p-Index From 2021 - 2026
10.354
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Fath Al-Minhaj Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) El-Iqtishady Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah TASAMUH: Jurnal Studi Islam MADDIKA: Journal Of Islamic Family Law Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Anoa: Journal of Animal Husbandry Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Journal of Islamic Studies HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak EDUKASI Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Balance: Jurnal Ekonomi Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA)
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEPOLISIAN REASORT GOWA DALAM MENANNGULANGI BALAPAN LIAR DI KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATAEN GOWA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Kahar, Muhammad; Sohrah, Sohrah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 2, Mei 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i2.13721

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang  peran Kepolisian Reasort Gowa dalam menanggulangi balapan liar di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa (Perspektif Hukum Islam). Masalah kemudian di susun ke dalam submasalah atau pernyataan penelitian, yaitu: (1) Bagaimana upaya Kepolisian dalam Menanggulangi balapan liar? (2) Bagaiman prosedur Penanganan balapan liar di Polres Gowa? (3) Bagaimana pendapat pemuka agama terhadap balapan liat?. tulisan ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), yang di mana penulis langsung terjung ke lapangan  dengan di perkuat hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan dalam penulisan skripsi ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.(1) Upaya kepolisian dalam penanggulangan balapan liar di jalan masuk padifalley golf yaitu: (a) upaya preventif, melakukan pencegahan dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan sosialisasi keselamatan berlalulintas (b) upaya represif, upaya penindakan tersebut berupa tilang dan penyitaan (2) Prosedur penanganan balapan liar di Polres Gowa yaitu : (a) melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan masyarakat (b) melakukan raziah atau patroli secara rutin (c) melakukan penangkapan dan penyitaan barang bukti. (2) pendapat imam desa pallantikang mengenai balapan liar di jalan masuk padifalley golf sangat mengganngu masyarakat karna suara yang berisik dan mengganggu penggunaan jalan lain.Kata kunci: Balapan Liar; remaja; KepolisianAbstractThis paper discusses the role of the Reasort Gowa Police in tackling illegal racing in Pattallassang District, Gowa Regency (Perspective of Islamic Law). The problem is then organized into subproblems or research statements, namely: (1) What is the Police effort to tackle illegal racing? (2) What is the procedure for handling illegal races at Gowa Police Station? (3) What is the opinion of the religious leaders towards the clay race? This paper uses the field research method, in which the writer directly enters the field by strengthening the results of interviews and documentation. The results of the research and discussion in the writing of this thesis can be concluded as follows: (1) The efforts of the police in tackling illegal races at the entrance of padifalley golf are: (a) preventive efforts, prevention by conducting public education and socialization of traffic safety (b) repressive measures, enforcement measures in the form of speeding tickets and seizures (2) Procedures for handling illegal races at the Gowa Police Station, namely: (a) conducting counseling to schools and communities (b) conducting routine raids or patrols (c) making arrests and confiscating goods Proof. (2) the opinion of the pallantikang village priest regarding the wild race at the entrance to padifalley golf greatly disturbs the public because of the noise and disturbing use of other roads. Keywords: Wild Race; Teenager; Police
SISTEM PEMBAGIAN HARTA WARISAN BAGI ANAK LAKI-LAKI DAN ANAK PEREMPUAN DI KEL. PATTAPANG, KEC. TINGGIMONCONG, KAB. GOWA (Studi Perbandingan Antara Kewarisan Adat dan Hukum Kewarisan Islam) Nilam, Nur; Sohrah, Sohrah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Vol. 1, No. 3, September 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v1i3.15454

