p-Index From 2021 - 2026
6.356
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Nusantara Islam Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan MODELING: Jurnal Program Studi PGMI qolamuna : Jurnal studi islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal EVALUASI Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Tadbir Muwahhid ALQALAM FIKRAH Paedagogia: Jurnal Pendidikan Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Scope: Journal of English Language Teaching Sosio Dialektika Khazanah Pendidikan Islam Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal Of English Literature, Linguistic, and Education (JELLE) LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Education, Teaching, and Social Sciences Journal of Scientific Research, Education, and Technology International Journal of Science Education and Cultural Studies AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Islam Journal of Mandalika Literature English Education, Linguistics and Literature Journal Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam International Journal of Nusantara Islam Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Journal of Asian Islamic Educational Management Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : ALQALAM

KONSEP DASAR PENERJEMAHAN Ma'mur, Ilzamudin
ALQALAM Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.382 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i102.1643

Abstract

Penerjemahan secara teori dan praktek sudah mulai dibahas paling tidak sejak satu abad sebelum masehi, yakni pada masa Cicero, dan pada zaman sekarang perdebatan di seputar arti penting antara teori dan praktek penerjemahan pun masih mewarnai literatur tentang penerjemahan. Hal ini mengindikasikan bahwa mengkaji masalah penerjemahan, walaupun pengakuamnya secara akademis merupakan fenomena baru-baru ini saja, masih tetap menarik. Tulisan ini tidak bermasud memasuki belantara perdebatan antara mereka yang pro dan mereka yang kontra mengenai hubungan teori dan praktek penerjemahan, melainkan lebih mengambil jalan tengah bahwa antara teori dan praktek saling melengkapi. Pengetahuan yang baik mengenai teori penerjemahan diharapkan akan menghasilkan produk terjemahan yang baik. Demikian pula, pengalaman penerjemahan yang cermat dan baik tidak menutup kemungkinan akan bisa menghasilkan teori penerjemahan baru, atau paling tidak melengkapi teori yang ada sehingga semakin meramaikan hazanah teori penerjemahan pada umumnya. Alih­alih membahas praktek penerjemahan, tulisan ini akan membatasi diri pada pembahasan tataran teori penerjemahan yang dikemukakan para-pakar penerjemahan mutakhir, mulai dari Nida hingga Newmark mengenai hakikat penerjemahan, syarat penerjemah, jenis terjemahan, metode, proses dan prosedur penerjemahan, dan evaluasi menerjemahan.
SEMANTICS AND WORD-FORMATION IN MODERN ENGLISH Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.896 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1457

Abstract

Semantic adalah salah satu cabang linguistik yang mengkaji makna, yang tataran kajiannya pada tingkat kata dan kalimat. Makna kata dan kalimat saling berhubungan: karena kata secara terpisah sulit dipahami maknanya, dan sebaliknya, kalimat tidak bisa dipahami sepenuhnya bila ada kata, khususnya kata kunci, yang secara individu tidak dipahami, terutama dalam bahasa Inggris. Salah satu upaya untuk memahami makna kalimat dengan bantuan makna individu adalah dengan cara mengenal proses pembentukan kata dalam bahasa lnggris, yang dalam bahasa Lyons disebut dengan ''productive derivational rules of word formation". Dengan mengenali ciri-ciri atau bentuk dan menguasai aturan pembentukan kata bahasa Inggris, diharapkan pengguna bahasa tersebut, terutama mahasiswa jurusan bahasa Inggris, tidak saja bisa memaknai makna teks bahasa Inggris dengan benar dan lebih baik tanpa ‘terlalu sering' membuka kamus, tetapi mereka juga bisa menyusun kalimat sendiri dengan menggunakan kata-kata baru yang dihasilkan dari pembentukan kata yang sama dari kelas kata yang lain. Empat kelas kata yang dibahas dalam kaitannya dengan word-formation di sini adalah nomina, verba, adjective, dan adverbia. Kajian word-formation, yang biasanya dikaji dalam morfologi, memang secara sekilas tidak ada hubungannya dengan semantics, tetapi sesungguhnya ia secara tidak langsung berhubungan. Pandangan ini, di antaranya dianut oleh Joan L. Bybee. Ia mengatakan, bahwa kajian morfologi mendekati morfem sebagai unit (terkecil) lingusitik dengan kandungan semantik. Salah seorang Linguis Indonesia: Harimurti Kridalaksana, jugaberpendapat senada bahwa subsistem fonologis, garamatikal, dan leksikal tidak bisa lepas dari aspek-aspek semantis.Keyword: Linguistiks, Modern Engliah, Part of Speech.
SHAH WALI ALLAH AND ABUL A'LA MAWDUDI Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 17 No 85 (2000): April - June 2000
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.636 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v17i85.1475

