p-Index From 2021 - 2026
9.657
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dakwah Tabligh Jurnal Adabiyah Sulesana Jurnal Politik Profetik Al Ishlah Jurnal Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies IQRO: Journal of Islamic Education Journal of Health Science and Prevention Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Al-Qalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Al-Dustur IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Ulumuna Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf Jurnal Ad-Dariyah Pappasang Golden Ratio of Social Science and Education Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Palakka : Media and Islamic Coummunication Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal Education and Government Wiyata Journal of Innovative and Creativity Jurnal Pendidikan Refleksi Madania: Jurnal Kajian Keislaman ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kontestasi Teologi Inklusif Pluralisme Agama: Studi Kritis atas Pemikiran Para Tokoh dan Relevansinya di Era Modern Muhammad Rifky Akbar Sahrul; Muhammad Amri; Andi Aderus
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): Dialektika, Sosial dan Budaya (Januari-Juni 2026)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concepts of inclusive theology and religious pluralism through a critical examination of the perspectives of religious thinkers from both Islamic theological traditions and modern-contemporary thought. The research employs a qualitative method with a library research approach, using descriptive-critical analysis of the ideas of John Hick, Karl Rahner, Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, M. Quraish Shihab, as well as critiques from scholars who reject theological pluralism. The findings reveal that inclusive theology seeks to foster an open, tolerant, and dialogical religious attitude while maintaining the internal theological commitments of each faith tradition. Religious pluralism, meanwhile, encompasses a broad spectrum of meanings, ranging from the recognition of socio-religious diversity to theological perspectives concerning salvation and religious truth. The study further finds that the tension between exclusivism, inclusivism, and pluralism is shaped not only by doctrinal issues but also by historical, social, and hermeneutical factors. It concludes that inclusive theology can serve as an ethical and dialogical foundation for harmonious multicultural life, while religious pluralism should be understood critically and proportionally in order to avoid the extremes of both relativism and absolutism.
Pluralitas Makhluk dalam Perspektif Teologis: Refleksi atas Keesaan Khalik dalam Keragaman Ciptaan Syaridawati; Andi Aderus; Hamzah Harun
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pluralitas makhluk dan keesaan Khalik dalam perspektif teologis Islam, serta mengeksplorasi relevansi dan hikmah yang terkandung dalam keduanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks-teks Al-Qur'an, hadis, serta literatur terkait yang membahas konsep teologis, pluralitas, dan peran makhluk dalam menciptakan harmoni hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralitas makhluk dan keesaan Khalik saling terkait dalam menegaskan bahwa meskipun alam semesta ini penuh dengan keragaman, semuanya bersumber dari satu Tuhan yang Maha Esa, yakni Allah SWT. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami pluralitas sebagai bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dan dihargai, serta peran penting tauhid dalam membimbing umat manusia menuju hidup yang harmonis dan penuh kedamaian.
Peran Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam Pembentukan Spiritualitas Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung Andi Anugrah Nur Hidayat M; Andi Aderus; Muhammad Amri; Barsihannor; Rahmi D
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali strategi prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam membentuk spiritualitas alumninya. Selanjutanya, untuk mengenali karakteristik spiritualitas alumni, dan untuk mengetehaui sejauh mana nilai-nilai spiritualitas alumni dalam pencegahan penyimpangan perilaku di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif-deskriptif. Pendekatan yang diguanakan adalah fenomenologi, tasawuf, dan psikologis. Sumber data meliputi ketua Prodi, sekretaris Prodi, dan alumni angkatan 2017-2023. Adapaun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner terbuka dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi melalui kurikulumnya pada pembelajaran formal yaitu melalui mata kuliah di kelas secara teoritis, maupun kegiatan nonformal yaitu manaqib dan studi lapangan di berbagai instansi seperti tarekat, yayasan sosial, BNN, sekolah, dan juga rumah sakit. Kegiatan tersebut berperan dalam membentuk spiritualitas alumni, berdasarkan karakteristik spritulitas dari Imam Al-Ghazali. Aspek spritual pertama yakni tazkiyatun nafs dibuktikan dengan muhasabah dan istighfar sehingga dapat dirasakan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Aspek taqarrub ilallah dijalani melalui dzikir, doa, serta ibadah sunnah. Akhlak dan moralpun tercermin dalam sikap menghargai orang lain, pengendalian emosi serta menjaga hubungan sosial dengan berpikir positif. Aspek zuhud cukup tercapai dengan menyeimbangkan kepentingan akhirat dan kebutuhan duniawinya, namun beberapa alumni dalam implementasinya sering kali tertantang oleh kebutuhan materil dan status sosial. Beberapa maqam seperti sabar dan syukur berhasil diterapkan, meski tidak semua maqam tersebut membuahkan ahwal (kondisi batin) yang ideal dalam pengalaman spiritualnya.
THE SPATIAL POLITICS OF MOSQUES: CONTESTED AUTHORITY AND PSYCHOLOGICAL SPLIT IN MAKASSAR’S POST-ISLAMIST URBAN SOCIETY: Spatial Manifestations and Psychological Split Among Muslims in the Post-Islamist Era Awal Muqsith; Mubarak Taswin; Andi Aderus; Muhammad Zakir Husein
Al-Qalam Vol. 32 No. 1 (2026): Jurnal Al Qalam
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v32i1.1811