Abstract

Abstrakartikel ini membahas mengenai masalah kewarisan, dimana yang menjadi pokok masalah penelitiannya adalah Bagaima Sistem Pembagian Harta Warisan Bagi Anak Laki – laki dan Anak Perempuan di Kel. Pattapang, Kec. Tinggimoncong, Kab. Gowa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. yakni penelitian yang menghasilkan data – data deskriptif berupa kata – kata tertulis maupun lisan dari informan dan perilaku objek peneliti yang diamati. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan normative (syar’i) dan yuridis. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1).Sistem pembagian harta warisan yang ada di kelurahan Pattapang adalah sistem pembagian harta warisan secara adat atau kekeluargaan. Sistem ini dilakukan secara kekeluargaan dengan musyawarah yang didasari rasa saling rela dan biasanya pembagiannya dilakukan secara rata; 2).Adapun perbedaan antara sistem kewarisan ini, terletak pada proses pembagian harta warisannya, ahli waris dan bagian yang akan diperoleh, hingga dasar hukumnya, sedangkan persamaan kedua sistem kewarisan ini adalah sama – sama bertujuan untuk mengurus perpindahan harta dari tangan ke tangan antara seorang pewaris dengan ahli ahli warisnya, serta sama – sama menggunakan konsep keadilan dalam proses pembagian harta warisan; 3). Ditinjau dari metode Al - Urf  dan metode Maqashid Syariah sistem pembagian harta warisan di kelurahan pattapang ini diperbolehkan dalam Hukum Islam karena dalam pembagiannya terdapat unsur kesepakatan antara ahli waris yang satu dengan ahli waris yang lainnya, sistem kewarisan ini sesuai dengan pembentukan hukum Islam yakni kemaslahatan umat yang didasarkan kepada Al - Quran dan hadits. Kata kunci: Pembagian  warisan; Kewarisan adat; Hukum waris Islam.     AbstractThis article discusses the problem of inheritance, which is the subject of the research problem is the Bagaima division of Heritage for the boys and girls in Kel. Pattapang, Kec. In the district. Gowa. The type of research used in this study is qualitative research with a descriptive approach, i.e. research that generates data-descriptive data in the form of words-written and spoken from the informant and behavior of the researchers observable objects. This study was conducted with normative (Syar'i) and juridical approaches. Furthermore, the data collection methods used are observations, interviews, documentation, and reference searches. The Results of this study show that: 1). The Inheritance Distribution system in Kelurahan Pattapang is a system of inheritance distribution of adat or family. This system is done in a family with mutual deliberation based on each other and usually the division is done on a flat basis; 2). As for the difference between this inheritance system, lies in the process of dividing the inheritance, heirs and parts to be obtained, to the legal basis, while the similarities of the two systems of inheritance is the same-the same as to manage the transfer of the property from hand to hand between an heir with his heirs, and the same – using the concept of justice in the process of dividing the inheritance Reviewed from the Method of Al- Urf and Maqashid method Sharia distribution system of inheritance in the village of Pattapang is allowed in Islamic law because in the division there is an agreement between the heirs of one with the other heirs, the system of inheritance in accordance with the establishment of Islamic law ie the benefit of the people based on the Qur'an and hadith. Keywords: Division of inheritance; indigenous inheritance; Islamic inheritance law.
Analisis Sosiologis Terhadap Perempuan Yang Mengabaikan Hutang Puasa: Studi Kasus Mahasiswi Perbandingan Mazhab Dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Anggraeni, Reny; Haddade, Abdul Wahid; Sohrah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 3 ISSUE 2, MAY 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.vi.25176

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini ialah analisis sosiologis terhadap perempuan yang mengabaikanhutang puasa (studi kasus mahasiswi Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar). Pokok masalah tersebut selanjutnya diuraikan kedalam beberapa sub masalah atau pertanyaan penelitian yaitu: 1) Apa yang menjadi faktor mahasiswi jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Makassar mengabaikan hutang puasa? 2) Bagaimana analisis sosiologis terhadap mahasiswi Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Makassar yang mengabaikan hutang puasa. Faktor yang menjadi penyebab mahasiswi PMH mengabaikan hutang puasa ialah karena lupa, malas, menunda-nunda, faktor lingkungan sekitar, dan ketidak tahuannya akan hukum mengqadha puasa Ramadhan. Analisis sosiologis berdasarkan fakta yang ada dilapangan nyatanya pelaksanaan qadha puasa tidak sejalan dengan hukum yang berlaku, berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa partisipan melakukan pengabaian meskipun telah mengetahui hukumnya yang dimana jika sesuatu yang wajib lalu ditinggalkan adalah dosa bagi orang tersebut. Adanya pengabaian hutang puasa dikarenakan masih kurangnya kesadaran masing-masing mengenai pelaksanaan qadha puasa.
Urgensitas Musyawarah dalam Penyelesaian Perkara bagi Hakim Pengadilan Agama: Perspektif Al-Qur’an Syafruddin, A. Ummu Fauziyyah; Fikri, Mursyid; Basri, Halimah; Sohrah, Sohrah
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 5 ISSUE 1, JANUARY 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v5i1.45147

