This Author published in this journals
All Journal SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Jurnal Anestesi Perioperatif Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Majalah Obstetri dan Ginekologi Majalah Kedokteran Sriwijaya Jurnal Keperawatan Sriwijaya Biomedical Journal of Indonesia Paediatrica Indonesiana JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Biomedika dan Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sriwijaya Journal of Surgery Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Majalah Kesehatan Indonesia Cendekia Medika : Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja CRJIM (Clinical and Research Journal in Internal Medicine) Journal of Community Development Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS (COMORBID) Journal of Anesthesiology and Clinical Research Lentera Perawat Majalah Anestesia & Critical Care (MACC) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Neurona Stetoskop : The Journal Of Health Science Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Polymorphism of CYP1A1 (Ile462Val) Gene Related to Uterine Myoma in Malays Ethnicity of South Sumatera Bella Ria Astuti; Ferry Yusrizal; Legiran Legiran
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mm.200249

Abstract

ABSTRACTASSOCIATION BETWEEN CYP1A1 (Ile462Val) GENE POLYMORPHISM AND OCCURANTE OF UTERINE MYOMA IN MALAYS POPULATION IN SOUTH SUMATERA.Bella Ria Astuti1, Ferry Yusrizal2 dan Legiran3Biomedical Science Program, Faculty of Medicine, University Sriwijaya          Background :  Uterine myoma is a tumor in the myometrium. Uterine myoma is a disease associated with interactions between genes, hormones, growth factors, cytokines, and the environment. Myoma has never been found before menarche, whereas after menopause only about 10% of myomas still grow. In general the incidence of uterine myoma is predicted to reach 20-30% in women over 35 years. In Indonesia myoma was found 2.39% - 11.7%. Uterine myomas can cause various symptoms including menometroragia, pelvic pain, spontaneous abortion and infertility. that the growth and development of uterine myomas depends on estrogen. Cytochrome CYP450 system is a group of enzymes involved in biosynthesis of steroid hormones and metabolic activation of carcinogens. CYP1A1 is one of three members of the CYP1 family that plays a role in the metabolism of large numbers of xenobiotics. The purpose of this study is to analyze the relationship of CYP1A1 (Ile462Val) gene polymorphism with the incidence of uterine myoma in ethnic Malays in South Sumatra.          Methods : This study is an observational analytic study with a case control. This research was conducted in February 2019 in the laboratory of molecular Biology, Faculty of Medicine, Sriwijaya University. Test the statistics using the chi square test. The study sample used blood samples taken in 70 samples consisting of 35 case samples and 35 control cases. CYP1A1 (Ile462Val) gene polymorphism using the method PCR-RFLP.          Results : There is a relationship between Polymorphism between genotypes and gene alleles CYP1A1 (Ile462Val) with the incidence of uterine myoma in ethnic Malays in South Sumatra. Key words      :  Polymorphism, Gene CYP1A1 (Ile462Val), Uterine leiomyoma.Citations          :  63 (2001-2015)          
HUBUNGAN POSISI DUDUK DAN KETIDAKSESUAIAN DESAIN TEMPAT DUDUK SEPEDA MOTOR DENGAN KEJADIAN NYERI PINGGANG PADA PENGENDARA OJEK DARING Ridho Surya Putra; Legiran Legiran; Mutiara Budi Azhar
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i2.8551

