p-Index From 2021 - 2026
13.034
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Indo-Islamika El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Al-Tadzkiyyah TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL IQRA´ AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Ilmiah Didaktika : Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat qolamuna : Jurnal studi islam Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam IQRO: Journal of Islamic Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman Jurnal Basicedu Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Al-Ta'lim GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Qalam Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Abdi Insani Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Andragogi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal Pengabdian UNDIKMA Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Simki Pedagogia Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Journal of Education Research Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Indonesian Community Journal Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) JASNA : Journal For Aswaja Studies Mauriduna : Journal of Islamic studies Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal Kajian Pendidikan Islam Borneo Journal of Language and Education Jurnal Tahsinia Action Research Journal Indonesia (ARJI) Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS ISJOUST Jurnal Pendidikan Sultan Agung Walada: Journal of Primary Education Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas MUALLIMUN : JURNAL KAJIAN PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Scientific Journal of Informatics Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman EDUKASI Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Research Journal on Teacher Professional Development Mauriduna: Journal of Islamic Studies PALASTREN: Jurnal Studi Gender Al-Musannif
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Ekoteologi dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Studi Kasus di MTs. Maftahul Falah Sinanggul Mlonggo Jepara Khayyinatu Al Faluza; Ahmad Saefudin
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/jkpi.v5i1.297

Abstract

Krisis lingkungan yang semakin nyata menuntut pembentukan kesadaran ekologis yang berpijak pada nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru Akidah Akhlak di MTs. Maftahul Falah Sinanggul Mlonggo Jepara mengintegrasikan nilai ekoteologi dalam pembelajaran serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus digunakan, melibatkan guru, siswa, dan kepala sekolah, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis. Temuan menunjukkan integrasi ekoteologi diterapkan melalui pengaitan materi dengan tanggung jawab ekologis, praktik langsung di sekolah, dan refleksi peserta didik. Faktor pendukung mencakup motivasi siswa, relevansi materi, kegiatan praktik, dan dukungan sekolah, sementara kendala meliputi keterbatasan fasilitas, rendahnya kesadaran siswa, resistensi pihak terkait, dan metode pembelajaran yang kurang inovatif. Kesimpulannya, pembelajaran Akidah Akhlak mampu menumbuhkan kesadaran ekologis yang berkelanjutan dan menegaskan peran penting guru serta kepala sekolah dalam implementasinya.
Learning Transformation Based on Literacy, Numeracy, and Technology Adaptation (Case Study of the Implementation of the Batch 6 Teaching Campus Teaching Program) Yulia Savika Rahmi; Ahmad Saefudin
AT-TA'LIM Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v31i1.944

Abstract

This study aims to examine the improvement of literacy, numeracy, and technological adaptation skills through the Campus Teaching Program at SDN 3 Buwaran Mayong Jepara. The method used in this research is a descriptive qualitative research approach with a case study design. The research subjects are SDN 3 Buwaran Mayong Jepara, focusing on analyzing reading, writing, arithmetic skills, and technological adaptation. Instruments used for data collection include observation, interviews, and documentation. This research implies the importance of implementing more intensive and sustainable mentoring programs in literacy, numeracy, and technological adaptation at SDN 3 Buwaran. Practically, the findings of this research emphasize the need for collaboration between schools, the Campus Teaching Program, and other stakeholders to enhance teachers' pedagogical skills through training and mentoring. Additionally, the results highlight the importance of using teaching modules and lesson plans that focus on improving students' basic skills, including literacy, numeracy, and the use of technology in teaching. Thus, school policies should be directed towards developing programs that support overall improvement in learning quality.
RELIGIOUS MODERATION AS A FOUNDATION FOR MULTICULTURAL EDUCATION IN SCHOOLS Fatikha Rizqiyani; Ahmad Saefudin
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.1.181-190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran moderasi beragama sebagai fondasi pembangunan pendidikan multikultural di sekolah dasar. Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya dan agama, namun isu-isu seperti intoleransi, isolasi, dan pengaruh negatif media sosial terkadang muncul, sehingga mengganggu keharmonisan di lingkungan sekolah. Moderasi beragama dianggap sebagai solusi untuk menciptakan sikap yang seimbang, toleran, saling menghormati, dan adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru agama Islam, dan siswa kelas lima dan enam yang berbeda agama di sebuah sekolah dasar negeri di Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah merupakan cara yang efektif untuk menanamkan nilai moderasi beragama, baik melalui kurikulum, interaksi sehari-hari, maupun kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar. Penyediaan tempat ibadah bagi siswa non-Muslim, guru yang menjadi teladan, dan program kerja sama lintas agama telah terbukti mampu membangun kesadaran bersama akan pentingnya menghormati keberagaman. Namun, masih terdapat tantangan, seperti sikap eksklusif beberapa siswa, kurangnya pemahaman guru, dan pengaruh keluarga yang konservatif. Untuk mengatasi hal ini, pelatihan guru, keterlibatan orang tua, dan integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum diperlukan. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi krusial bagi penerapan pendidikan multikultural, yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan toleran.
REGULATION AND DIGITAL DISTURBANCE IN ACADEMIC PROCRASTINATION: EVIDENCE FROM A GENDER-INVARIANT STRUCTURAL MODEL Putri, Linda Indiyarti; Sa'idah, Nusrotus; Saefudin, Ahmad; Husna, Asma’ul; Farida, Yushinta Eka; Ghony, Aris Abdul
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 2 (2026): Volume 10, Nomor 2, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i2.53029

