Claim Missing Document
Check
Articles

Screen Fatigue During Online Learning Among First Grade of Nursing Students Yosep, Iyus; Sakti, Dimas Wibawa; Mardhiyah, Ai; Maulana, Indra; Hernawaty, Taty; Lukman, Mamat
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i2.631

Abstract

Aims: Online learning causes mental health problems in students. Fatigue among students can hinder concentration, memory retention, and cognitive functioning, leading to decreased academic productivity, heightened stress, and disrupted personal and social lives. Screen fatigue among students can be attributed to factors such as prolonged screen exposure, inadequate breaks, poor ergonomics, multitasking, content nature, sleep deprivation, screen brightness, glare, visual discomfort, and reduced physical interaction during online classes. Method: This study used a quantitative descriptive design. The population in this study were first-year nursing students during online learning. The sample technique used total sampling. The sample in this study amounted to 180 respondents. Data collection used the Zoom Exhaustion & Fatigue Scale (ZEF Scale). Univariate data analysis to describe the frequency of screen fatigue levels in students. Results: The results of this study indicate that the majority of students have a moderate level of screen fatigue, namely 77 respondents (42.8%). Then respondents with low screen fatigue category were 45 people (25%). Then respondents with high screen fatigue category were 58 people (32.2%). This shows that student screen fatigue is still high, so lecturers and students must care about each other's mental health problems during online learning. Conclusion: Screen fatigue is a problem experienced by students during online learning, this data becomes data for universities to develop learning methods that are effective in reducing the problem of screen fatigue in students. Nursing Implications: The implication of this research is that there is data for universities and lecturers in providing psychological services to students during online learning.
Overview of Resilience in High School Students Yosep, Iyus; Mardhiyah, Ai; Maulana, Indra; Lukman, Mamat; Hikmat, Rohman
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 5 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i5.764

Abstract

Aim: This study aims to determine the description of resilience in students at Bandung High School. Method: This study used a descriptive design with purposive sampling technique, involving 100 respondents consisting of students from grades X to XII aged 12 to 19 years. Data were collected using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), which consists of 25 statements with a score range of 0-100. The results of the validity and reliability tests showed that the instruments used were valid and reliable. Results: The results showed that 30% of respondents had a high level of resilience (30 students), 42% were at a moderate level of resilience (42 students), and 28% had low resilience (28 students). The average resilience score was 60.94, with a score range between 35 and 100. These findings indicate the need for special attention to students with low resilience, who are at risk for psychological problems such as anxiety and depression. Social support, coping skills, and specially designed intervention programs can help improve resilience among students. Conclusion: This study underscores the importance of understanding high school students’ resilience levels to support their mental and academic well-being. More effective support programs for students with low resilience are needed, as well as further research to explore factors that influence resilience.
Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja di PT. Linda Jaya RW 12 Kelurahan Kota Wetan Garut Kota Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16778

