Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Pemberdayaan Keluarga Dalam Pernapasan Pursed Lips Breathing pada Anak dengan Asma Henny Cahyaningsih; Ali Hamzah; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20163

Abstract

ABSTRACT Family has a great influence on the physical and mental health of each family member. Pursed Lips Inhalation is one of the therapeutic interventions in asthma patients to clear airflow obstructions and help normalize the rate, depth, and pattern of breathing. To find out the effect of family empowerment on knowledge, attitudes, and breathing skills of constricted lips. The research method used is Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample is the family of Asthma Children in Bandung. Samples were taken using the purposive non-random sampling technique of 48 families in the intervention and control groups. Data analysis was carried out univariate and bivariate, using dependent and independent t-tests based on data normality tests. The results of the study mean knowledge before and after implementation (p-value 0.00), attitude (p-value 0.010), and skills (p-value 0.000). The results also showed differences in the average group's knowledge, attitudes, and skills. The following intervention and control groups, knowledge before family empowerment (p-value 5.23) after implementation (p-value 0.000). Attitudes before implementation (p-value 0.560), after implementation (p-value 0.000), skills before implementation (p-value 0.530), and after implementation (p-value 0.000). The results of this study show that family empowerment affects the knowledge, attitudes, and breathing skills of Pursed Lips Breathing in families who have children with asthma. Implications for nurses as a reference in providing nursing care to families with children with asthma Keywords: Family Empowerment, Pursed Lips Breathing, Children, Asthma  ABSTRAK Keluarga memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental setiap anggota keluarga. Pursed Lips Inhalation adalah salah satu intervensi terapeutik pada pasien asma untuk membersihkan obstruksi aliran udara dan membantu menormalkan laju, kedalaman, dan pola pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan bibir yang mengerucut. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel adalah keluarga Anak Asma di Bandung. Sampel diambil dengan teknik purposive non-random sampling sebanyak 48 keluarga pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat, menggunakan uji-t dependent dan independent berdasarkan uji normalitas data. Hasil penelitian meliputi pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value 0,000).  Hasil penelitian berarti pengetahuan sebelum dan sesudah implementasi (p-value 0,00), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value0,000). Hasilnya juga menunjukkan perbedaan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan rata-rata kelompok. Kelompok intervensi dan kontrol berikut, pengetahuan sebelum pemberdayaan keluarga (p-value 5,23) setelah implementasi (p-value 0,000). Sikap sebelum implementasi (p-value 0,560), setelah implementasi (p-value 0,000), keterampilan sebelum implementasi (p-value 0,530), dan setelah implementasi (p-value 0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan Pursed Lips Breathing pada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Implikasi bagi perawat sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pursed Lips Breathing, Anak, Asma
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Henny Cahyaningsih; Tartila Farha Sidik; Mamat Lukman; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13136

Abstract

ABSTRACK This research is motivated by the incidence of infants who experience neonatal jaundice or often also called a yellow baby. In 2015, 6% which is one of the causes of mortaly. The yellow color in infants can be normal and also abnormal. The normal yellow color in newborns appears on the second and third day and then disappears on the tenth day. The abnormal yellow color appears within 24 hours when the new infant born. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers about hyperbilirubinemia in RSUD Kota Bandung in 2019.  The research design used was descriptive quantitative with a population of mothers who had just given birth on average per month from the last 3 months is 68 new mothers giving birth in the postpartum room in RSUD Kota Bandung with a sample of 40 new mothers giving birth. Taking sampling uses Accidental Sampling techniques. The data is presented univariately. The results of the research knowledge obtained 12 respondents (30%) had good knowledge, 22 respondents (55%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (15%) had insufficient knowledge. Meanwhile the results of the study of maternal attitudes about hyperbilirubinemia were obtained 25 respondents (62,5%) had a positive attitude, and 15 respondents (37,5%) had a negative attitude. Health care institutions to be able to take health promotion policies related to hyperbilirubinemia in order to reduce mortality and morbidity in infants.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Hyperbilirubinemia  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian bayi yang mengalami ikterus neonatorum atau sering juga disebut dengan bayi kuning. Pada tahun 2015 sebanyak 6% yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Warna kuning pada bayi ini bisa bersifat normal dan juga tidak normal. Warna kuning yang normal pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua dan ketiga lalu menghilang di hari ke 10. Sedangkan warna kuning yang tidak normal muncul dalam 24 jam ketika bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Tahun 2019.  Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu yang baru saja melahirkan rata-rata perbulan dari 3 bulan terakhir sebanyak 68 ibu baru melahirkan di ruangan nifas RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel 40 ibu baru melahirkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Data disajikan secara univariat. Hasil penelitian pengetahuan didapatkan sebanyak 12 responden (30%) berpengetahuan baik, 22 responden (55%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (15%) berpengetahuan kurang. Sedangkan hasil penelitian sikap ibu tentang hiperbilirubinemia didapatkan hasil yaitu sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki sikap yang positif, dan 15 responden (37,5%) memiliki sikap yang negatif. institusi pelayanan kesehatan agar dapat mengambil  kebijakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia dalam rangka menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Hiperbilirubinemia 
Dampak Gangguan Tidur Terhadap Kesehatan Pada Remaja : A Scoping Review Mamat Lukman; Henny Cahyaningsih; Iwan Shalahuddin; Rostianti -
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20264

