p-Index From 2021 - 2026
11.091
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Fath Al-Minhaj Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) El-Iqtishady Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah TASAMUH: Jurnal Studi Islam Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Istismar : Jurnal Kajian dan Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Anoa: Journal of Animal Husbandry Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Jeinsa : Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Journal of Islamic Studies HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak EDUKASI Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Balance: Jurnal Ekonomi Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) Jurnal Ilmu Agama Indonesia (JIGAMNA) Al Yasini: Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP EKONOMI DALAM ISLAM Sohrah, Sohrah
Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2014): Al-Qadau
Publisher : Jurusan Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-qadau.v1i2.641

Abstract

Turunya agama Islam  yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw., agama tauhid dari Allah swt. telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk aspek ekonomi. Sebagai ekonomi yang berbasis syariat Islam, memiliki beberapa prinsip antara lain prinsip dalam proses produksi. Muhammad Al-Mubarak mengemukakan prinsip mendasar  bagi kegiatan produksi dan perekonomian secara keseluruhan, antara lain: (1) Seluruh kegiatan produksi  terikat pada tataran nilai moral dan teknikal yang Islam; (2) Dilarang memproduksi dan memperdagangkan komoditas sekumpulan yang tercela karena bertentangan dengan syari’ah; (3) Kegiatan produksi harus memperhatikan aspek sosial-kemasyarakatan , dan  memenuhi kewajiban zakat, sedekah, infak dan wakaf; dan (4) Dilarang melakukan kegiatan produksi yang mengarah pada kezaliman. Dengan prinsip-prinsip tersebut, ekonomi Islam mampu melahirkan produksi yang memberi kesejahteraan agama dan social.
INTEGRASI QAWĀ’ID LUGHAH DAN UṢŪL FIQH DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN Musfirah Musfirah; Sohrah Sohrah; Muhammad Galib
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 02 (2026): TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/tafakkur.v6i02.1411

Abstract

This study of the Qur’an requires methods that can accurately explain the meanings of the text and produce legal understandings that are consistent with the objectives of Islamic law. This research aims to examine the integration of qawāid lughah and uṣūl fiqh in Qur’anic interpretation and to explain their contributions to understanding Qur’anic verses. Employing a library research method, this study draws upon various sources related to Arabic linguistic principles and the foundations of Islamic jurisprudence. The analysis is conducted through linguistic and legal approaches to explore the relationship between these two disciplines in the interpretive process. The findings reveal that qawāid lughah functions to clarify the meanings of words, grammatical structures and the linguistic context of Qur’anic verses, while uṣūl fiqh provides a methodological framework for understanding legal implications and the objectives of Islamic law. These two disciplines are closely interconnected and mutually reinforcing, enabling a more comprehensive understanding of the Qur’an. Therefore, the integration of qawāid lughah and uṣūl fiqh constitutes an essential foundation for developing Qur’anic interpretations that are more accurate, systematic, and academically accountable.
Teologi Patriarki: Penafsiran Al-Quran tentang Relasi Gender dalam Rumah Tangga Ismail Ismail; Ahmad Abubakar; Sohrah Sohrah
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.985

Abstract

Konstruksi relasi gender yang tidak seimbang memainkan peran penting dalam praktik ketidakadilan, di samping faktor individu dan ekonomi. Dalam banyak pasangan suami-istri, terdapat hierarki di mana laki-laki sering kali mendominasi. Penafsiran agama yang bernuansa patriarkal memperkuat dominasi ini, menjadikannya alat untuk melegitimasi ketidakadilan dan kekerasan. Dalam hal ini, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya isu pribadi, melainkan masalah struktural yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan pemahaman agama yang bias gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Al-Qur'an tentang relasi gender melalui lensa teologi patriarki dan hubungannya dengan praktik KDRT. Dengan demikian, penelitian ini berusaha merumuskan kritik dan reinterpretasi yang mendukung kesetaraan gender untuk menciptakan hubungan rumah tangga yang bebas dari kekerasan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan teologis-normatif dan sosio-kultural, menggunakan data dari literatur tafsir klasik dan kontemporer, serta sumber lain seperti buku dan jurnal. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami penafsiran Al-Qur’an tentang relasi gender secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa KDRT berkaitan erat dengan konstruksi sosial serta penafsiran agama yang bias gender. Tafsir patriarkal terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dapat memperkuat ketimpangan relasi dan melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, tafsir kontemporer lebih menekankan pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang. Oleh karena itu, dekonstruksi teologi patriarki menjadi penting untuk membangun pemahaman Islam yang lebih adil dan menolak segala bentuk kekerasan.
Integrasi Qawā’id Lughah dan Uṣūl Fiqh Dalam Penafsiran Al-Qur’an Musfirah; Sohrah; Muhammad Galib
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v4i1.88

