p-Index From 2021 - 2026
9.933
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Ners Indonesia Jurnal Ekologi Kesehatan Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Medika Saintika Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region KESMARS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Ensiklopedia of Journal JOMIS (Journal of Midwifery Science) Menara Ilmu PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Riset Informasi Kesehatan International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Science and Education Journal Riwayat: Educational Journal of History and Humanities ANDREW Law Journal Jurnal Sains Farmasi dan Kesehatan Jurnal Medika: Medika Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Academia Open
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN HILIR Cahyadi, Romy; Ismainar, Hetty; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25781

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang berkunjung ke unit rawat jalan Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir yang berjumlah 4.594 orang dengan jumlah sampel 95 orang menggunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar keluarga tidak mendukung sebanyak 50 orang (52,6%), sikap negatif sebanyak 54 orang (56,8%), keluarga yang tidak sehat sebanyak 58 orang (61,1%), pengetahuan rendah 49 orang (51,6%), tidak puas sebanyak 48 orang (50,5%) dan tidak menjadi peserta JKN sebanyak 51 orang (53,7%). Hasil analisa multivariat yaitu dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189) serta pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420). Dukungan keluarga berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 3,723; CI 95%: 1,239-11,189). Sikap tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi kesehatan lansia tidak berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Pengetahuan berhubungan terhadap keikutsertaan JKN di Puskesmas Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (OR: 4,284; CI 95%: 1,368-13,420)
STRATEGI PENINGKATAN CAKUPAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DENGAN ANALISIS SWOT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN Herryana, Wan; Rany, Novita; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25783

Abstract

Masih rendahnya cakupan kunjungan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Bagansiapiapi yaitu 24,02% (tahun 2021) dan 35,9% (tahun 2022) dari standar 80%. Diperlukan strategi demi meningkatkan cakupan kunjungan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan cakupan kunjungan balita ke posyandu. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan desain penelitian phenomenology di Wilayah Kerja Puskesmas Bagansiapiapi pada bulan Januari-Juni 2023. Informan utama yaitu ibu balita, informan kunci yaitu kepala puskesmas, pemegang program gizi serta kepala desa. Informan pendukung yaitu bidan, perawat dan kader. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam serta dilakukan metode triangulasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari data reduction, data display dan conclusion serta analisis SWOT. Hasil penelitian ini yaitu para ibu sudah mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum, namun ibu belum memahami tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita. Dari aspek sarana prasarana masih banyak kelengkapan sarana prasarana yang kurang seperti bangunan posyandu dan antropometri sehingga ketika pelaksanaan posyandu perlu meminjam. Setiap SDM yang ada telah berperan namun masih belum maksimal. Masih ada kader yang tidak datang ketika hari pelaksanaan posyandu serta tokoh masyarakat tidak selalu berperan aktif dalam pelaksanaan posyandu. Kader telah mendapatkan insentif tunai berupa gaji dan juga insentif non tunai seperti pelatihan dan penghargaan satu tahun sekali. Keluarga para ibu balita masih belum mendukung ibu untuk ke posyandu. Kesimpulan bahwa pemahaman ibu tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita masih terbatas, meskipun mereka mengetahui tentang kegiatan posyandu secara umum. Kendala sarana prasarana dan keterbatasan SDM serta dukungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas program posyandu.
Kinerja Perawat Ruang Rawat Inap RSUD Tengku Sulung Linda, Nuraliza May; Leonita, Emy; Hanafi, Ahmad; Hartono, Budi; Ismainar, Hetty
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4614