Abstract

Judges have an important role in making decisions in handling cases, therefore judges need time to deliberate before enacting a law and deciding on a case, therefore the number of judges consists of three people because of the concept of judicial deliberation which is carried out before deciding on a case. This research aims to provide clarity regarding the study of Al-Musyawarah in resolving cases for judges in Religious Courts from the perspective of Al-Qur’an interpretation. This research methodology uses a type of library research using the Tafsir Mawdhui (Thematic) approach. The results of the research shed more light on the universality of Islamic law which can penetrate the dimensions of time as the main basis for making decisions. It is hoped that this research will be able to provide significant benefits for readers and serve as a reminder that the concept of the Al-Qur’an perspective is always able to be present in resolving every case from time to time and it is also the author's hope that in the future the status of the rule of law and the majority of Muslims in Indonesia able to provide a progressive collaborative existence
The Jewish Harmonious Social Relations with Islamic Societies: A Review of the Qur'an & History Megawati, Lydia; Sohrah, Sohrah
Jurnal Adabiyah Vol 23 No 2 (2023): Islamic Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v23i2a3

Abstract

Religious tolerance is very necessary in social interactions. This has been seen in the interaction between Jewish and Muslims since ancient times. This research seeks to conduct a thorough evaluation of the positive social interactions between the Jewish and Islamic people. The researchers used both historical and Qur'anic methodologies in this investigation. This research examines the history that has been written about the interactions between Jewish and Muslim societies in light of both history and the Qur'an. By detailing the data sources and providing interpretations based on the Qur'an, the researchers carried out data analysis. The research findings indicate that Jews and Islamic civilization are rather close. The Qur'anic passages on Jewish people's ethics and history are numerous. The Qur'an has a number of verses that generally criticize Jewish or children of Israel and the people of the Book, but it also contains verses that counteract this and even exalts them. According to historical evidence, Jewish and Muslims lived side by side in harmony and peace from the time of the prophets through the years that followed, all the way up to the modern era. الملخص التسامح الديني ضروري جدا في التفاعلات الاجتماعية. وقد ظهر هذا في التعامل بين اليهود والمسلمين منذ العصور القديمة. يناقش هذا البحث التفاعلات الاجتماعية الإيجابية بين المجتمعين اليهودي والإسلامي. واستخدم الباحثون المنهج التاريخي والقرآن الكريم في جمع البيانات. يتناول هذا البحث التاريخ المكتوب عن التفاعلات بين المجتمعين اليهودي والإسلامي، سواء من حيث التاريخ أو القرآن. تم إجراء تحليل البيانات من خلال تفصيل مصادر البيانات وتقديم تفسيرات بناءً على القرآن. تظهر نتائج البحث أن الحضارتين اليهودية والإسلامية قريبتان جدًا. والآيات القرآنية المتعلقة بأخلاق وتاريخ الشعب اليهودي كثيرة. يحتوي القرآن على عدد من الآيات التي تنتقد بشكل عام اليهود أو بني إسرائيل وأهل الكتاب، ولكنه يحتوي أيضًا على آيات تعارض ذلك بل وتمجدهم. واستنادا إلى الأدلة التاريخية، عاش اليهود والمسلمون جنبا إلى جنب في وئام وسلام منذ زمن الأنبياء وحتى السنوات التالية، حتى العصر الحديث مفتاح البحث: اليهودية; المجتمع الإسلامي; التوراة; القرآن; التاريخ; العلاقات الاجتماعية Abstrak Toleransi beragama sangat diperlukan dalam suatu interaksi sosial. Hal tersebut terlihat pada interaksi Yahudi dan Islam sejak dari dulu. Penelitian ini membahas interaksi sosial positif antara masyarakat Yahudi dan Islam. Peneliti menggunakan metodologi sejarah dan Al-Qur'an dalam pengambilan data. Penelitian ini mengkaji sejarah yang pernah ditulis tentang interaksi antara masyarakat Yahudi dan Islam baik ditinjau dari sejarah maupun Al-Qur'an. Analisis data dilakukan dengan merinci sumber data dan memberikan tafsir berdasarkan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peradaban Yahudi dan Islam cukup dekat. Ayat-ayat Al-Qur'an mengenai etika dan sejarah orang Yahudi sangat banyak. Al-Qur'an mempunyai sejumlah ayat yang umumnya mengecam orang-orang Yahudi atau Bani Israil dan Ahli Kitab, namun juga memuat ayat-ayat yang menentang hal tersebut dan bahkan mengagung-agungkan mereka. Berdasarkan bukti sejarah, kaum Yahudi dan Muslim hidup berdampingan secara rukun dan damai sejak zaman para nabi hingga tahun-tahun berikutnya, hingga zaman modern. Kata Kunci: Agama Yahudi; Masyarakat Islam; Taurat; Al-Qur'an; Sejarah; Hubungan Sosial
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI TANAH DI BAWAH TANGAN DI DESA TAMADAMPENG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Risdayanti; Sohrah; Andi Intan Cahyani
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 5 Nomor 2 Januari 2024
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.39232

