Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Variasi Gen yang Bersifat Missense/Nonsense Pada Dermatomyositis Dengan Memanfaatkan Database Genomik Dan Bioinformatik Lalu Muhammad Irham; Anisa Nova Puspitaningrum; Wirawan Adikusuma; Eko Mugiyanto; Ageng Brahmadhi; Gina Noor Djalilah; Rahmat Dani Satria; Firdayani; Abdi Wira Septama
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 27 No. 1 (2023): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v27i01.22185

Abstract

Dermatomyositis merupakan penyakit autoimun yang termasuk jenis idiopatik inflamasi miopati (IIM), penyakit ini dapat mempengaruhi kulit dan otot manusia. Gejala klinis Dermatomyositis pada sebagian besar pasien adalah kelemahan otot tubuh, ruam kulit dan kulit bersisik. Salah satu faktor penyebab Dermatomyositis yang sering dilaporkan adalah faktor genetik. Hingga kini,  penelitian terkait Dermatomyositis masih terbatas pada identifikasi jenis variasi gen yang mempengaruhi, namun tidak melaporkan variasi gen mana yang paling berkontribusi pada Dermatomyositis khususnya yang bersifat missense/nonsense. Sehingga pada penelitian ini kami memanfaatkan database genomik dan analisis bioinformatik  untuk mengidentifikasi variasi gen yang paling berhubungan dengan penyakit Dermatomyositis. Penelitian ini menggunakan beberapa database, termasuk GWAS catalog, PheWAS catalog, HaploReg (v41.), dan GTEx portal. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa gen ZBP1 berkaitan erat dengan penyakit Dermatomyositis dan menunjukkan ekpresi yang tinggi pada beberapa jaringan seperti paru-paru, lambung, esophagus, kulit, jantung dan otot. Variasi gen berdasarkan frekuensi varian alel (rs59626664, rs60542959, rs2066807, rs1048661, rs745400, rs2305480, rs2305479) terkait Dermatomyositis menunjukkan ekspresi jaringan tertinggi di kulit suprapubic, kulit dibawah lengan, otot rangka, dan esofagus. Penelitian ini menekankan bahwa integrasi database genomik dan analisis bioinformatik menunjukkan variasi gen yang berperan dalam patogenesis Dermatomyositis khususnya yang bersifat missense/nonsense. Kami menyarankan untuk peneliti selanjutnya untuk fokus pada variasi gen tersebut untuk divalidasi di fase klinis khusunya di populasi Indonesia.
KEPATUHAN DAN LUARAN TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PENGGUNA INSULIN DI APOTEK X YOGYAKARTA: COMPLIANCE AND TREATMENT OUTCOMES IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS USING INSULIN AT PHARMACY X YOGYAKARTA Muhammad Fathurrahman; Menit Ardhiani; Imaniar Noor Faridah; Haafizah Dania; Lalu Muhammad Irham; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.743

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu gangguan metabolisme yang ditandai dengan gula darah yang naik secara berlebihan akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein pada penderita diabetes disebabkan oleh kurangnya aktivitas insulin pada sel target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan insulin dengan luaran terapi klinis di Apotek X. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif menggunaka kuisioner Medication Adherence Report Scale (MARS) dan data hasil laboratorium. Analisa dapat dilaksanakan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan tinggi  sebesar 6 responden (30%) dan kepatuhan rendah sebesar 14 responden (70%). Uji chi-square menunjukkan hubungan antara penggunaan insulin dengan HbA1c dengan p-value = 0,01, hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Puasa dengan p-value = 0,024, dan tidak ada hubungan antara penggunaan insulin dengan Gula Darah Sewaktu dengan p-value = 0,807. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan insulin mempengaruhi terkontrolnya luaran terapi klinis pasien. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Insulin, HbA1c, GDP, GDS, Apotek
DRUG REPURPOSING UNTUK RHEUMATOID ARTHRITIS MELALUI PEMANFAATAN DATA VARIASI GENETIK: DRUG REPURPOSING FOR RHEUMATOID ARTHRITIS THROUGH THE UTILIZATION OF GENETIC VARIATION DATA Nining Medi Sushanti; Wirawan Adikusuma; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Lalu Muhammad Irham
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.720

