Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Komunikasi Kesehatan Terintegrasi pada Manajemen Dietetik Pasien Penyakit Hati di Puskesmas Jatibaru Nur Husnul Khatimah; Irma Zuraini; Alkhair; Dea Zara Avila; M. Noris
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari (2026)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64479/jtpm.v2i1.27

Abstract

Penyakit hati merupakan masalah kesehatan yang signifikan dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Manajemen diet merupakan komponen krusial dalam penatalaksanaan penyakit hati. Namun, pelaksanaan edukasi dietetik yang komprehensif di fasilitas kesehatan primer sering terkendala oleh keterbatasan waktu konsultasi dan sumber daya tenaga kesehatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi dalam penyebarluasan informasi manajemen dietetik penyakit hati di Puskesmas Jatibaru melalui kombinasi media leaflet dan edukasi singkat. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Jatibaru selama satu minggu pada bulan Maret 2025 dengan sasaran pasien dewasa (≥20 tahun). Intervensi meliputi distribusi leaflet “Liver Diets” yang berisi prinsip diet hepatoprotektif serta pelaksanaan edukasi singkat selama 3–5 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara informal, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi kegiatan. Program berhasil mendistribusikan sebanyak 30 leaflet dan memberikan edukasi singkat kepada 25 pasien. Sebanyak 30% leaflet diberikan kepada pasien dengan faktor risiko penyakit hati, sedangkan 70% didistribusikan kepada pasien secara acak. Hasil wawancara informal menunjukkan bahwa 83% pasien menyatakan ketertarikan terhadap informasi yang diberikan. Selain itu, ditemukan beberapa miskonsepsi umum terkait hubungan pola makan dengan kesehatan hati yang berhasil diklarifikasi melalui kegiatan edukasi. Pendekatan komunikasi kesehatan terintegrasi efektif meningkatkan akses dan pemahaman informasi dietetik penyakit hati di fasilitas kesehatan primer meskipun dengan keterbatasan waktu konsultasi.
Spatial Determinants of Childhood Stunting in Lambitu, Bima: A GIS-based Multilevel Analysis Darmin Darmin; M Noris; Nur Husnul Khatimah; Sudirman Sudirman; Hairil Akbar
Media of Health Research Vol. 4 No. 2 (2026): Media of Health Research, May 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/mohr.v4i2.434

Abstract

Stunting is a public health issue that requires special attention, especially in relation to risk factors such as low maternal education, low birth weight babies, maternal age, premature birth, and inadequate antenatal care. The objective of this study was to map the distribution of stunting in Lambitu Subdistrict, Bima Regency, using a Geographic Information System (GIS) to assist policymakers in designing more targeted and effective intervention programmes. The method used was quantitative descriptive research with a GIS approach, including the collection of secondary data from the Lambitu Community Health Centre on the number of toddlers and stunting cases, as well as spatial data in the form of village boundary maps analysed using GIS software to produce thematic maps of stunting distribution. The results showed a fluctuating trend and uneven distribution of stunting cases in the six villages during the period 2023 to 2025. In 2023, Kuta village had the highest stunting prevalence at 16% (orange), followed by Teta at 15% and Londu at 14% (bright orange). In 2024, Ka'owa had the highest prevalence at 22% (bright red), followed by Teta at 19% (orange) and Kuta at 10% (yellow). In 2025, Ka'owa remained the highest at 22.78% (bright red), followed by Sambori at 17.91% and Kaboro at 16.92% (orange), while Teta and Londu decreased to 10% and 9.69% (yellow). The conclusion of this study is that the use of GIS is highly effective in mapping and analysing the distribution of stunting, as well as assisting in decision-making and planning more targeted spatial data-based interventions.
Makrozoobhentos di Pesisir Pantai Kalaki Kec. Palibelo Kab. Bima Nusa Tenggara Barat Noris, Muhammad
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 2 (2020): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v13i2.42068

Abstract

Sampling of macrozoobenthos was carried out in the coastal areas of Kalaki, Pallibelo sub-district, Bima, consisting of Station I (the coastal area near the salt ponds) and Station II (the coastal area far from the salt ponds). Determination of the station is done by purposive sampling method. This type of research is a quantitative exploratory survey. The type of data taken is 1) macrozoobhentos data, 2) habitat data (abiotic factors). Data analysis uses the shannon-wiener index (H '), the Population Density Index (KP), and the Krebs Uniformity Index (E). The results showed temperature (30-33 oC: 25-28 oC), Ph (6-6.5: 6-6.7), salinity (20-25%: 27-33%). Macrozoobenthos found consisted of actinopteri, malacostraca, bivalvia, and atinopterygii classes. The number of macrozoobenthos identified was 153 species consisting of a family of 84 species, 56 species of penaeidae, 4 types of chanidae, 3 types of Arcidae, Mytilidae, Veneridae, Anguillidae of 2 species each. Diversity index H '= 1.132: 0.952, Uniformity Index Value (E) = (0.582: 0.489), Population Density Value (KP) Scylla sp. 5,143-6,857 and 0.143 for the Pena viridis, Metrix metrix, Anguilla bicolor. 3. As a result of exploitation in the form of salt ponds, the abundance of macrozoobenthos in the coastal area of Kalaki, Palibelo Subdistrict, Bima Regency, has decreased significantly with marked sedimentation and turbidity levels. This allows damage to the coast ecosystem
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua, Pemenuhan Asi Ekslusif dan Sanitasi Lingkungan terhadap Status Gizi Balita di Posyandu Desa Wilamaci Nurul Hidayah; M. Noris; Juraidin; Darmin
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 1 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i1.3959

