Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Extracurricular Coloring Activities to Develop Creativity of Class V Students of Sdn 1 Nagri Tengah Wina Mustikaati; Andhini Oktafrina; Hanny Rahmawati; Ica Nurlaela; Pani Herlina
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i2.1370

Abstract

Creativity is an important aspect in child development. This article discusses the importance of coloring extracurricular activities in developing the creativity of grade V students at SDN 1 Nagri Tengah. This article uses qualitative research methods with observation techniques on class V students of SDN 1 Nagri Tengah. The research was conducted involving 30 5th grade students who were active in coloring extracurricular activities in several meetings. Data collection methods include observation, interviews and portfolio analysis. The research results showed a significant increase in students' creativity, especially in terms of color selection, depiction techniques, and self-expression. This activity also helps students improve concentration and perseverance. This research provides a deeper understanding of the importance of coloring extracurricular activities in basic education to facilitate the development of children's creativity.
Peran Guru dalam Menegakkan Disiplin Kelas Titin Nurrohmat; Cibro, Desi Karunia; Wina Mustikaati
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 1 (2025): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/923afg80

Abstract

Enforcement of discipline in the classroom is an important aspect in creating a conducive and productive learning environment. Teachers as classroom managers play a major role in shaping students' disciplinary behavior through educative, consistent, and humanist approaches. This article aims to examine the role of teachers in enforcing discipline in the classroom based on literature studies from various scientific sources. The method used is library research by collecting and analyzing relevant literature. The results show that effective discipline strategies involve open communication, instilling positive values, providing fair consequences, and creating harmonious student-teacher relationships. The main challenges faced by teachers include the diversity of student characters, time constraints, and lack of support from the school environment and parents. This study concludes that the role of teachers is crucial in building student discipline and needs to be supported by continuous training and supportive school policies. The implications of this study are expected to be a reference in the development of educational policies and improving teachers' pedagogical competencies in terms of classroom management.
PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL TENTANG SENSITIVITAS SOSIAL MELALUI METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM PEMBELAJARAN IPS Wina Mustikaati; Nurdiansyah; Ela Hayati
Abtadi : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2 Juni 2025 : Jurnal PGMI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/pgmi.v3i2.2414

Abstract

Along with the development of the era characterized by changes in life in society,the social sensitivity of the community, especially among students at the elementary educationlevel, resulted in a decline in the social sensitivity of the community. In line with the mandate of learning in the form of competency achievement needed in the 21st century, it encourages changes in the learning process. Developing students' soft skills skills combined with CTL methods is expected to be able to answer problems that arise regarding social sensitivity among students, especially for V-grade students of Peditia Elementary School, Purwakarta Regency. The purpose of this study is that it is necessary to conduct research to measure students' level of social sensitivity through CTL learning methods. This study uses a quantitative approach in which data collection uses instruments in the form of Likert scales to measure the level of social sensitivity of students who have previously been given treatment using CTL methods in their learning process as well as observation and documentation data carried out during practice. and post-treatment, and interviews to obtain preliminary data as a description before research is conducted. The obtained instrument data are then analyzed using descriptive statistics. Because research has not been conducted and treatment has not been conducted, the data presented is preliminary data in the form of interviews and observations that have been conducted previously. The results of this study obtained a level ofsocial sensitivity in students before conducting CTL studies of 82% of grade VI students had a high level of social sensitivity and a level of social sensitivity and response after learning with CTL method 87% of grade V students had a level of social sensitivity It is a very high level and able to apply awareness of social sensitivity in everyday life.
Penataan Tempat Duduk dalam Menunjang Efektivitas Pembelajaran di Sekolah dasar Mutmainah, Elsa; Najwa Fakhira Azzahra; Wina Mustikaati
Jurnal Lensa Pendas Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v10i2.4745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penataan tempat duduk dalam menunjang efektivitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini menganalisis berbagai strategi penataan tempat duduk dan dampaknya terhadap keterlibatan, kenyamanan, serta hasil belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penataan tempat duduk yang bervariasi dan disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran, seperti formasi kelompok kecil, setengah lingkaran, dan huruf U, dapat meningkatkan aspek kognitif siswa. Studi kasus di beberapa sekolah juga menunjukkan hubungan antara penataan ruang dengan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Penataan tempat duduk yang fleksibel direkomendasikan untuk mendukung pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini juga menyarankan adanya pengembangan lebih lanjut terkait integrasi penataan ruang kelas dengan teknologi dan pendekatan pembelajaran inovatif
Antara Nilai, Citra Diri dan Sunyi: Tantangan Kesehatan Mental Remaja dari Lensa Psikologi Pendidikan: Between Values, Self-Image, and Silence: Adolescent Mental Health Challenges from the Lens of Educational Psychology Kaila Alif Sagita; Ayu Rahayu Nurhajati; Shela Permatasari Setyawati; Dian Christine; Muhammad Bagas Adisetyo; Nurul Hasna Haifa; Andita Pratiwi; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8360

