Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN EVALUASI MOUTHWASH MENGANDUNG EKSTRAK BUNGA HONJE LAKA (ETLINGERA HEMISPHAERICA) DAN MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM): STUDI TENTANG AKTIVITAS ANTIMIKROBA TERHADAP STREPTOCOCCUS MUTANS Amin, Saeful; Arman, Siti Alisa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi efektivitas mouthwash yang mengandung ekstrak bunga Honje Laka dan minyak atsiri daun kemangi terhadap Streptococcus mutans. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan produk perawatan mulut yang lebih aman dan efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan proses ekstraksi bahan aktif melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%. Formulasi mouthwash dilakukan dengan mencampurkan ekstrak bahan aktif dan bahan tambahan, kemudian diuji secara organoleptik, pengukuran pH, uji aktivitas antimikroba menggunakan metode Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan difusi sumuran, serta dilakukan uji stabilitas fisik dan kimia melalui metode shock termik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mouthwash memiliki aktivitas antibakteri signifikan terhadap Streptococcus mutans, yang ditunjukkan dengan nilai MIC dan diameter zona hambat yang cukup besar. Mouthwash juga menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik selama penyimpanan, dengan pH yang tetap dalam rentang aman (±0,2 dari nilai awal). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi ekstrak bunga Honje Laka dan minyak atsiri daun kemangi efektif sebagai agen antimikroba alami dalam formulasi mouthwash yang aman, stabil, dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk perawatan mulut herbal. Kata Kunci: Obat Kumur, Honje Laka, Daun Kemangi, Ekstrak Herbal, Antimikroba
PERAN KIMIA MEDISINAL SEBAGAI PENCARIAN OBAT BARU DALAM MENGATASI SARS-COV-2 DARI SENYAWA AKTIF TANAMAN ANDROGRAPIS PNICULATA Amin, Saeful; Yuliani, Renny
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi senyawa aktif dari tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai kandidat obat inhibitor main protease (Mpro) SARS-CoV-2 menggunakan pendekatan in silico. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah pengumpulan data senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Sambiloto dari berbagai literatur dan database kimia. Senyawa-senyawa tersebut kemudian dipilih berdasarkan aktivitas biologis dan struktur kimianya yang berpotensi untuk berinteraksi dengan target Mpro SARS-CoV-2. Pemodelan molekuler menggunakan perangkat lunak docking molekuler, seperti AutoDock Vina, dilakukan untuk memprediksi afinitas senyawa terhadap Mpro. Selanjutnya, simulasi dinamika molekuler digunakan untuk menguji stabilitas interaksi kompleks senyawa dan Mpro dalam jangka waktu tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa memiliki potensi antivirus yang tinggi. Senyawa seperti Neoandrographolide dan Andrographidin A menunjukkan afinitas docking yang kuat dan stabil dalam simulasi dinamika molekuler. Penelitian ini juga menemukan bahwa senyawa terpilih memiliki profil farmakokinetik dan toksisitas yang mendukung, menjadikannya calon obat potensial untuk pengembangan terapi anti-COVID-19. Oleh karena itu, senyawa aktif dari Andrographis paniculata berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui uji in vitro dan in vivo. Kata Kunci : Kimia Imedisinal, Andrographis Panikulata, Sars-Cov-2, Protease Utama (MPRO)
POTENSI KOMBINASI SENYAWA BIOAKTIF KUMIS KUCING DAN DAUN YAKON SEBAGAI TERAPI DIABETES MELLITUS: STUDI IN SILICO DAN PREDIKSI ADMET Amin, Saeful; Pitara, Devi
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2114

