p-Index From 2021 - 2026
11.285
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Record and Library Journal Hasanuddin Law Review Jurnal Studi Al-Qur'an Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Halu Oleo Law Review MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IKRA-ITH EKONOMIKA Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat SIGn Jurnal Hukum Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Indonesia Berdaya Journal Economy And Currency Study (JECS) Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam RIO LAW JURNAL JURNAL BARUNA HORIZON TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal PKM Manajemen Bisnis Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Applied Business and International Management Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Multiverse: Open Multidisciplinary Journal IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Journal of Exploratory Dynamic Problems Tadris: Manajemen Pendidikan Islam AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Pengambilan Keputusan Oleh Tokoh Minke di Tengah Penindasan Kolonial pada Film Bumi Manusia Yuandina, Radhika; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Amalia, Rizky
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v3i3.2891

Abstract

Decision-making is crucial for both individuals and organizations because the quality of decisions made today will determine the direction and sustainability of the future. In educational and social contexts, sound decisions play a crucial role in realizing justice, equality, and progress at the institutional and societal levels. This article focuses on the analytical decision-making style demonstrated by Minke in the film Bumi Manusia (2019), examining the main character's thought processes and actions when facing complex situations. This research uses a qualitative descriptive method through film observation, by closely observing scenes, dialogues, and interactions between characters, then analyzing them based on analytical decision-making theory. The results reveal that Minke consistently demonstrates an analytical decision-making style in several key events, such as choosing an intellectual path through writing, supporting Nyai Ontosoroh's struggle, continuing his education despite facing discrimination, rejecting offers from colonial officials, and maintaining loyalty to Annelies. These decisions reflect a structured mindset, a long-term orientation, moral courage, and integrity grounded in humanitarian values. These findings suggest that an analytical style is an effective strategy in facing social and political challenges because it combines analytical acumen with a moral foundation. Thus, this research contributes to enriching insight into the dynamics of decision-making and opens up opportunities for further studies on other decision-making styles in the representation of film as a popular medium.
Interpretasi Strategi Manajemen Diri dalam kesuksesan Merry Riana (Studi Kualitatif dalam Film Mimpi Sejuta Dolar) Calista, Ellysia Dea; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuksesan sering dikaitkan dengan ketekunan dan kemampuan manajemen diri. Namun, tidak semua individu mampu menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan psikologis yang dapat menghambat pencapaian tujuan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi strategi manajemen diri dalam film Mimpi Sejuta Dolar serta mengaitkannya dengan perspektif teoretis. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menafsirkan adegan-adegan film yang merefleksikan lima komponen manajemen diri: pengetahuan diri, regulasi diri, perencanaan diri, motivasi diri, dan evaluasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Merry Riana, secara konsisten menerapkan kelima komponen tersebut sehingga mampu menjaga fokus, ketangguhan, dan kemajuan meski menghadapi berbagai kesulitan. Studi ini menegaskan bahwa film dapat menjadi media pembelajaran non-formal yang relevan, sekaligus menyoroti pentingnya manajemen diri dalam kehidupan nyata. Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan menganalisis representasi media lain untuk memperkaya pemahaman keterampilan manajemen diri abad ke-21.
