This Author published in this journals
All Journal SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Jurnal Anestesi Perioperatif Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Majalah Obstetri dan Ginekologi Majalah Kedokteran Sriwijaya Jurnal Keperawatan Sriwijaya Biomedical Journal of Indonesia Paediatrica Indonesiana JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Biomedika dan Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sriwijaya Journal of Surgery Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Majalah Kesehatan Indonesia Cendekia Medika : Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja CRJIM (Clinical and Research Journal in Internal Medicine) Journal of Community Development Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS (COMORBID) Journal of Anesthesiology and Clinical Research Lentera Perawat Majalah Anestesia & Critical Care (MACC) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Neurona Stetoskop : The Journal Of Health Science Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Polimorfisme Gen XRCC1 Arg399Gln terhadap Kejadian Kanker Serviks pada Wanita Ras Melayu Mega Sary; Legiran; Mgs.Muhammad Irsan Saleh
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang terletak pada organreproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggamaatau vagina. Insiden terjadinya kanker serviks dipengaruhi oleh Human Papiloma Virus (HPV), usia, usia terlalu mudaberhubungan seksual, paritas, riwayat keluarga dan RAS. Gen XRCC1 sebagai perancah dalam BER yang terlibatdalam membantu memperbaiki kesalahan-kesalahan selama replikasi DNA serta menjaga integritas genom. SingleNukleotida Polymorphism (SNP) di XRCC1 telah dikaitkan dengan pengembangan yang terjadi pada kanker serviksyang dapat mengurangi aktivitas perbaikan DNA, meningkatkan terjadinya mutasi sehingga kerentanan terhadapkanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dengankejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-controldengan jumlah sampel sebanyak 35 orang wanita kanker serviks dan 35 orang wanita normal yang setiap sampelmemiliki RAS melayu Jambi. Identifikasi polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dilakukan dengan teknik PCR-RLFPamplifikasi dengan primer spesifik yang digunakan untuk melihat mutagenesis. Hasil analisis dengan uji Chi-Squaregenotipe G/G (Wild Type), G/A (Mutant Heterozigot) dan G/A (Mutant Heterozigot) terhadap kanker serviks nilai ρ= 0,032 (OR : 10.074 ; CI : 1,186 -85,570). Kesimpulan ada hubungan polimorfisme genotip gen XRCC1 Arg399Glnterhadap kejadian kanker serviks pada wanita RAS Melayu Jambi.
Hubungan Rasio Neutrofil Limfosit terhadap Mortalitas di General Intensive Care Unit RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Muhammad David Riandy; Bernhard Arianto Purba; Yusni Puspita; Rizal Zainal; Legiran Siswo
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.62 KB) | DOI: 10.15851/jap.v7n3.1829