Abstract

Shah Wali Allah dan Sayyid Abul A'la Mawdudi adalah pemikir-pemikir Muslim dari Anak-benua lndo-Pakistan yang sangat terkemuka pada masanya, masing-masing abad ke-18 dan 20. Kedua ulama ini yang masing-masing dipandang mewakili kaum Modernis dan Tradisionalis hingga tingkat tertentu, mempunyai pemikiran yang menyentuh spektrum yang cukup luas mulai dari ilmu agama tradisional seperti tafsir, fiqh, bahasa Arab dan sejarah Islam hingga ilmu umum modern seperti ilmu ekonomi, Pendidikan dan politik kenegaraan. Dari sekian banyak aspek pemikiran mereka tersebut, pemikiran politik menjadi kajian utama dalam tulisan ini. Kemudian karena konsep dasar filsafat politik adalah konsep negara, maka tulisan ini lebih diarahkan pada pemikiran mereka yang menyangkut bentuk dan tujuan negara, peran kepala negara, syarat kepala negara, gelar kepala negara, tugas kepala negara, dan jenis golangan warga dari negara Islam. Kendati terdapat beberapa perbedaan dan sekaligus persamaan, gagasan umum mereka adalah ingin melihat terciptanya umat Islam, khususnya di Indo-Pakistan dan umumnya dunia Islam, bersatu padu di bawah bendera Islam. Sejalan dengan pemikiran ini, mereka sependapat bahwa tujuan dari negara Islam adalah untuk menjamin diterapkannya ajaran-ajaran lslam. Negara bukanlah tujuan melainkan sekedar alat untuk mencapai tujuan yang lebih luas dan mulia yang dalam bahasa Iqbal dimaksudkan "untuk mewujudkan Kerajaan Tuhan di Bumi".
ENGLISH FOR ISLAMIC STUDIES (EIS) Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 22 No 2 (2005): May - August 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.924 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i2.1382

Abstract

English jor Islamic Studies (from now on, EIS) is a kind of English for Academic Purposes that should be taken by all the students, mostly with multilingual backgrounds, at the Islamic higher educational institutions either run by the government or by private education faundations in Indonesia. One of the main of objective of EIS is to help the students improve their reading skill so as to be able to handle a variety of English written texts on "Islamic related studies. To enable both lecturers and students to achieve this objective, therefore, an appropriate syllabus and material development should be searched, for and designed comprehensively.Key Words: Curriculum, Syllabus design, Material design.
IHWAL PENERJEMAHAN Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 25 No 2 (2008): May - August 2008
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.399 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v25i2.1683

Abstract

Penerjemahan, kendati secara akdemis mempakan fenomena bam-bam ini saja, Sejatinya merupakan tindak komunikasi yang telah dilakukan orang dan berlangsung selama berbadad. Peminatnya meliputi tidak saja para linguis dan sastrawan tetapi juga para pakar dalam bidang yang semakin menjauh seperti antroplogi, psikologi hingga matematika. Kenyataanya penerjemah telah memainkan peran krusialnya di sepanjang peradaban umat manusia mulai dari masa klasik, abad pertengahaan, hingga zaman modern sekarang. Selain itu, dari sudut kajian teoretis, peredebatan apakah penerjemahan itu ilmu, teori, seni, keterampilan atau selera masih terus bergulir sebagaimana direfleksikan oleh beragamnya judul buka tentang penerjemahan. Namun demikian, perkembangan terahir nampaknya, istilah translation studies lebih banyak digunakan para teoretisi dan praktisi penerjemahan, suatu istilah payung, karena mencakup penerjemahan dan penjurumbahasaan, yang diperkenalkan pertama kali oleh James Straton Holmes.Kata Kunci: Penerjemahan, penerjemah, Sejarah penerjemahan
INDEKS PENULIS DAN JUDUL ARTIKEL DALAM AL-QALAM VOL. 23, NO. 1 - 3, TAHUN 2006 Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.605 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i3.1508

Abstract

Indeks Penulis dan Judul Artikel dalam ALQALAM Vol. 23, No. 1 - 3, Tahun 2006
THE IDEA OF IJTIHAD OF THE INDO­-PAKISTAN SUBCONTINENT MUSLIM SCHOLARS Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.639 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1646