Representasi Nilai Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Pada Fi lm The Lion King Ameziziana, Ameziziana; Bilqis Kinanti, Amara; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Amalia Sinulingga, Rizky; Gayuh Aji , Gagas
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5317

Abstract

ABSTRAK Saat ini, penggunaan teknologi digital membuka banyak peluang dalam membentuk karakter dan membangun kepemimpinan, terutama melalui platform belajar online dan media sosial yang mendorong partisipasi generasi muda. Namun, pengembangan ini sering kali hanya fokus pada aspek teknis dan kecepatan dalam menyampaikan informasi, sehingga kurang memperhatikan pembentukan nilai moral, etika, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai kepemimpinan transformasional ditunjukkan oleh tokoh Simba dalam film The Lion King, sebagai upaya memahami bagaimana cerita populer bisa menjadi media untuk membangun kepemimpinan yang jujur dan bermoral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada empat aspek utama,yaitu pengaruh ideal, motivasi yang memotivasi, pengembangan intelektual, dan pertimbangan individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan Simba dari sosok yang menghindari tanggung jawab menjadi seorang pemimpin yang berani dan adil memberikan contoh kuat tentang pentingnya kepemimpinan yang didasari nilai. Penelitian ini diharapkan bisa melengkapi pendekatan teknologi dalam pembentukan kepemimpinan dengan memperkuat aspek karakter dan moralitas. ABSTRACT Currently, the use of digital technology opens up many opportunities in shaping character and building leadership, especially through online learning platforms and social media that encourage youth participation. However, this development often focuses only on technical aspects and speed in delivering information, thus neglecting the formation of moral values, ethics, and responsibility as important parts of leadership. This study aims to analyze how transformational leadership values are demonstrated by the character Simba in the movie The Lion King, in an effort to understand how popular stories can be a medium for building honest and moral leadership. This study uses a descriptive qualitative method with a focus on four main aspects, namely idealinfluence, motivating motivation, intellectual development, and individual consideration. The results show that Simba's transformation from a figure who avoids responsibility to a brave and fair leader provides a strong example of the importance of values-based leadership. This research is expected to complement the technological approach to leadership development by strengthening character and morality aspects.
Representasi Kepemimpinan pada Karakter Alif (Film Menolak Diam!) Niza Unnavi, Ningrum; Bilqis Kinanti, Amara; Dimisqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amaliyah, Amaliyah; Amalia Sinulingga , Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5323

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mengarahkan dan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin idealnya tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan penggerak perubahan. Dalam prosesnya, nilai integritas, keberanian, dan rasa tanggung jawab memiliki peran penting dalam membentuk kepemimpinan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinan transformasional dalam film Menolak Diam! yang menyoroti perjuangan melawan ketidakadilan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif, melalui pengamatan adegan serta kajian teori kepemimpinan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama berhasil mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui semangat perubahan, kejujuran, dan kepedulian terhadap keadilan sosial. Namun, pendekatan tersebut juga memunculkan tantangan karena tidak semua pihak dapat menerima perubahan yang ditawarkan, seperti Alif yang akhirnya harus menghadapi tekanan dari pihak sekolah dan lingkungan sekitar saat memperjuangkan keadilan. ABSTRACT Leadership is the ability of a person to direct and influence others to work together to achieve predetermined goals. An ideal leader not only gives directions but is also able to inspire and drive change. In the process, the values of integrity, courage, and responsibility play an important role in shaping effective leadership. This study aims to analyze the representation of transformational leadership in the film Menolak Diam! (Refusing to Be Silent!), which highlights the struggle against injustice in schools. This study uses a descriptive qualitative method with a narrative approach, through observation of scenes and a review of leadership theory from various sources.The results of the study show that the main character successfully influences his surroundings through his spirit of change, honesty, and concern for social justice. However, this approach also presents challenges because not everyone can accept the changes offered, such as Alif, who ultimately has to face pressure from the school and his surroundings while fighting for justice.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Visioner Pada Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta Romadhoni Sasongko, Nandamar; Fikri, Muhammad; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Amalia Sinulingga, Rizky; Gayuh Aji , Gagas
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5332

Abstract

