This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dakwah Tabligh Jurnal Adabiyah Sulesana Jurnal Politik Profetik Al Ishlah Jurnal Pendidikan al-Afkar, Journal For Islamic Studies IQRO: Journal of Islamic Education Journal of Health Science and Prevention Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Al-Qalam Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian Ulumuna Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Nusantara: Journal for Southeast Asian Islamic Studies Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf Pappasang Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Palakka : Media and Islamic Coummunication Kumpulan Artikel Pendidikan Anak Bangsa : Journal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal Education and Government Wiyata Journal of Innovative and Creativity Agency Journal of Management and Business Jurnal Pendidikan Refleksi Madania: Jurnal Kajian Keislaman ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pluralitas Makhluk dalam Perspektif Teologis: Refleksi atas Keesaan Khalik dalam Keragaman Ciptaan Syaridawati; Andi Aderus; Hamzah Harun
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pluralitas makhluk dan keesaan Khalik dalam perspektif teologis Islam, serta mengeksplorasi relevansi dan hikmah yang terkandung dalam keduanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks-teks Al-Qur'an, hadis, serta literatur terkait yang membahas konsep teologis, pluralitas, dan peran makhluk dalam menciptakan harmoni hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralitas makhluk dan keesaan Khalik saling terkait dalam menegaskan bahwa meskipun alam semesta ini penuh dengan keragaman, semuanya bersumber dari satu Tuhan yang Maha Esa, yakni Allah SWT. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami pluralitas sebagai bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dan dihargai, serta peran penting tauhid dalam membimbing umat manusia menuju hidup yang harmonis dan penuh kedamaian.
Peran Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam Pembentukan Spiritualitas Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung Andi Anugrah Nur Hidayat M; Andi Aderus; Muhammad Amri; Barsihannor; Rahmi D
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali strategi prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam membentuk spiritualitas alumninya. Selanjutanya, untuk mengenali karakteristik spiritualitas alumni, dan untuk mengetehaui sejauh mana nilai-nilai spiritualitas alumni dalam pencegahan penyimpangan perilaku di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif-deskriptif. Pendekatan yang diguanakan adalah fenomenologi, tasawuf, dan psikologis. Sumber data meliputi ketua Prodi, sekretaris Prodi, dan alumni angkatan 2017-2023. Adapaun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner terbuka dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi melalui kurikulumnya pada pembelajaran formal yaitu melalui mata kuliah di kelas secara teoritis, maupun kegiatan nonformal yaitu manaqib dan studi lapangan di berbagai instansi seperti tarekat, yayasan sosial, BNN, sekolah, dan juga rumah sakit. Kegiatan tersebut berperan dalam membentuk spiritualitas alumni, berdasarkan karakteristik spritulitas dari Imam Al-Ghazali. Aspek spritual pertama yakni tazkiyatun nafs dibuktikan dengan muhasabah dan istighfar sehingga dapat dirasakan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Aspek taqarrub ilallah dijalani melalui dzikir, doa, serta ibadah sunnah. Akhlak dan moralpun tercermin dalam sikap menghargai orang lain, pengendalian emosi serta menjaga hubungan sosial dengan berpikir positif. Aspek zuhud cukup tercapai dengan menyeimbangkan kepentingan akhirat dan kebutuhan duniawinya, namun beberapa alumni dalam implementasinya sering kali tertantang oleh kebutuhan materil dan status sosial. Beberapa maqam seperti sabar dan syukur berhasil diterapkan, meski tidak semua maqam tersebut membuahkan ahwal (kondisi batin) yang ideal dalam pengalaman spiritualnya.
Tinjauan Islam dalam Berbagai Aspek Kehidupan Manusia di Era Modern Ta’wil, Ta’wil; Harun, Hamzah; Aderus, Andi
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