Abstract

This study investigates the paradoxical duality of urban mosques in Makassar, Indonesia, whichsimultaneously serve as centers of spiritual vitality and arenas of spatial and ideological contestation.We argue that this duality constitutes a spatial symptom of the collective psychological split amongMuslim societies in the post-Islamist era. By applying Asef Bayat's analytical category of postIslamism—in which political Islam's energy shifts toward socio-cultural piety rather than statecontrol—this study integrates it with Henri Lefebvre's theory of the production of space. The researchemploys a quantitative descriptive approach with qualitative-theoretical interpretation, utilizingsurvey data from 307 respondents across 13 sub-districts. The findings reveal a fundamental tension:while mosques demonstrate high congregational satisfaction, good management, and successfuladaptation to urban needs, they also exhibit a possessive logic of space. This logic manifests throughdense mosque proliferation, soundscape contestation, significant resistance to religious plurality,and persistent ideological contestation within mosque pulpits. These findings challenge the simplisticinterpretation of mosque abundance as mere collective piety, revealing instead a tension betweenpsychological fragmentation and collective struggles for spatial domination, both of whichundermine principles of inclusive citizenship
Esensi Tuhan dan Manusia dalam Berkehendak dan Berbuat: Otoritas Kun Fayakun dan Sunnatullah Jabal Rahmah; Andi Aderus; Indo Santalia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 12 (2026): January
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18127610

Abstract

The debate concerning the relationship between divine will and human freedom is a classic theme in Islamic thought that remains relevant to this day. On the one hand, Islam affirms the absoluteness of God’s will, as reflected in the concept of kun fayakun as a symbol of divine authority. On the other hand, the Qur’an also emphasizes human responsibility for actions and efforts through the principles of ikhtiar (human endeavor) and sunnatullah (divine laws). This study aims to critically examine the essence of God’s will and the position of human freedom from the perspective of Islamic thought, while positioning sunnatullah as a framework that bridges the two. This research employs a qualitative approach with a library research design, analyzing primary and secondary sources in the field of Islamic theology. The findings indicate that God’s will is absolute and unlimited, whereas human beings possess a limited yet accountable freedom. Sunnatullah functions as a divine law that enables humans to strive rationally without negating the supremacy of God’s will. Thus, the relationship between divine will and human freedom is complementary, in which human endeavor and divine decree mutually reinforce one another in shaping an ethical and meaningful life.
Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan: Perbandingan Perspektif Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Hartinawanti H; Indo Santalia; Andi Aderus
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 11 (2025): December 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the two largest patterns of Islam in Indonesia, namely Nusantara Islam initiated by Nahdlatul Ulama (NU) and Progressive Islam developed by Muhammadiyah. Both represent the face of Indonesian Islam as moderate, inclusive, and adaptive to the socio-cultural context of the Nusantara. The study focuses on historical background, theological characteristics, da'wah approaches, points of similarity and methodological differences, as well as their relevance to national life. This research method uses a qualitative approach based on literature studies, analyzed descriptively and analytically with a comparative approach. This research method uses a qualitative approach based on literature studies, analyzed descriptively and analytically with a comparative approach.
Resepsi Hermeneutika dalam Penafsiran Teks sri mulyani; Hamzah Harun Al Rasyid; Andi Aderus Pasinringi
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.5240