Abstract

ABSTRAK Promosi keselamatan dan kesehatan kerja, sebagai bagian dari perbaikan kondisi kerja secara keseluruhan, merupakan strategi penting, tidak hanya untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja Pekerja Jaket Kulit di PT. Linda Jaya yang berada di wilayah Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah penjelasan atau ceramah yang diberikan oleh pemateri kepada pekerja dan pemilik home industry produksi kulit PT. Linda Jaya secara langsung, dan diikiuti dengan tanya jawab dan demonstrasi. Hasil , Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil pengkajian kebutuhan belajar dapat terlihat bahwa ada sebagian pekerja, kebutuhan belajar yang termasuk kedalam kebutuhan belajar: Perceived needs, Unperceived needs dan Misperceived needs Karena ada sebagian peserta yang mengetahui bahaya jika tidak melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja yang baik dan benar yang berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan, Pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Pekerja terkait Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya kecelakaan kerja. Pendidikan kesehatan yang dilakukan ini menunjukkan hasil yang baik terhadap pengetahuan pekerja dilingkungan kerjanya. Rencana berkelanjutan program dimasa yang akan datang adalah: Memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan upaya upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan dan keselamatan kerja dengan membiasakan pertolonga pertama pada kecelakaan Kerja pada saat bekerja dan Melibatkan stakeholder setempat dan pemilik home industri. Kata Kunci: Edukasi, Pertolongan Pertama, Kesehatan dan Keselamatan Kerja  ABSTRACT The promotion of occupational safety and health, as part of the overall improvement of working conditions, is an important strategy, not only to ensure the welfare of workers but also to make a positive contribution to productivity. This health education aims to find out the problems that can occur and how to overcome first aid in work accidents for leather jacket workers at PT. Linda Jaya which is located in the area of Wetan City Village, Garut Kota District. The method carried out in health education is an explanation or lecture given by the speaker to workers and owners of the leather production home industry of PT. Linda Jaya directly, and was followed by questions and answers and demonstrations. Results, Based on the results of the recapitulation of the results of the learning needs assessment, it can be seen that there are some workers, learning needs that are included in the learning needs: Perceived needs, Unperceived needs and Misperceived needs Because there are some participants who know the danger if they do not give first aid to good and correct work accidents that are dangerous to health. Conclusion, Health education is effective in increasing workers' knowledge related to first aid in work accidents to reduce and eliminate the occurrence of work accidents. The health education carried out shows good results on the knowledge of workers in their work environment. The program's sustainable plan for the future is: Providing an understanding of the importance of making efforts to prevent occupational health and safety risks by familiarizing first aid in work accidents at work and involving local stakeholders and industrial home owners.    Keywords: Education, First Aid, Occupational Health and Safety
Penguatan Promosi Kesehatan Cegah Perilaku Merokok Pada Remaja Mulya, Adelse Prima; Lukman, Mamat; Kosassy, Siti Mutia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15139

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang sering dihadapi di sekolah adalah masih ada remaja yang merokok baik di lingkungan sekolah ataupun di luar Sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan  mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi Kesehatan pencegahan merokok. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan metode Pendidikan Kesehatan kepada siswa di salah satu SMP di Jatinangor. Kegiatan Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan memberikan simulasi bahaya merokok menggunakan botol bekas, dan kapas. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang sudah dimodifikasi dari penelitian (Rosali et al., 2013), dengan nilai validitas dan reabilitas sebesar alpha croanbach 0,83. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada hari Juma’at di Aula SMP dimulai pukul 07.30 – 11.30 WIB selama 1 hari. Kegiatan dihadiri oleh 39 siswa perwakilan kelas VII dan VIII. Analisis data menggunakan uji paired samples T test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan pada pre test dan post test remaja yang mengikuti promosi Kesehatan pencegahah perilaku merokok. Promosi Kesehatan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap perilaku merokok, bahaya merokok dan dampak jangka Panjang yang ditimbulkan dari merokok. Kegiatan pengabdian ini disarankan bahwa sangat dibutuhkan peran serta aktif pengawasan dari sekolah dan partisipasi dari orang tua untuk menambah pemahaman siswa dalam rangka mencegah perilaku merokok. Kata Kunci: Merokok, Remaja, Promosi Kesehatan  ABSTRACT The problem that is often faced in schools is that there are still teenagers who smoke both in the school environment and outside the school. This community service aims to determine the difference in knowledge before and after being given smoking prevention health promotion. Community Service (PKM) is carried out by promoting health using the Health Education method for students at one of the junior high schools in Jatinangor, Sumedang Regency. Health education activities are carried out using lecture methods, discussions and providing simulations of the dangers of smoking using used bottles and cotton wool. The implementation of community service was carried out in the junior high school hall. The target of this activity is students in grades VII and VIII. The activity was attended by 39 students representing classes VII and VIII. Data analysis using paired samples T test to determine differences in knowledge before and after being given health promotion. The results of the activity showed that there were differences in knowledge in the pre-test and post-test of teenagers who took part in health promotion to prevent smoking behavior. Health promotion with a health education approach can increase students' understanding of smoking behavior, the dangers of smoking and the long-term impacts of smoking. This service activity suggests that there is a need for increased supervision from schools and active participation from parents to increase students' understanding in order to prevent smoking behavior. Keywords: Smoking, Adolescent, Health Promotion
Edukasi Posisi Ergonomis dan Latihan Peregangan di Tempat Kerja di Rumah Produksi Baso Aci Acay RW 18 Kelurahan Sukamenteri Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Lukman, Mamat; Susanti, Raini Diah; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20202