Abstract

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas, harga diri, dan kesejahteraan psikologis individu. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tekanan sosial, citra diri, dan rasa kesepian memengaruhi kondisi kesehatan mental remaja, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian pustaka, penelitian ini menelaah berbagai literatur dan data empiris yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan representasi ideal di media sosial berkontribusi pada munculnya gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan di kalangan remaja. Ketidakmampuan sistem pendidikan dalam merespons isu-isu psikososial secara sistematis memperburuk kondisi tersebut. Pendekatan psikologi pendidikan, khususnya teori humanistik, ekologi perkembangan, dan pembelajaran sosial-emosional, dipandang mampu memberikan kontribusi dalam membangun intervensi yang lebih empatik, inklusif, dan kontekstual. Kajian ini merekomendasikan pentingnya reformulasi strategi pendidikan yang memperkuat literasi kesehatan mental, sistem pendampingan psikologis, serta integrasi nilai empati dan refleksi diri dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pengaruh Interaksi Kelompok Sebaya dalam Pembelajaran terhadap Kreativitas Peserta Didik: The Influence of Peer Group Interaction in Learning on Student Creativity Sheva Febriant Zahra Khoerunnisa; Dwina Nurmalia Putri; Carissa Noverina Althafah; Ali Azhar Herdiansyah; Nasha Indri Fazila; Annisa Eka Sunarya; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pola interaksi kelompok sebaya dalam pembelajaran serta menganalisis pengaruhnya terhadap kreativitas peserta didik sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara bebas terpimpin, data dikumpulkan dari empat guru sekolah dasar yang mewakili mata pelajaran berbeda. Instrumen penelitian memuat 14 indikator penilaian interaksi kelompok sebaya, mencakup aspek pembentukan kelompok, pemberian tugas terbuka, penerapan metode kolaboratif, hingga dukungan terhadap ide kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik interaksi kelompok sebaya telah diimplementasikan secara konsisten dengan frekuensi sering hingga selalu pada hampir seluruh indikator. Strategi pembelajaran kolaboratif yang diterapkan guru mampu menumbuhkan kreativitas peserta didik, seperti kemampuan memecahkan masalah dengan beragam strategi, memodifikasi media pembelajaran, dan menghasilkan ide orisinal. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan, terutama terkait keterbatasan waktu, ketidakseimbangan kontribusi anggota kelompok, dan perbedaan kemampuan akademik siswa. Disarankan agar guru mengoptimalkan manajemen waktu, menerapkan model pembelajaran variatif, serta memastikan distribusi peran yang adil untuk memaksimalkan potensi kreativitas seluruh peserta didik.
Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik Melalui Bimbingan Konseling Dan Psikologi Pendidikan: Optimizing Student Development Through Guidance, Counseling, and Educational Psychology Khairunnisa Sri Handayani; Chairin Zahra Alkautsari; Linda Wahyuni; Fazrilina Afriani; Nurhayati; Muhammad Anji Rijal; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis bimbingan konseling (BK) dan psikologi pendidikan dalam mengoptimalkan perkembangan peserta didik. Layanan BK berfungsi sebagai sarana bantuan profesional yang bersifat preventif, kuratif, dan pengembangan, yang membantu peserta didik memahami diri, mengelola emosi, membentuk karakter positif, serta mengatasi hambatan belajar dan sosial. Sementara itu, psikologi pendidikan memberikan landasan teoritis dan praktis bagi guru untuk memahami tahap perkembangan, perbedaan individu, serta strategi pembelajaran yang adaptif dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, termasuk buku, jurnal terakreditasi, dan artikel akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara BK dan psikologi pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan prestasi akademik, dan membentuk kompetensi sosial-emosional peserta didik secara seimbang. Integrasi kedua pendekatan ini penting untuk mencetak generasi yang produktif, resilien, dan berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Analisis Pemahaman Orangtua Terhadap Dimensi Perkembangan Budaya Dan Spiritualitas Anak Sekolah Dasar: Analysis of Parents' Understanding of the Dimensions of Cultural and Spiritual Development of Elementary School Children Salma Nurhaliza Darmansyah; Rosdillah Eka Putri; Anggun Nur Andiany Wiyoso; Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih; Laili Lutfianah; Laras Ayu syahrani; Annisa Yumna Rizq; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8403

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, fisik, sosial, emosional, budaya, spiritual, dan intelektual. Namun, arus globalisasi dan dominasi media digital telah menggeser nilai-nilai budaya lokal serta melemahkan dimensi spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman orang tua terhadap perkembangan budaya dan spiritual anak sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik survei terbuka dan wawancara ringan pada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman orang tua berada pada kategori sangat tinggi (83,48%), dan perilaku anak yang mencerminkan nilai-nilai tersebut juga sangat tinggi (80,07%). Temuan ini mengindikasikan kesadaran yang kuat, namun penerapan sehari-hari masih menghadapi kendala seperti tingginya penggunaan gadget dan minimnya integrasi nilai budaya-spiritual di rumah. Pembahasan menyoroti bahwa penguatan nilai tersebut memerlukan kolaborasi konsisten antara keluarga dan sekolah, pendampingan media digital, serta penyediaan kegiatan alternatif yang sarat nilai budaya. Dukungan lingkungan sosial dan program sekolah berbasis kearifan lokal terbukti membantu internalisasi nilai secara berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan penanaman nilai budaya dan spiritual memerlukan sinergi keluarga sekolah serta strategi pengasuhan yang adaptif terhadap tantangan era digital.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar: The Influence of the Family Environment on the Character Development of Elementary School-Aged Children Siti Aisyah; Wulan Sapitri; Wardatul Afiyah; Sabrina Jelita; Febby Deca Lestari; Kamiliya Nailah Fitri; Aida Indah Pertiwi; Wina Mustikaati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8414