Abstract

The largest proportion of health workers in the hospital is nurses which is 50.79%. One of the performance indicators is seen from the provision of nursing care in the hospital, seen from the nursing care documentation for the last 3 years in 2020 by 30%, in 2021 by 40.3% and in 2022 by 50.8%. The purpose of this research was to analyse nurses performance in the aspects of quality, quantity, used of working time, teamwork and incentives. This research used a qualitative research approach method with a case study design. interviews, observation and documentation were conducted on 5 informants to produce accurate and complete data. Data analysis in this research was carried out by triangulation. The results of this research found that nurses' knowledge of SOPs was good. Incomplete documentation of the initial study on medical history was 40% and physical examination was 60%. Nurses’ activity time were still classified as low direct activities by 19.5%, indirect activities by 32.6%, personal activities by 28.9% and non-productive activities by 19.5%. Providing financial incentives in the form of Eid Mubarak THR, while non-financial incentives in the form of awards and praise have not been implemented. Teamwork is less effective due to the lack of pharmacists and nutritionists in collaboration. The performance of nurses in inpatient rooms are less effective because in the implementation of nursing SOPs there are still nurses who are not in accordance with SOPs, incompleteness in filling out the initial nursing review documentation, nursing activity time are still low, financial and non-financial incentives are not implemented and teamwork is less effective due to the lack of involvement between pharmacists and nutrition professionals in collaboration.
PELATIHAN SOFT SKILL DAN MANAJEMEN EMOSI PADA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I PEKANBARU: Pelatihan Soft Skill Dan Manajemen Emosi Pada Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru Kiswanto, Kiswanto; Ismainar, Hetty; Wahyuni, Anggi; Sari, Desi Kartika
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 5 No. 3 (2025): JPKK Edisi Desember 2025
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2381

Abstract

Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru plays a strategic role as the front line in controlling health risks at national points of entry. Its personnel face high workloads, intensive interactions with the public and cross-sector stakeholders, and major responsibilities in maintaining public health security. These conditions demand strong soft skills and emotional regulation to support professionalism and workplace resilience. Purpose: This activity aimed to enhance the human resource capacity of the Health Quarantine Office through Soft Skill and Emotional Management Training. Methods: The training was conducted using a blended learning design, combining classical and online learning modes to accommodate participants’ work schedules. The instructional approach included interactive lectures, simulations, group discussions, and case studies relevant to the participants’ work context. The program’s effectiveness was evaluated through pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ understanding before and after training. Results: The findings indicated a 31% average improvement in participants’ understanding, demonstrating the program’s effectiveness in strengthening competencies such as communication, teamwork, and emotional management. Conclusion: The Soft Skill and Emotional Management Training using a blended learning model effectively enhanced employees’ competencies at the Health Quarantine Office of Pekanbaru. It is recommended that such programs be institutionalized as part of ongoing human resource development strategies in the public health sector. Abstrak Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah dan mengendalikan risiko kesehatan di pintu masuk wilayah negara. Petugas di instansi ini menghadapi tekanan kerja tinggi, interaksi intensif dengan masyarakat dan lintas sektor, serta tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan kesehatan publik. Kondisi tersebut menuntut kemampuan soft skill dan pengelolaan emosi yang baik agar mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan tangguh menghadapi dinamika kerja. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan soft skill dan manajemen emosi bagi pegawai Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Pekanbaru. Metode pelatihan menggunakan desain blended learning, yang memadukan pembelajaran klasikal (tatap muka) dan daring untuk menyesuaikan dengan jadwal kerja peserta. Pendekatan pembelajaran meliputi ceramah interaktif, simulasi, diskusi kelompok, serta studi kasus kontekstual sesuai dengan tugas dan tanggung jawab peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman, serta kuesioner umpan balik peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar rata-rata 31% setelah intervensi, dengan peningkatan signifikan pada aspek komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen emosi. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan penilaian baik dan sangat baik (≥94%) terhadap relevansi materi, kualitas instruktur, dan manfaat praktis kegiatan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi pegawai, meningkatkan kesadaran emosional, dan memperbaiki dinamika kerja tim. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan soft  skill dan manajemen emosi sebagai bagian dari strategi  berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan publik. Pelatihan soft skill perlu diintegrasikan secara rutin dan didukung oleh sistem pembinaan, monitoring pasca-pelatihan, serta pembelajaran mandiri berbasis teknologi. Selain itu, organisasi perlu menyediakan dukungan kesejahteraan psikologis untuk memperkuat ketangguhan dan kesehatan emosional pegawai.
Strengthening Integrated Mental Health Services: Implementation of Community Mental Health Wellness Centre in Langsat, Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Niriyah, Sekani; Anwir, Harvandy; Fauziah, Kharisma Yuhana; Wahyuni, Anggi; Nurlisis
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.434-445.2025