Abstract

ABSTRACT Slee p problems are common in the global population and can be acute or chronic.Sleep disorders are often experienced by adolescents. Adequate sleep for adolescents is expected to support their growth and development and maintain concentration when attending school. Therefore, everyone must meet the need for sleep hours according to their age. The purpose of this study was to determine the impact of sleep disorders on health status in adolescents. The method used in this study was a scoping review. Article searches were carried out systematically in accordance with the 2020 PRISMA Flow guidelines with the databases used in the article search, namely Google Scholar, Scopus, and Pubmed. The articles obtained were sorted based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study obtained 4 articles that were worthy of being reviewed regarding the impact of sleep disorders on health in adolescents. In conclusion, sleep disorders that occur in adolescents can affect the physical and mental health of adolescents such as hyperactivity, depression, emotional regulation, anxiety, risk of obesity, and risk of metabolic syndrome. Therefore, preventive measures are needed to overcome sleep disorders in adolescents so that they do not have a significant impact on physical and mental health in adolescents. Keywords: Sleep Disorders, Health, Adolescents  ABSTRAK Masalah tidur lazim terjadi pada populasi global dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Gangguan tidur sering dialami oleh remaja. Kecukupan tidur bagi remaja diharapkan dapat menunjang tumbuh kembangnya dan menjaga konsentrasi ketika bersekolah. Oleh karena itu, setiap orang harus terpenuhi kebutuhan jam tidur sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak gangguan tidur terhadap status kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu scoping review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA Flow tahun 2020 dengan basis data yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar, Scopus, dan Pubmed. Artikel yang didapatkan dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan inklusi. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel yang layak di-review mengenai dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja. Kesimpulan gangguan tidur yang terjadi pada remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja seperti hiperaktivitas, depresi, regulasi emosional, kecemasan, risiko terjadinya obesitas, dan beresiko mengalami sindrom metabolik. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mengatasi gangguan tidur pada remaja sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kesehatan, Remaja
Gambaran Kualitas Hidup Berkaitan dengan Kesehatan Pada Lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay Raisha Salsabilla; Mamat Lukman; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21326

Abstract

ABSTRACT The advanced age stage is the final phase in human life. The elderly experience various changes in themselves both biologically and psychologically. So that the changes that occur will have an impact on the quality of life related to health in a person. The purpose of this study was to determine the description of the quality of life related to health in the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay. The research design is descriptive quantitative. The population and research sample were 61 elderly people based on the total sampling technique. The instrument in this study used the European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) with a validity test above 0.30 and a Cronbach's Alpha value of 0.718. Data were analyzed univariately. The results showed that the quality of life of the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay was mostly optimal with an average value ≥0.645. Based on the results of the cross table, there are no significant results between the quality of life and the demographic data obtained. Keywords: Elderly, EQ-5D-5L, Health – Related Quality of Life. ABSTRAK Tahap usia lanjut merupakan fase akhir dalam kehidupan pada manusia. Lansia mengalami berbagai perubahan dalam dirinya baik secara biologis maupun psikologis. Sehingga dari perubahan yang terjadi akan berdampak terhadap kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan pada seseorang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup berkaitan dengan kesehatan pada lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay. Rancangan penelitian secara deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah sebanyak 61 lansia berdasarkan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) dengan uji validitas diatas 0,30 dan nilai Cronbach’s Alpha 0,718. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay mayoritas optimal dengan nilai rata – rata ≥0,645. Berdasarkan hasil tabel silang, tidak terdapat hasil yang signifikan antara kualitas hidup dengan data demografi yang didapatkan Kata Kunci: EQ-5D-5L, Kualitas Hidup, Lansia
The Impact of the “Talk for Teens” Education Program on Improving Knowledge of Reproductive Health and Sexually Transmitted Infections Among Adolescents at SMPN Garut Airin Rizki Mulyani; Adelse Prima Mulya; Mamat Lukman
Jurnal Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): Juni
Publisher : CV. Utami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jm.v2i4.713

