Claim Missing Document
Check
Articles

Harmonisasi Masyarakat dalam Tradisi Perayaan Idul Adha di Kampung Lilinta Kabupaten Raja Ampat Ahmad Havid Jakiyudin; Muhamad Yusuf; Rachmad Surya Muhandy; Natasya Aulia Husain; Yotan Manga’pan
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.5044

Abstract

The aim of this study was to determine the implementation and the symbolic meaning of the Ari Kaut tradition at the Eid al-Adha celebration and also to understand the reason why the Ari Kaut tradition could strengthen the community harmonization in Lilinta Village. This research is qualitative with using social phenomenology paradigm. The procession was started with Takbir and taking the alms from the congregation which has become a common habit. The acts of Syar’a judge in managing the celebration of Ari Kaut tradition was his responsibility as a religious figure so the norm and religious value on the tradition which carried out are still maintained. Cultural preservation on the Ari Kaut tradition was shown by the acts of the community according to their expertise such as making meat Qurban together to be served which is a habit that existed for a long time. Panpon as a religious symbol has a meaning to increase togetherness among the community. Eid al-Adha celebration was accompanied by traditional dances which are effective to be used to preserving culture.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nila-nilai Multikultural di SMP Negeri 2 Sentan Fatima Madjid; Talabudin Umkabu; Syaiful Muhyidin; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6517

Abstract

Various factors can affect the success in instilling multicultural values at SMP Negeri 2 Sentani so that it can affect the PAI Teacher's strategy in instilling multicultural values in students. The purpose of this study is to comprehensively describe the factors that influence the PAI Teacher's strategy in Instilling Multicultural Values at SMP Negeri 2 Sentani. The research conducted is qualitative research using social phenomenology paradigm. Data collection techniques used passive participatory observation, in dept interviews, and documentation. Data analysis techniques used the flow model of Miles & Huberman. The results showed: The cultivation of multicultural values in schools requires the support of all parties, including teachers, parents, and the community. PAI teachers play an important role in shaping tolerance attitudes through inclusive education and based on Pancasila values. At SMP Negeri 2 Sentani, multicultural education increases tolerance, although it is still faced with challenges such as differences in identity, the influence of radicalism that is spreading among the community, and low student motivation. In Papua, the multicultural approach should respect local culture and encourage interaction across identities as a force of unity.
Pengembangan Industri Kerupuk Kulit Rumahan pada Masyarakat Waena, Kota Jayapura Propinsi Papua Rahmalia Ayu Isnaini; Zhaima Saputri; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Ibrahim Watora
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3923

Abstract

Usaha kerupuk kulit yang dijalankan oleh ibu Puji di Jayapura merupakan salah satu bentuk industri rumahan yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat sehingga mencari peluang lain untuk dapat memperoleh pendapatan tambahan. Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan secara konprehensif tentang pengembangan indusri kerupuk kulit rumahan yang dilakukan oleh masyarakat Waena Kota Jayapura melalui pengabdian pada masyarakat. Metode penelitian menggunakan model Roda Deming (PDCA) yang digabungkan dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ini memiliki kekuatan seperti tidak adanya pesaing langsung, kualitas bahan baku yang baik, dan harga yang terjangkau. Namun, kelemahan masih terdapat pada keterbatasan varian rasa, waktu produksi yang panjang, dan kendala cuaca. Peluang besar datang dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang produksi kerupuk kulit dan belum adanya pesaing kuat, sementara ancaman berasal dari potensi munculnya kompetitor baru dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Dengan mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang lebih luas di masa mendatang.
Dinamika Perfeksionisme dan Burnout Akademik pada Mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua Hapsari Rahma Yanti; Anzilni Uswatun Hasanah; Muhamad Yusuf; Zulihi Zulihi; Hermansyah Hermansyah; Ibrahim Watora
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3924

Abstract

Meningkatnya tuntutan akademik di perguruan tinggi mendorong mahasiswa mengejar standar prestasi tinggi, namun juga berpotensi memicu tekanan psikologis dan burnout. Fenomena perfeksionisme yang berkembang di kalangan mahasiswa menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara konprehensif fenomena perfectionism dan burnout akademik pada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi sosial. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model alir yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perfeksionisme pada mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua Jayapura mepengaruhi dinamika akademik secara internal dan eksternal. Perfeksionisme berorientasi pada diri sendiri bersifat adaptif karena mendorong kualitas akademik melalui standar pribadi dan motivasi intrinsic dari mahasiswa, sementara perfeksionisme yang dipengaruhi tuntutan sosial dan kekhawatiran berlebihan terhadap kesalahan memicu kecemasan serta perilaku akademik disfungsional. Kondisi ini berkontribusi pada burnout akademik yang ditandai oleh kelelahan emosional, penurunan efikasi akademik, dan tekanan akademik berlebihan akibat tingginya tuntutan, kompleksitas tugas, serta ketidakseimbangan antara beban studi dan sumber daya mahasiswa.
Religious Moderation Through Jojao Indigenous Leadership of Mat Bat Community in West Misool Suparto Iribaram; Muhamad Yusuf; Pahri Pahri; Sudirman Sudirman; Muh. Rusdi Rasyid; Muhammad Tawalbeh
Al-Albab Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/alalbab.v15i1.4076

