p-Index From 2021 - 2026
8.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Jurnal Pendidikan Indonesia Edulib Indonesian Journal of Science and Technology Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan Jurnal Penelitian Pendidikan REFLEKSI EDUKATIKA Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Jurnal Moral Kemasyarakatan SOSIOHUMANIKA EDUCARE PEDAGOGIA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT JURNAL PETIK Jurnal Basicedu Jurnal EDUTECH Undiksha Pustabiblia: Journal of Library and Information Science JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan Sukma: Jurnal Pendidikan Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia Jurnal Pendidikan dan Konseling Journal of Elementary School (JOES) Jurnal Paedagogy Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Indonesian Journal of Social Sciences Inovasi Kurikulum LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Basicedu Curricula: Journal of Curriculum Development 12 Waiheru Eduvest - Journal of Universal Studies West Science Interdisciplinary Studies MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) West Science Interdisciplinary Studies West Science Social and Humanities Studies Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Sukma: Jurnal Pendidikan Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Evaluasi Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Jenjang Pendidikan Tinggi Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37310

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan pada pola pengajaran yang dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan. E-learning sebagai moda pembelajaran yang dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan keterampilan digital pendidik dan juga peserta didik. Namun, saat ini manfaat dari mengadopsi sistem e-learning dalam pembelajaran di pendidikan tinggi masih belum terealisasi sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur berupa artikel jurnal dan prosiding yang diterbitkan pada rentang tahun 2011-2021 mengenai model evaluasi pembelajaran berbasis e-learning pada perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif untuk mencari fakta mengenai kerangka instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas e-learning pada lembaga pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen penting dalam menyusun kerangka instrumen evaluasi e-learning mencakup: (1) keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan alat, (2) hakikat pedagogik pada pembelajaran elektronik, (3) ketersediaan sistem dukungan atau tenaga ahli teknis yang memiliki kemampuan khusus dalam mengelola platform e-learning, (2) keterampilan khusus dalam penggunaan e-learning, (5) pengaruh efikasi pengguna e-learning terhadap keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.   Technological developments have led to changes in the pattern of teaching carried out in several educational institutions. E-learning is a learning tool that is considered an effective system to improve the quality of learning and improve educators' and students' digital skills. However, currently, the benefits of adopting an e-learning system in learning in higher education are still not fully realized. This study aims to analyze the literature in journal articles and proceedings published in the 2011-2021 range regarding the evaluation model of e-learning-based learning in universities. The research method used is descriptive qualitative to find facts about the framework of the evaluation instrument used to evaluate the effectiveness of e-learning in higher education institutions. The results of the study indicate that the essential components in developing the framework of the e-learning evaluation instrument include: (1) the involvement of various parties in the development of the tool, (2) the pedagogic nature of electronic learning, (3) the availability of a support system or technical experts who have special abilities in managing the e-learning platform, (2) specific skills in the use of e-learning, (5) the effect of e-learning user efficacy on the successful implementation of learning.
Penguatan Peran Kepemimpinan Kurikulum (Curriculum Leadership) Wakil Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kepemimpinan Pembelajaran (Instructional Leadership) R. Rahmat; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2036.942 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36013