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan program nasional yang dibentuk untuk melindungi pekerja maupun pengusaha serta perusahaan sebagai usaha untuk memaksimalkan produksi dengan mencegah terjadinyacedera di tempat kerja. Masalah kesehatan kerja berupa nyeri di bagian bahu, tangan, dan pinggang. Hal tersebutdisebabkan oleh posisi tubuh pekerja yang masih tidak sesuai dengan ergonomi tubuh. Meningkatkan pemahaman dalam upaya Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi secara mandiri masalah yang terjadi masalah gangguan ergonomi. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Penyuluhan mengenai peregangan otot yamg Baik dan Benar Saat Bekerja dalam upaya pencegahan resiko kerja, dilaksanakan secara langsung dengan jumlah peserta 14 peserta. Peserta penyuluhan terlihat antusias saat pemberian materi berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik. Dari hasil Kagiatan, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan belajar didapatkan bahwa kebutuhan belajar pekerja di home industryBaso Aci Acay Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, meliputi kebutuhan belajar perceived needs, unperceived needs, dan misperceived needs. Kata Kunci: Ergonomis, Peregangan, Home Industri  ABSTRACT Occupational Safety and Health (K3) is a national program established to protect workers and employers as well as companies in an effort to maximize production by preventing workplace injuries. Occupational health problems are pain in the shoulders, hands, and waist. This is due to the position of the worker's body that is still not in accordance with the body's ergonomics.  Improve understanding in an effort to find out the problems that can occur and how to independently address the problems that occur with ergonomic disorders problems. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method. Counseling on muscle stretching that is Good and Correct While Working in an effort to prevent work risks, was carried out directly with a total of 14 participants. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activities were conducive because the participants paid attention to the material presented well.  From the results of the activity, it can be concluded that the learning needs of workers in the home industry Baso Aci Acay, Sukamenteri Village, Garut District, Garut City, Garut Regency, include perceived needs, unperceived needs, and misperceived needs. Keywords: Ergonomic, Stretch, Home Industry
Studi Deskriptif: Sedentary Lifestyle pada Remaja di Era Digital Rahma, Syifa Imaniar; Lukman, Mamat; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19890