Abstract

Penelitian ini merupakan studi in silico yang bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi senyawa bioaktif dari kumis kucing (Orthosiphon stamineus) dan daun yakon (Smallanthus sonchifolius) sebagai terapi alternatif diabetes mellitus. Metode yang digunakan meliputi molecular docking untuk menilai afinitas senyawa terhadap protein target diabetes, serta analisis ADMET untuk mengevaluasi aspek farmakokinetik dan toksisitas. Target protein yang digunakan adalah PTP1B, aldose reductase, dan SGLT-2 dengan ligan pembanding berupa metformin, glibenclamide, dan empagliflozin. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa luteolin memiliki afinitas tinggi terhadap PTP1B (ΔG = -8.05 kcal/mol), sinensetin terhadap aldose reductase (ΔG = -7.72 kcal/mol), dan 1,3-O-dicaffeoylquinic acid terhadap SGLT-2 (ΔG = -10.47 kcal/mol). Analisis ADMET menunjukkan bahwa seluruh senyawa memiliki absorpsi baik, distribusi luas, serta tingkat toksisitas rendah, termasuk tidak bersifat mutagenik maupun hepatotoksik. Dengan demikian, kombinasi senyawa dari kumis kucing dan daun yakon menunjukkan potensi kuat sebagai kandidat terapi herbal untuk diabetes mellitus. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, In Silico, Kumis Kucing, Daun Yakon, Molecular Docking, ADMET, PTP1B, Aldose Reductase  
EKSPLORASI ASAM ORGANIK ALAMI UNTUK MENGHAMBAT BAKTERI RESISTEN: AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN POTENSI ANTIINFEKSI Amin, Saeful; Salimah, Suci Intan
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas antimikroba asam organik alami terhadap bakteri resisten dengan menggunakan tinjauan literatur sistematis berbasis pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan Google Scholar pada periode 2020–2025 dengan kata kunci “natural organic acid”, “antimicrobial activity”, dan “antibacterial resistance”. Hasil pencarian awal menghasilkan 1.245 artikel, yang kemudian disaring menjadi 100 artikel berdasarkan relevansi topik. Selanjutnya, 60 artikel dievaluasi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memperoleh 35 artikel yang memenuhi syarat. Data yang diekstraksi mencakup jenis asam organik, bakteri target, konsentrasi inhibisi minimum (MIC), mekanisme antimikroba, dan potensi aplikasi farmasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa asam organik alami, seperti asam sitrat, asam laktat, dan asam asetat, efektif melawan bakteri resisten seperti Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA), Escherichia coli penghasil beta-laktamase (ESBL), dan Pseudomonas aeruginosa multiresisten, dengan MIC berkisar antara 0,5 hingga 8 mg/mL. Mekanisme utama antimikroba meliputi gangguan membran sel dan penurunan pH intraseluler. Potensi aplikasi farmasi termasuk salep topikal dan kapsul oral. Meskipun hasil in vitro menunjukkan hasil yang menjanjikan, tantangan utama penelitian ini adalah kurangnya uji klinis pada manusia, yang membatasi aplikasinya dalam terapi praktis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asam organik alami menawarkan alternatif yang aman dan efektif untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik, dengan potensi besar untuk pengembangan terapi berbasis senyawa alami di masa depan. Kata Kunci: Asam Organik Alami, Aktivitas Antimikroba, Bakteri Resisten, PRISMA, Terapi Antibakteri, MIC
LITERATURE RIVIEW: MEKANISME FARMAKOLOGIS TANAMAN OBAT YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN ANTIDIABETES Amin, Saeful; Riedho Prima Cahya
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i1.2169