Abstract

Saat ini kita berada di era revolusi industri 4.0, di mana revolusi tersebut akan memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan di berbagai sektor khususnya tiga klaster: fisik, digital, dan biologi. Dengan kondisi demikian, maka tuntutan perubahan terhadap Lembaga pendidikan menjadi begitu besar. Pendidikan sebagai sebuah upaya mempersiapkan masa depan bangsa harus mampu menjawab tantangan ini. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di abad ke-21 seperti dijelaskan di atas dan perlunya kepala sekolah menerapkan kepemimpinan instruksional maka diperlukan sebuah model kepemimpinan yang dapat mengintegrasikan keduanya untuk menjadi lebih produktif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) di mana peneliti menggunakan berbagai sumber rujukan dan dokumen yang dapat mendukung proses penelitian. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepala sekolah harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang dapat mempengaruhi orang lain salah satu yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum sehingga diperlukan pembagian tugas dan kewenangan dalam implementasi kepemimpinan pembelajaran antara kepala sekolah dengan wakil bidang kurikulum dan dapat terlihat bahwa wakil kepala sekolah bidang kurikulum memiliki peranan sangat strategis dalam tata kelola implementasi kurikulum.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepemimpinan Kurikulum, Kepemimpinan Pembelajaran We are currently in the era of the industrial revolution 4.0, where this revolution will have a very significant impact on various sectors, especially three clusters: physical, digital, and biological. With these conditions, the demands for changes in educational institutions become so great. Education as an effort to prepare the nation's future must be able to answer this challenge. With the increasingly complex problems in the 21st century as described above and the importance of principals implementing instructional leadership, a leadership model is needed that can integrate the two to be more productive. This research uses library research by utilizing various reference sources and documents that can support the research process. In this study, it was found that the principal must have leadership abilities which can influence others, one of which is the vice principal in the curriculum field so that it is necessary to divide the tasks and authority in the implementation of learning leadership between the principal and the vice principal in the curriculum field and it can be seen that the vice principal in the field of curriculum The curriculum has a very strategic role in the governance of curriculum implementation.
Balancing control and freedom: Conditional autonomy in curriculum management in an Islamic Private School in Indonesia Khairil Azhar; Mohammad Ali; Eero Ropo; Dinn Wahyudin; Angga Hadiapurwa
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75491

Abstract

This study examines the complexities of teacher autonomy in curriculum management at a private Islamic school in Indonesia, positioned within an educational environment shaped, to a certain extent, by Indonesia's shifting educational policies—oscillating between centralization and decentralization—and various religious frameworks. Through qualitative analysis of data obtained from focused group discussions involving teachers and school management, this research reveals how teacher autonomy is both supported and constrained by institutional policies, religious values, and resource availability. The main finding of this study is the emergence of a conditional autonomy model, where teachers exercise a negotiated form of autonomy within certain boundaries. On one hand, teachers’ autonomy is influenced by national educational policies, institutional frameworks, and cultural-religious norms, indicating that this autonomy is conditional rather than absolute. On the other hand, due to practical field needs, teachers make adjustments in designing curriculum content, applying various teaching methods and strategies, and adapting teaching and assessment methods based on student conditions and time availability. These dynamics are influenced by factors such as school and foundation policies, educational supervision, resource availability, and teacher creativity. This study highlights unique challenges within the Indonesian context, where teacher autonomy in curriculum management requires a deeper, context-specific approach. A balance is needed between the demands for innovation and flexibility and the support and control mechanisms that do not restrict the space for the growth of teacher agency. AbstrakStudi ini mengkaji kompleksitas otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum di sebuah sekolah Islam swasta di Indonesia, yang diposisikan sebagai satu lingkungan pendidikan yang sampai taraf tertentu terbentuk oleh ragam kebijakan pendidikan di Indonesia yang bergerak seperti pendulum—sentralistik-desentralistik—serta faktor berbagai kerangka keagamaan. Melalui analisis kualitatif atas data yang diperoleh dari diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), yang melibatkan guru-guru dan manajemen sekolah, penelitian ini mengungkapkan bagaimana otonomi guru didukung sekaligus dibatasi oleh kebijakan institusi, nilai-nilai agama, dan ketersediaan sumber daya. Temuan utama dari studi ini adalah munculnya suatu model conditional autonomy (otonomi kondisional), di mana para guru menerapkan otonomi yang dinegosiasikan dalam batas-batas tertentu. Di satu sisi, otonomi para guru tidak terlepas dari pengaruh kebijakan pendidikan nasional, kerangka institusi, dan norma budaya-religius, yang menunjukkan bahwa otonomi tersebut bukanlah mutlak melainkan bersyarat. Namun, di sisi lain, karena kebutuhan praktikal di lapangan, para guru melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam merancang isi kurikulum, menerapkan berbagai metode dan strategi pengajaran, serta menyesuaikan metode pengajaran dan penilaian berdasarkan kondisi siswa dan ketersediaan waktu. Dinamika ini sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebijakan sekolah dan yayasan, supervisi pendidikan, ketersediaan sumber daya, dan kreativitas guru. Studi ini menunjukkan tantangan unik dalam konteks Indonesia, di mana otonomi guru dalam pengelolaan kurikulum memerlukan pendekatan yang lebih mendalam dan konteks-spesifik, di mana perlu keseimbangan antara kebutuhan akan inovasi dan fleksibilitas dengan mekanisme dukungan dan kontrol yang tidak menyempitkan ruang bagi pertumbuhan agency guru.Kata Kunci: agensi guru, kerangka keagamaan, manajemen kurikulum, otonomi guru, otonomi kondisional, otonomi kurikulum, sekolah Islam swasta
Interrelation between report book and teacher performance Witzir Sumadisastro Subran; Dinn Wahyudin; Lia Susanti; Dudun Najmudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.65584