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun progresif dengan inflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskeletal yang menyebabkan pembengkakan, nyeri sendi dan destruksi jaringan sinovial disertai gangguan pada sistem motorik.  Pada saat ini pengobatan RA masih sangat terbatas sehingga perlunya upaya untuk menemukan obat baru. Memanfaatkan obat lama untuk indikasi baru atau drug repurposing dapat menjadi salah satu solusi terbaik pengobatan RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik yang berisiko terhadap RA dan memperoleh kandidat obat baru yang berpotensi terhadap RA dengan memanfaatkan database genomik dan analisis bioinformatika. SNPs terkait  RA diperoleh dari database GWAS catalog dengan p-value < 10-8 kemudian dikembangkan menggunakan HaploReg v4.1. dengan signifikansi  r2 ? 0.8 untuk populasi Asia. Gen yang paling berpengaruh terhadap RA diprioritaskan berdasarkan anotasi fungsional. Semua obat yang berpotensi untuk RA dipetakan ke DrugBank. Dari hasil pencarian di DrugBank dengan memasukkan 24 gen dan 60 target obat, FDA menyetujui tiga obat untuk RA : tocilizumab, sarilumab dan abatacept. Studi ini juga menemukan dua kandidat obat dengan indikasi lain yang berpotensi sebagai kandidat obat baru untuk RA: alpha-linolenic acid yang menargetkan jalur gen FADS1, dan belatacept yang menargetkan gen CD80 dan CD86. Kedua kandidat obat ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan pada RA. Strategi pengembangan obat untuk menemukan indikasi baru dari obat yang sudah ada atau kandidat obat yang potensial termasuk pengembangan klinis menawarkan keuntungan berharga dalam proses pengembangan obat seperti efisiensi waktu, biaya dan peningkatan keberhasilan pengobatan. Kata kunci : Autoimun; bioinformatika; drug repositioning; rheumatoid arthritis ; variasi genetik    
UTILIZING A GENOMIC DATABASE FOR IDENTIFYING GENOMIC VARIATION FOR SARS-CoV-2 RECEPTORS Melodia Rezadhini; Lalu Muhammad Irham; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Wirawan Adikusuma; Dyah Aryani Perwitasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.790

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a severe acute respiratory syndrome caused by the coronavirus SARS-CoV-2. This disease progresses through different stages, and its common symptoms include fever, malaise, dry cough, dyspnea, and pneumonia. Since its discovery in Wuhan, Hubei, China, in December 2019, SARS-CoV-2 transmission has rapidly spread. Unfortunately, the number of cases is increasing beyond expectations, making the spread of confirmed COVID-19 cases easier. To detect specific symptoms in a large population, the relationship between gene variants and patients with COVID-19 can be determined. The data of COVID-19 variations can be obtained from the Ensembl Genome Browser. Herein, the gene associated with 19 variants was selected according to the Haploreg 4.1 version. Additionally, protein expression of missense genes variants using the GTEx portal to determine 2 selected variants: rs200553089 encode the TLR7 gene and rs1061622 encode the TNFRSF1B gene, respectively. The highest protein expression of the TLR7 gene is found in lymphocyte cells, while TNFRSF1B shows the highest expression in the whole blood system. According to the data obtained from the Ensembl Genome Browser, the two most prevalent populations for SNP rs19085059, which is associated with the GPHN gene, are in Africa and East Asia, while SNP rs74956615, linked to the RAVER1 gene, is most prevalent in East Asia. The allele frequency for the TLR7 gene cannot be found in five countries, except in America. Keywords: COVID-19, SARS-CoV-2, Single nucleotide polymorphism, Variants.
Adherence to iron supplementation among anemic pregnant women during 1964-2022: A bibliometric analysis Atmadani, Rizka Novia; Irham, Lalu Muhammad; Perwitasari, Dyah Aryani; Akrom, Akrom; Urbayatun, Siti
Public Health of Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): January - March
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v9i1.647

Abstract

Background: High maternal morbidity and mortality are brought on by the worldwide public health issue of iron and folic acid deficient anemia. The risk to pregnant women’s and their unborn children’s health is reduced when they correctly get and take iron and folic acid supplements. However, people’s inability to adhere to the supplement frequently results in an immense burden. Objective: This analysis focused on describing the field of adherence to iron among pregnant mothers with anemia using bibliometric analysis of the literature from 1981 to 2022 and on analyzing the scientific trends. Methods: We used Scopus as the search engine, using the keywords: Adherence OR Compliance AND Pregnancy OR Pregnant women AND Iron OR Ferrous AND anemia. English journal articles from journals were selected. Results: We retrieved 360 documents during 1981-2022. The result showed trends topics mentioned, mostly pregnancy, anemia, and iron supplementation. The most published articles were from Australia and USA, with Quartal 1 source as the most relevant journal. Conclusion: Although the quantity of publications has increased regularly, it remains below 40 each year. The topic intervention or experimental study, or adherence were still low. Some countries with significantly increased anemia in the last ten years, with the number of publications and collaboration studies remaining high. The modest number indicates that researchers still have many chances to develop better, more productive techniques to enhance adherence and decrease anemia.
Identifikasi Variasi Gen dan Ekspresi Gen Yang Berhubungan Dengan Anemia Aplastik Menggunakan Pendekatan Genomik dan Bioinformatika Ayu Lifia Nur Kartikasari; Anisa Devi Kharisma Wibowo; Henry Budiawan Prasetya; La Malihi; Nanik Sulistyani; Lalu Muhammad Irham; Wirawan Adikusuma; Abdi Wira Septama; Riat El Khair; Rahmat Dani Satria
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.13335