Abstract

Diabetes melitus yaitu kondisi kronis dengan prevalensi terus meningkat, terutama di negara berkembang. Penggunaan tanaman obat tradisional menjadi alternatif terapi karena dinilai aman, murah, dan efektif. Studi ini merupakan kajian pustaka terhadap berbagai literatur yang membahas mekanisme farmakologis tanaman obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan mekanisme farmakologis tanaman obat yang berpotensi sebagai agen antidiabetes. Metode penelitian ini menggunakan literature riview. Hasilnya menunjukkan senyawa aktif seperti flavonoid dan fenolik bekerja menurunkan kadar glukosa darah melalui penghambatan enzim α-glukosidase, peningkatan kerja insulin, aktivitas antioksidan. Tanaman obat memiliki potensi agen antidiabetes, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Kata kunci: Diabetes, tanaman obat, farmakologis tanaman
TINJAUAN KIMIA MEDISINAL POTENSI EKSTRAK MINYAK ATSIRI CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) BAGI KESEHATAN Amin, Saeful; Guspiana, Rudi
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum L.) sebagai sumber bahan aktif dalam bidang kesehatan berdasarkan studi literatur terkini. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, dengan pengumpulan data melalui pencarian artikel ilmiah pada database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci seperti “minyak atsiri”, “cengkeh”, dan “kimia medisinal”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bagian tanaman cengkeh, terutama bunga, daun, dan batang, mengandung senyawa aktif seperti eugenol, eugenil asetat, dan trans-kariofilen yang memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antiinflamasi, antioksidan, dan antikanker. Selain itu, minyak atsiri dari cengkeh telah diaplikasikan dalam sediaan farmasi seperti gel dan serum, dengan efektivitas tinggi dalam pengujian laboratorium. Simpulan dari studi ini menunjukkan bahwa cengkeh memiliki potensi besar sebagai bahan baku obat herbal dan produk kesehatan, serta pentingnya pengembangan riset lanjutan untuk pemanfaatannya secara optimal di bidang medis. Kata Kunci : Cengkeh, Minyak Atsiri, Eugenol, Aktivitas Farmakologis
SENYAWA ALAM KANDIDAT TERAPI KOLESTEROL: TELAAH ENERGI IKATAN PADA NPC1L1 DAN HMG-COA REDUKTASE Ala Anistia Widya; Amin, Saeful
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2233

Abstract

ABSTRACT Penelitian studi sastra ini bertujuan mengevaluasi potensi senyawa alam sebagai terapi alternatif penurun kolesterol secara in silico. Kajian ini berfokus pada interaksi senyawa alami dengan dua target utama metabolisme kolesterol, yaitu reseptor Niemann-Pick C1-Like 1 (NPC1L1) dan enzim HMG-CoA reduktase. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah terpublikasi tahun 2015-2024 menggunakan metode molecular docking. Hasil penelitian in silico menunjukkan senyawa seperti racemosin, phloretin, trifolin, dan trigonelline memiliki energi ikatan bebas rendah, mengindikasikan afinitas tinggi terhadap kedua target. Hal ini menunjukkan potensi senyawa-senyawa tersebut sebagai penghambat kolesterol yang efektif. Pendekatan in silico terbukti efisien dalam skrining cepat dan hemat biaya kandidat senyawa bioaktif. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk penelitian lanjutan in vitro dan in vivo menuju terapi berbasis bahan alam yang lebih aman. Keywords: Senyawa Alam, Kolesterol, NPC1L1, HMG-CoA Reduktase ABSTRACT This literature study research aims to evaluate the potential of natural compounds as alternative cholesterol-lowering therapies in silico. This study focuses on the interaction of natural compounds with two main targets of cholesterol metabolism, namely Niemann-Pick C1-Like 1 (NPC1L1) receptor and HMG-CoA reductase enzyme. Data were collected from published scientific articles from 2015-2024 using molecular docking method. The results of the in silico study showed compounds such as racemosin, phloretin, trifolin, and trigonelline had low free bond energy, indicating high affinity to both targets. This indicates the potential of these compounds as effective cholesterol inhibitors. The in silico approach proved to be efficient in rapid and cost-effective screening of bioactive compound candidates. These findings provide a scientific basis for further in vitro and in vivo studies towards safer natural-based therapies. Keywords: Natural compounds, Cholesterol, NPC1L1, HMG-CoA Reductase
Studi In Silico Senyawa Daun Salam Sebagai Antidiabetes Melalui Mekanisme Inhibitor SGLT-2 Amin, Saeful; Muhtar, Nenden Laila Nurafifah; Sumardiawan, Dhiyaa Kaamilah; Yulianingsih, Tipani Sri Yulianingsih
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v4i1.4539