Abstract

Penelitian ini membahas tentang integrasi qawā’id lughah dan uṣūl fiqh dalam penafsiran al-Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami al-Qur’an secara teat melalui pendekatan kebahasaan dann hukum agar makna ayat tidak disalahpahami. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan dan penggunaan qawā’id lughah dan uṣūl fiqh dalam menafsirkan al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui pendekatan kebahasaan dan pendekatan uṣūl fiqh dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an, khususnya yang berkaitan dengan penafsiran dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qawā’id lugah berperan dalam memahami makna lafaz, struktur bahasa, dan konteks ayat, sedangkan uṣūl fiqh berfungsi sebagai metode dalam menggali hukum dan maksud syariat. Keduanya memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi dalam melakukan penafsiran al-Qur’an. Dengan demikian, integrasi qawā’id lugah dan uṣūl fiqh menjadi landasan penting dalam penafsiran al-Qur’an yang lebih tepat, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Teologi Patriarki: Penafsiran Al-Quran tentang Relasi Gender dalam Rumah Tangga Ismail Ismail; Ahmad Abubakar; Sohrah Sohrah
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.985

Abstract

Konstruksi relasi gender yang tidak seimbang memainkan peran penting dalam praktik ketidakadilan, di samping faktor individu dan ekonomi. Dalam banyak pasangan suami-istri, terdapat hierarki di mana laki-laki sering kali mendominasi. Penafsiran agama yang bernuansa patriarkal memperkuat dominasi ini, menjadikannya alat untuk melegitimasi ketidakadilan dan kekerasan. Dalam hal ini, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya isu pribadi, melainkan masalah struktural yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan pemahaman agama yang bias gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Al-Qur'an tentang relasi gender melalui lensa teologi patriarki dan hubungannya dengan praktik KDRT. Dengan demikian, penelitian ini berusaha merumuskan kritik dan reinterpretasi yang mendukung kesetaraan gender untuk menciptakan hubungan rumah tangga yang bebas dari kekerasan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan pendekatan teologis-normatif dan sosio-kultural, menggunakan data dari literatur tafsir klasik dan kontemporer, serta sumber lain seperti buku dan jurnal. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami penafsiran Al-Qur’an tentang relasi gender secara kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa KDRT berkaitan erat dengan konstruksi sosial serta penafsiran agama yang bias gender. Tafsir patriarkal terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dapat memperkuat ketimpangan relasi dan melegitimasi kekerasan. Sebaliknya, tafsir kontemporer lebih menekankan pada nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang. Oleh karena itu, dekonstruksi teologi patriarki menjadi penting untuk membangun pemahaman Islam yang lebih adil dan menolak segala bentuk kekerasan.
Kekerasan dalam Rumah Tangga Perspektif Tafsir Tematik Sabari Sabari; Rosmini; Sohrah
Aksioreligia Vol. 4 No. 1 (2026): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v4i1.950

Abstract

Domestic violence (DV) is a social problem that continues to increase and has serious impacts on women, children, and the structure of modern families. In the context of Islamic studies, several Qur’anic verses such as Q.S. An-Nisā’ 34, Q.S. Al-Baqarah 231–232, Q.S. An-Nisā’ 19, and Q.S. At-Taḥrīm 6 are often misunderstood as justifications for acts of domestic violence. This study examines these verses using the thematic exegesis method through the stages of verse arrangement, contextual analysis (asbāb al-nuzūl and munāsabah), concept integration, and a comprehensive study that combines all relevant scriptural texts. The results of the analysis show that these verses do not legitimize violence, but rather function as corrective and preventive instruments to protect families from Jahiliyyah practices characterized by gender inequality. The principle of tadarruj in Islamic law plays a role in gradually restructuring social order from a culture of violence toward more just and civilized family relations. Supporting evidence from the Prophet’s hadiths and the narrations of the Companions further emphasizes that Islam rejects harmful physical abuse and prioritizes conflict resolution based on dialogue, moral education, and protection. Therefore, a thematic understanding of these verses produces a relevant and contextual perspective for preventing domestic violence in contemporary society.
SUMBER TAFSIR AL-MA‘ṠUR DAN AL-RA’YU SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KARYA TAFSIR KONTEMPORER Ahmad Dani Saleng; Achmad Abubakar; Sohrah
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 4 No. 01 (2023): TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/tafakkur.v4i01.147

