Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN DESA MANDIRI MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN DANA DESA Ida Zulfida; Eri Samah
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 1: Juni 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i1.670

Abstract

Pembangunan desa adalah prioritas pertama dari penggunaan dana desa yang bertujuan untuk membangun desa mandiri. Optimalisasi penggunaan dana desa berorientasi pada penekanan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan rumah tangga desa, pemerataan pembangunan antar desa melalui pembangunan yang berimbang, serta meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa. Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan rujukan untuk meningkatkan jumlah desa mandiri di seluruh Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah membangun desa mandiri melalui penggunaan dana desa yang optimal. Pemberdayaan dan partisipasi masyarakan sangat berperan dalam mencapai tujuan pembangunan desa mandiri disamping pembangunan infrastruktur serta dukungan kebijakan strategis dari perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara dan kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Laksanamekar Kecamatan Padalarang dan Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah di Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dana desa didominasi pembangunan infrastruktur seperti pembangunan perbaikan drainase, perbaikan gorong-gorong, pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan septitank dan pembangunan posyandu. Optimalisasi penggunaan dana desa belum tercapai karena prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat desa belum terpenuhi. Kata kunci: Desa mandiri, dana desa, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat.
Pelatihan Pemanfaatan Tera Box Cloud Dalam Menunjang Kegiatan Mengajar Dosen Ida Zulfida; Reza Nurul Ichsan; Rahmaniah Rahmaniah; Mahyudin Situmeang; Jarungjung Hutagaol
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 3: Desember 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i3.690

Abstract

Tingginya aktivitas Dosen dan mahasiswa terkadang terkendala pada mengarsip dokumentasi aktivitas berupa Vidio, Foto dan dokumen lainnya. Kemudian jika mengandalkan laptop terkadang Ketika berpergian tanpa bawa laptop maka akan kesulitan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membuka video atau dokumen yang diperlukan. Berdasarkan hal tersebut pelaksana pengabdian kepada masyarakat merasa perlu melakukan pelatihan pemanfaatan Tera Box Cloud kepada Dosen untuk menunjang aktivitas sehari-hari terutama dalam proses mengajar dan belajar. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini yaitu berupa ceramah secara daring kemudian dilanjutkan dengan prakatek cara membuat account dan menggunakan Tera Box. Adapun tempat pelaksanaanya yaitu dilakukan secara daring yang disponsori oleh Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen (LEMKOMINDO) dan sebagai narasumber dan pelaksananya adalah Dosen serta diikuti peserta Dosen dari berbagai Universitas. Kesimpulan dari kegiatan Pengabdian ini yaitu: 1) Peserta mengerti pemanfatan Tera Box untuk keperluan pengajaran sangat diperlukan dan bermanfaat untuk mempermudah dosen dan mahasiswa dalam proses mengajar dan belajar. 2) Peserta dapat membuat account Tera Box sangat mudah begitupun penggunaannya, 3)Peserta dapat mengerti bahwa Terra Box Cloud dapat diakses atau disincron secara mobile dengan perangkat Handphone dan lainnya serta dapat menggunakan fasilitas tersebut. Kata Kunci: Pelatihan, Tea Box Cloud, Mengajar, Dosen
Pelatihan Penataan Spot Tempat Wisata sebagai Daya Tarik Pengunjung Alistraja Dison Silalahi; Ida Zulfida; Safrawali Safrawali; Nirwana br Bangun; Jarungjung Hutagaol; Elly Afrida
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.710

Abstract

Kawasan Pantai Cermin memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan secara bersama-sama oleh pengelola tempat wisata, pemerintah dan masyarakat. Beberapa obyek wisata sudah dikembangkan. Namun, tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi alamnya saja, perlu juga dilakukan penataan yang lebih baik lagi untuk memperkenalkan Wisata Pantai Cermin kepada seluruh masyarakat baik local hingga internasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan penataan di kawasan wisata Pantai Cermin beberapa diantaranya: pembenahan fasilitas yang ada, pengadaan bak sampah, pembuatan papan peringatan, pembuatan paket wisata dan penambahan spot foto di lokasi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan khususnya kepada pengelola tempat wisata tentang pentingnya penataan tempat wisata agar menambah daya tarik pengunjung. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pengelola tempat wisata meningkatkan penataan spot foto di tempat wisata dan menambah fasilitas sebagai daya tarik pengujung sehingga adanya dampak positif terhadap perekonomian, budaya, dan lingkungan di Kawasan Pantai Cermin dan khususnya pada lokasi wisata. Kata Kunci: penataan spot, tempat wisata, daya tarik
Pelatihan Penataan Spot View Untuk Menarik Minat Pengunjung di Kawasan Wisata Tanah Karo Sumatera Utara Ali Mukti Tanjung; Ida Zulfida; Hetty Elfina; Fatin Nadifa Br. Tarigan; Teja Rinanda
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i2.712

