p-Index From 2021 - 2026
8.351
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KETERLAMBATAN PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TELUK KUANTAN TAHUN 2023 Zulfatmawati, Sri; Rasyid, Zulmelia; Lita, Lita; Rahayu, Endang Purnawati; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38916

Abstract

Rata-rata waktu keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Kuantan adalah 10,7 menit dari waktu Standar Pelayanan Minimal. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit bahwa waktu yang tepat untuk penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan adalah ≤ 10 menit. Ketepatan waktu dalam penyediaan rekam medis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang pelayanan yang baik untuk pasien, namun beberapa hal membuat penyediaan rekam medis menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Kuantan Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus untuk menganalisis keterlambatan dalam penyediaan rekam medis dari faktor Sumber Daya Manusia (SDM), faktor Sarana dan Prasarana, faktor Standar Operasional Prosedur dan Faktor Sistem Pengelolaan Rekam Medis.Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, telaah dokumen dan wawancara kepada 6 orang Informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan petugas rekam medis RSUD Teluk Kuantan sudah sesuai dengan kebutuhan Rumah Sakit Tipe C, tetapi jumlah tenaga kerja rekam medis masih kurang sehingga menyebabkan beban kerja petugas menjadi tinggi, Sarana dan Prasarana pendukung dalam kegiatan pelayanan rekam medis yang masih kurang, penggunaan SIMRS yang belum optimal sehingga menyebabkan terhambatnya kegiatan pelayanan, Pelaksanaan kegiatan penyediaan dokumen rekam medis yang belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Sistem Pengelolaan Rekam Medis yang belum ada.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Inap Peserta BPJS Kesehatan di RSUD Bangkinang Mahmudah, Mahmudah; Harnani, Yessi; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1349

Abstract

Patient satisfaction is a feeling that arises after comparing expectations with the reality obtained. The standard according to the Ministry of Health is Satisfaction of inpatients at Bangkinang Regional Hospital in 2021 was The BOR value has decreased in the last three years, namely 2019 by 57%, 2020 by 52% and 2021 by 43%. One of the causes is the Covid-19 pandemic that has occurred in the last two years. The purpose of this study was to look at the factors that affect the satisfaction of inpatients of BPJS Kesehatan participants at the Hospital. The study was conducted in the Bangkinang Regional Hospital, August 2022, with a total of 96 samples, respondents using a questionnaire. The data analysis used is univariate, bivariate and multivariate. Bivariate analysis found variables that affect patient satisfaction are empathy (p = 0.011), responsiveness (p=0.009), reliability (p=0.014) and patient experience (p=0.007). The variables that have no effect are assurance (p=0.238) and tangible (p=0.073). Multivariate analysis obtained two confounding variables, namely assurance and tangible. The dominant variable that has an effect is patient experience, with a POR value of 7.495. This research suggests that the hospital must equip facilities in the inpatient room, especially the call bell, provide training to improve the competence of officers, ESQ training, and provide links, social media accounts or Google Forms to respond to patient complaints quickly and effectively.
KEKUATAN ALAT BUKTI DIGITAL DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA ANAK Novianty, Rica Regina; Saputra, Dedy; Ismainar, Hetty
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i1.57

Abstract

Penelitian ini membahas kekuatan alat bukti digital dalam proses peradilan pidana yang melibatkan anak. Seiring kemajuan teknologi, kejahatan berbasis digital dengan keterlibatakn anak, baik sebagai pelaku maupun korban, semakin sering terjadi. Namun, hukum acara pidana Indonesia (KUHAP) belum secara tegas menata terkait alat bukti digital, sehingga menimbulkan kesenjangan hukum. Kehadiran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan disahkannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memberikan dasar normatif terhadap keberlakuan dokumen elektronik sebagai alat bukti di pengadilan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang bertujuan mengkaji kedudukan hukum alat bukti digital dalam perkara pidana anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) tidak secara spesifik menyebutkan alat bukti digital, alat bukti tersebut tetap sah dipakai selama memenuhi syarat formil dan materiil sesuai ketentuan hukum acara pidana. Dalam praktiknya, forensik digital menjadi penting untuk menjamin keaslian dan integritas alat bukti tersebut. Selain itu, ketika keterangan anak tidak mencukupi karena usia atau trauma, alat bukti digital dapat menjadi pendukung utama untuk memenuhi asas minimal dua alat bukti sebagaimana ditata dalam Pasal 183 KUHAP. Oleh karena itu, alat bukti digital memegang peranan penting dalam memastikan proses peradilan pidana anak berlangsung secara adil dan akurat, khususnya dalam konteks kejahatan siber
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TENAGA KESEHATAN DALAM PELAYANAN TELEMEDICINE Dedy Saputra; Novianty, Rica Regina; Ismainar, Hetty
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i1.58