Abstract

This study aims to analyze the effects of parenting styles, exclusive breastfeeding, and environmental sanitation on the nutritional status of toddlers at the Wilamaci Village Posyandu in Monta Subdistrict, Bima Regency. This study employed a quantitative method with an analytical observational approach and a cross-sectional design. The study sample consisted of 51 mothers of toddlers at the Wilamaci Village Posyandu, selected using simple random sampling. Data were collected through face-to-face interviews and questionnaires, and the data were analyzed using Pearson’s correlation test and the chi-square test. The results of the study showed that the nutritional status of toddlers consisted of 20 toddlers (39.2%) in the normal category, 9 toddlers (17.6%) in the stunted category, and 22 toddlers (43.1%) in the severely stunted category. Based on the correlation test results, only the exclusive breastfeeding indicator had a significant relationship with the nutritional status of toddlers (r = -0.279; p = 0.048). Meanwhile, parenting practices and environmental sanitation did not show a significant relationship because their p-values were greater than 0.05 (p > 0.05). In terms of respondent characteristics, the majority of mothers were aged 26-30 years (70.6%), had completed high school (70.6%), and were homemakers (92.2%). This study concludes that exclusive breastfeeding is the most dominant factor associated with the nutritional status of toddlers at the Wilamaci Village Posyandu. Therefore, it is necessary to strengthen education on the benefits of exclusive breastfeeding, the implementation of responsive parenting practices, and good environmental sanitation practices through Posyandu activities and cross-sectoral collaboration
Pelatihan Uji Kandungan Boraks Pada Mahasiswa Gizi Universitas Muhammadiyah Bima Terhadap Pangan Lokal “Kue Kering, Ikan Segar, Ikan Asin, dan Kulit Lumpia” M Noris; Nur Husnul Khatimah; Juhriati; Zuarda Jumainap Rumjani; Arini Arini
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks adalah senyawa kimia turunan dari logam berat Boron (B) yang umumnya digunakan sebagai antiseptik dan pembunuh bakteri. Bentuk boraks seperti kristal putih, tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Tujuan Penelitian ini  ada;ah untuk mengetahui kandungan boraks pada makanan local yang terdapat pada kue kering, ikan segar, ikan asin, dan kulit lumpia. Metode penelitian berupa eksperimen deskriptif dengan menggunakan pendekatan pelatihan sistematis. Subjek penelitian terdiri dari 86 mahasiswa prodi gizi, universitas Muhammadiyah bima. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melakukan deteksi kandungan boraks pada pangan local. Hasil praktikum menunjukkan bahwa Ikan asin pasar kecapi (IAPK) Tinggi kandungan boraks dan Lumpia tukang sayur ) LTS menunjukkan sedikit mengandung boraks. Sedangkan kue kering (KK) dan ikan segar (IS) tidak terdeteksi adanya boraks. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dan komperehensif dengan menggunakan reagen yang dapat mendeteksi adanya kandungan boraks. Penggunaan kunyit hanya sebagai bioindilator awal untuk mendeteksi adanya kandungan boraks secara sederhana
Sosialisasi dan Pelatihan Mengidentifikasi Kandungan Boraks Pada Makanan Junk Food M Noris; Dea Zara Avila; Candra Wisnu Nugroho; Indah Annisa Auliah; Kiki Faradila Putri
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan boraks pada makanan bakso, tahu, sosis, dan mie kuning basah. Metode Penelitian ini menggunakan ekstrak kunyit sebagai indikator untuk mendeteksi boraks. Kunyit dipilih karena mengandung kurkumin, suatu senyawa yang dapat bereaksi dengan boraks dan menghasilkan perubahan warna yang dapat diamati secara visual. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua sampel makanan yang mengandung boraks (sosis dan bakso) dan 2 sampel makanan yang tidak mengandung boraks (tahu dan mie kuning basah) penelitian ini menggunakan air kunyit sebagai pemicu reaksi antara makanan dan kurkumin agar menghasilkan reaksi dari kandungan boraks. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi keamanan pangan, mengingat boraks adalah bahan kimia yang berbahaya dan tidak boleh digunakan dalam makanan. Deteksi boraks menggunakan air kunyit sebagai indikator reaksi memberikan metode yang sederhana dan efektif untuk pengawasan kualitas makanan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menunjukkan adanya boraks dalam dua sampel makanan tetapi juga menyoroti pentingnya metode pengujian yang mudah diakses dan dapat diandalkan untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya dalam produk makanan.
Analisis Kandungan Boraks Pada Makanan Dengan Menggunakan  Ekstra Air Kunyit Eka Puzi Lestari; Lathifah Lathifah; Mastorat; M Noris; Arini Arini
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, industri pangan di Indonesia telah berkembang sangat pesat, ditandai dengan banyaknya industri kecil maupun besar memproduksi berbagai macam makanan, sehingga banyak pedagang menggunakan bahan-bahan adiktif yang relatif murah seperti boraks. Penggunaan boraks pada makanan memerlukan perhatian serius oleh berbagai pihak karena memiliki dampak negatif bagi Kesehatan. Metode Penelitian ini menggunakan Metode desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan boraks dalam berbagai sampel makanan seperti nugget, sosis, dadar gulung dan bolu kukus, dengan menggunkan ekstrak air kunyit sebagai indikator. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari empat sampel makanan yang diuji, dua sampel (nugget dan sosis) positif mengandung boraks, sementara dua sampel lainnya (dadar gulung dan bolu kukus) tidak mengandung boraks. Penemuan ini menggaris bawahi pentingnya kesadaran akan penggunaan bahan tambahan yang berbahaya dalam makanan. Konsumen perlu lebih waspada dan industri makanan harus mematuhi regulasi kesehatan untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat.
Analysis Of Boraks Compound Content In Processed Foods Through Qualitative Methods Nur Fitrianingsih; Latifah; Aiska Fahrani; Tutun Rahmatun; M Noris
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64479/tvsp1g29