Islam is a religion followed by more than one billion people worldwide, significantly influencing various aspects of life, including theology, social, cultural, and political domains. This study aims to examine Islam from these multiple perspectives using a multidimensional approach. In the theological aspect, the study discusses the fundamental beliefs in Islam, such as tauhid, prophethood, and the afterlife. In terms of social and cultural aspects, it highlights how Islamic teachings interact with societal structures, education, and the role of women within society. Politically, the study explores the impact of Islamic teachings on governance systems and political dynamics in Muslim-majority countries. Additionally, this study distinguishes between Islam as a religion and Islam as religious interpretation, influenced by cultural and historical contexts. The findings of this study are expected to provide a deeper understanding of Islam in various aspects of life and encourage interfaith dialogue and respect for diversity in religious practices.  
Membedah Teologi Ahmadiyah : Kajian Kritis Atas Kepercayaan, Sejarah, dan Respons Umat Islam Nur As’ad HL, Muh; Santalia, Indo; Aderus, Andi; Syamsu Rijal, Tabhan
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 11 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zawiyah.v11i1.11568

Abstract

Studying Ahmadiyya is important for understanding the complexity of religious dynamics within contemporary Muslim societies. Analyzing the teachings and practices of Ahmadiyya provides insights into existing theological and sociological differences. This study aims to: First, examine the concept of Ahmadiyya’s beliefs and theological doctrines. Second, investigate the historical development of Ahmadiyya from its founding to its spread across the Islamic world. Third, explore the responses of Muslims both scholars and religious organizations toward the existence and teachings of Ahmadiyya. This research adopts a qualitative approach using the method of library research. The data sources consist of secondary materials including academic books, journal articles, religious fatwas, and other publications that discuss Ahmadiyya from external perspectives. The findings of the study reveal the following: First, Ahmadiyya holds a concept of prophethood that differs from that of the majority of Muslims. They believe that prophethood in Islam did not completely end with the Prophet Muhammad (peace be upon him). Ahmadiyya also has a different understanding of divine revelation, asserting that divine revelation can still be received by chosen individuals, particularly those who attain a high level of spirituality. Second, this study traces the origins of the Ahmadiyya movement from the colonial period in India to its expansion in various Muslim countries. Third, Muslim responses to the existence of Ahmadiyya are generally diverse, but most tend to show significant rejection. Many traditional Islamic scholars and religious organizations consider Ahmadiyya teachings to be a deviation from orthodox Islamic doctrine.
HISTORICAL EVOLUTION OF ISLAMIC THOUGHT OVER TIME Barella, Yusawinur; Mahmudin, Mahmudin; Aderus, Andi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 9 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v9i2.7243

Abstract

This article discusses the history, core teachings, and development of thought within Islam from its pre-Islamic origins to the present day. The Islamic thought presented in this article encompasses various aspects, including historical, social, political, and legal aspects. The researcher adopts a qualitative descriptive method through library research, which involves an in-depth study of various literary sources such as journals, books, and other relevant materials related to the research topic. Additionally, the researcher employs historical methods in this study due to its connection with past events.
NEGARA LATOA: TINJAUAN BERNEGARA MASYARAKAT BUGIS DALAM LONTARA LATOA Muqsith, Awal; Tajuddin, Muhammad Saleh; Aderus, Andi
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 8 No 1 (2020): June
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/profetik.v8i1a6

Abstract

This study explored the concept of state in Lontara Latoa, which was used as a political reference in the kingdom of Bone since the Seventh Bone King La Tenrirawe Bongkangnge then became a political book in the land of Bugis. The concept of the state which was used as a theoretical reference was an institution of power that has a government apparatus, people, and zones or areas of power. These three elements would serve as theoretical instruments for sorting Latoa texts that talk about these three things. This research method was qualitative with the type of literature because the object of study studied was Latoa Lontara text. The data source of this research was Lontara Latoa collected by B.F. Matthes which was still written in Lontara script. The results of this study provided a state construct in the paradigm of the Bugis community as outlined in Lontara Latoa.
Pluralitas Makhluk Tanda Keesaan Khaliq Ashari Ananda, Iva; Indosantalia, Indosantalia; Aderus, Andi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8376