Abstract

Pelaksanaan PKM dilakukan dengan cara pendekatan terhadap pengelola dan masyarakat setempat, kemudian melakukan pelatihan tentang pentingnya menata kawasan wisata yang up date terpelihara dan strategis. Walau dilaksanakan secara singkat yaitu dalam waktu dua hari, akan tetapi pelaksana PKM optimis pengelola dan masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut mampu menata spot view yang menarik dan sebagai bahan tambahan pelaksana memberikan panduan dan contoh-contoh spot view yang mungkin bisa diimplemetasikan dan disesuaikan dengan kawasan wisata puncak Siosar. Kemudian melakukan wawancara berupa kuisioner kepada pengunjung tentang spot view yang ada. Hasil kegiatan yaitu Pelaksanaan pelatihan penataan spot view melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. Yaitu kawasan puncak siosar memiliki banyak spot view yang instagramebel dengan tema yang berbeda-beda, sehingga wisatawan merasa puas ketika berkunjung ketempat tersebut. Dari hasil wawancara dengan pengunjung pelaksana PKM memperoleh data dan diproses melalui office excel dengan hasil: 99 Persen pengunjung puas dengan spot view kawasan wisata puncak siosar. Kata Kunci: Pelatihan; Penataan; Spot View; Pengunjung; Kawasan Wisata.
Budidaya Udang Vaname dengan Media Tambak di Pasantern Darussalam Guntur Batubara Elazhari Elazhari; Reza Hanafi Lubis; Chairina Chairina; Limega Candrasa; Jarungjung Hutagaol; Ida Zulfida
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.726

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini yaitu untuk memberikan edukasi cara budidaya udang vaname dari awal hingga panen dan memberikan pengetahuan kepada kahalayak umum yang ingin membudidayakan udang vaname ini.Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Pasantren Darussalam Guntur Batubara. Adapaun hasil kegiatan ini berupa edukasi budi saya udang vaname yaitu bahwa budidaya udang vaname relatif mudah dan dengan resiko gagal panen yang kecil tentunya dengan mengikuti tahapan pelakasanaan budidaya yang benar. Keunggulan udang vaname ini yaitu 1) Laju pertumbuhan udang bisa mencapai 1-1,5 gram/ minggu; 2) Bisa dibudidayakan dengan kepadatan penebaran tinggi (80-500 ekor/m²); 3) Kebutuhan pakan protein lebih rendah 20-30 persen dibanding jenis udang lainnya; 4) Memiliki FCR (Feed Conversion Ratio) yang lebih rendah; 5) Ukuran udang saat panen seragam; 6) Jumlah udang yang under size saat panen cenderung sedikit. Budidaya udang vaname yang dilakukan dipasantren Darussalam ini sudah berlangsung 2 tahun terakhir sejak 2020 dan telah menghasilkan lebih kurang 1 ton dalam satu tahun. Dengan resiko gagal panen selama du atahun teakhir tidak ada. Kata Kunci : Budidaya; Udang Vaname; Media Tambak.
Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pertanian sebagai Daya Tarik Wisatawan di Bukit Lawang Yulia Tiara Tanjung; Nirwana Br Bangun; Nurhalimah Sibuea; Dora Silvia Dewi; Fider Lumban Batu; Ida Zulfida
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.749