Abstract

Purpose: This study aims to investigate the potential of bioactive compounds from Indonesian bay leaf (Syzygium polyanthum) as Sodium-Glucose Cotransporter-2 (SGLT-2) inhibitors for the treatment of diabetes mellitus using an in silico approach. Methodology/approach: The methodology included identifying bioactive compounds from bay leaf, preparing the SGLT-2 protein structure, molecular docking using Molegro Virtual Docker, molecular dynamics simulations with YASARA Dynamics, and data analysis focusing on rerank scores and RMSD (Root Mean Square Deviation) values. Result/findings: The in silico study revealed that several bioactive compounds in bay leaf, such as flavonoids and phenolic acids, exhibit a strong affinity and specific interaction with SGLT-2, which yielded more negative rerank scores than empagliflozin, indicating stronger binding affinity. Molecular dynamics simulations confirmed the stability of ligand-protein binding, particularly for 3,4-dicaffeoylquinic acid. Conclusions: Bay leaf compounds like flavonoids and phenolic acids showed strong binding to SGLT-2, with better rerank scores than empagliflozin. Molecular dynamics confirmed stable interactions, especially for 3,4-dicaffeoylquinic acid. Limitations: This study is limited by variations in dosage and treatment duration in existing research, the use of animal models that do not fully replicate human type 2 diabetes, and the need for further in vitro and in vivo validation. Contribution: This study supports bay leaf as a potential antidiabetic phytopharmaca via SGLT-2 inhibition. In silico methods aid drug discovery and align with evidence of its blood sugar-lowering effects. Further in vitro and in vivo studies are needed to confirm efficacy and safety.
Evaluasi Potensi Antikanker Senyawa Daun Kelor melalui Kimia Medisinal Amin, Saeful; Pujiyani, Delya; Rusiyana, Nisrina Putri; Azzahra, Shafa Meyliana
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v5i1.4544

Abstract

Purpose: This study aimed to assess the potential of bioactive compounds found in moringa (Moringa oleifera) leaves as agents to treat breast cancer using a medicinal chemistry approach. Methodology/approach: This study was conducted using a descriptive and qualitative literature review approach, utilizing data sources from various relevant scientific journals published in the last five years. Results/findings: This study showed that four key compounds, moringin, kaempferol, quercetin, and nanoquercetin, have significant biological potential in inhibiting the growth and spread of breast cancer cells through various molecular mechanisms. The combination of these compounds provides a synergistic and selective therapeutic approach and shows potential in the development of more effective cancer therapies with minimal side effects. However, challenges related to pharmacokinetic limitations, especially in quercetin, can be overcome through technological innovations, such as nano-based delivery systems. Conclusions: This study concludes that bioactive compounds in Moringa oleifera leaves possess promising anticancer properties against breast cancer through diverse molecular mechanisms. Their synergistic potential highlights the relevance of natural compounds in the development of selective and effective cancer therapies. Limitations: The study was limited by its reliance on secondary data from literature sources and lack of experimental validation. Additionally, pharmacokinetic challenges, especially for quercetin, necessitate further research on delivery system optimization. Contributions: This research adds valuable insights into the medicinal chemistry of natural compounds, particularly in the Indonesian context. It also encourages the development of innovative drug delivery technologies to enhance the clinical applications of plant-derived anticancer agents.
Potensi Senyawa Turunan Terpenoid sebagai Agen Anti-Kanker Amin, Saeful; Supriatna, Galuh Taruna; Ardian, Mohamad Idwar; Abdurrahman, Muhammad Iqmal
Jurnal Ilmu Medis Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jimi.v5i1.4551