Abstract

Di antara banyak konsep dalam kajian Islam, konsep ijtihad memiliki daya tarik tersendiri. Shah Wali Allah dan Muhammad Iqbal, dua ulama-pemikir generasi yang berbeda dari anak benua India, termasuk kaum cendekiawan yang menaruh minat pada konsep tersebut. Alih-alih mempercayai bahwa pintu ijtihad telah tertup, keduanya menyerukan agar cendekiawan Muslim, berdarsarkan kapsitas yang dimiliki, melakukan ijtihad sesuai dengan tututan zaman dan keadaan. Bagi mereka pintu ijtihad masih terbuka lebar, khususnya bagi masalah­masalah yang tidak secara jelas dinyatakan dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi. Menurut Wali Allah, ijtihad merupakan sine quanon bagi terciptanya masyarakat Muslim yang sehat dan tangguh. Ibarat dokter, mujtahid harus bisa merekomendasikan obat yang tepat untuk penyakit yang berbeda bagi orang/masyarakat yang berbeda pada waktu dan tempat yang berbeda pula. Obat mujarab bagi masyarakat yang dilanda konflik madzhab internal Sunni di satu pihak, dan madzhab Syiah di lain pihak adalah takhayyur da Sebagaimana Wali Allah, Iqbal memandang ijtihad sebagai bagian integral dari prinsip pergerakan dan pembahan. Ijtihad memberikan sentuhan sifat dinamis serta aplikasi unversal bagi doktrin-doktrin Islam. Sementara itu, dari sisi praktik, Iqbal yang menyaksikan 'kebingungan' umat Islam dalam memilih bentuk negara setelah terlepas dari cengekaraman penjajah, melakukan ijtihad politik dengan mengajurkan republik yang demokratis sebagai bentuk negera Islam yang ideal Berbeda dengan Wali Allah, pada saat sekarang ini pada zaman yang dibelit beraneka ragam masalah kompleks ijtihad tidak bisa lagi dilakukan secara individual melainkan secara kolektif, yakni dengan melibatkan berbagai pakar dengan disiplin yang berbeda sesuai dengan masalah yang hendak dicarikan solusinya secara rasional dan Islami.
PROSES PENERJEMAHAN Ilzamudin Ma'mur
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.998 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1666

Abstract

Karya suatu terjemahan, sebelum sampai di tangan khalayak pembacanya, sejatinya telah mengalami proses panjang yang bersifat sirkuler. Para teoretisi penerjemahan, berdasarkan pengalaman empiris dan praktis mereka, telah merumuskan tahapan-tahapan yang pada umumnya dilalui penerjemah professional dan pemula dalam melakukan tugasnya. Dalam tulisan ini dibincangkan paling tidak tujuh model tahapan proses penerjemahan sebagaimana dikemukakan oleh Harvey, et.al.; Nida dan Taber; Larson; Wils; Bell; Roberts; dan Batgate. Di antara tujuh model proses penerjemahan tersebut yang paling sering dirujuk orang adalah model Nida dan Taber. Bahkan dapat dikatakan model proses yang lainnya merupakan simplifikasi dan mungkin elaborasi dari mode mereka. Nida dan Taber berpendapat bahwa ada tiga tahapan yang dapat dilalui penerjemah: analisis, transfer dan restrukturisasi.
Co-Authors Abdul Aziz Abdullah, Wawan Ade Fakih Kurniawan Adha Mubarok Agus Gunawan Agus Gunawan Agus Gunawan Agus Gunawan Agus Gunawan Agus Gunawan Agus Gunawan Ahmad Ali Umayudin Ahmad Bazari Syam Ahmad Bazari Syam Ahmad Bazari Syam Ahmad Bazari Syam Ahmad Bazari Syam Akhmad Basuni Anita Anita Anita Anita Anita Arisal Nurhadi azzahra, syeha nabila azzahra, syeha nabila Birru Muqdamien Buchori, Uuh Dirjo, Dirjo Encep Syarifudin Eneng Muslihah Enung Nugraha Enung Nugraha Fandi Adpen Fandy Adpen Lazzavietamsi Faroji, Ahmad Firdaos, Rizal Firmansyah, Dinata Fithri Yudin Fitri Hilmiyati Gopur, Abdul Hanif, Abdullah Heryatun, Yayu Ilahi, Witri Nur Ilahi, Witri Nur Imroatun Imroatun Juhji, Juhji Khaeroni, Khaeroni Khairul, Khairul Ikhwan Khaulia Hanifa Lugowi, Rifyal Ahmad Mamat Rahmatullah MUHAJIR Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhammad Habibi Nafan Tarihoran Naf’an Tarihoran Nugraha, Enung Nurdin Rivaldy Nurdin Rivaldy Nurhalim Nurhalim Oktaviana, Fadilla Oktaviana, Fadilla Pitriani, Pipit Purnama Rika Perdana Purnama Rika Perdana Purnama Rika Perdana Purnama Rika Perdana, Purnama Rika Puspa Safitrie Ridwan Setiawan Rifyal Ahmad Lugowi Rijal Firdaos Rijal Firdaos Rodiatul Mutmainah Safiudin Saputra, Yogi Damai Sari, Ahmad Fitriyadi Shobri Shobri, Shobri Sholahuddin Al Ayubi Sirojuddin, Rumbang Siti Maryam Siti Maryam Suaidi, Afif Subhan Subhan Subhan Supriyadi, Yayat Syaiful Syam, Ahmad Bazari Syarifudin, Encep Syihabudin, Tubagus Tarihoran, Naf'an Tatu Siti Rohbiah Teuku Adamsyah Tubagus Syihabudin Tubagus Syihabudin Undi Siti Sutiawati Undi Siti Sutiawati Utami Syifa Masfu'ah Uuh Buchori Wahyu Hidayat Wasehudin Wasehudin, Wasehudin Yayat Supriyadi Yazid Rukmayadi ZAFA, NUR ‘AFIFAH Zohriah, Anis