Abstract

Boraks, atau natrium tetraborat, adalah senyawa kimia yang memiliki berbagai aplikasi dalam industri, seperti pada produk deterjen, kosmetik, dan pengawet kayu. Namun, boraks sering disalahgunakan dalam makanan sebagai bahan tambahan ilegal, meskipun penggunaannya sangat berbahaya. Penggunaan boraks dalam produk pangan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, termasuk gangguan pencernaan, kerusakan ginjal, gangguan sistem reproduksi, hingga keracunan akut. Banyak lembaga kesehatan di seluruh dunia telah melarang penggunaan boraks dalam makanan, tetapi laporan tentang penggunaannya yang ilegal masih sering ditemukan. Dalam upaya mendeteksi boraks pada makanan, metode berbasis bahan alami, seperti kunyit, telah penulis gunakan. Metode ini dinilai sederhana, mudah dilakukan, dan efektif. Penelitian mengenai deteksi boraks ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengukur tingkat kontaminasi boraks dalam makanan yang beredar di pasaran. Dengan memanfaatkan kunyit sebagai bahan alami, penelitian diharapkan mampu menghasilkan data akurat dan dapat diandalkan. Data ini penting untuk mendukung langkah-langkah pengendalian dan pencegahan penggunaan boraks pada makanan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya boraks.
Preventing Stunting Through Education on Exclusive Breastfeeding for Pregnant and Breastfeeding Mothers Nur Husnul Khatimah; Nurul Hidayah; Dea Zara Avila; M Noris
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan kesehatan pada anak yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan mental, serta produktivitas di masa mendatang. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh ketidakcukupan asupan gizi sejak usia dini. Salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting adalah melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, karena ASI mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi secara menyeluruh dan optimal. ASI mengandung nutrisi lengkap dan antibodi alami yang sangat dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat dan kuat. Kegiatan edukasi mengenai ASI eksklusif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dan menyusui mengenai pentingnya pemberian ASI secara eksklusif sebagai upaya meningkatkan kesehatan bayi dan menurunkan angka stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui media leaflet dan lembar balik yang informatif dan mudah dipahami. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatkan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil pre-test ke post-test sebanyak 40% sedangkan pada ibu menyusui sebanyak 31%, peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai manfaat ASI eksklusif serta praktik pemberian yang tepat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan para ibu dapat menerapkan pemberian ASI eksklusif secara konsisten, sehingga mampu menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal serta berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat.  
STUDI ETNOGRAFI: PRAKTIK BUDAYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA MASYARAKAT SUKU MBOJO DI DESA SAMBORI Fadila Putri, Kiki; Noris, M.; Iksan, Muammar; Hairunnisah, Hairunnisah
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v5i1.4954