Abstract

Academic procrastination remains prevalent in higher education, and digitally saturated learning environments may amplify students’ task delays. This study aims to test an integrative structural model linking self-regulation and digital disturbance to academic procrastination and to examine whether the measurement model operates equivalently across gender. Using a quantitative ex post facto design, data were collected from 216 Indonesian undergraduate students via validated 5-point Likert instruments measuring self-regulation, digital disturbance, and academic procrastination. Structural Equation Modeling with maximum likelihood estimation was conducted, followed by multi-group confirmatory factor analysis to assess gender measurement invariance. Results showed that self-regulation negatively predicted academic procrastination (β = −0.290, p < .001), while digital disturbance positively predicted academic procrastination (β = 0.544, p < .001); self-regulation was also negatively associated with digital disturbance (β = −0.268, p = .002). The model explained 46.5% of the variance in academic procrastination (R² = 0.465). Measurement invariance testing supported equivalence up to the scalar level across gender, enabling unbiased cross-gender interpretation of the constructs. The novelty of this study lies in combining a digitally relevant predictor (digital disturbance) with gender-invariant measurement validation within a single SEM framework in an Indonesian undergraduate context. Practically, the findings imply that universities should strengthen students’ self-regulated learning while managing digital interruptions through attention-management training and instructional policies to reduce procrastination.
Interfaith Learning Innovations: Strategies Used by PAI-PAK Teachers to Foster Religious Moderation Among Students at SMAN 01 Pecangaan Nasfi, Naila Tazkiyatan; Saefudin, Ahmad
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v6i1.11325

Abstract

The growing exposure of students to radical and intolerant ideologies presents a challenge for fostering social cohesion in pluralistic societies such as Indonesia. This study examines how Islamic Religious Education (PAI) and Christian Religious Education (PAK) teachers collaborate to implement pedagogical strategies that strengthen students' religious moderation in a diverse school context. Using a qualitative case study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving school leaders, teachers, and students at a public senior high school in Jepara. The data were analyzed using thematic analysis. The findings show that religious moderation emerges from the interaction of four key elements: institutional policies and leadership support, interfaith teacher collaboration, interactive learning strategies, and students' daily social interactions. These elements form a Collaborative Moderation Model, in which moderation is internalized as a systemic and relational process rather than a single instructional outcome. This study contributes an integrated framework for promoting religious moderation and provides practical implications for developing inclusive educational practices in pluralistic settings.
Peran Artificial Intelligence dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam Rois, Muhammad Aminuddin; Saputra, Rohmad Nurul Aji; Saefudin, Ahmad
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i3.18834