Abstract

ABSTRACT The development of technology in the digital era has significantly changed the lifestyle of adolescents, especially in increasing sedentary lifestyle. This lifestyle if ignored will have a negative impact on health. Therefore, it is important to understand the pattern of sedentary lifestyle in adolescents. This study aims to describe the level of sedentary lifestyle in adolescents and analyze the characteristics of respondents who contribute to sedentary time. This study is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The population of this study were X and XI grade students at SMKN 2 Garut. The sampling technique used stratified random sampling with a sample 220 adolescents. The research tool used the Adolescents Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Data analysis used univariate analysis which resulted in frequency distribution and percentage. The results of this study showed 86.8% of adolescents had a high sedentary lifestyle, with an average sedentary time reaching 8.3 hours / day. The most sedentary activity is using a computer/laptop/HP for recreation (131.8 minutes/day). Age, gender, and involvement in activities outside of school contributed to the high level of sedentary lifestyle. Adolescents in the digital era tend to have a high sedentary lifestyle, especially the use of digital devices for entertainment and low physical activity exacerbates this condition. Therefore, promotive and preventive efforts such as education and motivation are needed to increase physical activity and the negative impacts of a sedentary lifestyle. Keywords: Adolescent, Digital Era, Sedentary Lifestyle  ABSTRAK Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap gaya hidup remaja, terutama dalam meningkatkan sedentary lifestyle. Gaya hidup ini jika dibiarkan akan berdampak negative terhadap kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami pola sedentary lifestyle pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat sedentary lifestyle pada remaja serta menganalisis karakteristik responden yang berkontribusi terhadap waktu sedentary. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas X dan XI di SMKN 2 Garut. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan sampel sebanyak 220 remaja. Alat ukut penelitian menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 86.8% remaja memiliki sedentary lifestyle yang tinggi, dengan rata-rata waktu sedentary mencapai 8.3 jam/hari. Aktivitas sedentary yang paling banyak dilakukan yaitu menggunakan computer/laptop/HP untuk hiburan (131.8 menit/hari). Faktor usia, jenis kelamin, serta keterlibatan dalam aktivitas di luar sekolah turut berkontribusi terhadap tingkat sedentary lifestyle yang tinggi. Remaja di era digital cenderung memiliki gaya hidup sedentary yang tinggi terutama penggunaan perangkat digital untuk hiburan dan rendahnya aktivitas fisik memperuruk kondisi ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotive dan preventif seperti edukasi dan motivasi dalam peningkatkan aktivitas fisik dan dampak negative dari gaya hidup sedentary. Kata Kunci: Era Digital, Remaja, Sedentary Lifestyle
Efektifitas Pemberdayaan Keluarga Dalam Pernapasan Pursed Lips Breathing pada Anak dengan Asma Cahyaningsih, Henny; Hamzah, Ali; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20163

Abstract

ABSTRACT Family has a great influence on the physical and mental health of each family member. Pursed Lips Inhalation is one of the therapeutic interventions in asthma patients to clear airflow obstructions and help normalize the rate, depth, and pattern of breathing. To find out the effect of family empowerment on knowledge, attitudes, and breathing skills of constricted lips. The research method used is Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. The sample is the family of Asthma Children in Bandung. Samples were taken using the purposive non-random sampling technique of 48 families in the intervention and control groups. Data analysis was carried out univariate and bivariate, using dependent and independent t-tests based on data normality tests. The results of the study mean knowledge before and after implementation (p-value 0.00), attitude (p-value 0.010), and skills (p-value 0.000). The results also showed differences in the average group's knowledge, attitudes, and skills. The following intervention and control groups, knowledge before family empowerment (p-value 5.23) after implementation (p-value 0.000). Attitudes before implementation (p-value 0.560), after implementation (p-value 0.000), skills before implementation (p-value 0.530), and after implementation (p-value 0.000). The results of this study show that family empowerment affects the knowledge, attitudes, and breathing skills of Pursed Lips Breathing in families who have children with asthma. Implications for nurses as a reference in providing nursing care to families with children with asthma Keywords: Family Empowerment, Pursed Lips Breathing, Children, Asthma  ABSTRAK Keluarga memiliki pengaruh besar pada kesehatan fisik dan mental setiap anggota keluarga. Pursed Lips Inhalation adalah salah satu intervensi terapeutik pada pasien asma untuk membersihkan obstruksi aliran udara dan membantu menormalkan laju, kedalaman, dan pola pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan bibir yang mengerucut. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Non-equivalent Control Group Design. Sampel adalah keluarga Anak Asma di Bandung. Sampel diambil dengan teknik purposive non-random sampling sebanyak 48 keluarga pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data dilakukan univariat dan bivariat, menggunakan uji-t dependent dan independent berdasarkan uji normalitas data. Hasil penelitian meliputi pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value 0,000).  Hasil penelitian berarti pengetahuan sebelum dan sesudah implementasi (p-value 0,00), sikap (p-value 0,010), dan keterampilan (p-value0,000). Hasilnya juga menunjukkan perbedaan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan rata-rata kelompok. Kelompok intervensi dan kontrol berikut, pengetahuan sebelum pemberdayaan keluarga (p-value 5,23) setelah implementasi (p-value 0,000). Sikap sebelum implementasi (p-value 0,560), setelah implementasi (p-value 0,000), keterampilan sebelum implementasi (p-value 0,530), dan setelah implementasi (p-value 0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pernapasan Pursed Lips Breathing pada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Implikasi bagi perawat sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga yang memiliki anak penderita asma. Kata Kunci: Pemberdayaan Keluarga, Pursed Lips Breathing, Anak, Asma
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak di RS Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Helmina, Lutvia; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13168