Abstract

Abstrak Tanah sebagai tempat kita berpijak dan menopang sebagian besar kehidupan kita. Dalam praktiknya jual beli tanah tidak selamanya dapat berjalan dengan lancar jual beli tanah di bawah tangan di ddesa tamadampeng kecamatan galesong kabupaten takalar yang di mana penjual dan pembeli ini melakukan transaksi bukan di depan notaris/ppat, tak berupa surat di bawah tangan ini menimbulkan masalah di kemudian hari. Rumusan masalah dalam yaitu : bagaimana proses pelaksanaan jual beli tanah di bawah tangan yang terjadi didesa tamadampeng , kecamatan galesong, kabupaten takalar dan bagaimana pandangan hukum islam terhadap jual beli tanah di bawah tangan di desa tamadampeng, kecamatan galesong, kabupaten takalar. Penelitian ini bersifat tinjauan lapangan (field research) dan menggunakan metode penelitian observasi, wawancara, dokumentasi. Jual beli tanah di bawah tangan di desa tamadampeng, kecamatan galesong kabupaten takalar hukumnya tidak sah tidak memenuhi syarat, rukun jual beli dan banyak yang di rugikan di kemudian hari karna tidak melibatkan notaris dalam transaksi yang di lakukan di mana hanya selembar kwitansi yang bukan akta outentik yang hanya berdasar atas kepercayaan dan prosesnya tidak di lanjut ke badan pertanahan menurut masyarakat cukup keberatan karena biayanya yang relatif tinggi dan memakan waktu yang banyak untuk mengurusnya dan di hadapan kepala desa sudah cukup. Kata Kunci: Di bawah Tangan, Hukum Islam, Jual Beli. Abstract Land as a place where we stand and sustains most of our lives. In practice, buying and selling land does not always run smoothly. Buying and selling land under the hands in Tamadampeng village, Galesong sub-district, Takalar district, where the seller and buyer do the transaction is not in front of a notary/ppat, not in the form of underhanded letters. This creates problems in later. The formulation of the internal problem is: what is the process of carrying out the sale and purchase of land under the hands that took place in Tamadampeng village, Galesong sub-district, Takalar district and what is the view of Islamic law on buying and selling land under the hands in Tamadampeng village, Galesong sub-district, Takalar district. This research is a field research (field research) and uses observation research methods, interviews, documentation. Buying and selling land privately in Tamadampeng village, Galesong sub-district, Takalar district, is illegal, does not meet the requirements, the pillars of sale and purchase and many losers in the future because they do not involve a notary in the transaction carried out where only a receipt is not an authentic deed which is only based on trust and the process is not forwarded to the land agency according to the community is quite objectionable because the costs are relatively high and it takes a lot of time to arrange it and it is sufficient in the presence of the village head. Keywords: Under Hand, Islamic Law, Buying and Selling.
SISTEM MUKHABARAH TERHADAP PEMBAGIAN HASIL PADA LAHAN PERTANIAN DITINJAU DARI SEGI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1960 DI KECAMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Nigrah MS, Agustina; Sohrah; Suriyadi
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Volume 5 Nomor 4 Juli 2024
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.vi.39708

