p-Index From 2021 - 2026
8.351
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINAS KABUPATEN SIAK Darus, Yena BT; Ismainar, Hetty; Syafrani, Syafrani; Renaldi, Reno; Abidin, Zainal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27848

Abstract

WHO (World Health Organization) (2022), lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. BPS mengelompokkan lansia menjadi tiga kelompok umur yaitu lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun), lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun), dan lansia tua (kelompok umur 80-89 tahun ke atas). Jumlah data  lansia Kabupaten Siak pada tahun 2022 secara keseluruhan adalah 24.607 lansia dan yang mendapatkan Pelayanan Kesehatan hanya sebanyak 12.943 (52,6%). Dari data tersebut di jumpai masih rendah capaian Target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang seharusnya minimal 70%, sedangkan pada Puskesmas Minas terhadap pelaksanaan standar pelayanan minimal untuk usia lanjut yaitu sebesar 569 lansia (48,38%). Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana, dukungan keluarga, dan peran kader terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu Lansia. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Minas Kabupaten Siak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang aktif bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Minas pada  tahun 2024 yang berjumlah 120 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana dukungan keluarga, dan peran kader terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Puskesmas Minas Kabupaten Siak tahun 2024. Diharapkan Puskesmas agar meningkatkan promosi kesehatan berupa penyuluhan akan pentingnya pemanfaatan posyandu lansia dan melakukan advokasi kepada Tokoh Masyarakat (TOMA) guna meningkatkan kunjungan posyandu lansia.
ANALISIS KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE PADA LANSIA DI PUSKESMAS MINAS KABUPATEN SIAK Darus, Yena BT; Ismainar, Hetty; Hidayati, Hidayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27865

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan faktor risiko utama untuk stroke iskemik. Bedasarkan survei pendahuluan didapatkan pada tahun 2023 di Puskesmas Minas cakupan kunjungan pelayanan pasien Lansia hipertensi mencapai 70%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan, memprioritas masalah, menentukan alternatif pemecahan masalah, dan membuat Rencana Intervensi (Plan of Action) sesuai dengan Alternatif pemecahan masalah terkait Analisis Kejadian Hipertensi Lansia di Puskesmas Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif desain fenomenologi, dengan sumber data telusur dokumen, pengamatan langsung dan observasi lapangan di unit lansia. Informannya berjumlah 6 orang. Hasil didapatkan bahwa kurangnya SDM untuk mendukung program lansia karena yang aktif cuman 2 orang, keterbatasan anggaran program lansia hanya dapat 4% dari permintaan 10%, sistem pencataan dan pelaporan sudah online, kendalanya adalah tugas yang penginputan hanya 1 orang, kurangnya prasarana seperti pc atau komputer untuk mengonlinekan data di Puskesmas hanya 1 di setiap ruangan, dan sedangkan kendala lainya adalah penginputan aplikasi e-puskesmas belum optimal karena wifi lemot. Masih kurangnya sarana untuk mempromosikan Kesehatan lansia. Rekomendasinya adalah diharapkan kepada Kepala Puskesmas melakukan pendelegasian wewenang yang bertugas menjadi penginputan data secara online di program Lansia, mengalokasikan dana khusus program Lansia, melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pemegang program lansia dan kader lansia dan Penangungjawab program lansia harus melakukan kerja sama dengan keluarga untuk mengingatkan melakukan pemeriksaan secara rutin tekanan darah lansia ke posyandu atau puskesmas, mengusulkan anggaran khusus untuk penambahan pc dan laptop dan meningkatkan kualitas jaringan wifi di Puskesmas. Penanggung jawab Lansia melakukan promosi yang kreatif dengan cara video atau medsos.
Analisis Pelaksanaan Vaksinasi COVID -19 Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir Ester Napitupulu, Ervinna; Rany, Novita; Jepisah, Doni; Hanafi, Ahmad; Ismainar, Hetty
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4823

Abstract

ABSTRAK: Capaian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Kopar masih rendah yaitu 15% dari sasaran ibu hamil berjumlah 15.893 hanya 146 ibu hamil yang divaksinasi. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi mendalam tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rantau Kopar Kabupaten Rokan Hilir. Metode penelitian yang digunakan kualitatif desain penelitian studi kasus dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Jumlah informan utama 5 orang ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rantau Kopar dan informan pendukung terdiri 1 orang pengelola program vaksinasi COVID-19, 5 orang suami ibu hamil dan 4 orang bidan desa. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat kecenderungan persepsi negative, dukungan suami, sosialisasi penyuluhan vaksinasi, akses informasi yang diterima oleh ibu hamil terhadap kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil diwilayah kerja puskesmas Rantau Kopar. Dapat disimpulkan bahwa perlu adanya strategi, advokasi, pemberdayaan masyarakat dan bina suasana oleh Puskesmas Rantau Kopar. Kata Kunci : Vaksinasi COVID-19, Ibu Hamil, Rantau Kopar
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN HILIR Cahyadi, Romy; Ismainar, Hetty; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25781