Abstract

Anemia aplastik merupakan anemia yang disertai oleh pansitopenia pada tepi darah yang disebabkan oleh kelainan primer pada sumsum tulang dalam bentuk aplasia atau hipoplasia tanpa adanya infiltrasi, supresi atau pendesakan sumsum tulang. Pada anemia aplastik terjadi penurunan produksi sel darah dari sumsum tulang sehingga menyebabkan retikulositopenia, anemia, granulositopenia, monositopenia dan trombositopenia. Anemia aplastika termasuk dalam penyakit yang rentan disebabkan oleh faktor genetik. Salah satu faktor genetik yang banyak diidentifikasi adalah variasi gen atau single nucleotide polymorphism ( SNP). Hingga hari inimetodologi untuk bantuan variasi gen tersebut sudah tersedia dengan bentuk berbagai macam database dan bioinformatika. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi variasi gen yang berhubungan dengan Anemia aplastik dan memprioritaskan variasi gen tersebut berdasarkan tingkat kerentanannya melalui pemanfaatan katalog GWAS dan integrasi beberapa database bioinformatika. Hasil penelitian ini kami menemukan ada dua SNP rs1042151 dan rs28367832 yang rentan terhadap anemia aplastik berdasarkan ekpresi gen di jaringan darah . Variasi gen tesebut juga mengkode gen  HLA- DPB1 dan HLA-B dan menunjukkan ekspresi yang tinggi pada jaringan darah ( whole blood ) .Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi variasi gen dan bioinformatika potensial untuk memberikan informasi kepada si terkait kerentanan suatu variasi gen pada suatu penyakit termasuk pada anemia aplastik.
Validity and reliability of the world health organisation-five well being index (WHO-5) questionnaire in early detection of depression during Covid-19 pandemic in Yogyakarta Mutmainnah Siradjuddin; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Haafizah Dania; Tetie Herlina
Pharmaciana Vol 13, No 2 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i2.24319

Abstract

The Covid-19 pandemic in Indonesia, including Yogyakarta, has created a psychological impact on the community. One of the psychological impacts is depression. This issue can be overcome by early detecting depression using an instrument called the World Health Organization-Five Well-Being Index (WHO-5). Unfortunately, this instrument is currently unavailable in the Indonesian version. Therefore, this study aims to obtain a valid and reliable Indonesian version of the WHO-5, which can later be used by pharmacists as an instrument to early detect depression in Indonesia, especially in Yogyakarta. This research employed a cross-sectional design. The research subjects were people who visited Apotek UAD 1 and 2, who met the inclusion and were not included in the exclusion criteria. The WHO-5 questionnaire proceeded through a translation process from the English version to the Indonesian version. The original version of the WHO-5 questionnaire, which was the final translated version, was tested on 40 respondents to gain its validity and reliability. The analysis of the validity test using the Pearson Correlation of five questions on the WHO-5 questionnaire has revealed an average value of r = 1, indicating that the questionnaire is valid. The result of the reliability test with Cronbach Alpha is 0.853. In conclusion, the Indonesian version of the WHO-5 questionnaire meets the validity and reliability criteria so that the questionnaire can apply to the community.
IDENTIFIKASI VARIASI DAN EKSPRESI GEN PADA STROKE ISKEMIK DENGAN PENDEKATAN BIOINFORMATIKA Febriana Astuti; Rafiastiana Capritasari; Delfi Iskardyani; Ilham Alifiar; Lalu Muhammad Irham
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i1.1302