Abstract

Hubungan Posisi Duduk dan Ketidaksesuaian Desain Tempat Duduk Sepeda Motor dengan Kejadian Nyeri Pinggang pada Pengendara Ojek Daring. Pengendara ojek daring merupakan profesi yang kesehariannya beraktivitas lebih banyak dilakukan dengan duduk.Posisi duduk di atas sepeda motor dapat dipengaruhi oleh desain tempat duduk sepeda motor. Berkendara di atas sepeda motor dengan posisi yang statis dan dalam waktu yang lama akan menimbulkan masalah pada tulang belakang. Salah satu efek samping dari posisi duduk statis dalam jangka waktu yang lama adalah dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Dampak dari keluhan muskuloskeletal yang paling sering dijumpai adalah Nyeri Punggung Bawah (NPB). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan ketidaksesuaian desain tempat duduk sepeda motor dengan NPB agar dapat dilakukan tindakan pencegahan sebelum timbulnya keluhan NPB pada pengendara ojek daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional (potong lintang) dengan teknik consecutive sampling. Populasi penelitian ini adalah semua pengendara ojek daring (Gojek) di Kota Palembang. Sampel penelitian adalah sebagian pengendara ojek daring yang ada di Kota Palembang yang berjumlah 108 orang. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan menggunakan kuisioner dan hasil ukur. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Rank Spearman. Dari penelitian ini ditemukan 80 pengendara (74.1%) yang menderita nyeri punggung bawah dari 108 pengendara. Pengendara dengan posisi duduk tegak sebanyak 27 orang (25.0%), posisi duduk duduk bungkuk sebanyak 8 orang (7.4%) dan posisi duduk menyandar sebanyak 73 orang (67.6%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara posisi duduk dengan nyeri punggung bawah pada pengendara ojek daring (p>0.05, r=0.598). Dari uji korelasi menggunakan rank spearman, didapatkan hasil yang menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan antara intensitas nyeri dengan desain tempat duduk sepeda motor pada selang kepercayaan 95% (p>0.05). Tidak terdapat hubungan bermakna posisi duduk dan ketidaksesuaian desain tempat duduk sepeda motor dengan nyeri punggung bawah pada pengendara ojek daring
Factors Affecting Low Back Pain (LBP) among Public Transportation Drivers Muhammad Arma; Indri Seta Septadina; Legiran Legiran
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i4.10240

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common health problems among public transportation drivers. On the average, public transportation drivers has 12 hours working time per day with prolonged static sitting position so that it can cause problems such as muscle and spine pain in the lower back area. This study was conducted to analyze what factors affect LBP the most among public transportation drivers in Palembang. This analytic observational reasearch is using cross sectional design and incidental sampling technique. Subject of the research is 60 public transportation drivers in Palembang. LBP is measured with Nordic Questionnaire and the other factors is measured with self identity questionnaire, Perceived Stress Scale and anthropometric measurement. Data is analysed with Chi-Square method and logistic regression analysis. Thirty seven drivers (61,7%) of 60 drivers complained about LBP. There is significant association of LBP with age (p=0.044), BMI (p=0.006), working period (p=0.037), working time (p=0.040), and smoking (p=0.016), but no significant association with waist circumference (p=0.111), pelvis height (p=0.066), psychosocial stress (p=0.229), and family history(p=0.443). Multivariate analysis with logistic regression showed that BMI is associated with LBP (p=0.002). There is significant association between LBP with age, BMI, working period, working time, and smoking. BMI has a greater association with LBP. 
Pola Sidik Bibir pada Suku Palembang Berdasarkan Jenis Kelamin Nadya Aviodita; Legiran Legiran; Indri Seta Septadina
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i4.8522