Abstract

Rasio neutrofil limfosit adalah metode yang cepat dan sederhana untuk mengevaluasi stres peradangan dan memprediksi mortalitas di ruangan intensif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan rasio neutrofil-limfosit dengan mortalitas ≤28 hari di ruangan rawat intensif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional berdasarkan data sekunder rekam medis dengan sampel semua pasien yang dirawat di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dari Januari–Desember 2018. Didapatkan total sampel sebanyak 562 sampel, dan sebanyak 347 yang memenuhi kriteria inklusi. Pada uji analisis regresi diagnosis, kelompok usia, jenis kelamin dan terapi terhadap nilai rasio neutrofil limfosit, didapatkan bahwa diagnosis merupakan faktor risiko yang dapat memengaruhi nilai rasio neutrofil limfosit (p=0,001). Pada distribusi subjek berdasarkan rasio neutrofil limfosit terhadap mortalitas terdapat rerata rasio neutrofil limfosit pada kelompok yang meninggal adalah 17,75±15,06 dan rerata rasio neutrofil limfosit subjek pada kelompok yang hidup adalah 13,63±10,71. Dilakukan Uji Mann-Whitney dan didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata antara rasio neutrofil limfosit antara kelompok yang hidup dan meninggal dengan nilai p=0,009. Simpulan, rasio neutrofil limfosit merupakan salah satu biomarker yang dapat memprediksi mortalitas pada pasien di ICU RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang. Relation between Neutrophil-to-Lympocyte Ratio and ≤28 day Mortality in General Intensive Care Unit of Dr. Mohammad Hoesin General Hospital PalembangNeutrophil lymphocyte ratio is a fast and simple method for evaluating inflammatory stress and predicting mortality in intensive care. The purpose of this study was to determine the relationship between the ratio of neutrophils to lymphocytes to ≤28 day mortality in the intensive care unit. This was a crosssectional study on secondary data collected from medical records of all patients treated at the ICU of Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang during the period of January–December 2018. A total sample of 562 samples was obtained and 347 of them met the inclusion criteria. When diagnosis, age group, gender, and therapy for neutrophil-lymphocyte ratio value were subjected to regression analysis, it was revealed that diagnosis was a risk factor that could affect the neutrophil-lymphocyte ratio value (p=0,001). When subject distribution was assessed based on neutrophil lymphocyte ratio to mortality, an average neutrophil lymphocyte ratio of 17.75±15.06 was observed in the deceased group while the average ratio in survived patients was 13.63±10.71. Mann-Whitney test was then performed and a difference in the neutrophil to lymphocyte ratio was found between the survived and deceased groups with a p value of 0.009. In conclusion, neutrophil to lymphocyte ratio can be used as one of the biomarkers that can predict mortality in patients treated in intensive care unit.
HUBUNGAN POLIMORFISME GEN CATECHOL-O-METHYLTRANSFERASE (COMT) VAL158MET DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI PADA ETNIS MELAYU DI SUMATERA SELATAN Precelia Fransiska; Ferry Yusrizal; Legiran Legiran
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 18, No 3 (2018): Volume 18 Nomor 3 Desember 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v18i3.18014

Abstract

Abstrak. Objektif : Untuk mengetahui distribusi karakteristik sosiodemografi, genotip dan alel polimorfisme gen Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158Met dengan kejadian mioma uteri pada etnis Melayu di Sumatera Selatan. Desain Penelitian : Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain kasus kontrol (case-control). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018-Januari 2019 dilaboratorium bioteknologi fakultas kedokteran universitas sriwijaya. Sampel penelitian menggunakan sampel darah yang diambil pada 78 sampel yang terdiri dari 39 kasus dan 39 kontrol yang dilakukan dengan metode PCR RFLP. Hasil : Usia, usia saat menarche, riwayat keluarga dan merokok tidak terdapat hubungan yang bermakna sedangkan paritas dan menggunakan kontrasepsi hormonal memiliki hubungan yang bermakna. Genotip positif mioma terdapat 17 responden dan negatif mioma 1 responden dari 78 responden untuk alel guanin terdapat 33 responden dan alel adenin 3 responden. Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan hubungan antara gen Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158Met dengan kejadian mioma uteri pada etnis Melayu di Sumatera Selatan dikarenakan hasil dari PCR dan RLFP hanya terdapat pemotongan sebanyak 18 responden dari 78 responden sehingga tidak dapat dianalisis menggunakan SPSS karena tidak memenuhi persyaratan uji statistik akan tetapi gen Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158Met merupakan faktor risiko untuk terjadinya mioma uteri. Kata Kunci: Mioma uteri, Polimorfisme, gen Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158met Abstract. Objective: to determine the characteristic distribution of sociodemography, genotypes and the polymorphism allele of the Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158met gene with the incidence of uterine myoma in Malay ethnicity in South Sumatra. Intervention: This study is an observational analytic with case-control design (case-control). This research was conducted in November 2018-January 2019 in the laboratory of molecular biology at the Sriwijaya University medical school. The study sample used blood samples taken in 78 samples consisting of 39 cases and 39 controls carried out by the RFLP PCR method. Results: age, age at menarche, family history and smoking had no significant relationship while parity and hormonal contraception had a significant relationship. Positive myoma genotypes were 17 respondents and negative myoma 1 respondent from 78 respondents for the guanin allele there were 33 respondents and adenin alleles 3 respondents. Conclusion: there is no difference between the relationship between the Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158met gene and the incidence of uterine myoma in Malay ethnicity in South Sumatra because the results of PCR and RLFP were only 18 respondents from 78 respondents so they could not be analyzed using SPSS because they did not meeting statistical test requirements but the Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158met gene is a risk factor for the development of uterine myomas.Keywords: uterine myoma, Polymorphism, Catechol-O-Methyltransferase (COMT) Val158met
HUBUNGAN POLIMORFISME GEN KLOTHO C1818T DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA Efrieni Yusuf; Legiran Legiran; Mgs Irsan Saleh; Kms Yusuf Effendi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V8I3.12778