Abstract

Teacher report cards are a means of communication and evaluation between the principal and teachers that can improve teacher performance and impact student learning achievement. SDIT Nurul 'Ilmi Jambi has implemented teacher report cards for over ten years, which are given at the beginning of each month along with the receipt of monthly teacher rights. This study aims to determine the relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers. This study uses a mixed method, where data collection is carried out by distributing questionnaires. Then, to analyze the data, SPSS tools are used with validity tests, reliability tests, and Spearman rank correlation tests. In the qualitative method, interviews were conducted with teachers to determine the factors that contribute to teacher performance. The study's results indicate that there is a relationship or influence of report cards on the performance of SDIT Nurul 'Ilmi Jambi teachers, and there is a powerful positive influence. Other things that influence teacher performance based on the interview results are awareness, concern, and spiritual values such as sincerity and charity for the teacher himself. AbstrakRapor guru merupakan sarana komunikasi dan evaluasi antara kepala sekolah dan guru yang dapat meningkatkan kinerja guru serta akan berdampak kepada prestasi belajar siswa. SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi telah melaksanakan penerapan rapor guru selama lebih dari 10 tahun yang diberikan pada tiap awal bulan bersamaan dengan penerimaan hak bulanan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods), di mana pengumpulan data dilakukan menyebarkan kuesioner, kemudian untuk menganalisis data digunakan alat bantu berupa SPSS dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi rank spearman. Sedangkan metode kualitatif, dilakukan wawancara dengan guru untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau pengaruh rapor terhadap kinerja guru SDIT Nurul ‘Ilmi Jambi dan adanya pengaruh positif sangat kuat. Hal lain yang memengaruhi kinerja guru dari hasil wawancara adalah kesadaran, kepedulian, dan nilai-nilai spiritualitas seperti keikhlasan dan amal jariyah bagi guru itu sendiri.Kata Kunci: guru sekolah dasar; rapor guru; sekolah dasar
Analysis of teacher training needs for peace education in early childhood education (PAUD) Muhamad Kosim Gifari; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.71227

Abstract

In the Indonesian context, peace education is becoming increasingly relevant considering the existing cultural, religious, and ethnic diversity. Teachers are a critical sector and have a significant role in instilling peace education in schools. So, competent skills are needed by every teacher who teaches the students about peace education. Then, this study aims to analyze the need for teacher training in peace education in early childhood education. This study uses a quantitative method with a survey approach to explore the need for teacher training related to peace education in early childhood education (PAUD). Data collection was carried out using a Likert scale-based questionnaire. The population of this study is PAUD teachers of RA Al-Hikam Soreang in the Bandung Regency area. The research respondents were taken using the census technique.  The respondents were 5 (five) people or all teachers of RA Al-Hikam Soreang. This research reveals a significant need to improve teacher training in peace education in early childhood education. AbstrakDalam konteks Indonesia, pendidikan perdamaian menjadi semakin relevan mengingat keragaman budaya, agama, dan etnis yang ada. Guru adalah sektor yang sangat penting dan memiliki peran utama dalam menanamkan pendidikan perdamaian di sekolah. Sehingga diperlukan keterampilan yang kompeten untuk dimiliki oleh setiap guru yang akan mengajarkan kepada siswa tentang pendidikan perdamaian. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlunya pelatihan guru bagi pendidikan perdamaian pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk menganalisis kebutuhan pelatihan guru terkait pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini (PAUD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Populasi penelitian ini adalah guru PAUD RA Al-Hikam Soreang di wilayah Kabupaten Bandung. Responden penelitian diambil dengan menggunakan teknik sensus. Jumlah responden yang diambil sebanyak 5 (lima) orang atau seluruh guru RA Al-Hikam Soreang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan pelatihan guru dalam pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini.Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pendidikan perdamaian; pelatihan guru
Analysis of e-learning implementation in adult learning (andragogy) Indah Namira Sari; Dinn Wahyudin; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66034