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam pelayanan kesehatan melalui telemedicine. Telemedicine memungkinkan konsultasi medis dilakukan jarak jauh, memberikan kemudahan bagi pasien, terutama di wilayah terbatas. Namun, pelayanan ini juga menimbulkan tantangan hukum baru, khususnya ketika terjadi kesalahan medis yang berakibat pada kerugian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana tenaga kesehatan dalam layanan telemedicine yang mengakibatkan kerugian pasien, serta mengidentifikasi dasar hukum yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundangundangan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan dalam telemedicine dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana apabila terbukti melakukan kelalaian atau kesalahan profesional yang melanggar standar pelayanan, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 dan 360 KUHP, UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dan UU No. 11 Tahun 2008 jo. UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, PERMENKES No. 20 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Telemedicine mewajibkan standar profesi dan rekam medis yang valid. Meskipun demikian, penegakan hukum terhadap kasus telemedicine menghadapi tantangan, seperti bukti elektronik yang lemah dan belum adanya regulasi khusus tentang kesalahan medis digital. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan hukum untuk menjamin perlindungan pasien dan kepastian hukum bagi tenaga kesehatan di era digital.  
PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL (SEM) TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI UPT PUSKESMAS SUNGAI PAKNING Iswanto, Al Syukri; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Abidin, Zainal; Ismainar, Hetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45755

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus meningkat di wilayah kerja UPT Puskesmas Sungai Pakning. Social Ecological Model (SEM) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi upaya pencegahan pada berbagai tingkatan. Tujuan penelitian untuk menganalisis upaya pencegahan DBD di Puskesmas Sungai Pakning berdasarkan kerangka SEM. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif fenomenologi yang dilaksanakan pada Maret 2025 melalui wawancara mendalam dan observasi dengan jumlah informan sebanyak 14 informan, meliputi tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Hasil ditemukan bahwa pengendalian DBD di Puskesmas Sungai Pakning dipengaruhi oleh berbagai faktor pada setiap level Social Ecological Model (SEM), yaitu individu, interpersonal, organisasi, komunitas, dan kebijakan. Individu hanya peduli dengan kebersihan di dalam rumah namun kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan luar rumah. Secara interpersonal keluarga merupakan support system penting begitu pula dengan Puskesmas dan Kader Kesehatan. Inovasi Organisasi (Puskesmas) dengan Sismantik di Sekolah berjalan baik namun edukasi DBD belum rutin dan merata. Fenomena kebiasaan di level komunitas menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari di dalam drum atau tempayan tidak tertutup berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Keterbatasan sumber daya menyulitkan untuk menjalankan Kebijakan Pemerintah dengan optimal. Pengendalian DBD di UPT Puskesmas Sungai Pakning terkendala rendahnya kepedulian dan partisipasi masyarakat, minimnya peran organisasi, serta keterbatasan sumber daya. Keberhasilan program memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan lintas sektor, dan kebijakan yang kuat.
SOSIALISASI PENGELOLAAN POSYANDU KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU: Sosialisasi Pengelolaan Posyandu Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Nurlisis, Nurlisis; Anwir, Harvandy; Kalrosa, Nurva
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1771

