p-Index From 2021 - 2026
12.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Record and Library Journal Hasanuddin Law Review Jurnal Studi Al-Qur'an Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Halu Oleo Law Review MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IKRA-ITH EKONOMIKA Warta Penelitian Perhubungan Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat SIGn Jurnal Hukum Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Indonesia Berdaya Journal Economy And Currency Study (JECS) Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam RIO LAW JURNAL JURNAL BARUNA HORIZON TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal PKM Manajemen Bisnis Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Applied Business and International Management Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Multiverse: Open Multidisciplinary Journal IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Journal of Exploratory Dynamic Problems Tadris: Manajemen Pendidikan Islam AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Warta Penelitian Perhubungan Journal of Education and Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Kepemimpinan Manipulatif: Studi Kasus Jordan Belfort dalam Film The Wolf of Wall Street Anwar, Hidan Razan; Dwi Ariani, Novita Indah; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5668

Abstract

Kepemimpinan merupakan faktor penting bagi keberhasilan organisasi karena tanpa kepemimpinanyang baik, tujuan bersama sulit tercapai. Fenomena kepemimpinan manipulatif dalam film The Wolfof Wall Street memberikan gambaran bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan untukkepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kepemimpinanmanipulatif Jordan Belfort serta relevansinya dengan teori kepemimpinan dan kekuasaan. Metodeyang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, melalui pengkajian adeganadegankunci film dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Belfortmenerapkan tiga bentuk utama manipulasi, yaitu bahasa persuasif, manipulasi emosional, daniming-iming finansial. Strategi tersebut menimbulkan dampak berbeda pada tiga level: karyawanyang termotivasi secara emosional namun tereksploitasi, investor yang mengalami kerugianfinansial, serta organisasi Stratton Oakmont yang runtuh akibat praktik ilegal. Analisis jugamenegaskan keterkaitan gaya kepemimpinan Belfort dengan teori power bases French & Raven,konsep kekuasaan Weber, dan perspektif Foucault mengenai kontrol. Temuan ini menunjukkanperlunya organisasi menghindari gaya kepemimpinan manipulatif demi menjaga reputasi dankeberlanjutan, serta mendorong penelitian lebih lanjut untuk membandingkan fenomena serupadalam film atau konteks nyata. Leadership is a crucial factor for organizational success, as without effective leadership, shared goals aredifficult to achieve. The phenomenon of manipulative leadership in The Wolf of Wall Street illustrates howpower can be misused for personal gain. This study aims to analyze the representation of Jordan Belfort’smanipulative leadership and its relevance to leadership and power theories. The research employs adescriptive qualitative method with content analysis, examining key scenes from the film alongside supportingliterature. The findings reveal that Belfort applied three main forms of manipulation: persuasive language,emotional manipulation, and financial incentives. These strategies had distinct impacts at three levels:employees who were emotionally driven yet exploited, investors who suffered financial losses, and theorganization Stratton Oakmont which collapsed due to illegal practices. The analysis further highlights theconnection between Belfort’s leadership style and French & Raven’s power bases, Weber’s concept ofauthority, and Foucault’s perspective on control. The study underscores the importance of avoidingmanipulative leadership to safeguard organizational reputation and sustainability, while suggesting furtherresearch to compare similar phenomena in other films or real contexts
Eksplorasi Strategi Manajemen Stres pada Tokoh Moko dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Ananda Lutfitami, Ratu Hemas Titalya; Dwi Ariani, Novita Indah; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5669

