This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dakwah Tabligh Jurnal Adabiyah Sulesana Jurnal Politik Profetik Al Ishlah Jurnal Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies IQRO: Journal of Islamic Education Journal of Health Science and Prevention Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Al-Qalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Ulumuna Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf Pappasang Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Palakka : Media and Islamic Coummunication Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal Education and Government Wiyata Journal of Innovative and Creativity Agency Journal of Management and Business Jurnal Pendidikan Refleksi Madania: Jurnal Kajian Keislaman ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Islam dan Politik Identitas: Suatu Keharusan atau Pencegahan Mutmainnah, Inayatul; Aderus, Andi; Hasyim, Jusniati
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v7i1.782

Abstract

Islamic identity politics serves a dual function in pluralistic societies: it can either enhance cohesion or intensify division. This study analyzes the dynamics of Islamic identity politics in Indonesia, emphasizing its capacity to promote Islamic ideals while acknowledging its divisive effects. This study employs qualitative approaches and case studies, including the 212 Movement, to elucidate the potential and challenges presented by identity politics. Research indicates that inclusive policies, intercultural conversation, and education are essential for converting identity politics into a catalyst for social cohesiveness. A multidisciplinary approach is essential to achieve equilibrium between religious aspirations and national integration, promoting democracy and global solidarity.
Paham Keagamaan Salafi dan Kegaduhan Di Tengah Masyarakat Hasyim, Jusniati; Aderus, Andi; Mutmainnah, Inayatul
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v7i1.788

Abstract

Keagamaan Salafi memiliki tujuan utama, untuk mengetahui  Gerakan Islam puritan yang menekankan kembali pada ajaran Islam murni yaitu Alquran dan Hadist, menolak praktik bid’ah, taklid dan sufisme, mengutamakan akal dan rasionalitas, Serta  mempertahankan sunnah dan menolak inovasi. Pendekatan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan Teknik metode kepustakaan. Teknik pengambilan data menggunakan studi kepustakaan dan analisis data menggunakan hermeneutika. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kegaduhan di tengah masyarakat masih sering terjadi 1) Konflik dengan kelompok Islam lain seperti Syi’ah dan Sunni tradisional; 2) tuduhan ekstremisme dan terorisme; 3) kritik atas pendekatan literal yang kaku; 4) konflik dengan pemerintah dan Lembaga keagamaan; 5) perdebatan tentang interprestasi alquran dan hadist. Adapun dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat 1) meningkatkan kesadaran agama dan moralitas; 2) mengembangkan pemikiran kritis; 3) mendorong perubahan sosial dan politik; 4) meningkatkan konflik dan polarisasi. Kritik dan perdebatan yang terjadi 1) kritis atas pendekatan rigid; 2) tuduhan mengabaikan konteks historis dan budaya; 3) perdebatan tentang peran akal dan rasionalitas; 4) kritik atas sikap anti-pluralisme dan intoleransi.   
Melacak Akar Permasalahan Hubungan Sunni dan Syiah Aqsha, Adly; Aderus, Andi
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v7i1.800

Abstract

Artikel ini bertujuan melacak Akar permasalahan Sunni dan Syiah, ketegangan antara Sunni dan Syiah yang dilatar belakangi motif kekuasaan, dalam hal ini kepentingan politik lebih dominan dan hal ini bukanlah sepenuhnya intrik agama dalam  Perebutan kekuasaan  tersebut diwakili oleh keturunan Bani Umayah dan keturunan Bani Hasyim memperebutkan kekuasaan setelah wafatnya Rasulullah,  dalam rangka merebut serta meraih simpatik, dua kelompok yang terlibat ini  menarik perebutan kekuasaan  politik ke dalam persoalan agama. Hal yang terpenting dalam hal ini oleh kelompok Syiah terkait aliran Sunni adalah perihal legitimasi kekuasaan para pendahulunya, yaitu Khulafaur Rassyidin  Abu Bakar, Umar, dan Usman. Tentu sebahagian kelompok  aliran Syiah menganggap bahwa kekuasaan atau kepemimpinan yang didapatkan  oleh ketiga khalifah tersebut dianggap tidak memiliki legalitas, olehnya  merebut hak wasiat yang diwasiatkan oleh Rasulullah Muhammad yang seharusnya menjadi milik Imam Ali, hal inilah yang kemudian menjadikan proses perjalanan kelompok syiah yang mulanya bercirikan kultural kemudian telah  berubah menjadi kelompok yang berpola politik dan Aqidah hingga hari ini. Perselisihan antara Syiah dengan Sunni bukan hanya disparitas  pada persoalan mazhab dan teologi namun Syiah juga bertentangan kelompok muslim lainnya.
The Spiritual Dimension in Islamic Da’wah and Building Social Piety among Gorontalo Muslims Idrus, Husni; M, M. Galib; Aderus, Andi; Ibrahim, Sulaiman
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 7 No 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v7i2.6134

