p-Index From 2021 - 2026
6.365
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) NUTRIRE DIAITA Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Riset Gizi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Indonesian Journal of Global Health research Health Care : Jurnal Kesehatan AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Islam and Public Health Proceeding Muhammadiyah International Public Health and Medicine Conference Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Jurnal Keperawatan Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Kesehatan Reproduksi Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Jurnal Riset Gizi Journal of Social Science and Education Research Jurnal Riset Gizi Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Status Gizi dan Stres terhadap Siklus Menstruasi Remaja Putri di Indonesia Maedy, Farhah Salsabila; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 3, No 1 (2022): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.3.1.1-10

Abstract

Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri berdampak pada kesehatan reproduksi di masa kehidupan selanjutnya. Siklus menstruasi yang tidak teratur berisiko menyebabkan terjadinya infertilitas. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis hubungan status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Metode: Studi literatur atau review artikel dilakukan dengan memanfaatkan database Google Scholar, GARUDA, Neliti dan PubMed dengan terbitan tahun 2011-2021. Didapat 11 artikel yang terdiri dari 9 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil: Dari 11 artikel diketahui bahwa siklus menstruasi remaja putri dipengaruhi oleh berbagai variabel, antara lain status gizi, stres, aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, dan gangguan endokrin. Namun, terdapat dua faktor utama yang berkaitan dengan siklus menstruasi, yaitu status gizi dan stres. Remaja yang memiliki masalah gizi kurang dan gizi lebih beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Remaja dengan stres sedang dan berat juga beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Status gizi dan stres secara bermakna berhubungan terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Pengaturan gaya hidup sejak masa remaja sangat diperlukan untuk mencapai status gizi optimal dan mencegah terjadinya stres sehingga terjaganya siklus menstruasi secara normal.
Hubungan Konsumsi Junk Food, Aktivitas Fisik, Durasi Gadget, dan Uang Saku Dengan Status Gizi Remaja SMK Poncol Jakarta Pusat Aprilia, Bela; Permatasari, Tria Astika Endah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.2.103-113

Abstract

Latar Belakang: Status gizi adalah ukuran kondisi seseorang yang dapat diamati dari pola makan yang mereka konsumsi. Salah satu kategori status gizi adalah kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan pada remaja sangat penting untuk diawasi karena remaja yang sudah mengalami obesitas memiliki potensi untuk tetap kelebihan berat badan saat dewasa. Hal ini sangat penting karena remaja masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dapat menyebabkan perubahan cepat yang mempengaruhi perkembangan tubuh dan berat badan mereka. Tujuan: Mengetahui hubungan antara konsumsi junk food, aktivitas fisik, durasi penggunaan gadget, dan uang saku dengan status gizi siswa. Metode: Studi cross-sectional dengan jumlah sampel 80 siswa dipilih secara proporsional dari kelas XI A, B, dan C, menggunakan simple random sampling. Pengukuran yang digunakan adalah IMT/U (Indeks Massa Tubuh) dan menggunakan kuesioner untuk Physical Activity Level (PAL). Analisis data menggunakan uji Fisher's exact. Hasil: Status gizi siswa sebesar 70.0%  tidak kelebihan berat badan, sebagian besar siswa sering konsumsi junk food, memiliki aktivitas fisik yang rendah, durasi penggunaan gadget yang tinggi, dan jumlah uang saku yang tinggi. Ada hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan status gizi siswa (p=0,037). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara konsumsi junk food, aktivitas fisik, dan uang saku dengan status gizi siswa. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan status gizi siswa. Durasi penggunaan gadget yang lebih lama cenderung dikaitkan dengan status gizi yang kurang baik, yang dapat disebabkan oleh penurunan aktivitas fisik serta kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat selama penggunaan gadget. 
Obesitas, Pola Diet, dan Aktifitas Fisik dalam Penanganan Diabetes Melitus pada Masa Pandemi Covid-19 Ardiani, Hasnabila Esti; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 2, No 1 (2021): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.437 KB) | DOI: 10.24853/mjnf.2.1.1-12