Abstract

Abstrak Dalam hukum Islam sendiri terdapat 3 jenis bentuk kerja sama perjanjian bagi hasil pada lahan pertanian, antara lain “Musaqah”, “Muzara’ah”, “Mukhabarah”. Selain hukum Islam, dalam perundang-undangan-pun pemerintah sudah mengatur peraturan tentang pertanahan tentang Perjanjian Bagi Hasil dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960. Peran undang-undang tersebut bertujuan agar pembagian hasil tanah yang dilakukan oleh pihak yang terikat dalam perjanjian dapat terlaksana atas dasar adil, serta terjamin pula kedudukan hukum yang layak bagi petani penggarap. Isu utama yang diangkat dalam penelitian ini yaitu bagaimana praktik perjanjian bagi hasil di Kecamatan Pitu Riase jika dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 serta pandangan hukum Islam terhadap kerja sama tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan dengan turun langsung ke lapangan (Field Research). Data yang diperoleh berasal dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan bagi hasil yang dilakukan oleh masyarakat di desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan sistem bagi hasil yang memiliki kemiripan dengan sistem mukhabarah. Dan dalam pandangan hukum Islam sendiri memperbolehkan praktik kerja sama tersebut. Selama yang dilakukan masih dalam syariat hukum Islam yang ditetapkan. Masyarakat Bila Riase melakukan perjanjian masih dalam bentuk lisan, bertentangan dengan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil bahwa setiap perjanjian dilakukan dalam bentuk tertulis dan dilaporkan kepada pemerintah desa setempat. Implikasi dari penelitian ini, yaitu pemerintah desa setempat harus memberikan perhatian lebih dalam membina masyarakat untuk tidak acuh pada ketentuan hukum yang berlaku. Kata Kunci : Bagi Hasil, Mukhabarah, UU No.2 Tahun 1960, Hukum Islam.   Abstract In Islamic law itself there are 3 types of cooperation agreements for production sharing on agricultural land, including "Musaqah", "Muzara'ah", "Mukhabarah". In addition to Islamic law, the government has also regulated regulations regarding land regarding Production Sharing Agreements in Law Number 2 of 1960. The role of the law is to ensure that the distribution of land proceeds carried out by parties bound in the agreement can be carried out on fair basis, as well as guaranteed proper legal status for sharecroppers. The main issue raised in this study is how the practice of profit-sharing agreements in Pitu Riase Subdistrict is related to Law Number 2 of 1960 and the views of Islamic law on this cooperation. This research is a type of qualitative research conducted by going directly to the field (Field Research). The data obtained comes from observations, interviews, and documentation. Based on the results of the research conducted, it shows that the profit-sharing activities carried out by the community in Bila Riase Village, Pitu Riase District, Sidenreng Rappang Regency are profit-sharing systems that have similarities to the mukhabarah system. And in view of Islamic law itself allows the practice of such cooperation. As long as what is done is still within the stipulated Islamic law. Community If Riase makes an agreement still in oral form, contrary to what has been stipulated in Law Number 2 of 1960 concerning Production Sharing Agreements that every agreement is made in written form and reported to the local village government. The implication of this research is that the local village government must pay more attention to fostering the community not to be indifferent to applicable legal provisions. Keywords: Profit Sharing, Mukhabarah, Law No. 2 of 1960, Islamic Law.
SUMBER TAFSIR AL-MA‘ṠUR DAN AL-RA’YU SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KARYA TAFSIR KONTEMPORER Saleng, Ahmad Dani; Abubakar, Achmad; Sohrah
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 01 (2023): TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/tafakkur.v4i01.147

Abstract

This study seeks to provide an explanation of the sources of al-ma’ṡur and al-ra'yu in an interpretation as well as to analyze the influence of these two sources on contemporary exegetical works. This research is a literature study using content analysis techniques in processing the data obtained. The results of this study are that the source of al-ma’ṡur is a source of interpretation based on history, while the source of al-ra'yu is based on thought. The form of interpretation with the source of al-ma’ṡur can be in the form of interpretation of verses from the Koran, hadith, the opinion of friends and tabi'in, while the form of interpretation with the source of al-ra'yu is in the form of interpretation of verses based on the results of the mufasir's thoughts by relying on various aspects and point of view. The source of al-ra'yu is more widely used in contemporary works than the source of al-ma’ṡur. This is because the source of al-ra'yu is considered by contemporary interpreters to be very suitable for producing interpretations of verses that are in accordance with the times.
MAKNA AL-NABĪ AL-UMMĪ PERSPEKTIF MUFASIR INDONESIA : (Penafsiran Bisri Mustofa dan Tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an RI terhadap QS. Al-‘Arāf/7:157-158) Panggih Widodo; Achmad Abubakar; Sohrah; Ahmad Dani
Al-Fath Vol 17 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v17i1.8211

