p-Index From 2021 - 2026
11.449
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Laa Maisyir Jurnal Ekonomi Islam Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan FINANSIA : Jurnal Akuntansi dan Perbankan Syariah NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Journal of Enterprise and Development (JED) BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Al-Azhar Journal of Islamic Economics Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Mutawasith: Jurnal Hukum Islam Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab El-Iqtishady Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Jurnal Ar-Ribh Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Jurnal Iqtisaduna Al-Buhuts (e-journal) Jurnal Ilmiah Mappadising AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Jurnal Tafsere Jurnal Sosial dan Sains Journal of Islamic Economics Lariba Journal of Universal Community Empowerment Provision DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Indonesian Journal of Economics, Entrepreneurship, and Innovation Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Ethics and Law Journal: Business and Notary Southeast Asia Journal of Graduate of Islamic Business and Economics Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah International Journal of Islamic Studies Jurnal Ilmiah Nusantara JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Jurnal Cendekia Ilmiah Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Makkah: Journal Of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Falah Mart Business Development Strategy as Foundation Supporter in Islamic Economic Perspective Rauf, Abdul; Siradjuddin, Siradjuddin; Haddade, Wahid
Jurnal Ar-Ribh Vol 7, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jei.v7i2.13162

Abstract

This research aims to determine the business development strategy of Falah Mart as a supporter of the Foundation and from an Islamic economic perspective. This research method is qualitative ex post facto focusing on seven research subjects through a purposive sampling method. Data was collected by conducting in-depth interviews and analyzed using the Miles and Huberman theory and SWOT analysis. The research results reveal that there are several strategies from internal and external factors that need to be developed through a combination SWOT Analysis matrix. Other strategies are product development, market development (price, promotion, distribution), business capital development, and human resource quality development. As for the Islamic economic perspective, Falah Mart applies the principles of honesty, friendliness, ta'awun (mutual help), responsibility, noble character, justice, cooperation, awareness of the welfare of life in this world and the hereafter.
Financial Technology Sebagai Solusi Potensial Market Yolo Style Gen Z Kota Makassar Tajrim, Muh.; Awalauddin, Murtiadi; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.50794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spending YOLO (You Only Live Once) style yang dijalani oleh Gen Z (Generasi Z) di kota Makassar lalu mengaitkannya dengan peran fintech sebagai solusi YOLO style Gen Z kota Makassar sebagai potensial market. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun sumber data yang diperoleh dari data primer yang bersumber dari 9 responden Gen Z yang lahir dari rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2012. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pola spending Gen Z YOLO style kota Makassar terbagi menjadi tiga tema, yakni pola spending terkait konsumsi terhadap experience, pola spending terkait present time, dan pola spending terkait prinsip dalam mengkonsumsi. Financial technology, baik konvensional terlebih lagi syariah, sangat cocok untuk diaplikasikan pada Gen Z YOLO style kota Makassar karena mampu memberikan solusi terhadap segala permasalah yang ditemukan pada tiga tema poloa spending tersebut.
Implementation of the Al-Taisīr Concept in Jamak Prayer for Medical Personnel Performing Surgical Operations Hafizah, Afiah; Wahid Haddade, Abdul; Shuhufi, Muhammad
International Journal of Islamic Studies Vol 4 No 1 (2024): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v4i1.30405

Abstract

Islamic law is based on strong and flexible principles that are suitable for every country, people, time, and era. There are three principles in Islamic law. First, it is not burdensome and removes difficulties. Second, maintaining the benefit of all human beings. The third is the comprehensive realization of justice. There are many forms of eliminating hardship and difficulty. Among them are in the aspect of worship, in the realm of muamalah and uqūbah (sanctions). In the aspect of worship, for example, the permissibility of qasar prayer, tayamum and iftar for travelers and sick people. A situation that is also related to this is the condition of medical personnel when performing surgical operations that require a short time to carry out. It is not uncommon for this to coincide with the time of prayer until it is close to the time limit. Sometimes, the surgery goes beyond the set prayer time, even entering the next prayer time. This research was conducted using a theological-normative approach or shar'ī approach presented qualitatively. Primary data sources come from verses of the Qur'an, the Prophet's hadith. Secondary data is obtained from various sources, namely literature that studies the concept of al-taisīr, scientific journal articles, print and online media. The data are analyzed by deductive method.
The Childfree Phenomenon in Indonesia from the Perspective of Maqasid Al-Syariah Afrianto, Afrianto; Haddade, Abdul Wahid; Asni, Asni
International Journal of Islamic Studies Vol 4 No 1 (2024): June
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ijis.v4i1.51871