Abstract

Exclusive breastfeeding practices in indigenous communities are often influenced by cultural values, traditions, and belief systems that may affect the risk of stunting among children. This study aimed to analyze cultural practices related to exclusive breastfeeding and their association with stunting risk among the Mbojo ethnic community in Sambori Village. This study employed a quantitative approach with an analytical survey design. The study population consisted of mothers with children under five years of age in Sambori Village, with 32 respondents selected based on the research criteria. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 13 statements. Data analysis was conducted using SmartPLS, including outer loading, construct reliability and validity, discriminant validity, path coefficient, R-Square, f-Square, and Pearson correlation analyses. The results revealed that Traditional Maternal and Childcare Practices had the strongest positive effect on Stunting Risk (β = 0.909), followed by Culture and Modern Health System (β = 0.742). In contrast, Breastfeeding Practices (β = -0.625) and Maternal Belief Systems (β = -0.405) showed negative effects on Stunting Risk. The R-Square value of 0.582 indicated that the model explained 58.2% of the variance in stunting risk. The study concludes that cultural factors, childcare traditions, and breastfeeding practices play significant roles in shaping stunting risk, highlighting the importance of culturally sensitive nutrition and health interventions.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Malik Darmin Asri Adin Lazuardy Firdiansyah Adnan Adnan Agnis Setiawati Aiska Fahrani Al Khair Al Magfirah Alkhair Alkhair Alkhair, Alkhair Almagfirah Almagfirah Aman Ma’arij Amanda Julyana Rahmah Amelia Ardianti, Ardianti Arini Arini Arini Arini Aris Irwansyah Aris Iwansyah Asnafiyah, Asnafiyah Awalya Nur Zahira Ayu Rahayu A’yuni, Kurata Candra Wisnu Nugroho Christien Gloria Tutu Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin Darmin, Darmin Dea Zara Avila Dea Zara Avila Dwi Rezeki Auliah dwi, dwi rezeki aulia Eka Puji Lestari Eka Puji Lestari Eka Puzi Lestari Fachry Rumaf Fadila Putri, Kiki Fardiansyah Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Faujiah, Nur Fikriansyah, Rizki Firmanto, Taufik Fitri Deana Galang Wangsa, Ananda Gloria Tutu, Christien Gufran Gufran, Gufran Hairil Akbar Hairul Ammar Hairunnisah Hairunnisah Hairunnisah Hairunnisah Hairunnisah Hairunnisah Hairunnisah, Hairunnisah Husnul Khatimah, Nur Ilham Ilham Indah Annisa Auliah Indah Annisa Auliah Indriyani Indriyani Irma Zuraini Israjuna, Israjuna Jamili Jamili Jarjani Usman Juhriati Juhriati Jumita Ramdhani Jumratu Juraidin Juraidin Juraidin Juraidin Juraidin Khatimah, Nur Husnul Kiki Faradila Putri Lathifah Lathifah Latifah LOAP Rudia Lulu Yulianingsih M. Yunus M. Ziaul Fikar Ma'arij, Aman Margiyono Suyitno Mastorat Ma’arij, Aman Misbahul Jannah Mohammad Masykuri Muamar Iksan Muammar Iksan Muh Fitrah Muhammad Zulfikar Muhd Firmansyah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Muzzazinah Nabila Chairani Putri Nasrullah Nasrullah Nisah, Fitratun Nova Amelia Rahmah Novi Yusnita Setiowati Novitasari Novitasari, Dalia Ns. Suci Rahayu Ningsih Nur Faujiah Nur Fitrianingsih Nur Husnul Khatimah Nur Husnul Khatimah Nur Husnul Khatimah Nur Husnul Khatimah Nur Laili Miftakhurrohmah Nur Mut'mainah Nurilah Kuswanti Nurul Hidayah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayati Nurul Nafiah Nurwijayanti Nu’tiha, Soalihan Osi Ramadani Rahnil Rhosmiati Rhosmiati Rhosmiati, Rhosmiati Rosmiati Rosmiati RR. Ella Evrita Hestiandari Rumjani, Zuarda Jumainap Sagaf, Umar Sajidan Salsabiila Setria Utama Rizal Setria Utama Rizal Sofiyanti Sofiyanti Soliha Nu’tiha Sri Retno Dwi Ariyani Ariyani Sri Wahyuningsih St. Zulaiha Nurhajarurahmah Strahmawati Hamzah Sudirman Sudirman Sudirman Sukamdi Sukamdi Sulistyo Saputro Suparti Suparti Suparti Suparti Suyitno, Margiyono Syamsuddin Syamsuddin Tutu, Christien Gloria Tutun Rahmatun Walliyudin Walliyudin walliyudin walliyudin Wati Oviana Yuliani Yuliani Yunus, M. Yunus Zikra Hayati Zuarda Jumainap Rumjani