Abstract

Technology has a significant impact on the formation of morals, ethics, morals and individual norms, especially for children who are in the education process. Since the advent of technology, there appears to be a decline in morals among children, where many of them prefer to play games or use social media, such as TikTok, and focus on activities such as top ups, rather than undergoing education, both formal and non-formal. . Apart from that, the influence of the social environment makes them tend to ignore their parents. This research adopts a qualitative approach and aims to explore the role of Artificial Intelligence (AI) technology in improving the quality of Islamic religious education (PAI). With rapid progress in the field of AI, there is great potential that can be exploited to improve learning methods and increase access to information in the PAI context. This research examines how AI technology can contribute to improving the quality of PAI. Rapid technological developments provide opportunities for AI to revolutionize learning methods and interactions between educators and students. AI, as a field of science that focuses on developing computers and systems capable of carrying out tasks that require human intelligence, has the potential to provide significant benefits in education. In the context of basic education, the presence of AI can optimize the learning process. By utilizing AI technology, teachers can monitor individual student learning progress and identify weaknesses or special needs that need to be addressed. The AI system can also provide learning recommendations tailored to student needs, thereby increasing the effectiveness of the educational process. Abstrak Teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap pembentukan akhlak, etika, moral, dan norma individu, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam proses pendidikan. Sejak hadirnya teknologi, tampak adanya penurunan moral di kalangan anak-anak, di mana banyak dari mereka lebih memilih untuk bermain game atau menggunakan media sosial, seperti TikTok, serta berfokus pada aktivitas seperti top up, ketimbang menjalani pendidikan, baik formal maupun non-formal. Selain itu, pengaruh lingkungan sosial membuat mereka cenderung mengabaikan orang tua. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam (PAI). Dengan kemajuan yang pesat dalam bidang AI, terdapat potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki metode pembelajaran serta meningkatkan akses informasi dalam konteks PAI. Penelitian ini mengkaji bagaimana teknologi AI dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas PAI. Perkembangan teknologi yang pesat memberi peluang bagi AI untuk merevolusi metode pembelajaran dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. AI, sebagai bidang ilmu yang berfokus pada pengembangan komputer dan sistem yang mampu menjalankan tugas yang memerlukan kecerdasan manusia, berpotensi memberikan manfaat signifikan dalam pendidikan. Dalam konteks pendidikan dasar, kehadiran AI dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi AI, guru dapat memantau kemajuan belajar siswa secara individual dan mengidentifikasi kelemahan atau kebutuhan khusus yang perlu diatasi. Sistem AI pun dapat memberikan rekomendasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, sehingga meningkatkan efektivitas proses pendidikan.
Penguatan Kecakapan Komunikasi Publik Santri Melalui Program Khitobah: Strengthening Public Communication Skills of Islamic Boarding School Students Through the Khitobah Program Nasyidatu Ruhaniah; Khoerotunisa Khoerotunisa; Ahmad Saefudin
Al-Musannif Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Madrasah Tsanawiyah DDI Cilellang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56324/al-musannif.v7i1.134

Abstract

The skill of public speaking is crucial for everyone in this era of informational globalization. Therefore, Islamic boarding schools, as cultivators of Muslim generations, must be capable of developing and discovering a public communication skills development system. This research aims to analyze the implementation of khitobah in developing students' public communication skills, which also has implications for improving students' social and religious behavior. The object of this qualitative research is the Al-Qonitat Miftahun Najah Tahunan Jepara Islamic Boarding School. Informants consisted of managers, teachers, and students who were selected purposively. Data was collected using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis uses descriptive analysis techniques. The research results show that the implementation of the khitobah has fulfilled the elements of management. The khitobah program not only strengthens students' public communication skills but also improves social and religious behavior, such as empathy, social involvement, and strengthening interpersonal relationships. This research has implications for the importance of Islamic boarding schools including subjects or activities that support the development of public communication skills in their curriculum. Apart from that, it is also necessary to educate the public to change perceptions about the role and function of Islamic boarding schools in providing comprehensive education to students, including non-religious aspects such as developing communication skills.
Gender Mainstreaming in PTNU: The Role of PSGA in the Prevention and Handling of Sexual Violence at UNISNU Jepara Saefudin, Ahmad; Arif, Mahmud; Karwadi, Karwadi
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 18, No 1 (2025): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v18i1.31994