Abstract

Fenomena childfree di Indonesia telah menjadi topik yang menarik perhatian, terutama di kalangan masyarakat Muslim yang menghadapi tantangan modernisasi, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan urban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena childfree dari perspektif maqasid al-syariah, yang merupakan tujuan-tujuan syariat dalam Islam. Dalam konteks ini, pernikahan tidak hanya dilihat sebagai ikatan biologis antara pria dan wanita, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga keberlangsungan umat manusia dan melahirkan keturunan yang berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pilihan untuk tidak memiliki anak dapat dipahami sebagai bentuk kebebasan individu, hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip maqasid al-syariah yang menekankan pentingnya melestarikan keturunan dan mencapai kemaslahatan bagi masyarakat. Dalam Islam, pernikahan memiliki tujuan yang lebih luas, termasuk membentuk generasi yang saleh dan bertakwa kepada Allah, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Fenomena childfree juga mencerminkan perubahan nilai dan pandangan masyarakat terhadap pernikahan dan keluarga, di mana banyak pasangan memilih untuk fokus pada karier, kebebasan pribadi, dan kualitas hidup. Pilihan ini sering kali dipicu oleh kekhawatiran tentang kondisi dunia yang tidak stabil dan tantangan dalam membesarkan anak. Dengan demikian, fenomena ini perlu dipertimbangkan secara kritis dalam konteks nilai-nilai Islam dan dampaknya terhadap struktur sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai implikasi sosial dan budaya dari pilihan childfree serta mendorong diskusi lebih lanjut tentang pernikahan, keturunan, dan tanggung jawab sosial dalam perspektif Islam.
Implementasi Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik Pada Pembiayaan Bank Syariah Di Indonesia Arief, Fitriani; Sapa, Nasrullah Bin; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-tsarwah.v7i1.7055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad IMBT pada pembiayaan bank syariah di Indonesia, dengan fokus pada faktor pendukung dan penghambat. Data diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dari berbagai sumber literatur, laporan keuangan, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi dari Bank Indonesia dan Fatwa DSN-MUI, serta meningkatnya pemahaman nasabah, mendukung implementasi akad IMBT di Perbankan Syariah. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi akad IMBT yaitu  kurangnya pemahaman nasabah tentang akad IMBT, kompleksitas operasional, risiko kredit yang lebih besar, dan risiko pemasaran yang tinggi.
Jilbab Dalam Hukum Islam Interpretasi Ulama Klasik Dan Kontemporer S, Samsidar; Hasan, Hamzah; Haddade, Abdul Wahid; Abdullah, Fahri
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 24 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v24i1.7706

Abstract

This article explores the views of classical scholars on the hijab, based on the Quran and Hadith, as well as the principles of Sharia that regulate women's attire and modesty. The article then analyzes how contemporary thinkers have adapted and interpreted the laws of hijab in social and cultural contexts. By comparing the perspectives of both groups of scholars, this article aims to provide a comprehensive understanding of the position of the hijab in Islamic law, as well as the challenges and dynamics faced by Muslim women in the modern era. The research findings indicate that the hijab is a religious commandment that must be followed by Muslim women. It serves to protect the body and, most importantly, as a duty for Muslim women to cover their modesty to be preserved from slander. By wearing the hijab, a woman demonstrates her commitment to the religious and cultural values of Islam. It also acts as a shield against unwanted gazes and inappropriate treatment from others. The hijab is part of worship and devotion to Allah, reflecting adherence to religious teachings. The wearing of the hijab is aimed at maintaining the honor and dignity of Muslim women, keeping them free from disturbances, and making them easily recognizable. The requirements for wearing the hijab include covering the entire body except for what is ordinarily visible, such as the face and hands, being thick, being loose, and not resembling men's clothing. Dalam artikel ini, penulis mengeksplorasi pandangan ulama klasik mengenai jilbab yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadis, serta prinsip-prinsip syariah yang mengatur aurat dan busana perempuan. Selanjutnya, artikel ini menganalisis bagaimana pemikiran kontemporer telah mengadaptasi dan menafsirkan hukum jilbab dalam konteks sosial, budaya. Dengan membandingkan perspektif kedua kelompok ulama, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai posisi jilbab dalam hukum Islam, serta tantangan dan dinamika yang dihadapi oleh perempuan Muslim di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jilbab merupakan ajaran agama yang harus dipatuhi oleh perempuan muslimah, berfungsi untuk melindungi tubuh dan yang terpenting sebagai kewajiban khususnya wanita muslimah menutup aurat agar terpelihara dari fitnah dengan mengenakan jilbab, seorang wanita menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai agama dan budaya Islam begitu halnya sebagai pelindung dari pandangan yang tidak diinginkan dan perlakuan yang tidak pantas dari orang lain. Jilbab adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah, mencerminkan kepatuhan terhadap ajaran agama bahwa pemakaian jilbab terpulang kepada tujuannya untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita muslimah, bebas dari gangguan, lebih mudah dikenali. Adapun syaratnya, antara lain: harus menutupi seluruh tubuh kecuali yang biasa tampak muka dan telapak tangan, harus tebal, harus longgar, dan tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki
KONTRUKSI HYBRID CONTRACT PADA PRODUK RAHN DI PEGADAIAN SYARIAH Albar, Kholid; bin Sapa, Nasrullah; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2024.vol7(2).17023