AbstractLeadership is a factor that can determine the success of an organization in achieving its goals. This study aims to analyze the implementation of visionary leadership in the film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), on Sultan Agung’s character as a historical leader with long-term vision, moral courage, and a deep commitment to Javanese cultural values. Using a descriptive qualitative approach, the research examines key scenes that depict Sultan Agung’s political strategies, inspirational communication, and personal sacrifices in resisting VOC colonialism. The film illustrates that visionary leadership is not solely about power, but also about shaping the people’s character through education and cultural preservation. Sultan Agung is portrayed as a religious, humanistic, and strategic leader who integrates local wisdom with sustainable development principles, aligning with SDG 16. This analysis affirms that film can serve as an effective educational medium to foster public understanding of leadership that is just, inclusive, and future-oriented. The representation of Sultan Agung also demonstrates how visionary leadership can build collective solidarity and historical awareness in the face of socio-political challenges. Thus, his character becomes a compelling reflection of leadership that remains relevant and inspirational within the contemporary Indonesian context. AbstrakKepemimpinan merupakan faktor yang dapat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan visioner dalam film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), dengan fokus pada karakter Sultan Agung sebagai representasi pemimpin historis yang memiliki visi jangka panjang, keberanian moral, dan komitmen terhadap nilai-nilai budaya Jawa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji adegan-adegan kunci yang menampilkan strategi politik, komunikasi inspiratif, dan pengorbanan pribadi Sultan Agung dalam menghadapi kolonialisme VOC. Film ini menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pada pembangunan karakter rakyat melalui pendidikan dan pelestarian budaya. Sultan Agung digambarkan sebagai pemimpin religius, humanis, dan strategis yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, selaras dengan tujuan SDG 16. Analisis ini menegaskan bahwa media film dapat menjadi sarana edukatif yang efektif dalam membentuk pemahaman publik tentang kepemimpinan yang adil, inklusif, dan berorientasi masa depan. Representasi Sultan Agung dalam film ini juga memper-lihatkan bagaimana kepemimpinan visioner mampu membangun solidaritas kolektif dan kesadaran historis dalam menghadapi tantangan sosial-politik. Dengan demikian, karakter Sultan Agung menjadi refleksi dari kepemimpinan yang relevan dan inspiratif bagi konteks Indonesia masa kini.
Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Tokoh Naruto Uzumaki dalam Film Naruto Shippuden Ilham Rohmatulloh, Sendi; Fikri, Muhammad; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Rizky, Rizky; Aji , Gagas
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5333

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan transformasional penting dipahami karena mampu mendorong perubahan dan memberi inspirasi bagi pengikut, namun dalam representasi fiksi seperti anime Naruto Shippuden nilai kepemimpinan ini sering dianggap sekadar hiburan, bukan refleksi nyata dari teori kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Naruto Uzumaki menunjukkan kepemimpinan transformasional melalui dialog dan tindakannya, serta menghubungkannya dengan praktik kepemimpinan modern. Metode yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif dengan kajian naratif pada adegan yang relevan, berfokus pada empat dimensi kepemimpinan transformasional yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naruto mampu memengaruhi, menginspirasi, dan menumbuhkan keyakinan baik pada lawan maupun sekutunya, yang sejalan dengan teori kepemimpinan modern. Namun, kontradiksi muncul karena dalam dunia nyata penerapan kepemimpinan transformasional kerap terbentur birokrasi dan resistensi organisasi, hal yang jarang ditampilkan dalam narasi fiksi. Temuan ini menegaskan bahwa media populer dapat menjadi sumber refleksi kepemimpinan, dan penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian pada karya fiksi lain untuk dibandingkan dengan praktik nyata. ABSTRACT Transformational leadership is important to understand because it can drive change and inspire followers; however, in fictional representations such as the anime Naruto Shippuden, this leadership value is often perceived merely as entertainment rather than a reflection of actual leadership theory. This study aims to examine how Naruto Uzumaki demonstrates transformational leadership through his dialogue and actions, and how it relates to modern leadership practices. The method employed is qualitative descriptive, with a narrative examination of relevant scenes, focusing on the four dimensions of transformational leadership: idealized influence, inspirationalmotivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The findings indicate that Naruto is able to influence, inspire, and foster confidence in both allies and opponents, aligning with modern leadership theory. Nevertheless, contradictions arise because in the real world, the implementation of transformational leadership often encounters bureaucratic obstacles and organizational resistance—challenges rarely depicted in fictional narratives. These findings emphasize that popular media can serve as a source of leadership reflection, and future research could expand the study to other fictional works for comparison with real-world practices.