Abstract

Angka Kematian Ibu akibat preeklamsia baik di dunia maupun di Indonesia masih tinggi. Preeklamsia merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki berbagai faktor risiko, diantaranya usia ibu, jumlah anak (paritas) dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Polimorfisme Gen Klotho C1818T dapat menyebabkan terjadi kelainan vaskularisasi plasenta yang akan mengakibatkan disfungsi endotel sehingga terjadi preeklamsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen Klotho C1818T dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan  studi case control, yaitu dengan cara membandingkan antara kelompok kasus yaitu ibu hamil dengan preeklamsia sebanyak 55 subjek dan kelompok kontrol yaitu ibu hamil normal sebanyak 55 subjek. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 110 subjek. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil pada variabel usia nilai p value 0,022 ; OR = 2,667 ; CI 95% = 1,136-6,258, variabel paritas dengan nilai p value 0,179 ; OR = 0,596 ; CI 95% = 0,279-1,272, variabel riwayat preeklamsia dengan nilai p value 0,000 ; OR = 10,494 ; CI 95% = 4,345-25,345. Pada genotif CT dan TT terhadap kejadian preeklamsia didapatkan nilai p value 0,003 ; OR = 4,310 ; CI 95% = 1,564-11,878. Pada Alel T didapat nilai p value 0,000 ; OR = 3,973 ; CI 95% = 1,934-8,160. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen Klotho C1818T dengan kejadian preeklamsia. Kata kunci: Polimorfisme, Klotho C1818T, Preeklamsia
POLIMORFISME GEN P21 CODON 31 RS 1801270 DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS PADA ETNIS MELAYU DI SUMATERA SELATAN Diana Polania; Legiran Legiran; Rizal Sanif
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.13787