Abstract

This article aims to examine the strategic role of the Gender and Children Studies Centre (PSGA) in integrating gender perspectives within Nahdlatul Ulama Higher Education Institutions (PTNU), particularly at UNISNU Jepara, as well as efforts to prevent and address sexual violence. This research utilizes a qualitative approach with a case study at PSGA UNISNU Jepara, collecting data through observation, interviews, documentation, and surveys. Based on Judith Butler’s theory of gender performativity, the results indicate that PSGA plays a significant role in promoting gender justice on campus through policy development, advocacy for the formation of the PPKS (Prevention and Handling of Sexual Violence) task force, and the implementation of gender awareness training and assistance for victims. PSGA has become the main driving force in creating a more just and safe campus environment, especially in relation to the prevention and handling of sexual violence. However, PSGA’s involvement in policy planning and evaluation is still sporadic and disorganised. Therefore, PSGA’s institutional position in the campus decision-making structure needs to be strengthened.
Women, Piety, and Religious Behavior (Case Study of the Muslimah Ummahat Sholehah Community in Sukodono Tahunan Jepara) Saefudin, Ahmad; Arif, Mahmud; Karwadi, Karwadi; Rahmawati, Affiyah; Paduka, Wanamean; Andriyani, Santi
FIKRAH Vol 11, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v11i2.16948

Abstract

This study aims to describe the manifestation of piety constructed by women who are members of the Muslimah Ummahat Sholihah Community. Also, to analyze the level of their religious behavior. This research is a qualitative descriptive study that emphasizes field research. Researchers used observation techniques, interviews, questionnaires, and documentation to collect data. It turns out that the manifestation of women's piety is manifested by being obedient to the commands of Allah and His Messenger through the intermediary of teachers, covering their genitals and wearing the hijab, obeying their husbands, balancing ritual worship with social activities, and participating in religious activities. Meanwhile, the level of religious behavior of members of the Muslimah Ummahat Sholihah Community based on the results of the distribution of the questionnaire is categorized as high. Thus, the symbol of piety that they carry has absolutely nothing to do with conservatism, even radicalism, as some observers have alleged.
Application of Learning Model Student Teams Achievement Divisions (STAD) in Developing the Attitude of Cooperation and Creativity of Students in the Subjects of Islamic Religious Education and Ethics in Class V SD Negeri 3 Bulungan Nurul Nikmatul Imda; Ahmad Saefudin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.557