Representasi Kepemimpinan Transformasional Pada Karakter Abah dalam Film Keluarga Cemara 1 Seisha Hariono, Emely; Indah Dwi Ariani, Novita; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5391

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan sering kali dikaitkan dengan organisasi dan institusi, tetapi juga muncul di dalam keluarga. Film Keluarga Cemara 1 menggambarkan Abah sebagai sosok ayah yang membimbing keluarganya melalui masa krisis setelah kehilangan stabilitas keuangan. Penelitian ini menganalisis bagaimana kepemimpinan Abah mencerminkan prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan naratif, adegan-adegan dalam film diteliti untuk menginterpretasikan perilakuAbah berdasarkan empat dimensi inti dari kepemimpinan transformasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abah mencerminkan integritas, memotivasi anak-anaknya dengan optimisme, mendorong tanggung jawab dan pemikiran kritis, serta memberikan perhatian individu untuk membangun kepercayaan. Karakteristik ini memungkinkan keluarga untuk menyesuaikan diri dan tetap bersatu dalam situasi sulit. Penelitian ini menyarankan bahwa film-film populer dapat berfungsi sebagai media pendidikan dengan menyajikan contoh konkret kepemimpinan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. ABSTRACT Leadership is often associated with organizations and institutions, yet it also emerges within families. The movie Keluarga Cemara 1 presents Abah as a father who guides his family through crisis after losing financial stability. This research examines how Abah’s leadership reflects the principles of transformational leadership. Applying a qualitative descriptive method with a narrative approach, film scenes were analyzed to interpret Abah’s behaviors based on four core dimensions of transformational leadership. The results indicate that Abah exemplifies integrity, inspires his children with optimism, encourages responsibility and critical thinking, and provides individual attention to build trust. These qualities enable the family to adapt and remain united in difficult situations. The study suggests that popular films can serve as educational media by portraying practical examplesof leadership that are relevant to everyday life.
Representasi Kepemimpinan Transformasional Perempuan dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” (2024): Pemaknaan Peran Ibu sebagai Pemimpn Keluarga Chandika Maharani, Vannesya; Bilqis kinanti, Amara; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amaliya Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5428

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan transformasional biasanya dibicarakan dalam lingkungan organisasi dan dianggap mampu meningkatkan hasil kerja serta semangat para anggotanya. Meskipun begitu, penelitian tentang kepemimpinan transformasional dalam keluarga masih belum banyak, padahal keluarga adalah unit sosial yang paling kecil namun sangat penting dalam membentuk kepribadian dan nilai moral seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai kepemimpinan transformasional terlihat dalam film Bila Esok Ibu Tiada (2024) melalui sosok Ibu Rahmi, yang berperan sebagai ibu dan sekaligus pemimpin keluarga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif, dengan menganalisis adegan dan dialog dalam film yang menunjukkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruh ideal, motivasiinspiratif, stimulasi intelektual, serta pertimbangan individual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibu Rahmi mampu mempertahankan keharmonisan keluarga dengan penuh empati, menjadi contoh moral yang baik, serta mendorong anak-anak untuk berpikir lebih jernih. Namun, tindakannya menyembunyikan penyakit anak juga menunjukkan adanya dilema antara perlindungan dan transparansi, sehingga kepemimpinan dalam keluarga tidak selalu sempurna. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa film bisa menjadi alat pembelajaran tentang kepemimpinan yang penuh nilai moral, serta memberikan ruang untuk mempertimbangkan peran ganda perempuan sebagai ibu sekaligus pemimpin keluarga. ABSTRACT Transformational leadership is commonly discussed in organizational settings and is considered capable of improving work performance and the morale of its members. However, research on transformational leadership within the family is still limited, even though the family is the smallest social unit but is very important in shaping a person's personality and moral values. This study aims to analyze how transformational leadership values are seen in the film Bila Esok Ibu Tiada (2024) through the character of Ibu Rahmi, who plays the role of both mother and family leader. The method used is a descriptive qualitative method with a narrative approach, by analyzing scenes and dialogue in the film that demonstrate four dimensions of transformational leadership: idealized influence,inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. The results show that Ibu Rahmi is able to maintain family harmony with empathy, serves as a good moral example, and encourages children to think more clearly. However, her actions in concealing her child's illness also demonstrate the dilemma between protection and transparency, so that family leadership is not always perfect. Thus, this study shows that film can be a learning tool about leadership full of moral values, and provides space to consider the dual role of women as mothers and family leaders.