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke unit rawat jalan Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir yang berjumlah 4.594 orang dengan jumlah sampel 95 orang menggunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar keluarga tidak mendukung sebanyak 50 orang (52,6%), sikap negatif sebanyak 54 orang (56,8%), keluarga yang tidak sehat sebanyak 58 orang (61,1%), pengetahuan rendah 49 orang (51,6%), tidak puas sebanyak 48 orang (50,5%) dan tidak menjadi peserta JKN sebanyak 51 orang (53,7%). Hasil analisa multivariat yaitu dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189) serta pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420). Dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189). Sikap tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi kesehatan lansia tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420)
STRATEGI PENINGKATAN CAKUPAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DENGAN ANALISIS SWOT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN Herryana, Wan; Rany, Novita; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25783

Abstract

Masih rendahnya cakupan kunjungan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Bagansiapiapi yaitu 24,02% (tahun 2021) dan 35,9% (tahun 2022) dari standar 80%. Diperlukan strategi demi meningkatkan cakupan kunjungan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan cakupan kunjungan balita ke posyandu. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan desain penelitian phenomenology di Wilayah Kerja Puskesmas Bagansiapiapi pada bulan Januari-Juni 2023. Informan utama yaitu ibu balita, informan kunci yaitu kepala puskesmas, pemegang program gizi serta kepala desa. Informan pendukung yaitu bidan, perawat dan kader. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam serta dilakukan metode triangulasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari data reduction, data display dan conclusion serta analisis SWOT. Hasil penelitian ini yaitu para ibu sudah mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum, namun ibu belum memahami tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita. Dari aspek sarana prasarana masih banyak kelengkapan sarana prasarana yang kurang seperti bangunan posyandu dan antropometri sehingga ketika pelaksanaan posyandu perlu meminjam. Setiap SDM yang ada telah berperan namun masih belum maksimal. Masih ada kader yang tidak datang ketika hari pelaksanaan posyandu serta tokoh masyarakat tidak selalu berperan aktif dalam pelaksanaan posyandu. Kader telah mendapatkan insentif tunai berupa gaji dan juga insentif non tunai seperti pelatihan dan penghargaan satu tahun sekali. Keluarga para ibu balita masih belum mendukung ibu untuk ke posyandu. Kesimpulan bahwa pemahaman ibu tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita masih terbatas, meskipun mereka mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum. Kendala sarana prasarana dan keterbatasan SDM serta dukungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas program posyandu.
Determinants of Health Workers' Performance in Tackling Rubella KLB in Kuantan Singingi District Citra Iskandar; Hetty Ismainar; Kiswanto; Endang Purnawati Rahayu; Yesica Devis; Musfardi Rustam
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1614

Abstract

Health workers play a key role in handling outbreaks, with performance influenced by factors such as ability, discipline, experience, perception, motivation, leadership support, and appreciation. Despite efforts, basic immunization coverage in recent years has not met the national target of 95%, underscoring the need for optimal health worker performance to achieve coverage goals, control rubella outbreaks, and protect vulnerable groups. This study, conducted at Sentajo and Perhentian Luas Health Centers from January to May 2024, analyzed factors affecting health worker performance in managing rubella outbreaks using a sample of 85 respondents and multivariate regression analysis. The findings indicated that awards (r = 0.377, P = 0.000), motivation (r = 0.336, P = 0.002), ability (r = 0.345, P = 0.000), and work experience (r = 0.302, P = 0.005) significantly influenced performance, with awards having the strongest impact. Conversely, leadership support, discipline, and perception had no significant effect on performance. Based on these results, the Kuantan Singingi District Health Office is advised to implement effective reward policies, such as performance bonuses and certificates of achievement, to boost health worker motivation and performance in handling rubella outbreaks. Enhancing health worker skills and rewarding good performance at the health centers can also help improve immunization rates and community protection against rubella. This approach could serve as a model for other health institutions aiming to increase immunization coverage and disease prevention efforts.
Kinerja Perawat Ruang Rawat Inap RSUD Tengku Sulung Linda, Nuraliza May; Leonita, Emy; Hanafi, Ahmad; Hartono, Budi; Ismainar, Hetty
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4614