Abstract

This study discusses the interpretation of the meaning of al-nabī al-ummī in QS al-A'rāf/7: 157-158 according to Bisri Mustofa and the Tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an RI and is a literature study using primary and secondary data. The result of the research is that al-nabī al-ummī which is attributed to the Prophet Muhammad found in QS al-A'rāf/7: 157-158. Bisri Mustofa interpreted that the Prophet Muhammad could not read and write and also meant that he was clean from sin. Meanwhile, the Tim Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an RI interpreted that the Prophet Muhammad not good at reading and writing. There are several similarities and differences in the interpretation of each of these figures in terms of the diversity of meanings of the sentence al-nabī al-ummī, the attribution of these characteristics to him, and the level of ability of the Prophet Muhammad in terms of reading and writing. The purpose of this research is to find out the interpretation of some Indonesian interpreters about the meaning of al-nabī al-ummī.
Konsep Kesehatan Jiwa dalam Al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tematik) Muajizat; M, M. Galib; Sohrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.52870

Abstract

Tesis ini merupakan penelitian terhadap konsep kesehatan jiwa dalam al-Qur’an dengan mengangkat dua term pembahasan seputar نَفْسٌ dan طَمَنَ. Latar belakang masalah dalam tesis ini setidaknya ada dua poin yang melatarbelakangi peneliti mengangkat tema ini sebagai judul penelitian, yaitu: pertama, secara umum kajian tentang kesehatan jiwa belum mendapat perhatian yang lebih dalam bidang ilmu tafsir yang menghubungkannya dengan ilmu jiwa dan ilmu sosial, kedua, secara khusus dengan melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata berdampak pada pola hidup masyarakat serba kompleks yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan terhadap nilai-nilai kehidupan dikarenakan tidak adanya solusi yang dijadikan konsep sekaligus pedoman oleh manusia saat kecenderungan jiwanya mengajak kepada suatu keburukan sehingga pada akhirnya berujung kepada aktivitas bunuh diri. Permasalahan pokok yang terdapat dalam penelitian tesis ini adalah bagaimana konsep kesehatan jiwa dalam al-Qur’an? Yang peneliti jabarkan kepada beberapa sub masalah, yaitu: Bagaimana Pola Kecenderungan Jiwa dalam al-Qur’an? Bagaimana Langkah-langkah dalam Membentuk Kepribadian Jiwa Qur’ani? Bagaimana Urgensi Menciptakan Kesehatan Jiwa dalam al-Qur’an? Dari rumusan masalah tersebut diharapkan agar penelitian ini bertujuan dapat mengetahui secara mendalam konsep kesehatan jiwa dalam al-Qur´an yang dijadikan sebagai bahan informasi penting bagi pemerhati kajian tafsir sekaligus sebagai bahan bacaan atau referensi pustaka pada berbagai lembaga keilmuan di bidang tafsir dan dapat menjadi rujukan bagi kaum intelektual maupun masyarakat serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga nuansa interaksi sosial dapat terwujud secara aman, damai serta hidup dalam nuansa qur´ani Penulis menggunakan metode tafsir tematik melalui tiga pendekatan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan ilmu tafsir, ilmu jiwa atau psikologi dan ilmu sosial atau sosiologis menggunakan beberapa teknik interpretasi, di antaranya: teknik interpretasi qur’ani, sunnah, linguistik, sistemis dan interpretasi kultural. Penelitian ini tergolong library