Abstract

The Langsat Health Center in Pekanbaru City was not managing the high prevalence of People with Severe Mental Disorders (ODGJ) optimally. This was due to lack of personnel and the absence of a mental health post that was used to provide integrated mental health services. The purpose of community service is to raise awareness of the value of mental health in Posyandu among all medical staff members who work in community health centers. The method was carried out by socialization and mutual commitment to ensure the success of the Mental Health Posyandu program at the Langsat Community Health Center in Pekanbaru City. Every officer at a community health center took part in the socialization process. The activity resulted in the officers' understanding of the concept of Mental Health Posyandu after the socialization process was completed. Additionally, the Community Health Center is committed to making this program one of its programs and would use it as an innovation program for the health center. To continue this activity, interested parties will be contacted, including the Pekanbaru City Social Service, Mental Hospital, Sukajadi Subdistrict Head, Village Head Kampung Tengah, Village Head Kampung Melayu,  Village Jadirejo, and the community as a whole, who will take part as a cadre in Mental Health Posyandu activities. Abstrak Tingginya angka kejadian Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) Berat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru tidak tertangani dengan optimal. Hal ini karena kurangnya tenaga dan belum adanya Posyandu Jiwa yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di puskesmas tentang pentingnya Posyandu Kesehatan Jiwa. Metode kegiatan melalui sosialisasi dan komitmen bersama dalam mensukseskan program Posyandu Kesehatan Jiwa di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Peserta sosialisasi adalah seluruh petugas puskesmas. Hasil kegiatan didapatkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dapat diketahui bahwa para petugas memahami konsep dari Posyandu Kesehatan Jiwa dan Puskesmas berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu program puskesmas dan akan dijadikan program inovasi puskesmas karena belum ada Posyandu Kesehatan Jiwa di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak berkepentingan seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa, Camat Kecamatan Sukajadi, Lurah Kelurahan Jadirejo, Lurah Kampung Tengah, dan Lurah Kampung Melayu, serta Masyarakat yang akan ikut berpartisipasi sebagai kader dalam kegaitan Posyandu Kesehatan Jiwa.
Penyuluhan KB dan Sosialisasi Gerakan Konseling Kontrasepsi Menggunakan Aplikasi “KlikKB” Sebagai Upaya Penurunan Unmet Need KB di Kota Pekanbaru: Penyuluhan KB dan Sosialisasi Gerakan Konseling Kontrasepsi Menggunakan Aplikasi “KlikKB” Sebagai Upaya Penurunan Unmet Need KB di Kota Pekanbaru Ismainar, Hetty; Marlina, Hastuti; Rahmalisa, Uci
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1739

Abstract

In Indonesia the unmet need for family planning in 2017 reached 10.6%, Riau 25.6% (2021) while the national target (5%). The public's low level of knowledge or understanding about family planning and the reluctance of PUS to visit health services are the main problems. In order to simplify the family planning counseling process, in 2022 the government created the "KlikKB" application as a family planning communication medium for people throughout Indonesia, but utilization is not evenly distributed. The aims to increase public knowledge and understanding about family planning through outreach and introduction of the Contraception Counseling Movement using the KlikKB application. The activity was carried out at RT 02/RW 08, West Sidomulyo, Pekanbaru. The counseling method is health education, questions and answers and filling out questionnaires about family planning knowledge. Participants are given pre and post tests while practicing the KlikKB application through observation with a checklist sheet. The number of participants was 35 people. The average pre-test value for family planning knowledge is 45%. The post test score increased with an average of 72.3%. The majority of the KlikKB application practice assessments were in the "unable to" category (46.2%), the "with help" category (38%) and the "proficient" category was only 15.8%. Providing education about family planning can increase mothers' knowledge. Meanwhile, to socialize the contraceptive counseling movement with the KlikKB Application, continuous assistance and collaboration with the local community health center is needed
Peran Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dalam Manajemen Risiko K3 Saat Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Di Provinsi Riau Hariyanto , Didik Budi; Hetty Ismainar
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i2.3496