Abstract

Penelitian ini mengamati manajemen stres yang dialami oleh Moko dalam film “1 Kakak 7Ponakan”, yang merefleksikan beban peran ganda pada generasi sandwich. Tujuan penelitian adalahmengidentifikasi dan menganalisis strategi koping yang digunakan Moko untuk menghadapitanggung jawab merawat tujuh keponakan sambil menjalani peran sebagai mahasiswa dan pekerja.Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan observasi film berulang, dokumentasiadegan, dan analisis tematik berdasarkan teori problem focused dan emotion focused coping. Hasilmenunjukkan bahwa Moko menerapkan strategi koping, problem focused coping dan emotionfocused coping. Adegan-adegan konkret membatalkan pembelian laptop untuk biaya pengobatan,curhat kepada Maurin, dan menilai ulang keadaan mengilustrasikan adaptasi praktis dan emosionalyang mengurangi tekanan langsung dan membantu fungsi sehari-hari. Meskipun strategi koping initerlihat membantu dalam jangka pendek, beberapa situasi juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan,gangguan, dan pengorbanan kebutuhan pribadi, yang menunjukkan bahwa efektivitasnya mungkinbersifat sementara dan berisiko menimbulkan dampak negatif jangka panjang. Temuan inimenegaskan peran dukungan sosial dan penataan prioritas dalam efektivitas koping. Implikasipenelitian menunjukkan bahwa analisis film dapat menjadi sumber pemahaman tentang manajemenstres dalam konteks keluarga besar dan relevan dengan tujuan kesehatan mental (SDGs 3). Untukpenelitian selanjutnya disarankan studi lapangan yang melibatkan responden nyata dan evaluasiintervensi jangka panjang untuk menguji efektivitas strategi koping yang teridentifikasi. This study examines the stress management experienced by Moko in the film "1 Kakak 7 Ponakan",which reflects the burden of a dual role on the sandwich generation. The research aims to identifyand analyze the coping strategies Moko uses to handle the responsibility of caring for seven niecesand nephews while juggling his roles as a student and an employee. The method used is a qualitativeapproach involving repeated film observation, scene documentation, and thematic analysis basedon the theory of problem focused and emotion focused coping. The results show that Moko appliesboth problem-focused coping and emotion focused coping strategies. Concrete scenes canceling alaptop purchase to cover medical bills, confiding in Maurin, and reassessing the situation illustratespractical and emotional adaptations that reduce immediate stress and aid daily functioning.Although these coping strategies appear helpful in the short term, some situations also show signsof burnout, distraction, and the sacrifice of personal needs, indicating that their effectiveness maybe temporary and risks causing negative long-term impacts. These findings confirm the role of socialsupport and priority setting in coping effectiveness. The research implications suggest that filmanalysis can be a source of understanding about stress management in the context of an extendedfamily and is relevant to mental health goals (SDGs 3). For further research, field studies involving real respondents and evaluations of long term interventions are recommended to test theeffectiveness of the identified coping strategies.
Interpretasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Tokoh Utama Dalam Film Jumbo Anggraeni, Novi Dwi; Dwi Ariani, Novita Indah; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5670

Abstract

Kepemimpinan transformasional dipandang mampu meningkatkan motivasi, kreativitas,dan memperkuat hubungan sosial. Film, sebagai bagian dari budaya populer, juga berperandalam merepresentasikan nilai kepemimpinan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada organisasi formal,sehingga belum banyak yang mengkaji representasi kepemimpinan dalam film lokal.Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional yang ditampilkantokoh utama dalam film animasi Jumbo produksi Visinema. Metode yang digunakan adalahkualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif melalui observasi film, dokumentasi dialog,dan telaah pustaka. Hasil menunjukkan tokoh Don menampilkan empat dimensikepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual,dan perhatian individual. Nilai-nilai tersebut dibentuk melalui pengalaman keluarga,konflik dengan sahabat, serta simbol budaya berupa warisan lagu. Penelitian inimemperluas literatur dengan menghubungkan teori kepemimpinan, komunikasi, danbudaya populer. Implikasinya, film dapat menjadi sarana pendidikan nilai kepemimpinansekaligus relevan dengan pencapaian SDG 16 mengenai perdamaian dan keadilan. Transformational leadership is considered capable of enhancing motivation, creativity, andstrengthening social relationships. Film, as part of popular culture, also plays a role in representingleadership values that resonate with everyday life. However, most previous studies have focused onformal organizational contexts, leaving limited exploration of leadership representation in localfilms. This study aims to analyze the transformational leadership displayed by the main characterin the animated film Jumbo produced by Visinema. The research employed a descriptive qualitativemethod with a narrative approach through film observation, dialogue documentation, and literaturereview. The findings reveal that Don, the protagonist, demonstrates four dimensions oftransformational leadership: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation,and individualized consideration. These values are shaped by family experiences, conflicts withfriends, and cultural symbols such as a song inherited from his parents. This study expands theliterature by linking leadership theory, communication, and popular culture. The implication is thatfilms can serve as a medium for leadership education while also aligning with the achievement ofSDG 16 on peace and justice.
Fenomena Kepemimpinan Tokoh Utama Perempuan Colored People dalam Film Hidden Figures Berdasarkan Contemporary Leadership Theory Yuniati, Anggita Dwi; Dwi Ariani, Novita Indah; Aji, Gagas Gayuh; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Sinulingga, Rizky Amalia
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5690