Abstract

Kanker servik adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa.lebih dari 90% penyebab kanker leher rahim saat ini akibat Human Papiloma Virus (HPV) Gen yang terlibat dalam kanker servik adalah Gen P21 Codon 31 rs 1801270.Gen P21 Codon 31 rs 1801270 terletak pada kromosom 6p21.1 terdiri dari 3 ekson dan 2 intron dan mengkode protein 21-kd. Polimorfisme gen p21 dapat mempengaruhi ekspresi dan aktivitas protein berperan dalam ketahanan terhadap kanker serviks. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan polimorfisme gen p21 codon 31 dengan kejadian kanker serviks pada etnis melayu di sumatra selatan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain Kasus Kontrol  ( Case - Control ).Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2019 di Biologimolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.Uji statistik menggunakan uji Chi - Square.Sampel penelitian ini menggunakan sampel darah yang diambil pada 70 sampel yang terdiri dari 35 dari kelompok kasus dan 35 dari kelompok kontrol.Polimorfisme Gen P21 Codon 31 rs1801270 dilakukan dengan metode PCR-RFLP. Tidak ditemukan adanya polimorfisme genotif dan alotif  Gen P21 Codon 31 rs1801270 terhadap kejadian kanker serviks pada etnis Melayu di Sumatra Selatan.
Dimensi Antropometrik Anak Sekolah dan Ukuran Kursi Sekolah Legiran Legiran
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disain kursi yang ada dalam kelas tidak sepenuhnya merujuk pada ukuran-ukuran antropometrik pemakainya. Meja-kursi sekolah biasanya dibuat massal, satu tipe-satu ukuran-untuk semua. fungsi kursi secara tradisional sebagai tempat duduk dan aktivitas belajar mungkin sudah memenuhi syarat, tetapi sebagai tempat yang nyaman, aman, dan bebas stres dalam waktu relatif lama belum dapat dipastikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidaksesuaian antara ukuran tubuh anak sekolah dasar dan ukuran kursi sekolah yang digunakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Subjek penelitian ini adalah siswa salah satu sekolah dasar swasta terpadu di Palembang. Jumlah subjek sebanyak 114 orang dengan rentang umur 5-10 tahun. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling sesuai tingkat kelas. Telah dilakukan pengukuran antropometri yaitu tinggi poplitea, panjang poplitea-bokong, dan pengukuran kursi yaitu tinggi kursi dan kedalaman landasan duduk. Ukuran antropometrik dan ukuran kursi dibandingkan untuk ditentukan ketidaksesuaiannya. Tinggi kursi rata-rata lebih besar dari tinggi poplitea rata-rata pada semua tingkatan umur. Kedalaman landasan duduk rata-rata lebih besar dari panjang poplitea-bokong  rata-rata subjek pada kelompok umur 5, 6, dan 8 tahun. Ketidaksesuaian ditemukan pada tinggi poplitea dan tinggi kursi (100%), panjang poplitea-bokong dan kedalaman landasan duduk (68,5%).
Faktor Risiko Stres dan Perbedaannya pada Mahasiswa Berbagai Angkatan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Legiran Legiran; M. Zalili Azis; Nedya Bellinawati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah suatu respon tubuh seseorang yang timbul sebagai reaksi terhadap adanya tuntutan eksternal yang dianggap berbahaya atau mengancam dirinya. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa stres pada mahasiswa kedokteran sangat tinggi apabila dibandingkan dengan program studi lain di sektor non-medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko dengan kejadian stres pada mahasiswa semester I, III, dan V, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa angkatan 2012, 2013, dan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Semua mahasiswa sebanyak 240 orang diikutkan dalam penelitian. Data diambil melalui kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire kemudian data dianalisa dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 122 orang mahasiswa (50,8%) mengalami stres dan 118 orang (49,2%) tidak mengalami stres. Tidak didapatkan perbedaan faktor risiko dengan kejadian stres pada mahasiswa.
Obesitas dan pengeroposan tulang, Bagaimana hubungannya? Legiran Legiran
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.773 KB) | DOI: 10.32539/JKK.v5i2.6127