Abstract

The year 2022 was a critical period for Riau Province in managing public health emergencies. According to data from the Riau Provincial Health Office (2022), several outbreaks occurred during this period, including an increase in Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases in eight districts/cities, a surge in leptospirosis cases in flood-prone areas, and zoonotic rabies incidents in border regions. This study aims to analyze the role of the Riau Provincial Health Office in occupational health and safety (OHS) risk management during outbreak response. Data analysis was conducted using the Fishbone method to identify root causes and the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method to determine problem priorities. Based on the USG assessment, the main priority issue requiring immediate intervention was the unequal availability and distribution of personal protective equipment (PPE) for healthcare workers across affected areas. Interventions for outbreak management in Riau Province in 2022 focused on five components—man, method, money, material, and machine—which were developed based on field analysis. Several factors influencing the implementation of OHS in outbreak management include the availability of PPE, compliance of health workers in using PPE, the implementation of OHS training, and the effectiveness of supervision in applying outbreak response standard operating procedures (SOPs).
RESPON PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PENGGUNAAN ANJUNGAN PENDAFTARAN MANDIRI DIRUMAH SAKIT AWAL BROS PEKANBARU TAHUN 2023 Sari, Mutia Mayang; Ismainar, Hetty; Nurhapipah, Nurhapipah; Irfa, Vausani; Simanjuntak, Christina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25142

Abstract

Respon atau kepuasan pasien merupakan tanggapan pelanggan terhadap kesesuaian tingka t kepentingan atau harapan (ekspektasi) pelanggan sebelum mereka menerima jasa pelayanan dengan sesudah pelayanan yang mereka terima. Mengetahui respon pasien rawat jalan terhadap penggunaan anjungan pendaftaran mandiri dirumah sakit awal bros pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023.  Populasi pada penelitian ini sebanyak 7895 orang. Jumlah Sampel pada penelitian ini sebanyak 190 orang.  Penelitian ini menggunakan Kuantitatif analitik dengan jenis desain cross sectional study. Analisa Data menggunakan analisis univariat, bivariat, multivariat. Dari hasil penelitian dan pembahasan didapatkan variabel yang berhubungan dengan p value < 0,05 yaitu format (POR=0,00) dan timeless (POR=0,00). Dan variabel yang tidak berhubungan adalah content, accuracy, easy of use. Pada hasil uji multivariat terdapat variabel yang dominan dengan p value < 0,001 yaitu timeless (POR = 3.195) pada penelitian ini tidak memiliki variabel confounding. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada dua variabel yang berhubungan dengan respon pasien dalam penggunaan APM, Tiga Variabel yang tidak berhubungan pada penelitian ini serta Variabel dominan ialah timelines, dan format. Saran pada penelitian ini ialah Diharapkan kepada Rumah Sakit untuk Melakukan Pembaharuan terhadap Menu Menu yang ada di dalam APM serta melakukan upgrade pada menu layanan agar pasien asuransi juga dapat menggunakan APM.
ANALISIS PERENCANAAN PERSIAPAN IMPLEMENTASI ERM DI RUMAH SAKIT X PEKANBARU Sarni, Sarni; Ismainar, Hetty; Putri, Retno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26944