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini untuk memberikan masukan kepada msyarakat terkait pengelolaan dan pemanfaatn lahan pertanian sekitar wisata sehingga dapat menghasilkan income tambahan bagi masyarakat sekitarnya serta menambah kekayaan daya tarik kawasan wisata bukit lawang tersebut. Adapun tempat pelaksanaan PKM ini dilakukan di kawasan wisata bukit lawang kabupaten langkat Sumatera Utara. Kita ketahui kawasan wisata bukit lawang memilki daya tarik alam yang asri dengan habitat orang utannya dan juga terdapat sungai yang indah dengan bebatuan yang inmdah serta aliran air yang lumayan deras sehingga dapat dilaksanakan arung jeram. Disekitar kawasan wisata tersebut masih banyak ditemukan lahan persawahan dan pertanian, sehingga berpeluang untuk dikelola menjadi bagian dari kawasan wisata. 1) Wisata Agro, 2) Dimensi Ekologi, Sosial-Budaya, dan Ekonomi 4) Potensi Daya Tarik Dominan dan Penunjang, 4) Wisata Agro dalam Skala Kecil. Hasil kegiatan ini yaitu: Pelaksanaan PKM ini memberikan masukan kepada masyarakat terkait teknis, Ide dan bidang fokus yang memungkinkan untuk dilaksanakan dalam upaya pemanfaatan lahan pertaniah maupun lahan yang ada sebagai bagian dari kawasan wisata sehingga akan mendatangkan benefit kepada masyarakat dan PAD. Pelaksanaan PKM ini mendapat respon positif dan antusias dari masyarakat dan dari interkasi yang terjadi masyarakat menginginkan tim PKM dapat melakukan pendampingan berkala. Artinya pelaksanaan PKM ini sangat bermanfaat dilakukan. Kata Kunci : Sosialisasi; Lahan Pertanian; Wisata; Bukit Lawang.
Pemberdayaan Petani Milenial melalui Edukasi Hukum Agraria, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Manajemen Agribisnis Berbasis Platform Digital Sugito Sugito; Ida Zulfida; Dora Silvia Dewi; Emirza Henderlan Harahap; Jenda Ingan Mahuli; Pangeran Pangeran; Reza Hanafi Lubis
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.838

Abstract

p Pemberdayaan petani milenial merupakan strategi penting dalam menjawab tantangan krisis regenerasi petani dan keterbelakangan teknologi di sektor pertanian Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani milenial melalui pendekatan interdisipliner yang meliputi edukasi hukum agraria, pemanfaatan inovasi teknologi pertanian, dan penguatan manajemen agribisnis berbasis platform digital. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring guna menjangkau peserta dari berbagai wilayah dan memaksimalkan efisiensi pelatihan. Metode yang digunakan mencakup survei kebutuhan peserta, pelatihan interaktif melalui Zoom dan WhatsApp Group, serta pendampingan pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi edukatif ini berdampak positif pada tiga aspek utama. Pertama, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep hukum agraria, hak atas tanah, serta pentingnya sertifikasi lahan sebagai dasar legalitas usaha tani. Kedua, para peserta mulai mengadopsi teknologi pertanian digital seperti aplikasi pemantau cuaca, pencatatan pertanian berbasis Android, serta pengenalan terhadap Internet of Things (IoT) dalam pertanian presisi. Ketiga, pelatihan manajemen agribisnis digital mendorong petani milenial untuk memanfaatkan e-commerce, media sosial, dan aplikasi keuangan dalam menjalankan usaha tani secara lebih modern dan kompetitif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pertanian dapat dimulai dari peningkatan literasi hukum, teknologi, dan bisnis secara simultan. Pendekatan daring terbukti mampu memfasilitasi pembelajaran lintas wilayah dan menjangkau lebih banyak peserta, meskipun tetap diperlukan penguatan infrastruktur digital dan dukungan kebijakan untuk keberlanjutan program. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta menjadi sangat penting dalam menciptakan ekosistem agribisnis digital yang inklusif bagi generasi petani muda.
Budidaya Pakan Ternak Azolla Ida Zulfida; Rahmaniah Rahmaniah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/h1k53q41

Abstract

Penelitian budidaya pakan ternak azolla penting untuk dilakukan. Kegiatan budidaya Azolla ini dilaksanakan di Pesantren Guntur Darussalam. Metode eksperimen dilakukan di kolam ikan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan inokulum azolla dosis (250, 500 dan 750 gm-1 ) dan ukuran lingkar kepala benih lele (3, 4 dan 5 cm). Pemanenan azolla dan ikan dilakukan pada hari yang sama. Azolla dan ikan ditimbang secara terpisah untuk mengetahui tingkat keparahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah inokulum azolla maka semakin tinggi hasil azolla. Semakin besar ukuran benih ikan maka semakin tinggi konsumsi ikan terhadap Azolla. Benih ikan ukuran lebih dari 4 cm akan menyebabkan ketidakseimbangan antara kecepatan konsumsi Azolla oleh ikan dengan laju pertumbuhan azolla.
Budidaya Pohon Markisa di Kabupaten Karo Ida Zulfida; Rahmaniah Rahmaniah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/2pev3v92