Kepemimpinan Perempuan Dalam Lingkungan Maskulin: Representasi Ketangguhan Bu Broto Dalam Film Losmen Bu Broto Putri Ramadhani, Dinar; Assita, Rodhatul; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5430

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah adanya stereotip gender yang membatasi ruang kepemimpinan perempuan, khususnya dalam lingkungan yang maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketangguhan kepemimpinan transformasional Bu Broto dan kaitannya dengan prinsip SDG 5. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis wacana kritis dan semiotika terhadap film Losmen Bu Broto. Hasil penelitian menunjukkan Bu Broto direpresentasikan sebagai pemimpin transformasional yang tangguh melalui empat dimensinya, mampu menghadapi tantangan patriarki dengan memadukan ketegasan dan empati. Temuan ini memperkaya wacana kepemimpinan perempuan dan media studies dengan menawarkan modelrepresentasi alternatif yang memberdayakan. Implikasinya, film berpotensi menjadi alat edukasi untuk mendorong kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan dalam masyarakat. ABSTRACT The background of this research is the persistent gender stereotypes that constrain women's leadership spaces, particularly in masculine environments. This study aims to analyze the representation of Bu Broto's transformational leadership resilience and its reflection of SDG 5 principles. Using a qualitative approach, critical discourse analysis and semiotics were applied to the film Losmen Bu Broto. The results reveal Bu Broto is represented as a resilient transformational leader through its four dimensions, capable of confronting patriarchal challenges by blending assertiveness and empathy. These findings enrich the discourse on women's leadership and media studies by offering an empowering alternative representation. The film's potential implication is asan educational tool to promote gender equality and women's leadership in society.
Kepemimpinan Transformatif ala Monkey D. Luffy: Penelitian Kualitatif Nilai-Nilai SDGs dalam One Piece Ayudia Arianti, Adhis; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Wardani, Nazhifah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5434

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi representasi kepemimpinan dalam serial anime Jepang One Piece, dengan fokus pada tokoh Monkey D. Luffy serta interaksinya dengan karakter lain dan berbagai konflik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis adegan naratif terpilih untuk mengkaji nilai-nilai kepemimpinan, dinamika tim, dan resolusi konflik, berdasarkan pengamatan mendalam terhadap dialog, perkembangan alur cerita, dan momen simbolis yang menyoroti praktik kepemimpinan. Temuan menunjukkan bahwa Luffy merefleksikan secara kuat kepemimpinan transformasional, yang ditunjukkan melalui kemampuannya menginspirasi dan memotivasi orang lain, memberdayakan krunya, serta mendorong persatuan di tengah perbedaan. Gaya kepemimpinan ini menekankan visi, kepercayaan, dan tujuan bersama, sejalan dengan teori modern yang memandang kepemimpinan sebagai relasional daripada hierarkis, dan melalui pembentukan loyalitas serta ketangguhan, Luffy mewujudkan sosok pemimpin transformasional yang mendorong pertumbuhan pribadi, kolaborasi, dan pencapaian kolektif. Namun, nilai-nilai tersebut terus diuji oleh konflik yang berulang dengan pihak Angkatan Laut, yang melambangkan perjuangan lebih luas terkait TujuanPembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, sehingga