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, Pemerintah telah mewajibkan semua fasilitas pelayanan kesehatan untuk memelihara rekam medis elektronik paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Manfaat dari rekam medis elektronik termasuk meningkatkan efisiensi administratif dengan menyimpan data terstruktur dan mudah diakses, pertukaran informasi medis secara instan antar departemen, mempercepat proses diagnosis dan pengobatan, mengurangi risiko kesalahan dan kehilangan data, meningkatkan keamanan dan integritas informasi kesehatan pasien, mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih baik, dan menyediakan dasar untuk analisis data yang mendukung penelitian dan pengembangan medis. Tujuan penelitian menganalisis persiapan perencanaan untuk implementasi rekam medis elektronik di Rumah Sakit X Pekanbaru pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus mengenai persiapan perencanaan untuk implementasi rekam medis elektronik di Rumah Sakit X. Ada 7 petugas rekam medis di Rumah Sakit dengan latar belakang pendidikan D3 dalam rekam medis dan telah bekerja lebih dari 3 tahun di Rumah Sakit X. Dalam hal anggaran, ada anggaran khusus yang disediakan untuk implementasi rekam medis, besarnya anggaran disesuaikan dengan skema rekam medis yang akan diadopsi rumah sakit. Jumlah perangkat saat ini masih kurang tetapi sudah ada pembicaraan untuk menambah lebih banyak perangkat untuk mendukung implementasi rekam medis elektronik. Jaringan dan metode rekam medis elektronik akan disesuaikan dengan skema rekam medis elektronik yang diadopsi, jumlah kunjungan pasien, dan kondisi rumah sakit saat ini. Dari analisis sumber daya manusia, anggaran, peralatan dan jaringan, serta metode, Rumah Sakit X berada pada tahap siap untuk mengimplementasikan rekam medis elektronik
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria akmal hamidy, akmal hamidy Aldiga Rienarti Abidin Andaru Dahesihdewi Andra, Fithriyah Anggraini, Lola Ani Triana Ani Triana Anwir, Harvandy Ardhini Kepriana Arnawilis Arnawilis Arnawilis, Arnawilis Beni Afriza Bubung Bunyamin, Bubung Budi Hartono Budi Hartono Cahyadi, Romy Christine Vita G.P Citra Iskandar Damayanti, Elok Darus, Yena BT Dedi Afandi Dedy Saputra Dendi Zulheri Devis, Yesica Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Suryani Djuhaeni, Henny Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti Efrianti, Efrianti Elly Satriani Harahap Ennimay Ennimay, Ennimay Ester Napitupulu, Ervinna Fauziah, Kharisma Yuhana Ferda Melenina Fetty Try Rahmadani Firman Edigan Hamid, Abdurrahman Hariyanto , Didik Budi Hasmaini, Hasmaini Hayana Hayana Hayana Hayana Hayana, Hayana Herryana, Wan Hidayati Hidayati Intan Sari Intan Sari Irana Oktavia Irfa, Vausani Iswanto, Al Syukri Iwan Dwiprahasto Jepisah, Doni juli selvi yanti Kalrosa, Nurva Kamali Zaman Khaeratunnisa Fiyanmi Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Leonita, Emy Linda, Nuraliza May Lita Lita Lita, Lita Magretta, Jeanny Susana Mahmudah Mahmudah Mahmudah Marlina, Hastusi Marlina, Hastuti Medy Surtiawaty Megasari, Miratu Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin Mishbahuddin Mitra Mitra mitra mitra Mitra Mitra Muhamadiah Muhamadiah Mulyani, Indah Sri Novianty, Rica Regina nur helmi Nurhaliza Yuriski Nurhapipah, Nurhapipah Nurlisis Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Delima Romania Silaban Putri, Retno Putri, Syifa Suciana Rahayu, Endang Purnawati Rahmalisa, Uci Rany, Novita Rasyid, Zulmelia Ratna Sari Lina Reka Familia renaldi, reno Renaldi, Reno Reva Khairani* Ria Agusnita Rini Eka Putri Riri Maharani Roziah Roziah RR. Ella Evrita Hestiandari Rustam, Musfardi Sandi Iljanto Sandi Iljanto Sandi Iljanto santi tri utami Sari, Desi Kartika Sari, Mutia Mayang Sari, Nila Puspita Sarni Sarni Sekani Niriyah Shanti Veroniga Handayani Simanjuntak, Christina Siska Mayang Sari Siti Aisyah Siti Handam Dewi Sri Desfita, Sri Syafira Nurullita SYAFRANI, SYAFRANI Tety Kuniasari Tin Gustina Tin Gustina Wahyuni, Anggi Wan Sonia Fahira Welly Sando widi yanto Widuri, Rita Widyawati, Erna winda septiani Windi Atika Yalesvitri Yalesvitri Yessi Harnani Yessi Harnani Yunita, Jasrida Yusneli, Yusneli Zainal Abidin Zaman, Kamali Zulfatmawati, Sri Zulmeliza Rasyid