Abstract

The largest proportion of health workers in the hospital is nurses which is 50.79%. One of the performance indicators is seen from the provision of nursing care in the hospital, seen from the nursing care documentation for the last 3 years in 2020 by 30%, in 2021 by 40.3% and in 2022 by 50.8%. The purpose of this research was to analyse nurses performance in the aspects of quality, quantity, used of working time, teamwork and incentives. This research used a qualitative research approach method with a case study design. interviews, observation and documentation were conducted on 5 informants to produce accurate and complete data. Data analysis in this research was carried out by triangulation. The results of this research found that nurses' knowledge of SOPs was good. Incomplete documentation of the initial study on medical history was 40% and physical examination was 60%. Nurses’ activity time were still classified as low direct activities by 19.5%, indirect activities by 32.6%, personal activities by 28.9% and non-productive activities by 19.5%. Providing financial incentives in the form of Eid Mubarak THR, while non-financial incentives in the form of awards and praise have not been implemented. Teamwork is less effective due to the lack of pharmacists and nutritionists in collaboration. The performance of nurses in inpatient rooms are less effective because in the implementation of nursing SOPs there are still nurses who are not in accordance with SOPs, incompleteness in filling out the initial nursing review documentation, nursing activity time are still low, financial and non-financial incentives are not implemented and teamwork is less effective due to the lack of involvement between pharmacists and nutrition professionals in collaboration.
PELATIHAN SOFT SKILL DAN MANAJEMEN EMOSI PADA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I PEKANBARU: Pelatihan Soft Skill Dan Manajemen Emosi Pada Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru Kiswanto, Kiswanto; Ismainar, Hetty; Wahyuni, Anggi; Sari, Desi Kartika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 3 (2025): JPKK Edisi Desember 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2381

Abstract

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru plays a strategic role as the front line in controlling health risks at national points of entry. Its personnel face high workloads, intensive interactions with the public and cross-sector stakeholders, and major responsibilities in maintaining public health security. These conditions demand strong soft skills and emotional regulation to support professionalism and workplace resilience. Purpose: This activity aimed to enhance the human resource capacity of the Health Quarantine Office through Soft Skill and Emotional Management Training. Methods: The training was conducted using a blended learning design, combining classical and online learning modes to accommodate participants’ work schedules. The instructional approach included interactive lectures, simulations, group discussions, and case studies relevant to the participants’ work context. The program’s effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ understanding before and after training. Results: The findings indicated a 31% average improvement in participants’ understanding, demonstrating the program’s effectiveness in strengthening competencies such as communication, teamwork, and emotional management. Conclusion: The Soft Skill and Emotional Management Training using a blended learning model effectively enhanced employees’ competencies at the Health Quarantine Office of Pekanbaru. It is recommended that such programs be institutionalized as part of ongoing human resource development strategies in the public health sector. Abstrak Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah dan mengendalikan risiko kesehatan di pintu masuk wilayah negara. Petugas di instansi ini menghadapi tekanan kerja tinggi, interaksi intensif dengan masyarakat dan lintas sektor, serta tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan kesehatan publik. Kondisi tersebut menuntut kemampuan soft skill dan pengelolaan emosi yang baik agar mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan tangguh menghadapi dinamika kerja. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan soft skill dan manajemen emosi bagi pegawai Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru. Metode pelatihan menggunakan desain blended learning, yang memadukan pembelajaran klasikal (tatap muka) dan daring untuk menyesuaikan dengan jadwal kerja peserta. Pendekatan pembelajaran meliputi ceramah interaktif, simulasi, diskusi kelompok, serta studi kasus kontekstual sesuai dengan tugas dan tanggung jawab peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman, serta kuesioner umpan balik peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar rata-rata 31% setelah intervensi, dengan peningkatan signifikan pada aspek komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen emosi. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan penilaian baik dan sangat baik (≥94%) terhadap relevansi materi, kualitas instruktur, dan manfaat praktis kegiatan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi pegawai, meningkatkan kesadaran emosional, dan memperbaiki dinamika kerja tim. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan soft  skill dan manajemen emosi sebagai bagian dari strategi  berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan publik. Pelatihan soft skill perlu diintegrasikan secara rutin dan didukung oleh sistem pembinaan, monitoring pasca-pelatihan, serta pembelajaran mandiri berbasis teknologi. Selain itu, organisasi perlu menyediakan dukungan kesejahteraan psikologis untuk memperkuat ketangguhan dan kesehatan emosional pegawai.
Strengthening Integrated Mental Health Services: Implementation of Community Mental Health Wellness Centre in Langsat, Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Niriyah, Sekani; Anwir, Harvandy; Fauziah, Kharisma Yuhana; Wahyuni, Anggi; Nurlisis
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.434-445.2025