Abstract

Adolescents are population group that is highly vulnerable to reproductive health problems and sexually transmitted infections (STIs) due to limited knowledge and inadequate preventive behaviors. A School Health Nursing (SHN) assessment at SMPN 6 Garut revealed several students experiencing reproductive health issues such as vaginal discharge, genital itching, and uneven understanding of STI prevention. This study aimed to determine the effect of reproductive health and STI prevention education on improving adolescents’ knowledge at SMPN 6 Garut, Garut City District. This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 315 students (150 males and 165 females). The intervention titled “Talk for Teens – Not Just Growing, but Growing Healthily” was delivered through interactive lectures, group discussions, and audiovisual media. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The average knowledge score among girls increased from 5.21 to 6.76 (an increase of 1.55 points; p < 0.01), while the score among boys increased from 8.87 to 8.89 (an increase of 0.02 points; p > 0.05). The results indicate a significant difference among females but not among males. Interactive reproductive health education effectively improved female students’ knowledge regarding hygiene and STI prevention, though it showed no significant impact among male students. It is recommended that schools and community health centers collaborate to conduct ongoing, gender-based educational programs to enhance adolescent health literacy in Garut City.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Aep Maulid Mulyana Agustina, Habsyah Safaridah Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Aini, Farah Huwaida Qurrota Ainurrachman, Yessi Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Ali Hamzah Amelia Puspita Sari Amrullah, Jahidul Fikri Andi Nuriyanto Andri Nugraha Aqilah, Faiha Nurul ari rahmat aziz Asti Utami Atmaja, Iceu Amira Dira Azizah, Neng Zihan Nurul Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cecep Eli Kosasih Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambangsari Dadang Purnama Darmawati, Siska Dedeh Husnaniyah DESI APRIANI, DESI Desy Indra Yani Dinda, Arini Dyan K. Nugrahaeni Efri Widianti Endah Rahayu Enisah, Enisah Erlina Windyastuti Erlina Windyastuti Femmy Aditya Purnama Sejati Habsyah Safaridah Agustina Habsyah Saparidah Agustina Hariyani, Salsa Dila Fitria Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Cahyaningsih Henny Suzana Mediani Hikmat, Rohman Hilmi Adillah Husnaniyah, Dedeh Iceu Amira Iin Inayah Ikeu Nurhidayah Imas Rafiyah Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Abdul Rizal Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jakariya Gilang Ramadhan Karti Nur Aryanti Khairunnisa, Cahyaning Auliya Komalasari, Orkhida Kosassy, Siti Mutia Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lia Meilianingsih Lin, Chung-Ying Luthfi, Wazirul Maria komariah Maziyya, Nur Metia Ariyanti Mira Trisyani Koeryaman Muhamad Ridwan Mulya, Adelse Prima Mulyani, Airin Rizki Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Neti Juniarti Nina Sumarni Nita Fitria Nono Sukarna Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurharlina Nurharlina Nursyamsiyah Nursyamsiyah Permatasari, Leya Indah Pristasari, Sheizi Raini Diah Susanti Raisha Salsabilla Revita Nur Istiqomah Muslim Ronny Suhada Firmansyah Rositianti, Rositianti Rostianti - Sakti, Dimas Wibawa Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sayu Putu Yuni Paryati Sayu Putu Yuni Paryati Sejati, Femmy Shalahudin , Iwan Sheizi Prista Sari Sherie Meiza Dania Lauren Sihombing, Ferdinan Sithichoksakulchai, Siriluk Sontiva, Nessa Sri Susilawati Sumarna, Umar Tartila Farha Sidik Taty Hernawaty Tetti Solehati Titin Sutini Tiwi Sudyasih, dkk Tiwi Sudyasih, dkk, Tiwi Tuti Pahria Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Vier Nofrel Waluya, Jajang Ganjar Windi Dwirexsi Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yanti Hermayanti Yessi Ainurrachman Yulianita, Henny Zahra, Muna Az