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep dasar hermeneutika, fungsi hermeneutika dalam sejarah perkembangannya, penerapan hemeneutika dalam penafsiran teks, dan pro-kontra terhadap penerapan hermeneutika dalam penafisran teks Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan atau Library Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara singkat hermeneutika adalah metode intepretasi terhadap teks yang ambigu agar dapat difahami dengan baik oleh pembacanya. Fungsi hermeneutika dalam sejarah perkembangannya terbagi mejadi 6 kategori yaitu: 1) hermeneutika sebagai teori penafsiran kitab klasik, (2) heremeneutika sebagai metode filologi, (3) hermeneutika sebagai suatu pemahman linguistik, (4) hermeneutika sebagai pondasi ilmu humaniora, (5) humaniora sebagai pemahaman eksistensial, dan (6) hermeneutika sebagai sistem intepretasi. Pendekatan hermeneutika dalam Al-Qur’an bedasarkan pada tiga asumsi dasar dalam penafsirannya, yaitu: (1) penafsir adalah manusia, (2) Penafsiran tidak dapat lepas dari bahasa, sejarah dan tradisi, (3) Setiap teks memiliki nuansa sosio-historis dan linguistik. Kehadiran hermeneutika sebagai metode interpretasi Al-Qur'an menuai reaksi pro dan kontra dari cendekiawan Muslim di Indonesia.
INTEGRATING SHARIA AND MARIFA: TRANSFORMING SHEIKH YUSUF AL-MAKASSARI’S DA’WA METHODOLOGY TOWARD AN INCLUSIVE DIGITAL RELIGIOUS HABITUS Arifuddin; Andi Aderus; Suriati; Firdaus Muhammad; Akhmad Fathur Fahlevi
Jurnal Al-Dustur Vol 9 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aldustur.v9i1.11376

Abstract

The polarization of contemporary religious discourse between rigid formal-legalism and superficial esoteric spiritualism in the digital sphere has precipitated a crisis of authority and social fragmentation that extensively threatens the stability of the global Muslim community. Although extant literature has widely explored classical thought, a significant methodological lacuna remains concerning the transformation of the 17th-century Sufi-jurisprudential synthesis as a strategic antithesis to ideological radicalism and the attenuation of religious meaning within the current cyber ecosystem. This research undertakes a scholarly intervention through a Gadamerian hermeneutic approach to the authentic manuscripts of Sheikh Yusuf Al-Makassari to reconstruct a multidimensional da’wa framework that coherently integrates the levels of sharia, tariqa, haqiqa, and marifa as structures for social transformation. The analysis reveals that the integration of these exoteric and esoteric dimensions fosters a solution-oriented religious ethic, wherein the models of da’wa bil-hikmah and mau'idzah hasanah are reactualized as instruments to counteract hate narratives and reconstruct an integrative religious habitus. Theoretically and practically, this study contributes to the development of authentic digital da’wa models, the reinforcement of egalitarian religious authority, and the provision of discursive solutions to the fragmentation of the ummah through an approach that is contextually adaptive yet doctrinally grounded in the post-truth era.
Co-Authors A. Adriana Amal A.Qadir Gassing Abul Khair Achmad Abubakar Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Mujahid Akhmad Fathur Fahlevi Ali Halidin ALI HALIDIN, ALI Amri Rahman Amri, Muh. Amrin Amrin Ana Dhiqfaini Sultan Andi Anugrah Nur Hidayat M Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Hasriani Asfar Andi Sitti Emeralda Ria Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Aqsha, Adly Arif Sukino Arifuddin Ashari Ananda, Iva Awal , Awal Awal Muqsith Aydi Syam, Aydi Ayu Oktoviasari, Vera Baehaqi Barsihannor Annur Basri, Syamsuriana Deni Irawan Ernawati Fachry Abda El Rahman Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Firman Firman Firman Firman Ghalib Mattola Hadari Hamzah Harun Al-Rasyid Hartinawanti H Hasyim, Jusniati Idrus, Husni Ilham Iskandar Ilyanti Hasirah Nurgas Indo Santalia Indosantalia, Indosantalia Iting, Andi Jabal Rahmah Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin Kamaluddin Abunawas Kartini Kartini M, M. Galib M. Napis Djuaeni Mahmuddin Mahmuddin Mahmudin Mahmudin, Mahmudin MARIA BINTANG Mayani Mayani Mirnawati Mohammad Subaeh, Syekh Toha Nasir Mubarak Taswin Mudzakkir, Ahmad Muh Tabran Muh. Amri Muh. Natsir Muhammad Amri Muhammad Irfan Hasanuddin Muhammad Najmuddin Muhammad Rifky Akbar Sahrul Muhammad Saleh Tajuddin Muhammad Zakir Husein Muliaty Amin Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Inayatul Nafis, Andi Ahmad Zahri Nazarudin Nur Apriyani Nur As’ad HL, Muh Nur Hidayah Nur, Zulfikah Nurman Said Purniadi Putra Putriany, Putriany Rahman Ambo Masse Rahman, Rahmat Rahmi D Ramli Ramli Roslan Roslan Santalia, Indo Santalia Siar Nimah Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Nilawati sudianto Suharmin Syukur Suharmin Syukur Sulaiman Ibrahim Sulkifli Idrus Suriati Syahruddin Usman Syamsiah Rauf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin, Darussalam Syaridawati Tabhan Syamsu Rijal Taufani Taufani Ta’wil, Ta’wil Usman Jafar Veithzal Rivai Zainal Yasser Mulla Shadra Yusawinur Barella Yusri Handayani