Abstract

Markisa (Passiflora edulis) adalah jenis tanaman buah yang masuk dalam genus Passiflora. Markisa berasal dari daerah sub tropis dan tropis Amerika. Yang di maksud dengan buah pada buah markisa adalah pulp yaitu suatu lapisan yang melapisi biji. Buah markisa memiliki kulit buah yang tipis yang keras dan mudah di pecahkan saat muda dan ketika sudah masak akan lentur. Dalam rongga buah terdapat puluhan biji buah, biji buah tersebut berwarna hitam dan dilapisi pulp tipis yang memiliki warna putih, kuning muda, atau oranye. Pulp akan semakin tebal jika ukuran buahnya semakin besar dengan keharuman dan keasaman tinggi. Metode penelitian yang digunakan penulis untuk memudahkan penelitian antara lain Penelitian Kepustakaan yaitu dengan pengumpulan data/teori dengan membaca buku-buku dan artikel yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Hasil bahsan dari karya ilmiah ini yaitu Budi daya tanaman markisa di kabupaten Tanah Karo sangat baik dan sesuai dengan iklim daerahnya, sehingga semua jenis markisa dan di budi dayakan. Budi daya markisa mudah dilakukan dan untuk menghasilkan benefit yang lebih besar buah markisa dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Tanaman markisa akan mulai berbuah setelah berumur sekitar 9 – 10 bulan, sedangkan tanaman yang berasal dari stek akan mulai berbuah pada sekitar umur 7 bulan. Buah yang sudah matang akan berubah warna yang tadinya hijau muda akan menjadi ungu tua (edulis) atau kuning (flavicarpa). Buah akan matang sekitar 70 – 80 hari setelah masa pembungaan. Buah matang akan terlepas dari tangkainya dan jatuh ke tanah.
Respon Pertumbuhan Akar Bibit Manggis in-Vitro terhadap Pemberian Flavonoid dan Cendawanmikoriza Arbuskula (CMA) Eri Samah; Ida Zulfida
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 2: Juni 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/hpyqyr81