memperlihatkan bahwa kepemimpinan transformasional harus adaptif terhadap resistensi, ketidakpastian, dan ketidakadilan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa One Piece bukan sekadar hiburan, melainkan juga sumber pembelajaran kepemimpinan yang relevan bagi konteks organisasi maupun personal, serta menunjukkan bagaimana narasi fiksi seperti anime dapat menjadi media efektif untuk pendidikan kepemimpinanbdan pengembangan karakter dalam dinamika sosial yang kompleks. ABSTRACT This study explores the representation of leadership in the Japanese anime series One Piece, focusing on the character Monkey D. Luffy and his interactions with other key figures and conflicts throughout the storyline. Using a qualitative descriptive approach, this research examines selected narrative scenes to analyze leadership values, team dynamics, and conflict resolution within the plot. Data are drawn from in-depth observation of character dialogues, plot developments, and symbolic moments that highlight leadership practices. Findings reveal that Luffy demonstrates core elements of transformational leadership, including inspiring and motivating others, empowering team members, and promoting unity despite differences. However, these leadership values are often tested by recurring conflicts between pirates and the Marine, which reflect broader challenges to achieving Sustainable Development Goals such as peace, justice, and strong institutions. This study concludes that One Piece offers more than entertainment; it provides valuable insights into leadership that are relevant for both organizational and personal contexts. Fictional narratives like anime can serve as effective media for leadership education and character development. This study explores the representation of leadership in the Japanese anime series One Piece, focusing on Monkey D. Luffy and his interactions with other characters and conflicts. Using a qualitative descriptive approach, the research analyzes selected narrative scenes to examineleadership values, team dynamics, and conflict resolution, with data drawn from close observation of dialogues, plot developments, and symbolic moments that highlight leadership practices. Findings indicate that Luffy strongly reflects transformational leadership, demonstrated through his ability to inspire and motivate others, empower his crew, and promote unity despite differences. His leadership style emphasizes vision, trust, and shared purpose, aligning with modern theories that view leadership as relational rather than hierarchical, and by cultivating loyalty and resilience, Luffy embodies the transformational leader who encourages personal growth, collaboration, and collective achievement. However, these values are continually challenged by recurring conflictswith the Marine, which symbolize broader struggles tied to Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 16 on peace, justice, and strong institutions, thereby showing that transformational leadership must adapt to resistance, uncertainty, and social injustice. This study concludes that One Piece provides more than entertainment; it serves as a meaningful source of lleadership lessons relevant for both organizational and personal contexts, and demonstrates how fictional narratives like anime can function as effective media for leadership education and character development, while illustrating how transformational leadership operates within complex social dynamics.