Abstract

Kepemimpinan perempuan dalam karya sastra maupun film menjadi isu penting karena masih seringterpinggirkan oleh dominasi laki-laki, sementara representasi perempuan dalam film dapat menjadisarana untuk menegaskan kesetaraan serta membuka ruang diskusi mengenai keberanian perempuandalam menghadapi diskriminasi berbasis gender maupun ras. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis tokoh Katherine Johnson dalam film Hidden Figures sebagai perwujudankepemimpinan perempuan kulit hitam yang mampu menembus batasan sosial dan profesionaldengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kritik sastra feminis, yang menempatkanKatherine dalam kerangka feminisme gelombang ketiga, yaitu feminisme yang menonjolkanketangguhan, keberanian, dan perjuangan perempuan di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kepemimpinan Katherine tercermin dari tiga aspek utama, yaitu perannya dalam menghitunglintasan roket NASA secara akurat, usahanya memperoleh pengakuan di ruang rapat strategis yangsebelumnya tertutup bagi perempuan kulit hitam, serta konsistensinya dalam melawan diskriminasirasial dan gender. Temuan ini menegaskan bahwa film Hidden Figures menghadirkan representasikepemimpinan transformasional yang menekankan pada semangat kesetaraan, inspirasi, danperubahan sosial, sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi pembahasan kepemimpinan perempuankontemporer serta memiliki relevansi dengan isu kesetaraan gender dalam kerangka SDGs.Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan representasikepemimpinan perempuan dalam film lain atau dalam konteks budaya yang berbeda, namunpenelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu tokoh sehingga belummenggambarkan kompleksitas kepemimpinan perempuan secara menyeluruh. Women’s leadership in literature and film remains a crucial issue, as it is often overshadowed bymale dominance, despite the fact that female representation on screen can serve as an importantmedium to affirm equality and foster discussions on women’s courage in facing gender- and racebaseddiscrimination. This study aims to analyze the character of Katherine Johnson in the filmHidden Figures as a representation of Black women’s leadership that succeeds in transcending socialand professional barriers. The research employs a descriptive method with a feminist literarycriticism approach, situating Katherine within the framework of third-wave feminism, whichemphasizes resilience, courage, and women’s struggles in the public sphere. The findings revealthree main aspects of Katherine’s leadership: her accuracy in calculating NASA’s rocket trajectories,her efforts to gain recognition in strategic meeting rooms previously closed to Black women, andher persistence in resisting racial and gender discrimination. These findings highlight that Hidden Figures portrays transformational leadership that emphasizes equality, inspiration, and socialchange, while also serving as an inspiration for contemporary discussions of women’s leadershipand showing relevance to gender equality issues within the framework of the SDGs. Future researchmay broaden the scope by comparing women’s leadership representations in other films or culturalcontexts; however, this study remains limited by its focus on a single character, which does not fullycapture the complexity of women’s.
Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Oleh Tokoh Ucup Pada Film Mencuri Raden Saleh Rahmadani, Putri Nia; Kinanti, Amara Bilqis; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5692