Abstract

Latar belakang: Penyakit diabetes melitus (DM) dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. Diabetes melitus merupakan merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Penyakit dengan multi etiologi ini disebabkan oleh beberapa determinan utama mencakup obesitas, pola diet, dan aktifitas fisik. Insiden kasus diabetes melitus secara global terus meningkat secara signifikan di berbagai negara. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus menurut hasil pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% di Indonesia. Prevalensi penyakit ini tidak hanya meningkat pada kelompok usia dewasa namun juga pada kelompok usia remaja yaitu usia 15 tahun. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menelaah secara ilmiah penanganan DM dari faktor obesitas, pola diet, dan aktifitas fisik. Hasil: Penderita diabetes melitus mengalami insufisiensi fungsi insulin akibat terjadinya gangguan atau produksi insulin dalam pankreas, sehingga insulin mengalami kesulitan dalam mengubah glukosa menjadi energi. Kadar glukosa dalam darah memiliki hubungan signifikan dengan jumlah lemak dalam tubuh yang terkait dengan obesitas, pola makan, serta pengambilan energi dari aktifitas fisik.  Keberhasilan penanganan diabetes melitus dengan mengontrol berbagai determinan juga ditentukan oleh kondisi psikososial serta dukungan dari keluarga. Kesimpulan: Penanganan diabetes melitus dapat dilakukan secara optimal melalui pengaturan pola hidup sehat yaitu dengan mempertahankan status gizi normal dan mencegah obesitas, pengaturan pola makan yang sehat melalui asupan gizi seimbang, serta melakukan aktifitas fisik terutama dengan berolahraga secara rutin.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Kue Sus Kering dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah dan Tepung Hati Ayam sebagai Makanan Kudapan untuk mencegah Anemia pada Remaja Putri Hasanah, Novia Zahratul; Permatasari, Tria Astika Endah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 2 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v16i2.6978

Abstract

Latar Belakang: Salah satu makanan kudapan yang disukai oleh remaja putri adalah kue sus. Kue sus dipilih karena merupakan salah satu jenis makanan ringan yang diminati masyarakat. Kue sus dikenal oleh banyak orang, baik anak-anak, usia remaja maupun dewasa. Salah satu upaya meningkatkan nilai gizi pada kue sus kering, menambah cita rasa dan mengurangi penggunaan bahan dasar tepung terigu, untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu dalam pembuatan kue sus diperlukan alternatif substitusi tepung dari pangan lokal salah satunya tepung kacang merah dan tepung hati ayam dimana kacang merah mengandung protein tinggi dan hati ayam mengandung tinggi zat besi (Fe), maka bahan dasar kue sus dilakukan dengan menambahkan tepung yang berasal dari protein nabati dan hewani, protein yang bersumber dari nabati salah satunya terdapat pada kacang merah). Tujuan: Menganalisis kandungan gizi meliputi energi, protein, lemak, karbohidrat, dan zat besi (Fe) kue sus kering dengan subtitusi tepung kacang merah dan tepung hati ayam. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan design eksperimental. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 1 kontrol dan 3 perlakuan. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS. Menggunakan metode  uji Kruskal Wallis dan  uji Mann-Whitney. Untuk penentuan formula terpilih atau yang paling disukai ditentukan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Hasil: Pada uji mutu hedonik terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma, tekstur dan after taste tetapi tidak menunjukkan perbedaan terhadap mutu rasa kue sus kering setiap formulanya. Pada uji hedonik terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap aroma, rasa, tekstur, after taste dan penilain keseluruhan produk tetapi tidak menunjukan perbedaan terhadap warna untuk uji hedonik. Pada metode MPE didapatkan formulasi terpilih adalah F1 dengan total skor 2. Kandungan gizi kue sus kering formula F1 yaitu protein 12,37%, kadar lemak total 33,29%, karbohidrat 38,30%, energi 500,75 kkal dan zat besi (Fe) 4,68 mg. Simpulan: Formula terpilih pada penelitian ini adalah kue sus kering formula F1. kue sus kering tepung kacang merah dan tepung hati ayam dapat dikatakan telah memenuhi klaim sebagai “sumber zat besi pada remaja yaitu pada F1 karena mengandung zat besi sebesar 4,65 mg/100 gram”. Penelitian selanjutan disarankan untuk melihat daya terima dan intervensi produk kue sus kering tepung kacang merah dan tepung hati ayam kepada remaja putri anemia Kata Kunci: Remaja, Anemia, Kue Sus, Kacang Merah, Hati Ayam
Analisis Pola Makanan Tambahan Sebagai Faktor Risiko Stunting Pada Balita di Puskesmas Pasar Prabumulih Herza Olivina; Munaya Fauziah; Tria Astika Endah Permatasari; Andriyani Andriyani; Dewi Purnamawati
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i3.384