Abstract

E-learning has relevance to be applied to adult learning as independent learners. This research aims to analyze the effectiveness of e-learning in adult learning (andragogy). In the context of adult learning based on continuous e-learning, there are significant changes in the objectives and content of teaching, social roles, forms, and nature of communication between teachers and students, based on e-learning. The research method uses a literature study of 77 articles found and analyzed based on the steps used. The research results showed that articles regarding e-learning in adult learning were found on the topics "learning outcomes" in higher education, "implementation according to plan" in job training institutions, "application in work practice" in job training institutions, satisfaction, and efficiency. Based on these results, it can also be seen that measuring the effectiveness of e-learning in adult learning mostly uses quantitative and qualitative methods. Meanwhile, although the mixed method exists, it is not as big as the other two methods. Then, the factors supporting the effectiveness of e-learning in adult learning were found in the number of selected articles, namely those related to the quality of teachers/students/lecturers, infrastructure, quality of teaching materials, and quality of learning strategies. AbstrakE-learning memiliki relevansi untuk diterapkan pada pembelajaran orang dewasa sebagai pebelajar mandiri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa (andragogi). Dalam konteks pembelajaran orang dewasa pembelajaran berbasis e-learning secara berkelanjutan, maka terdapat perubahan signifikan dalam tujuan dan isi pengajaran, peran sosial, bentuk dan sifat komunikasi antara guru dan peserta didik, berbasis e-learning. Metode penelitian menggunakan studi literature terhadap 77 artikel yang ditemukan dan dilah berdasarkan langkah-langkah yang digunakan sebagai metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artikel yang mengenai e-learning dalam pembelajaran orang dewasa ditemukan pada topik “hasil pembelajaran” pada pendidikan tinggi, “pelaksanaan sesuai dengan rencana” pada lembaga pelatihan kerja, “aplikasi dalam praktik kerja” pada lembaga pelatihan kerja, kepuasan, dan efisiensi. Berdasarkan hasil tersebut juga dapat dilihat bahwa pengukuran efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa sebagian besar menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Sementara untuk metode campuran meskipun ada tetapi tidak sebesar kedua metode lainnya. Kemudian ditemukan faktor-faktor pendukung efektivitas e-learning pada pembelajaran orang dewasa dari jumlah artikel yang terseleksi yakni berkaitan dengan kualitas guru/pegajar/dosen, sarana prasarana, kualitas bahan ajar, dan kualitas strategi pembelajaran.Kata Kunci: andragogi; efektivitas e-learning; e-learning; studi literatur
The urgency of anti-corruption education as a local subject in secondary education in Lampung Province Aida Ratna Zulaiha; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71162