Abstract

This study seeks to provide an explanation of the sources of al-ma’ṡur and al-ra'yu in an interpretation as well as to analyze the influence of these two sources on contemporary exegetical works. This research is a literature study using content analysis techniques in processing the data obtained. The results of this study are that the source of al-ma’ṡur is a source of interpretation based on history, while the source of al-ra'yu is based on thought. The form of interpretation with the source of al-ma’ṡur can be in the form of interpretation of verses from the Koran, hadith, the opinion of friends and tabi'in, while the form of interpretation with the source of al-ra'yu is in the form of interpretation of verses based on the results of the mufasir's thoughts by relying on various aspects and point of view. The source of al-ra'yu is more widely used in contemporary works than the source of al-ma’ṡur. This is because the source of al-ra'yu is considered by contemporary interpreters to be very suitable for producing interpretations of verses that are in accordance with the times.
RIBA DALAM PINJAMAN ONLINE: TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN REGULASI DI ERA KONTEMPORER Rahman Pangerang; Achmad Abubakar; Sohrah Sohrah
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.392

Abstract

The development of the times has brought significant changes to human lifestyles and needs, particularly through the influence of social media, which shapes individuals’ lifestyles and self-perceptions. Intensive social media interaction encourages individuals to present an idealized image to gain social recognition, often one that does not reflect their actual conditions. To fulfill these needs, many people resort to online loans. This phenomenon has implications for consumptive behavior and the pursuit of social status, which, in some cases, may encourage economic practices that are not in accordance with Islamic principles, such as riba (usury). From an Islamic perspective, riba is strictly prohibited as stated in the Qur’an and Hadith because it contradicts the values of justice and economic balance. The Indonesian Ulema Council (MUI) defines riba as an additional charge without compensation arising from deferred payment that harms one of the parties involved. Although the prohibition of riba has a strong foundation, its implementation in the modern era faces various challenges, including the dominance of interest-based economic systems, low Islamic financial literacy, and limited regulations. The purpose of this study is to analyze society's consumptive behavior in using online loans to gain social recognition through the perspectives of the Qur’an, Hadith, and MUI Fatwas. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) to examine theories, concepts, and findings from previous studies, drawn from books, journals, and empirical approaches grounded in direct experience and observation. The findings of this study reaffirm that the concept of riba in online loans in the contemporary era creates injustice and economic imbalance in society by imposing additional charges that disadvantage one of the parties involved.
ETIKA PEMASARAN DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR TEMATIK TERHADAP PRINSIP JUAL BELI ISLAMI Ismaila Tompo; Achmad Abubakar; Sohrah Sohrah
Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang Vol 5 No 1 (2026): hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61912/jeinsa.v5i1.473

Abstract

The development of the contemporary digital marketing ecosystem has intensified practices of information distortion, product hyperrepresentation, visual engineering of consumption, and exploitative persuasion that increasingly diverge from the principles of honesty and transparency. This condition has not only triggered a crisis of consumer trust, but has also blurred the boundary between marketing communication and perceptual manipulation in modern business practices. Meanwhile, studies on commercial transactions in Islam have largely focused on jurisprudential aspects and normative business ethics, while the transformation of digital marketing ethics has rarely been examined through thematic Qur’anic interpretation. This study aims to reinterpret marketing ethics from the perspective of the Qur’an through a thematic tafsir (tafsīr maudhu‘i) approach toward verses concerning trade, honesty, trustworthiness, and the prohibition of deception. This research employs a qualitative library-based method with descriptive and content analysis approaches. The findings reveal that the Qur’an not only legitimizes commercial activities, but also establishes an ethical marketing foundation based on ṣidq (truthfulness), amanah (trustworthiness), justice (‘adl), and transparency as pillars of sustainable economic relations. The study further indicates that the concept of tathfif has expanded within the digital sphere into forms of non-material value distortion through the obscuring of product realities and the construction of consumer perceptions. This research proposes the concept of Qur’anic trust-based marketing as an ethical paradigm centered on trust, moral integrity, and social responsibility within contemporary digital marketing culture.
ORKESTRASI AL-QUR’AN DALAM MEMULIAKAN ORANG MISKIN DAN MEMUSUHI MENTAL MISKIN: STUDI TEMATIK A. Muh. Nur Syahid Mappaladeng; Achmad Abubakar; Sohrah Sohrah
ISTISMAR Vol. 9 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/a846q057