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi gaya kepemimpinan transformasional yang diwujudkan olehkarakter Ucup dalam film Mencuri Raden Saleh. Di era digital, film sebagai produk media populertidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilainilaisosial dan kepemimpinan kepada generasi muda melalui platform teknologi seperti layananstreaming dan media sosial. Namun, meskipun teknologi telah memperluas akses dan jangkauanterhadap konten film, kajian akademik yang secara mendalam menyoroti bagaimana kepemimpinantransformasional direpresentasikan dalam film-film lokal Indonesia masih tergolong minim.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis beberapa adegankunci untuk mengidentifikasi empat dimensi kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal,motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Temuan menunjukkan bahwaUcup menunjukkan kepemimpinan karismatik, memotivasi timnya melalui visi bersama,merangsang kreativitas dalam pemecahan masalah di bawah tekanan, dan mengakui potensi uniksetiap anggota. Representasi ini menyarankan bahwa kepemimpinan transformasional tidak terbataspada organisasi formal tetapi juga dapat tumbuh dalam kelompok informal, dan melalui mediadigital, nilai-nilai ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas serta menjadi sumber inspirasikepemimpinan dalam konteks sosial kontemporer. This study examines the representation of transformational leadership style embodied by thecharacter Ucup in the film Mencuri Raden Saleh. In the digital age, films as popular media productsnot only serve as entertainment but also become an effective means of conveying social andleadership values to the younger generation through technological platforms such as streamingservices and social media. However, even though technology has expanded access to and the reachof film content, there is still a lack of in-depth academic studies highlighting how transformationalleadership is represented in Indonesian local films. This study uses a descriptive qualitative approachby analyzing several key scenes to identify four dimensions of transformational leadership: idealinfluence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. Thefindings show that Ucup exhibits charismatic leadership, motivating his team through a sharedvision, stimulating creativity in problem-solving under pressure, and recognizing the uniquepotential of each member. This representation suggests that transformational leadership is notlimited to formal organizations but can also grow in informal groups, and through digital media,these values can reach a wider audience and become a source of leadership inspiration in thecontemporary social context.
Representasi Perempuan dalam Film Sri Asih Sebagai Superhero di Tengah Kultur Patriaki Mauludina, Nadiya; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Aji, Gagas Gayuh
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 3 Nomor 3 September 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v3i3.2895

Abstract

Indonesia has a long history of patriarchal culture that places men as dominant and often restricts women's freedom of movement. This condition has given rise to gender inequality that persists to this day, making the issue of women's representation in the media, particularly in film, an important topic to examine. This study aims to analyze how the film Sri Asih (2022) represents women as superheroes amidst a patriarchal culture and its implications for the construction of gender roles in society. The study used a qualitative method with a narrative semiotic approach at the levels of reality and representation. Data were obtained through observation of scenes in the film and relevant supporting literature, then linked to theories of representation and feminism to uncover the meaning behind the depiction of Alana/Sri Asih. The results show that Sri Asih is portrayed as a brave, independent woman with the strength to challenge male domination. In various scenes, Alana appears not as a passive object but as an active subject who plays a role in fighting oppression, freeing citizens from exploitation, and becoming a symbol of new hope for society. This representation challenges traditional gender stereotypes that place women in a subordinate position, while also opening up new perspectives on gender equality in the public sphere. This research has had a positive impact in strengthening the understanding that film can be a crucial aspect in fostering collective awareness regarding women's empowerment. Future research could expand the study by comparing the representation of female superheroes in Indonesian and international films to broaden perspectives on gender construction in popular media.
Implementasi Pendidikan Anak-Anak di Desa Lenggang pada Film Laskar Pelangi Subagyo, Mauliza Putri; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Aji, Gagas Gayuh
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 3 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v3i4.2896

Abstract

Education is a crucial pillar in developing the quality of human resources and shaping a nation’s progress. Yet, the condition of education in Indonesia still encounters many challenges, ranging from macro-level issues such as curriculum complexity, unequal access, high costs, and teacher competence, to micro-level problems like weak morals, poor character, and frequent cases of moral deviation. This research applies a qualitative approach through literature review and film analysis, using Laskar Pelangi as the main source to explore the application of educational theories. Findings indicate that the film portrays the determination of children in Lenggang Village to pursue education despite severe limitations. The educational practices illustrated in the film align with various theories, including behaviorism, constructivism, humanism, character education, creativity, multiple intelligences, and motivation. Teachers are shown not only as knowledge transmitters but also as mentors, role models, and motivators who nurture moral values, character, and learning enthusiasm. A paradox emerges when, on one hand, facilities and infrastructure are deemed vital for quality education, but the film demonstrates that persistence, student eagerness, and teacher dedication can compensate for such shortcomings. This highlights that educational achievement is influenced more by the integration of values, character, and motivation than by infrastructure alone. Ultimately, education that emphasizes humanistic values, moral development, and the optimization of student potential can create a generation with integrity, creativity, and resilience in facing global challenges, even though gaps between theory and practice remain.
Representasi Kepemimpinan Situasional dalam Menghadapi Krisis dari Film The Lion King Sulistya, Vira Latifah; Amaliyah, Amaliyah; Dimysiqiyani, Erindah
Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Volume 3 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jerh.v3i4.2897