Abstract

Tanaman manggis (Garcinia mangostana L) merupakan komuditas andalan eksport perlu dikembangkan secara komersial. Di Indonesia peluang untuk dikembangkan secara komersil sangat berpotensi, khususnya di Sumatera Barat rencana pengembangan manggis 6650 ha yang terealisasi baru 1354 ha, hal ini disebabkan langkanya bibit unggulan, teknologi perbanyakan terbatas. Perbanyakan secara in-vitro dapat menghasilkan 5-15 planlet biji-1 permasalahanya perakaran terbatas selalu mengalami kegagalan tumbuh waktu diaklimatisasi. Pemecahan masalahnya bibit di inokulasi dengan CMA berpengaruh positif terhadap perakaran yang kurang baik. Dan lebih mampan lagi apabila inokulasi CMA bersamaan dengan pemberian flavonoid. Flavonoid merupakan sinyal untuk stimulasi simbiosis CMA dengan bibit manggis. CMA dapat memperluas jelajahan akar sehingga dapat meningkat penyerapan hara, air dan mineral sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan bibit manggis. Tujuan penelitian: Untuk mendapatkan jenis CMA yang dapat meningkatkan / memperbaiki pertumbuhahan akar bibit manggis, mendapatkan jenis flavonoid yang mampu meningkatkan pertumbuhan akar bibit manggis, mendapatkan flavonoid yang cocok untuk menstimulasi simbiosis berbagai jenis CMA. Penelitian merupakan percobaan pot dengan 2 taktor yaitu faktor utama Flavonoid (F0 = kontrol ; F1 = rutin ; F2 = Kuersetin ; F3 = Kuersitrin), faktor kedua CMA (C0 = kontrol ; C1 = G. margarita C2 = G. manihotis ; C3 = G. etunicatum), dan dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap berpola faktorial. Hasil penelitian menunjukan pemberian CMA jenis G. manihotis dan G. etunicatum mampu meningkatka / memperbaiki pertumbuhan akar bibit manggis, juga flavonoid jenis kuersetin dan kuersitrin mampu meningkatkan pertumbuhan akar bibit manggis seperti , serapan P/tanaman, rasio tajuk akar. Pemberian flavonoid jenis kuersetin, kuersitrin cocok dengan CMA jenis G. manihotis dan G. etunicatum untuk meningkatkan pertumbuhan akar bibit manggis seperti infeksi akar, jumlah cabang primer akar. Pemberian CMA yang indigen dan flavonoid yang efektif untuk pertumbuhan bibit manggis yaitu G. manihotis, G. etunicatum dan kuersetin, kuersitrin.
Co-Authors Abdul Rauf Afrida, Elly Ahmad Fauzi Akhmad Fauzi Ali Mukti Tanjung Ali Mukti Tanjung Alistraja Dison Silalahi Apelius Gulo Asnan Siregar Badrul Ainy Dalimunthe Baene, Gadis Manis Batu, Fider Lumban Br Bangun, Nirwana Br. Tarigan, Fatin Nadifa Budiwan, Diah Wiyani Candrasa, Limega Chairina Chairina Chairina, Chairina Cindy Yolanda Cristovao Reis Daeli, Epipanias Daeli, Ines Junita Putri Edison Sibagariang Elazhari Elazhari Elazhari, Elazhari Elly Afrida Emirza Henderlan Harahap Emirza Henderlan Harahap Epi Supriyani Siregar Eri Samah Eri Samah Ernan Rustiadi Fajrillah Farida Farida Fatin Nadifa Tarigan Festiarni Indah Sari Hia Fider Lumbanbatu Fitra Syawal Harahap Giawa, Yunus Yaaro Gulo, Gratia Kanisius Gulo, Irene Gulo, Primuadin Halawa, Juliman Handayani, Sri Harahap, Khofifa Khairani Harahap, Rahmaniah Henny Pratiwi Hetty Elfina Hilwa Walida Hulu, Aprianus Hulu, Karniawati Hulu, Nidar Mawati Hulu, Yusnita Dewi Hura, Drimus Operman Hutagaol, Jarungjung Ida Rumia Manurung Ika Purnama Sari Ira Zulfa Jabat, Yelfi Yana Linda Jabat, Yelfi Yana Linda Br. Jarungjung Hutagaol Jenda Ingan Mahuli Laia, Adilman Laia, Fajarman Laia, Repu Laila Nazirah Lawolo, Andi Gusman Sarta Lili Suryati Limega Candrasa Linda Br Jabat, Yelfi Yana Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati, L Lukman Nasution Lutfi Henderlan Harahap Mahuli, Jenda Ingan Mahyudin Situmeang May Handri Miyarnis Miyarnis Mozard Bahauddin Darus Muhammad Suganda Koto Mukti Hakim Mukti Hakim Nasution, Siti Khadijah Hidayati Nirwana Br. Bangun Nur Mawaddah Siregar Nur Wahyuni Nurhalimah Sibuea Nurhalimah Sibuea Pangeran, Pangeran Prasetio, Yuriko Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah, Rahmaniah Rahmawaty, Rahmawaty Reis, Cristovao Reza Hanafi Lubis Reza Nurul Ichsan Richasanty Septima Rini Susanti Ritonga, Muhammad Alvi Roswita Oesman Roswita Oesman Safrawali Safrawali Safrawali, Safrawali Salman Alfarisi Salman Alfarisi Samah, Eri Sibagariang, Edison Siregar BUDI, Budi Alamsyah Situmeang, Mahyudin Situmeang, Ulfa Syahrina Sugito - Sugito Sugito SUMA, Dewi Syahputra, Amanda Syaiful Khoiri Harahap Tanjung, Ali Mukti Tanjung, Yulia Tiara Teja Rinanda Tumangger, Rade Karina Waruwu, Derianus Waruwu, Impian Berkat Yamolala Zega Yelfi Yana Linda Br Jabat Yelfi Yana Linda Br Jabat Yulia Tanjung Tiara Yusman Syaukat Zuriani Ritonga