Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Determinan Sosiodemografi dan Perilaku Terkait Kejadian Servisitis dalam Kehamilan: Tinjauan Sistematik Kencana, Nabila Safhira Titan; Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Pramuningtyas, Ratih; Soekiswati, Siti; Dzikri, Dykall Naf’an
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 04 (2026): April 2026
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i04.1901

Abstract

Introduction: Cervicitis is an inflammation of the cervix that can lead to serious complications during pregnancy. The objective of this article is to identify risk factors associated with the incidence of cervicitis in pregnant women. Methods: Literature review with narrative analysis. Article searches were conducted on the ScienceDirect, Sage, Google Scholar, and Garuda databases using predetermined keywords. A total of 2,009 articles were obtained from the 4 databases. After the screening process based on the inclusion and exclusion criteria, 15 articles were obtained for analysis. Results: Analysis of 15 articles showed that the incidence of cervicitis in pregnant women is influenced by several risk factors, including: (1) Demographic characteristics such as age and ethnicity; (2) Behavior and lifestyle including sexual intercourse and smoking patterns; (3) Obstetric and gynecological health history; (4) Socio-economic factors; (5) Living environment; and (6) Personal hygiene. The most consistently reported factors were poor personal hygiene, low socioeconomic status, and risky sexual behavior. Conclusion: Cervicitis in pregnant women is associated with complex and multidimensional risk factors. Identification of these factors is important for developing prevention and early detection strategies, thereby reducing the incidence of cervicitis and preventing serious pregnancy complications.
Hubungan Pola Makan dan Kualitas Penggunaan Sunscreen SPF ≥ 30 dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Mahasiswa Generasi Z: Penelitian Prakoeswa, Flora Ramona Sigit; Fatimah, Lina Nur; Dzikri, Dykall Naf'an; Sutrisna, Em; Fithriyah, Sa’idatul
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 07 (2026): Juli 2026
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i07.1838

Abstract

Introduction: Acne vulgaris (AV) is an inflammatory disorder of the pilosebaceous follicles that commonly affects adolescents and young adults. AV is influenced by multiple factors, including diet and the use of cosmetic products such as sunscreen. This study aimed to analyze the association of dietary patterns and the quality of SPF ≥ 30 sunscreen use with AV among Generation Z university students. Methods: This analytical observational study used a cross-sectional design and included 108 eligible respondents. Data were collected using questionnaires on dietary patterns and quality of sunscreen use, as well as a clinical examination for AV. Bivariate analysis was performed using Fisher’s exact test. Results: Dietary patterns among Generation Z were not significantly associated with the presence of acne vulgaris (p = 0.609). The quality of SPF ≥ 30 sunscreen use was also not significantly associated with the incidence of acne vulgaris (p = 0.441). Conclusion: Neither dietary patterns nor the quality of SPF ≥ 30 sunscreen use showed a statistically significant association with the incidence of acne vulgaris in the study sample. Further studies with larger populations and multivariable analyses are needed to evaluate other potential confounding factors.
Dermatitis Seboroik dengan Leukemia Myeloidkronik: Laporan Kasus Geofany Hargi Findawan; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit yang penyebabnya diduga oleh Malassezia spp. Keluhan yag muncul pada penderita dermatitis seboroik adalah rasa gatal disertai munculnya skuama berminyak yang dapat ditemukan kulit kepala, lipatan nasolabial, leher, dada, axila, dan pungung. Dermatitis seboroik dapat diperparah dengan adanya kondisi yang menurunkan imunitas tubuh seperti penyakit leukimia myeloid kronik. Dermatitis seborik bersifat kronik residif, sehingga menyebabkan penderita merasa putus asa dalam berobat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsiskan penyakit,perjalanan klinis, dan prognosis. Penelitian ini berbentuk laporan kasus atau case report dari penderita dermatitis seborik dengan riwayat penyakit leukemia myeloid kronik dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian ini menyarakan penggunaan ketoconazole 1-2%, desonide cream 0,05%, pimecrolimus cream 1%, dan sertaconazole cream 2%, karena pada terapi sebelumnya dengan menggunakan ketoconazole dan inerson ointment tidak menunjukkan perbaikan gejala pada pasien. Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang menyerang bagian kulit yang mengandung banyak kelenjar sebasea. Terapi yang dibutuhkan untuk mengatasi dermatitis seboroik adalah antifungal dan antiinflamasi.