Abstract

This study aims to elaborate on the pattern of additional food as a risk factor for stunting in toddlers at the Pasar Prabumulih Health Center in 2023. Stunting is a condition where a child's height is shorter than the height of other children of the same age. Factors that can influence stunting include unhealthy eating patterns, low birth weight (LBW), lack of breastfeeding, due to infectious diseases during infancy, and failure to achieve perfect growth improvement in the following period. This study uses a case-control study approach with an analytical observational research design. Cases are toddlers diagnosed with stunting and controls are toddlers diagnosed as normal. The data collection technique uses primary data obtained directly from the research site by means of observation and interviews using questionnaires. Data were analyzed using binary logistic regression tests. The results of the analysis showed that there was no relationship between exclusive breastfeeding, parental education level, parental knowledge, and history of infectious diseases with stunting, but additional food patterns were related to stunting. The final multivariate model showed that only additional food patterns affected stunting.
The Influence of School-Based Management (MBS) and Transformational Leadership Through Digital Transformation in Improving The Quality of Education at Islamic Boarding School Cirebon SMP Huda, Muhamad Khozinul; Gofur, Abdul; Mutmainah, Mutmainah; Permatasari, Tria Astika Endah; Bahri, Saiful; Suradika, Agus; Nora, Liza
Journal of Social Science and Education Research Vol. 2 No. 3 (2025): Journal of Social Science and Education Research
Publisher : Raudhah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/hfph3889

Abstract

Quality education is a key factor in enhancing a nation's competitiveness in the era of globalization. Along with the development of time, digitalization in education has become an urgent necessity to improve the effectiveness of learning and school management. School-Based Management (SBM) and transformational leadership are two main factors in improving education quality; however, their effectiveness in addressing the challenges of the digital era remains a subject of debate. This study aims to analyze the influence of School-Based Management (SBM) and Transformational Leadership through Digital Transformation on Education Quality at SMP IBS Cirebon. The research method used is quantitative with a Structural Equation Modeling (SEM) approach to examine the relationships between variables. The results of the study indicate that SBM and transformational leadership (p-value = 0.016) significantly affect education quality (p-value = 0.019). However, both SBM (p-value = 0.000) and transformational leadership (p-value = 0.002) were found to have a significant impact on digital transformation. Furthermore, digital transformation significantly influences education quality (p-value = 0.000) and also acts as a mediating variable that strengthens the relationship between SBM and transformational leadership with education quality. The findings of this study confirm that digital transformation plays a crucial role in enhancing education quality in the modern era. Therefore, schools need to optimize digitalization in management and learning to achieve better education quality.
PENGARUH POLA ASUH PEMBRIAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Tria Astika Endah Permatasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 14 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v14i2.527