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the increasing incidence of dengue fever worldwide. This disease affects everyone, can cause death especially in children and often causes extraordinary events or outbreaks. The purpose of the study was to determine the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. The research design used in this study was a descriptive survey, the number of population in the children's room for 6 months was 56 people, the number of samples was 30 people. The variables in this study were the knowledge and attitudes of mothers about dengue hemorrhagic fever in children. This study used questionnaires that have been tested for validity and reliability with results for knowledge 078 and α = 0.88, while for attitudes 075 and α = 0.86. The analysis in this study used univariate analysis with results using frequency distribution tables. The results showed that the level of knowledge of mothers about dengue hemorrhagic fever was 53.3% had sufficient knowledge with the characteristics of mothers aged 30-39 years 60.0%, with the last education almost part of junior high school and high school which was 36.7%, more than half of housewives as much as 63.3%, and more than half of mothers had no experience as much as 63.3%, while for maternal attitudes more than half of mothers had negative attitudes as much as 60.0%  With the characteristics of most respondents have no experience, which is 63.3%. there are still mothers who have less level of knowledge and more knowledge than those with good level of knowledge.  It is recommended to improve the monitoring and attitude of mothers through counseling to mothers, especially those who have dengue children Keywords: Knowledge, Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian DBD meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang semua orang, dapat menyebabkan kematian terutama pada anak dan sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif, jumlah populasi di ruang anak selama 6 bulan sebanyak 56 orang, jumlah sampel 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit demam berdarah dengue pada anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas dengan hasil untuk pengetahuan 078 dan α = 0,88, sedangkan untuk sikap 075 dan α = 0,86. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan hasil menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit demam berdarah dengue adalah 53,3% memiliki pengetahuan cukup dengan karakteristik ibu berusia 30-39 tahun 60,0%, dengan pendidikan terakhir  hampir sebagian SMP dan SMA yaitu 36,7 %, lebih dari setengah ibu rumah tangga sebanyak 63,3 %, dan lebih dari setengah ibu tidak memiliki pengalaman sebanyak 63,3 %, sedangkan untuk sikap ibu lebih dari setengah ibu memiliki sikap negatif sebanyak 60,0 %  dengan karakteristik sebagian besar reponden tidak memiliki pengalaman yaitu 63,3 %. Bahwa masih ada ibu yang memiliki tingkat pengetahuan kurang dan pengetahuan cukup yang lebih banyak dibandingkan dengan tingkat pengetahuan baik. Disarankan untuk meningkatkan pengetauan dan sikap ibu melalui penyuluhan kepada ibu khususnya yang memiliki anak DBD. Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Demam Berdarah Dengue 
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Cahyaningsih, Henny; Sidik, Tartila Farha; Lukman, Mamat; Shalahuddin, Iwan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.13136