Abstract

This study is motivated by the need to understand the role of the spiritual values of Surah Al-Ma'un in strengthening social solidarity among the Muslim community in Gorontalo, which has not been comprehensively explored. The research aims to identify how the values of the Qur'an influence social mindsets and behaviors through mosque-based charitable movements. Using the Tafsir Ijtima'i method and a socio-psychological approach, this study analyzes the social transformations driven by the implementation of four key principles of Surah Al-Ma'un: concern for people with low incomes, the importance of sharing, empathy, and social responsibility. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and surveys involving members and beneficiaries of charitable movements from 340 mosques in Gorontalo. The findings reveal that 70% of mosques provide fod for Friday prayer congregations through donation-based funding, significantly contributing to poverty alleviation and reducing social inequality. These findings also show that the charitable movements inspire value transformation, balancing individual and social piety (At-Tawazun) and reshaping the paradigm of sharing happiness (At-Tabadul). By emphasizing the theological foundation of "Islamic Socialism," these movements successfully integrate spiritual values with social practices to promote collective welfare (Al-Musawat). The implications of this study highlight the importance of religion-based collaboration in driving sustainable social transformation while offering tangible contributions to the literature on integrating Qur'anic values into modern community development.
Developing Sharia Economic Instrument for Indonesia-Malaysia Hajj Service System: Maqâshid al-Syarî`ah Perspective Masse, Rahman Ambo; Aderus, Andi; Halidin, Ali
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i2.5056

Abstract

This study aims to analyze the hajj services of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia and the Malaysian Hajj Savings Institute from the maqâshid al-syarî`ah aspect. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. The data was obtained through interviews and documents. The data was analyzed through a process of extension of observation and triangulation of sources as well as techniques between interview data and documents. This data was then discussed and analyzed using the maqâshid al-syarî`ah approach. Aspects of the hajj service of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia and the Malaysian Hajj Savings Institute here include aspects of the intensity of the guidance of the hajj rituals that have been in accordance with the maqâshid al-syarî`ah in the aspects of hifdz al-dîn and hifdz al-`irdh. Hotel accommodation services are in accordance with the aspects of hifdz al-`aql, hifdz al-ruh, and hifdz al-`irdh. Consumption services are in accordance with the aspects of hifdz al-nafs and hifdz al-`aql. Meanwhile, health services are in accordance with the aspects of hifdz al-nafs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan haji kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Tabung Haji Malaysia dari aspek  maqâshid al-syarî`ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumen. Data dianalisis melalui proses perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber maupun teknik antara data wawancara dan dokumen. Data ini kemudian dibahas dan dianalisis dengan pendekatan maqâshid al-syarî`ah. Aspek pelayanan haji Kementerian Agama RI dan Lembaga Tabung Haji Malaysia meliputi aspek intensitas pembimbingan manasik haji telah bersesuaian dengan maqâshid al-syarî`ah pada aspek hifdz al-dîn dan hifdz al-`irdh. Pelayanan akomodasi perhotelan bersesuaian dengan aspek hifdz al-`aql, hifdz al-ruh, dan hifdz al-`irdh.  Pelayanan konsumsi bersesuaian dengan aspek hifdz al-nafs dan hifdz al-`aql. Sedangkan pelayanan kesehatan bersesuaian dengan aspek hifdz al-nafs.
Keseimbangan Kosmik: Keesaan Tuhan dan Pluralitas Makhluk Perspektif Sufi Sulkifli Idrus; Indo Santalia; Andi Aderus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.353