Abstract

Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi anak dalam membentuk karakter, yang mencakup nilai moral, kedisiplinan, sikap, dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan keluarga, khususnya komunikasi, kebiasaan positif, dan dukungan emosional, dalam pembentukan karakter anak usia sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terpisah yang diisi oleh 25 orang anak dan 25 orang tua, kemudian dianalisis menggunakan persentase. Hasil menunjukkan bahwa dari sisi anak, 84% sering berkomunikasi dengan orang tua, 88% mendapat nasihat saat melakukan kesalahan, 84% dibiasakan beribadah di rumah, dan 88% merasa nyaman serta didukung keluarga. Dari sisi orang tua, 84% memiliki waktu khusus untuk berinteraksi dengan anak, 48% menggunakan nasihat lembut, 96% membiasakan beribadah di rumah, 68% sering memberi pujian, dan 92% menganggap lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi efektif, keterlibatan aktif, dan keteladanan orang tua menjadi faktor kunci dalam membentuk karakter positif, serta bahwa lingkungan keluarga yang harmonis dan pola asuh demokratis mendukung perkembangan moral, kedisiplinan, dan perilaku sosial anak usia sekolah dasar.
Persepsi Orang Tua terhadap Teman Sebaya Siswa Sekolah Dasar Wina Mustikaati; Ela Hayati; Afrilia Afrilia; Istiba Hikmatul Anwar; Siti Hanisa Mulyani
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): April: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jispendiora.v4i1.2050

Abstract

This study aims to describe how parents perceive the influence of peers on the development and behavior of students at the primary school level. The background of this study is based on the important role of the social environment, especially peers, in shaping children's character, which cannot be fully replaced by the family environment. The method used in this study is a descriptive qualitative approach, with data collection conducted through questionnaires distributed to 30 parents of elementary school students. The results showed that the majority of respondents (60%) considered peers to be very important and acknowledged a great influence on children's behavior (66.7%). However, the level of concern over potential negative impacts was also quite high, with 70% of respondents expressing great concern. These findings identify parents' awareness of the importance of social interactions for children's development, while also pointing to the need for active parental assistance. The implications of this study emphasize the importance of collaboration between families and schools in creating a healthy social environment, to support children's optimal character development.
Co-Authors Afridha Laily Alindra Afrilia Afrilia Aida Indah Pertiwi Aldavia Thursina Ali Azhar Herdiansyah Alpita Noviyanti Andhini Oktafrina Andila Nurul Hasanah Andita Pratiwi Anggun Nur Andiany Wiyoso Annisa Eka Sunarya Annisa Yumna Rizq Ayu Rahayu Ayu Rahayu Nurhajati Carissa Noverina Althafah Chairin Zahra Alkautsari Cibro, Desi Karunia Dewi Nur Mauliddiah Dian Christine Dwiky Nurfauzi Dwina Nurmalia Putri Easter Merryetta Simanjuntak Ela Hayati Elmalia Futri Erna Suwangsing Esa Cintami Yuendi Fazrilina Afriani Febby Deca Lestari Ferdhina Salzabila Septiani Fiddini Nafa Eka Rohmaningsih Fita Nur Fitriana Hanny Rahmawati Hillary Ester Hutasoit Hisny Fajrussalam Ica Nurhikmah Ica Nurlaela Istiba Hikmatul Anwar Kaila Alif Sagita Kamiliya Nailah Fitri Khairunnisa Sri Handayani Khosyi Anindya Chotimah Laili Lutfianah Laras Ayu Syahrani LINDA WAHYUNI Luthfiana Puspa Dewi Meyra An Najmi Muhammad Anji Rijal Muhammad Bagas Adisetyo Mutmainah, Elsa Najmira Nurul Azizah Najwa Fakhira Azzahra Najwa Pitriani Nasha Indri Fazila Nazwa Pahira Sopianti Nazwa Safira Neneng Sri Wulan Nur Assyifa Khoirunnisa Nurbaiti Syifa Widaningsih Nurdiansyah Nurhayati Nurul Hasna Haifa Pani Herlina Ratih Fatimah Resa Azahra Rosdillah Eka Putri Sabrina Jelita Salma Nurhaliza Darmansyah Salsa Nurfazira Shela Permatasari Setyawati Sherina Herdiana Putri Sheva Febriant Zahra Khoerunnisa Silvia Maharani Siti Aisyah Siti Hanisa Mulyani Siti Salwa Salsabila Thalytha Majma Tsaqifa Taftazani Titin Nurrohmat Turmudi Viona Christina Anatasya Lumbanraja Wardatul Afiyah Wulan Sapitri