Abstract

Integrated Mental Health Services at Langsat Public Health Centre were implemented to address low community awareness of mental health screening, stigma toward individuals with mental disorders or mental health problems, and limited educational and support facilities. This program aimed to enhance the capacity of primary health care staff and community health cadres, strengthen the reporting and service management system, and promote community participation through mental health promotion and screening by establishing the Community Mental Health Wellness Centre. The methods included collaborative discussions, training for health workers and cadres, development of Standard Operating Procedures (SOPs) and service guidelines, and production of educational media and promotional videos. An integrated reporting system using e-Puskesmas and Google Spreadsheets enabled real-time data monitoring. The results included the development of SOPs and an Integrated Mental Health Service Guideline as official references, improved understanding among health workers and cadres regarding service flow, counseling, patient support, and reporting mechanisms, and the availability of educational media disseminated through social media and primary health care waiting areas. The program produced SOPs, service guidelines, educational media (posters and leaflets), and established the Community Mental Health Wellness Centre as a replicable model that strengthens community-based mental health services and enhances community engagement.
Maternal Factors on Stunting in Pekanbaru Local Health Center, Indonesia: Faktor Ibu Pada Stunting di Puskesmas Pekanbaru, Indonesia Winda Septiani; Elly Satriani Harahap; Hetty Ismainar; M Kamali Zaman; Agus Alamsyah; Riri Maharani
Academia Open Vol. 2 (2020): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.2.2020.488

Abstract

Stunting is a health problem by multiple factors (Mother factor, socio-economic factor). The growth retardation (stunting ) was measure by height for age scale which primarily indicates chronic undernutrition. In 2018, the prevalence of stunting in Riau province was 35%, which was higher than the national prevalence of 30.8%. This was an quanitative with cross sectional analytic deign. The study was conducted in Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru, Riau, Indonesia. The population was all children (4000), sampel was 187 children by systematic random sampling. Research was to analyze independents variable (risk of stunting) to the dependent’s variable (mother’s age, Prity, Mother Parity, Mother’s Height, (Lila) / MUAC (Mid Upper Arm Circumference), Maternal Characteristics (hemoglobin), Tension Mother’s, ANC Visit, Dietary habit, Mother’s child care, Completed immunization, Weight child and Drink for child.) Research results is maternal hemoglobin ​​in pregnancy with a risk category of having a stunting 53.4%, exlusive breastfeeding with a risk category of having a stunting 54.1%, dietary habit with a risk category of having a stunting 51.3%. Independents variable (Maternal Characteristics (hemoglobin), Exclusive Breastfeeding, Dietary Habis), is a significant association to stunting. The findings from this study will be helpful for programmatic intervention to reduce the stunting.
Analisis Implementasi Program Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode IVA Di Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu Rosmita Rosmita; Hetty Ismainar; Kiswanto Kiswanto; Lita Lita; Bambang Triono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.238

Abstract

Kanker serviks masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat meskipun program deteksi dini melalui metode IVA telah tersedia. Di Puskesmas Rokan IV Koto I, cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA pada tahun 2025 masih sangat rendah, yaitu sebesar 0,9% dan belum mencapai target nasional sebesar 100%. Penelitian ini menggunakan model pendekatan George C. Edward III dan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 20 orang. Triangulasi digunakan pada sumber, metode, dan data. Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanaan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode IVA telah dilaksanakan sesuai dengan Permenkes Nomor 29 Tahun 2017 melalui komunikasi berjenjang dari dinas kesehatan hingga masyarakat, didukung oleh sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pendanaan dari BLUD. Pelaksana program memiliki sikap positif dengan koordinasi yang berjalan melalui struktur birokrasi yang jelas. Pelaksanaan program masih terkendala kebijakan daerah, keterbatasan pelatihan bidan dan kader, cakupan pemeriksaan rendah (0,9%), serta faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang menurunkan partisipasi wanita usia subur. Strategi utama yang disarankan adalah community engagement, melakukan upaya kolaboratif dengan pendekatan pentahelix serta adanya kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA.
Analisis Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis Di Puskesmas Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2026 Vidia Putri Maharani; Hetty Ismainar; Kiswanto Kiswanto; Jasrida Yunita; M Dedi Widodo; Anusirman Anusirman
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.383