Abstract

Pluralitas makhluk adalah sebuah kenyataan tentang adanya keragaman makhluk sebagai ciptaan Tuhan. Makhluk yang diciptakan tersebut dalam pandangan pemikiran Islam bersifat mumkin al-wujud sedang Tuhan bersifat wajib al-wujud, Pluralitas makhluk merupakan sunnatullah. Eksistensinya diciptakan untuk saling menguatkan, dan melengkapi untuk kesempurnaan dan tujuan hidup. Pluralitas dapat menciptakan kedinamisan juga potensi perbedaan yang apabila tidak disikapi secara proporsionalakan memunculkan konflik yang dapat membawa korban, kerugian bahkan kehancuran. Pada penelitian ini mengunakan metde kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Adapun hsil penelitian ini menjelaskan Pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq membawa kesadaran bahwa eksistensi kehidupan yang plural ini berasal dari Tuhan Yang Esa. Pluralitas diciptakan sebagai cara Tuhan untuk memberi jalan kepada makhluk untuk memilih jalan yang terbaik, atau yang terburuk, yang kesemuanya berujung pada imbalan surga atau neraka
Qath’i Dan Zhanni Terhadap Pemahaman Al Qur’an Dan Al Sunnah Ayu Oktoviasari, Vera; Santalia, Indo; Aderus, Andi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8540