Abstract

Purpose: This study aimed to analyze the potential of terpenoid derivatives as anti-cancer agents by reviewing various molecular mechanisms involved, findings from preclinical and clinical studies, and the challenges faced in their development. Methodology: A literature review approach was used, involving the collection, analysis, and synthesis of data from credible sources, to present a comprehensive understanding of the pharmacological properties and mechanisms of action of terpenoids. Critical evaluation of the selected studies was carried out to identify key findings and trends.. Results: This review shows that terpenoids have significant potential in cancer therapy through diverse molecular mechanisms, both as monotherapies and in combination with conventional treatments. Advances in drug delivery technologies, such as the use of nanoparticles and liposomes, have enhanced the stability and bioavailability of compounds, paving the way for more effective therapeutic applications. Conclusions: Terpenoid-based drug development shows strong promise in cancer treatment. Structural modifications have improved their efficacy and selectivity toward cancer cells, and innovative delivery systems have addressed challenges in bioavailability, supporting their role as safe and effective therapeutic alternatives. Limitations: This review was based on secondary data and lacked direct clinical validation. It does not provide detailed pharmacokinetic or pharmacodynamic profiles, and its potential interactions with standard chemotherapeutic agents remain underexplored. Contribution: This article synthesizes the molecular mechanisms and therapeutic potential of terpenoid derivatives as anticancer agents. This highlights the advances in delivery technologies and structural optimization, offering valuable insights for future drug development strategies.
Co-Authors Abdurrahman, Muhammad Iqmal Adelita, Keysha Putri Aeni, Sini Qurota Afifah, Fitri Nur Agustin, Mutiara Agustin, Salsabila Cahyadiana Agustina, Tasya Agustriana, Widya Ainunisa, Alma Amalia Aisyah, Rohmah Ala Anistia Widya Alfarizi, Andris Allita, Nur Alya, Elsa Amanda NR, Nadila Amelia, Nabila Amelya, Isti Nisa Amelya, Risna Andika Pratama Andini, Mawar Andriani, Della Anggi Setiawan, Rio Anggraeni, Yuniar Dwi Anisa, Anis Anjani, Puteri Tita Anna Yuliana, Anna Annisa, Hilma Tri Ansyirohanisa Ansyirohanisa, Ansyirohanisa Apriliani, Cici Aprillia, Ade Yeni Ardian, Mohamad Idwar Arifin, Nizar Nurul Arman, Siti Alisa Assafa, Zifa Athaya, Rahil Athollah, Rifqi Nabil Aulia, Mila Auliya, Shafa Awalia, Najla Nisa Ayu Wulandari Az Zahra, Siti Zulfa Azhara, Rifa Salma Azhari, Resi Aulia Azijah, Rachma Nur Azzahra, Shafa Meyliana Beni Maulana Habib Cahya, Nabilla Amelia CINDY CINDY Claudya, Stefanie Daniswara, Fawwaz Darmawan, Muhammad Rahmat Darusman, Rafly Fadillah De Hiban Fauzan Mabruro Destian, Lufi Dewi, Sabrina Putriansyah Dian Eka Pratama, Dian Eka Dienia, Wida Salsabila Diva, Amadita Jacinda Dwi, Syamsiati Eka Saraswati Esti Mumpuni, Esti Euis, Euis Fadli Fadli Fadlillah, Raisya Ismah Fajarini, Syifa Rizkia Fajrin, Ari Muhammad Farhatunnisa, Elsa Fatihatul Makia, Fina Fauzi, Rifqi Ahmad Febriana Nur Anggraeni Febriyanti, Nadia Rahma Fernanda, Refa Firdaus, Muhammad Riffa Fitri, Nabila Ainul Fitria, Annisya Ahya Friana, Derina Agus Fuadah, Iga Syamratul Ghassani, Shefila