Abstract

Anti-corruption education is a mandatory local content subject in formal secondary schools in Lampung Province based on the Governor's Regulation. Implementing anti-corruption subjects is carried out by strengthening anti-corruption behavior through a cycle of knowledge, skills, and attitudes to form an anti-corruption attitude in each individual based on their understanding and awareness. This study aimed to determine the implementation process and output of anti-corruption education in senior high schools and vocational high schools in Lampung and to analyze the urgency of anti-corruption education as a local content subject in relation to the objectives of anti-corruption education that have been set. The method used is a combination of analysis of legal documents, modules, and strategies related to anti-corruption education, followed by a survey conducted on schools implementing the program. In most senior high schools and vocational high schools in Lampung that have implemented anti-corruption education as a local content subject, the most dominant aspects taught are attitudes and knowledge, but less for the skills aspect. Based on the objectives of the anti-corruption education set, implementing anti-corruption education only in the form of anti-corruption subjects in local content is not enough. The effectiveness of anti-corruption education in educational units will be achieved if anti-corruption education is implemented comprehensively through curriculum implementation, a conducive ecosystem that supports the internalization of anti-corruption values, and the governance of secondary education units with integrity. AbstrakPendidikan Antikorupsi merupakan mata pelajaran muatan lokal wajib pada sekolah menengah formal di Provinsi Lampung yang didasarkan pada Peraturan Gubernur. Implementasi mata pelajaran antikorupsi dilakukan dalam bentuk penguatan perilaku antikorupsi, melalui siklus pengetahuan, keterampilan dan sikap, dengan tujuan terbentuknya sikap antikorupsi pada setiap individu yang didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang dimiliki. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proses implementasi dan output dari pendidikan antikorupsi di SMA dan SMK di Lampung serta menganalisis urgensi pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal dikaitkan dengan tujuan pendidikan antikorupsi yang ditetapkan. Metode yang dilakukan merupakan kombinasi antara analisis terhadap dokumen hukum, modul dan strategi terkait pendidikan antikorupsi dengan survei yang dilakukan terhadap sekolah pelaksana program. Mayoritas SMA dan SMK di Lampung yang sudah mengimplementasikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran muatan lokal, aspek yang paling dominan diajarkan adalah sikap dan pengetahuan, namun kurang untuk aspek keterampilan. Berdasarkan tujuan dari pendidikan antikorupsi yang ditetapkan, mengimplementasikan pendidikan antikorupsi hanya dalam bentuk mata pelajaran antikorupsi pada muatan lokal tidak cukup. Efektivitas pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan akan tercapai jika pendidikan antikorupsi dilaksanakan secara komprehensif melalui implementasi kurikulum, ekosistem kondusif yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi, serta tatakelola satuan pendidikan menengah yang berintegritas.Kata Kunci: muatan lokal; pendidikan antikorupsi; peserta didik; sekolah menengah
School readiness analysis in implementing differentiated learning in Kurikulum Merdeka Sisworo Hadi; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.68994