Abstract

Stroke adalah penyebab utama penyakit serebrovaskular (CVD) dan merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang cukup besar dalam masyarakat. Sekitar 80-85% dari seluruh kasus stroke disebabkan oleh iskemik. Faktor genetika memainkan peran penting dalam stroke yang terjadi lebih awal. Riwayat stroke dalam keluarga dikaitkan dengan prevalensi dan kejadian stroke yang lebih tinggi. Hingga saat ini, penelitian mengenai stroke iskemik masih terbatas pada pengidentifikasian variasi gen yang mempengaruhi, namun belum menghasilkan laporan yang secara spesifik menunjukkan variasi gen mana yang paling signifikan dalam menyebabkan stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan database genomik dalam menganalisis bioinformatik untuk mengidentifikasi variasi gen yang memiliki korelasi paling kuat dengan stroke iskemik. Peneliti memanfaatkan sejumlah database, termasuk katalog GWAS, katalog PheWAS, HaploReg (v41.), dan portal GTEx. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen GCKR, ALDH2, dan F5 terkait secara signifikan dengan stroke iskemik, serta menunjukkan tingkat ekspresi yang tinggi pada beberapa jenis jaringan seperti hati, adiposa subkutan, ovarium, dan seluruh darah. Variasi gen berdasarkan frekuensi varian alel (rs1260326, rs671, rs6025) terkait stroke iskemik menunjukkan ekspresi jaringan tertinggi di liver. Penelitian ini menekankan pada penggabungan database genomik dan analisis bioinformatik yang mampu mengidentifikasi variasi gen yang memiliki peran penting dalam patogenesis stroke iskemik, terutama yang bersifat missense/nonsense. Peneliti merekomendasikan agar penelitian berikutnya memfokuskan validasi klinis variasi gen tersebut, terutama pada populasi Indonesia.
Identification of Biological Risk Genes and Candidate Drugs for Psoriasis Vulgaris by Utilizing the Genomic Information Lisza Niarisessa; Anisa Nova Puspitaningrum; Arief Rahman Afief; Dyah Aryani Perwitasari; Wirawan Adikusuma; Rocky Cheung; Abdi Wira Septama; Lalu Muhammad Irham
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 2 (2023): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v6i2.4217

Abstract

Psoriasis is an autoimmune disease that causes inflammation on the skin's surface, characterized by the appearance of pink plaques covered with white scales. Currently, the availability of psoriasis vulgaris therapy is still limited. Therefore, considering the discovery of new drug candidates by utilizing genetic variations, such as single nucleotide polymorphisms (SNP) through drug repurposing, is a profitable method. The SNP associated with psoriasis was obtained from Genome-Wide Association Studies (GWAS) and Phenom-Wide Association Studies (PheWAS) databases. We identified 245 SNPs associated with psoriasis vulgaris with criteria of r2 >0.8. To prioritize the candidate of a gene associated with psoriasis, we used five criteria of functional annotation (missense/nonsense, cis-eQTL, PPI, KEGG, and KO mice) where if there were more than two criteria of assessment, they were defined as the risk gene of psoriasis vulgaris. Fifty-two genes were identified as the risk gene of psoriasis vulgaris, then expanded using the STRING database to obtain more gene candidates of drug targets. The result is 104 genes candidates for drug targets, of which 24 overlapped with 96 drugs, according to DrugBank. Of the 96 drugs that have been approved for other indications, we found that five drugs (ustekinumab, tildrakizumab, risankizumab, guselkumab, and etanercept) are currently in clinical trials for the treatment of psoriasis that target two genes (IL23A and TNF). We argue that these two genes are the most promising targets based on their high target scores on functional annotations. This research explains the potential that utilizing genomic variation can contribute to drug discovery.
Repurposing drugs in endometrial cancer using genomic variants database Darmawi Darmawi; Donel S; Wiwin Suhandri; Winarto Winarto; Wirawan Adikusuma; Lalu Muhammad Irham; Wiwit Ade Fidiawati; Renardy Reza Razali; Auren Nathania; Leina Putri Zahra
Pharmaciana Vol 13, No 3 (2023): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v13i3.27201