Abstract

Prevalensi stunting secaca global termasuk di Indonesia masih tinggi. Pola asuh makan terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan memengaruhi asupan gizi yang berdampak langsung terhadap kejadian stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor dominan yang memengaruhi terjadinya stuntingpada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Senen, Provinsi DKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dilakukan di wilayah kerja puskesmas Kecamatan Senen pada bulan April 2019. Sampel sebanyak 182 ibu-balita diambil dengan teknik simple random sampling yang berasal dari 5 puskesmas kelurahan. Stunting diukur dengan antropometri menggunakan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U).  Variabel independen (pola asuh pemberian makan, tinggi badan Ibu, pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir bayi,  frekuensi konsumsi energi,  dan riwayat penyakit infeksi) serta variabel dependen (kejadian stunting) dianalisis menggunakan regeresi logistik ganda. Stuntingdialami oleh sebanyak 31,8% (14,8% balita sangat pendek dan 17,0% pendek).  Faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian stuntingadalah pola asuh pemberian makan (OR: 6,496 95% CI: 2,486-16,974).  Balita dari ibu dengan pola asuh pemberian makan yang kurang berisiko 6 kali lebih tinggi mengalami stuntingdibandingkan balita yang pola asuh makannya baik. Perlu kebijakan terkait pengasuhan balita terutama bagi ibu bekerja seperti penyediaan fasilitas day careditempat kerja sehingga dapat memperbaiki pola asuh pemberian makan
Exclusive Breastfeeding Intention among Pregnant Women Permatasari, Tria Astika Endah; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Achadi, Endang Laksminingsih; Purwono, Urip; Irawati, Anies; Ocviyanti, Dwiana; Martha, Evi
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensi pemberian ASI eksklusif adalah intensi ibu untuk memberikan hanya ASI pada bayinya sejak dilahirkan hingga berusia enam bulan. Intensi pada periode prenatal merupakan penentu langsung pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dengan desain studi potong lintang dilakukan secara primer. Sampel berjumlah 143 ibu hamil trimester ketiga dipilih secara purposive sampling. Intensi pemberian ASI eksklusif diukur menggunakan kuesioner the Infant Feeding Intentions scale. Sedangkan sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku dinilai menggunakan modifikasi kuesioner Breastfeeding Attrition Prediction Tool. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda. Sebanyak 61,5% ibu memiliki intensi kuat memberikan ASI eksklusif. Persepsi kontrol perilaku paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif, (p=0,007; Odds Ratio 3,030; 95% CI 1,361-6,746). Faktor lainnya yang berhubungan dengan intensi adalah sikap, keterpaparan ibu terhadap ASI eksklusif dari media sosial, dukungan tenaga kesehatan, pengalaman menyusui sebelumnya, dan pekerjaan ibu dengan persepsi kontrol perilaku tinggi berpeluang tiga kali lebih besar memiliki ‘intensi tinggi’ untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu berpersepsi kontrol perilaku rendah. Exclusive breastfeeding intention is a mother’s intention to provide her baby only breast milk since the infant was born until at the age of 6 months. Intention in prenatal period is the direct affirmation of exclusive breastfeeding. This study aimed to find out the most dominant factor related to exclusive breastfeeding intention among pregnant women at a mother and child hospital in South Tangerang. A cross-sectional study design was conducted primarily. The samples were 143 pregnant women on their third trimester pregnancy selected by purposive sampling. Intention was measured by the Infant Feeding Intention scale questionnaire. Meanwhile, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were measured by the modified Breastfeeding Attrition Prediction Tool questionnaire. Data were