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman sufistik mengenai pluralitas makhluk dan keesaan Khalik, serta dampaknya dalam konteks sosial dan budaya. Pluralitas makhluk merujuk pada keragaman yang diciptakan oleh Allah, di mana setiap makhluk memiliki peran dan fungsi yang unik di alam semesta. Di sisi lain, keesaan Khalik menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta yang menghubungkan semua makhlukNya. Melalui sudut pandang sufisme, studi ini menekankan pentingnya toleransi, kerukunan, dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan agama. Pemahaman ini tidak hanya mendorong interaksi sosial yang positif, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab spiritual untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Dengan menonjolkan kesatuan dalam perbedaan, kajian ini berusaha memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana sufisme dapat berkontribusi pada pemahaman antargama dan budaya yang lebih baik.
MENGHUBUNGKAN DUA TRADISI: Model Dakwah Islam Nusantara dan Islam Kemajuan Putriany, Putriany; Aderus, Andi; Syamsuddin, Darussalam
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/nusantara.v21i1.35523

Abstract

Dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang menjadikan dakwah Islam di Indonesia menghadapi tantangan dan peluang baru dalam merespons perubahan zaman melalui dua pendekatan utama yaitu yaitu Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi sinergi antara kedua model dakwah tersebut dalam merespons tantangan globalisasi, modernisasi, dan perubahan budaya digital di masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis deskriptif-analitis, serta mendasarkan analisis pada teori modernitas Anthony Giddens dan teori komunikasi lintas budaya Gudykunst & Kim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara menekankan harmoni antara ajaran Islam dan budaya lokal melalui prinsip moderasi, toleransi, dan cinta tanah air, sedangkan Islam Berkemajuan menonjolkan pembaruan (tajdid), inovasi, dan pemberdayaan umat. Kedua pendekatan ini, meskipun berbeda karakteristik, memiliki kesamaan visi dalam menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dan relevan dengan perkembangan zaman. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya membangun model dakwah integratif yang mampu menjaga tradisi sekaligus mendorong kemajuan, serta memberikan rekomendasi strategis bagi dai, lembaga keagamaan, dan pembuat kebijakan agar dakwah Islam di Indonesia tetap adaptif, moderat, dan kontekstual di era digital.
Amulets and Treatment With Al-Qur'an Verses (A Study of the Book of Tajul Muluk by Sheykh Ismail Al-Ashi) Hadari; Ghalib Mattola; Nawas, Kamaludin Abu; Aderus , Andi
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3670

Abstract

The Qur'an can be used as a cure (Shifa') for various diseases, both physical and non-physical diseases and can be used as a mediator that has magical powers. Talisman in philosophical view, an influence over the human soul. This is done in an unnatural way that can affect a person's body. But the influences that arise, sometimes from the state of the spirit: such as the warmth that arises and the sense of excitement and joy, or sometimes and other psychic perceptions such as those arising from anxiety. The amulet in the process of its reaction seeks help from spiritual properties, the secrets of numbers, special qualities that manifest up to the fusion of the spirit with the substance of the body. Nowadays, the science of Qur'anic amulets is called magical letters. This science is used in the conventional sense which assumes that these amulets, have an inherent character or the secrets of the activities contained in the letters have a measure of calculation taken from the letters that contain the secrets contained in the creatures and nature. Medicine in the Kitab Taj al-Mulk is discussed separately. Some of the diseases and how to treat them are explained clearly and in great detail. Starting from the medicinal ingredients used, the dosage to the process of processing them to how to use the medicine is also explained in great detail. The Book of Tājul Muluk is the work of Sheikh Ismail bin Abdul Muttalib Al-Ashi, which was completed in 1249 in Mecca. The contents of this book include knowing the year and the moon, establishing a country, the conditions for building a house, knowing the good land, the relationship between husband and wife, ta'bir dreams, ta'bir earthquakes, ta'bir lunar eclipses, medicines taken from mujarrabat and so on. This book is not a compulsory book in Dayah or pondok, but it is studied by santri who have studied at a high level or they have become teachers. Kitab taj al-Mulk uses the method of clinical Sufism, which is part of the teaching of Sufism about the symbolism of the letters of the Qur'an used for treatment and divination. In Arabic, amulets are called at- tamā'im, which is an object deliberately made by a shaman, which is believed to contain magic and can reject all kinds of diseases for people who believe in it. Tangkal in Arabic is called ar-raqqī, which is defined as an object made by a shaman that is believed to be able to reject disease, evil spirits, and witchcraft.
Proselytizing Strategy Of The National Amil Zakat Agency (Baznas) In Sambas District Nazarudin; Firdaus Muhammad; Andi Aderus; Deni Irawan
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3921