Abstract

Sumatera Selatan yang merupakan bagian dari Indonesia dikenal dengan keanekaragaman individu dengan ciri khas masing-masing yang unik pada setiap sukunya, diantaranya suku Palembang. Ciri khas tersebut salah satunya dapat dilihat dari pola sidik bibir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pola sidik bibir antara laki-laki dan perempuan pada suku Palembang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif potong lintang. Sebanyak 140 subjek penelitian yang berasal dari suku Palembang diwilayah kota Palembang diambil pola sidik bibirnya. Pengambilan dilakukakan dengan penggunaan pewarna bibir yang selanjutnya ditempelkan pada selotip transparan. Sidik bibir yang dianalisis pada bagian pertengahan bibir bawah dengan lebar 10 mm menggunakan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi. Pola yang dianalisis berupa pola berpotongan, pola retikuler, garis vertikal, garis bercabang, dan bentuk lainnya. Pola sidik bibir tipe IV (23,6%) merupakan pola sidik bibir yang paling banyak muncul pada laki-laki dan tipe I’ (24,3%) paling banyak muncul pada perempuan. Pola tipe I (11,4%) paling sedikit ditemuakan pada perempuan dan pola tipe V (7,9%) paling jarang ditemukan pada laki-laki. Pola tipe vertikal sebagian lebih banyak ditemukan pada perempuan dan pola tipe retikuler lebih banyak ditemukan pada laki-laki.
Nyeri Pinggang dan Faktor-Faktor Risiko Yang Mempengaruhinya Indri Seta Septadina; Legiran Legiran
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Keluhan nyeri punggung bawah atau pinggang (low back pain-LBP) masih tetap menjadi keluhan yang banyak dijumpai pada setiap orang. Keluhan ini juga banyak dijumpai di kalangan pekerja dari berbagai jenis pekerjaan. Akibat rasa nyerinya, pekerja terpaksa beristirahat dan mencari penyembuhan sehingga banyak kehilangan waktu kerja, menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan, dan menurunkan produktivitas. Pada pekerja, ada beberapa faktor risiko utama yang diduga berperan dalam terjadinya LBP yaitu stres fisik, stres psikososial, karakter pribadi, dan karakter fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nyeri pinggang, faktor-faktor risiko dan hubungan antara nyeri pinggang dengan faktor-faktor risiko tersebut.   Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah case control study. Populasi adalah pria atau wanita usia produktif. Sampel pada kelompok kasus ditentukan ahli penyakit dalam.   Hasil: Pada penelitian ini telah dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, pemeriksaan radiologi rontgen foto lumbal antero-posterior dan lateral serta ditanyakan juga riwayat merokok, posisi kerja, dan beban pekerjaan. Tiap variabel dihubungkan dengan kejadian LBP dengan menggunakan uji hipotesis Chi-Square Test. Merokok dan IMT memiliki hubungan bermakna dengan terjadinya LBP (p<0,05), sedangkan posisi dan beban kerja tidak memiliki hubungan bermakna (p>0,05).   Simpulan: Tingkat risiko terbesar untuk terjadinya LBP diantara keempat variabel yang diteliti adalah merokok dengan nilai OR 2,813. Pada penelitian penentuan posisi kerja dan beban pekerjaan ditentukan atas dasar wawancara antara petugas dan responden sehingga masih menimbulkan bias.   Kata Kunci: Nyeri pinggang, merokok, posisi kerja, beban kerja, indeks massa tubuh
Cross-Sectional Study as Research Design in Medicine Puspa Zuleika; Legiran
Archives of The Medicine and Case Reports Vol. 3 No. 2 (2022): Archives of The Medicine and Case Reports
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/amcr.v3i2.193

Abstract

A cross-sectional study is an observational study that analyzes data from a population at one point in time. These studies are often used to measure prevalence in medicine, analyze health studies, and describe health characteristics. Unlike other types of observations, in a cross-sectional study, each research subject was only observed once, the measurement of research variables was carried out at the time of the observation, and no follow-up was carried out on the measurements made. These studies are less expensive and easier to perform and help establish preliminary evidence in planning further studies in the future. This article reviews essential characteristics, describes strengths and weaknesses, discusses methodological issues, and provides design recommendations and statistical analysis for cross-sectional studies.
Sleep and Bone Density: A Study on Postmenopausal Indonesian Women Shafira Irmayati; Muhammad Reagan; Legiran Legiran
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 3 No. 1 (2019): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v3i1.68

Abstract

Background: Low bone density has been known as one of the factors that increased fracture risk. Aging, estrogen deficiency, low BMI, and inadequate calcium intake are known factors that contribute to decreased bone density. Other than the known factors, some research show that sleep duration can also lower bone density. Sleep affects bone density in a way that it causes increased level of cortisol, proinflammatory cytokine, and decreased in physical activity. Method: This study is an observational analytic study with cross-sectional design. It is conducted on menopausal patients that has been examined with bone mineral densitometry at Poliklinik Reumatologi Penyakit Dalam RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang in November 2017 to Oktober 2018. Samples are collected using total sampling technique. Results: From 93 subjects that participated in this study, 20,4% of them had osteopenia, and 51,6% had osteoporosis. Patients with low bone density, mainly slept for 6 to 8 hours at night per day, 30 minutes of nap per day, and has a total sleep duration for less than 8 hours each day. This study shows no significant association between night-time sleep, daytime napping, and total sleep duration with bone density (p value = 0,168, p value = 0,831, p value = 0,984). Analysis on other risk factors show significant association between body mass index and low bone density (p value = 0,002). Conclusion: There are no significant association between sleep duration and bone density in menopausal patients at Poliklinik Reumatologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Polymorphism of the Klotho G-395a Gene Promoter with the Incidence of Preeclampsia Desi Arlindia; Mgs. Irsan Saleh; Zen Hafyy; Legiran; Erial Bahar; Kms. Yusuf Effendi; Ferry Yusrizal
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 1 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i1.178