Abstract

Pengembangan konsep hybrid contract, atau multiakad, merupakan bagian penting dari proses tranformasi akad pada produk di lembaga keuangan syari'ah yang mana dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat modern. Konvensi tunggal pada saat ini sudah tidak lagi relevan dengan model transaksi keuangan modern sehingga hybrid contract sudah seharusnya menjadi salah satu gagasan unggulan dalam pengembangan produk keuangan syariah. Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk menganalis lebih dalam tentang rahn yang pada saat ini menjadi solusi alternatif bagi masyarakat sebagai instrumen pembiayaan yang banyak diminati, khususnya di pegadaian syariah. penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus. dimana fokus penelitian ini adalah para nasabah pegadaian syariah yang ada di kabupaten Gresik. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data seperti dokumentasi dan wawancara. Teknik dokumentasi yang dibutuhkan oleh peneliti adalah dokumen perjanjian transaksi rahn antara nasabah gadai dan pegadaian syariah di kabupaten Gresik. Hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa praktik rahn yang ada di pegadaian syariah masih perlu dipertanyakan tentang kesyariahannya, hal ini dapat dilihat dari hasil kajian yang mendalam berdasarkan praktik hybrid contract pada produk rahn di pegadaian syariah yang menggabungkan dua akad  yang saling bertentangan antara karakter dan sifatnya, yang mana hal tersebut dilarang berdasarkan hadis Nabi dan sebagian besar ulama. 
FINTECH KEUANGAN SYARIAH DALAM PRESPEKTIF SHARIA COMPLAINCE Wahyuni, Sri; Sapa, Nasrullah; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2024.vol7(2).18025

Abstract

Fintech, atau teknologi finansial, telah mengubah cara layanan keuangan disediakan, menawarkan inovasi yang signifikan dalam efisiensi, aksesibilitas, dan keterjangkauan. Dalam konteks keuangan Islam, fintech menawarkan potensi besar untuk memperluas inklusi keuangan dan menyediakan solusi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Kepatuhan syariah mengharuskan setiap produk dan layanan keuangan untuk menghindari riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maisir (perjudian), serta mempromosikan keadilan, transparansi, dan aktivitas ekonomi yang produktif. Penelitian ini meninjau literatur terkini mengenai integrasi fintech dalam keuangan Islam, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi. Studi kasus dari berbagai platform fintech yang patuh syariah, seperti EthisCrowd, Wahed Invest, dan Blossom Finance, menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyediakan layanan keuangan yang etis dan inklusif. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya regulasi dan pengawasan yang efektif untuk memastikan kepatuhan syariah, serta perlunya edukasi dan literasi keuangan di kalangan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech yang mematuhi syariah tidak hanya mampu meningkatkan inklusi keuangan tetapi juga mendukung tujuan keadilan sosial dan ekonomi dalam Islam. Namun, keberhasilan implementasi fintech syariah bergantung pada kolaborasi antara regulator, ulama, dan penyedia layanan fintech untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Dengan memanfaatkan potensi teknologi dan mematuhi prinsip-prinsip syariah, fintech dapat memainkan peran penting dalam membangun sistem keuangan Islam yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.
PIDANA MATI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: ANTARA KEADILAN DAN HAK ASASI MANUSIA Dalle, Jumarni; Hasan, Hamzah; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/as-hki.v6i2.7716

Abstract

The death penalty in Islamic law holds significant importance as a form of justice for serious crimes such as intentional murder, adultery by a married person, robbery, apostasy, and rebellion. From the perspective of Islamic law, the death penalty is not only intended to serve as a deterrent but also as a means to uphold justice for the victim, the victim’s family, and society at large. While there are views that associate the death penalty with violations of human rights, in Islamic law, its application is based on the principle of justice, which must be proportionate to the crime committed, while considering the public benefit. The application of the death penalty, whether as hudud, qishash, or ta'zir, demonstrates that justice in Islam is not only retributive but also preventive, aimed at maintaining social balance. This study aims to examine the application of the death penalty in Islamic law from the perspectives of justice and human rights. The findings show that the death penalty serves as an instrument of justice that protects the rights of society and victims from the threat of serious crimes, while upholding the principles of justice and public benefit in its implementation.
Unlocking Creative Economic Development and Halal Tourism Through the Wisdom of Tepo Seliro Aniq Akhmad Ali Bawafie; Muhammad Wahyuddin Abdullah; Abdul Wahid Haddade
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Shariah and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v16i2.43186