Abstract

ABSTRACK This research is motivated by the incidence of infants who experience neonatal jaundice or often also called a yellow baby. In 2015, 6% which is one of the causes of mortaly. The yellow color in infants can be normal and also abnormal. The normal yellow color in newborns appears on the second and third day and then disappears on the tenth day. The abnormal yellow color appears within 24 hours when the new infant born. This study aims to describe the knowledge and attitudes of mothers about hyperbilirubinemia in RSUD Kota Bandung in 2019.  The research design used was descriptive quantitative with a population of mothers who had just given birth on average per month from the last 3 months is 68 new mothers giving birth in the postpartum room in RSUD Kota Bandung with a sample of 40 new mothers giving birth. Taking sampling uses Accidental Sampling techniques. The data is presented univariately. The results of the research knowledge obtained 12 respondents (30%) had good knowledge, 22 respondents (55%) had sufficient knowledge, and 6 respondents (15%) had insufficient knowledge. Meanwhile the results of the study of maternal attitudes about hyperbilirubinemia were obtained 25 respondents (62,5%) had a positive attitude, and 15 respondents (37,5%) had a negative attitude. Health care institutions to be able to take health promotion policies related to hyperbilirubinemia in order to reduce mortality and morbidity in infants.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Hyperbilirubinemia  ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian bayi yang mengalami ikterus neonatorum atau sering juga disebut dengan bayi kuning. Pada tahun 2015 sebanyak 6% yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi. Warna kuning pada bayi ini bisa bersifat normal dan juga tidak normal. Warna kuning yang normal pada bayi baru lahir muncul pada hari kedua dan ketiga lalu menghilang di hari ke 10. Sedangkan warna kuning yang tidak normal muncul dalam 24 jam ketika bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang hiperbilirubinemia di RSUD Kota Bandung Tahun 2019.  Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan populasi ibu yang baru saja melahirkan rata-rata perbulan dari 3 bulan terakhir sebanyak 68 ibu baru melahirkan di ruangan nifas RSUD Kota Bandung dengan jumlah sampel 40 ibu baru melahirkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Data disajikan secara univariat. Hasil penelitian pengetahuan didapatkan sebanyak 12 responden (30%) berpengetahuan baik, 22 responden (55%) berpengetahuan cukup, dan 6 responden (15%) berpengetahuan kurang. Sedangkan hasil penelitian sikap ibu tentang hiperbilirubinemia didapatkan hasil yaitu sebanyak 25 responden (62,5%) memiliki sikap yang positif, dan 15 responden (37,5%) memiliki sikap yang negatif. institusi pelayanan kesehatan agar dapat mengambil  kebijakan promosi kesehatan yang berkaitan dengan hiperbilirubinemia dalam rangka menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Hiperbilirubinemia 
Dampak Gangguan Tidur Terhadap Kesehatan Pada Remaja : A Scoping Review Lukman, Mamat; Cahyaningsih, Henny; Shalahuddin, Iwan; -, Rostianti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20264