Abstract

Ahli ushul fiqh secara umum mengelompokkan dalil ke dalam tiga bentuk, yaitu nas, zahir, dan mujmal. Dalil yang termasuk dalam kategori nas dijelaskan oleh mayoritas pakar ushul fiqh sebagai dalil yang tidak memungkinkan memiliki makna lain. Sementara itu, dalil yang termasuk dalam kategori zahir dan mujmal dianggap sebagai dalil yang bersifat zhanni, karena makna dari dalil tersebut masih membawa kemungkinan adanya makna lain. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tentang qath’i dan zhanny dalam pemahaman Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Penelitian ini merupakan penelitian Pustaka, dimana peneliti menganalisis berbagai literatur dari artikel, jurnal dan buku. Hasil  penelusuran peneliti menunjukkan bahwa suatu petunjuk hukum atau nas yang pengertiannya dapat dipahami dengan jelas tanpa ada peluang untuk menginterpretasikan dengan yang lain, sedang zanni suatu pentunjuk hukum yang  dapat menerima makna lain. Sedangkan menurut ulama, baik nas yang bersumber dari al-Qur’an maupun hadis jika ditinjau dari segi dalalah-nya maka kedua nya dapat digolongkan   kepada qath’i al-dalalah dan zanni al- dalalah sementara dari segi penulisan atau periwayatannya terdapat perbedaan yang terletak pada nas al-Qur’an yang hanya bersifat qath’i al-wurud.
Triologi Kecerdasan dan Perbandingan Beberapa Pendapat tentang Kecerdasan Manusia Mudzakkir, Ahmad; Harun, Hamzah; Aderus, Andi
Jurnal Pendidikan Refleksi Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Refleksi
Publisher : P3I Luwu Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Islam mengenai konsep triologi kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), serta perbedaannya dengan teori kecerdasan yang berkembang di Barat, khususnya teori EQ dari Daniel Goleman dan Multiple Intelligences dari Howard Gardner. Dalam Islam, kecerdasan dipandang sebagai anugerah dari Allah yang tidak hanya terbatas pada kemampuan berpikir logis dan mengelola emosi, tetapi juga mencakup dimensi spiritual yang berhubungan dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Pendekatan Islam memberikan penekanan khusus pada SQ sebagai fondasi utama yang mengarahkan IQ dan EQ, membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki tujuan hidup yang lebih bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, dan hasilnya menunjukkan bahwa konsep kecerdasan dalam Islam lebih holistik dan seimbang, di mana setiap kecerdasan saling melengkapi dan membentuk karakter insan kamil. Konsep ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengembangan pendidikan yang berorientasi pada keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.
The Spiritual Dimension in Islamic Da’wah and Building Social Piety among Gorontalo Muslims Idrus, Husni; M, M. Galib; Aderus, Andi; Ibrahim, Sulaiman
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the need to understand the role of the spiritual values of Surah Al-Ma'un in strengthening social solidarity among the Muslim community in Gorontalo, which has not been comprehensively explored. The research aims to identify how the values of the Qur'an influence social mindsets and behaviors through mosque-based charitable movements. Using the Tafsir Ijtima'i method and a socio-psychological approach, this study analyzes the social transformations driven by the implementation of four key principles of Surah Al-Ma'un: concern for people with low incomes, the importance of sharing, empathy, and social responsibility. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and surveys involving members and beneficiaries of charitable movements from 340 mosques in Gorontalo. The findings reveal that 70% of mosques provide fod for Friday prayer congregations through donation-based funding, significantly contributing to poverty alleviation and reducing social inequality. These findings also show that the charitable movements inspire value transformation, balancing individual and social piety (At-Tawazun) and reshaping the paradigm of sharing happiness (At-Tabadul). By emphasizing the theological foundation of "Islamic Socialism," these movements successfully integrate spiritual values with social practices to promote collective welfare (Al-Musawat). The implications of this study highlight the importance of religion-based collaboration in driving sustainable social transformation while offering tangible contributions to the literature on integrating Qur'anic values into modern community development.
Co-Authors A. Adriana Amal A.Qadir Gassing Abul Khair Achmad Abubakar Agung Raharjo, Muhammad Ahmad Mujahid Ali Halidin ALI HALIDIN, ALI Amri Rahman Amri, Muh. Amrin Amrin Ana Dhiqfaini Sultan Andi Anugrah Nur Hidayat M Andi Eki Dwi Wahyuni Andi Hasriani Asfar Andi Syahrul Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Aqsha, Adly Arif Sukino Ashari Ananda, Iva Awal , Awal Aydi Syam, Aydi Ayu Oktoviasari, Vera Baehaqi Barsihannor Annur Basri, Syamsuriana Deni Irawan Ernawati Fachry Abda El Rahman Firdaus Muhammad Firman Firman Firman Firman Ghalib Mattola H, Hartinawanti Hadari Hamzah Harun Al-Rasyid Hasyim, Jusniati Idrus, Husni Ilham Iskandar Ilyanti Hasirah Nurgas Indo Santalia Indosantalia, Indosantalia Iting, Andi Jayawarsa, A.A. Ketut Juliasti, Evin Kartini Kartini M, M. Galib M. Napis Djuaeni Mahmuddin Mahmuddin Mahmudin Mahmudin, Mahmudin MARIA BINTANG Mayani Mayani Mirnawati Mohammad Subaeh, Syekh Toha Nasir Mudzakkir, Ahmad Muh. Amri Muh. Natsir Muhammad Amri Muhammad Hudain Muhammad Irfan Hasanuddin Muhammad Najmuddin Muhammad Saleh Tajuddin Muliaty Amin Muqsith, Awal Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Inayatul Nafis, Andi Ahmad Zahri Nawas, Kamaludin Abu Nazarudin Nur Apriyani Nur As’ad HL, Muh Nur Hidayah Nur, Zulfikah Nurman Said Nurul Mawaddah Purniadi Putra Putriany, Putriany Rahmah, Jabal Rahman Ambo Masse Rahman, Rahmat Rahmi D Ramli Ramli Roslan Roslan Santalia, Indo Santalia Siar Nimah Solly Aryza Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Nilawati sudianto Suharmin Syukur Suharmin Syukur Sulaiman Ibrahim Sulkifli Idrus Syahruddin Usman Syamsiah Rauf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin, Darussalam Syaridawati Tabhan Syamsu Rijal Taufani Taufani Ta’wil, Ta’wil Usman Jafar Veithzal Rivai Zainal Yasser Mulla Shadra Yusawinur Barella Yusri Handayani