Craquele Eczema pada Wanita 75 Tahun dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Sebuah Laporan Kasus Nur Alfi Khoirul Fajriati; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Craquele eczema atau asteatotic eczema merupakan kondisi kekeringan kulit (xerosis) disertai gangguan sawar kulit akibat hilangnya kandungan air dalam stratum korneum yang ditandai dengan garis halus, skuama, dan gatal. Kondisi ini umum terjadi pada pasien geriatri dan memiliki predileksi biasanya di tungkai kaki. Penyebabnya multifaktorial, bisa karena penurunan aktivitas kelenjar sebaseus dan keringat, perubahan komposisi lipid, kondisi sistemik, penyakit autoimun, malnutrisi, dan lain-lain. Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita bernama Ny. J, 75 tahun datang dengan keluhan kulit merah, gatal, pecah-pecah, dan perih di bagian kedua tungkai kaki bawah bagian depan dan punggung kaki sejak 5 hari lalu. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan sedang mengonsumsi obat rutin. Pelembab, kortikosteroid, antibiotik, dan antihistamin diberikan dalam kasus ini. Penatalaksanaan kasus ini ditujukan untuk mengembalikan kelembaban pada kulit. Pelembab menjadi kunci utama pengobatan kondisi ini karena akan membantu melindungi sawar kulit yang telah rusak dan menghidrasi kulit sehingga kondisi tidak semakin berat. Pemberian kortikosteroid dan antibiotik membantu meredakan inflamasi pada kulit serta mencegah infeksi sekunder.
Dampak Personal Hygiene dan Kebersihan Lingkungan terhadap Pasien Scabies dengan Latar Belakang Pedesaan: Laporan Kasus Shintia Suci Pratama Dewi; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan investasi ektoparasit pada kulit oleh tungau Sarcoptes scabiei yang ditandai dengan rasa gatal di malam hari dan terdapat adanya papul dengan dasar eritema dan nampak adanya eksoriasi. Prevalensi scabies di dunia masih cukup tinggi. Scabies merupakan penyakit endemis di negara dengan iklim tropis dan subtropis seperti Asia, Afrika, Karibia, Australia Tengah, Australia Selatan dan Amerika Selatan. Scabies berada pada posisi ketiga dari 12 kasus penyakit kulit yang sering terjadi di indonesia. Scabies terjadi karena faktor risiko seperti sanitasi lingkungan tempat tinggal dan personal hygiene. Scabies ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau lingkungan penderita. Laporan Kasus ini memaparkan dampak personal gygiene dan kebersihan lingkungan terhadap kejadian scabies dengan latar belakang pedesaan yang dialami oleh Ny.S, usia 50 tahun. Personal hygiene yang buruk dan kebersihan lingkungan yang kurang menjadi penyebab terjadinya scabies. Insidensi scabies banyak terjadi di pedesaan dikarenakan faktor pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang kurang.
Pitiriasis Versikolor pada Pasien yang Menggunakan Imunosupresan yang Sering Terabaikan: Case Report Luky Muktasim; Ratih Pramuningtyas; Flora Ramona Sigit Prakoeswa
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pityriasis versicolor, infeksi jamur superfisial kronis yang disebabkan oleh jamur lipofilik dari genus,malassezia merupakan infeksi yang umum terjadi di daerah tropis, epidemiologi dari 100 pasien dengan pitiriasis versikolor, 70% adalah laki-laki dan 30% adalah perempuan. Pengaruh kortikosteroid atau riwayat konsumsi imunosupresan dosis tinggi mengakibatkan meningkatkan pertumbuhan jamur yang mengakibatkan lesi pada kulit. Pemeriksaan fisik menunjukkan papula hipopigmentasi multipel. Sebagian besar lesi bersifat folikulosentris ditemukan bahwa 3 dari pasien menderita infeksi pityriasis versikolor, dibuktikan dengan sediaan KOH yang positif. Tampaknya bermanfaat untuk mempelajari kejadian pityriasis versikolor pada sejumlah besar pasien yang diobati dengan steroid. Seorang laki-laki tuan R usia 64 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan terdapat perubahan warna kulit di sekitar paha kanan dan paha kiri, keluhan sudah berlangsung sekitar 1 bulan yang lalu setelah konsumsi obat kortikosteroid diakui pasien. Pada pemeriksaan fisik, compos mentis, suhu 36,5°C, tekanan darah 120/80 mmHg, HR 70x/menit, saturasi oksigen 99%, dan RR 22x/menit. Pada status ujud kelainan kulit terdapat maculopapular hipopigmentasi.
Tinea Pedis et Corporis pada Pekerja dengan Mobilitas Tinggi Bilqis Herdian Alfiya Hasna; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea pedis et corporis merupakan infeksi jamur superfisial akibat dermatofita yang sering ditemukan pada individu dengan paparan lingkungan lembap, hiperhidrosis, serta gangguan fungsi sawar kulit, dan berisiko menimbulkan kekambuhan bila tidak ditangani secara adekuat. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan gambaran klinis, faktor predisposisi, metode diagnostik, serta respons terapi pada pasien dengan tinea pedis et corporis. Metode yang digunakan berupa laporan kasus deskriptif pada seorang laki-laki usia 52 tahun dengan keluhan gatal kronik, kulit kaki pecah-pecah, berskuama, dan lesi papular anular pada punggung. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dermatologis, serta pemeriksaan mikroskopis sediaan kalium hidroksida (KOH) 10% dari kerokan lesi yang menunjukkan hifa positif. Pasien mendapat terapi fluconazole oral, kombinasi antijamur-kortikosteroid topikal, antibiotik topikal, terapi simptomatik, dan edukasi perawatan kulit. Setelah dua minggu pengobatan, keluhan gatal berkurang, skuama dan fisura membaik, serta lesi kulit mengalami resolusi bertahap tanpa infeksi sekunder. Pendekatan terapi komprehensif disertai edukasi higiene terbukti memberikan perbaikan klinis yang baik dan membantu mencegah kekambuhan.