Abstract

Latar Belakang: Penelitian tentang hubungan obesitas dan pengeroposan tulang telah banyak dilakukan dan secara epidemiologik menunjukkan obesitas berhubungan dengan peningkatan massa tulang. Penelitian lainnya menemukan bahwa obesitas menjadi faktor risiko terjadinya osteoporosis. Berat badan lebih dianggap sebagai faktor protektif bagi terjadinya proses pengeroposan tulang terutama pada wanita pascamenopause akibat dipertahankannya kadar estrogen selama masa menopause. Bagaimana hubungan obesitas dalam menghambat terjadinya proses pengeroposan tulang?Tujuan: Mendiskusikan hubungan obesitas sebagai faktor protektif proses pengeroposan tulang.Isi: Tulang sebagai bagian dari rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai kerangka yang keras untuk mendukung, melindungi, dan memudahkan fungsi jaringan lunak. Jika ukuran rangka semua orang sama berapapun berat badannya, pasti beberapa tulang akan kesulitan memenuhi tugasnya dan akan tidak menguntungkan jika rangka yang ada secara signifikan lebih berat dari kebutuhannya. Pada individu yang gemuk maka dibutuhkan rangka yang lebih kuat dibanding kurus. Ini secara sederhana ingin menyebutkan bahwa gemuk memiliki hubungan dengan rangka. Penelitian membuktikan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan kadar adipokin-adipokin seperti leptin, adinopektin, visfatin, resistin, apelin, dan lainnya yang dapat berpengaruh terhadap makronutrien metabolisme dan selanjutnya adipokin-adipokin tersebut mungkin saja berinteraksi dengan modulator energy jangka panjang  seperti insulin. Hal ini masih belum bisa diungkap hubungan erat antara obesitas, hormon-hormon yang dipengaruhinya, dan efek fisiologi yang ditimbulkan. Obesitas dapat menguntungkan bagi kesehatan tulang karena efek mekanik dari berat badan pada pembentukan tulang karena obesitas berkaitan dengan inflamasi kronik dimana terjadi peningkatan sitokin proinflamasi di jaringan dan sirkulasi yang dapat meningkatkan aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang melalui modifikasi receptor activator nuclear kappa B, RANK Ligand, dan Osteoprotegerin (RANK/RANKL/OPG) pathway. Obesitas juga dapat menjadi sebuah mekanisme patofisiologi berupa efek metabolic toksik asam lemak bebas dan adipokin yang berpengaruh pada metabolisme tulang.Kesimpulan: Obesitas mungkin berhubungan dengan penghambatan proses pengeroposan tulang dan sebaliknya obesitas mungkin juga menjadi faktor yang menyebabkan pengeroposan tulang. Nyatanya proses pengeroposan tulang sangat dipengaruhi baik oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.
Asam nukleat bebas untuk deteksi DNA dan RNA Dalam plasma dan serum Legiran Legiran
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1940an, circulating nucleid acid in plasma and serum (CNAPS) masih banyak hal perlu dijawab sebelum konsep ini dapat benar-benar diterapkan untuk mendeteksi DNA dan RNA dalam plasma atau serum. Berbagai penelitian mendukung bahwa DNA dan RNA bebas memiliki peluang untuk menjadi pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis dan prognosis penyakit terutama keganasan.Tujuan. Memberi gambaran perkembangan konsep CNAPS dari awal ditemukan disertai hasil-hasil penelitian yang mendukungnya.Hasil. DNA sel bebas (cell-free DNA) dapat berasal dari sel nekrosis, apoptosis, atau yang asalnya dari sel itu sendiri, khususnya sel limfosit dan dapat disimpulkan dua sumber yang mungkin CNAPS adalah pelepasan pasif dari sel mati (apoptosis) dan dari pelepasan aktif dari sekresi sel. Asal CNA pada orang normal dari hasil apoptosis limfosit dan inti sel lainnya dan pada pasien kanker, dimana apoptosis sel hilang karena proliferasi sel meningkat yang ditunjukkan seringkali pada elektroforesis muncul pola tangga (pada kanker paru dan pankreas) yang mirip seperti pola apoptosis sel. Untuk DNA fetal yang masuk ke plasma maternal, dapat berasal dari berbagai kemungkinan yaitu transfer DNA langsung, sel-sel placenta dan hematopoeitic, dan placenta sebagai sumber predominan.Kesimpulan.  Penelitian-penelitian yang telah dilakukan memberi harapan CNAPS dapat menjadi metode pemeriksaan yang cepat, non invasif, sensitif, dan akurat jika diteliti dengan standarisasi teknik pemeriksaan, evaluasi yang hati-hati, dan analisis data sesuai parameter.
Hubungan antara penggunaan tas sekolah dan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar Legiran Legiran; Tri Suciati; Meirisa Rahma Pratiwi
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.v5i1.6120