Abstract

Endometrial cancer (EC) is the fourth most frequent gynecological cancers, and its incidence and mortality rates have increased over the last decade. Cytotoxic therapy with carboplatin and paclitaxel is the recommended first-line treatment for EC patients. However, the options for following therapy are limited. The latest advances in molecular studies have uncovered the nature of genetic alterations in EC, compelling methods for further research into the treatment of EC since they may disclose to tailored pharmacological therapy. The aim of this study to identify novel drug candidates in treating EC using genomics variants and biological pathway. The genomic variants of  EC were downloaded from cBioportal database. We established connection between the biological EC risk genes from cBioportal database and the DrugBank database. Finally, we used Connectivity Map (CMap) analysis to identify possible drugs whose mechanisms coincided with therapeutic targets and rank them based on the scoring system. We identified novel potential candidate drugs for EC, they are Bosutinib and Nilutamide which exhibit robust scores in the CMap analysis compare to paclitaxel. We also discovered BCR-ABL1 and AR as potential biomarker-driven therapy in EC. This study demonstrates the possibility of using genetic network analysis combined with bioinformatics to repurpose drugs for the treatment of EC. Further study will investigate the mechanisms of using BCR-ABL1 and AR targeting in the treatment of EC.
Co-Authors Abdi Wira Septama Abdi Wira Septama Abdi Wira Septama Abdi Wira Septama Abdi Wira Septama Abdi Wira Septama Adi Wira Septama Adnan Adnan Afief, Arief Rahman Ageng Brahmadhi Akrom, Akrom Ana Hidayati Anisa Devi Kharisma Wibowo Anisa Nova Puspitaningrum Anisa Nova Puspitaningrum Anisa Nova Puspitaningrum Anita Silas La’ah Any Guntarti Arief Rahman Afief Arief Rahman Afief Arief Rahman Afief Auren Nathania Ayu Lifia Nur Kartikasari Azzahra, Fara Barkah Djaka Purwanto Barkah Djaka Purwanto Bramadi Arya Cheung, Rocky Chita Widia Chong, Rockie Citra Ariani Edityaningrum, Citra Danang Prasetyaning Amukti Darmawi . Darmawi Darmawi Daud, Intan Delfi Iskardyani Denys Chichi Kusumastuti Didik Setiawan Donel S Dyah Aryani Perwitasari Eko Mugiyanto Faridah, Imaniar Febriana Astuti Firdayani Firdayani Firdayani Firdayani, Firdayani Firman Firman Fitri, Dwiki Fredrick Dermawan Purba Galuh, Tiwi Gina Noor Djalilah Gustinanda, Rizky Haafizah Dania Haafizah Dania Haafizah Dania Handayani, Eka Wuri Hanisari, Putri Henry Budiawan Prasetya Herjanti Ratnawiningsih Herlina, Tetie Ichsan Luqmana Indra Putra, Ichsan Luqmana Indra Ilham Alifiar Ilham alifiar Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Imaniar Noor Faridah Iwan Santoso, Iwan Kartikasari, Ayu Lifia Nur Khair, Riat Khairi, Sabiah Khairurrizki, Amanda La Malihi Laela Hayu Nurani La’ah, Anita Silas Leina Putri Zahra Lisza Niarisessa Made Ary Sarasmita Maliza, Rita MARIA BINTANG Maulida Mazaya Ma’ruf, Muhammad Medi Sushanti, Nining Melodia Rezadhini Melodia Rezadhini Menit Ardhiani Menit Ardhiani Muh. Deni Kurniawan Muhammad Fathurrahman Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi Mutmainnah Siradjuddin Nanik Sulistyani Nathania, Auren Ni Made Ary Sarasmita Nining Medi Sushanti Nining Medi Sushanti Nining Sugihartini Novi Febrianti Nugraha, Media Fitri Isma Isma Nur Ismiyati Nur Rahayuningsih Pendicho Eko Yuliyanto Pradika, Jaka Pranata, Satria Pratama, Kharisma Puriyanto, Riky Dwi Purwanto, Barkah Djaka Puspitaningrum, Anisa Nova Rafiastiana Capritasari Rahmat Dani Satria Razali, Renardy Reza Renardy Reza Razali Rezadhini, Melodia Ria Indah Pratami Riat El Khair Riat Khair Rizka Novia Atmadani Rockie Chong Rocky Cheung Rocky Cheung Rocky Cheung Rudi, Nyoman S, Donel S, Yuni Salamah, Siti Hajar Sany Sapto Yuliani Saputri, Septiana Satria, Rahmat Dani Sianu, Rahman Simanjuntak, LB Siswandi Siswandi, Siswandi Siswanto, Lalu Muhammad Harmain Siti Rofida Siti Urbayatun Solikhah Solikhah, EfA Wakhidatus Sugiyanto - Suhandri, Wiwin Suhendra, Gugun Sulistiyani, Nanik Susan Fitria Candradewi Triantoro Safaria Triantoro Safaria Uswatun Chasanah Wahyu Rahmatulloh Wahyu Widyaningsih Wahyu Widyaningsih Wibowo, Anisa Devi Karisma Widyastuti, Lina Wigka Pawestri, Novianti Winarto Winarto Winarto Winarto Wirawan Adikusuma Wiwin Suhandri Wiwit Ade Fidiawati Wiwit Ade Fidiawati Woro Supadmi Woro Supadmi Wulandari, D Yudha Rizky Nuari Zahra, Leina Putri Zainul Amiruddin Zakaria Zakaria, Zainul Amiruddin Zukhruf Saputri, Ginanjar