Abstract

This study aims to understand how situational leadership is reflected in dealing with crises through the story in the movie The Lion King. This study is based on Hersey and Blanchard's situational leadership theory, which emphasizes four main styles, namely command, persuasion, participation, and delegation. The method used is qualitative descriptive analysis by examining the storyline, characters, and leadership dynamics of the main characters, especially Simba, in facing various challenges. The results show that situational leadership is clearly evident in Simba's journey, from his dependent childhood to his maturity as a king. However, each leadership style is present at different stages of development: the command style emerges when Simba still needs guidance, the persuasion style is evident when he receives encouragement to return, the participation style is seen when he works with his friends, and the delegation style emerges after he becomes king by placing trust in his environment. Overall, The Lion King not only depicts the dynamics of situational leadership in the face of crisis, but also presents valuable lessons about the importance of adaptive leadership that is relevant in real life.
Analisis Kesiapan Sumber Daya Manusia di Sektor Transportasi Dalam Menyambut Era Society 5.0 di Indonesia amaliyah, amaliyah; Aris, Umar; Wijonarko, Gugus; Priyanto, Edi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 1 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i1.2215

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor utama yang menjadi penggerak sektor transportasi, serta menjadi pusat dari era Society 5.0. Semakin siapnya SDM juga menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam menyambut datangnya era Society 5.0. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; 2) Mengetahui faktor penghambat dan pendukung kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0; dan 3) Merumuskan upaya untuk dapat meningkatkan kesiapan SDM di sektor transportasi dalam menyambut era Society 5.0. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner menggunakan Google Form, sedangkan data sekunder dengan mengumpulkan dokumen yang memuat informasi mengenai sektor transportasi di Indonesia dalam kaitannya dengan era Society 5.0. Populasi penelitian meliputi seluruh pihak yang bekerja di sektor transportasi. Sampel penelitian ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 295 orang pekerja sektor transportasi sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa SDM di sektor transportasi memiliki kesiapan yang baik dalam menyambut datangnya era Society 5.0, baik kesiapan dalam kompetensi, kesiapan personal, kemampuan komunikasi, kesiapan untuk bekerja dalam tim, dan kesiapan pada aspek teknologi. Namun, kesiapan tersebut belum merata karena masih terdapat sebagian SDM yang kurang memahami konsep Society 5.0. Upaya untuk meningkatkan kesiapan SDM sektor transportasi dalam menyambut datangnya era Society 5.0 melibatkan peran aktif dari SDM yang bekerja di sektor transprotasi dan pemerintah.
Pembelajaran Al Quran Model Cinta Konsep CIRC Pondok Ilmu Amaliyah, Amaliyah; Merdeka, Muhamad
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v4i2.821