analyzed using the multivariate logistic regression analysis. It was 61.5% mother had strong exclusive breastfeeding intention. Perceived behavioral control dominantly influenced the exclusive breastfeeding intention (p value = 0.007; Odds Ratio 3.030; 95% CI = 1.361 6.746). The other factors influencing intention were attitude, exposure to exclusive breastfeeding from social media, health workers’ support, previous breastfeeding experience and mothers’ occupation. A mother with high perceived behavioral control has three times more likely to have ‘high exclusive breastfeeding intention’ than those having the low ones.
The Determinants of Stunting in the Under-five in Three Municipalities in the Special Capital Region of Jakarta Permatasari, Tria Astika Endah; Chairunnisa, Chairunnisa; Djarir, Hernani; Herlina, Lily; Fauziah, Munaya; Andriyani, Andriyani; Chadirin, Yudi
Kesmas Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted the global decline in public health status. This study aimed to analyze the determinants of stunting in the under-five in three municipalities in the Special Capital Region of Jakarta, Indonesia. A cross-sectional study was conducted in August-December 2020 with 460 pairs of mothers and children selected by simple random sampling. Stunting was measured using a conventional anthropometric index (length/height-for-age), and anthropometric failure was measured using the Composite Index of Anthropometric Failure. The prevalence of stunting, underweight, and wasting was 41.5%,35%, and 19.8%, respectively, and 62% of the under-five experienced anthropometric failure. The dominant factor associated with stunting was immunization record (p-value = 0.011; AOR = 2.360; 95%CI = 1.218–4.573). Children who did not receive complete basic immunization were at a 2.4 times greater risk of stunting than children who received complete basic immunization. The dominant factors associated with underweight, wasting, and anthropometric failure were the father's educational level, mother's occupation, and balanced nutrition practice. Increasing coverage of complete basic immunization, improving balanced nutrition practices and socioeconomic conditions is necessary to prevent undernutrition, especially stunting.
Exclusive Breastfeeding Intention among Pregnant Women Permatasari, Tria Astika Endah; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Achadi, Endang Laksminingsih; Purwono, Urip; Irawati, Anies; Ocviyanti, Dwiana; Martha, Evi
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensi pemberian ASI eksklusif adalah intensi ibu untuk memberikan hanya ASI pada bayinya sejak dilahirkan hingga berusia enam bulan. Intensi pada periode prenatal merupakan penentu langsung pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil di sebuah rumah sakit ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dengan desain studi potong lintang dilakukan secara primer. Sampel berjumlah 143 ibu hamil trimester ketiga dipilih secara purposive sampling. Intensi pemberian ASI eksklusif diukur menggunakan kuesioner the Infant Feeding Intentions scale. Sedangkan sikap, norma subjektif dan persepsi kontrol perilaku dinilai menggunakan modifikasi kuesioner Breastfeeding Attrition Prediction Tool. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda. Sebanyak 61,5% ibu memiliki intensi kuat memberikan ASI eksklusif. Persepsi kontrol perilaku paling dominan berhubungan dengan intensi pemberian ASI eksklusif, (p=0,007; Odds Ratio 3,030; 95% CI 1,361-6,746). Faktor lainnya yang berhubungan dengan intensi adalah sikap, keterpaparan ibu terhadap ASI eksklusif dari media sosial, dukungan tenaga kesehatan, pengalaman menyusui sebelumnya, dan pekerjaan ibu dengan persepsi kontrol perilaku tinggi berpeluang tiga kali lebih besar memiliki ‘intensi tinggi’ untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu berpersepsi kontrol perilaku rendah. Exclusive breastfeeding intention is a mother’s