Abstract

Integrated Mental Health Services at Langsat Public Health Centre were implemented to address low community awareness of mental health screening, stigma toward individuals with mental disorders or mental health problems, and limited educational and support facilities. This program aimed to enhance the capacity of primary health care staff and community health cadres, strengthen the reporting and service management system, and promote community participation through mental health promotion and screening by establishing the Community Mental Health Wellness Centre. The methods included collaborative discussions, training for health workers and cadres, development of Standard Operating Procedures (SOPs) and service guidelines, and production of educational media and promotional videos. An integrated reporting system using e-Puskesmas and Google Spreadsheets enabled real-time data monitoring. The results included the development of SOPs and an Integrated Mental Health Service Guideline as official references, improved understanding among health workers and cadres regarding service flow, counseling, patient support, and reporting mechanisms, and the availability of educational media disseminated through social media and primary health care waiting areas. The program produced SOPs, service guidelines, educational media (posters and leaflets), and established the Community Mental Health Wellness Centre as a replicable model that strengthens community-based mental health services and enhances community engagement.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria akmal hamidy, akmal hamidy Aldiga Rienarti Abidin Andaru Dahesihdewi Andra, Fithriyah Anggraini, Lola Ani Triana Ani Triana Anwir, Harvandy Ardhini Kepriana Arnawilis Arnawilis Arnawilis, Arnawilis Beni Afriza Bubung Bunyamin, Bubung Budi Hartono Budi Hartono Cahyadi, Romy Christine Vita G.P Citra Iskandar Damayanti, Elok Darus, Yena BT Dedi Afandi Dedy Saputra Dendi Zulheri Devis, Yesica Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Suryani Djuhaeni, Henny Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti, Efrianti Elly Satriani Harahap Ennimay Ennimay, Ennimay Ester Napitupulu, Ervinna Fauziah, Kharisma Yuhana Ferda Melenina Fetty Try Rahmadani Firman Edigan Hamid, Abdurrahman Hariyanto , Didik Budi Hasmaini, Hasmaini Hayana Hayana Hayana Hayana Hayana, Hayana Herryana, Wan Hidayati Hidayati Intan Sari Intan Sari Irana Oktavia Irfa, Vausani Iswanto, Al Syukri Iwan Dwiprahasto Jepisah, Doni juli selvi yanti Kalrosa, Nurva Kamali Zaman Khaeratunnisa Fiyanmi Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leonita, Emy Linda, Nuraliza May Lita Lita Lita, Lita Magretta, Jeanny Susana Mahmudah Mahmudah Mahmudah Marlina, Hastusi Marlina, Hastuti Medy Surtiawaty Megasari, Miratu Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin Mitra Mitra mitra mitra Mitra Mitra Muhamadiah Muhamadiah Mulyani, Indah Sri Novianty, Rica Regina nur helmi Nurhaliza Yuriski Nurhapipah, Nurhapipah Nurlisis Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Delima Romania Silaban Putri, Retno Putri, Syifa Suciana Rahayu, Endang Purnawati Rahmalisa, Uci Rany, Novita Rasyid, Zulmelia Ratna Sari Lina Reka Familia renaldi, reno Renaldi, Reno Reva Khairani* Ria Agusnita Rini Eka Putri Riri Maharani Roziah Roziah RR. Ella Evrita Hestiandari Rustam, Musfardi Sandi Iljanto Sandi Iljanto Sandi Iljanto santi tri utami Sari, Desi Kartika Sari, Mutia Mayang Sari, Nila Puspita Sarni Sarni Sekani Niriyah Shanti Veroniga Handayani Simanjuntak, Christina Siska Mayang Sari Siti Aisyah Siti Handam Dewi Sri Desfita, Sri Syafira Nurullita SYAFRANI, SYAFRANI Tety Kuniasari Tin Gustina Tin Gustina Wahyuni, Anggi Wan Sonia Fahira Welly Sando widi yanto Widuri, Rita Widyawati, Erna winda septiani Windi Atika Yalesvitri Yalesvitri Yessi Harnani Yessi Harnani Yunita, Jasrida Yusneli, Yusneli Zainal Abidin Zaman, Kamali Zulfatmawati, Sri Zulmeliza Rasyid