Abstract

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan, namun realisasinya baru mencapai 40%. Rendahnya partisipasi ini mengindikasikan adanya hambatan pada aspek komunikasi, informasi, serta kesenjangan antara tujuan program dengan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program CKG di Puskesmas dengan fokus pada faktor sumber daya, komunikasi, disposisi pelaksana, struktur birokrasi, serta pengaruh lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Informan Utama (pengelola program/nakes) dan Informan Pendukung (Lurah, tokoh masyarakat, pasien). Teknik analisis data meliputi coding tematik, axial coding, selective coding, serta triangulasi sumber data untuk validitas hasil. Temuan menunjukkan adanya krisis kuantitas SDM yang menyebabkan beban kerja ganda (double job) dan burnout petugas. Secara infrastruktur, terjadi defisit ruang privat dan instabilitas stok logistik medis. Komunikasi masih bersifat tradisional dengan ketergantungan tinggi pada peran kader. Hambatan birokrasi terletak pada inefisiensi pelaporan digital, sementara hambatan lingkungan mencakup biaya transportasi bagi warga miskin serta dukungan politik yang masih bersifat administratif-simbolis. Puskesmas perlu melakukan analisis beban kerja untuk penambahan tenaga, menyediakan ruang pemeriksaan khusus, dan diversifikasi media sosialisasi digital. Pemerintah daerah disarankan menyederhanakan sistem pelaporan (satu meja) serta memberikan dukungan anggaran operasional lapangan yang riil guna menekan hambatan biaya akses bagi masyarakat.
Analisis Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSIA Zainab Pekanbaru Menggunakan Metode USG dan Fishbone Nur Laili Farhiyah; Hetty Ismainar
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2863

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen strategis dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan manajerial rumah sakit, namun implementasinya di RSIA Zainab Pekanbaru masih menghadapi berbagai kendala sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual pengelolaan SIMRS di RSIA Zainab, mengidentifikasi akar masalah, serta merumuskan alternatif solusi perbaikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan informan kunci dan pendukung dari berbagai unit pengguna SIMRS, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan pendekatan PIECES untuk menilai performa sistem, metode Urgency-Seriousness-Growth (USG) untuk menentukan prioritas masalah, serta diagram fishbone untuk menelusuri akar penyebab masalah pada komponen Man, Method, Material, Machine, Money, dan Environment. Hasil penelitian menunjukkan masalah prioritas tertinggi adalah kinerja SIMRS yang belum efektif dan efisien (skor USG 15), diikuti keterbatasan SDM (skor 13) dan minimnya sarana prasarana (skor 12). Analisis fishbone mengonfirmasi bahwa permasalahan bersifat multidimensional dan saling berkaitan. Rencana intervensi disusun melalui pendekatan 5M+E mencakup pelatihan SDM, penyusunan SOP, penguatan infrastruktur, perbaikan modul sistem, alokasi anggaran, dan penguatan budaya digital guna mendukung peningkatan mutu pelayanan RSIA Zainab secara berkelanjutan.
Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di UPT Puskesmas Melayu Kota Piring Siti Anugerah; Hetty Ismainar; Jumrah Jumrah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zv5kgp44