intention to provide her baby only breast milk since the infant was born until at the age of 6 months. Intention in prenatal period is the direct affirmation of exclusive breastfeeding. This study aimed to find out the most dominant factor related to exclusive breastfeeding intention among pregnant women at a mother and child hospital in South Tangerang. A cross-sectional study design was conducted primarily. The samples were 143 pregnant women on their third trimester pregnancy selected by purposive sampling. Intention was measured by the Infant Feeding Intention scale questionnaire. Meanwhile, attitude, subjective norms, and perceived behavioral control were measured by the modified Breastfeeding Attrition Prediction Tool questionnaire. Data were analyzed using the multivariate logistic regression analysis. It was 61.5% mother had strong exclusive breastfeeding intention. Perceived behavioral control dominantly influenced the exclusive breastfeeding intention (p value = 0.007; Odds Ratio 3.030; 95% CI = 1.361 6.746). The other factors influencing intention were attitude, exposure to exclusive breastfeeding from social media, health workers’ support, previous breastfeeding experience and mothers’ occupation. A mother with high perceived behavioral control has three times more likely to have ‘high exclusive breastfeeding intention’ than those having the low ones.
Co-Authors Abdul Gofur Abul A’la Al Maududi Adi Fahrudin Agus Suradika Ahmad Syazrain Alvina Yasmine Yusuf Amelia, Novita Ridha Amir Syafruddin Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Anies Irawati Anies Irawati Anika, Lusi Anisa Nurul Syafitri Anisa Nurul Syafitri Anisa Nurul Syafitri Aprilia, Bela Ardiani, Hasnabila Esti Ardina Ulya Arif Hidayat Awalia Khoerunnisa Bella Arinda Putri Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Dadang Herdiansyah Darto Darto Denny Alfiansyah Dessylindra, Herningrum Devina Alifia Fadhilah Dewi Purnamawati Dewi Purnamawati Dian Novianti Kurniasih Diana Irawati Diana Irawati Dika Maretika Sobari Dwiana Ocviyanti Elli Hidayati Ellya Susilowati Endang Laksminingsih Achadi Endang Laksminingsih Achadi erni rita Erni Rita Ernirita Ernyasih Ernyasih Ernyasih, Ernyasih Evi Martha Fadhilah, Devina Alifia Fahmi Ilman Fahrudin Fajrini, Fini Fatimah Fatimah Fatin Najwa Fauza Rizqiya Fauzul Hayat Fazri Harahap, Laila Feby Elvira Fredinan Yulianda Giri Widakdo Hasanah, Novia Zahratul Hasnita Nadhiroh Heri Rosyati Herlina, Lily Herlina, Muria Hernani Djarir Hernani Djarir, Hernani Herza Olivina Hidayat, Sri Huda, Muhamad Khozinul Ika Kurniaty Illavina Illavina Illavina Illavina, Illavina Indah Noviana Saputri Irna Hasanah Jumaiyah, Wati Kartini Soraya, Apriliana Khoerunnisa, Awalia Komalasari, Tresna Lily Herlina Lily Herlinah Maedy, Farhah Salsabila Meiti Subardhini Miftah Andriansyah, Miftah Muhamad Izzuddin Munaya Fauziah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Mutmainah Mutmainah Nadilla Firda Nana Supriyatna, Nana Nila Kurniasari Nora, Liza Novia Wulansari Novita Ridha Amelia Nurce Arifiati Nurdiyana Abdul Manap Nurhayati Nurhayati Nurmalia Lusida Nurmalia Lusida Nursanah, Nursanah Nurzeha Puspa Bhayangkari, Siti Pipit Pratama, Doan Pujiastuti Pujiastuti, Pujiastuti Pulungan, Rodiah Purnamawati, Dewi Putri, Linda Wahyuni Ratri Ariatmi Nugrahani Ratu Ayu Dewi Sartika Ratu Ayu Dewi Sartika Renty Anugerah Mahaji Puteri Revinel Revinel Ridho Fidrajaya Rohman Azzam Saiful Bahri Sakroni Sari, RD Yunina Endang Satria Yudistira Satria Yudistira Sepriyanti, Yuke Siti Riptifah Tri Handari Sri Wahyuni Sugiatmi Sugiatmi Sugiatmi, Sugiatmi Sukrianto, Sukrianto Suryaalamsah, Inne Indraaryani Suryani, Neni Syamsul Anwar, Syamsul Titiek S. Yuliani Tri Eka Meysaroh Tri Suryani Tri Yuni Hendrawati Triana Srisantyorini Turrahmi, Hirfa Ummul Habibah Hasyim Urip Purwono Urip Purwono Vilda, Vilda Wasis Widodo Wazha Lidini Hanifah Wusono, Ciska Nabilla Yudi Chadirin Ziva, Danindra