research berjenis kualitatif, di mana keseluruhannya merujuk pada literatur yang bersumber dari bahan tertulis seperti buku, jurnal, artikel dan dokumen yang bersifat riset kepustakaan. Hasil dari penelitian tesis ini setelah melihat dari teori ilmu tafsir, psikologi dan sosiologis kemudian menghubungkannya dengan term-term kesehatan jiwa dalam al-Qur’an maka ditemukan kesimpulan yaitu, pertama, pola kecenderungan jiwa manusia terbagi tiga, antara lain al-nafs al-amma>rah, al-nafs al-lawwa>mah dan al-nafs al-mut}mainnah, kedua, langkah-langkah dalam membentuk kepribadian jiwa qur’ani ada lima cara, antara lain: mengecek berita atau informasi, membumikan al-Qur’an di dalam kehidupan, muh}a>sabah al-nafs atau introspeksi diri, bersyukur sebagai tolok ukur kebahagiaan serta isti’a>z|ah atau memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaan dari Allah, ketiga, urgensi menciptakan kesehatan jiwa dalam al-Qur’an menghadirkan banyak kemaslahatan yang terwakili dengan tiga macam manfaat, antara lain: memperbaharui iman di dalam hati, memiliki semangat yang tinggi dan senantiasa berzikir dengan mengingat Allah swt.
Co-Authors A. Habib Amanatullah Rahdar Abdul Wahid Haddade Abidin, Saenal Abrar, Andi Abubakar, Achmad Achmad Abubakar Achmad Abubakar Adhayanti, A Nurzafira Afifah, Andi Nur Aguspian Aisyah Arsyad Akbar Alfiah, Dhiya Ali Fathurrahman Alimuddin AM, Memi Pratiwi Amrain, Deefa Augista Andi Anggun Dwi Utami Darwis Andi Fauziah Astrid Andi Indra Puteri Andi Intan Cahyani Andi Miswar Andi Sugirman, Andi Anggraeni, Reny Anita Marwing, Anita Annisa Reski Syamsuri Arfah, M. Thahir Arisandi, Nadia Putri Asmaul Husna Asniati Jabbar Ayu Trysnawati Baharuddin Baiq Raudatussolihah Basir Paly Bintang, Qurniah Citra, Anira Emir Surya Kautsar Fadia Magfirah Fajriany S, Imaniar Nur Fakhri Afif Fatimah, Andi Husnul Fatmawati, Fatmawati Fitri Wulandari Galib, M. Hadi Daeng Mappuna Hadi Daeng Mapuna Hajma, Zelviyah Nur Halimah B Halimah Basri Hamzah Hasan Hamzah Saputra Handayani Indah Susanti Hasbullah, Irma Juliana Hasriani Hasir Heni Pujiastuti Heri Iswandi Hesti Hildawati Almah Husna, Zulfaniyatul Ifal Arfandi Ihsan HB, Muh. Nur Ihwan Wahid Minu Irdan, Alfiani Irmawaty Irmawaty Jayawarsa, A.A. Ketut Kamal Kamal Kamriah Karunia, Ayu Fajri Kasjim Salenda Khaidir Ali Sahid Lomba Sultan M, M. Galib Mahfudz, Muhsin Mahyuddin Latuconsina Mariani Mega Wati Megawati, Lydia Muajizat Muchtar, Zulayka Muh. Nasruddin A Muhammad Anis Muhammad Arqam Azikin H. Muslimin Muhammad Aswad Muhammad Gufran Abdi Muhammad Irham Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Nur Muhammad Radiyal Muhammad Sabri Muhammad Saleh Ridwan Mursyid Fikri Muslimin Kara Musrianaa Nigrah MS, Agustina Nilam, Nur NUR ALAMSYAH Nur Alamsyah Nur Reyztafirigi Andayani Nur Sa'ada Mukmin Nur, Chamdar Nurfadhila, Nurfadhila Nurfadillah Ahmad Nur Nurjannah Nurjannah Nurmadina Nurul Mufidah Panggih Widodo Pertiwi, Fitrah Prili Dwi Utami Putra, Adjie Yunus Eka Putri, Ainun Amaliah Rahma Ashari Hamzah Rahmatul Akbar Ramadhani, Ahmad Fathur Risdayanti Rofiqah Al Munawwarah Rosdiana Deceng Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Sabari Sabari Saleh, Musyirah Saleng, Ahmad Dani Sapinah St. Nurhaniza S St. Nurjannah Suriyadi Syafruddin, A. Ummu Fauziyyah Syam, Asriadi Syamsuddin Syamsuddin Touku Umar Touku Umar Ummu Fadhilah Imran Ibrahim Umni Alwiyah Wahyudi, Feri Eko Wijaya, Febri Ainul Yuni Nurdiah Kurniati