Abstract

This study examines the role of Jojao traditional leadership in fostering religious moderation among the Mat Bat indigenous community in West Misool District, Raja Ampat Regency, Southwest Papua. The study is based on the observation that the Mat Bat community comprises Muslim residents in Gamta Village and Protestant Christian residents in Magei Village, who coexist harmoniously within a shared customary system. While previous studies have separately discussed traditional leadership and religious moderation, limited attention has been given to the relationship between indigenous institutions and religious moderation practices in Papua’s multi-religious communities. This study aims to analyze how Jojao leadership contributes to maintaining social harmony and strengthening religious moderation among the Mat Bat people. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving customary leaders, religious leaders, village officials, and community members. The findings reveal that Jojao functions not only as a traditional leader but also as a social mediator who preserves interreligious solidarity, resolves conflicts through deliberation, and maintains inherited communal values. From the perspective of religious moderation, Jojao leadership reflects tolerance, non-violence, commitment to social harmony, and accommodation of local cultural values. This study concludes that the Jojao institution serves as a significant social mechanism for strengthening religious moderation by integrating customary and religious values within the Mat Bat community.
Co-Authors A. Ubaidillah Abza, M. Thohar Al Ade Salma Renati Kasongat Afan Garamatan Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Ahmad Havid Jakiyudin Akhmad Kadir Akhmad Kadir Akhmad Kadir Alifia Nida Safira Meidiah Amri Amri Andi Bugis Anzilni Uswatun Hasanah Arika Arika Asri Syahfitri Bustam, Bustam Dewi Nofrita Didik Efendy Diva Amilia Ramadhani Dyan Pratiwi Efendy, Didik Enos Rumansara Erfin Wijayanti Faisal Faisal Fatima Madjid Fatima Nuhuyanan Fatima Nuhuyanan Fatmawati, Anissa Fatmawati, Ludya Fatmayanti, Anisa Fauziah, Silvi Laila Rista Findy Elsa Pratiwi Garamatan, Afan Hairani, Debby Riana Haisang, Haisang Hapsari Rahma Yanti Heni Purwati Herawati, Miske Aprillia Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ibrahim Watora Inayati Isnaini, Rahmalia Ayu Isrowiyah, Isrowiyah Jakiyudin, Ahmad Havid Lestari, Nining Puji Linda Safitri M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Syukri Nawir M. Thohar Al-Abza M. Yasin. U.N. Mayalibit M. Yasin. Un. Mayalibit Mafiroh, Nanik Nikmal Marlina Flassy Mayalibit, M Yasin Un Mayalibit, M. Yasin Un. Mayalibit, M. Yasin, Un. Mayalibit, M. Yasin. Un. Meidiah, Alifia Nida Safira Meyrisdika Nur Rohmah Moh. Y. Un. Mayalibit Muh. Rusdi Rasyid Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Saifudin Muhammad Taslim Muhammad Tawalbeh Nanik Nikmal Mafiroh Natasya Aula Husain Natasya Aulia Husain Natasya Aulia Husain Nawir , M. Syukri Nawir, M. Syukri Novita Mulyanita Nurul Oktavia Ramadani Pahri Pahri Pahri Pahri Pahri Pahri Putri, Andrea Gafiria Permata Rachmad Surya Muhandy Rachmad Surya Muhandy Rachmad Surya Muhandy Rahma Lutfianasari Rahmalia Ayu Isnaini Rahmawati, Rimba Ramadani, Nurul Oktavia Renngiwur, Gazali Renngiwur, Gazali Husin Rosadi, Asep Safiudin Safiudin Sahudi Sahudi Sahudi, Sahudi Sigit Purwaka Sigit Purwaka Sileuw, Marwan Siti Komariah Tiflen Sucahyono, Kadi Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sulis Maryati Suparto Iribaram Suparto Iribaram Suparto Iribaram Syaiful Muhyidin Talabudin Umkabu Taliba, Jumalia Taslim, Muhammad Umkabu, Talabudin Watora, Ibrahim Yotan Manga’pan Yotan Manga’pan Zaenuddin Hudi Prasojo Zhaima Saputri Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi Zulihi, Zulihi