p-Index From 2021 - 2026
10.103
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tata Kelola Ekonomi Biru Daerah: Analisis Gap antara Desain Kebijakan, Kinerja Ekonomi, dan Realisasi Kesejahteraan di Bima dan Dompu Firmansyah; Haeril; Junaidin
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berangkat dari paradoks pembangunan pesisir di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, ketika potensi sumber daya kelautan yang melimpah belum sepenuhnya bertransformasi menjadi kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian bertujuan menganalisis kesenjangan antara desain kebijakan ekonomi biru, kinerja ekonomi sektoral, dan realisasi kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, analisis dokumen kebijakan, serta data ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan berkontribusi dominan terhadap PDRB, mencapai 39,7% di Kabupaten Bima dan 40,4% di Kabupaten Dompu pada tahun 2025, dengan pertumbuhan ekonomi masing-masing sebesar 2,82% dan 3,44%. Namun, peningkatan kinerja ekonomi tersebut belum berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat pesisir, yang masih ditandai tingkat kemiskinan pesisir sebesar 14,2%, rendahnya hilirisasi ekonomi, serta terbatasnya integrasi rantai nilai lokal. Meskipun rata-rata pendapatan rumah tangga nelayan meningkat dari Rp2,15 juta menjadi Rp2,98 juta per bulan selama periode 2021–2025, manfaat ekonomi masih terkonsentrasi pada rantai distribusi tertentu. Temuan ini menegaskan perlunya restrukturisasi tata kelola ekonomi biru melalui integrasi kelembagaan, penguatan nilai tambah lokal, dan pembangunan pesisir yang lebih inklusif guna memastikan pertumbuhan ekonomi maritim dapat terkonversi menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekonomi Biru, Tata Kelola Daerah, Kesejahteraan Pesisir, Kinerja Ekonomi, Pembangunan Berkelanjutan.   Abstract This study is grounded in the paradox of coastal development in Bima and Dompu Regencies, where abundant marine and fisheries resources have not been fully translated into improved coastal community welfare. The research aims to examine the gap between blue economy policy design, sectoral economic performance, and welfare outcomes. A qualitative descriptive approach with a case study design was employed through in-depth interviews, field observations, policy document analysis, and regional economic data assessment. The findings reveal that the marine and fisheries sector remains the dominant contributor to regional economic output, accounting for 39.7% of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in Bima Regency and 40.4% in Dompu Regency in 2025, while regional economic growth reached 2.82% and 3.44%, respectively. Despite this economic significance, the gains have not been proportionally reflected in coastal welfare, as evidenced by a coastal poverty rate of 14.2%, limited downstream industrialization, and weak integration of local value chains. Although the average monthly income of fishing households increased from IDR 2.15 million to IDR 2.98 million between 2021 and 2025, economic benefits remain concentrated within specific segments of the distribution chain. These findings underscore the need for restructuring blue economy governance through institutional integration, strengthening local value-added production, and promoting more inclusive coastal development to ensure that maritime economic growth can be effectively transformed into sustainable and equitable welfare outcomes. Keywords: Blue Economy, Regional Governance, Coastal Welfare, Economic Performance, Sustainable Development.
Konstruksi Adaptasi Implementasi MBKM dalam Perspektif Kapasitas Kelembagaan dan Asimetri Akses Pendidikan Tinggi Regional Rifai Rifai; Mukhlis Ishaka; Abdul Kadir; Haeril Haeril
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1177

Abstract

Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi daerah periferal menghadapi kesenjangan antara desain kebijakan nasional dan kapasitas kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi kebijakan tersebut di perguruan tinggi Kota Bima dengan menelaah kapasitas institusi, strategi adaptasi lokal, ketimpangan akses mahasiswa, dan mekanisme evaluasinya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa, serta analisis dokumen kurikulum, laporan kegiatan, dan dokumen kerja sama. Data dianalisis melalui pengkodean, kategorisasi, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme institusi terhadap kebijakan nasional belum diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital, jaringan kemitraan, dan dukungan finansial mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi mengadaptasi program melalui kegiatan berbasis komunitas, desa, dan pemerintah daerah. Namun, adaptasi ini belum sepenuhnya mengatasi ketimpangan akses dan kecenderungan evaluasi yang masih berorientasi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan di daerah periferal bersifat kontekstual, adaptif, dan tidak linear. Keberhasilannya memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan, dukungan afirmatif bagi mahasiswa, pengembangan kemitraan lokal, dan evaluasi berbasis capaian pembelajaran.
Kapabalitas Kelembagaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima Dalam Penanggulangan Bencana haeril haeril; Nur Anilawati; Suraya Suraya
Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram Vol 7 No 1 (2021): JURNAL ILMIAH Tata Sejuta STIA Mataram
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32666/tatasejuta.v7i1.182