Abstract

The principle of differentiated learning is fundamental to the implementation of the Merdeka curriculum. Organizational readiness analysis became crucial before the implementation of differentiated instruction. This research aims to determine the school's readiness as an institution or organization to implement Differentiated Learning in Kurikulum Merdeka. This research was conducted at SMP Penggerak in Bogor City. The research is quantitative research with a survey method. The level of school readiness will be measured using the Readiness Framework Thinking Tool from Scaccia et al. R=MC2 readiness framework is the framework for the instrument adopted. (R: Readiness; C: Innovation Specific Capacity; C: General Capacity). Based on research on School Readiness Levels), the percentage of readiness levels for the three elements of readiness levels is 80.1 percent for motivation elements, 83.7 percent for general capacity elements, and 87.4 percent for particular capacity elements. Using an Interactive System Framework (ISF) and Quality Implementation Framework (QIF), the implementation is divided into 4 phases. In phase 1, all processes are related to internal preparation. In phase 2, schools can develop teams under learning committees. In phase 3, the development of a sustainable strategy, and in phase 4, it is necessary to develop a pattern for the future. AbstrakPrinsip pembelajaran berdiferensiasi menjadi sangat penting pada implementasi kurikulum merdeka. Sebelum implementasi sebuah inovasi seperti pembelajaran berdiferensiasi, sangat perlu dilakukan analisis bagaimana tingkat kesiapan sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan sekolah sebagai lembaga atau organisasi dalam menerapkan Pembelajaran Diferensiasi di Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menganalisis kesiapan SMP Penggerak di Kota Bogor dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Tingkat kesiapan sekolah akan diukur dengan menggunakan Readiness Framework Thinking Tool dari Scaccia, et. Kerangka kesiapan R=MC2 merupakan kerangka instrumen yang diadopsi. (R: Kesiapan; C: Kapasitas Khusus Inovasi; C: Kapasitas Umum). Berdasarkan hasil penelitian Tingkat Kesiapan Sekolah), persentase tingkat kesiapan ketiga unsur tingkat kesiapan adalah 80,1 persen unsur motivasi, 83,7 persen unsur kapasitas umum, dan 87,4 persen unsur kapasitas khusus. Dengan menggunakan Interactive System Framework (ISF) dan Quality Implementation Framework (QIF), proses pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMP Penggerak Kota Bogor dapat dibagi menjadi 4 tahap. Pada tahap 1 semua proses yang berkaitan dengan persiapan internal harus dilakukan. Pada fase 2, sekolah dapat mengembangkan tim di bawah komite pembelajaran. Pada fase 3 pengembangan strategi berkelanjutan dan pada fase 4 perlu dikembangkan pola implementasi untuk masa depan.Kata Kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran berdiferensiasi; SMP penggerak
Co-Authors -, Matahari Abdul Azis Abdul Karim Adriana Gandasari Agustinus Tanggu Daga Aida Ratna Zulaiha Andi Suwirta, Andi Andri Suryadi Andri Suryadi Andri Suryadi, Andri Angga Hadiapurwa Anita Yosepha Aristo, Thomas Joni Verawanto Asep Herry Hernawan Asep Maosul As’ari Djohar Ayu Sukma Trisna Bachrudin Musthafa Bachrudin Mustofa Baeihaqi, Baeihaqi Bakri, Zainal Cantika, Varary Mechwafanitiara Cepi Riyana Cepi Riyana, Cepi Dadi Mulyadi Dani Gunawan Deni Darmawan Dewi, Laskmi Dewi, Maftuhah Dian Rahadian Dian Rahadian Dian Rahadian, Dian Dina Thaib, Dina Djohar, As’ari Donna Crosnoy Sinaga Dudun Najmudin E. Maryani Edi Setiadi Eero Ropo Effy Mulyasari Efrita Norman Evan Firdaus Fiony Fitri Novilia Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia Gandasari, Adriana Gunawan, Dani Gupi Rohman Nurmansyah GUSTI AYU PUTU SUKMA TRISNA . Hamdayani, Masitoh Hardiani, Santi Hasibuan, Jose Bonatua Herliani, An an Ikmal Redzuan Indah Namira Sari Ismayani, Ani Jayanti, Jayanti Johan, Riche Cyhntia Khairil Azhar Laksmi Dewi Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Leni Anggraeni Lestari, Indah Beti Lia Susanti Maknun, Johar Mariana Widjaja Marpaung, Roberto W. Maryani, E. Mawardi Melkius Ayok Mochamad Sobari Mohammad Ali Mohammad Ali Muhamad Kosim Gifari Mukhidin - Mustika Nuramalia Handayani Mustofa, Bachrudin Namira Sari, Indah Nasrulloh, iman Nirmalasari Norce Lenora Saleky Novilia, Fitri Nur Azmi Afifah Diens Nurdiansah, Yusup Nurihsan, Achmad Juntika Prisilia, Sindi Regina Putra, Tarekh Febriana R. Rahmat R. Rusman Rahmawari, Yulia Rifky Serva Tuju Rifky Serva Tuju Risda, Dianni Rohana, Rena Surya Ropitasari, Anna Rosyad, Ramlan Rosyanto, Rosyanto Rudi Susilana, Rudi Rusman Rusman Rusman Rusman Rusman Salsabila, Syifa Sandra Yusepana Saputra, Yori Andes Selvi, Anastasia Sisworo Hadi Suherman, Yuyus Sumadisastro, Witzir Sunarto Sunarto Supiandi, Markus Iyus Suryadi, Tatang Syafitri, Nanda Khaerunisa Syamsidah Lubis Ursula Dwi Oktaviani, Ursula Dwi Veithzal Rivai Zainal Veronika Meo Wadu, Ludovikus Bomans Widjaja, Mariana Widya Puji Astuti, Widya Puji Witzir Sumadisastro Witzir Sumadisastro Subran Yori Andes Saputra Yulia Rahmawati, Yulia Yusepana, Sandra Zonalia Fitriza