Abstract

Contradictions often arise in Islamic discourse regarding poverty : (1) the honoring of the poor; and (2) an anti-poverty mindset that emphasizes work ethic and self-reliance. This study aims to explore wether the Qur'an teaches both concepts simultaneously and how they harmonize. The research employs the thematic exegesis method (al-tafsir al mawdui). Verses concerning poverty, the rights of the poor, and work ethic were collected and analyzed with reference to prominent exegetical works such as Tafsir al-Tabari, Ibn Kathir, al-Qurtubi, al Maraghi, al-Misbah, and Taysir al-Karim al- rahman, The findings indicate that the Qur'an does not set these two messages in opposition; rather, it integrates them within a framework of balance (tawazun). Honoring the poor is mandated as a matter of structural social justice, while work ethic and the aversion to becominga burden on others are taught as aspects of personal dignity. This harmony resembles an orchestra that blends collective responsibility with individual responsibility. poverty alleviation in Islam must be holistic.  Keywords : poverty; poverty mentality; thematic interpretation, orchestration, work ethic
Co-Authors A. Habib Amanatullah Rahdar A. Muh. Nur Syahid Mappaladeng Abdul Wahid Haddade Abidin, Saenal Abrar, Andi Abubakar, Achmad Achmad Abubakar Achmad Abubakar Achmad Abubakar Achmad Abubakar Adhayanti, A Nurzafira Afifah, Andi Nur Aguspian Ahmad Abubakar Ahmad Dani Saleng Aisyah Arsyad Akbar Alfiah, Dhiya Ali Fathurrahman Alimuddin AM, Memi Pratiwi Amrain, Deefa Augista Andi Anggun Dwi Utami Darwis Andi Fauziah Astrid Andi Indra Puteri Andi Intan Cahyani Andi Miswar Andi Sugirman, Andi Anggraeni, Reny Annisa Reski Syamsuri Arfah, M. Thahir Arisandi, Nadia Putri Asmaul Husna Asniati Jabbar Ayu Trysnawati Baharuddin Baiq Raudatussolihah Basir Paly Bintang, Qurniah Citra, Anira Emir Surya Kautsar Fadia Magfirah Fakhri Afif Fatimah, Andi Husnul Fatmawati, Fatmawati Fitri Wulandari Galib, M. Hadi Daeng Mappuna Hadi Daeng Mapuna Hajma, Zelviyah Nur Halimah B Halimah Basri Hamzah Hasan Hamzah Saputra Handayani Indah Susanti Hasbullah, Irma Juliana Hasriani Hasir Heni Pujiastuti Heri Iswandi Hesti Hildawati Almah Husna, Zulfaniyatul Ifal Arfandi Ihsan HB, Muh. Nur Ihwan Wahid Minu Imaniar Nur Fajriany S Irdan, Alfiani Irmawaty Irmawaty Ismail Ismail Ismaila Tompo Jayawarsa, A.A. Ketut Kamal Kamal Kamriah Karunia, Ayu Fajri Kasjim Salenda Khaidir Ali Sahid Lomba Sultan M, M. Galib Mahfudz, Muhsin Mahyuddin Latuconsina Mariani Mega Wati Megawati, Lydia Muajizat Muh. Nasruddin A Muhammad Anis Muhammad Arqam Azikin H. Muslimin Muhammad Aswad Muhammad Galib Muhammad Galib Muhammad Gufran Abdi Muhammad Irham Muhammad Kahar, Muhammad Muhammad Nur Muhammad Radiyal Muhammad Sabri Muhammad Saleh Ridwan Mursyid Fikri Musfirah Musfirah Musfirah Muslimin Kara Musrianaa Musyirah Saleh Nigrah MS, Agustina Nilam, Nur Nur Alamsyah NUR ALAMSYAH Nur Reyztafirigi Andayani Nur Sa'ada Mukmin Nur, Chamdar Nurfadhila, Nurfadhila Nurfadillah Ahmad Nur Nurjannah Nurjannah Nurlaili Apriani Nurmadina Nurul Mufidah Panggih Widodo Pertiwi, Fitrah Prili Dwi Utami Putra, Adjie Yunus Eka Putri, Ainun Amaliah Rahma Ashari Hamzah Rahman Pangerang Rahmatul Akbar Ramadhani, Ahmad Fathur Risdayanti Rofiqah Al Munawwarah Rosdiana Deceng Rosmini Rosmini Rosmini Rosmini Sabari Sabari Sapinah St. Nurhaniza S St. Nurjannah Suriyadi Syafruddin, A.Ummu Fauziyyah Syam, Asriadi Syamsuddin Syamsuddin Touku Umar Touku Umar Ummu Fadhilah Imran Ibrahim Umni Alwiyah Wijaya, Febri Ainul Yuni Nurdiah Kurniati