Abstract

A B S T R A C TIntroduction. Preeclampsia is one of the leading causes of maternal and perinatalmorbidity and mortality and is still a disease of theory. Klotho is a new gene, inseveral biological processes in the pathophysiology of preeclampsia that play a rolein regulating endothelial nitric oxide production, angiogenesis, production ofantioxidant enzymes and protection against endothelial dysfunction. The Klotho G-395A genotype AA promoter polymorphism is the cause of hypertension. This studyaims to determine the relationship of the Klotho G-395A promoter polymorphism tothe incidence of preeclampsia. Methods. This study is an analytical study with acase-control design. The research was conducted at Pembina community healthcentre of Palembang and the public hospital of Prabumulih in February - July 2020and involving 50 case group and 50 control group. To determine the genotype andallotype of the Klotho G-395A gene promoter polymorphism, using polymerase chainreaction examination. Result. The results showed that the risk factors for maternalage and maternal gestational age had a significant relationship with the incidence ofpreeclampsia (p-value 0.015; p-value 0.000). There was a significant relationshipbetween the Klotho G-395A genotype GA + AA promoter polymorphism and theincidence of preeclampsia (p-value 0.024; OR = 2.571; 95% CI = 1.122-5.895), whileallotypes in the study sample also had a significant relationship with the incidenceof preeclampsia. preeclampsia (p-value 0.025; OR = 1.978; 95% CI = 1.087-3.599).Conclusion: There is a significant relationship between the Klotho G-395A genepromoter polymorphism and the incidence of preeclampsia.
Correlation between the Serum Level of Interleukin-2 in Hemodialysis Patients and Severity of Renal Pruritus Radema Pranata; Yuli Kurniawati; Fitriani Fitriani; Legiran; Soenarto Kartowigno; Nopriyati
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 5 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i5.226

Abstract

Renal pruritus (RP) is a condition or symptom that is often found in end-stage chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis (HD). The etiology of RP is multifactorial, one of it due to inflammation mediated by interleukin 2 (IL-2). Study on the correlation between serum level of IL-2 and the severity of RP is still limited. This study will analyze the correlation between serum level of IL-2 in patients undergoing HD and the severity of RP. Our method is cross sectional design at Hemodialysis Installation of Dr. Mohammad Hoesin Hospital. Serum level of IL-2 examined by ELISA, the severity of RP assessed by a 5 dimensional pruritus scale. Inclusion criteria in this study included HD patients with RP ≥ 9, age ≥ 18 years and willing to sign informed consent. The results from 28 male (59.6%) and 19 female (40.4%) are the mean serum level of IL-2 (pg/ml) is 0.424 ± 0.077. The mean RP severity score is 18.98 ± 2.74. A strong positive correlation between serum level of IL-2 and the severity of RP (r = 0.750, p = 0,000). Our conclusion is the increase of serum level IL-2 in line with severity of RP.
Epidemiology and Risk Factors for Cervical Cancer Patiyus Agustiansyah; Rizal Sanif; Siti Nurmaini; Irfannuddin; Legiran
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 7 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i7.326