Abstract

This study aims to determine the da'wah strategy of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Sambas Regency in increasing people's awareness of zakat, optimizing the collection, distribution, and utilization of zakat, and implementing zakat as an instrument of poverty alleviation. This research uses a qualitative approach with descriptive method. The research location is in Sambas Regency, Indonesia, with primary data sources obtained through in-depth interviews with BAZNAS officers, Head and Treasurer of UPZ Sub-district, religious leaders, beneficiary village heads, and zakat recipient communities. Secondary data were obtained from BAZNAS documents, activity reports, poverty statistics, and local policies. The results showed that BAZNAS's da'wah strategy in increasing people's awareness involved a da'wah communication approach, religious education programs, and collaboration with religious leaders. Optimizing zakat management is done through community-based zakat campaigns, utilization of information technology, and implementation of social activities to strengthen social networks. In alleviating poverty, BAZNAS implements a zakat economic empowerment program that is proven to have a positive impact on the independence of mustahik. This research implies that the zakat management model of BAZNAS Sambas Regency can be used as a strategic reference for other regions in Indonesia, especially in building public trust, increasing zakat literacy, and encouraging the transformation of society from mustahik to muzakki in a sustainable manner
The Role of Islam in Strengthening the Family to Countering Radicalism to Support National Resilience in Indonesia Nafis, Andi Ahmad Zahri; Andi Aderus; Darussalam Syamsuddin; M. Napis Djuaeni
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1548

Abstract

This study aims to examine the role of Islam in strengthening family institutions as the primary bulwark in facing the challenges of dangerous Ideologies, destructive Cultures, and destructive Technologies (ICT), which can undermine Indonesia's national resilience. In the era of globalization, the threats of ICT not only target individuals but also have the potential to disrupt the social, cultural, and spiritual order within families. This research employs a descriptive qualitative approach using library study methods, involving an analysis of verses from the Quran, hadith, and relevant Islamic literature regarding education and family development. The findings indicate that Islam possesses a comprehensive value system in shaping families that are strong spiritually, morally, and socially. If Islamic values are consistently implemented within families, they can cultivate a generation with resilient, religious character, and the ability to withstand the negative influences of ICT. Thus, a strong Islamic family is an important foundation in maintaining social stability and supporting national resilience as a whole.
Co-Authors A. Adriana Amal A.Qadir Gassing Abul Khair Achmad Abubakar Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Mujahid Ali Halidin ALI HALIDIN, ALI Amri Rahman Amri, Muh. Amrin Amrin Ana Dhiqfaini Sultan Andi Anugrah Nur Hidayat M Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Hasriani Asfar Andi Syahrul Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Aqsha, Adly Arif Sukino Ashari Ananda, Iva Awal , Awal Aydi Syam, Aydi Ayu Oktoviasari, Vera Baehaqi Barsihannor Annur Basri, Syamsuriana Deni Irawan Ernawati Fachry Abda El Rahman Firdaus Muhammad Firman Firman Firman Firman Ghalib Mattola H, Hartinawanti Hadari Hamzah Harun Al-Rasyid Hasyim, Jusniati Idrus, Husni Ilham Iskandar Ilyanti Hasirah Nurgas Indo Santalia Indosantalia, Indosantalia Iting, Andi Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin Kartini Kartini M, M. Galib M. Napis Djuaeni Mahmuddin Mahmuddin Mahmudin Mahmudin, Mahmudin MARIA BINTANG Mayani Mayani Mirnawati Mohammad Subaeh, Syekh Toha Nasir Mudzakkir, Ahmad Muh. Amri Muh. Natsir Muhammad Amri Muhammad Hudain Muhammad Irfan Hasanuddin Muhammad Najmuddin Muhammad Saleh Tajuddin Muliaty Amin Muqsith, Awal Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Inayatul Nafis, Andi Ahmad Zahri Nawas, Kamaludin Abu Nazarudin Nur Apriyani Nur As’ad HL, Muh Nur Hidayah Nur, Zulfikah Nurman Said Nurul Mawaddah Purniadi Putra Putriany, Putriany Rahmah, Jabal Rahman Ambo Masse Rahman, Rahmat Rahmi D Ramli Ramli Roslan Roslan Santalia, Indo Santalia Siar Nimah Solly Aryza Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Nilawati sudianto Suharmin Syukur Suharmin Syukur Sulaiman Ibrahim Sulkifli Idrus Syahruddin Usman Syamsiah Rauf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin, Darussalam Syaridawati Tabhan Syamsu Rijal Taufani Taufani Ta’wil, Ta’wil Usman Jafar Veithzal Rivai Zainal Yasser Mulla Shadra Yusawinur Barella Yusri Handayani