Abstract

The Qur'an revealed by Allah SWT is a guide and guidance for humans. This is because the AI-Quran has the values ​​of guidance, guidance and glory in its substance, all of which must be maintained and guarded properly. A person must not forget the Koran, let alone turn his back on it or abandon it. The Qur'an contains several essences such as kalaamullaah, miracles, was revealed to the heart of the prophet, was conveyed mutawtir and reading it is worship. So that the Qur'an provides light for readers. To be able to produce successful learning, the Islamic boarding school uses the CIRC concept of love model, which is expected to fulfill the achievement of feeling the miracle of the Koran when reading it, feeling the energy that enters the mind, heart & body, feeling syifa (medicine) for the body & spiritual, the light of the Qur'an for a way of life in the world.
Co-Authors Abdul Fadhil, Abdul Abdullah, Siti Intan Nurdiana Wong Achmad Achmad Ajeng Rachma Pertiwi, Ajeng Rachma Aji , Gagas Alam, Andi Rifdah Auliyah Alfifto Ali Imron Ali Rahman Amalia Sinulingga , Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia, Ghaitsaa Zurike Amalia, Nayla Lisda Amaliya Sinulingga, Rizky Ameziziana, Ameziziana Amrizal Amrizal Ananda Lutfitami, Ratu Hemas Titalya Anatasya Permatha Bayu, Jezicka Anggraeni, Novi Dwi Angraeni, Navelsa Annisa, Arini Nur Anwar, Hidan Razan Apsari, Citra Widhi Aqilah , Nawal Aris, Umar Arlinda Dwi Ariyani, Diva Assita, Rodhatul Auliya, Sinta Rahmah Ayudia Arianti, Adhis Ayudya, Hasna Sima Bakti, Fauziah P. Basrowi Basrowi, Basrowi Bilqis Kinanti, Amara Calista, Ellysia Dea Catur Wulandari Chandika Maharani, Vannesya Chandra, Bintang Adi Claresta, Eilen Dany, Ahmad Deni Darmawan Devi Kristianto Dewi, Indri Mustika Dimisqiyani, Erindah Dimisyqiani, Erindah Dimysiqiyani, Erindah Dwi Ariani, Novita Indah Edi Priyanto Effendi, Muhamad Ridwan Eka Lestari Hafqi Putri Eka Setyawati, Riska Erindah Dimisyqiyani Fahria Herlambang, Ivan Faizal Achmad, Faizal Fajar Arrasyid, Mohammad Fardana, Valdavi Rachma Otta Faridah, Farah Fathiya Salsabila, Naila Ferdian, Fina Ayu Firdaus, Faidzatul Fitria, Nur Fadillah Futaqi, Sauqi Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh Gayuh Aji , Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh, Gagas Hadiyanto, Andy Hakam, Ahmad Hamdani, Khulaifi Haqiu, Dea Tini Hardiansyah, Putri HERI TAHIR Herlambang, Iqbal Septiyan Putra Hernawati Hernawati Hery Widijanto Humaira, Faizza Husna, Nawra Aqila Ilham Rohmatulloh, Sendi Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad Inayatul Matin, Vina Indah Dwi Ariani, Novita Irwan Irwan Izazih, Farizah Kamila, Zulfa Khairullah, Muhammad Alif Akbar Zaki khusnul khotimah Kinanti, Amara Bilqis Kurniawati, Andi Luthfiya, Anna Lydia Apriliani, Lydia Mada, Ahkamul Ihkam Marischa Resmana, Sheila Marwah Marwah Maskun Mauludina, Nadiya Maysura, Suci Qaulan Meilanda, Nurhidayati Merdeka, Muhamad Monica Monica, Monica Muchsin, Putri Rofifah Nabilah Muhammad Aswan Muhammad Fikri Munawarah Munawarah, Munawarah Mustika Dewi, Indri Nabilah , Ayu Naswar, Naswar Nitit , Petrus Pito Niza Unnavi, Ningrum Nugroho, Dewa Rizky Nur Aulia, Rihlah Nurcholis, Sony Wijaya Nurhidayat, Bella Rahma Nurpratiwi, Suci Octavia Trisukma Ayu, Linda Pamungkas Umagafi, Dimitri Pramudita Riwanti Prayoga, Deni Putri Nayla Zahra, Shafira Putri Ramadhani, Dinar Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Dinda Aulia Rahmadani, Kurniati Rahmadani, Putri Nia Rahmawati, Zuli Dwi Rani, Luisa Novita Ayu Rifai, Aulia Rintaati Putri, Allea Riyan Sanjaya Rizky Amalia Rizky Hidayatullah Al Huda, Muhammad Ainur Rizky Rizky, Rizky Rizqi Faradisa, Adinda Romadhoni Sasongko, Nandamar Romli, Nada Arina Sahlimar, Nadiya Sahwa Salman Alfarisi Sari Wulandari Sary, Novytha Savira, Dellis Sedianingsih, Sedianingsih Seisha Hariono, Emely Sinulingga, Rizki Amalia Sinulingga, Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga Sinungga, Rizki Amalia Siti Latifah Subagyo, Mauliza Putri Suhanda, Darmin Sukatin, Sukatin Sulistya, Vira Latifah Surawardi Surawardi, Surawardi Syafiin, Resky Amalia Syafiin, Rezky Amalia Syifa Khairunnisa, Syifa Tari, Najwa Rahmanda Tumangger, Masni Terima Dariani Ulfa, Dita Fachriza Virelita Maharani, Armaniella Wan Rizca Amelia, Wan Rizca Wardani , Nazhifah Wardani, Nazhifah Wijonarko, Gugus Wishelda Izdihar, Damara Yuandina, Radhika Yuliandre, Yuliandre Yuliawan, Rahmat Yuniati, Anggita Dwi Zahra Hasoloan, Hanifah Az Zahroh, Arina Saffanah