Abstract

This research aims to analyze the development of a creative economy based on the tepo seliro synergy in halal tourism in Petekeyan Village, Jepara. A phenomenological approach was used, with data collected through in-depth interviews with key informants selected via purposive sampling. The analysis focused on six indicators of creative economic development and their connection to the five values of tepo seliro, examining their role in the success of Petekeyan's halal tourism industry. The findings show that creative entrepreneurs in the region uphold the value of tepo seliro, including honesty, not engaging in illegal activities, offering equal job opportunities, helping others, and ensuring security. The synergy of tepo seliro has contributed to the success of halal tourism by fostering a welcoming, safe, and respectful environment for all visitors
Co-Authors Aam Azzatil Isma Abd Syatar Abd. Gafur, Mulyawana Abd. Muzakkir Abdillah Abdul Qadir Gassing Abdul Rauf Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Wahab Abdullah, Fahri Afia Hafizah Afrianto, Afrianto Agus Miranto Ahmad Arief Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Nouruzzaman Ahsana, Hardiyanti Ade Akmal, Andi Muhammad Alim Syariati Ambo Masse, Abd. Rahman Amin, Aminullah Amiruddin K Amirullah -, Amirullah Andi Fadli Natsif Andi Muhammad Ali Amiruddin Andi Sukmawati Assaad Andi Takdir Djufri Andril Muharram Anggraeni, Reny Aniq Akhmad Ali Bawafie Arfan Arfan Arief, Fitriani Arif Rahman Arti Widia Sari Asfira Yuniar Asmira, Sri Asni Asni Asriani Asriani Ayma, Syahratul Baso Hasyim Bawafie, Aniq Akhmad Ali Chatarina Umbul Wahyuni Dalle, Jumarni Darnayanti Darnayanti Darwis, Sri Astuti Ana Desi Yuniarti Dr. Misbahuddin Ermiati Ermiati Fahrul Anggara Putra fatimah Fatimah Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fitrawansah Hadisa, Nur Hafizah, Afiah Hamka, Baso Hamzah Hasan Hasbiullah Hasriliandi Halim Herlina I Nyoman Budi Artawan Indo Santalia Irwan Misbach Irwan Misbach ISKANDAR Ismail Keri Ita Rukmanasari Jamaluddin Jamaluddin K, M Yusuf Kasjim Salenda Khaerul Anam Khaerul Anwar Kholid Albar Kurniati Kurniati Kurniati Lince Bulutoding Lomba Sultan M, Misbahuddin M. Qahar Awaka Mallarangang, Andi Mega Fatimah Rosana Muammar Bakry Muh Munafri S Muhammad Ilham Muhammad Risal Muhammad Risal, Muhammad Muhammad Saddam Nurdin Muhammad Shuhufi Muhammad Sukri Muhammad Taufan Badollahi Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yasir Mukhtar Lutfi Mukhtar Luthfi Muliani Munadi Munadiah, Syahra Murliani Musa Murtiadi Awaluddin Muslimin Kara Mustaufiq Nani Hamdani Amir Nasmi, Nasmi Nasrah Hasmiati Attas Nasrullah Bin Sapa Natsir Mb, Jung Muhammad Nur Norman Omang Nur Afni A. Nur Aisyah Nurjannah Nurman Said Nurul Pratiwi Nurvadillah Nurvadillah Oskar Hutagaluh P, Patimah Patimah Patimah Patimah Pertiwi, Sri Adinda Prades Ariato Silondae Qorina, Ulfa R, Rahmatullah Rafiq Rachman N. L. Lewonamang Rahman Ambo Masse Rahmawati Muin Ridwan Ridwanto Rika Dwi Ayu Parmitasari Rosmita Ruslang Ruslang Ruslang, Ruslang S, Samsidar Sabri Samin Saifuddin Zuhri Qudsy Saiful Mukhlis Sapinah Sardo Mangatur Pardamean Sibarani Sastrawati, Nila Shabrina Syifa Salsabila Siradjuddin Sirajuddin Sirajuddin Siti Khofifah Sohrah Sri Aisyah Yope Sri Asmira Sri Wahyuni Subehan Khalik Sumarni Sumarni Sumar’in Sutarman, Akmal Suyuti, M. Gazali Syam, Anna Rahma Syamsuddin, Darussalam Syatar, Abd Syatar, Abdul Tajrim, Muh. Taqwim, Andi Ahsan Umar Laila Usman Jafar Utami, Kurnia Mega Wahda, Nur Aqiqah Wahid, Sahid Widianti, Anyta Wulan Purnamasari Yolleng, Asrum Zalsabila, Putri Aulia Zamrud, Ahmad Khalifah Zarul Arifin