Abstract

The achievement of maternal health services at UPT Puskesmas Melayu Kota Piring has declined significantly over the past three years, with coverage dropping to 40.2% in 2025, far below the national SPM target of 100% and the regional Renstra target of 91.64%. This gap highlights inconsistencies between the required standards of integrated antenatal care and actual service delivery. This residency activity aimed to identify the root causes of low maternal health service coverage and formulate feasible solutions to improve program performance. A qualitative method was applied using a problem-solving design supported by root cause analysis. The activity was conducted from 13–30 October 2025 at UPT Puskesmas Melayu Kota Piring. Informants included the Head of Puskesmas, cluster coordinators, and midwife networks selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, validated using source and method triangulation, and analyzed using the problem-solving cycle. The findings indicate that the main contributors to low coverage include low K1 visits, limited maternal knowledge about first-trimester ultrasound, unintegrated recording systems, cultural beliefs, and discrepancies between BPS projection data and actual field data. The proposed interventions include health education at the Office of Religious Affairs (KUA), strengthening data recording networks, socializing the importance of first-trimester ultrasound, arranging K6 visit schedules during the first contact, and adjusting target indicators. In conclusion, improving maternal health service coverage requires cross-sector collaboration, continuous education, and strengthened recording systems to ensure that antenatal care is delivered in accordance with standards
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Adrian Mulya Agus Alamsyah Ahmad Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria akmal hamidy, akmal hamidy Aldiga Rienarti Abidin Andaru Dahesihdewi Andra, Fithriyah Anggraini, Lola Ani Triana Ani Triana Ani Triana Anusirman Anusirman Anusirwan Anwir, Harvandy Ardhini Kepriana Arnawilis Arnawilis Arnawilis, Arnawilis Awaliyah Ulfa Bambang Triono Beni Afriza Bubung Bunyamin, Bubung Budi Hartono Budi Hartono Cahyadi, Romy Christine Vita G.P Dahlia Eka Okta Damayanti, Elok Darus, Yena BT Dedi Afandi Dedy Saputra Dendi Zulheri Dendi Zulheri Devi Aswandi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Suryani Diah Elvira Syafruddin Didik Budi Hariyanto Djuhaeni, Henny Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti, Efrianti Elly Satriani Harahap Ennimay Ennimay, Ennimay Erna Widyawati Ester Napitupulu, Ervinna Fauziah, Kharisma Yuhana Ferda Melenina Fetty Try Rahmadani Firman Edigan Hamid, Abdurrahman Hasmaini, Hasmaini Hayana Hayana Hayana Hayana Hayana, Hayana Herryana, Wan Hidayati Hidayati Intan Sari Intan Sari Irana Oktavia Irfa, Vausani Iswanto, Al Syukri Iwan Dwiprahasto Jeanny Susana Magretta Jepisah, Doni juli selvi yanti Jumrah Jumrah Kalrosa, Nurva Kamali Zaman Khaeratunnisa Fiyanmi Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leonita, Emy Linda, Nuraliza May Lita Lita Lita Lita, Lita M Dedi Widodo Magretta, Jeanny Susana Mahmudah Mahmudah Mahmudah Marlina, Hastusi Marlina, Hastuti Medy Surtiawaty Megasari, Miratu Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin mitra mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhamadiah Muhamadiah Mulyani, Indah Sri Nadya Hasnafi Inra Nelly Karlinah Novianty, Rica Regina nur helmi Nur Laili Farhiyah Nurhaliza Yuriski Nurhapipah, Nurhapipah Nurlisis Nurlisis, Nurlisis Nurul Anisha Hakim Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Pandu Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Delima Romania Silaban Putri, Retno Putri, Syifa Suciana Rahayu, Endang Purnawati Rahmalisa, Uci Rany, Novita Rasyid, Zulmelia Ratna Sari Lina Reka Familia renaldi, reno Renaldi, Reno Reva Khairani* Ria Agusnita Rini Eka Putri Riri Maharani Rosmita Rosmita Roziah Roziah RR. Ella Evrita Hestiandari Sandi Iljanto Sandi Iljanto Sandi Iljanto santi tri utami Sari, Desi Kartika Sari, Mutia Mayang Sari, Nila Puspita Sari, Siska Mayang Sarni Sarni Sekani Niriyah Shanti Veroniga Handayani Simanjuntak, Christina Siti Aisyah Siti Anugerah Siti Handam Dewi Sri Desfita, Sri Syafira Nurullita Syafrani Syafrani SYAFRANI, SYAFRANI Tety Kuniasari Tin Gustina Tin Gustina Vidia Putri Maharani Wahyuni, Anggi Wan Sonia Fahira Welly Sando widi yanto Widuri, Rita winda septiani Windi Atika Yalesvitri Yalesvitri Yessi Harnani Yessi Harnani Yunita, Jasrida Yusneli, Yusneli Zainal Abidin Zainal Abidin Zaman, Kamali Zulfatmawati, Sri Zulmeliza Rasyid