Abstract

ABSTRACT Slee p problems are common in the global population and can be acute or chronic.Sleep disorders are often experienced by adolescents. Adequate sleep for adolescents is expected to support their growth and development and maintain concentration when attending school. Therefore, everyone must meet the need for sleep hours according to their age. The purpose of this study was to determine the impact of sleep disorders on health status in adolescents. The method used in this study was a scoping review. Article searches were carried out systematically in accordance with the 2020 PRISMA Flow guidelines with the databases used in the article search, namely Google Scholar, Scopus, and Pubmed. The articles obtained were sorted based on inclusion and exclusion criteria. The results of the study obtained 4 articles that were worthy of being reviewed regarding the impact of sleep disorders on health in adolescents. In conclusion, sleep disorders that occur in adolescents can affect the physical and mental health of adolescents such as hyperactivity, depression, emotional regulation, anxiety, risk of obesity, and risk of metabolic syndrome. Therefore, preventive measures are needed to overcome sleep disorders in adolescents so that they do not have a significant impact on physical and mental health in adolescents. Keywords: Sleep Disorders, Health, Adolescents  ABSTRAK Masalah tidur lazim terjadi pada populasi global dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Gangguan tidur sering dialami oleh remaja. Kecukupan tidur bagi remaja diharapkan dapat menunjang tumbuh kembangnya dan menjaga konsentrasi ketika bersekolah. Oleh karena itu, setiap orang harus terpenuhi kebutuhan jam tidur sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak gangguan tidur terhadap status kesehatan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu scoping review. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA Flow tahun 2020 dengan basis data yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar, Scopus, dan Pubmed. Artikel yang didapatkan dipilah berdasarkan kriteria inklusi dan inklusi. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel yang layak di-review mengenai dampak gangguan tidur terhadap kesehatan pada remaja. Kesimpulan gangguan tidur yang terjadi pada remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental remaja seperti hiperaktivitas, depresi, regulasi emosional, kecemasan, risiko terjadinya obesitas, dan beresiko mengalami sindrom metabolik. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mengatasi gangguan tidur pada remaja sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kata Kunci: Gangguan Tidur, Kesehatan, Remaja
Co-Authors -, Rostianti Aat Sriati Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Aep Maulid Mulyana Agustina, Habsyah Safaridah Ahmad Yamin Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Aini, Farah Huwaida Qurrota Ainurrachman, Yessi Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Ali Hamzah Amrullah, Jahidul Fikri Andi Nuriyanto Andri Nugraha Aqilah, Faiha Nurul ari rahmat aziz Asti Utami Atmaja, Iceu Amira Dira Azizah, Neng Zihan Nurul Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Nadira Dewi Cahyaningsih, Henny Cecep Eli Kosasih Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambangsari Dadang Purnama Darmawati, Siska Dedeh Husnaniyah DESI APRIANI, DESI Desy Indra Yani Dinda, Arini Dyan K. Nugrahaeni Efri Widianti Endah Rahayu Enisah, Enisah Erlina Windyastuti Erlina Windyastuti Femmy Aditya Purnama Sejati Habsyah Safaridah Agustina Habsyah Saparidah Agustina Hariyani, Salsa Dila Fitria Harun, Hasniatisari Helmina, Lutvia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Hikmat, Rohman Hilmi Adillah Husnaniyah, Dedeh Iceu Amira Iin Inayah Ikeu Nurhidayah Imas Rafiyah Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Abdul Rizal Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jakariya Gilang Ramadhan Karti Nur Aryanti Khairunnisa, Cahyaning Auliya Komalasari, Orkhida Kosassy, Siti Mutia Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lia Meilianingsih Lin, Chung-Ying Luthfi, Wazirul Maria komariah Maziyya, Nur Metia Ariyanti Mira Trisyani Koeryaman Muhamad Ridwan Mulya, Adelse Prima Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Neti Juniarti Nina Sumarni Nita Fitria Nono Sukarna Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurharlina Nurharlina Nursyamsiyah, Nursyamsiyah Permatasari, Leya Indah Pristasari, Sheizi Rahma, Syifa Imaniar Raini Diah Susanti Ratnasari, Indah Millenia Revita Nur Istiqomah Muslim Ronny Suhada Firmansyah Rositianti, Rositianti Sakti, Dimas Wibawa Salsabilla, Raisha Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Amelia Puspita Sari, Citra Windani Mambang Sayu Putu Yuni Paryati Sayu Putu Yuni Paryati Sejati, Femmy Shalahudin , Iwan Sheizi Prista Sari Sherie Meiza Dania Lauren Sidik, Tartila Farha Sihombing, Ferdinan Sithichoksakulchai, Siriluk Sontiva, Nessa Sri Susilawati Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Titin Sutini Tiwi Sudyasih, dkk Tiwi Sudyasih, dkk, Tiwi Tuti Pahria Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Vier Nofrel Waluya, Jajang Ganjar Windi Dwirexsi Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yanti Hermayanti Yessi Ainurrachman Yulianita, Henny Zahra, Muna Az