dan kerjasama setiap unit. Sedangkan faktor penghambat yaitu masih terdapat minimnya kompentesi dan kesadaran pegawai. Efektivitas program pembinaan terhadap mutu SDM yaitu meningkatnya prestasi akedemik, meningkatnya tanggungjawab pegawai dalam menyelesaikan tugas dengan baik, peserta didik belajar dengan baik, kegiatan sudah terprogram, serta meningkatnya kedisiplinan guru dan peserta didik.  
Co-Authors Achmad Frandik Achmad Frandik, Achmad Adang Hambali, Adang Adelia Grafitasari Aditya Nugraha ADITYA NUGRAHA Agung Budi Cahyono ahmad yani Akbar Kurniawan Akbar Kurniawan Akbari , Aulia Mustika Al Amin, Rizkulloh Nurfauzi Alhadir Lingga Amriana, Yessherly Amriana, Yessherly Anak Agung Sagung Ratih Prameswari Andie Setiyoko Anindito, Raka Anindito, Raka Anindityo Budi Suryo Anindityo Budi Suryo, Anindityo Budi Anita Dwijayanti Anita Dwijayanti, Anita Anwar, Nadjadji Arief Darmawan Arief Yusuf Effendi Arifin, Bambang Samsul Artama , Putu Asep Karsidi, Asep Assalam, Sunan Hanif Ihsan Atik Indra Puspita Atsilah, Inas Safitri Aulia Mustika Akbari Badriya Hisniati, Sally Badrudin Bagas Tri Widodo Bagas Tri Widodo Bambang Ismanto Bangun Muljosukojo Bayu Angkusprana Saktia Bayu Angkusprana Saktia, Bayu Angkusprana Beta Rohana Budisusanto, Yanto Cahyono, Amru Estu Chadjijah, Sitti Cheri Bhekti Pribadi Cherie Bekti Pribadi Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Chomia Nilam Safitri Darminto , Mohammad Rohmaneo Dena Prapanca Wardhani Dewi Nur Indah Sari Dewi Nur Indah Sari, Dewi Nur Indah Dewi, Maura Sahara Dimas Ricky Pratama Dimas Ricky Pratama, Dimas Ricky DWI RAMADHANI Dwi Ramadhani Edvin Aldrian Ekaprathama, Sri Aditya Elon Fadilah Setiawan Elon Fadilah Setiawan, Elon Fadilah Elya, Herfina Evri, M Fahmi, Dede Ropi Farrel Narendra Robawa Fasya, Nizar Muhammad Fauzano Nikomaru Fendra Dwi Ramadhan Filsa Bioresita Filsa Bioresita, Filsa Fitria Rahma Frida Sidik Frida Sidik, Frida Gaina , Pretty Angelia Haidar Rizqi Krisananda Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handayani , Hepi Hapsari Handayani, Hapsari Hariyanto, Irena Hana Harmasdiyono, Rino Hartatiati, Sri Suprapti Hasan Basri Helmy Mukti Wijaya Hendayani , Hendayani Hendayani Hendayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Herfina Elya Hery Setiawan Purnawali Hidayat, Husnul Hidayat, Vlado Yusyanda Hidayatul Ummah, Nida Ihsan Pakaya Ihsan Pakaya Ihsanda, Nu'man Inas Safitri Atsilah Ipah Latipah Jaelani, Deny Ahmad Jardini, Agdya Rifananda Jerry, Dennis Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin Khomsin, Khomsin Komarudin Komarudin Kosim, Rijal Muhamad Krisananda, Haidar Rizqi Kukuh Prakoso Sudarsono Kukuh Prakoso Sudarsono Kurniawan , Akbar Kurniawan, Akbar Kusumah, Rifqi Rabbani Laksono Trisnantoro Latri Wartika Latri Wartika, Latri Luki Indeswari Maila Zumita Maulida, Putra Maulyna Sri Agustia Maura Sahara Dewi Miftahurrahman, Miftahurrahman Mohamad Erihadiana, Mohamad Mohammad Rohmaneo Darminto Mohammad Rohmaneo Darminto Muammar Muzayyin Ramadlon Muammar Muzayyin Ramadlon, Muammar Muzayyin muhamad sadly Muhammad, Rio Mukhtar, Mutia Kamalia Mulya, Zhia Ajrin mulyono, Sidik Mutia Kamalia Mukhtar Nadirah, Nadirah Nadjadji Anwar Nadya Rizky Dahlia Nadya Rizky Dahlia, Nadya Rizky Napisah, Nina Nisak, Nur Septylia Choirotun Noorlaila Hayati, Noorlaila Nur Septylia Choirotun Nisak Nurin Hidayati Nurjaman, Irman Nurwatik , Nurwatik Nurwatik Nurwatik Nusantara, Candida Aulia De Silva Permata Prasindya Prameswari , Anak Agung Sagung Ratih Prasindya, Permata Pratomo, Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Pretty Angelia Gaina Pribadi , Wisnu Pribadi, Cheri Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Puissant, Anne Puspita, Atik Indra Putri, Indriani Kristanti Kurnia Putu Artama Ramadhan, Alfi Syahril Ramadhan, Fendra Dwi Ramadhani, Alita Tri Utami Ridiawati, Ridiawati Rina Fitryana Rina Fitryana, Rina Rino Harmasdiyono Rio Muhammad Robawa, Farrel Narendra Rochman, Asep Saepul Ropi Fahmi, Dede Rozaqi, Muhammad Abduh Sadly, M Safitri, Chomia Nilam Sarmuji Sarmuji Sarmuji, Sarmuji Setiaji, Wahyu Soleh Setiawati , Danar Linsa Solihin, Dadin Sri Aditya Ekaprathama Sri Utami Sri Utami Srimulyarini, Yenny Sudarsono, Kukuh Prakoso Sukojo, Bangun Muijo Sunu Tikno, Sunu Syaiful Budianto Syaiful Budianto Syariz, Muhammad Aldila Tamlekha, Tamlekha Trismono C. Krisna Ummah, Muftiyyatul Vera Ramandany Wahyu Soleh Setiaji Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wardhani, Dena Prapanca Widodo, Bagas Tri Wijaya, Helmy Mukti Wisnu Pribadi Yanto Budisusanto, Yanto Yuwono Zahra Rahma Larasati Zakiyah, Qiqi Yuliati Zumita, Maila