Abstract

Institutional capability becomes a measure of understanding and ability of local governments in disaster management efforts. This study aims to analyze and describe the institutional capabilities of the Bima District Government in disaster management. This study used descriptive qualitative method. The results show that Disaster management policies have not become a priority for Regional Government policies, financial resources are still minimal where the budget ceiling in regional disaster management has not met the 1 percent figure, even though according to law it requires at least 1 percent of the APBD, causing integration and coordination ineffective institutions, thus collective efforts to achieve disaster management objectives are also not maximal. In addition, the low disaster resilience index in Kabupaten Bima is still at level 3 based on the Hyogo Frameworks for Actions (HFA) indicator. This explains that the Bima District Government has implemented efforts to reduce disaster risk, but with achievements that are still sporadic in nature due to the absence of institutional commitment and / or systematic policies and weak budgetary support. In addition, data on the level of preparedness and capacity of Kabupaten Bima in the face of various types of disasters is at a low level and is very risky. For this reason, it is very important to involve all SKPDs in mainstreaming Disaster management in every regional policy. Also involving researchers, NGOs, the privat sector, as well as capacity building and community participation as an effort to change the paradigm of disaster management in Bima Regency. In addition, it is necessary to implement a strong disaster management mechanism with a disaster risk reduction perspective.
Co-Authors Abdul Kadir Abdul Kadir Ahmad Usman Ahmad, Syarif Ainun Kurniati Ainun Nida Rifqi, Ainun Nida Akhyar Akhyar Akhyar Akhyar Albar Albar Amin, Rizqy Mutmainnah AMRIZAL SALIDA Andi Ulfiana Fitri Ardiansyah, Nike ARDYANSAH, ADY Ariani Rosadi Arman Arman , Arman Arman Cikita Berlian Hakim Dian Anggraeni Rachman Eko Priyo Purnomo Eko Priyo Purnomo Emil Fatra Fadlina Firdaus Firdaus Firman Firman Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Haerun Yasin Hamidah, Nur Khusnul Hamzah Harun Al-Rasyid Hargiani, Fransisca Xaveria Hendra Hendra Heppi Syofya, Heppi Hidayatullah, Arief HIDAYATULLAH, ARIEF Imam, Sadrul Irawansyah Irawansyah Irfadat, Taufik Irwandi Rachman, Irwandi Jasman , Jeki Purnomo juminarni, Aryuni Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kasman Kasman Kasman Kasman Kasman Kasman Kasman Kurnia M, Fakhruddin Kurniawan Kurniawan Kurniawan Wawan Hasanuddin Lilis Yani Lubis Hermanto M. Irfan M. Taufiq Makmur, Maryam Marfah, Marfah Mas'ud Mas'ud Mas'ud, Mas'ud Mas’ud Mas’ud Mas’ud, Mas’ud Masud masud Mas’ud Mas’ud Mas’ud Mas’ud Mega Fatimah Rosana Muhammad Irfan Muhammad Nur Muhammad Nur Mukhlis Ishaka Nasution, Abdillah Arif Nasution, Aulia Arif Nike Ardiansyah Nike Ardiansyah Niken Ardiansyah Nur Khusnul Hamidah Nur Khusnul Hamidah Nur Khusnul Hamidah Nur, Yustika Nuranilawati, Nuranilawati Nurfarhati Nurfarhati Nurfarhati Nurfarhaty, Nurfarhaty Nurhasanah Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Nurlaila Oktafiana, Pingkan P Purwanto Rahmad Hidayat Rahmi ramadoan, syahri Renni Sartika Rifai Rifai Rifai Rifai Rifai Rini, Asrini Rizal R. Manullang Sadrul Imam Sahrul, Sahrul Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salahuddin Salahuddin Sukamto, Ika Sumiyarsi Suraya . Suraya Suraya Suraya Suraya Suraya Suraya Suraya Suraya Syahri Ramadoan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Tasrif Tasrif Tasrif Tasrif Taufik Iradat Taufik Irfadat Taufik Irfadat Tauhid, Tauhid Usman Ahmad Wahyuli, Sri Wardani, Megasuciati Wawan Mulyawan Wawan Mulyawan Yasin, Haerun Yudhi Lestanata Yuli Yanti Daaris