GUNAWAN, ADRI Gunawan, Febrianti Rizki Guntara, Giri Guspiana, Rudi Hamzah, Dzaky Harahap, Fithriyah Salsabila Hasanah, Muna Shintya Hawari, Khoirul Heppi Syofya, Heppi Herawati, Tantri Herdianti, Nita Heryanto, Popih Hoerunisa, Pina Huda, Dian Fitri Kulyatul Huda, Muhammad Ismail Sabilul Hurry, Zulfan Alfairuz Zabbady Husen, Desinta Nurohman Ibadurrahman, Rifki Ilham Alifiar, Ilham Ilhami, Dinda Ayu Dara Illavana, Nazara Imani, Anneu Deanti Ira Rahmiyani Irfandi, Fikri Efad Ismail, Alya Auliya Jannah, Isma Aenul Jibril, Shaira Judijanto, Loso Juliyana, Anjar Justicia, Adhisty Kharisma Jutti Levita Khaerina, Yunisa Khoerunisa, Widia Salsabila Khoirunnisa, Aliifah Kurniawan, Yoga Sugama Kushariyadi Kusumadewi, Fitria Balqis Lansini, Sinka Leandra, Dhea Nova Lestari, Nabila Lestari, Siti Laesa Lisa Fitriani Liugiarto, Carolin Denisti M, Maesaroh Maharani, Cici Maharani, Komang Dewi Malika, Ardina Malika, Dea Maria, Hana Diana MAULANA, RIZA Maulida, Nazwa Lutfia Meilani, Yeni Meithasari, Fauziah Melayu, Nasywa Nada METI MEGAWATI, METI Meyanti, Reti Miraz, Yunisa Muhamad Rizki Muhammad Rahmat Darmawan Muhtar, Nenden Laila Nurafifah Mulhimah, Ai Muliadi, Prayoga Murdina, Rd Dina Siti Mustafidah, Syifa Muttaqin, Muhammad Zainal Nabila, Liza Salsa Nabila, Nazelia Saila Nabila, Tiana Zulfa Nabila, Yesita Yumna Nabilah, Luthfiyah Nadhira Alika Putri Neng Widy Widiyawati Niktar, Indika Nisa, Fika Fahrun Nugraha, Rangga Nuraeni, Tania Nuraeni, Tiwi Nurafifah, Shifa Nurahman, Rima Putri Nurassyifa, Reva Puspa Rizkia Nurcahya, Eulis Nurfatimah, Ghefira Shofa Nurhadiska, Muchamad Nizam Nurhanifah, Hana Nurhanifah, Neng Sarah Nurliawati, Fadhillathul Nurmaliya, Fauzia Rifany Oktaviani, Sindi Olivian, Nauval Sebastian Padan, Rizki Nina Paridah, Dea Nur Paujiah, Lusi Pebiansyah, Anisa Pitara, Devi Prasetyo, Andri Prasetyo Pratomo, Dimas Wahyu Pujawati4, Lexsa Pujiyani, Delya Puspita, Dea Putri, Alifia Chlorena Putri, Ika Indriani Putri, Isfahani Maulidah Putri, Listya Nurina Putri, Puspa Virgiantika Adzkia Rachma, Risma Nuraulia Rachmat, Shinta Widia Rahayu, Nikeu Rahayu, Resna Gita Rahmadhani, Sekar Harsti Rahmawati, Desti Rais, Rinovian Ramadani, Adinda Laisya Ramadhani, Tria Novita Siti Ramdhiani, Nova Dwi Ramdlani, Fahmi Rangga Pratama, Andi Riedho Prima Cahya Riesna Apramilda Ririhani, Intan Riska Prasetiawati, Riska Rizky Pratama Putra Rojabi, Mochamad Fahad Rusdaita, Febia Citraeni Rusiyana, Nisrina Putri Sabila, Sipa Sahrisyawal, Fajar Salimah, Suci Intan Salma, Rifa Fakhriah Salsabila Adlina Salsabila, Dinda Aulia Santika, Mawar Saputra, Erwin Yuliana Satria, Deagi Taufik Seryarini, Ririn Shaleha, Hafizha Nur Shaleha, Resha Resmawati Sheryl, Vanessa Angelica Siti Hamidah Slamet Ibrahim - Soegeng Wahyoedi Sophi Damayanti Sopiyurrohman, M Luthfi Sri Adi Sumiwi Sudrajat, Nisya Aulia Rahmatillah Sulaeman, Muhammad Ilham Sumantri, Tri Adi Sumardiawan, Dhiyaa Kaamilah Supriatna, Galuh Taruna Sutisna, Muhamad Hilmi Syamsudin, Atasya Syarifah, Siti Nurlaelatu Taufik Hidayat Tia Setiawati Ulpah, Mariah Wardiah, Shelya Nurul Wati, Erez Widya Weguna, Asti Awaliyah Wibisono, Mohammad Alfin Widiyanti, Risma Wihdatunnisa, Imelda Wijayanti, Nimas Ayu Kencana Yuliani, Renny Yulianingsih, Tipani Sri Yulianingsih Yunarsih, Yuni Yustianti, Fitria Zahra, Hanum Nurannisa Zahra, Naila Maulida Zain, Dichy Nuryadin Ziani, Ziani Zulvana, Anggi