Abstract

Penggunaan tas sekolah sering kali menjadi topik permasalahan terkait dengan keluhan muskuloskeletal, diperkirakan sekitar 33% anak mengalami cedera yang berhubungan dengan penggunaan tas sekolah yang salah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan tas sekolah dan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar di kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI sekolah dasar di wilayah Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini di ambil secara purposive sampling, dengan menggunakan kriteria inklusi dan kemudian di dapat 4 sekolah dasar dengan jumlah murid keseluruhan sebanyak 100 siswa. Mayoritas responden berusia 11 tahun, siswa laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, mayoritas siswa masuk kategori indeks massa tubuh “normal”, dan melakukan aktivitas olahraga, jenis “tas punggung” lebih banyak digunakan oleh siswa dengan memakainya di kedua bahu, beban tas yang paling banyak dibawa masuk kategori sedang atau 10-15% berat badan,dengan durasi siswa memakai tas terbanyak selama 15-30 menit dalam sehari. Keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa terletak pada bagian leher 29,9%, bahu 32,5%, punggung 22,7%, dan pinggang 14,9%. Variabel “beban tas” dan “durasi” terbukti berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh siswa (p value 0,000).Terdapathubungan yang signifikan antara berat tas dan durasi dengan keluhan muskuloskeletal pada siswa sekolah dasar.
Co-Authors Abdul, Zabidah Achmad Ridwan, Achmad Ade Dian Anggraini Ade Permana Adinda Adinda Adinda Adnindya, Msy Rulan Afriani Ahmat Umar Alibasyah A. Chakra Andrina, Hana Angella, Gita Ansyori Hatta Ariani Susanti Arwan Bin Laeto Asri Maharani Astuti, Syurmi Aswin Nugraha Ayeshah A Rosdah Bella Ria Astuti Benny Kusuma Bermansyah Bernhard Arianto Purba Bunga Anggreini Sari Chandra, Novy Rosalia Christin, Theresia Danny Amos Tarigan Desi Arlindia Dian Wahyuni Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Diana Polania Dini Rizkie Wijayanti Dini Rizkie Wijayanti Dwi Ariska Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Edi Susanto Effendi, Kms. Yusuf Efman EU Manawan Efrieni Yusuf Eka Febri Zulissetiana Elvi Sunarsih Erial Bahar Febrianto, Yohanes Ferawaty Ferawaty, Ferawaty Ferry Yusrizal Fitri Nurjanah Fitri Nurjanah Fitriani Fitriani Fredi Heru Irwanto Fredy Ferdinand Carol Furqan Indah Gama Satria Gama Satria Ghanie Abla Hafid Komar Handayani, Sri Harun, Yusril Hasbi, Alfian Henry Sugiharto Indah, Furqan INDRA FRANA JAYA KK Indri Seta Septadina Irfannuddin Irfannuddin Irsan Saleh, Muhammad Islamia, Medina Putri Jayawarsa, A.A. Ketut Joneri, Alrahman KAMILA, YURI Kartika, Juspeni Kemas Muhammad Dahlan Kesty, Cindy Kgs. M. Rosyidi Kms Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kurniawan, Didy Layal, Kamalia M. Afif Heldian Putra M. Zalili Azis Mahardika Putri, Sima Asmara Dewa Marya Malahayati, Putri Martinova, Vera Mediarty Mega Sary Mega Sary Meirisa Rahma Pratiwi Mgs. Irsan Saleh Mgs.Muhammad Irsan Saleh Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Arma Muhammad David Riandy Muhammad Hasnawi Haddani Muhammad Ikhsan Kartawinata Muhammad Irsan Saleh Muhammad Reagan Mutiara Budi Azhar Nadia Maharni Nadya Aviodita Nedya Bellinawati Nopriyati Nova Kurniati Novy Rosalia Chandra Nur Qodir Nur Qodir Nur Riviati, Nur Nurjanah, Fitri Odiesta, Muhammad Ramadhan Okta Emilia Patiyus Agustiansyah Patresia, Retta Pirma I.R.M Precelia Fransiska Puspa Zuleika, Puspa Putri Mirani Qodir, Nur Radema Pranata Ramdiana, Ramdiana Ria Nova Rico Januar Sitorus Ridho Surya Putra Rika Purnama Sari Rini Nindela, Rini Rizal Sanif Rizal Zainal Rizma Adlia Syakurah Rose Mafiana Safyudin Saleh, Muhammad Irsan Salni Salni Sari, Sagita Darma Sary, Mega Sepiwiryanti, Wika Shafira Irmayati Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri Siti Nurmaini Siti R. Nanin Siti Rusdiana Puspa Dewi Soenarto Kartowigno Sugiharto, Henry Suly Auline Rusminan Susila Arita Syifa Alkaf Taufik Indrajaya Taufik Kurrohman Theresia Christin Tri Suciati Tri Suciati Vidro Alif Gunawan Wahyuni, Devi Azri Wardiansah Wardiansah, Wardiansah Wiria Aryanta Yangtjik Yangtjik Yuli Kurniawati Yunindyawati Yunindyawati Yuniza Yusni Puspita Yusuf Effendi Yusuf, Khaidir Zakaria Mukalla Zen Hafy Zulkhair Ali Zulkifli