Abstract

Cervical cancer in Indonesia in 2018 ranks second in cancer in women in Indonesia with an incidence rate of 348.809 cases with a mortality rate of nearly 60% of the incidence, namely 207.210 deaths. Deaths from cervical cancer are projected to continue to increase and are estimated to reach 12 million deaths by 2030 if not treated properly. The incidence of cervical cancer in Indonesia is estimated to have 180.000 new cases per year and the death rate is thought to reach 75% in the first year. This death is mainly associated with the majority of newly diagnosed patients who are already at an advanced stage (70% of cases) and are already at the terminal stage at the time of diagnosis.
Co-Authors Abdul, Zabidah Achmad Ridwan, Achmad Ade Dian Anggraini Ade Permana Adinda Adinda Adinda Adnindya, Msy Rulan Afriani Ahmat Umar Alibasyah A. Chakra Andrina, Hana Angella, Gita Ansyori Hatta Ariani Susanti Arwan Bin Laeto Asri Maharani Astuti, Syurmi Aswin Nugraha Ayeshah A Rosdah Bella Ria Astuti Benny Kusuma Bermansyah Bernhard Arianto Purba Bunga Anggreini Sari Chandra, Novy Rosalia Christin, Theresia Danny Amos Tarigan Desi Arlindia Dian Wahyuni Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Diana Polania Dini Rizkie Wijayanti Dini Rizkie Wijayanti Dwi Ariska Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Edi Susanto Effendi, Kms. Yusuf Efman EU Manawan Efrieni Yusuf Eka Febri Zulissetiana Elvi Sunarsih Erial Bahar Febrianto, Yohanes Ferawaty Ferawaty, Ferawaty Ferry Yusrizal Fitri Nurjanah Fitri Nurjanah Fitriani Fitriani Fredi Heru Irwanto Fredy Ferdinand Carol Furqan Indah Gama Satria Gama Satria Ghanie Abla Hafid Komar Handayani, Sri Harun, Yusril Hasbi, Alfian Henry Sugiharto Indah, Furqan INDRA FRANA JAYA KK Indri Seta Septadina Irfannuddin Irfannuddin Irsan Saleh, Muhammad Islamia, Medina Putri Jayawarsa, A.A. Ketut Joneri, Alrahman KAMILA, YURI Kartika, Juspeni Kemas Muhammad Dahlan Kesty, Cindy Kgs. M. Rosyidi Kms Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kurniawan, Didy Layal, Kamalia M. Afif Heldian Putra M. Zalili Azis Mahardika Putri, Sima Asmara Dewa Marya Malahayati, Putri Martinova, Vera Mediarty Mega Sary Mega Sary Meirisa Rahma Pratiwi Mgs. Irsan Saleh Mgs.Muhammad Irsan Saleh Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Arma Muhammad David Riandy Muhammad Hasnawi Haddani Muhammad Ikhsan Kartawinata Muhammad Irsan Saleh Muhammad Reagan Mutiara Budi Azhar Nadia Maharni Nadya Aviodita Nedya Bellinawati Nopriyati Nova Kurniati Novy Rosalia Chandra Nur Qodir Nur Qodir Nur Riviati, Nur Nurjanah, Fitri Odiesta, Muhammad Ramadhan Okta Emilia Patiyus Agustiansyah Patresia, Retta Pirma I.R.M Precelia Fransiska Puspa Zuleika, Puspa Putri Mirani Qodir, Nur Radema Pranata Ramdiana, Ramdiana Ria Nova Rico Januar Sitorus Ridho Surya Putra Rika Purnama Sari Rini Nindela, Rini Rizal Sanif Rizal Zainal Rizma Adlia Syakurah Rose Mafiana Safyudin Saleh, Muhammad Irsan Salni Salni Sari, Sagita Darma Sary, Mega Sepiwiryanti, Wika Shafira Irmayati Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri Siti Nurmaini Siti R. Nanin Siti Rusdiana Puspa Dewi Soenarto Kartowigno Sugiharto, Henry Suly Auline Rusminan Susila Arita Syifa Alkaf Taufik Indrajaya Taufik Kurrohman Theresia Christin Tri Suciati Tri Suciati Vidro Alif Gunawan Wahyuni, Devi Azri Wardiansah Wardiansah, Wardiansah Wiria Aryanta Yangtjik Yangtjik Yuli Kurniawati Yunindyawati Yunindyawati Yuniza Yusni Puspita Yusuf Effendi Yusuf, Khaidir Zakaria Mukalla Zen Hafy Zulkhair Ali Zulkifli