Co-Authors . Suswardana . Suswardana, . Abiyya Fathanita Adzhani, Muhammad Pria Aflit Nuryulia Praswati Agus Sri Wardoyo Amalia, Shafira Nurul Anang Endaryanto Andini, Putri Dwi Andri Rianawati, Andri Anggelina Aiyoslla Nabilla Putu Pratomo Anik Enikmawati Anis Nuristiqomah Ardhana Januar Mahardhani Arief Hidayat Ariyanti, Rika Auria Silalahi B, Nia Awanis, Ghina Shabrina Aziz, Yusuf Abdullah Bayu Hendro Wicaksono Bilqis Herdian Alfiya Hasna Budi Prasetyo Budi Utomo Burhannudin Ichsan Cita Rosita Sigit Prakoeswa Dadi Rosadi Dewi, Listiana Masyta Dian Ardifah Iswari Dianisa Indira Putri Dimawan, Rully Setia Agus Dominicus Husada Dyah Puji Astuti Dzikri, Dykall Naf'an Dzikri, Dykall Naf’an Ekayanti, Septi Rismala Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erma Widyastuti Ersi Dwi Utami Siregar Fanani Firdaus Faradiba Maharani Fathanita, Abiyya FATIMAH, Lina Nur Fauziah, Isnaeni Nur Febriani Aldila Safitri Febrianty, Astrida Fesky Fithriyah, Sa’idatul Geofany Hargi Findawan Hardyanto Soebono Hari Basuki Notobroto Harun Joko Prayitno Hazimah, Jihan Naufa Hindun Luthfia Rosyida Hindun Luthfia Rosyida Husna, Az zahra Miftahul Ida Betanursanti Ida Untari Indira Putri, Dianisa Inggrit Thalasavia Utami Islamuddin, Tri Kurnia Ahmad Isnaniyanti Fajrin Arifin Kencana, Nabila Safhira Titan Kharisma, Annisa Nur Khoirunisya, Vina Kumala, Aswa Arsa Kumalaningtyas, Martdwitanti Ajeng Kurniasih, Rahmi Kurniawati, Pipit Melyana Lenny Puspita Dewi Lina Alfiyani Listiana Masyita Dewi Listiana Masyta Dewi Luky Muktasim Luthfia Rosyida, Hindun M. Yulianto Listiawan Maharani, Annisa Rizki Maharani, Faradiba Marchelina, Sherly Maureen, Raden Roro Nadya Mita Nuriza Maharani Mitha Amelia Rahmawati Mulyono, Didik Muthiah, Suci N. Juni Triastuti Nafasadila, Fatma Naira Ramadhani Nia Auria Silalahi B Nining Lestari Nisa, Siti An Noor Alis Setiyadi Noviaty Kresna Darmasetiawan, Noviaty Kresna Nur Alfi Khoirul Fajriati Nur Mahmudah Nuristiqomah, Anis Nuriza Maharani, Mita Nurwina, Hasna Syifa Oki Wihardiyanto Prameswari, Elza Puspitasari, Erlita Putri, Elsya Nur Fadhilla Putri, Salma Febrina Raafika Studiviani Dwi Binuko Rahma, Sitta Rahmawati, Dita Rahmi Kurniasih Ramadhani, Naira Ratih Pramuningtyas Ratih Pramuningtyas Rika Ariyanti Rika Ariyanti Rima Munawaroh Rizqi, Mohammad Fathur Rochmadina Suci Bestari Rohmat rohmat Rosyida, Hindun Luthfia Rully Setia Agus Dimawan Safitri, Febriani Aldila Saiful Hidayat Saiful Hidayat Santi Martini Santi, Tika Melandya Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Saputri, Nada Ayu Sari, Winda Atika Satria, Yohanes Aditya Adhi Setyawati, Yayuk Sherly Marchelina Shintia Suci Pratama Dewi Sidiq Diwa Montella Siregar, Ersi Dwi Utami Siti Soekiswati Sitta Rahma Sumaji, Muhammad Anis Sutedjo, Mazaya Bilqiis Deswynand Trias Mahmudiono Vianti, Melita Febry Virgil Zelindrah Wahidah Wahidah Widyatmoko, Yudha Pratama Winda Atika Sari Yakob, Asmirati YAN ADITYA PRADANA Yohanes Aditya Adhi Satria Yundari, Yundari Yusuf Alam Romadhon Zamawi, Zamawi Zelindrah, Virgil Zufara, Iffa Maulida