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, dan hal ini belum tampak optimal di SDN 3 Barru, Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan kelas untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mengintegrasikan Kahoot dalam model team games tournament(TGT) dapat meningkatkan proses belajar dan keterlibatan siswa. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 orang, terdiri dari 1 guru dan 19 siswa. Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis melalui tahap kondensasi, penyajian, dan kesimpulan. Dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan dua kali pertemuan pada setiap siklus. Pada siklus I, keterlibatan siswa menunjukkan perkembangan dan minat mengikuti pembelajaran. Namun, hal itu belum optimal. Pada siklus II, siswa yang mencapai level baik pada keterlibatan belajar naik signifikan, dari 61% menjadi 89%. Hal ini menunjukkan keterlibatan yang jauh lebih tinggi, terlihat dari karakteristik siswa yang siap menerima pembelajaran, berkonsentrasi mengikuti pembelajaran, mampu mengingat materi, aktif bermain, bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan tugas guru/kelompok, dan berkontribusi positif bagi kelompok. Integrasi media digital interaktif seperti Kahoot dengan pendekatan kolaboratif seperti TGT dapat menciptakan pembelajaran yang terstruktur, bermakna, dan menyenangkan. Kesimpulannya, integrasi Kahoot ke dalam model pembelajaran TGT dapat meningkatkan proses pembelajaran dan keterlibatan siswa.
Co-Authors Ababiel, Naufal Yoga Abdul Munip Abdul Wahab Abdul Wahab Adam Mahfud Adam Mahfud, Adam Ahmad Azis Ahmad Fadholi Ahmad Iskak, Ahmad Ahmad Rafiq Al Fatihah Al Fatihah Alfan Niam, Mohamad Alhairi Alhairi Alhairi, Alhairi Ali Martin . Aliyah, Risalatul Altsaury, Roychan Abdul Aziz Alzena Dona Sabilla Amalia, Yudria Amelia Septianingrum Andriyani, Santi Anjani, Dewi Tri Ansori, Miswan Aprilia Riyana Putri Ardhicaraka, Irvan Zaelana Aris Rohmatin Aslorida, Bella Oktania Aulia Rahmah Ayu Widyawati Ayu, Kiki Trisna Ayuk Nur Lita Indriani Azzah Nor Laila Azzah Nor Laila Baehaqi Baha'uddin, Muhammad Agus Bahrun Mustajib, Anwar Danang Mahendra, Danang Dhakiroh, Eilin Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didik Ariyanto Dinta Sabrina Dyah Arum Sari Erika A'idatun Nahar Farida, Yushinta Eka Farida, Yushinta Eka Fatchur Rohman Fathur Rohman, Fathur Fatikha Rizqiyani Fatimah Azzahra Fauziah, Nurul Apris Fernanda, Natasha Afella Firmansyah, Andre Fitriatul Maulidiyah Fitriyatul Humairoh Fuad Fahmiy Ghony, Aris Abdul Hakim, Muhammad Lukmanul Hamidaturrohmah Hana, May Maulidia Hanny Rokhmah Hayu Yulistianti Hefied Adibatul Husna Helmi Yusuf Hibban, Muhammad Ibnu Hidayanti, Ayuk Hidayat, Mohammad Bahrul Hudi Hudi Hudi Husna, Asma’ul Ikfina Amaliya Ulya Ilham, Mohammad Imda, Nurul Nikmatul Inayah, Anissatun Inayatussadiyah Indra Gunawan Isna Istiqomah Jannah, Takhiqul Joko Minardi, Joko Karwadi Karwadi Khalimatus Sadiyah Khasanah, Elisatun Khasnah, Khasnah Khayyinatu Al Faluza Khoerotunisa Khoerotunisa Khofifatul Lubaba Khuzainurrohmah, Adinda Kusmaidah Kusmaidah Laelatul Ulya Laila, Azzah Nur Linda Indiyarti Putri Lu’luil Maknunatusy Syari M. Rikza Chamami Mahmud Arif Manunal Ahna Mardiyah, Nuzul Ainal Marhumah Marhumah May Maulidia Hana Mudrikah, Devi Mufidatin, Luluk Muhammad Lukman Muhammad Muadhom Muhammad Mukhofifin Muhammad Rozikul Afnani Muhammad Wahyudi Mujiyati, Sri Munir, Ahmad Ali Muslih Hidayat Muslih Hidayat Muslimin, Amirudin Nahar, Afifatun Nasfi, Naila Tazkiyatan Nasikhin, Nasikhin Nasyidatu Ruhaniah Natasha Afella Fernanda Ni'mah, Zidny Farihatun Nikmah, Khoiru Nofita, Anna Noor Azizah Novitasari , Dwi Novitasari, Silvia Putri Nur Aeni Widiastuti Nur Cholid, Nur Nur Fitriyah Nur Khafidloh Nurfitriani, Ika Sari Nurul Nikmatul Imda Nurullah, Akhyar Nusrotus Sa’idah Nusrotus Sa’idah Olyvia Revalita Candraloka, Olyvia Revalita Paduka, Wanamean Pangestuti, Deliavega Nanda Pratama, Adrian Dico Pratiwi, Diah Hestina Putri Refalina Ayuseptiana Qaulika, Lola Lubna Rahmawati, Affiyah Rahmawati, Wahyuni Rahmi, Yulia Savika Ravita, Vivi Risalatul Aliyah Rizki Saputra Rizkiyani, Kaysa Adinda Ro'fah Ro'fah Roekhanafi, Dafit Rofiqoh, Naili Rohim, Muhammad Miftahur Rohman, Fathur Rois, Muhammad Aminuddin Roisatul Aulia Rokhmah, Hanny Romadhon, Saifullah Yusuf Rosdiana, Aliva Rosyidah, Afifatur Sa'idah, Nusrotus Sabilla, Alzena Dona SADIYAH, KHALIMATUS Safira, Vera Saifatillahil Wahidah Sajidah, Haniatul Sanaya Rahma Fitria Santi Andriyani Santi Andriyani Saputra, Rohmad Nurul Aji Septianingrum, Amelia Shobirin, Ma'as Sirojul Fikar Sofi, Nabilatus Sofia Ridwana Subaidi Subaidi Takhiqul Jannah Trisnawan, Imam Maulana Ulfa, Khoirotul Laila Ulumuddin, Imam Khoirul Umi Ma’rufiani Dewi Ummah, Khoirotul Widyawati, Ayu Yulia Savika Rahmi Yulia Savika Rahmi Yushinta Eka Farida Zaman, Wahyu Khoiruz