Co-Authors Abdul Fadhil, Abdul Abdullah, Siti Intan Nurdiana Wong Achmad Achmad Ajeng Rachma Pertiwi, Ajeng Rachma Aji , Gagas Alam, Andi Rifdah Auliyah Alfifto Ali Imron Ali Rahman Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia, Ghaitsaa Zurike Amalia, Nayla Lisda Amaliya Sinulingga, Rizky Ameziziana, Ameziziana Amrizal Amrizal Ananda Lutfitami, Ratu Hemas Titalya Anatasya Permatha Bayu, Jezicka Anggraeni, Novi Dwi Angraeni, Navelsa Annisa, Arini Nur Anwar, Hidan Razan Apsari, Citra Widhi Aqilah , Nawal Aris, Umar Arlinda Dwi Ariyani, Diva Assita, Rodhatul Auliya, Sinta Rahmah Ayudia Arianti, Adhis Ayudya, Hasna Sima Bakti, Fauziah P. Basrowi Basrowi, Basrowi Bilqis Kinanti, Amara Calista, Ellysia Dea Catur Wulandari Chandika Maharani, Vannesya Chandra, Bintang Adi Claresta, Eilen Dany, Ahmad Devi Kristianto Dewi, Indri Mustika Dimisqiyani, Erindah Dimisyqiani, Erindah Dimysiqiyani, Erindah Dwi Ariani, Novita Indah Edi Priyanto Effendi, Muhamad Ridwan Eka Lestari Hafqi Putri Eka Setyawati, Riska Erindah Dimisyqiyani Fahria Herlambang, Ivan Faizal Achmad, Faizal Fajar Arrasyid, Mohammad Fardana, Valdavi Rachma Otta Faridah, Farah Fathiya Salsabila, Naila Ferdian, Fina Ayu Firdaus, Faidzatul Fitria, Nur Fadillah Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh Gayuh, Gagas Hadiyanto, Andy Hakam, Ahmad Hamdani, Khulaifi Haqiu, Dea Tini Hardiansyah, Putri HERI TAHIR Herlambang, Iqbal Septiyan Putra Hernawati Hernawati Hery Widijanto Humaira, Faizza Husna, Nawra Aqila Ilham Rohmatulloh, Sendi Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad Inayatul Matin, Vina Indah Dwi Ariani, Novita Irwan Irwan Izazih, Farizah Kamila, Zulfa Khairullah, Muhammad Alif Akbar Zaki Kinanti, Amara Bilqis Kurniawati, Andi Luthfiya, Anna Lydia Apriliani, Lydia Mada, Ahkamul Ihkam Marischa Resmana, Sheila Marwah Marwah Maskun Mauludina, Nadiya Maysura, Suci Qaulan Meilanda, Nurhidayati Merdeka, Muhamad Monica Monica, Monica Muchsin, Putri Rofifah Nabilah Muhammad Aswan Muhammad Fikri Munawarah Munawarah, Munawarah Mustika Dewi, Indri Nabilah , Ayu Naswar, Naswar Nitit , Petrus Pito Niza Unnavi, Ningrum Nugroho, Dewa Rizky Nur Aulia, Rihlah Nurcholis, Sony Wijaya Nurhidayat, Bella Rahma Nurpratiwi, Suci Nurwijayanti Octavia Trisukma Ayu, Linda Pamungkas Umagafi, Dimitri Pramudita Riwanti Prayoga, Deni Putri Nayla Zahra, Shafira Putri Ramadhani, Dinar Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Dinda Aulia Rahmadani, Kurniati Rahmadani, Putri Nia Rahmat Yuliawan Rahmawati, Zuli Dwi Rani, Luisa Novita Ayu Rifai, Aulia Rintaati Putri, Allea Riyan Sanjaya Rizky Amalia Rizky Hidayatullah Al Huda, Muhammad Ainur Rizky Rizky, Rizky Rizqi Faradisa, Adinda Romadhoni Sasongko, Nandamar Romli, Nada Arina Sahlimar, Nadiya Sahwa Salman Alfarisi Sari Wulandari Sary, Novytha Sauqi Futaqi Savira, Dellis Sedianingsih, Sedianingsih Seisha Hariono, Emely Sinulingga, Rizki Amalia Sinulingga, Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga Sinungga, Rizki Amalia Siti Latifah Subagyo, Mauliza Putri Suhanda, Darmin Sukatin, Sukatin Sulistya, Vira Latifah Surawardi Surawardi, Surawardi Syafiin, Resky Amalia Syafiin, Rezky Amalia Syifa Khairunnisa, Syifa Tari, Najwa Rahmanda Tumangger, Masni Terima Dariani Ulfa, Dita Fachriza Virelita Maharani, Armaniella Wan Rizca Amelia, Wan Rizca Wardani , Nazhifah Wardani, Nazhifah Wijonarko, Gugus Wishelda Izdihar, Damara Yuandina, Radhika Yuliandre, Yuliandre Yuniati, Anggita Dwi Zahra Hasoloan, Hanifah Az Zahroh, Arina Saffanah